PENGARUH MEROKOK TERHADAP KEJADIAN RHINOSINUSITIS PADA MAHASISWA PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG ANGKATAN 2012

20 

Full text

(1)

KARYA TULIS AKHIR

PENGARUH MEROKOK TERHADAP KEJADIAN RHINOSINUSITIS PADA MAHASISWA PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG ANGKATAN 2012

Oleh:

DETA ANGGREAWAN RENGGA 201110330311149

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)

PENGARUH MEROKOK TERHADAP KEJADIAN RHINOSINUSITIS PADA MAHASISWA PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG ANGKATAN 2012

KARYA TULIS AKHIR

Diajukan kepada

Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Fakultas Kedokteran

Oleh:

DETA ANGGREAWAN RENGGA

201110330311149

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

FAKULTAS KEDOKTERAN

(3)

LEMBAR PENGESAHAAN

LAPORAN HASIL PENELITIAN

Telah disetujui sebagai hasil penelitian untuk memenuhi persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Malang 28 Agustus 2015

Pembimbing I

dr. Indra Setiawan, Sp. THT.KL

Pembimbing II

dr. Rahayu, Sp.S

Mengetahui, Fakultas Kedokteran

Dekan,

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis telah berhasil menyelesaikan Karya Tulis akhir ini yang berjudul “Pengaruh Merokok terhadap Kejadian Rhinosinusitis pada Mahasiswa Perokok di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah

Malang Angkatan 2012”. Penulisan ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah

satu syarat untuk mencapai gelar sarjana Kedokteran jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

Penulis menyadari bahwa penyusunan tugas akhir ini kemungkinan jauh dari sempurna, walaupun demikian penulis telah berusaha semaksimal mungkin serta mendapatkan bantuan dan bimbingan dari Dosen Pembimbing dalam rangka penyusunan. Tanpa bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, sangatlah tidak mudah menjalani masa perkuliahan hingga pada penyusunan tugas akhir ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. dr. Irma Suswati, M. Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muahammadiyah Malang.

2. dr. Moch. Ma’roef, Sp.OG selaku Pembantu Dekan 1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

(5)

4. dr. Iwan Sys, Sp.KJ Pembantu Dekan 3 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

5. dr. Indra Setiawan, Sp.THT selaku Pembimbing I atas bimbingan, pelajaran, dukungan, saran, bantuan, dan kesabaran yang telah diberikan dalam penyusunan karya tulis akhir ini.

6. dr. Rahayu, Sp.S selaku pembimbing II atas kesabaran dan ketelitiannya dalam membimbing dan memberi saran dalam penyususnan karya tulis akhir ini.

7. dr. Annisa’ Hasanah, M. Si selaku penguji atas ketelitiannya dalam memberi saran dan masukan dalam penyusunan karya tulis akhir ini. 8. Orang tuaku tercinta H. Mayor Inf. Ahmad Yunus dan Hj. Siti Chomariah

yang telah sabar dalam mendidik, selalu memberikan semangat, dukungan moral maupun materil, serta doa-Nya selama ananda menuntut ilmu. Terima kasih banyak bapak dan ibu. Doakan anakmu dapat sukses dunia akhirat.

9. Adik-adikku tersayang Dio Arganata dan Dimas Rizki Akhsyarendra terima kasih atas bantuan doa dan semangatnya. Untuk Dio semoga cepat selesai kuliahnya, cepet lulus dengan nilai memuaskan. Untuk Dimas semoga tumbuh menjadi anak yang soleh, pinter, nurut orang tua. Semoga kita dapat menjadi orang yang sukses dan mampu membanggakan bapak ibu.

(6)

cepat lulus Nayla, segera diselesaikan kuliahnya. Mari kita kejar mimpi kita bersama-sama. Terima kasih atas semuanya.

11.Sahabat-sahabatku selama kuliah Yudi, Rozi, Ifan, Tegar, Rofwiun, Tomy, Fatur, Anto, Fajar, Ulu, Seno, Icus, Icha, Kiki, anak kentus dan kontrakan 38 terima kasih atas 3,5 tahun kebersamaan kita. Jika kita sudah menjadi orang yang hebat, jangan pernah lupa rasa sakitnya batu kerikil yang telah menggoreskan luka pada kaki kita dan jalan yang mungkin lebih gelap dari pada warna hitam. Tetap semangat dan rendah hati kawan. Sampai jumpa di puncak kesuksesan.

12.Staf TU, Pak Yono, Bu Endang, Mas Didit, Mas Faisal terima kasih atas bantuan dan kemudahan dalam urusan administrasi dan tugas akhir ini. 13.Teman-teman Fakultas Kedokteran Universitas Universitas

Muhammadiyah Malang angkatan 2011 yang menjadi teman seperjuangan selama menempuh pendidikan ini.

14.Semua pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan karya tulis ini juga mendoakan demi suksesnya karya tulis ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu.

Akhir kata penulis berharap semoga penelitian ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi semua pihak.

Malang, 28 Agustus 2015

(7)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PENGUJI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR SINGKATAN ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

1.4.3 Manfaat masyarakat ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Anatomi dan Fisiologi Hidung ... 5

2.1.1 Anatomi hidung ... 5

2.1.2 Fisiologi hidung ... 8

2.1.2.1 Penghidu ... 8

2.1.2.2 Jalan nafas ... 10

2.1.2.3 Aliran udara ... 10

2.1.2.4 Penyaringan partikel ... 11

2.1.2.5 Pengatur kondisi udara ... 11

2.1.2.6 Silia ... 12

2.1.2.7 Palut lendir ... 12

2.1.2.8 Transport mukosilia dan Mucocilliary clearance.... 13

(8)

2.2.1 Definisi ... 14

2.2.2 Epidemiologi dan etiologi ... 15

2.2.3 Patofisiologi ... 15

2.2.4 Klasifikasi ... 16

2.2.5 Gejala klinis ... 16

2.2.6 Diagnosis ... 17

2.2.7 Penatalaksanaan ... 18

2.2.8 Komplikasi ... 18

2.3 Rokok ... 19

2.3.1 Definisi rokok ... 19

2.3.2 Bahan-bahan kimia dalam rokok ... 19

2.3.3 Asap rokok ... 20

2.3.4 Kategori perokok ... 21

2.3.5 Jenis rokok ... 22

2.4 Pengaruh Merokok terhadap Hidung dan Sinus ... 22

2.5 Beberapa Kriteria untuk Mendiagnosis Rhinosinusitis ... 24

2.5.1 Berdasarkan kriteria konvensional diagnosis Rhinosinusitis menurut Chow ... 24

2.5.2 Berdasarkan EPOS ... 24

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN . 26 3.1 Kerangka Konseptual Penelitian ... 26

3.2 Hipotesis Penelitian ... 27

BAB 4 METODE PENELITIAN ... 28

4.1 Jenis Penelitian ... 28

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 28

4.3.1 Populasi ... 28

4.3.2 Sampel ... 28

4.3.3 Besar Sampel ... 29

4.3.4 Teknik pengambilan sampel ... 30

4.4 Karakteristik Sampel Penelitian ... 30

4.4.1 Kriteria inklusi ... 30

4.4.2 Kriteria eksklusi ... 30

4.5 Variabel Penelitian ... 30

4.5.1 Variabel bebas ... 30

4.5.2 Variabel tergantung ... 30

4.6 Definisi Operasional ... 31

(9)

4.8 Prosedur Penelitian ... 33

4.9 Alur Penelitian ... 34

4.10Analisis Data ... 34

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA ... 35

5.1 Hasil Penelitian ... 35

5.1.1 Insiden Rhinosinusitis pada responden ... 35

5.1.2 Insiden Rhinosinusitis berdasarkan derajat merokok ... 36

5.1.3 Insiden Rhinosinusitis berdasarkan jenis rokok ... 37

5.2 Analisis Data ... 38

BAB 6 PEMBAHASAN ... 39

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ... 45

DAFTAR PUSTAKA ... 47

(10)

DAFTAR SINGKATAN

TMS : Transpor mukosilia KOM : Kompleks osteomeatal

ETS : Enviromental Tobacco Smoke CO : Carbon monoksida

EPOS : European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polip SI : Smoking Index

TU : Tata usaha

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gamba Halaman

2.1 Anatomi Hidung Lateral View ... 6

2.2 Anatomi Sinus Lateral view ... 7

2.3 Anatomi Sinus Anterior View ... 8

2.4 Section of Nasal or Sinus Wall ... 9

2.5 Mucocilliary Clearance ... 13

2.6 Rhinosinusitis ... 14

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Penjelasan Untuk Mengikuti Penelitian ... 51

2. Pernyataan Persetujuan untuk Berpartisipasi dalam Penelitian ... 52

3. Kuesioner Penelitian ... 53

4. Data Penelitian ... 56

5. Data Gejala Rhinosinusitis ... 58

6. Analisis Data Spearman ... 61

7. Crosstab ... 62

8. Surat Ijin Penelitian ... 65

(14)

DAFTAR PUSTAKA Adam Malik pada Tahun 2011. E-Jurnal FK-USU, 1(1).

Aula, L.E. 2010. Stop Merokok. Yogyakarta: Garailmu.

Aurora, J. 2002. Development of Nasal Delivery Systems: A Review. Drug Development & Delivery, 2(7).

Bachert, C., Pawankar, R., Zhang, L., Bunnag, C., Fokkens, W.J., Hamilos, D.L., et all. 2014. ICON: Chronic Rhinosinusitis. World Allergy Journal, 7(25). Ballenger, J.J. 2010. Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher.

Edisi 13. (Eds). Jakarta: Binarupa Aksara, 11-25.

Benjamin, R.M. 2010. How Tobacco Smoke Causes Disease What it Means to You. A Report of The Surgeon, 2.

Beule, A.G. 2010. Physiology and Patophysiology of Respiratory Mucosa of The

Nose and The Paranasal Sinuses. GMS Current Topics in

Otorhinolaryngology – Head and Neck Surgery, 9, 1865-1011.

Broek, V.D., Debruyne, F., Feenstra, L., Marres, H.A.M. 2010. Buku saku: Ilmu Kesehatn Tenggorok, Hidung, dan Telinga. Edisi 12. In A. Hartono, N. Iskandar (Ed). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 96-117.

Chow, A. W., Benninger, M. S., Brook, I., Brozek, J.L., Goldstein, E. J. C., Hicks, L. A. 2012. IDSA Clinical Practice Guidline for Acute Bacterial Rhinosinusitis in Children and Adults. Clinical Infectious Disease Advanca Access, Oxford Journals.

Cornelius, T., Indarto, W.D. 2008. Analisis Pola Konsumsi Rokok Sigaret Kretek Mesin, Sigaret Kretek Tangan, dan Sigaret Putih Mesin. Kajian Ekonomi dan Keuangan, 7(4).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2012. Merokok Membahayakan

Kesehatan dan Merugikan Perekonomian Masyarakat. Pusat Komunikasi

Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Available at:

http://www.depkes.go.id/article/view/2078/merokok-membahayakan-kesehatan-dan-merugikan-perekonomian-masyarakat.html. Diakses pada 25 Oktober 2014.

(15)

Fokkens, W., Lund, V., Mullol, J., Bachert, C., Cohen, N., Cobo, R. 2007. European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polyps (EPOS). R.S. Wardani, D. Soetjipto, et all (eds). Jakarta, 3.

Foulds, J., Delnevo, C., Ziedonis, D.M., Steinberg, M.B. 2008. Health Effects of Tobacco, Nicotine, and Exposure of Tobacco Smoke Pollution. Handbook of the Medical Consequences of Alcohol and Drug Abuse. The Haworth Press, Inc, 423-459.

Hamilos, D.L. 2011. Chronic Rhinosinusitis: Epidemiology and Medical Management. Journal Allergy Clinical Immunology, 128, 693-707.

Hastan, D., Fokken, W.J., Bachert, C., Newson, R.B., Bislimovska, J., Bockelbrink, A. 2011. Chronic Rhinosinusitis in Europe – An Underetimated Disease. European Journal of Allergy and Clinical Immunology, 66, 1216-1223.

Jaffe, D., Chavasse, L. 2009. Comparing The CO Content of Cigarette Smoke and Auto Exhaust Using Gas Chromatography. Journal College Science Teaching, 172-176. Journal of Advance Research, 1, 179-186.

Mulyarjo. 2004. Diagnosis Klinik Rhinosinusitis Kronis. In Mulyarjo, S. Soedjak, W.A. Kentjono, S. Harmadji, S. Herawati (eds). Universitas Airlangga Surabaya, 17-23.

Netter, F.H. 2013. Atlas of Human Anatomy 5th Edition. Inggris:

Newson, R., Bachert, C., Gunnbjornsdottir, M.I. 2010. Reliability of EP3OS Symptom Criteria and Nasal Endoscopy in the Assessment of Chronic Rhinosinusitis – A GA2LEN Study. European Journal of Allergy and Clinical Immunology.

Raja, D.S., Sultana, B. 2013. Health Risk of Environmental Tobacco Smoke (ETS). The Internet Journal of Allied Health Sciences and Practice, 11(2). Rajagopal, M.R., Paul, J. 2005. Applied Anatomy and Physiology of the Airway

and Breathing. Indian Journal of Anaesthesia, 49(4), 251-256.

Rosenfeld, R.M., Andes, D., Bhattacharyya, N., Cheung, D., Eisenberg, S., Ganiats, T. G., et all. 2007. Clinical Practice Guideline: Adult Sinusitis. Journal Otolaryngology – Head and Neck Surgery, 137, 1-31.

Sastroasmoro, S., Ismael, S. 2011. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian. Jakarta: Binarupa Aksara, 66-77.

(16)

Selvianti, Kristyono, I. 2008. Patofisiologi, Diagnosis dan Penatalaksanaan Rinosinusitis Kronik tanpa Polip Nasi pada Orang Dewasa. Media Jurnal THT – KL, 1(1).

Shi, J.B., Fu, Q.L., Zhang, H., Cheng, L., Wang, Y.J., Zhu, D.D., et al. 2015. Epidemiology of Chronic Rhinosinusitis: Result from a Cross-sectional Survey in Seven Chinese Cities. Allergy, European Journal of Allergy and Clinical Immunology, 70, 533-539.

Singh, V., Tiwari, K.M. 2014. An Update of Rhinosinusitis.Otolaryngology Online Jurnal, 4(1).

Sussana, D., Hartono, B., Fauzan, H. 2008. Penentuan Kadar Nikotin dalam Asap Rokok. Makara, Kesehatan, 7(2), 38-41.

Talhout, R., Schulz, T., Florek, E., Benthem, J.V., Wester, P., Opperhuizen, A. 2011. Hazardous Compounds in Tobacco Smoke. International Journal of Environmental Research and Public Health, 8, 613-628.

Tamashiro, E., Coben, N.A., Palmer, J.N., Lima, W.T.A. 2009. Effects of Cigarette Smoking on the Respiratory Epithelium and its Role in the

Pathogenesis of Chronic Rhinosinusitis. Brazilian Journal of

Otorhinolaryngology, 75(6).

Waciko, K.J. 2014. Pengaruh Jumlah Rokok yang Dihisap Setiap Hari Terhadap Penyakit Kanker Paru-Paru pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bali International Institute of Tourism Management (STIE-BITTM) Sahid. Soshum Jurnal Sosial dan Humaniora, 4(1), 59-65.

World Health Organization. 2012. Global Adult Tobacco Survey: Indonesia Report 2011. GATS Indonesia, 1.

Yadav, J., Kaushik, G., Ranga, R.K. 2014. Passive Smoking Affects Nasal Mucocilliary Clearance. Journal Indian Academy of Clinical Medicine, 15(2), 96-99.

(17)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rhinosinusitis merupakan peradangan pada mukosa hidung dan sinus paranasal (Singh, 2014). Rhinosinusitis disebabkan karena adanya gangguan drainase pengeluaran sekret di dalam sinus sehingga terjadi penumpukan sekret yang menjadi media pertumbuhan kuman yang menyebabkan peradangan pada mukosa. Rhinosinusitis dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup seperti gangguan tidur, depresi, cemas, rasa lelah, disfungsi seksual hingga kematian (Schalek, 2011).

Data terbaru di Eropa menjabarkan bahwa Rhinosinusitis mengenai 5-15% populasi umum (Bachert, 2014). The National Health Interview Survey menyatakan sekitar 14-16% populasi di US terkena Rhinosinusitis (Rosenfold, 2007). Survey yang dilakukan pada 73.364 orang di US menyatakan bahwa prevalensi terjadinya Rhinosinusitis sebanyak 3,4% pada pria dan 5,7% pada wanita (Hastan, 2011). Data DEPKES RI 2003, penyakit hidung dan sinus berada pada urutan ke-25 dari 50 dari penyakit yang sering dijumpai atau sekitar 102.817 penderita rawat jalan di rumah sakit. Data Divisi Rinologi Departemen THT RSCM Januari-Agustus 2005 menyebutkan bahwa jumlah pasien rinologi sebesar 435 orang dengan jumlah penderita Rhinosinusitis sebanyak 69% (Arivalagan, 2013).

Rokok mengandung lebih dari 7000 senyawa kimia diantaranya nikotin, tar, carbonmonoksida (CO), dan timbal. Saat senyawa kimia tersebut masuk kedalam

(18)

2

mencapai paru dengan cepat saat dihirup, lalu akan memasuki pembuluh darah dan mengikuti aliran darah. Darah yang mengandung senyawa kimia ini dibawa ke seluruh jaringan tubuh manusia. Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan jaringan tubuh mulai dari paru, pembuluh darah, organ lainnya, dan pada akhirnya akan menyebabkan kematian (Benjamin, 2010). Penelitian epidemiologi tembakau di dunia menunjukkan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini berlanjut, diperkirakan terjadi 10 juta kematian akibat rokok di tahun 2020 (Depkes RI, 2012).

Asean Tobacco Control Report Card tahun 2008 melaporkan ada 124,69 juta dari

populasi penduduk di Asia Tenggara adalah perokok. Indonesia menyumbangkan bilangan terbesar dengan jumlah 57,56 juta perokok yaitu 46,16% dari jumlah keseluruhan perokok di Asia Tenggara. Persentase perokok aktif di Indonesia berdasarkan usia adalah 5-9 tahun (1,7%), 10-14 tahun (17,5%), 15-19 tahun (43,3%), dan 20-24 tahun (14,6%) (World Health Organization, 2012).

Berdasarkan data dari WHO 2012 usia perokok terbanyak terjadi pada usia 15-24 tahun (57,9%), dimana mahasiswa juga termasuk kedalam usia tersebut. Dimasa mendatang, mahasiswa fakultas kedokteran akan menjadi petugas kesehatan yang akan bertanggung jawab dalam program menghentikan kebiasaan merokok pada masyarakat. Petugas kesehatan dianggap sebagai contoh berperilaku hidup sehat di dalam masyarakat. Apabila petugas kesehatan juga merokok, akan memberikan dampak buruk pada masyarakat(Aggarwal, 2012).

(19)

3

berkurang. Di lain hal, merokok menyebabkan peningkatan jumlah dan ukuran dari sel goblet yang akan meningkatkan produksi mukus di hidung. Penumpukan sekret ini menjadi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri, yang dapat menyebabkan peradangan pada hidung dan sinus yang disebut Rhinosinusitis (Tamashiro, 2009).

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh merokok terhadap kejadian Rhinosinusitis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2012.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah terdapat pengaruh merokok terhadap kejadian rhinosinusitis pada mahasiswa perokok di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2012?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan umum

Mengetahui pengaruh merokok terhadap kejadian Rhinosinusitis pada mahasiswa perokok di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2012.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui insiden Rhinosinusitis pada Mahasiswa perokok FKUMM Angkatan 2012

(20)

4

3. Mengetahui insiden Rhinosinusitis berdasarkan jenis rokok pada Mahasiswa FKUMM Angkatan 2012

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat klinis

Memberikan informasi tentang pengaruh merokok terhadap kejadian Rhinosinusitis

1.4.2 Manfaat akademis

Menambah wawasan khasanah ilmu pengetahuan kedokteran dan sebagai dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan pengaruh merokok terhadap kejadian Rhinosinusitis

1.4.3 Manfaat masyarakat

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (20 pages)