Analisa Getaran pada Poros Pompa Sentrifugal Sistem Penyambungan Kopling Sabuk untuk Monitoring Kondisi

Gratis

12
86
121
2 years ago
Preview
Full text

ANALISA GETARAN PADA POROS POMPA SENTRIFUGAL SISTEM PENYAMBUNGAN KOPLING SABUK UNTUK MONITORING KONDISI TESIS OLEH ERWEN MARTIANIS 107015004/TMFAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

  Sc ABSTRAK Getaran yang timbul pada poros pompa sentrifugal adalah satu fenomena yang terjadi akibat dari jarak antara kedua kopling, tebal dan lebar sabuk serta konfigurasi posisipemasangan sabuk pada kopling. Penelitian ini menunjukkanbahwa sabuk dengan ukuran tebal 4,5 mm dan lebar 98 mm dengan jarak flens 5,5 cm dengan posisi pemasangan sabuk luar dalam adalah yang paling baik dimana getaranyang dihasilkan cukup rendah 0,63 mm.

KATA PENGANTAR

  Dalam hal ini penulis juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada: Politeknik Negeri Bengkalis, PDAM Bengkalis dan seluruh pihak yangtelah memberikan kontribusinya selama penelitian, penulisan dan penyelesaian laporan tesis ini, atas semua bantuan dan bimbingan, arahan maupun dukunganfasilitas yang penulis terima untuk itu penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait. Akhirnya segala hal yang benar dan terealisasi pada tulisan tesis ini, semata-mata dari Allah SWT, dan segala kesalahan yang ada, semuanya karenakekhilafan dan keterbatasan penulis.

RIWAYAT HIDUP

  Perbandingan Analisa Getaran pada Jarak yang berbeda, lebar dan tebal yang sama (L98 T4,5), posisi sabuk di dalam ........ Grafik analisa getaran pada jarak yang berbeda, lebar dan tebal yang sama (L98 T4,5), posisi sabuk di dalam ................

DAFTAR LAMPIRAN

  Denganvariasi tersebut dapat diamati dan diketahui perilaku getaran yang terjadi dengan cara mengukur dengan mengunakan alat akur getaran vibrometer VQ-400-A OMETRON yangterhubung dengan labjack U3-LV diteruskan ke PC dalam bentuk tegangan listrik digital ke tegangan listrik analog. Penelitian ini menunjukkanbahwa sabuk dengan ukuran tebal 4,5 mm dan lebar 98 mm dengan jarak flens 5,5 cm dengan posisi pemasangan sabuk luar dalam adalah yang paling baik dimana getaranyang dihasilkan cukup rendah 0,63 mm.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Kopling adalah merupakan suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secarapasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada satu garis lurus atau dapat sedikit berbeda sumbunya. Kopling yang akan direncanakan pada penelitian ini adalah kopling flens sabuk yang dapat meneruskan putaran antara poros penggerak dengan poros yang Respon vibrasi dari suatu pompa merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kondisi mekanis dari suatu pompa.

1.2. Perumusan Masalah

  Kopling yang diteliti dan digunakan dalam penelitian ini adalah kopling flens sabuk yang dirancang menggunakan sabuk yang diikat dengan baut dan mur dihubung antara kopling flens pada poros motor dengan kopling flens pada poros pompa. Sedangkan poros pompa sentrifugal yang digunakan dalam penelitian ini adalah poros pompa sentrifugal yang meneruskan daya dan putaran dari motordengan sistem penyambungan kopling flens sabuk.

1.3. Tujuan Penelitian 1

UmumTujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi fenomena getaran yang terjadi pada poros pompa sentrifugal sistim penyambungan kopling flens sabuksebagai penerus daya dan putaran.

1.3.2. Khusus

  Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah: 1. Menganalisa getaran yang terjadi pada poros pompa dengan variasi jarak antara kedua kopling flens sabuk.

2. Menganalisa getaran yang terjadi pada poros pompa dengan variasi tebal dan lebar sabuk

3. Menganalisa getaran yang terjadi pada poros pompa dengan konfigurasi posisi pemasangan sabuk pada kopling

1.4. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini nantinya merupakan suatu upaya nyata pihak perguruan tinggi, khususnya lembaga penelitian, dalam memberikan informasi kepada duniaindustri tentang hubungan poros pompa, fenomena getaran (vibrasi) dengan sistem penyambungan kopling flens sabuk sebagai penerus daya dan putaran. Memberikan informasi mengenai metode pengujian fenomena getaran pada poros pompa sentrifugal dan sebagai acuan untuk menghindariterjadinya getaran yang lebih besar.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Getaran banyak dipakai sebagai alat untuk melakukan analisis terhadap

  Pengetahuan akan getaran dan data-data yang dihasilkan sangat penting untuk perawatan maupun troubleshooting. Kemampuan ini bisa membantu perusahaan mereduksi terjadinya down time dan dapat meningkatkan keuntungan baik dari segi produksi maupun dari umur mesin (yang lebih panjang).

2.1. Analisa Getaran 1

  Suatu peralatan yang berputar sebaiknya memiliki suatu nilai getaran standar (ASTM D3580-95) dan batasan getaran yang diperbolehkan (dibuat olehpabrik) sehingga apabila nilai getaran yang terjadi diluar batasan yang diizinkan maka peralatan tersebut harus menjalani tindakan perawatan. Phase mengindikasikan bagaimana suatu bagian bergetar relatif terhadap bagian yang lain, atau untuk menentukan posisi suatu bagian yangbergetar pada suatu saat, terhadap suatu referensi atau terhadap bagian lain yang bergetar dengan frekuensi yang sama.

5. Gelombang (9) adalah berikutnya dengan sembilan siklus dan akan memiliki frekuensi 9 Hz

  dapat dinyatakan dalam deretan sinus dan cosinus yang dihubungkan secara harmonik. (2.6)1 1 n n1 1 n n 2 2  Dimana:   ;  1 n 2 1 Pada gelombang segiempat berlaku x(t) = ±A pada t = 0, dan t = τ, dan seterusnya.

2.1.5. Getaran Bebas (Free Vibration)

  (2.7) Pegas dianggap tidak memiliki massa, sehingga gaya yang bekerja pada salah satu ujungnya sama dan berlawanan dengan gaya yang bekerja pada ujung yang x F m Gambar 2.7 Benda Tegar (Harris dan Piersol, 2002) Massa adalah benda tegar (Gambar 2.7) dengan percepatan�, menurut hukum kedua Newton sebanding dengan resultan semua gaya yang bekerja padamassa. Sistem Pegas Massa dan Diagram Benda Bebas (Harris dan Piersol, 2002)Hukum Newton kedua adalah dasar untuk meneliti gerak sistem, pada Gambar 2.10 perubahan bentuk pegas pada posisi kesetimbangan adalah Δ dan gaya pegas kΔ adalah sama dengan gaya gravitasi w yang bekerja pada massa m.

2.2 Kopling Flens Sabuk

2.2.1 Kopling

  Kopling adalah suatu elemen yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak keporos yang digerakkan tanpa terjadi slip, dankedudukan kedua sumbu poros dalam satu garis atau boleh berbeda sedikit. Dengan demikian pembebanan yang berlebihan pada poros penggerak pada waktu dihubungkan, dapat dihindari dengan adanya sabuk yang terbuat dari bahan yang fleksibel,maka kopling menjadi tidak kaku, dapat dilihat pada Gambar 2.14.

2.3 Pompa

  Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu fluida dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut. Gambar 2.15 Pompa Sentrifugal Gambar 2.16 Komponen Pompa Sentrifugal poros Gambar 2.17 Poros pompa Komponen pompa dapat dilihat pada Gambar 2.15 dan 2.16 antara lain: 1.

2. Packing digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing pompa melalui poros yang bahannya terbuat dari asbes atau teflon

  Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehinggacairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya. Bearing juga memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya, sehingga kerugian gesek menjadi kecil.

2.3.1 Karakteristik Pompa

  Karakteristik pompa adalah prestasi pompa dalam bentuk grafik hubungan antara head (H), daya (N) dan efisiensi ( η) terhadap debit (Q) seperti terlihat pada Gambar 2.18. Kurva Karakteristik Pompa Sentrifugal Head pompa adalah energi per satuan berat yang harus disediakan untuk mengalirkan sejumlah zat cair yang direncanakan sesuai dengan kondisi instalasi pompa, atau tekanan untuk mengalirkan sejumlah zat cair yang dinyatakan dalamsatuan panjang.

2.4. Pengolahan Data Vibrasi 1

  Sinyal dinamik yang sering ditemui dalam praktek berasal dari sinyal getaran, baik yang diukur menggunakan accelerometer, vibrometer, maupun sensorsimpangan getaran. Untuk keperluan pengolahan sinyal getaran dalam time domain, perlu diperhatikan karakteristik sinyal getaran yang dideteksi oleh masing-masing sensor percepatan, kecepatan, dan simpangan getaran (displacement).

2.4.2. Frekuensi Domain

  Untuk memeriksa apakah amplitudo untuk rentang frekuensi tertentu masih berada dalam batas yang diizinkan oleh standar. Dengan bantuan konsepderet Fourier, maka sinyal getaran ini dapat dipilah-pilah menjadi komponen dalam bentuk sinyal sinus yang frekuensinya merupakan frekuensi-frekuensidasar dan harmoniknya.

BAB 3 METODE PENELITIAN

  BahanSubjek penelitian ini adalah poros pompa sentrifugal seperti Gambar 3.1 dan 3.2 yang dipasang sesuai model instalasi sederhana seperti pada Gambar 3.3.dan 3.4. SabukPrinsip kerjanya dimulai dengan daya dan putaran dari motor listrik diteruskan ke poros motor dengan sistem penyambungan kopling flens sabukyang diikat dengan baut dan mur diteruskan ke poros pompa sentrifugal.

3.2.2. Peralatan

  Pengujian ini merupakan satu kesatuan darikomponen berikut: motor dan flens yang terhubung dengan poros dengan daya 3700 watt dan putaran 2950 rpm terhubung dengan sistempenyambungan kopling flens sabuk yang meneruskan keputaran poros pompa dengan kapasitas aliran 30 liter/dtk, yang digunakan untukmemompa dan mensirkulasikan fluida air.3. Sabuk digunakan dalam penelitian ini adalah sabuk merek Shin Yih yang terdiri dari tiga tipe ukuran seperti terlihat pada Gambar 3.5, yang diikatdengan baut dan mur pada flens.

3.3. Set Up Peralatan

  Secara eksperimental pengujian dan pengambilan data dilakukan untuk memperoleh karakteristik getaran akibat dari sistem penyambungan kopling flenssabuk pada poros pompa. Arahkan vibrometer laser keporos pompa dan mulai lakukan pengukuran dan pengamatan sesuai dengan variabel yang di inginkan dan labjackdapat digunakan converter untuk memonitor dan mengontrol kerja dari PC laptop.

3.4. Pengolahan dan Analisa Data

  Data yang diperoleh berupa sinyal dinamis (Gambar 3.12) selanjutnya ditransfer ke PCuntuk diolah dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil pengolahan data berupa laporan yang akan dianalisa untuk mengetahui besarnya getaran yangterjadi pada poros pompa dan motor.

3.5. Variabel Yang Diamati

  Sesuai dengan maksud penelitian, variabel (bebas, terikat, tetap) menjadi fokus perhatian yang perlu dilakukan pengujian dan pengamatan untukpengolahan data guna mendapatkan suatu hasil yang mendekati sempurna. Lebar dan tebal sabuk yang dipasang.

3.6. U ji Puntir Sabuk

  Untuk mendukung perhitungan dan teori, maka dalam penelitian ini juga dilakukan uji puntir terhadap material sabuk yang digunakan dan dapat dilihatpada Gambar 3.13 dan hasil uji puntir seperti pada Tabel 3.1. Grafik hasil uji puntir Setelah dilakukan pengujian puntir pada sabuk maka dapat diketahui bahwa sabuk putus pada putaran 110 rpm, sudut putaran 660 , momen torsi (T)2,9 N.m dapat dilihat pada Gambar 3.14 dan 3.16.

3.7. Kerangka Konsep Penelitian

Adapun kerangka konsep penelitian ini dapat dilihat seperti ditunjukan pada Gambar 3.17. Gambar 3.17 Kerangka konsep penelitian

3.8. Pelaksanaan Penelitian

  Pelaksanaan penelitian dimulai dari studi literatur, penyusunan proposal, persiapan, pengumpulan, pengolahan dan analisa data sampai dengan didapathasil dan kesimpulan. Secara garis besar pelaksanaannya seperti terlihat pada Gambar 3.18.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Perhitungan Getaran Pompa

Pompa yang digunakan pada penelitian ini adalah pompa sentrifugal merk Grundfos tipe NK 65-250/263/BAQE dengan spesifikasi seperti Tabel 4.1: Tabel 4.1 Spesifikasi pompa No Item Simbol Harga Satuan 1 Tinggi tekan maksimum H 70 meter Q 2 Kapasitas maksimum 30 Ltr/det 3 Diameter impeller d 256 mm 4 Daya motor P 3700 Watt 5 Putaran motor n 2950 rpm 6 Tegangan motor V 380 Volt(Sumber : NK Grundfos pump) Sistem yang dilakukan dalam pengambilan data dari pengujian adalah menguji seberapa besar respon getaran pada poros pompa terhadap pemasangan flens sabuk dengan variasi jarak antara kedua kopling, lebar dan tebal sabuk, serta konfigurasi posisi pemasangan sabuk.

4.1.1. Kecepatan sudut motor pengerak

  Kecepatan sudut sistem yang bergerak Pada pengujian ini sistem yang bergerak adalah impeller, poros dan kopling, dimana kecepatan sudut dari sistem yang bergerak sama dengankecepatan sudut motor penggerak yakni , � / . W � � 86):4 d xG  p k  Nm t 32 xLDiketahui: dp ( ∅ Poros pompa) = 32 mm = 0,032 Nm 9 2 G (Modulus Geser) = 80 x 10 N/m L (Panjang poros pompa) = 90 mm = 0,09 Nm449 d xG p 3 , 14 ( , 032 ) x ( 80 x 10 ) kt 91459 , 13 Nm   32 xL 32 x , 09 Diketahui berat impeller, W i = 3 kg.9,81�/ = 29,42 N; maka momen inersia (Jo) dari impeller adalah:2 Wi .

81 Dengan cara yang sama, maka momen inersia kopling dapat dihitung, dimana

berat kopling adalah W k = 8,5 kg.9,812 �/ = 83,36 N Wk ( , 165 )2  Jok Nm / s4 x 9 , 81 2( 83 , 36 )( , 165 )2   Jok , 0578 Nm / s4 x 9 ,

81 Torsi yang bekerja pada sistem (T) dianggap mengalami torsi harmonik sehingga

T(t) = To sin ωt yang diasumsikan bahwa torsi maksimum bekerja pada keadaaan sin ωt = 1, maka: 60 P 60 x 3700 To    11 , 98 Nm n x x 2  2 3 , 14 2950Sehingga frekuensi pribadi sistem adalah: k t n   rad / s J  J oi ok 91459 , 13 n   924 , 656 rad / s , 0491  , 0578Maka amplitudo getaran torsional (A) adalah: �� = [� − � + � � ] � � � , − � =� [ , − , + , � , ] = , �

4.2. Analisa Getaran Pada Poros Pompa

  Pengukuran respon getaran pada poros pompa dengan variasi jarak antara kopling, tebal dan lebar sabuk serta konfigurasi posisi pemasangan sabuk,maksud pengukuran ini untuk menemukan karakteristik getaran pompa akibat variasi tersebut di atas. Hasil pengukuran karakteristik getaran berupa sinyalsimpangan (displacement) dan inersia.

1 Tebal 4,5 mm Lebar 98 mm 5,5 cm Luar dalam Gbr 3.9 0,63 mm Biru

  Analisa karakteristik getaran pada jarak yang sama 5,5 cm ( tebal dan lebar berbeda dengan posisi sabuk luar-dalam)Pengambilan data pada posisi horizontal dengan time domain antara lain (0,2 sec, 0,02 sec). Data hasil pengukuran terlihat pada Tabel 4.3.

L98T4.5

o d tu li0,005 0,01 0,015 0,02 0,025 0,03 0,035p m

L145T7.5

  A Time(s) Gambar 3.19 Grafik analisa getaran pada jarak yang sama 5,5 cm (tebal dan lebar berbeda dengan posisi sabuk luar-dalam)Untuk jarak 5,5 cm, sabuk dengan lebar 98 mm dan tebal 4.5 mm mempunyai simpangan yang terkecil (0,63 mm) jika dibandingkan dengan sabuk yang lainpada posisi pemasangan sabuk luar-dalam. Analisa karakteristik getaran pada jarak yang sama 6,5 cm ( tebal dan lebar berbeda dengan posisi sabuk luar-dalam)Pengambilan data pada posisi horizontal dengan time domain antara lain (0,2 sec, 0,02 sec).

L98T45

  m (m o d0,01 0,02 0,03 0,04tu li m A Time (S) Gambar 3.20 Grafik analisa getaran pada jarak yang sama 6,5 cm (tebal dan lebar berbeda dengan posisi sabuk luar-dalam)Untuk jarak 6,5 cm, sabuk dengan lebar 98 mm dan tebal 4,5 mm mempunyai simpangan yang terkecil (0,84 mm) jika dibandingkan dengan sabuk yang lainpada posisi pemasangan sabuk luar-dalam. Analisa karakteristik getaran pada jarak yang sama 7,5 cm ( tebal dan lebar berbeda dengan posisi sabuk luar-dalam)Pengambilan data pada posisi horisontal dengan time domain antara lain (0,2 sec, 0,02 sec).

L98T4,5

  m 1m ( o d tu li0,01 0,02 0,03 0,04p m A Time (S) Gambar 3.21 Grafik analisa getaran pada jarak yang sama 7,5 cm (tebal dan lebar berbeda dengan posisi sabuk luar-dalam)Untuk jarak 7,5 cm, sabuk dengan lebar 98 mm dan tebal 4,5 mm mempunyai simpangan yang terkecil (1,29 mm) jika dibandingkan dengan sabuk yang lainpada posisi pemasangan sabuk luar-dalam.4.2.4. jarak yang berbeda, lebar dan tebal Analisa karakteristik getaran pada yang sama (L98 T4,5), posisi sabuk di dalamPengambilan data pada posisi horizontal dengan time domain antara lain (0,2 sec, 0,02 sec).

4.2.8. Analisa karakteristik getaran pada jarak berbeda, lebar dan tebal sama

No Time(s) Disp (5.5) L145 T 7,5 Disp (6.5) L145 T 7,5 Disp(7.5) L145 T 7,5 1 2 0,001 -1,0670374 -1,47457083 -1,01010253 0,002 -1,88210383 0,2274795 -1,97499733 4 0,003 -0,0122455 -1,3966601 1,8306445 0,004 -1,88210383 -1,4026532 0,823797 6 0,005 -1,84614502 -1,46857769 -0,7284257 0,006 -1,88210383 -1,0910102 -1,1839035 8 0,007 -1,87011756 -1,3247424 0,7818459 0,008 1,2403195 -0,7074495 -1,3696907 10 0,009 -1,88210383 -1,2827905 -1,603422911 0,01 -0,7374145 -1,47457083 -0,177057 12 0,011 -1,88210383 -1,47457083 -0,63253513 0,012 -1,7622411 -0,7254289 -0,920206 14 0,013 -0,5156685 0,0117265 -0,55462415 0,014 -1,88210383 1,3841545 -1,97499733 16 0,015 -0,4377585 -1,47457083 -1,153937817 0,016 -1,87611069 -1,47457083 -0,77637 18 0,017 1,0365535 0,8627515 -1,177910319 0,018 0,1675485 0,0896375 -1,8791072 20 0,019 -1,7981999 -1,47457083 -1,9749973321 0,02 -1,1329619 -1,47457083 -1,3037662 22 0,021 0,8567585 -0,5396417 -1,91506597 23 0,022 -1,88210383 -1,47457083 -0,518665 24 0,023 1,9055575 -1,47457083 0,87174225 0,024 -1,2348452 -1,47457083 1,32722 Displacement - Vs - Time2,5 2 1,5 1) 0,5m (m Jarak 5.5 cmo d tu Jarak 6.5 cmli 0,005 0,01 0,015 0,02 0,025 0,03 0,035p m Jarak 7.5 cm A Time(s) Gambar 3.26 Grafik analisa getaran pada jarak berbeda, lebar dan tebal sama (L145 T 7,5), posisi sabuk luar-dalamUntuk jarak 6,5 cm mempunyai simpangan terkecil (1,38 mm) dan sinyal yang stabil pada sabuk ukuran lebar 145 mm dan tebal 7,5 mm pada pemasangansabuk luar-dalam.

4.2.9. Analisa karakteristik getaran pada jarak berbeda, lebar dan tebal sama

  Pada pemasangan sabuk luar dalam, sabuk ukuran lebar 98 mm dan tebal4,5 mm pada jarak 5,5 cm mempunyai simpangan terkecil (0,63 mm) dan sinyal yang stabil jika dibandingkan dengan jarak 6,5 cm dan 7,5 cm, padajarak yang berbeda. Pada pemasangan sabuk luar-dalam, sabuk ukuran lebar 120 mm dan tebal 6 mm pada jarak 5,5 cm mempunyai simpangan terkecil (1,68 mm)dan sinyal yang stabil jika dibandingkan dengan jarak 6,5 cm dan 7,5 cm, pada jarak yang berbeda.

9. Pada pemasangan sabuk di dalam, sabuk ukuran lebar 145 mm dan tebal

  Pemasangan sabuk dengan jarak flens 6,5 mm Jika pada saat t = 0,001 s, maka A = - 1,77097 mm (tanda minus hanya arah, diambil dari data pengukuran, lampiran 1).� = � sin � X(0,001) = 1,77097 x 10 Sin (308,766 x 0,001) = 9,5 x 10 m� = � = �� cos � = 308,766 x -1,77097 x 10 x Cos (308,766 x 0,001)= 0,5468 m/s �= � = −� � sin � 2 -3 = -(308,766) x 1,77097 x 10 x Sin (308,766 x 0,001) 2 = - 0,909 m/s 3. Pemasangan sabuk dengan jarak flens 7,5 mm Jika pada saat t = 0,001 s, maka A = - 0,53664 mm (tanda minus hanya arah, diambil dari data pengukuran, lampiran 1).� = � sin � X(0,001) = 0,53664 x 10 Sin (308,766 x 0,001) = 2,89 x 10 m �= � = �� cos � = 308,766 x 0,53664 x 10 x Cos (308,766 x 0,001)= 0,16569 m/s �= � = −� � sin � 2 -3 = -(308,766) x 0,53664 x 10 x Sin (308,766 x 0,001) 2 = - 0,2757 m/s B.

1. Pemasangan sabuk dengan lebar 98 dan tebal 4,5 mm

  Pemasangan sabuk dengan lebar 145 mm dan tebal 7,5 mm Jika pada saat t = 0,001 s, maka A = - 1,0670 mm (tanda minus hanya arah, diambil dari data pengukuran, lampiran 1).� = � sin � X(0, 001) = 1,0670 x 10 Sin (308,766 x 0,001) = 5,75 x 10 m� = � = �� cos � = 308,766 x 1,0670 x 10 x Cos (308,766 x 0, 001)= 0,329448 m/s �= � = −� � sin � 2 -3 = -(308,766) x 1,0670 x 10 x Sin (308,766 x 0, 001) 2 = - 0,5481862 m/s C. Jarak flens 6,5 mm Jika pada saat t = 0,001 s, maka A = -1,7709 mm (tanda minus hanya arah, diambil dari data pengukuran, lampiran 1).� = � sin � X(0,001) = 1,7709 x 10 Sin (308,766 x 0,001) = 9,5433 x 10 m �= � = �� cos � = 308,766 x 1,7709 x 10 x Cos (308,766 x 0,001)= 0,54679 m/s �= � = −� � sin � 2 -3 = -(308,766) x 1,7709 x 10 x Sin (308,766 x 0,001) 2 = 0,90982 m/s 3.

3. Jarak flens 7,5 mm

Jika pada saat t = 0,001 s, maka A = - 1,0670 mm (tanda minus hanya arah, diambil dari data pengukuran, lampiran 1).� = � sin � X(0,001) = 0,53664 x 10 Sin (308,766 x 0,001) = 2,89 x 10 m� = � = �� cos � = 308,766 x 0,53664 x 10 x Cos (308,766 x 0,001)= 0,16569 m/s �= � = −� � sin � 2 -3 = -(308,766) x 0,53664 x 10 x Sin (308,766 x 0,001) 2 = - 0,2757 m/s

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Kesimpulan Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mendeteksi fenomena getaran yang terjadi pada pompa sentrifugal dengan menggunakan sinyal getaran, makaberdasarkan hasil pembahasan dan analisa dapat disimpulkan bahwa variasi jarak flens, tebal dan lebar sabuk serta konfigurasi posisi pemasangan sabuk menghasilkan tingkat getaran yang berbeda, hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Getaran yang terjadi pada poros pompa dengan variasi tebal dan lebar sabuk dengan ukuran tebal 4,5 mm dan lebar 98 mm adalah simpanganyang terkecil (0,63 mm) dibandingkan dengan tebal 6 mm lebar 120 mm dan tebal 7,5 mm lebar 145 mm.

DAFTAR PUSTAKA

  Suhardjono.”Analisis Sinyal Getaran untuk Menentukan Jenis dan TingkatKerusakan Bantalan Bola (Ball Bearing)”6 (2004) 39-48Sularso dan Haruo Tahara. Pompa dan Kompresor Pemilihan, Pemakaian dan Pemeliharaan.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisa Getaran pada Poros Pompa Sentrifugal Sistem Penyambungan Kopling Sabuk untuk Monitoring Kondisi
12
86
121
Perancangan Pompa Sentrifugal dengan Kapasitas 100m3 /jam dan Head Pompa 44m untuk Suplai Air Barometrik Condenser
97
462
77
Analisa Performansi Pompa Sentrifugal Susunan Tunggal, Seri Dan Paralel
78
296
85
Sistem Kerja Pompa Sentrifugal Terhadap Keterpasangan Kopling Di Unit Pompa Pabrik Mini PTKI – Medan
7
100
71
Studi Eksperimental Deteksi Fenomena Kavitasi Pada Pompa Sentrifugal Dengan Menggunakan Parameter Sinyal Getaran Dan Perubahan Temperatur
8
90
173
Studi Eksperimental Deteksi Fenomena Kavitasi Pada Pompa Sentrifugal Menggunakan Sinyal Getaran Untuk Condition Monitoring
5
47
226
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal Dan Analisa Numerik Menggunakan Program Komputer CFD FLUENT 6.1.22 Pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve Open 100 %
14
71
132
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal dan Analisa Numerik Menggunakan Perangkat Komputer CFD Fluent 6.1.22 Pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve closed 50%
9
80
120
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal dan Analisa Numerik Menggunakan Program Komputer CFD Fluent 6.1.22. Pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve closed 25%
12
112
153
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal dan Analisa Numerik Menggunakan Program Komputer CFD Fluent 6.1.22 pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve closed 75%
9
91
119
Analisa Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal Pada Putaran 1500 RPM Dengan Menggunakan Software CFD Fluent 6.1.22
20
119
102
Analisa Performance Pompa Sentrifugal Terhadap Kapasitas Aliran
109
438
70
Analisa Kegagalan Poros Pompa Centrifugal Multistage (GA101A) Sub Unit Sintesa Urea PT. Petrokimia Gresik
0
0
6
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Analisa Getaran pada Poros Pompa Sentrifugal Sistem Penyambungan Kopling Sabuk untuk Monitoring Kondisi
1
1
25
Perancangan Pompa Sentrifugal dengan Kapasitas 100m3 /jam dan Head Pompa 44m untuk Suplai Air Barometrik Condenser
2
2
16
Show more