DECISION SUPPORT SYSTEM UNTUK PENENTUAN PENERIMA BEASISWA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS PADA SMA NUSA BAKTI).

Gratis

0
3
12
3 years ago
Preview
Full text
DECISION SUPPORT SYSTEM UNTUK PENENTUAN PENERIMA BEASISWA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS PADA SMA NUSA BAKTI) Mira Octariana 1, Ruri Basuki, M.Kom 2 Jurusan Sistem Informasi. Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang Jalan Nakula I No. 5-11 Semarang 50131 Telp : (024) 3517261, Fax : (024) 3520165 E-mail : 112201038836@dinus.ac.id 2 Abstrak SMA Nusa Bakti merupakan salah satu sekolah menengah atas yang ada di Semarang, pada setiap periode melakukan penilaian terhadap siswa yang mengajukan beasiswa.Identifikasi masalah yang ada pada penyeleksian beasiswa di SMA Nusa Bakti adalah penilaian selama ini hanya berdasarkan nilai akademik yang diperoleh dan penghasilan orang tua, hal ini menghasilkan penerima beasiswa yang kurang tepat sasaran, dan kurang merata. Yang dimaksud kurang tepat sasaran yaitu terdapat siswa yang lebih layak menerima beasiswa dibandingkan dengan siswa lain yang lolos memperoleh beasiswa namun tidak lolos memperoleh beasiswa tersebut, dan kurang tepat sasaran yaitu siswa siswa yang periode lalu menerima beasiswa, di periode selanjutnya dapat menerima beasiswa lagi, sedangkan banyak siswa yang juga layak menerima namun tidak dapat menerima lagi pada periode berikutnya. Agar penerimaan beasiswa dapat tepat sasaran, dan merata maka perlunya dilakukan analisa penilaian untuk memperoleh penerima beasiswa yang layak. Maka akan dilakukan analisa pendukung keputusan untuk menentukan penerima beasiswa menggunakan metode SAW. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan penghitungan untuk menentukan penerimaan beasiswa dengan menggunakan metode SAW yaitu mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Kriteria yang digunakan dalam penghitungan adalah karakter, prestasi, tanggungan, dan penghasilan dari orang tua murid. Penelitian ini menghasilkan analisa penghitungan menggunakan SAW ini dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan karena setiap siswa memiliki kriteria masing - masing yang akan dilakukan perankingan untukmengetahui nilai tertinggi sampai terendah. Kata kunci : sistem, SAW, sistem pendukung keputusan, beasiswa, analisa.. Abstract SMA Nusa Bakti is one high school in Semarang, in each period to evaluate the students who submitted beasiswa.Identifikasi the existing problems in the selection of scholarship in high school during the assessment Nusa Bakti is only based on academic grades earned and income of parents , this produces less recipients targeted, and less prevalent. Which meant that there is less targeted more deserving students receive scholarships compared with other students who qualify receive a scholarship but did not qualify to obtain these scholarships, and less on target, namely students and students who receive the scholarship period, in the next period can receive a scholarship again, while many students are also eligible to receive but can not accept again in the next period. In order to precisely target the scholarship acceptance, and equally the need for assessment analysis to obtain the proper recipients. It will be a decision support analysis to determine the scholarship recipients using SAW method. The purpose of this research is to produce a calculation to determine the acceptance of the scholarship by using the SAW method is to look for a weighted sum of rating the performance of each alternative on all attributes. Criteria used in the calculation is the character, achievement, dependents, and the income of parents. The study produced analysis using SAW This calculation can be used to support decision making because each student has individual criteria - each of which will be done the rankings untukmengetahui highest value to lowest. Keywords: system, SAW, decision support systems, scholarships, analysis 1 mahasiswa 1. PENDAHULUAN Beasiswa adalah bantuan untuk kelangsungan untuk tetap menjaga studi dan membantu orang terutama bagi yang berprestasi[1].Proses penyeleksian ini masih sekolah atau kuliah agar mereka membutuhkan ketelitian dan waktu, dapat menyelesaikan tugasnya dalam karena data siswa akan dibandingkan rangka pengetahuan dengan kriteria beasiswa satu persatu. hingga selesai.Bantuan ini biasanya Dengan demikian dibutuhkan suatu berbentuk dana untuk menunjang biaya analisa yang dapat membantu membuat atau ongkos yang harus dikeluarkan keputusan oleh anak sekolah atau mahasiswa beasiswaaAgar selama menempuh masa pendidikan di dapat tepat sasaran danmerata. tempat yang SMA Nusa Bakti merupakan salah satu ditujukan sekolah menengah atas yang ada di mencari ilmu belajar diinginkan[1].Beasiswa penyeleksian penerima pemberian kepada peserta didik dengan tujuan Semarang, menghasilkan sumber daya manusia melakukan penilaian terhadap siswa yang berpotensi untuk berperan dalam yang mengajukan beasiswa. Penilaian mempercepat selama ini hanya berdasarkan nilai pembangunan bangsa pada beasiswa periode menuju pada kemandirian di tengah- akademik tengah percaturan global, mewujudkan penghasilan keadilan menghasilkan penerima beasiswa yang dan demokratisasi dalam yang setiap orang tua, ini beasiswa yang merata. Yang dimaksud kurang tepat berprestasi, dan memberikan bantuan sasaran yaitu terdapat siswa yang lebih dana layak menerima beasiswa dibandingkan kepada mahasiswa yang dengan dan atau geografis. memperoleh beasiswa namun tidak Pemberian beasiswa yang tepat sasaran lolos memperoleh beasiswa tersebut, akan memberikan pemerataan kepada dan kurang tepat sasaran yaitu siswa mahasiswa mencapai siswa yang periode lalu menerima prestasi akademik yang tinggi meskipun beasiswa, di periode selanjutnya dapat secara ekonomi hambatan dan dapat lain yang kurang mengalami kendala secara ekonomis untuk siswa dan hal kurang mahasiswa sasaran, dan bidang pendidikan dengan memberikan kepada tepat diperoleh lolos sedikit mengalami menerima beasiswa lagi, sedangkan dapat mendorong banyak siswa yang juga layak menerima 2 namun tidak dapat menerima lagi pada karakter, prestasi, tanggungan orang periode berikutnya. Agar penerimaan tua, dan penghasilan orang tua. beasiswa dapat 1.2 Rumusan Masalah Dari uraian yang telah dijabarkan diatas, tepat sasaran, dan merata maka perlunya dilakukan analisa maka penilaian untuk memperoleh penerima beasiswa yang layak. Salah penelitian menghasilkan menentukan nilai akademik yang diperoleh siswa ini adalah penghitungan untuk penerimaan serta penghasilan orang tua siswa, sehingga Weighting (SAW) Fuzzy yaitu penilaian siswa Multiple Support System) dari siswa menyimpang yang ditentukan, siswa yang 1. penilaian Additive Weighting 2. (Studi kriteria – kriteria yang akan digunakan melakukan penilaian Objek dalam pembuatan Nusa Bakti. Kasus Pada SMA Nusa Bakti), adapun dalam permasalahan tugas akhir ini adalah SMA mengajukan beasiswa dengan menggunakan metode Simple penulis adalah sebagai berikut : Dari uraian yang telah dijabarkan diatas terhadap pokok maka membatasi selokah dalam mengambil keputusan. analisa dari perumusan masalah yang telah memudahkan dan membantu pihak dilakukan untuk Agar pembahasan tidak mengajukan beasiswa, sehingga akan akan DSS 1.3 Batasan Masalah prioritas global dari yang tertinggi terendah Decision layak menerima beasiswa.. mengajukan beasiswa ini akanmenampilkan nilai hingga Attribute memperoleh penerima beasiswa yang Sehinggaanalisa yang yang Making (FMDAM) sebagai (Decision rating kinerja pada setiap alternatif atribut. beasiswa perlunya penerapan metode SAW dan mencari penjumlahan terbobot dari padasemua penerima kurang tepat sasaran, oleh karena itu beasiswa dengan menggunakan metode Simple Additive dirumuskan beasiswa selama ini hanya berdasarkan Bakti yaitu Beasiswa Prestasi. dari dapat sebagai bahwa penyeleksian pemberian satu beasiswa yang ada pada SMA Nusa Tujuan masalah adalah Analisa penilaian menggunakan metode Fuzzy Multiple Attribute Making (FMDAM) Simple (SAW). 3 Additive Decision model Weighting 3. 3. Kriteria dalam penilaian ini Memilih, memilih satu adalah karakter, prestasi, tanggungan, rangkaian tertentu dari beberapa yang dan penghasilan dari orang tua murid. tersedia. 1.4 Tujuan Penelitian 4. Agar penyeleksian Menelaah, menilai pilihan – pilihan yang lalu. beasiswa menghasilkan penerima beasiswa tepat 2.3 SAW sasaran, oleh karena itu akan dirancang SAW (Simple Additive Weighting) analisa penerapan metode SAW dan merupakan metode yang menyeleksi Fuzzy alternatif terbaik darisejumlah alternatif Multiple Attribute Decision Making (FMDAM) sebagai (Decision berdasarkankriteria-kriteria Support ditentukandengan System) DSS untuk yang melakukan memperoleh penerima beasiswa yang perankingan layak menerima beasiswa. tertinggi sampaiterendah. Oleh karena 2. LANDASAN TEORI itu metode yangdipilih adalah metode 2.1 Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan sebagai SAW yangnantinya dapat mengetahui hasil “sekumpulanprosedur berbasis model membantu para manajer terletak pada[6]kemampuannya untuk saat melakukan penilaian secaralebih tepat memecahkan karena didasarkan pada nilai kriteria masalah ada empat. Tahapan – tahapan danbobot tersebut adalah intelejen, merancang, menyeleksi Intelejen, mengamati lingkungan adanya perlu diperbaiki. sudah alternatif terbaik prosesperankingan setelah menentukan nilai bobot untuksetiap Merancang, berbagai yang darisejumlah alternatif yang ada karena dengan mencari kondisi – kondisi yang mengembangkan preferensi ditentukan, selain ituSAW juga dapat memilih, dan menelaah [4]. 2. nilai modelpengambilan keputusan yang lain Tahapan pengambilan keputusan yang 1. dari Weighting (SAW) dibandingkan dengan 2.2 Tahapan Pengambilan Keputusan manajer nasabah Kelebihan dari model Simple Additive mengambil keputusan dilalui penilaian nilai tertinggisampai terendah[5]. untuk data pemrosesan dan penilaian guna untukmengetahui menemukan, dan alternatif atribut menganalisis tindakan Konsep dasar metode SAW adalah yang mencari penjumlahan terbobot dari mungkin. 4 rating kinerja pada setiap alternatif pada pengolahan data dan pembuatan laporan semua yang baru. atribut. Metode SAWmembutuhkan proses 5. Menyusun suatu tahap rencana normalisasimatriks keputusan (X) ke pengembangan suatu skala yang dapat diperbandingkan penerapannya serta perumusan langkah dengan semua rating alternatif yang ada. dan kebijaksannaan 2.4 Analisis Sistem 2.5 Metode UCD Analisis sistem, dapat diartikan sebagai Perancangan berbasis pengguna UCD suatu proses untuk memahami sistem adalah istilah yang digunakan untuk yang ada, dengan menganalisa jabatan menggambarkan filosofi perancangan dan yang uraian tugas, proses bisnis, telah sistem beberapa dan dekade ini ketentuan atau aturan, masalah dan menggunakan beberapa nama berbeda, mencari solusinya, dan rencana – seperti rencana perusahaan[4]. ergonomics Adapun tujuan utama dari tahap analisis engineering, user engineering factors. sistem ini adalah sebgai berikut [7]: UCD adalah filosofi perancangan yang 1. pelayanan menempatkan pengguna sebagai pusat kebutuhan informasi kepada fungsi – dari proses pengembangan sistem. Saat fungsi didalam ini pendekatan dengan UCD telah kegiatan didukung Memberikan manajerial pengendalian pelaksanaan tools, operasional perusahaan. 2. Membantu para human engineering, engineering, berbagai prosedur, membantu pengambil factors teknik, dan usability metoda, proses perancangan yang sistem keputusan, yaitu para pemimpin, untuk interaktif yang lebih berpusat pada mendapatkan pengguna. bahan perbandingan sebagai tolak ukur hasil yang telah Sasaran dicapai. membuat produk yang berguna. UCD 3. Mengevaluasi sistem – sistem didefinisikan sebagai “The practice of yang telah ada dan berjalan sampai saat designing a product so that users can ini, baik pengolahan data maupun perform required operation, service, and pembuatan laporannya. supportive tasks with a minimum of 4. Merumuskan tujuan – tujuan stress and maximum of efficiency”.[8] yang ingin dicapai berupa pola 5 UCD lebih dari sekedar 2.7 Rancangan Sistem diinginkan. Output berupa laporan – Rancangan sistem terdiri dari aktivitas laporan yang dapat digunakan untuk rancangan logika dan rancangan fisik menentukan bentuk atau format dan tata keduanya letak menghasilkan spesifikasi laporan . output dibedakan sistem untuk memenuhi persyaratan menajdi sistem eksternal. Output internal merupakan yang akan dikembangkan. dua, output internal dan Perancangan sistem dapat didefinisikan output sebagai penggambaran, perencanaan, mendukung kegiatan manajemen yang dan pembuatan sketsa atau pengaturan ada di perusahaan, sedangkat output dari beberapa elemen terpisah ke dalam eksternal akan didistribusikan ke pihak satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. luar yang membutuhkan. Hal – hal yang 2.8 DFD perlu diperhatikan dalam rancangan DFD merupakan alat untuk membuat output adalah tipe, isi, dan format diagram yang serba guna. Data flow output diagram terdiri dari notasi penyimpanan 2.10 Beasiswa data , proses, aliran data, dan sumber Beasiswa adalah pemberian berupa masukan bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan 2.8 ERD yang digunakan untuk untuk digunakan demi keberlangsungan Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan model konseptual pendidikan yang dapat dapat mendiskripsikan hubungan antara diberikan pemerintah, file dan digunakn untuk memodelkan yangditempuh. Beasiswa oleh lembaga perusahaan ataupun yayasan. struktur data serta hubungan antar data. 3. METODE PENELITIAN ERD digunakan oleh perancang sistem Pada untuk memodelkan data yang akan penyusunan tugas akhir ini dilakukan penelitian pada SMA Nusa dikembangkan menjadi babsis data Bakti Semarang, yang berada di alamat 2.9 Rancangan Input JL. Wologito Barat No. 125 Semarang Rancangan output merupakan satu hal 3.1 Metode Pengumpulan Data yang cukup penting, karena digunakan Dalam penyusunan tugas akhir ini perlu untuk menjawab kebutuhan pemakai adanya suatu metode tertentu yang akan untuk bentuk – bentuk informasi yang 6 digunakan dalam pengumpulan data 3.2 Sumber Data yang diperoleh dengan cara : 1. 1. Data Primer yaitu data yang diperoleh Wawancara secara Wawancara adalah metode yang dilakukan dengan wawancara berhubungan langsung dari objek dilakukan yang melalui secara langsung dengan pihak perusahaan yang menjadi objek dengan pihak yang menjadi objek ini, langsung diteliti,dapat cara mengajukan pertanyaan langsung penelitian Data Primer penelitian. pertanyaan Data yang diambil merupakan data yang diperlukan dalam dengan perancangan data yang diperlukan. sistem ini. Seperti prosedur pengajuan beasiswa. 2. Observasi Observasi adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan cara sekunder yaitu data yang laporan tertulis, dokumen-dokumen dan data yang makalah-makalah serta daftar pustaka. dibutuhkan ditempat penelitian itu Data sekunder yang diperoleh dari Pengumpulan data internet atau pun buku literature. dilakukan pada objek penelitian secara langsung, seperti melihat 4. HASIL DAN PEMBAHASAN bagaimana 4.1 Sejarah manual proses yang prosedur berjalan Pendidikan pada Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan perusahaan tersebut. 3. Data dapat berupa catatan-catatan, laporan- langsung dengan cara melihat dan dilakukan. Data sekunder diperoleh secara tidak langsung yang mengamati mengambil suatu 2. metode mengembangkan Studi Pustaka manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman Yaitu penelitian dengan dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang menggunakan dan mempelajari buku-buku literatur dengan sebagai maupun yang masalah landasan Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, literatur- memiliki pengetahuan dan ketrampilan berhubungan yang teori kesehatan diteliti jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri bagi serta penulis. 7 rasa tanggung jawab kemasyarakatan Pendidikan mampu dan kebangsaan. Nasional 4.2 Kriteria Yang digunakan Kriteria diharapkan mewujudkan yang digunakan dalam pengambilan keputusan ini adalah : manusia 1. pembangunan yang dapat membangun Karakter bersama-sama Karakter digunakan acuan dalam bertanggung jawab atas pembangunan kriteria beasiswa karena kriteria bangsa. merupakan SMA Nusa Bhakti Semarang, yang bagaimana sikap, sopan, santun berlokasi di Jln. Wologito Barat No. siswa yang layak untuk menerima 125 beasiswa. nilai baik namun jika dirinya sendiri serta Kelurahan Kecamatan Kembangarum, Semarang Barat landasan dasar tidak didukung dengan karakter Kota Semarang berada dibawah naungan yang Yayasan Pendidikan dan Pembangunan menghasilkan siswa yang cerdas, Indonesia ( YPPI ) berdiri tahun 1981 secara akal budinya. Kriteria ini dengan ketua Yayasan Bpk. Drs. Djoko dimaksudkan Soemarno pendirian kepribadian dan sikap siswa selama Yayasan No. 20 tertanggal 14 Mei ini baik saat mengikuti kegiatan 1981dengan menaungi SMP dan SMA belajar Nusa Bhakti Semarang; dan mulai tgl 8 maupun Juli 1981 SMA Nusa Bhakti mulai sekolah.Kriteria karakter termasuk Penerimaan Siswa Baru untuk tahun kriteria benefit, yaitu semakin baik ajaran 1981/1982 dengan rekomendasi atau terpuji maka semakin tinggi dari : peluang dengan Departemen akte Pendidikan baik, maka untuk mengajar di diluar untuk beasiswa, dan tidak begitu Kantor Kota Madya Semarang No. dikelompokkan 2321/II.1.03.6/081 tertanggal 28 Juni kelompok atau rank 1981 sebagai berikut: 5 September 1981. 8 sekolah mendapatkan sebaliknya.Dalam II Semarang No. 642.2/6469 tertanggal menilai kegiatan Kebudayaan Proponsi Jawa Tengah Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat akan pula kriteria dalam ini beberapa preferensi 3. Tabel 1 Rank Preferensi Karakter Kriteria Sub Kriteria Bobot Karakter 2. Terpuji 5 Baik Cukup Kurang Jelek 4 3 2 1 Tanggungan orang tua Tanggungan orang tua digunakan acuan dalam kriteria beasiswa karena pemberian beasiswa harus tepat sasaran bagi orang tua siswa yang memiliki lebih banyak Prestasi tanggungan Prestasi digunakan acuan dalam meringankan kriteria beasiswa karena tentunya dalam siswa diluar anaknya. Merupakan kriteria yang akademik memiliki motivasi dan berguna untuk mengetahui tingkat kerja tanggungan yang berprestasi keras yang lebih agar beban dapat orang menyekolahkan tua anak- orang tua dibandingkan dengan siswa yang siswa.Penilaian dalamjumlah tidak memiliki prestasi, sehingga tanggungan sekolah harus menghargai siswa pendataan berprestasi tersebut. Kriteria ini menjadi tanggungan orang tua yang dimaksudkan untuk menilai prestasi berguna yang diperoleh oleh siswa baik dari kelayakan menerima beasiswa. Orang jumlah untuk Tuadengan orang yang menentukan Tabel 3 Rank Preferensi Tanggungan dalam maupun luar sekolah. Tabel 2 Rank Preferensi Prestasi Kriteria Kriteria Sub Kriteria >Juara Tanggungan > 4 Tanggungan = 4 Tanggungan Tanggungan = orang tua 3 Tanggungan = 2 Tanggungan = 1 Bobot tingkat 5 sekolah Juara I antar 4 sekolah Prestasi Juara II antar 3 III antar 2 sekolah Juara 4. sekolah Tanpa prestasi Sub Kriteria 5 4 3 2 1 Penghasilan Penghasilan 1 Bobot dari orang tua digunakan acuan dalam kriteria beasiswa karena beasiswa harus 9 diberikan kepada siswa yang tepat sasaran, yang 4.3 Contex Diagram harus memperhitungan penghasilan atau kesanggupan orang tua untuk menyekolahkan anaknya, dengan penghasilan yang diperoleh orang tua siswa. Merupakan kriteria yang berhubungan dengan Pendapatan orang tua siswa. Pendataan nominal Gambar 1. Contex Diagram pendapatan orang tua siswa yang 4.4 Dekomposisi Diagram akan digunakan sebagai parameter layak tidak nya siswa menerima beasiswa. Penilaian dalam kriteria Pendapatan orang tua adalah, besar kecil nya pendapatan dari orang tua. Tabel 4 Rank Preferensi Penghasilan Kriteria Penghasilan Sub Kriteria Bobot < 1.000.000 5 1.000.000 – 1.250.000 1.250.000 – 1.500.000 1.500.000 – 1.750.000 > 1.750.000 4 Gambar 2. Dekomposisi Diagram 3 2 4.5 ERD Nama_ibu 1 Nama_ayah Id_siswa Kota Notelp Prestasi karekter Alamat Tgllahir Id_siswa Nama Id_ permohonan Tgl_ Permohonan Tanggungan Id_ Permohonan Tempat Id_siswa Siswa Melakukan Penghasilan Permohonan 1 1 1 Analisa Id_analisa Id_pemohonan C3 C1 C4 C2 Nilai_ preferensi Gambar 3. ERD 10 untukmengetahui nilai tertinggi sampaiterendah. 4.6 Relasi Tabel Adapun saran yang diberikan untuk SMA Nusa Bakti agar pengambangan aplikasi dapat terintegrasi dengan siswa yang mengajukan beasiswa, penerimaan siswa serta pengolahan nilai siswa, sehingga dapat lebih memajukan SMA Nusa Bakti. Daftar Pustaka [1] 5. KESIMPULAN DAN SARAN Pramudi Utomo, "Peningkatan Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Dari penelitian yang telah dilakukan Tehnik Universitas Negeri Yogyakarta," dapat disimpulkan bahwa 2011. 1. analisa masalah yang ada pada [2] pemberian beasiswa di SMA Nusa Sistem Pendukung Bakti selama ini hanya berdasarkan Sistem Cerdas. nilai Offset, 2005. akademik yang diperoleh Jay E. Aronson Efraim Turban, siswa serta penghasilan orang tua [3] siswa, sehingga penerima beasiswa Pendukung yang kurang tepat sasaran, Pemberian karena itu perlunya oleh penerapan Diana Dengan Keputusan dan Yogyakarta: Laily Fithri, "Sistem Keputusan Bantuan Metode Untuk Usaha Simple Andi Mikro Additive metode SAW dan FDAM sebagai Weighting," DSS untuk memperoleh penerima Universitas Muria Kudus, 2011. beasiswa yang layak menerima [4] beasiswa. Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu, Dengan analisa penghitungan Yakub, Fakultas Pengatar Teknik SIstem 2012. menggunakan SAW ini dapat digunakan [5] untuk pengambilan "Implementasi Metode Simple Additive keputusan karena setiap siswa memiliki Weighting Pada Sistem Pengambilan kriteria masing - masing yang akan Keputusan Sertifikasi Guru," 2011. dilakukan mendukung perankingan 11 Youllia Indrawaty, [6] Destriyana [12] Darmastuti, Andri Kristanto, Konsep Dasar "IMPLEMENTASI METODE SIMPLE Rakayasa ADDITIVE Yogyakarta: Gava Media, 2004. DALAM WEIGHTING SISTEM LOWONGAN WEB PENCARI INFORMASI KERJA UNTUK (SAW) BERBASIS REKOMENDASI KERJA TERBAIK ," Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, 2013. [7] Tata Sutabri, Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Iffset, 2012. [8] M.Kom Sutariyani, "Rancang Bangun Sistem Informasi Administrasi Mahasiswa Berbasis Web Menggunakan Metode User Centered Design (Studi Kasus : STMIK AUB SURAKARTA)," Ilmu Komputer, 2013. [9] Rosa A. S, Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung, Indonesia: Informatika, 2014. [10] metty.staff.gunadarma.ac.id/Do wnloads/files/13665/SI+ERD+bar.pdf diakses pada 2 July 2015,. [11] Yakub, Informasi. Pengantar Yogyakarta: CV. Sistem Graha Ilmu, 2012. 12 Perangkat Lunak.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Decision Support System for Acceptance Scholarship With Simple Additive Weighting Method
0
2
10
Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penentuan Penerima Beasiswa Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW).
0
6
21
Sistem Informasi Penjualan Pembelian dan Stok Menggunakan Decision Support System Dengan Menerapkan Simple Additive Weighting (Studi Kasus: Apotek "X").
0
0
24
Sistem Informasi Penjualan, Pembelian, Inventori dan Penentuan Supplier Menggunakan Decision Support System Simple Additive Weighting pada Apotik Mahkota.
1
6
23
Inventory Control dengan Menerapkan Decision Support System Metode Simple Additive Weighting.
0
0
20
Sistem Informasi Perpustakaan dengan Decision Support System Metode Simple Additive Weighting dan Barcode Scanner.
0
0
24
Aplikasi Perekrutan Dewan Pastoral Paroki dengan Fitur Decision Support System Metode Simple Additive Weighting.
0
0
18
KINERJA EXPANDING ADDITIVE BARU UNTUK ME
0
1
9
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)
0
1
6
Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Untuk Seleksi Penerima Beasiswa
1
1
5
Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Dana Pembangunan Mck Menggunakan Fuzzy Simple Additive Weighting Decision Support System to Determine Mck Fund Development Using Fuzzy Simple Additive Weighting
0
0
12
Penentuan Warga Penerima Jamkesmas Pada Nagari Sicincin Dengan Metode Simple Additive Weighting
0
0
12
Analisis Sistem Penentuan Penerimaan Beasiswa Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (Studi Kasus : IJF Rumah Zakat Pekanbaru)
0
0
6
Pemanfaatan Metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk Penentuan Penerima UKT Kelompok1
0
0
7
THE DECISION SUPPORT SYSTEM FOR EMPLOYEE RECRUITMENT USING SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING METHOD
0
0
120
Show more