TEKS, KONTEKS, DAN KOGNISI SOSIAL WACANA BERTEMA PENDIDIKAN DALAM SITUS KOMPASIANA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA

Gratis

1
8
38
2 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK TEKS, KONTEKS, DAN KOGNISI SOSIAL WACANA BERTEMA PENDIDIKAN DALAM SITUS KOMPASIANA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA Oleh Dewi Ratna Ningsih Penelitian ini mengaji tentang teks, konteks, dan kognisi sosial wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana serta implikasi hasil penelitian pada pembelajaran bahasa di SMA. Komponen teks yang dianalisis adalah tema, skema, latar, detil, maksud, praanggapan, nominalisasi, pengingkaran, bentuk kalimat, koherensi, koherensi kondisional, koherensi pembeda, kata ganti, leksikon, grafis, dan metafora. Sementara konteks diartikan sebagai situasi, peristiwa, dan kondisi di luar teks. Kognisi sosial merupakan proses produksi wacana yang melibatkan kognisi individu dari penulis (pembuat wacana). Implikasi hasil penelitian akan membicarakan tentang rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mendeskripsikan teks, konteks, dan kognisi sosial wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana serta mengimplikasikan hasil penelitian pada pembelajaran bahasa di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan model analisis wacana kritis van Dijk. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapat hasil sebagai berikut. Unsur-unsur teks yang terdapat dalam wacana yang telah dianalisis mengemukakan tentang proses kritik terhadap fenomena atau kejadian yang terjadi di masyarakat. Sementara, konteks yang merupakan hal-hal di luar teks yang memengaruhi proses produksi teks menjadi hal yang dapat memeperjelas teks yang ditulis oleh pembuat wacana. Selanjutnya, kognisi sosial atau pengetahun kemasyarakatan yang menjadi modal pembuat wacana dalam menulis juga menjadi hal yang memperkokoh substansi dari wacana. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar dan bahan bacaan. Sebagai alternatif bahan ajar, hasil penelitian berupa rencana pelaksanaan pembelajaran berguna sebagai skenario pembelajaran yang dapat diimplementasikan di sekolah sedangkan sebagai alternatif bahan bacaan, hasil penelitian berguna sebagai suplemen penambah pengetahuan terkait wacana kritis. Kata kunci: analisis wacana kritis, Van Dijk, Kompasiana TEKS, KONTEKS, DAN KOGNISI SOSIAL WACANA BERTEMA PENDIDIKAN DALAM SITUS KOMPASIANA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA Oleh DEWI RATNA NINGSIH Tesis Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar MAGISTER PENDIDIKAN Pada Program Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2015 ABSTRACT TEXT, CONTEXT, AND SOCIAL COGNITION OF EDUCATION DISCOURSE IN KOMPASIANA SITE AND ITS IMPLICATION TO THE BAHASA INDONESIA LEARING IN JUNIOR HIGH SCHOOL By Dewi Ratna Ningsih The research discuss about text, context, and social cognition of education discourse in Kompasiana site, and its implication to Bahasa Indonesia learning in Senior High School. The text components analyzed are theme, schema, background, detail, purpose, assumption, nominalization, sentence form, sentence coherence, conditional coherence, contrast conherence, word replacement, lexicon, graphic, and metaphor. Meanwhile, text is assumed as the situation, accident, and some external condition. Social cognition denotes discourse production process which involves individual or someone cognition from the discourse writer. The implication of research result discuss about the planning of learning implemented in teaching learning process in the school. This research is carried out to analize and describe text, context, and social cognition of education discourses in Kompasiana site and apply the result of the research in Bahasa Indonesia learning in Junior High School. The method used in this research is qualitative method with critical discourse analysis by Van Dijk. Based on the result of the research and discussion, text components in every discourse reveals the critical facts in society. Meanwhile, context denotes external component which affect text production process so the discourse become more conprehensive. Then, social cognition or social knowledge which becomes the framework of writer could emphasize the discourse result. The result of the research could be used as teaching material and text book. As teaching material, the result of the research (Learning Planning) could be used as the learning procedure, and it could be implemented in the school. Meanwhile, as textbook, the result is useful for increase knowledge and information about critical discourses. Keywords: critical discourse analysis, Van Dijk, Kompasiana RIWAYAT HIDUP Pada tanggal 19 Desember 1986, di sebuah Desa bernama Desa Beber, Kabupaten Cirebon Jawa-Barat, lahirlah seorang putri dari pasangan Bapak Mulyadi dan Ibu Sulia Ningsih. Anak itu diberi nama Dewi Ratna Ningsih. Memasuki masa sekolah Dewi Ratna Ningsih beserta keluarga hijrah ke Lampung. Di sana Ia menghabiskan masa kanak-kanak hingga menamatkan pendidikannya. Di tahun 1999 ia tamat dari SDN I Gapura, tahun 2002 ia tamat dari SMPN I Kotabumi, tahun 2005 ia tamat dari SMAN 3 Kotabumi. Pendidikan selanjutnya ditempuh di STKIP Muhammadiyah Kotabumi-Lampung pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah yang diselesaikan pada Oktober 2011. Sejak tahun kedua perkuliahan hingga kelulusannya ia mendapatkan beasiswa berprestasi dari Kopertis Pemerintah Wilayah II Palembang. Setelah lulus dari STKIP Muhammadiyah Kotabumi-Lampung, ia melanjutkan program pascasarjana di Universitas Lampung yang diselesaikan pada 2015. Kegiatan ilmiah seperti seminar juga pernah diikuti oleh Dewi Ratna Ningsih. Pada tanggal 29 Mei 2010, Ia mengikuti Seminar Nasional dengan tema “Pengembangan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra” yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kotabumi. Pada tanggal 30 Januari 2015, ia mengikuti Seminar dengan tema “Pengembangan Karakter Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra” yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kotabumi. Pada tanggal 26 November 2014, ia mengikuti Seminar dengan tema “KKNI dan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi’’. PERSEMBAHAN Berbekal rasa syukur atas nikmat dan karunia Allah Swt yang tiada hentinya, penulis mempersembahkan tesis ini kepada 1. suamiku tercinta, Hartono, S.Pd., yang sabar dan tiada lelah memberikan doa, dukungan, dan semangat kepadaku agar tesis ini segera selesai; 2. orang tuaku tersayang, Mulyadi dan Sulia Ningsih, yang selalu memberikan dukungan dan mendoakan kesuksesanku di kehidupan dunia akhirat; 3. kakakku tersayang, Brigpol Ari Aprianto, yang selalu memberikan semangat dan doa kepadaku agar tesis ini segera selesai; 4. keluarga dan kerabat yang telah memberikan dukungannya secara terus menerus agar tesis ini segera selesai; 5. ketua, wakil ketua, dan rekan-rekan dosen dan staf STKIP Muhammadiyah Kotabumi Lampung yang telah memberikan bantuan dan dukungan tiada habisnya agar perjalanan pendidikan di pascasarjana ini segera terselesaikan; dan 6. Universitas Lampung sebagai tempatku untuk memperoleh pendidikan berkualitas. MOTTO “Barangsiapa melalui suatu jalan untuk mencari suatu pengetahuan (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (Bukhari Muslim) Sesungguhnya di dalam kesulitan selalu terdapat kemudahan (Al-Quran) Hidup adalah eksistensi diri (ArtonLabs) Berbagi untuk sesama (Dewi Ratna Ningsih) i SANWACANA Assalammualaikum wr.wb Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan hidayahNya lah tesis ini dapat terselesaikan. Tesis berjudul Teks, Konteks, dan Kognisi Sosial Wacana Bertema Pendidikan dalam Situs Kompasiana dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa di SMA adalah salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan pada Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lampung. Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan tesis ini tidak lepas dari bantuan, arahan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ucapkan terimakasih kepada 1. Prof. Dr. Sugeng P. Hariyanto, M.S. selaku Rektor Universitas Lampung; 2. Dr. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; 3. Prof. Dr. Sudjarwo, M.S. selaku Direktur Pascasarjana Universitas Lampung; 4. Dr. Mulyanto Widodo, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung; 5. Dr. Nurlaksana Eko Rusminto, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; ii 6. Dr. Nurlaksana Eko Rusminto, M.Pd. selaku pembimbing pertama, yang telah membimbing dengan sabar dan profesional; 7. Dr. Karomani, M.Si. selaku pembimbing kedua, yang telah memberikan ide-ide cemerlang ketika membimbing; 8. Dr. Siti Samhati, M.Pd. selaku pembahas yang telah memberikan masukan yang luar biasa; 9. Bapak dan Ibu dosen di Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; 10. Ketua STKIP Muhammadiyah Kotabumi Lampung Dr. Sumarno, M.Pd., wakil ketua dua Dr. Badawi, M.Pd., dan Dr. Armina, M.Pd. yang selalu memberikan energi-energi positif; 11. Kedua orang tua (Mulyadi dan Sulia Ningsih) dan suami ku (Hartono) tercinta yang telah memberikan kekuatan dan dukungan kepadaku; 12. Rekan-rekan Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2013; dan 13. Semua pihak yang telah membantu proses penyelesaian tesis ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga Allah membalas semua kebaikan pihak-pihak yang telah membantu penuis. Penulis berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama di dunia pendidikan. Wassalammualaikum wr.wb Bandar Lampung, Februari 2015 Penulis, Dewi Ratna Ningsih NPM 1323041003 v DAFTAR LAMPIRAN 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2. Daftar Pertanyaan Untuk Pembuat Wacana 3. Wacana 1a 4. Tabel Analisis Wacana 1a 5. Jawaban Pertanyaan Pembuat Wacana 1a 6. Wacana 1b 7. Tabel Analisis Wacana 1b 8. Jawaban Pertanyaan Pembuat Wacana 1b 9. Wacana 2a 10. Tabel Analisis Wacana 2a 11. Jawaban Pertanyaan Pembuat Wacana 2a 12. Wacana 2b 13. Tabel Analisis Wacana 2b 14. Jawaban Pertanyaan Pembuat Wacana 2b 15. Wacana 3a 16. Tabel Analisis Wacana 3a 17. Jawaban Pertanyaan Pembuat Wacana 3a 18. Wacana 3b 19. Tabel Analisis Wacana 3b 20. Jawaban Pertanyaan Pembuat Wacana 3b 21. Tabel hasil penelitian 22. Tabel Pro Kontra Dalam Situs Kompasiana 23. Daftar Pertanyaan Guru Bidang Studi Bahasa 24. Jawaban Guru Bidang Studi Bahasa iii DAFTAR ISI SANWACANA DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………….. ………………………………………….. .................................................................. Halaman i iii v BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah …………………………………………… 1.2 Rumusan Masalah …………………………………………... 1.3 Tujuan Penelitian …………………………………………... 1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………... 1.5 Ruang Lingkup Penelitian ....................................................... 1 9 9 10 10 BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Wacana …………………………………. 2.1.1 Pengertian Wacana ....................................…………. 2.1.2 Wacana Berdasarkan Media penyampaian .............. 2.2 Analisis Wacana ..................................................... 2.2.1 Analisis Wacana Kritis ..................................................... 2.2.2 Analisis Wacana Kritis Van Dijk ............................ 2.2.2.1 Teks .................................................... a. Tema .................................................... b. Skema .................................................... c. Latar .................................................... d. Detil .................................................... e. Maksud .................................................... f. Praanggapan .................................................... g. Nominalisasi .................................................... h. Pengingkaran ................................................... i. Bentuk Kalimat ................................................. j. Koherensi ........... ......................................... k. Koherensi Kondisional ..................................... l. Koherensi Pembeda ......................................... m. Kata Ganti .................................................... n. Leksikon .................................................... o. Grafis .................................................... p. Metafora .................................................... 12 12 15 16 19 21 22 23 24 25 26 27 27 28 29 29 30 31 31 32 33 33 33 iv 2.2.2.2 Konteks .................................................... 2.2.2.3 Kognisi Sosial ..................................................... 2.3 Wacana Bertema Pendidikan dalam Situs Kompasiana …………. 2.4 Wacana Kritis dalam Pembelajaran Bahasa di SMA ................. 34 36 37 39 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian …………………………………………. 3.2 Sumber Data …………………………………………. 3.3 Instrumen Penelitian ………………………………………….. 3.4 Teknik Pengumpulan Data ………………………………………… 3.5 Teknik Analisis Data …………………………………………. 45 45 46 47 48 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil …………………………………………. 4.2 Pembahasan …………………………………………. 4.1.1 Teks ................................................................. 4.1.1 Tema ................................................................. 4.1.1 Skema ................................................................. 4.1.1 Latar ................................................................. 4.1.1 Detil ................................................................. 4.1.1 Maksud ................................................................. 4.1.1 Praanggapan .................................................... 4.1.1 Nominalisasi .................................................... 4.1.1 Pengingkaran ........................................ 4.1.1 Bentuk Kalimat ........................................ 4.1.1 Koherensi ............................................................. 4.1.1 Koherensi Kondisional ........................................ 4.1.1 Koherensi Pembeda ........................................ 4.1.1 Kata Ganti ........................................ 4.1.1 Leksikon ........................................ 4.1.1 Grafis ........................................ 4.1.1 Metafora ........................................ 4.1.2 Konteks ................................................................. 4.1.3 Kognisi Sosial ................................................................. 4.1.4 Pro Kontra Wacana dalam Situs Kompasiana .................. 4.1.5 Implikasi Hasil Penelitian dalam Pembelajaran Bahasa..... 51 56 56 56 66 79 92 103 113 118 120 126 133 139 146 151 157 164 170 174 187 195 196 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan 5.2 Saran DAFTAR RUJUKAN …………………………………………. …………………………………………. 204 208 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Wacana tidak hanya dipandang sebagai pemakaian bahasa dalam tuturan dan tulisan, tetapi juga sebagai bentuk dari praktik sosial. Dalam hal ini, wacana adalah alat yang dekat dan mampu berinteraksi secara eksplisit dan implisit dengan kehidupan masyarakat. Melalui keberagaman media yang dapat melingkupinya dan tingkatan kualitas komunikasi yang dapat dibangunnya, wacana dimanfaatkan sebagai gerakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pencapaian tujuan akan menciptakan dampak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh penulis wacana tersebut. Dengan segala dampak yang dapat diciptakannya, wacana tentunya bukan sekedar teks dengan tujuan penulisan tertentu. Eriyanto (2010: 8—13) menyebut wacana semacam ini dengan istilah wacana kritis. Dia mengatakan bahwa wacana kritis dipandang sebagai objek kajian berdimensi yang terdiri atas beberapa aspek: tindakan, konteks, historis, kekuasaan, dan ideologi. Aspek-aspek tersebut merupakan karakteristik dari wacana kritis. Wacana atau tulisan bernada kritis dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan dari penulisnya. Salah satu upaya untuk mengetahui tujuan dan memahami keseluruhan makna dalam dalam sebuah teks adalah dengan melakukan analisis 2 wacana kritis. Analisis wacana kritis adalah model analisis wacana yang dapat digunakan untuk menjawab apakah wacana yang diproduksi telah dipengaruhi oleh tujuan tertentu atau tidak, dan bagaimana dampak wacana tersebut terhadap masyarakat pembaca. Hal tersebut didukung oleh pendapat Van Dijk dalam Darma (2013:51) yang mengemukakan bahwa analisis wacana kritis digunakan untuk menganalisis wacana-wacana kritis di antaranya politik, ras, gender, kelas sosial, hegemoni, dan lainnya. Kegiatan mendeskripsikan, menganalisisis, dan mengktitik sebuah tulisan atau teks dapat dilakukan melalui analisis wacana kritis. Analisis wacana kritis adalah upaya mendeskripsikan segala fenomena yang tertuang dalam tulisan atau teks. Kegiatan pendeskripsian dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang lengkap terkait fenomena masyarakat yang tertuang dalam sebuah teks. Kegiatan menganalisis diartikan sebagai kegiatan mengurai teks guna melihat apakah teks yang dihasilkan oleh pembuat teks dipengaruhi oleh kognisi dan lingkungan tertentu. Selain itu, kegiatan mengkritik adalah kegiatan untuk menilai kesesuaian dan ketidaksesuaian teks terhadap kondisi kehidupan sosial masyarakat. Analisis wacana kritis setidak-tidaknya memandang wacana sebagai objek berdimensi yang terdiri atas tiga unsur: teks, kognisi sosial, dan konteks. Dimensi teks yang akan diteliti adalah struktur dari teks itu sendiri, di dalamnya terdapat analisis linguistik. Kognisi sosial merupakan dimensi untuk menjelaskan bagaimana suatu teks diproduksi atau dibuat oleh penulis wacana. Konteks merupakan dimensi untuk melihat bagaimana teks dihubungkan dengan struktur sosial dan pengetahuan yang berkembang di masyarakat. Ketiga hal ini 3 merupakan bagian integral yang harus dikaji bersama-sama untuk mendapatkan hasil analisis wacana secara utuh. Setiap dimensi dalam wacana kritis tentunya mengangkat tema-tema tertentu, seperti pendidikan, politik, dan kebijakan pemerintah. Tema adalah struktur wajib yang terdapat pada wacana. Tanpa adanya tema, wacana akan kehilangan tujuan, penguat antarkomponen, dan pengait antarstruktur. Dalam kaitannya dengan kemunculan tema tersebut, tema yang terdapat dalam suatu wacana dapat muncul secara sadar dan tidak sadar. Tema yang muncul secara sadar adalah tema yang dipilih berdasarkan hasil pemikiran, perumusan tujuan, atau penyimpulan suatu kajian. Sementara itu, tema yang muncul secara tidak sadar disebabkan adanya stimulus-stimulus tertentu (situasi politik, kebijakan pemerintah yang tidak adil, atau ancaman kesejahteraan) yang memengaruhi dan memicu motivasi pemproduksi wacana. Tema yang muncul secara sadar dan tidak sadar tersebut dapat disikapi melalui dua pandangan: pro (dukung) dan kontra (tolak). Dengan demikian, satu tema dapat disikapi dengan kegiatan mendukung (pro) atau menolak (kontra), bahkan perlawanan. TEMA SADAR Pro (Dukung) TIDAK SADAR Kontra (Tolak) Bagan 1Posisi Tema dalam Wacana Praktik pemilihan tema yang muncul secara sadar dan tidak sadar, lalu disikapi dengan kegiatan pro dan kontra dapat dilihat pada wacana-wacana kritis 4 yang dipublikasikan melalui media massa: koran, televisi, atau internet. Beberapa media masa sering memilih satu tema yang memiliki kecenderungan pro dan kontra. Misalnya, tema pendidikan “kebijakan pemerintah yang menetapkan ujian nasional sebagai penentu kelulusan siswa” yang dituliskan koran ABC sebagai langkah tepat dan ideal, namun dituliskan oleh koran XYZ sebagai tindakan salah dan merugikan. Fenomena seperti ini tidak terlepas dari fakta bahwa wacana kritis dipengaruhi oleh aspek kekuasaan dan ideologi. Wacana yang dipublikasikan oleh koran ABC mungkin saja bagian dari alat pendukung kebijakan penguasa, dan koran XYZ adalah media perlawanan yang diisi oleh pihak-pihak yang memiliki ideologi tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa media massa memiliki kecenderungan-kecenderungan tertentu meskipun hampir semua media massa mengaku bahwa mereka pada posisi netral (tidak berpihak). Media massa dan wacana adalah dua hal yang saling mendukung satu sama lain. Wacana kritis yang memiliki kualitas konten baik sekalipun tidak akan mampu berdiri sendiri, wacana seperti ini memerlukan media massa yang melingkupinya. Media massa sebagai alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alatalat komunikasi mekanis. Karakteristik media massa adalah: a) publisitas (disebarkan kepada publik/khalayak), b) universalitas (berisi informasi umum yang mencakup semua aspek kehidupan dan berbagai peristiwa di berbagai tempat), c) kontinuitas (disampaikan secara berkesinambungan), d) aktualitas (berisi hal-hal baru), dan e) periodisitas (disajikan secara tetap atau berkala). Menurut jenisnya, media massa dibagi menjadi tiga: media cetak, media elektronik, dan media siber (online). 5 Jika keberadaan wacana sangat bergantung pada media massa yang melingkupinya, media massa akan sangat bergantung pada penikmat atau penggunanya. Oleh karena itu, media massa yang ideal tidak hanya dilihat dari konten-konten yang diterbitkannya, tetapi juga kemudahan akses yang diberikannya kepada pengguna. Untuk saat ini, media siber adalah media massa yang sangat populer dan diminati banyak golongan. Media jenis ini menjadi populer karena sangat mudah diakses oleh pengguna. Bahkan, pengguna bisa mencari berita-berita dengan kategori tertentu, sesuai kebutuhan informasi yang diinginkan oleh pengguna, tidak seperti media massa jenis lain yang cenderung lebih kaku. Media siber juga dapat diakses dimana dan kapan saja, hanya dengan alat komunikasi sehari-hari: telepon genggam atau telpon cerdas (smartphone). Kemudahan akses informasi yang ditawarkan media massa jenis siber juga didukung dengan kemudahan interaksi antara pengguna dan media massa. Dalam konteks ini, media siber tidak hanya sarana berbagi informasi milik redaksi, tetapi juga sarana berbagi informasi antar pengguna. Melalui media siber besar seperti Kompas melalui Kompasiana, Detik melalui DetikForum dan BlogDetik, atau VivaNews melalui VivaForum, pengguna dapat mengirimkan tulisan untuk diterbitkan secara mudah, cepat, dan dapat dijangkau oleh banyak pihak. Kenyataan ini tentunya berbeda dengan media massa jenis cetak dan elektronik. Meskipun kedua jenis media massa ini juga melibatkan pengguna untuk mengirimkan berita atau tulisannya, media massa jenis siber memberikan akses lebih mudah dan cepat. Dengan adanya peran pengguna untuk berbagi informasi atau berita, informasi yang dipublikasi akan lebih beragam dan mampu merepresentasikan informasi lebih objektif. 6 Keberadaan pengguna sebagai penyedia informasi dalam media massa siber akan memengaruhi variasi dan pilihan tema yang dipublikasi, diikuti dengan variasi dalam menyikapi tema. Dalam media massa siber, hampir semua informasi yang dipublikasi telah mewakili semua tema umum: pendidikan, pemerintahan, politik, budaya, sosial, kriminal, olahraga, teknologi, dan ekonomi. Kesemua tema tersebut juga disikapi dengan pandangan pro dan kontra. Media siber mampu menyediakan informasi yang mewakili keberagaman tema dan pandangan atau sikap, juga memberikan hak menulis lebih bebas dan fleksibel (tidak disunting secara ketat) daripada media cetak dan elektronik sehingga informasi yang disajikan lebih jujur dan objektif. Oleh karena itu, penelitian ini memilih wacana-wacana yang dipublikasikan oleh media massa jenis siber. Situs media massa siber yang dipilih adalah Kompas melalui Kompasiana. Kompasiana adalah situs milik Kompas yang memfasilitasi penggunanya untuk mempublikasikan berita atau informasi, berbagi pandangan, dan melakukan interaksi antarpengguna secara mudah dan cepat. Situs Kompasiana dipilih karena beberapa alasan: 1) Kompasiana merupakan situs yang didalamnya terdapat banyak tulisan terkait topik atau tema yang akan dibahas, 2) Kompasiana merupakan situs terkenal, 3) Kompasiana adalah media digital yang diakses secara global dan internasional, 4) Kompasiana lebih mudah untuk diakses karena berupa media digital, 5) Kompasiana memiliki sistem dokumentasi yang baik, 6) Kompasiana memiliki banyak penulis, 7) Kompasiana merupakan situs resmi digital dari Kompas yang telah diakui kehandalannya, dan 8) lebih objektif karena disampaikan oleh banyak pengguna yang mewakili keberagaman latar belakang, karakteristik, dan kemampuan. 7 Dalam kaitannya dengan pembelajaran, hasil penelitian ini akan dimanfaatkan sebagai objek untuk menghasilkan suatu produk yang nantinya dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar. Penggunaan produk inilah yang merupakan hasil nyata atau bentuk realisasi dari implikasi penelitian terhadap pembelajaran. Beberapa produk yang dapat dihasilkan dalam penelitian ini di antaranya bahan ajar dan bahan bacaan guru dan siswa. Penggunaan produk penelitian (bahan ajar dan bahan bacaan) akan memberi stimulus bagi guru dan siswa sehingga terjadi umpan balik. Hal inilah yang dinamakan implikasi penelitian terhadap pembelajaran. Pemilihan jenjang SMA dikarenakan siswa pada jenjang ini sudah memunyai tingkat pemikiran yang lebih kritis terhadap suatu masalah yang berkembang di masyarakat. Selain itu, jenjang SMA dipilih karena sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa SMA. Kompetensi tersebut terdapat pada kompetensi dasar 3.3 (menganalisis teks cerita sejarah, berita, iklan, editorial/opini, dan novel baik melalui lisan maupun tulisan) dan kompetensi dasar 4.2 (memproduksi teks cerita sejarah, berita, iklan, editorial/opini, dan novel baik melalui lisan maupun tulisan). Penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian dalam Jurnal Ilmu komunikasi yang dilakukan oleh Elvinaro Ardianto dengan judul Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Harian Pikiran Rakyat dan Harian Kompas sebagai Public Relations Politik dalam Membentuk Branding Reputation Presiden SBY. Penelitian ini berfokus pada pemberitaan dalam Harian Pikiran Rakyat dan Harian Kompas. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis menggunakan analisis model Norman Fairclough. 8 Penelitian lain dilakukan oleh Tia Agnes Astuti mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah dengan judul Analisis Wacana Van Dijk terhadap Berita “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” di Majalah Pantau. Penelitian ini menggunakan model analisis Van Dijk dengan kajian teks, kognisi sosial, dan konteks. Melalui beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini, dapat dikatakan bahwa ada beberapa perbedaan kajian penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu 1) perbedaan media yang menerbitkan tulisan. Jika penelitian ini berfokus pada media siber, penelitian lain yang relevan terfokus pada media cetak. 2) perbedaan kajian lingkup wacana. Jika penelitian ini lebih mengkhususkan pada wacana yang memunyai pandangan pro dan kontra, penelitian sebelumnya tidak mengkhususkan kajian pandangan pro dan kontra pada wacana. Berdasarkan pemaparan di atas, penelitian ini penting untuk dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, penelitian ini melibatkan keseluruhan kajian pada model analisis Van Dijk (teks, konteks, dan kognisi sosial) yang saling berintegrasi sehingga hasil penelitian dapat merepresentasikan kajian-kajian yang diteliti secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian ini relevan dengan kompetensi dasar yang terdapat dalam standar isi pada kurikulum 2013 sehingga memiliki implikasi dalam pembelajaran bahasa di SMA. Ketiga, penelitian ini menggunakan media siber yang memiliki kemudahan akses. Selain itu, penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya karena mengkategorikan wacana berdasarkan pandangan pro dan kontra. 9 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, rumusan masalah pada penelitian ini dapat dirumuskan menjadi beberapa hal, yaitu (1) bagaimanakah teks wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana, (2) bagaimanakah konteks wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana, (3) bagaimanakah kognisi sosial wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana, dan (4) bagaimanakah implikasi hasil penelitian pada pembelajaran bahasa di Sekolah Menengah Atas (SMA)? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan teks, konteks, dan kognisi sosial wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana dan implikasinya pada pembelajaran di SMA. Tujuan penelitian secara spesifik dan khusus dijabarkan menjadi dua tujuan: 1. menganalisis dan mendeskripsikan teks wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana menggunakan metode AWKVD. 2. menganalisis dan mendeskripsikan konteks wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana menggunakan metode AWKVD. 3. menganalisis dan mendeskripsikan kognisi sosial wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana menggunakan metode AWKVD. 4. mengimplikasikan hasil penelitian wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana pada pembelajaran bahasa di SMA. 10 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis. a. Manfaat secara Teoretis Hasil penelitian diharapkan dapat menambah dan mendukung ketersediaan dan keberadaan teori pada bidang bahasa, khususnya pada bidang wacana dan analisisnya. Selain itu, penelitian ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pendukung atau fakta (pembuktian) dari teori-teori tertentu yang berhubungan dengan penelitian ini. b. Manfaat secara Praktis Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca, siswa, dan guru yang tertarik untuk menerapkan proses menulis kritis. Penelitian ini juga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam aktivitas membaca pemahaman. Dalam konteks ini, pembaca mampu menentukan dan mendalami tema, topik, alur, dan beragam informasi dalam bahan bacaan. Bagi peneliti yang sedang meneliti permasalahan serupa, penelitian ini dapat digunakan sebagai fakta pendukung teori. 1.5 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah teks, konteks, dan kognisi sosial wacana bertema pendidikan dalam situs Kompasiana. Teks yang akan dikaji meliputi tema, skema, latar, detil, maksud, koherensi, koherensi kondisional, koherensi pembeda, pengingkaran, nominalisasi, bentuk kalimat, kata ganti, 11 leksikon, praanggapan, grafis, dan metafora. Konteks dalam analisis wacana kritis, diartikan sebagai latar, situasi, peristiwa, dan kondisi. Kognisi sosial dalam analisis wacana kritis siartika sebagai hubungan lebih jauh terkait struktur sosial dan pengetahuan yang berkembang di masyarakat. Selanjutnya mengimplikasikan hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa di SMA. 45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan. Penelitian kualitatif juga menekankan keberadaan peneliti sebagai aspek utama. Penelitian ini menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Untuk melakukan analisis wacana kritis pada tulisan yang dipublikasi pada situs Kompasiana, model analisis wacana kritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis wacana kritis milik Van Dijk. Model analisis wacana kritis yang digunakan Van Dijk dengan elemen teks dan konteks. Sementara kognisi sosial sebagai digunakan sebagai bahan untuk membantu pencarian data terkait. 3.2 Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah wacana bertema pendidikan yang dipublikasikan dalam situs Kompasiana, beralamat di http://Kompasiana.com. Bentuk dari data dalam penelitian ini adalah data tulisan dan lisan. Data tulisan berupa wacana bertema pendidikan yang dipublikasi dalam situs Kompasiana 46 dengan rentang waktu antara tahun 2013—2014 maupun tulisan-tulisan komentar yang terdapat dalam forum komentar. Data lisan diperoleh dari hasil wawancara terhadap pembuat tulisan terkait. Data lisan diperoleh melalui telepon dan skype. 3.3 Instrumen Penelitian Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti yang bersangkutan. Data diperoleh berdasarkan keberadaan penelitinya dan bagaimana usaha peneliti dalam mencarinya. Semi (1993:24) mengemukakan bahwa dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan intrumen kunci. Artinya, peneliti itu sendiri yang berperan sebagai perencana, pengumpul data, dan pelapor hasil penelitian. Selain peneliti, instrumen lain yang digunakan adalah daftar pertanyaan. Daftar pertanyaan berisi tentang pertanyaan-pertanyaan terkait kognisi sosial pembuat tulisan. Daftar pertanyaan yang digunakan adalah sebagai berikut. 1) Siapakah nama lengkap Anda? 2) Apakah pendidikan terkahir Anda? 3) Dimanakah Anda bekerja? 4) Apakah motivasi dan tujuan Anda dalam menulis tulisan tersebut? 5) Faktor apa saja yang memengaruhi tulisan Anda? 6) Di lingkungan apakah Anda tinggal? Daftar pertanyaan selanjutnya berisi tentang pertanyaan-pertanyaan terkait bagaimana implikasi hasil penelitian berupa rencana pelaksanaan pembelajaran dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Daftar pertanyaan yang digunakan adalah sebagai berikut. 1) Siapakah nama lengkap ibu/bapak? 47 2) Apakah pendidikan terakhir ibu/bapak? 3) Dimanakah ibu/bapak mengajar? 4) Dapatkah ibu/bapak menceritakan pengalaman mengajar ibu/bapak? 5) Apakah pembelajaran mengenai wacana sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan di sekolah tempat ibu/bapak mengajar? 6) Apakah pembelajaran mengenai wacana sesuai dengan KI dan KD yang digunakan dalam kurikulum di sekolah tempat ibu/bapak mengajar? 7) Apakah pembelajaran mengenai wacana sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum di sekolah tempat ibu/bapak mengajar? 8) Apakah pembelajaran mengenai wacana sesuai dengan indikator pembelajaran dalam kurikulum di sekolah tempat ibu/bapak mengajar? 9) Apakah pembelajaran mengenai wacana sesuai dengan karakteristik peserta didik yang ada di sekolah tempat ibu/bapak mengajar? 10) Apakah hasil penelitian tesis ini (rencana pelaksanaan pembelajaran) dapat diimplememtasikan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia? 11) Keterlibatan hasil penelitian ini dapat berupa apa saja (bahan ajar, bahan bacaan, bahan ajar dan bahan bacaan)? 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap. a. Mencari (searching) Proses utama dalam pengumpulan data adalah pencarian. Pencarian dilakukan untuk menemukan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan masalah penelitian. Proses pencarian dilakukan melalui beberapa cara menggunakan mesin pencarian internal dan eksternal. Mesin pencarian 48 internal adalah mesin pencarian yang disediakan dalam situs Kompasiana. Pencarian dengan cara ini dilakukan dengan menuliskan beberapa kata kunci terkait masalah. Mesin pencarian eksternal adalah mesin pencarian di internet yang cakupannya lebih luas seperti google, bing, dan yahoo. Pada proses pencarian ini kata kunci ditulisakan dengan diakhiri tulisan ‘Kompasiana.com’, kemudian hasil dari pencarian disaring berdasarkan alamat situs Kompasiana. b. Mengunduh (download) Tulisan-tulisan yang telah ditemukan dalam proses pencarian kemudian diunduh. Pengunduhan dilakukan untuk mendokumentasikan sehingga proses analisis data menjadi lebih mudah. c. Wawancara Proses wawancara dilakukan untuk memperoleh data kognisi sosial dan konteks dari pembuat tulisan (wawasan). Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan. 3.5 Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dibagi menjadi menjadi dua tahap. 1.5.1 Analisis Data Tahap Pertama Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan pada analisis data tahap awal dijabarkan sebagai berikut. a. Membaca tulisan secara berulang-ulang b. Memberikan tanda pada tiap data yang dirasa penting 49 1.5.2 Analisis Data Tahap Kedua Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan pada analisis data tahap kedua disesuaikan pada model analisis wacana kritis yang diungkapkan oleh Van Dijk. Model analisis wacana kritis yang diungkapkan oleh Van Dijk memfokuskan proses analisis dalam elemen teks dan konteks. 1. Menganalisis teks berdasarkan teori van Dijk. Elemen teks yang akan dianalisis meliputi tema, skema, latar, detil, maksud, nominalisasi, koherensi, koherensi kondisional, koherensi pembeda, pengingkaran, bentuk kalimat, kata ganti, leksikon, praanggapan, grafis, dan metafora. 2. Memberdayakan konteks dengan tujuan untuk mengetahui hal-hal yang memengaruhi pewacana dalam memproduksi wacana. Konteks dalam analisis wacana kritis, diartikan sebagai latar, situasi, peristiwa, dan kondisi. 3. Menganalisis kognisi sosial terkait dengan bagaimana teks tersebut diproduksi oleh penulis teks. Kajian kognisi sosial akan melihat kesadaran mental dari penulis teks. Bagaimana kepercayaan, pengetahuan, dan prasangka terhadap fenomena atau masalah yang ditulisnya. 4. Mengklasifikasi unsur-unsur teks yang terdapat dalam wacana dengan pengodean sebagai berikut: a. kode-kode yang digunakan untuk merujuk teks seperti tema dengan kode huruf (Tm), skema dengan kode huruf (Sk), latar dengan kode huruf (Lt), detil dengan kode huruf (Dt), maksud dengan kode huruf (Mk), nominalisasi dengan kode huruf (Nl), koherensi dengan kode huruf (Kh), koherensi kondisional dengan kode huruf (Kh K), koherensi pembeda dengan kode huruf (Kh P), pengingkaran dengan kode huruf (Pk), bentuk kalimat dengan 50 kode huruf (BK), kata ganti dengan kode huruf (KG), leksikon dengan kode huruf (Ls), praanggapan dengan kode huruf (Pa), grafis dengan kode huruf (Gf), dan metafora dengan kode huruf (Mf). b.kode 1,2,3, dan seterusnya digunakan untuk menunjukkan urutan wacana. c.kode I, II, III, dan seterusnya digunakan untuk menunjukkan paragraf. d.kode i, ii, iii, dan seterusnya digunakan untuk menunjukkan baris. Contoh: Tm/3/II/i artinya unsur tema terdapat pada wacana ketiga paragraf kedua baris kesatu. 5. Mengimplikasikan hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa di SMA dengan mempertimbangkan kompetensi inti dan kompetensi dasar sesuai dengan kurikulum 2013. 6. Menafsirkan hasil penelitian. 7. Menarik simpulan. 204 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, didapat simpulan sebagai berikut. 1. Hampir semua unsur teks ada di dalam wacana yang dianalisis. Namun, ada beberapa unsur yang tidak terdapat didalamnya. Pada wacana 1a tidak ditemukan metafora. Pada wacana 1b tidak ditemukan nominalisasi. Pada wacana 2a tidak ditemukan nominalisasi dan koherensi pembeda. Pada wacana 2b tidak ditemukan nominalisasi. Pada wacana 3a tidak ditemukan nominalisasi dan pengingkaran. Sementara pada wacana 3b semua unsur teks ditemukan. 2. Konteks pada wacana 1a didasari pentingnya sertifikasi guru untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas guru namun guru-guru justru merasakan rumit dan sulitnya mengikuti prosedur-prosedur untuk melakukan sertifikasi guru. Konteks pada wacana 1b didasari oleh fakta bahwa sertifikasi guru adalah tindakan yang membuang-buang anggaran negara secara percuma. Konteks pada wacana 2a didasari oleh terjadinya protes besar di masyarakat agar UN segera dihapuskan. Konteks pada wacana 2b didasari oleh kejadian-kejadian memilukan yang timbul dan 205 disebabkan oleh pelaksanaan UN. Konteks pada wacana 3a didasari oleh umpan balik positif yang dirasakan peserta didik ketika diberi treatment dalam lingkup kurikulum 2013 dan protes besar dari banyak pihak untuk menghentikan kurikulum 2013. Konteks pada wacana 3b didasari oleh fakta bahwa penyelenggara kurikulum 2013 masih belum siap dalam menyelenggarakan kurikulum 2013 sehingga kurikulum 2013 sebaiknya dikaji lebih mendalam atau bahkan dihentikan. 3. Berdasarkan kajian kognisi sosial, pembuat wacana 1a yang merupakan seorang guru, jelas akan mendukung adanya sertifikasi guru. Hal ini didasari oleh pengalaman mengurus sertifikasi. Pembuat wacana 1b yang merupakan seorang mahasiswa, Penolakan terjadi dengan alasan pembuat wacana merasa ada ketimpangan antara pemberian sertifikasi dengan keadaan pendidikan di Indonesia. Pembuat wacana 2a adalah seorang PNS yang mendukung pelaksanaan UN. Ketika ia membuat wacana ia terinspirasi oleh pemberitaan mengenai protes besar-besaran untuk menghapuskan UN. Oleh karena itu, ia menyatakan sikapnya untuk mendukung pelaksanaan UN. Pembuat wacana 2b adalah seorang wiraswasta yang justru menolak adanya pelaksanaan UN. Penolakan pembuat wacana didasari kenyataan yang ia lihat disekitarnya, bahwa banyak kejadian tragis yang terjadi di masyarakat yang disebabkan oleh pelaksanaan UN. Pembuat wacana 3a mendukung pelaksanaan kurikulum 2013. Ketika ia membuat wacana ia terinspirasi oleh keadaan sekitarnya. Ia melihat peningkatan yang cukup signifikan pada kemampuan anaknya yang ketika itu didik menggunakan kurikulum 2013. Oleh karena itu, ia 206 menyatakan sikapnya untuk mendukung pelaksanaan kurikulum 2013. Pembuat wacana 3b adalah seorang direktur di Edu Training Center yang justru menolak adanya pelasanaan kurikulum 2013. Ia menilai bahwa penyelenggara kurikulum 2013 belum siap dan kurikulum 2013 terkesan miskin pertimbangan. 4. Dalam teks wacana pro dan kontra ditemukan tema, skema, latar, detil, maksud, praanggapan, nominalisasi, pengingkaran, bentuk kalimat, koherensi, koherensi kondisional, koherensi pembeda, kata ganti, leksikon, grafis, dan metafora. Konteks wacana pro terkait hal-hal yang menyatakan dukungan terhadap fenomena atau kejadian yang menjadi topik permasalahan. Konteks wacana kontra terkait hal-hal yang menyatakan menolak terhadap fenomena atau kejadian yang menjadi topik permasalahan. Interaksi sosial menjadi penambah pengetahun dari pembuat wacana yang kemudian digunakan sebagai dasar membuat wacana pro dan kontra. 5. Implikasi hasil penelitian dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar dan bahan bacaan. Sebagai alternatif bahan ajar hasil penelitian akan dikaitkan berdasarkan aspek kebahasaan, aspek spikologi, dan aspek latar belakang peserta didik. Aspek kebahasaan yang terdapat dalam wacana ini melibatkan penggunaan kata dan kalimat yang kritis. Penggunaan kalimat bernada kritis akan melatih daya kreativitas peserta didik dalam mengkritisi suatu masalah. Melalui proses membaca, peserta didik akan belajar bagaimana cara menanggapi suatu masalah secara kritis. Hal ini sesuai dengan daya pemikiran peserta didik jenjang SMA yang sudah 207 memunyai daya pikir yang kritis. Oleh karena itu, dapat dikatakan wacanawacana kritis dalam situs Kompasiana sesuai dengan tingkat kebahasaan peserta didik jenjang SMA. 6. Berdasarkan segi psikologi, wacana kritis dalam situs Kompasiana dapat memberikan pengetahuan mengenai bagaimana cara mengkritisi suatu fenomena atau kejadian di masyarakat. Sehingga setelah peserta didik membaca wacana-wacana tersebut, peserta didik dapat menumbuhkan sikap simpati dan empati terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat. Peserta didik akan peka terhadap setiap fenomena atau kejadian yang terjadi di masyarakat. Dengan menumbuhkan sikap peka peserta didik terhadap fenomena atau kejadian yang ada di masyarakat, peserta didik akan menjadi generasi bangsa yang dapat membangun negara. 7. Masalah-masalah yang dikemukakan dalam wacana Kompasiana merupakan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kesamaan antara masalah yang ada di dalam wacana dan kenyataan, siswa dapat berpikir dan bertindak secara tepat dalam kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu, dapat dikatakan wacana dalam situs Kompasiana sesuai dengan latar belakang dan karakteristik peserta didik. 8. Sebagai alternatif bahan bacaan, dapat dikatakan bahwa hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sumber belajar siswa ataupun guru terkait teori tentang wacana kritis. 208 5.2 Saran Berdasarkan gambaran simpulan di atas, disarankan kepada pembaca sebagai berikut. 1. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar dan bahan bacaan. Sebagai alternatif bahan ajar, hasil penelitian berupa rencana pelaksanaan pembelajaran berguna sebagai skenario pembelajaran yang dapat diimplementasikan di sekolah sedangkan sebagai alternatif bahan bacaan, hasil penelitian berguna sebagai suplemen penambah pengetahuan terkait wacana kritis. 2. Bagi siswa, pembelajaran dengan menggunakan wacana kritis dapat menumbuhkembangkan sikap simpati dan empati terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat dan dapat menambah pengetahuan terkait bagaimana mengkritisi suatu masalah. 3. Bagi peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian sejenis, dapat mengkritisi fenomena-fenomena lain yang sedang menjadi trend di masyarakat. DAFTAR RUJUKAN Ali, Mohammad. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: PT Imperial Bakti Utama. Ardianto. 2007. Pembelajaran Sastra Sebagai Sarana Pengembangan Daya Nalar Siswa. Dalam Jurnal Iqra Vol 3 (1) 57-67. (Darling), Tersedia: http://jurnaliqro. Files. Wordpress. Com. (20 Oktober 2014). Darma, Yoce Aliah.2013.Analisis Wacana Kritis.Bandung: Yrama Widya. Departemen Pendidikan Nasional.2006.Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar. Eriyanto.2008.Analisis Wacana(Pengantar Analisis Teks Media).Yogyakarta: Lkis. Eriyanto.2008.Analisis Framing (Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media). Yogyakarta: Lkis. Fairclough, Norman.2010. Critical Discorse Analysis (The Critical Studi of Language). New York: Routledge. Hamad, Ibnu.2013.Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa.Jakarta: Pustaka Pelajar. http://edukasi.Kompasiana.com/2014/04/28/sertifikasi-guru-prosedur-rumitnamun-dianggap-dan-dipahami-mudah-649895.html. http://edukasi.Kompasiana.com/2014/08/05/sisi-balik-sertifikasi-guru-terhadappendidikan-kaum-tertindas-667174.html. http://edukasi.Kompasiana.com/2013/05/02/bukan-un-yang-salah-kinerjakemendikbud-yang-perlu-diubah-556425.html. http://edukasi.Kompasiana.com/2014/05/18/ujian-nasional-hanya-indonesia-yangbisa-begini-tragis-653371.html. http://edukasi.Kompasiana.com/2014/12/09/ini-alasan-saya-pro-kurikulum-2013696134.html http://edukasi.Kompasiana.com/2013/09/19/bahkan-kemendikbud-pun-belumsiap-dengan-kurikulum-2013--591208.htmlhttp//wikipedia.com Jabrohim (Ed). 1994. Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Junaiyah dan Arifin, Zaenal. 2013. Keutuhan Wacana. Jakarta: Grasindo. Karomani. 2008. Analisis Wacana Berita: Mengungkapn Kontroversi Sidang Istimewa dan Dekrit Presiden Abdurrahman Wahid dalam Bidikan Media Massa Kompas dan Republika. Tanggerang: Matabaca Publishing. Rahmanto, B. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius. Rusminto, Nurlaksana Eko. 2012. Analisis Wacana: Sebuah Kajian Teoritis dan Praktis. Bandar Lampung: Universitas Lampung. Semi, Atar. 1993. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa. Sudibyo, Agus.2001.Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta: Lkis. Titscher, Stefan. Dkk. Abdul Syukur Ibrahim (Ed).2009. Metode Analisis Teks dan Wacana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Van Dijk, Teun A. 1985. Handbook of Discourse Analysis: Dimentions of Discourse. London: Academic Press. Van Dijk, Teun A.1992.Tekt and Context (Explorations and Semantics and Pragmatics of Discorse). New York: Longman. Van Dijk, Teun A. 2011. Discorse Studies. London: ECIY. Wijana, I Dewa Putu dan Rohmadi, Muhammad. 2010. Analisis Wacana Pragmatik: Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka. Winarto, Yunita T. 2007. Karya Tulis Ilmiah Sosial: Menyikapi, Menulis, dan Mencermatinya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Yuwono, Untung. 2008. Wacana. Dalam Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Budaya Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Budaya Vol 10 no.1 , April 2008, hlm 1— 189. Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS ALIH TUTUR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERAN GURU DALAM WACANA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII DI SMP NEGERI 3 MALANG
8
21
23
KONDISI SOSIAL DAN POLITIK EKSIL DI PRANCIS DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
0
12
107
GAYA BAHASA DALAM KOLOM PARODI PADA HARIAN KOMPAS EDISI FEBRUARI–MARET 2011 DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN DI SMA
1
31
55
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PERCAKAPAN BAHASA INDONESIA MASYARAKAT MINANG DI BANDARLAMPUNG DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
1
54
72
RELASI DALAM WACANA KUMPULAN CERPEN DI ATAS SAJADAH CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
1
42
62
UNSUR SERAPAN DALAM NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
18
140
55
KOHESI DAN KOHERENSI WACANA JURNALISTIK PADA SURAT KABAR RADAR LAMPUNG EDISI APRIL 2014 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
2
20
102
KONJUNGSI PADA TEKS ANEKDOT DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARN BAHASA INDONESIA DI SMA
0
104
92
IMPLIKATUR PERCAKAPAN WACANA POJOK SURAT KABAR LAMPUNG POST EDISI JUNI 2012 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
0
9
58
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
4
47
64
CAMPUR KODE PADA NOVEL 5 cm KARYA DONNY DHIRGANTORO DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA DI SMA
5
69
153
TEKS, KONTEKS, DAN KOGNISI SOSIAL WACANA BERTEMA PENDIDIKAN DALAM SITUS KOMPASIANA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA
1
8
38
STRUKTUR KALIMAT DALAM TEKS ANEKDOT PADA SURAT KABAR TEMPO EDISI NOVEMBER 2014 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
0
32
79
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
3
12
76
TEKS, KONTEKS, DAN POLA KEBERTAHANAN WAYANG KULIT BETAWI
0
1
15
Show more