Feedback

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)

Informasi dokumen
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang) SKRIPSI UntukMemenuhi Salah SatuPersyaratanMencapai DerajadSarjanaEkonomi Oleh : Elly Tria Chairunnissa NIM : 201210170311068 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-MU peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: “Analisis Sistem Pengendalian Intern Dalam Proses Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) (Studi Kasus Pada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang). Dengan selesainya skripsi ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Dr. Nazaruddin Malik, M.Si selaku Dekan fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. 2. Ibu Dra. Siti Zubaidah, MM., Ak selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. 3. IbuDra. Sri WahjuniLatifah, MM.,Ak selaku dosen wali dari kelas B Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. 4. Bapak Drs. SetuSetyawan, MM selakudosen pembimbing I dan Bapak Drs. DhanielSyam, MM.,Ak., CA selakudosen pembimbing II yangtelahmemberikanbimbingandanarahanselamapenyusunanskripsiini. 5. SeluruhDosenAkuntansi FEB-UMM yang telahmemberikanilmudanmendidikhinggapenulisdapatmenyelasaiakanstudi. 6. Bapak Eric, IbuYanti, dan Mbak Indry dari Bank Rakyat Indonesia Unit OroOro Dowo Malang yang telah membantu saya dalam memperoleh data yang saya perlukan dalam penulisan skripsi ini. 7. Papa dan mamaku tercinta, tersayang, dan terkasih yang selalu mendoakan danselalu memberikan dukungan dan semangat disaat aku sedih, susah, capek, malasataupunbahagia. i 8. Keduakakakku, Mbak IkadanMbak Kiki tercinta yang selalu mendukung aku. I love you guys. 9. Seseorang yang selalumengingatkanakuuntuksemangatmengerjakanskripsidan yang paling special ZendryMaulanaIndraYogatama. Terimakasihbanyak. 10. Keluarga besar kelas B Akuntansi UMM angkatan 2012. 11. Rekan seperjuangan Dewi, Ria,Arsi, Rezky yang akhirnya kita bisa barengan selesainya guys. 12. Temensebimbingan Pak Setudan Pak Dhaniel yang selalusama-samaberjuang demi skripsidan target lulus Mei. Akhirnyakitabisalulusbareng. 13. Teman KKN yang pedulidanpernahkasihakusemangatUnadan Habib. Terimakasih. 14. Rekan-rekan dan semua pihak yang tidak mungkin saya sebut satu-persatu. Disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki penulis, oleh karena itu penulis mengharapkan saran yang membangun agar tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb Malang, 25 April 2016 Peneliti ii PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang sepengetahuan saya, di dalam Naskah Skripsi ini tidak ada terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah diteliti atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. Malang, 25 April 2016 Mahasiswa Elly Tria Chairunnissa 201210170311068 iii DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR . i LEMBAR ORISINALITAS . iii DAFTAR ISI . iv DAFTAR GAMBAR . vii DAFTAR TABEL. viii DAFTAR LAMPIRAN . ix ABSTRAKSI. x ABSTRACT . xi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang . 1 B. Rumusan Masalah. 4 C. Tujuan Penelitian . 4 D. Manfaat Penelitian . 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Review Penelitian Terdahulu. 6 B. LandasanTeori . 7 1. SistemPengendalian Intern . 7 1.1 Pengertian Sistem Pengendalian Intern . 7 1.2 TujuanUmumSistemPengendalian Intern . 7 1.3 ElemenUtamaSistemPengendalian Intern Bank. 8 1.3 AtributPengendalian Internal . 23 1.4 Ciri-CiriSistemPengendalian Internal Yang Baik . 25 1.5 Unsur-UnsurSistemPengendalian Intern . 27 1.6 SistemPengendalian Internal Perbankan . 28 2. Kredit. 29 2.1 Pengertian Kredit . 29 2.2 Tujuan Kredit. 30 2.3 Unsur-Unsur Kredit . 31 iv 2.4 Macam-Macam Kredit. 31 2.5 Prinsip-Prinsip Dalam Pemberian Kredit . 33 3 Kredit Usaha Rakyat (KUR) . 34 3.1 Pengertian Kredit Usaha Rakyat. 34 3.2 Ketentuan Kredit Usaha Rakyat . 34 4 PengawasanKredit . 23 4.1 Pengertian Pengawasan Kredit . 35 4.2 Tujuan Pengawasan Kredit . 35 4.3 Sarana Pengawasan Kredit . 24 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian . 39 B. Jenis Penelitian . 39 C. Jenis dan Sumber Data . 39 D. Teknik Pengumpulan Data . 39 E. Teknik Analisis Data . 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan . 42 B. Data Penelitian. 48 1. Kredit Usaha Rakyat Bank Rakyat Indonesia . 49 1.1 AgunanKreditUsah Rakyat Bank Rakyat Indonesia . 49 1.2 Proses Analisis 5C PemberianKredit Usaha Rakyat . 49 1.3 Proses PemberianKredit Usaha Rakyat . 51 2. SistemPengendalian Internal Kredit Usaha Rakyat . 52 2.1 SistemPengendalian Internal ProsedurPermohonanKredit Usaha Rakyat . 52 2.2 SistemPengendalian Internal ProsedurPencairanKredit Usaha Rakyat . 55 C. Analisis danPembahasan . 58 1. PelaksanaanSistemPengendalian Intern. 58 a. StrukturOrganisasi Yang MemisahkanTanggungJawab FungsionalSecaraTepat. 58 v b. SistemPemberianWewenang Serta ProsedurPencatatan Yang Layak. 59 c. Praktik Yang SehatHarusDiikutiDalamMelaksanakan TugasdanFungsi Dari SetiapBagian . 59 d. Pegawai Yang KualitasnyaSeimbangDenganTanggung Jawabnya . 60 2. PenerapanSistemPengendalian InternDalam Proses Pemberian Kredit Usaha Rakyat . 63 a. PengawasanOlehManajemendanKulturPengendalian . 63 b. IdentifikasidanPenilaianResiko . 64 c. KegiatanPengendaliandanPemisahanFungsi . 65 d. InformasidanKomunikasi . 70 e. KegiatanPemantauandanTindakanKoreksiPenyimpangan . 71 3. Pembahasan . 54 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan . 72 B. Saran . 73 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN vi DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Struktur Organisasi . 45 Gambar 4.3Flow Chart Prosedur Permohonan KUR . 54 Gambar 4.4 Flow Chart Prosedur Pencairan KUR . 57 Gambar 4.6 Usulan Flow Chart Prosedur Permohonan KUR. 68 Gambar 4.5 Usulan Flow Chart Prosedur Pencairan KUR . 69 vii DAFTAR TABEL Tabel 4.2 Realisasi dan Jumlah Debitur Program KUR . 48 Tabel 4.5 Riwayat Pendidikan Personil . 62 viii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Surat Bukti Penelitian Lampiran 2: Formulir Pengajuan Kredit Lampiran 3: Formulir Kunjungan Kepada Penunggak Lampiran 4: Slip Penarikan Lampiran 5: Tanda Bukti Penarikan Lampiran 6: Slip Penyetoran Lampiran 7: Tanda Bukti Penyetoran Lampiran 8: Kwitansi Realisasi ix DAFTAR PUSTAKA Abdulkadir., Rilda, M. 2000. Lembaga Keuangan dan Pembiayaan. PT Citra Aditya Bakti. Bandung. Aidil. 2014. “Analisis Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pada Bank BRI Kanca Tebing Tinggi Unit Sei Rampah”. Jurnal Ilmiah Accounting Changes, Vol 2, No. 1, hlm:30-31. Bank Indonesia. 2003, Pedoman Standart Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum, Jakarta, h 1. Bank BRI. Available online at: http://www.bri.co.id/articles/9(Diakses pada tanggal 20 Februari Pukul 21.18 WIB). Firdaus, H.R., Ariyanti, M. 2009. Manajemen Perkreditan Bank Umum. Alfabeta. Bandung. Firdaus., Rachmat., Ariyanti., dan Maya. 2001. Pengantar Teori Moneter. Alfabeta. Bandung. Hasibuan., Malayu S.P. 2001. Dasar-Dasar Perbankan. Rinek Cipta. Jakarta. Kasmir. 2002. Manajemen Perbankan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Kuncoro., Mudrajad., dan Suhardjono. 2002. Manajemen Perbankan. BPFE. Yogyakarta. Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Ediai Ketiga. Salemba Empat. Jakarta. Mulyadi. 2002. Auditing. Edisi kesatu. Salemba Empat. Jakarta. Muhammad., Wibowo. 2011. Sistem Informasi Manajemen. UPP STIM YKPN. Yogyakarta. Muljono., PudjoTeguh. 2001. Manajemen Perkreditan Bagi Bank Komersil. BPFE-YOGYAKARTA. Yogyakarta. Papalangi, R. 2013. “Penerapan SPI Dalam Menunjang Efektivitas Pemberian Kredit UKM Pada PT. BRI (PERSERO) Tbk Manado”. Jurnal EMBA, Vol. 1, No.3, hlm:1214-1215. Suwardjono, 2003, Akuntansi Pengantar; EdisiKetiga, BPFE-YOGYAKARTA, Jogjakarta. Saraswati, R. 2012. “Peranan Analisis Laporan Keuangan, Penilaian Prinsip 5C Calon Debitur Dan Pengawasan Kredit Terhadap Efektivitas Pemberian Kredit Pada BPR Bank Pasar Kabupaten Temanggung”. Jurnal Nominal, Vol 1, No. 1, hlm:3. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung. ii iii iv v vi vii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan semakin berkembangnya volume pembangunan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, maka semakin besar pula peranan yang dilakukan Bank terkait dengan kebutuhan masyarakat akan dana. Bagi Bank sendiri, hal ini merupakan peluang bagi perkembangan usaha mereka karena salah satu sumber pendapatan utama yang diperoleh adalah dari operasi perkreditan. Sebagaimana telah diketahui, sekarang ini persaingan antar Bank semakin tinggi. Fenomena bermunculannya bank-bank yang semakin banyak dengan variasi kredit dan produk yang ditawarkan, mengakibatkan persaingan yang besar pula sehingga untuk mengantisipasinya pihak perbankan berlomba-lomba menyalurkan kredit sebesar mungkin dengan tetap harus menjaga kehati-hatian dalam melakukan kebijakan perkreditannya melalui analisis kredit maupun kebijakan dalam pengelolaannya. Akan tetapi, tetap saja tidak semua penyaluran kredit akan memberikan keuntungan kembali. Karena dalam hal ini seringkali pengembalian kredit yang disalurkan tidak berjalan dengan lancar dan pada kenyataannya tidak pernah lepas dari adanya kredit bermasalah. Menurut Kuncoro (2002:68) Bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Maka dari itu Bank sebagai penyalur dana, dalam aktivitas perbankannya harus mempunyai dana untuk memberikan kredit kepada masyarakat. Hasibuan (2001:87) menyatakan bahwa kredit adalah semua jenis pinjaman yang harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjam sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara Bank dan peminjam. Sedangkan menurut Firdaus dan Ariyanti (2009:2) menyatakan bahwa kredit adalah suatu bantuan yang memungkinkan seseorang untuk memperoleh uang, barang-barang atau 1 2 tenaga kerja, dengan cara membuat perjanjian dengan Bank yang disuatu waktu harus dibayar kembali. Pemerintah meluncurkan kredit bagi UMKM yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bekerja sama dengan Bank Umum sebagai penyalur dana tersebut. Adapun Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini memiliki tujuan untuk menambah modal usaha dari UMKM dengan cara memberikan pinjaman untuk usaha yang didirikannya, serta dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat yang secara langsung merupakan upaya untuk mengurangi kemiskinan. Kredit atau pinjaman merupakan kegiatan pokok yang menghasilkan keuntungan atau laba bagi pihak Bank. Tidak hanya Bank yang mendapatkan keuntungan dari kredit atau pinjaman tersebut, akan tetapi kredit atau pinjaman tersebut merupakan salah satu faktor penting penunjang kegiatan UMKM itu sendiri. Hal ini karena kredit atau pinjaman dapat mendorong atau memperlancar kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuhan modal. Atas diajukannya permohonan peminjaman kredit tersebut, tentu saja harus mengikuti semua prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak Bank yang bersangkutan. Selain itu, pemohon harus mengetahui hak dan kewajiban yang akan timbul dari masing-masing pihak yaitu debitur dan kreditur dengan adanya perjanjian Kredit Usaha Rakyat (KUR), mengingat segala sesuatu dapat saja timbul menjadi suatu permasalahan apabila tidak ada pengetahuan yang cukup tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dilihat dari sudut pandang debitur memang Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini sangat menguntungkan, namun jika dilihat dari sudut pandang Bank sebagai penyalur dana tersebut diperlukan pengendalian yang baik untuk mengatasi resiko kerugian yang mungkin timbul. Sehingga bila tidak dikelola dengan baik dan juga disertai dengan adanya pengendalian dan pengawasan yang memadai, hal ini akan mengancam kelangsungan hidup Bank tersebut. Dalam memberikan kredit, Bank harus mempunyai kepercayaan terhadap calon debitur bahwa dana yang diberikan akan digunakan sesuai dengan tujuan dan nantinya akan dikembalikan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara calon debitur dan pihak Bank. 3 Sistem yang memadai akan dapat membantu tugas pimpinan untuk mengendalikan segala sesutu yang terjadi dan digunakan sebagai alat untuk menghindari serta mengurangi hal-hal merugikan perusahaan. Penilaian terhadap prospek usaha nasabah merupakan bentuk kehati-hatian Bank dalam menyalurkan kredit jenis ini dan merupakan cara Bank untuk mempercayai nasabah bahwa dengan memiliki usaha yang baik dirinya bisa mengembalikan kredit yang dipinjamnya dari Bank. Untuk itu diperlukan Sistem Pengendalian Intern yang kuat sebagai dasar kegiatan operasional Bank yang sehat dan aman dalam manajemen Bank. Dengan terselenggaranya pengendalian internal yang memadai dalam bidang perkreditan, berarti menunjukkan sikap kehati-hatian dalam pemberian kredit tersebut. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Agustina (2007) yang menyatakan bahwa sistem pengendalian internal yang diterapkan PT. BPR Nusantara Wlingi sudah baik dilihat dari struktur organisasi yang telah memisahkan tanggung jawab, semua aktivitas melalui sistem otorisasi pejabat yang berwenang, praktek yang sehat dan mutu karyawan yang dilihat dari tingkat pendidikan, pengalaman kerja dan kemampuannya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehingga dapat menghasilkan laporan yang tepat waktu. Selanjutnya adapun penelitian yang dilakukan oleh Wijaya (2004) yang menyatakan bahwa sistem pengandalian internal yang diterapkan pada KPRI “Bina Sejahtera” masih terdapat beberapa kelemahan, seperti tidak dilaksanakannya otorisasi oleh ketua, praktek belum sehat karena dokumen belum bernomor urut cetak dan pemeriksaan dilaksanakan dengan pemberitahuan kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PROSES PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) (StudiKasusPada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Oro-Oro Dowo Malang)

Gratis