Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi SMA SIT Fajar Hidayah Kotawisata-Cibubur: penelitian tindakan di SMA Fajar Hidayah pada kelas X

Gratis

0
6
75
2 years ago
Preview
Full text

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam proses pembelajaran sosiologi di dalam kelas serta untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajarsosiologi siswa. Tindakan dilakukan dengan dua siklus, pada siklus pertama siswa belum terlihat kemajuannya hal ini dapat dilihat pada hasil belajar siswa setelah tindakan siklus pertamayaitu rata-rata N-gain 0,34 dan hal itu diperlukan tindakan selanjutnya yaitu tindakan siklus II dalam siklus ini sudah mulai membaik dengan terlihatnya perkembangan danpeningkatan hasil belajar siswa yang dapat dibuktikan dengan rata-rata N-gain 0,67.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi pendidikan menjadi sangat penting, karena merupakan

  Dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, maka sekolah sebagai lembaga penyelenggaraan pendidikan formal merupakankomponen penting dalam mempersiapkan generasi anak bangsa untuk mampu menghadapi kompetisi secara global di dalam aktivitas kehidupan masyarakat. Proses pendidikan merupakan proses perubahan dan pembentukan kepribadian individu, seperti halnya pendapat para ahli tentang pendidikansebagai berikut: John Dewey, “pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan- kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dansesama manusia”.

1 Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia

  Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadisejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti 2 Pengaruh pendidikan dapat dilihat dan dirasakan secara langsung dalam perkembangan serta kehidupan masyarakat, kehidupan kelompok, dan kehidupan setiap individu.

3 Dengan pendidikan maka manusia dan masyarakat akan mendapat jati

  Berdasarkan masalah-masalah yang ada dewasa ini yang perlu kita lakukan sebagai seorang pendidik adalah memperhatikan komponen-komponenpembelajaran yang kita gunakan apakah masih konvesional, pembelajaran yang berpusat pada guru atau sudah menggunakan pembelajaran inovatif,progresif dan menyenangkan? Model-model pembelajaran inovatif-progresif merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materiyang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya denganpenerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Tujuan Penelitian Penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan fakta-faktaatau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan meningkatkan ilmu pengetahuan serta tekhnologi. Menjadi bahan masukan guru untuk meningkatkan prestasi dan kreatifitas siswa, khususnya dalam mata pelajaran sosiologi dan semuamata pelajaran pada umumnya, agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN A. Acuan Teori dan Fokus yang Diteliti

1. Hakikat Belajar dan Hasil Belajar

a. Hakikat Belajar

  Artinya bahwa proses perubahan setelah belajar dalam diri seseorang tidak dapat disaksikan, melainkan dapat dirasakan dari adanya gejala-gejalaperubahan prilaku yang nampak dari mereka yang belajar. Perubahan yang terjadi harus secara relatif bersifat menetap (permanent) dan tidak hanya terjadi pada prilaku yang saat ini nampak (immediate behavior), tetapi prilaku yang mungkin terjadi di masa mendatang (potential behavior).

1 Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasiskompetensi

3 Maksudnya adalah belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami

  “ Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan”. 6 “Belajar atau yang disebut dengan learning adalah perubahan yang secara relatif berlangsung lama pada prilaku yang diperoleh dari pengalaman-pengalaman”.

7 Perubahan yang terjadi karena pengalaman ini membedakan dengan

  perubahan-perubahan lain yang disebabkan oleh kerusakan fisik, baik karena pengaruh obat-obatan berbahaya maupun karena kecelakaan atau penyakit3 . Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.

b. Hakikat Hasil Belajar

  “Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui 8 kegiatan belajar.”Kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol disebut dengan kegiatan pembelajaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu oleh guru. Di sekolah biasanya hasil belajar siswa dinyatakan dengan angka, hasil belajar ini diukur melalui test atau penilaian hasil belajar terhadappengetahuan, kemampuan, kebiasaan, keterampilan dan sikap siswa selama mengikuti proses belajar dalam jangka waktu tertentu.

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

  Hasil belajar siswa yang baik dalam kegiatan pembelajaran di sekolah bukan hanya disebabkan oleh kecerdasan siswa saja, melainkan masih ada hallain yang juga menjadi faktor penentu yang tidak dapat dipisahkan dalam mencapai keberhasilan belajar siswa, yang akan dibahas lebih lanjut. Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu; yang bersumber dari dalam dirimanusia dan manusia yang belajar yang disebut sebagai faktor internal, dan faktor yang bersumber dari luar diri manusia yang belajar disebut 10 sebagai faktor eksternal”.

2. Sosiologi

a. Pengertian Sosiologi

  Jadi sosiologi adalah ilmu tentang cara berteman, berkawan, bersahabat yang baik, atau bergaul 11 yang baik dalam masyarakat. Roucek dan Warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah; “ilmu yang 15 mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.”Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik di dalammasyarakat antara lain mengenai gejala-gejala sosial, struktur sosial, maupun perubahan sosial.

3. Hakikat Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

  Melalui proses-proses sosialisasi, individu-individu masyarakat belajar mengetahui dan memahami tingkah pekerti, tingkah pekerti apa yang harusdilakukan, dan tingkah pekerti apa pulakah yang tidak harus dilakukan di dalam masyarakat.“Kepribadian adalah kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan tingkah pekerti sosial tertentu, baik tingkah pekerti yang bersifat tertutup 14. Di dalam sosiologi kepribadian dibentuk karena adanya sosialisasi, dan kepribadian seseorang akan berkembang dan mengalami perubahan karenamengikuti proses sosialisasi yang sempurna.

4. Pembelajaran Kooperatif

a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

  “Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pembelajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk 17 mencapai tujuan bersama.”Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikapkepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yangberbeda latarbelakangnya. Yusri Panggabean dalam buku Strategi, Model, dan Evalusai menjelaskan bahwa, hal yang penting diperhatikan dalam Model Pembelajaran Cooperative Learning adalah, keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu semata, tetapi juga oleh peran masing-masing anggota secara bersama di dalam kelompok.

19 Jadi pembelajaran kooperatif adalah suatu variasi pembelajaran di mana siswa belajar, bekerja dan berinteraksi dalam kelompok-kelompok kecil

  Kelompok-kelompok tersebut siswa saling bekerjasama, saling membantu, berdiskusi dan berargumentasi dalam memahami suatu pokok bahasan sertabekerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok, baik dalam tutorial, latihan maupun koreksi teman sebaya. Selain kelompok belajar kooperatif, adabeberapa kelompok belajar tradisional yang sering diterapkan di sekolah, seperti kelompok diskusi, kelompok tugas, dan kelompok belajar lainnya.

c. Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif

  Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswayang lain dalam grup mereka, sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswayang lebih pandai. Halini tidak perlu dikhawatirkan sebab dalam model pembelajaran kooperatif bukan kognitifnya saja yang dinilai tetapi dari segiafektif dan psikomotoriknya juga dinilai seperti kerjasama diantara anggota kelompok, keaktifan dalam kelompok serta sumbangannilai yang diberikan kepada kelompok.

5. Unsur-Unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif

  Adapun unsur-unsur dasar pemebelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Anita Lee dalam buku Cooperatif Learning adalah sebagai berikut:a. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual 22 materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

6. Peran Guru Dalam Pembelajaran Kooperatif

  (2000) “bahwa belajar kooperatif belajar dapat mengembangkan tingkah laku kooperatif dan hubungan yang lebih baik antarasiswa. Siswa dalam kelompok dapat membantu siswa lain untuk menguasai masalah-masalah dasar dan prosedur perhitungan yangperlu dalam onteks permainan, teka teki, atau pembahasan masalah-masalah yang bermanfaat.

9. Model Group Investigasi

  Acuan Teori Rancangan-Rancangan Alternatif atau Disain-Disain Interval Tindakan yang Dipilih Pelaksanaan tindakan pembelajaran melalui model group investigation, guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5-6 orangsiswa yang heterogen, selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang dipilih itu. Perubahan lingkungan belajar ini dapat dilakukan dengan menggunakan pembelajarankooperatif model group investigation yang dapat merubah siswa pasif dalam pembelajaran menjadi siswa aktif dan meningkatkan hasil belajar siswa.

E. Bahasan hasil-hasil yang relevan

  Pembelajaran kooperatif dengan menggunakan model GroupInvestigation dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajarMatematika, tidak jenuh atau membosankan seperti proses pembelajaran yang selama ini diterapkan dalam pembelajaranmatematika, siswa aktif dalam proses pembelajaran sedangkan guru hanya bertugas mengawasi dan mengarahkan siswa. Pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa MtsManaratul Islam dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, indikasi dari hal ini bisa kita lihat dari nilai rata-rata yang diajardengan menggunakan pembelajaran kooperatif dengan metode GroupInvestigasi lebih tinggi dibanding dengan rata-rata siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional.

36 Anita Ulama, Efektifitas Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian Tempat yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah SMA SIT Fajar Hidayah, Kotawisata – Cibubur, tahun pelajaran 2009/2010. Penelitian dilakuakan pada semester genap (II) mulai tanggal 11 Januari – 1 Maret 2010. B. Metode Dan Desain Intervensi Tindakan/Rancangan Siklus Penelitian Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas

  pelaksanaan pembelajaran kooperati dengan model group investigation, siswa terlibat langsung salam perencanaan, baik dalam memilih topik maupun proseduratau langkah-langkah yang harus diikuti oleh siswa dalam penyelidikan mereka. Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigasi ini siswa dibagi dalam kelompok-kelompok dengan 5 sampai dengan 6 anggota kelompok belajaryang heterogen.

I. Tahap Diseminasi PTK :

  Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian Peneliti berperan sebagai observer sekaligus guru kelas yang berkolaborasi dengan satu orang guru sebagai pengawas dalam proses pembelajaran (dalam halini dilakukan langsung oleh Kepala Sekolah SMA SIT Fajar Hidayah) untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan peneliti dalam proses pembelajarankooperatif dengan model group investigation pada konsep sosialisasi dan pembentukan kepribadian. Data dan Sumber Data Sumber data diperoleh dari siswa-siswi SMA SIT Fajar Hidayah,Kotawisata – Cibubur, dan data yang diperoleh dari situasi dan suasana kelas saat proses belajar mengajar berlangsung dan hasil belajar siswa yang meningkatsetelah mengikuti proses belajar mengajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model group investigation.

I. Teknik Pengumpulan Data

  Siswa dengan kelompoknya melakukan observasi lapangan dengan mengamati proses sosialisasi di TQ yang ada di bawah naungan YayasanFajar Hidayah, untuk memberikan solusi atas permasalahan yang telah ditemukan untuk dipresentasikan di hadapan kelas. Sedangkan pengujian validitas instrumen 3 (validitas butir) menggunakan rumus korelasi biserial: PMp − Mt p i X i i - r pbi = / r bis = X qSDt q i Keterangan : pbi r : Koefisien korelasi point yang dianggap sebagai koefisien validitasitem Mp : Skor rata-rata hitung yang menjawab benarMt : Skor rata-rata totalSDt : Standar Deviasi p : Proporsi siswa yang menjawab benar terhadap butir itemq : Proporsi siswa yang menjawab salah terhadap butir item.

5 Kriteria indeks kesukaran :

  Data yang didapat berupa hasil belajar siswa pada ranah kognitif, lembar observasi kegiatan siswa dan guru pada prosepembelajaran, catatan lapangan, dan respon siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan memberikan tugas untuk melakukan observasi lapangan, kemudian siswa berdiskusi dengankelompoknya untuk memberikan solusi atas permasalahan yang telah ditemukan untuk dipresentasikan di depan kelas, kemudian guru memberikan test akhir(post-test) kepada siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dengan pembelajaran kooperatif model group investigation.

BAB IV DESKRIPSI ANALISIS DATA, INTERPRETASI HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Pengamatan/ Hasil Intervensi Tindakan Siklus I 1. Kegiatan Belajar Mengajar Subjek penelitian ini adalah siswa SMA SIT Fajar Hidayah Kotawisata - Cibubur kelas X

  Sekolah ini telah menggunakan pembelajaran kooperatif dan integrasi al-Qur’an, akan tetapi masih saja banyak kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran terutama pelajaran sosiologi, karena latar belakang siswa yang berbeda-beda membuatsedikit kesulitan dalam melaksanakan pemebelajaran yang efektif. Kemudian, guru menyampaikan ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan sosialisaisi dan pembentukankepribadian, lalu siswa dibagi menjadi 6 kelompok, proses pembuatan kelompok ini dilakukan dengan cara menyenangkan yaitu memberikan jumlah kata atau nomor surat al-Qur’an yang jumlahnya sama dalam satu kelompok supaya anak dapat berbaur dengan yang lain dan tidak pilih-pilih teman kelompok.

B. Pemeriksaan Keabsahan Data

  Instrumen yang digunakan untuk menguji hasil belajar sosiologi siswa pada masing- masing siklus adalah 10 soal. Peneliti menguji cobakan soal yang telah dibuat pada kelas yang telah mempelajari materi yang akan diajarkan oleh peneliti pada saat penelitian, yaitu dengan menggunakananates untuk mengetahui validitasnya.

C. Analisis Data

1. Hasil Belajar Siswa

  Hal itu dapat dibuktikanTabel.4.5 Hasil Belajar Siklus II No Siswa Pre-Test Post-Test N-Gain II Keterangan 1 L 30 75 2 L 4 L 50 70 0.40 Sedang 3 L 50 85 0.70 Sedang 0.88 Tinggi 18.09 rata-rata 49.62 14 Peneliti : Apakah anda suka apabila guru menuliskan judul dan tujuan pembelajaran Siswa : “Suka karena akan mengingatkan kita apa yang akan dipelajari” keadaan yang nyata yang ada di masyarakat” Tabel. 4.1 0.67 Berdasarkan tabel di atas agar lebih jelas hasil belajar sosiologi yang diperoleh siswa, maka dapat dilihat grafik di bawah ini dengan perbandingan siklus I dan siklus II.

SIKLUS II

2. Hasil Wawancara dengan Siswa Setelah Tindakan

  Peneliti : Apakah anda memahami materi yang di ajarkan (sosialisai dan pembentukan kepribadian) dengan mengunakan pembelajaran kooperatif model group investigation dan bagaimana dengan hasil nilaimu. Sisiwa : “Suka, karena kalo tidak ada guru kita suka bingung”Peneliti : Apakah anda memahami materi yang di ajarkan (sosialisai dan pembentukan kepribadian) dengan mengunakan pembelajaran kooperatif model group investigation dan bagaimana dengan hasil nilaimu.

3. Analisis dan Interpretasi Data Beradsarkan Hasil Angket

  Angket diberikan kepada siswa setelah berakirnya penelitian, tujuannya adalah untuk mengetahui respon siswa setelah belajar sosiologi dengan menerapkan pembelajarankooperatif model group investigation. 4.7 No Responden Nilai 1 01` 39 2 0241 3 0341 4 0438 5 0542 6 0634 7 0737 8 0840 9 0943 10 1045 11 1144 12 1235 13 1333 14 1431 15 1542 16 16 47 17 17 44 18 1848 19 1946 20 2045 21 2130 22 2231 23 2338 24 2444 25 2542 26 2641 27 27 48 Berdasarkan tabel 4.

RESPON TERHADAP PEMBELAJARAN MODEL GROUP

23 4 5 10 15 20 25 JUMLAH KORESPONDEN 35-50 18-34 1-17 INVESTIGASI Grafik. 4.2 Dari grafik diatas, dapat

D. Interpretasi Hasil Analisis

  Hasil penelitian diuraikan dalam beberapa tahap yang berupa siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KMB) di kelas. Dalam penelitian inipembelajaran dilakukan dalam dua siklus.

1. Siklus I

  Masalah tersebut harus segera ditanggulangi oleh peneliti yang bertindak sebagai guru, karena tujuan dari penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigasi selain untukmeningkatkan hasil belajar sosiologi siswa juga untuk membiasakan siswa bekerja sama dengan baik dan bertanggung jawab. Hal ini ditunjukkan dengan terciptanya pembelajaran kooperatifdengan model group investigation yang efektif dan menyenangkan, walaupun guru harus mengeluarkan kekuatan yang ekstra karena para siswa terlalu aktif sehinggaperlu banyak bimbingan.

E. Pembahasan Temuan Penelitian

  Dalam kerja kelompok siswa belum maksimal dalam mengerjakan tugasnya dan masih ada anggota kelompok yang belum Berdasarkan hasil penghitungan Normal Gain, hasil belajar disiklus II mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil belajar di siklus I. Hasil wawancara dengan siswa setelah tindakan juga menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dengan menggunakan model group investigation lebih memudahkan siswamemahami materi sosiologi, dengan begitu siswa tidak merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung, bahkan siswa merasa senang belajar dengan pembelajarankooperatif model group investigation.

BAB V PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas, penulis dapat menyimpulkan

  Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas X di SMA SIT FajarHidayah Kota Wisata – Cibubur, dan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran menunjukkan peningkatan. Dapat dilihat pada hasil respon siswa dan hasil wawancara siswa yang mana menunujukkan bahwa siswa lebih aktifdan hasil belajarnya meningkat.

B. Saran

  Oleh karena itu,dalam kegiatan belajar mengajar guru diharapkan menggunakan sistem pembelajaran kooperatif model group investigation untukmeningkatkan hasil belajar sisawa. Lingkungan belajar bukan hanya di dalam kelas, siswa akan lebih peka dan lebih kritis apabila dihadapkan dengan lingkungan belajar yangriil.

DAFTAR PUSTAKA

  1, 2002Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997Irwanto, dkk, Psikologi Umum, Jakarta: PT Prehallindo, 2002Iska, Zikri Neni, Psikologi Pengantar Pemahaman Diri dan Lingkungan, Jakarta: Kizi Brother’s, Cet.1, 2006J Dwi Narwoko-Bagong Suryanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, Cet.3 Pendidikan (KTSP) dan Sukses Dalam Sirtifikasi Guru, Jakarta: PT Raja S. 4 Purwanto, Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung: Remadja Karya CV,Cet.1 1984 Pangabean, Yusri, dkk, Strategi, Model dan Evaluasi PembelajaranKurikulum, Cet.1, 2006 dan Menyenangkan, Jakarta: PT Remaja Rosdakarya, Cet.1 2005 Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2007, Cet.

DAFTAR GRAFIK

Grafik 4.1 Perbandingan N-gain Siklus I dan Siklus IIGrafik 4.2 Nilai Respon Siswa setelah Belajar Sosiologi dengan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penerapan model cooperative learning teknik numbered heads together untuk meningkatkan hasil belajar akutansi siswa ( penelitian tindakan kelas di MAN 11 jakarta )
0
6
319
Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi SMA SIT Fajar Hidayah Kotawisata-Cibubur: penelitian tindakan di SMA Fajar Hidayah pada kelas X
0
6
75
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan aktivitas belajar matemetika siswa (penelitian tindakan kelas di SMP Islam al-Ikhlas Cipete)
1
7
47
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep gaya bernuansa nilai (penelitian tindakan kelas di MTs Hidayatul Islamiyah Karawang)
0
3
223
Penerapan model pembelajaran kooperatif student teams achievement division dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih: penelitian tindakan kelas VIII-3 di MTs Jami'yyatul Khair Ciputat Timur
0
4
176
Penerapan model pembelajaran terbalik reciprocal teaching untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa : penelitian tindakan kelas di mts daarul hikmah pamulang
0
14
265
Penggunaan pembelajaran kooperatif model picture and picture untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa: penelitian tindakan pada siswa kelas IV MI Miftahul Falah Depok
2
5
113
Efektivitas pembelajaran kooperatif model make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS: penelitian tindakan kelas di SMP Islam Al-Syukro Ciputat
0
17
119
Perapan model pembelajaran guide inquiry untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa: penelitian tindakan kelas di SMA Triguna Utama Ciputat
1
5
91
Peningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS melalui model kooperatif tipe stad: penelitian tindakan kelas di SDN Grogol Selatan 02 Jakarta Selatan
0
4
162
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar akidah akhlak: penelitian tindakan kelas di MA Nihayatul Amal Karawang
0
10
156
Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SD Negeri Ciherang 01: penelitian tindakan kelas
1
8
0
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VII Smp Islamiyah Ciputat : penelitian tindakan kelas di SMP Islamiyah Ciputat
0
6
0
Penggunaan media visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas III di Mi Miftahul Hidayah Pondok Gede Kota Bekasi
1
12
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
0
1
12
Show more