Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara

Gratis

5
25
85
2 years ago
Preview
Full text
Lampiran 1 INFORM CONSENT LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN Nama Peneliti : Sartika Rajagukguk NIM : 121101134 JudulPenelitian : Hubungan Sttaus Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Peneliti adalah mahasiswa program studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi berhubungan dengan siklus menstruasi. Saudara telah diminta untuk berpartisipas idalam penelitian ini. Partisipasi ini sepenuhnya bersifat sukarela. Saudara boleh memutuskan untuk berpartisipasi atau mengajukan keberatanatas penelitian ini kapanpun saudara inginkan tanpa ada konsekuensi dan dampak tertentu. Sebelum Saudara memutuskan, saya akan menjelaskan beberapa hal sebagai bahan pertimbangan untuk ikut serta dalam penelitian, sebagai berikut: 1. Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di program studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Manfaat penelitian untuk dapat memberikan tambahan informasi bagi mahasiswa keperawatan tentang hubungan status gizi dengan siklus menstruasi. 2. Jika Saudara bersedia ikut dalam penelitian ini, peneliti akan memberikan angket berisi beberapa pertanyaan mengenai status gizi dan siklus menstruasi yang harus Saudara isi sesuai dengan petunjuk pengisian yang tertera dalam angket. Pengisian angket ini akan membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit. 3. Penelitian ini tidak menimbulkaan resiko. Apabila Saudara merasa tidak aman saat pengumpulan data, Saudara boleh tidak menjawab atau mengundurkan diri dari penelitian ini. 4 Universitas Sumatera Utara 4. Semua catatan yang berhubungan dengan penelitian akan dijamin kerahasiannya. Peneliti akan memberikan hasil penelitian ini kepada saudara jika saudara menginginkannya. Hasil penelitian akan diberikan kepada institusi tempat peneliti belajar dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas. 5. Jika ada yang belum jelas, silahkan Saudara tanyakan kepada peneliti. 6. Jika Saudara sudah memahami dan bersedia ikut berpartisipasi dalam penelitian ini, silahkan Saudara menandatangani lembar persetujuan yang akan dilampirkan. Terimakasih atas partisipasi Saudara dalam penelitian ini. Peneliti, Sartika Rajagukguk 26 Universitas Sumatera Utara Lampiran 2 KUESIONER PENELITIAN Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri A. Data demografi Petunjuk pengisian: isilah data dibawah ini dengan tepat dan benar. Berilah tanda check list √( ) pada kotak pilihan yang tersedia, atau dengan mengisi titik -titik sesuai dengan situasi dan kondisi Saudara saat ini. 1. Nama/ inisial : 2. Usia : 3. Usia Menarche : Dibawah 12 tahun (menstruasi pertama kali) 12-13 tahun Diatas 13 tahun 4. Riwayat merokok : ฀ Ada ฀ Tidak ada 5. Penyakit ginekologis : ฀ Ada (Sebutkan) ……… (Peenyakit pada sistem Reproduksi) 6. Penyakit lain ฀ Tidak ada : ……… 27 Universitas Sumatera Utara B. Data Antropometri 1. Berat Badan 2. Tinggi Badan : : kg cm C. Siklus Menstruasi 1. Siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya Anda mengalami .menstruasi yang lalu dan mulainya menstruasi berikutnya. Berapa harikah .siklus menstruasi Anda berlangsung? a. 21-35 hari b. < 21 hari c. > 35 hari 2. Berapa harikah lamanya menstruasi Anda berlangsung? a. 3-7 hari b. < 3 hari c. > 7 hari 28 Universitas Sumatera Utara JADWAL TENTATIF PENELITIAN JenisKegiatan Sept. Oktober Nov. Des. Januari Februari Maret 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 April Mei Juni Juli Agustus 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Mengajukanjudul Menetapkanjudul Menyiapkan proposal Mengajukansidang proposal Sidang proposal Revisi proposal UjiValiditas Ujireliabilitas Pengumpulan data dananalisa data Penyusunanlaporan skripsi Ujianskripsi Revisi Mengumpulkanskri psi 4 Universitas Sumatera Utara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 U 19 19 19 19 18 18 19 19 18 19 19 17 18 18 19 18 18 18 19 19 19 18 19 18 19 18 19 18 19 19 18 17 18 19 19 19 19 UM 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 1 2 RM 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PL 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SM 2 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 Universitas Sumatera Utara 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 18 18 19 18 19 19 18 18 19 19 18 19 19 18 19 19 19 19 18 17 19 19 18 18 19 19 18 19 19 18 19 19 19 18 18 18 19 17 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 1 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 3 Universitas Sumatera Utara 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 Kode Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 18 19 19 18 19 18 18 19 18 19 19 19 18 18 19 18 19 19 19 19 19 2 2 3 2 3 2 2 3 1 3 2 2 1 3 2 3 3 3 2 2 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 BB TB IMT 1 2 1 3 2 2 1 2 3 3 3 2 1 1 3 1 2 1 3 3 2 1 2 2 2 1 1 1 2 3 2 2 2 2 2 3 4 2 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2 1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 Kategori IMT Koding underweight underweight healthy overweight healthy healthy healthy healthy healthy overweight obese healthy underweight 1 1 2 3 2 2 2 2 2 3 4 2 1 4 Universitas Sumatera Utara 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 2 1 1 1 1 2 1 3 1 1 2 3 2 1 1 2 1 2 2 1 3 1 3 3 1 1 1 3 1 2 3 2 2 3 1 2 3 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 3 1 2 2 1 2 1 1 3 2 3 2 1 1 2 2 1 1 3 1 2 2 3 2 1 1 healthy healthy underweight healthy underweight overweight healthy healthy healthy healthy healthy overweight healthy healthy underweight healthy overweight healthy healthy healthy healthy healthy overweight obese healthy healthy healthy healthy overweight healthy overweight healthy healthy overweight underweight healthy obese healthy 2 2 1 2 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 1 2 3 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 1 2 4 2 2 2 1 2 1 3 2 2 2 2 2 3 2 2 1 2 3 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 3 2 3 2 2 3 1 2 4 2 5 Universitas Sumatera Utara 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 2 2 3 2 1 3 3 1 2 3 1 1 3 1 1 3 3 1 2 1 2 3 3 2 2 3 1 1 3 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 3 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 2 3 2 1 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 1 2 3 healthy underweight overweight underweirght underweight overweight healthy healthy healthy overweight healthy underweight healthy healthy underweight healthy healthy healthy healthy underweight healthy healthy overweight healthy healthy overweight healthy underweight overweight underweight healthy healthy overweight healthy overweight overweight healthy healthy 2 1 3 1 1 3 2 2 2 3 2 1 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 3 2 2 3 2 1 3 1 2 2 3 2 3 3 2 2 2 1 3 1 1 3 2 2 2 3 2 1 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 3 2 2 3 2 1 3 1 2 2 3 2 3 3 2 2 6 Universitas Sumatera Utara 90 91 92 93 94 95 96 1 1 2 2 2 3 1 1 1 1 2 2 1 1 healthy healthy overweight healthy healthy overweight healthy 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 2 7 Universitas Sumatera Utara No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 39 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Siklus Menstruasi p1 p2 2 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah Kategori Koding 3 2 2 4 2 2 2 2 2 4 2 2 4 2 2 4 4 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 4 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 tidak teratur teratur teratur tidak teratur teratur teratur teratur teratur teratur tidak teratur teratur teratur tidak teratur teratur teratur tidak teratur tidak teratur teratur tidak teratur teratur teratur teratur teratur teratur teratur teratur teratur tidak teratur teratur tidak teratur teratur teratur teratur teratur teratur teratur tidak teratur teratur teratur teratur 2 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 8 Universitas Sumatera Utara 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 2 1 3 1 1 1 1 1 3 1 3 1 3 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 3 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 3 1 1 1 3 2 1 1 1 1 3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 1 3 1 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 4 2 4 2 2 3 4 4 2 4 2 2 4 2 2 4 2 6 2 4 2 2 3 4 2 2 4 2 2 4 2 5 3 4 2 teratur teratur teratur teratur teratur teratur tidak teratur tidak teratur teratur tidak teratur teratur teratur tidak teratur tidak teratur tidak teratur teratur tidak teratur teratur teratur tidak teratur teratur teratur tidak teratur teratur tidak teratur teratur tidak teratur teratur teratur tidak teratur tidak teratur teratur teratur tidak teratur teratur teratur tidak teratur teratur tidak teratur tidak teratur tidak teratur teratur 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 2 1 9 Universitas Sumatera Utara 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 2 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 3 4 2 3 4 2 2 2 2 2 2 2 4 2 tidak teratur tidak teratur teratur tidak teratur tidak teratur teratur teratur teratur teratur teratur teratur teratur tidak teratur teratur 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 10 Universitas Sumatera Utara `Lampiran 5 HASIL PENELITIAN Frequency Table usia Cumulative Frequency Valid 16-19 Percent 96 Valid Percent 100.0 Percent 100.0 100.0 usiamenarche Cumulative Frequency Valid <12 tahun Percent Valid Percent Percent 8 8.3 8.3 8.3 12-13 tahun 51 53.1 53.1 61.5 >13 tahun 37 38.5 38.5 100.0 Total 96 100.0 100.0 riwayatmerokok Cumulative Frequency Valid tidak ada 96 Percent Valid Percent 100.0 100.0 Percent 100.0 penyakitginekologis Cumulative Frequency Valid tidak ada 96 Percent Valid Percent 100.0 100.0 Percent 100.0 11 Universitas Sumatera Utara penyakitlain Cumulative Frequency Valid tidak ada Percent Valid Percent Percent 91 94.8 94.8 94.8 tifus 3 3.1 3.1 97.9 asma 1 1.0 1.0 99.0 gastritis 1 1.0 1.0 100.0 96 100.0 100.0 Total Frequencies Statistics beratbadan N Valid Missing tinggibadan 96 96 0 0 Frequency Table beratbadan Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent <50 kg 39 40.6 40.6 40.6 50-54 kg 30 31.3 31.3 71.9 >54kg 27 28.1 28.1 100.0 Total 96 100.0 100.0 tinggibadan 12 Universitas Sumatera Utara Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent <156 cm 38 39.6 39.6 39.6 156-160 cm 42 43.8 43.8 83.3 >160 cm 16 16.7 16.7 100.0 Total 96 100.0 100.0 NEW FILE. DATASET NAME DataSet3 WINDOW=FRONT. DATASET CLOSE DataSet2. Statistics siklusmenstruas statusgizi N Valid Missing i 96 96 0 0 statusgizi Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent <18,5 15 15.6 15.6 15.6 18,5-22,9 58 60.4 60.4 76.0 23-24,9 20 20.8 20.8 96.9 >25 3 3.1 3.1 100.0 Total 96 100.0 100.0 13 Universitas Sumatera Utara siklusmenstruasi Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent normal 63 65.6 65.6 65.6 tidak normal 33 34.4 34.4 100.0 Total 96 100.0 100.0 Crosstabs Case Processing Summary Cases Valid N statusgizi * siklusmenstruasi Missing Percent 96 N 100.0% Total Percent 0 0.0% N Percent 96 100.0% statusgizi * siklusmenstruasi Crosstabulation Count siklusmenstruasi normal statusgizi <18,5 Total 4 11 15 52 6 58 23-24,9 6 14 20 >25 1 2 3 63 33 96 18,5-22,9 Total tidak normal NONPAR CORR /VARIABLES=VAR00001 VAR00002 /PRINT=SPEARMAN TWOTAIL NOSIG 14 Universitas Sumatera Utara /MISSING=PAIRWISE. Nonparametric Correlation Correlations VAR00001 Spearman’s rho VAR00001 Correlation Coefficient 1.000 .103 . .001 96 96 Correlation Coefficient .103 1.000 Sig. (2-tailed) .001 . 96 96 Sig. (2-tailed) N VAR00002 VAR00002 N 15 Universitas Sumatera Utara Lampiran 6 16 Universitas Sumatera Utara 17 Universitas Sumatera Utara 18 Universitas Sumatera Utara 19 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9 RIWAYAT HIDUP Nama : Sartika Rajagukguk NIM : 121101134 Tempat, Tanggal Lahir : Dumai, 15 September 1994 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Kristen Protestan Alamat : Jl. Rengas No. 5 Sekip, Medan Riwayat Pendidikan : Tahun 2000-2006 SD Estomihi Dumai Tahun 2006-209 SMP Santo Tarcisius Dumai Tahun 2009-2012 SMAN 2 Dumai Tahun 2012- sekarang Fakultas Keperawatan USU 20 Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Adriani, M., Wirjatmadi, B. (2012). Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Agrawal, P., Agrawal, S. (2012). Obesity And Reproduction Health Among Indian Women. Journal of Society and Communication Volume 2012: 38-68 Anwar, M. 2011. Ilmu Kandungan. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Arief, Mansjoer, dkk. 2007. Kapita Selecta Kedokteran Edisi 3. Jakarta : Medica Aesculpalus, FK UI. Arisman. (2004). Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC Aryani. (2010). Kesehatan Remaja Problem dan Solusinya. Jakarta : Salemba Medika Almatsier, S. (2010). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Banudi, La. (2013). Gizi Kesehatan Reproduksi. Jakarta : EGC Basir, A. A., 2012. Peran High Sensitivity C-Reactive Protein (Hs-CRP) Sebagai Penanda Inflamasi, Indeks Massa Tubuh, Dan Lingkat Pinggang Terhadap Derajat Premenstrual Syndrome Pada Wanita Usia Subur. JST KesehatanVol.2 No 9-17. Bobak , L. (2004). Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC Cakir, Murat et al. (2007). Menstrual pattern and common menstrual disordersamong university students in Turkey. Available from : http://www.ncbi.mlm.nih.gov/pubmed/18045301. [Accesed : 21 Oktober 2015] Coad, J. (2007). Anatomi dan Fisiologi untuk Bidan. Surabaya : Erlangga Cohen, H., (2003). Mcgill Medicine Menstrual Cycle Home Page. Molson Medical Informatics Projects. Diunduh dari : http://221www2007.campus.mcgill. ca:8889/dir/menstrualcycle.html [Diakses 15 November 2015] 47 Universitas Sumatera Utara Cunningham, F.G. (2005). Obstetri Wiliams Edisi 21. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC Dieny, F. (2014). Permasalahan Gizi pada Remaja Putri. Yogyakarta: Graha Ilmu. Depkes RI. (2010). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar 2010. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI 2013 Felicia., Hutagaol, E., Kundre, R. (2015).Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di PSIK FK UNSRAT Manado. Retrieved from http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/6694 [Accessed 07 Oktober 2015] Fujiwara, T., Sato, N., Awaji, H., Nakata, R., 2007. Adverse effects of Dietary Habits on Menstrual Disorders in Young Women. The Open Food Science Journal 1: 24-30 Gharrravi. (2009). Gibson, R.S., (2005). Principle of Nutritional and Assesment. Oxford University Press. Newyork : 625 Gudmundsdottir, S. L., Flanders, W. D., Augested, L. B., 2011. A Longitudinal Study Of Physical Activicty And Menstrual Cycle Charactheristics In Healthy Norwegian Women-Thw Nord-Trondelag Health Study. Norsk Epidemiology 20(2):163-171. Guyton, C.A. & Hall, J.E. (2006). Female Physiology Before Pregnancy and Female Hormones. Textbook of Medical Physiology. 11th ed. Hartono, A. (2006). Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta : EGC Hossain, M. G., Sabiruzzaman, M., Islam, S., Hisyam, R. Z., Lestrel, P. E., Kamarul, T., 2011. Influence Of Anthropometric Measures And SocioDemograpic Factors On Menstrual Pain And Irregular Menstrual Cycles Among University Students In Bangladesh. Anthropological Science 119(3), 239-246 Hupitoyo. (2011). Obesitas dan Fertilitas. Jakarta : Bumi Kisara Kusmiran, E. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta : Salemba Medika Llewellyn, D. (2001). Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : Hipokrates. 48 Universitas Sumatera Utara Mahbubah, A. (2006). Hubungan Stres dengan Siklus Menstruasi pada Wanita Usia 20-29 Tahun di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. (Skripsi). http://eprints.undip.ac.id Morgan, G. & Carole, H. (2009). Obstetri & Ginekologi : panduan praktik. Jakarta : EGC Norman, F.G. (2005), Obstetri Williams Edisi 21. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta Patil, M. S., Angadi, M.M., (2013). Menstrual Pattern Among Adolescent Girls In Rural Area Of Bijapur. Al Ameen J Med Sci 6(1):17-20. Paath, E. F. (2005). Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : EGC Polit, D.F., & Hungler, B.P. (2001). Essentials of nursing research: Methods, appraisal, and utilization. Philadelphia: Lippincott Prawirohardjo. (2007). Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Primastuti, Hapsari N. (2012). Hubungan Obesitas Dengan Ketidakteraturan Siklus Menstruasi. Diunduh dari: http://jurnal.fk.uns.ac.id/ index.php/ NexusBiomedika/article/view/56 [Diakses 21 Oktober 2015] Proverawati, A., Siti, M. (2009). Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna. Yogyakarta : Numed Rahyani, Ni Komang Yuni. (2004). Kesehatan Reproduksi Buku Ajar Bidan. Jakarta : EGC Rakhmawati, A. (2013). Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Gangguan Siklus Menstruasi Pada Wanita Dewasa Muda. Journal of Nutrition College 2(1): 264-280. Sacher, R.A. (2004). Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Lanoratorium. Jakarta : EGC Sugondo 2006 Supariasa, I.D.N., Bakri, B dan Fajar, I. (2002). Penilaian Status Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC 49 Universitas Sumatera Utara Supariasa. (2012). Pendidikan dan Konsultasi Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC Suhardjo. (2005). Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta : Bumi Aksara Thang Waluya, A. (2007). Perubahan Pangan pada Mahasiswi Peserta Program Pemberian Makanan Tambahan di IPB. (Skripsi). Bogor : Institut Pertanian Bogor Waryana. (2010). Gizi Reproduksi. Yogyakarta : Pustaka Rihama Wei, S., Schmidt, M. D., Dwyer, T., Norman, R. J., Venn, A. J., 2009. Obesity And Menstrual Irregularity: Associations With SHBG, Testosterone, and Insulin. Obesity Journal 17(5): 1070-1076. Wiknjosastro, H. (2009). Ilmu Kandungan. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Wolfenden., Elizabeth M. (2010). Causes of Irregular Menstrual Bleeding. Available from: http://www.livestrong.com/article/94169-causes-irregularmenstrual-bleeding [Accesed 15 Agustus 2016] 50 Universitas Sumatera Utara BAB 3 KERANGKA PENELITIAN 1. Kerangka Konsep Kerangka konsep penelitian adalah suatu uraian dan visualisasi hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep lainnya dari masalah yang ingin diteliti (Notoadmojo, 2010). Kerangka konsep dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan siklus menstruasi pada remaja putri. Penelitian ini mengidentifikasi apakah status gizi dengan berat badan kurang, normal, berat badan lebih dan obesitas dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Pada variabel ini yang merupakan variabel independen adalah status gizi sedangkan variabel dependen yaitu pola siklus menstruasi. Berdasarkan dari uraian diatas maka dibuat kerangka konsep hubungan status gizi dengan pola siklus menstruasi sebagai berikut : Status Gizi - Gizi Kurang Normal Gizi Lebih Obese Pola Siklus Menstruasi - Teratur Tidak Teratur Keterangan : = hubungan antar variabel = variabel yang diteliti Skema 1. Kerangka Konsep 4 Universitas Sumatera Utara 2. Definisi Operasional Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur Status Gizi Keadaan seimbang Timbangan Gizi Kurang (IMT dalam mengkonsumsi berat badan : < 18,50) makanan oleh remaja dengan merek Normal (IMT : putri Keperawatan GEA dan 18,50 -22,9) Universitas Sumatera pengukur Gizi Lebih (IMT : Utara dimana dapat tinggi badan 23,00-24,9) dinyatakan dengan Obese (IMT : penilaian status gizi ≥25,00) Ordinal yang dapat diukur dengan melihat indeks massa tubuh. Siklus Siklus menstruasi Kuesioner Siklus menstruasi Menstruasi adalah jarak antara normal yaitu waktu hari pertama panjang siklus menstruasi dengan berada pada 21-35 hari pertama hari dan lama haid menstruasi berikutnya berada pada yang dialami oleh interval 3-7 hari. remaja putri Fakultas Siklus menstruasi Keperawatan tidak normal yaitu Universitas Sumatera jika panjang Utara siklus <21 hari Ordinal atau >35 hari dan lama haid <3 hari atau >7hari 23 Universitas Sumatera Utara BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rancangan penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menuntun peneliti untuk dapat memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antar variabel (Nursalam, 2008). 2. Populasi dan sampel 2.1. Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan diteliti dan mempunyai karasteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti (Notoatmodjo, 2010). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah remaja putri di Fakultas Keperawatan. Jumlah remaja putri di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara terhitung sebanyak 127 orang. 2.2. Sampel Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consecutive sampling. Pada consecutive sampling, semua subjek yang 4 Universitas Sumatera Utara datang dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah subjek yang diperlukan terpenuhi. Dalam penelitian ini terdapat kriteria inklusi dan eksklusi yang akan diuji pada sampel. Kriteria inklusi yaitu remaja putri dengan batas umur 19 tahun, sudah menstruasi lebih dari 3 tahun saat pengambilan data, dan bersedia menjadi subjek penelitian setelah menandatangani informed concent. Kriteria eksklusi yaitu menderita penyakit reproduksi, menghadapi ujian, merokok, dan subjek tidak hadir pada saat pengambilan data. Besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 orang dengan menggunakan rumus Slovin yaitu : n= N 1 + N (d)2 n= 127 1 + 127 (0,05)2 n= 127 1,3175 n = 96,39 96 orang Keterangan : N = besarnya populasi n = besarnya sampel d = derajat ketepatan (0,05) 4 Universitas Sumatera Utara 3. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Pemilihan lokasi berdasarkan pertimbangan antara bahwa di Fakultas Keperawatan belum pernah dilakukan penelitian terkait hubungan indeks massa tubuh dan siklus menstruasi pada remaja putri. Selain itu, remaja putri Fakultas Keperawatan dianggap lebih memahami tentang siklus menstruasi. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari pengajuan judul sampai dengan pengumpulan data dilakukan dari bulan Oktober 2015 sampai Juni 2016. 4. Pertimbangan etik Etika penelitian merupakan suatu sistem nilai atau norma yang harus dipatuhi oleh peneliti saat melakukan aktivitas (Polit & Hungler, 2001). Penelitian ini memenuhi beberapa prinsip etik yaitu : 4.1. Right to self determination Responden memiliki hak otonomi untuk berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam penelitian ini. 4.2. Informed concent Setelah memperoleh penjelasan dari peneliti tentang tujuan, manfaat, dan prosuder penelitian, responden diberikan lembar persetujuan menjadi responden yang sudah disiapkan peneliti sebelumnya oleh peneliti. Apabila responden setuju, maka responden diminta untuk menandatangani lembar persetujuan tersebut. 26 Universitas Sumatera Utara 4.3. Right to privacy and dignity Peneliti melindungi privasi dan martabat responden selama penelitian. 4.4. Right to anonymity and confidentially Data penelitian yang berasal dari responden tidak disertai dengan identitas responden tetapi hanya dengan kode responden. Data yang diperoleh dari responden hanya diketahui oleh peneliti dan responden yang bersangkutan. 5. Instrumen penelitian Untuk memperoleh informasi dari responden, peneliti menggunakan pengumpulan data berupa kuesioner yang sudah pernah diteliti dengan berpedoman pada konsep dan tinjauan pustaka. Instrumen ini terdiri dari tiga bagian yaitu data demografi, data antropometri dan kuesioner keteraturan pola menstruasi. 5.1. Data demografi meliputi: umur, usia saat menarche, riwayat merokok dan penyakit ginekologis. Data demografi bertujuan untuk mengetahui karasteristik calon responden. 5.2. Variabel indeks massa tubuh diukur melalui antropometri tubuh dengan mengukur berat badan dalam kilogram dan tinggi badan dalam sentimeter. Status gizi diukur dengan rumus indeks massa tubuh 27 Universitas Sumatera Utara Berat badan (kg) IMT = Tinggi badan (m)2 Status gizi normal (IMT normal) dengan nilai 18,5-22,9. Status gizi tidak normal (IMT tidak normal) dengan nilai <18,5 atau >22,9. 5.3. Variabel siklus menstruasi dengan menggunakan kuesioner terstruktur terdiri dari dua pertanyaan yaitu panjang siklus menstruasi dan lama menstruasi. Dalam hal ini peneliti akan mengklasifikasi jawaban dari responden menjadi dua kategori yaitu normal dan tidak normal. Siklus menstruasi dikategorikan normal apabila rentang siklus menstruasi 21-35 hari dan lama menstruasi 37 hari, menstruasi tidak normal apabila rentang siklus menstruasi kurang dari 21 hari dan lebih dari 35 hari srta lama menstruasi kurang dari 3 hari dan lebih dari 7 hari. 6. Validitas dan reliabilitas Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benarbenar mengukur apa yang ingin diukur (Notoatmodjo, 2010). Kuesioner untuk siklus menstruasi yang sudah dibakukan sehingga tidak dilakukan uji validitas. Reliabilitas instrumen adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Notoatmodjo, 2010). Uji reliabilitas menggunakan alpha Cronbach, dimana instrument 28 Universitas Sumatera Utara penelitian dinyatakan reliabel bila diperoleh nilai alpha minimal 0,60. Pada penelitian ini uji kuesioner sudah baku sehingga tidak diuji reliabilitas. 7. Pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan mengikuti langkah-langkah pengumpulan data yaitu: pertama mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian kemudian setelah mendapatkan izin barulah peneliti melakukan penelitian dengan menentukan responden berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Sebelum pelaksanaan penelitian, peneliti memperkenalkan diri terlebih dahulu dan menjelaskan kepada responden mengenai tujuan, manfaat, dan prosedur pelaksanaan penelitian, lalu calon responden yang bersedia menandatangani surat persetujuan menjadi responden untuk ikut serta dalam penelitian yang akan dilaksanakan. Kemudian peneliti akan mengambil data indeks massa tubuh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan responden. Pengukuran berat badan dilakukan dengan cara melepaskan alas kaki, menyesuaikan jarum timbangan hingga sejajar angka nol kg, kemudian naik ke atas timbangan dan berdiri ditengah-tengah. Alat ukur yang digunakan yaitu timbangan dengan merek GEA. Pengukuran tinggi badan dilakukan dengan cara melepas sepatu atau alas kaki, berdiri tegak dan pandangan lurus ke depan, kemudian ukur tinggi badan mulai dari tumit sampai kepala dengan pita meteran. Setelah semua responden ditimbang berat badan dan diukur tinggi badan, kemudian responden diberi waktu 15 menit untuk mengisi pertanyaan-pertanyaan yang ada pada kuesioner, peneliti mendampingi 29 Universitas Sumatera Utara reponden pada saat mengisi kuesioner agar reponden dapat bertanya langsung kepada peneliti jika ada pertanyaan yang tidak dimengerti. Setelah semua kuesioner diisi secara lengkap, maka kuesioner dikumpulkan dan selanjutnya dilakukan analisa data. 8. Analisa data Analisa data dilakukan setelah semua data terkumpul melalui beberap tahap dimulai dari editing untuk memeriksa kelengkapan identitas dan data responden serta memastikan bahwa semua jawaban telah diisi. Kemudian data yang terkumpul diberi kode (coding) untuk memudahkan peneliti dalam melakukan tabulasi dan analisa data. Setelah selesai dilakukan pengkodean, data dimasukkan (entry) dan peneliti melakukan tabulasi (tabulating) yaitu melakukan penyusunan data sedemikian rupa agar mempermudah analisa data dan pengolahan data serta pengambilan kesimpulan. Analisa data dilakukan melalui dengan cara univariat dan bivariat. Analisa univariat menampilkan data demografi, indeks massa tubuh, dan siklus menstruasi remaja putri dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Analisa bivariat untuk mengidentifikasi hubungan indeks massa tubuh dan pola menstruasi menggunakan uji korelasi spearman. Uji korelasi ditampilkan dalam tabel hasil uji interpretasi terdiri dari nilai p-value yang akan dibandingkan dengan nilai alpha. Bila nilai p≤ α maka keput usan Ho ditolak. Bila nilai p > α maka keputusan Ho gagal ditolak. Nilai r (koefisien korelasi) berkisar antar -1 sampai dengan +1 untuk menunjukkan derajat 30 Universitas Sumatera Utara hubungan antara kedua variabel. Untuk menafsirkan hasil pengujian statistik tersebut, digunakan penafsiran korelasi spearman menurut Burn and Groove tahun 1993. Tabel 2. Penafsiran Korelasi Spearman Nilai r Di atas -0,5 Penafsiran Korelasi negatif tinggi Hubungan negatif dengan interpretasi kuat -0,3 sampai -0,5 Korelasi negatif sedang Hubungan negatif dengan interpretasi memadai -0,1 sampai -0,3 Korelasi negatif rendah Hubungan negatif dengan interpretasi lemah 0 Tidak ada korelasi atau hubungan 0,1 sampai 0,3 Korelasi positif rendah Hubungan positif dengan interpretasi lemah 0,3 sampai 0,5 Korelasi positif sedang Hubungan positif dengan interpretasi memadai Di atas 0,5 Korelasi positif tinggi Hubungan positif dengan interpretasi kuat 31 Universitas Sumatera Utara BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Penelitian Bab ini menguraikan data hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada remaja putri Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara pada tahun 2016, dengan jumlah responden sebanyak 96 orang. Selanjutnya penyajian hasil data penelitian meliputi data karasteristik responden, status gizi dalam indeks massa tubuh, siklus menstruasi, serta hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. 1.1. Karasteristik Responden Hasil penelitian terhadap mahasiswi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara menunjukkan gambaran hasil penelitian tentang karasteristik responden yang mencakup usia, usia saat menarche, riwayat merokok, penyakit ginekologis, penyakit lain, berat badan, dan tinggi badan. 32 Universitas Sumatera Utara Tabel 3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Karesteristik Remaja Putri di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan (n=96) Karakteristik Usia 10-12 tahun 13-15 tahun 16-19 tahun Usia Menarche < 12 tahun 12-13 tahun > 13 tahun Riwayat Merokok Ada Tidak ada Penyakit Ginekologis Ada Tidak ada Penyakit Lain Ada - Tifus - Asma - gastritis Tidak ada Berat Badan (Kg) <50 kg 50-54 kg >54 kg Tinggi Badan (cm) <156 cm 156-160cm >160cm f (%) 0 0 96 0 0 100 8 51 37 8.3 53.1 38.5 0 96 0 100 0 96 0 100 3 1 1 91 3,1 1 1 94,8 39 30 27 40,6 31,3 28,1 38 42 16 39,6 43,8 16,7 Tabel 3 menunjukkan bahwa semua responden berusia 16-19 tahun yaitu sebanyak 96 orang (100%). Seluruh responden tidak memiliki riwayat merokok dan penyakit ginekologis atau penyakit pada organ reproduksi yaitu sebanyak 96 orang (100%). Sebagian besar responden mendapatkan menstruasi pertama (menarche) usia 12-13 tahun yaitu sebanyak 51 orang (53,1%), Responden yang 33 Universitas Sumatera Utara memiliki penyakit lain seperti tifus yaitu sebanyak 3 orang (3,1%), asma sebanyak 1 orang (!%), dan gastritis sebanyak 1 orang (1%). Tabel 3 menunujukkan gambaran mayoritas responden dengan berat badan <50 kg sebanyak 39 orang (40,6%) dengan tinggi badan 156-160 cm sebanyak 42 orang (43,8%). 1.2. Indeks Massa Tubuh Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki indeks massa tubuh yang normal sejumlah 58 orang (60,4%) dan kategori indeks massa tubuh obesitas adalah yang paling sediit yaitu sejumlah 3 orang (3,1%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi dan Persentase Status Gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh Remaja Putri di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (n=96) Indeks Massa Tubuh (Kg/m2) f (%) Kurang 15 15,6 Normal 58 60,4 Lebih 20 20,8 Obese 3 3,1 1.3.Siklus Menstruasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi yang teratur yaitu sebanyak 63 orang (65,6%). 34 Universitas Sumatera Utara Tabel 5. Distribusi Frekuensi dan Persentase Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (n=96) Karasteristik f % Teratur 63 65,6 Tidak Teratur 33 34,4 Siklus Menstruasi 1.4. Hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada remaja putri Fakultas ..Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tabel 6. Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Status Gizi Siklus Menstruasi Kurang Normal 4 Tidak Normal 11 Normal 52 6 Lebih 2 14 Obese 1 2 r p 0,103 0,001 Berdasarkan 15 responden yang mempunyai status gizi kurang sebagian besar mengalami siklus menstruasi tidak teratur yaitu sebanyak 11 responden (73,3%). Sedangkan kelompok responden yang mempunyai status gizi normal sebagian besar mengalami siklus menstruasi yang teratur yaitu sebanyak 52 responden (91,3%). Sedangkan kelompok responden yang mempunyai status gizi lebih sebagian besar mengalami tidak teratur yaitu sebanyak 14 responden (87,5%). Sedangkan kelompok 35 Universitas Sumatera Utara responden yang mempunyai status gizi obese sebagian besar mengalami siklus menstruasi tidak normal yaitu sebanyak 2 responden (66,6%) Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis hubungan status gizi dengan siklus menstruasi remaja putri di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dengan uji spearman diperoleh nilai p=0,001. Angka ini lebih besar dari α=0,05 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan siklus menstruasi remaja putri di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan. Nilai r (koefiesien korelasi) sebesar 0,103 yang menunjukkan korelasi positif rendah, hubungan positif dengan interpretasi lemah. Hubungan positif disini menandai hubungan yang sifatnya searah, korelasi positif terjadi jika semakin besar nilai satu variabel maka nilai variabel lain semakin besar. 2. Pembahasan 2.1. Indeks Massa Tubuh Penilaian antropometri tubuh salah satunya dengan mengukur indeks massa tubuh seseorang, dimana penilaian dengan mengukur berat badan dan tinggi badan (Kusmiran, 2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh normal yaitu sejumlah 58 orang (60,4%). Hasil penelitian ini memperlihatkan hasil yang sama dengan penelitian Pristina (2014) yang menemukan sebagian besar subjek memiliki indeks massa tubuh normal yaitu sejumlah 44 orang (71,0%). Hal ini sesuai dengan pernyataan Arisman (2007) bahwa perkembangan perekonomian dan 36 Universitas Sumatera Utara teknologi menyebabkan perbaikan gizi jika dibandingkan dengan beberapa dekade sebelumnya. Adapun faktor lain yang mempengaruhi indeks massa tubuh seseorang adalah tingkat pengetahuan, dimana semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang maka akan semakin baik nilai indeks massa tubuh tersebut (Suhardjo, 2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat remaja putri dengan indeks massa tubuh yaitu sejumlah 15 orang (15,6%), status gizi lebih yaitu sejumlah 20 orang (20,8%), serta obesitas yaitu sejumlah 3 orang (3,1%). Menurut Suhardjo (2005), faktor-faktor yang mempengaruhi indeks massa tubuh pada dasarnya ditentukan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari genetik, asupan makanan, dan penyakit infeksi. Faktor eksternal terdiri dari faktor terdiri dari faktor pertanian, faktor ekonomi, faktor sosial budaya, dan pengetahuan gizi. Selain itu, banyak hal yang turut mempengzruhi keadaan status gizi. Faktor teknologi juga merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi status gizi remaja. Gizi kaum remaja yang dicerminkan oleh pola makannya akan sangat menentukan apakah mereka bisa mencapai pertumbuhan fisik yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. Pertumbuhan fisik remaja akan sangat ditentukan oleh asupan kalori dan protein. Dengan mengkonsumsi kalori dan protein secara cukup maka pertumbuhan badan yang menyangkut pertambahan berat badan dan tinggi badan akan dapat dicapai dengan baik (Dieny, 2014). 37 Universitas Sumatera Utara 2.2. Siklus Menstruasi Keteraturan siklus menstruasi merupakan rangkaian siklus menstruasi yang secara kompleks saling mempengaruhi dan terjadi secara simultan ketika perdarahan periodik dari uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya endometrium uterus. Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus, hipofisis dan ovarium dengan perubahan-perubahan terkait pada jaringan sasaran dan pada saluran reproduksi normal, ovarium berperan penting dalam proses ini, karena bertanggung jawab dalam pengaturan siklik maupun lama siklus menstruasi (Bobak, 2004). Gangguan atau kelainan pada organ reproduksi dapat terjadi dari berbagai faktor misalnya genetik, lingkungan dan gaya hidup (Banudi, 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 60 responden (62,5%) yang mengalami siklus menstruasi teratur dan 36 responden (37,5%) yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Berbeda dengan penelitian Pristina (2014) yang mendapatkan hasil mayoritas responden mendapatkan siklus menstruasi tidak teratur yaitu sejumlah 54 responden (87,1%) padahal responden di asumsikan dalam tingkatan umur yang sama dengan remaja putri di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Perbedaan hasil penelitian di atas dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi seperti stress. Pada saat stres peningkatan HPA aksis yang mengakibatkan hipotalamus menyekresikan CRH yang akan merangsang kelenjar adrenal untuk 38 Universitas Sumatera Utara menyekresikan kortisol. Kortisol menekan pultasil LH sehingga terjadi ketidakseimbangan hormone yang mengakibatkan siklus menstruasi tidak teratur (Guyton, 2006). Faktor lain yang dapat mempengaruhi ketidakterturan siklus menstruasi adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang berat menyebabkan gangguan pada sekresi GnRH sehingga menurunkan level estrogen yang akan mempengaruhi siklus menstruasi (Ganong, 2008). Ada pun faktor lain yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi antara yaitu penyakit yang meyebabkan perubahan hormone seperti diabetes mellitus (DM) yang tidak terkontrol, polycystic ovary syndrome (PCOS), kelainan kelenjar tiroid, stress, konsumsi obat tertentu dan obat yang dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin, merokok serta aktivitas fisik yang berlebihan (Proverawati, 2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah seluruh responden berdasarkan gambaran siklus menstruasi yaitu normal sebanyak 60 orang (62,5%). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mahbubah (2006) tentang hubungan tingkat stress dengan siklus menstruasi pada remaja putri di Kelurahan Sidoarjo Kecamatan Pacitan juga menunjukkan bahwa mayoritas dari 75 responden memiliki siklus menstruasi yang normal sebanyak 64,9%. Menurut Wolfenden (2010), faktor yang paling berpengaruh dalam regulitas siklus menstruasi adalah ketidakseimbangan hormon. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan pengaturan hormon terganggu, beberapa diantaranya stress, penyakit, perubahan rutinitas, gaya hidup, dan berat badan. Selain itu juga terdapat faktor lainnya yang berpengaruh terhadap siklus 39 Universitas Sumatera Utara menstruasi yaitu status gizi, kelainan uterus, kondisi fisik, penyakit ginekologi dan umur (Llewellyn, 2001). Jenis siklus menstruasi yang tidak normal, seperti menstruasi yang terjadi setiap 3 sampai 6 minggu sekali, menstruasi yang terjadi setiap 2 sampai 3 minggu sekali dan menstruasi yang terjadi hanya 2 kali setahun. Siklus menstruasi yang tidak teratur berdampak pada gangguan kesuburan (Llewellyn, 2001) 2.3.Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi Hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi dengan uji spearman yaitu (r=0,103, p=0,001) yang berarti didapati adanya hubungan antara keduanya. Salah satu hormon yang berperan dalam menstruasi adalah estrogen. Estrogen ini disintetis di ovarium, adrenal, plasenta, testis, jaringan lemak dan susunan saraf pusat. Menurut analisis penyebab lebih panjangnya siklus menstruasi diakibatkan jumlah estrogen yang meningkat dalam darah akibat meningkatnya jumlah lemak tubuh (Hupitoyo, 2011). Berdasarkan hasil penelitian dari 15 responden yang mempunyai status gizi kurang sebagian besar mengalami siklus menstruasi tidak teratur yaitu sebanyak 11 responden (73,3%). Pada wanita yang kekurangan gizi kadar hormon steroid mengalami perubahan. Kolestrol sebagai pembakal (prekursor) steroid disimpan dalam jumlah banyak di sel-sel theka. Di bawah rangsangan LH, steroid yang oleh jaringan perifer diubah menjadi senyawa aktif secara 40 Universitas Sumatera Utara androgenis (Sacher, 2004). Peningkatan kadar steroid akan berdampak pada perubahan siklus ovulasi dan terganggunya siklus menstruasi (Paath, 2005). Berat badan kurang atau terbatas selain akan memengaruhi pertumbuhan dan fungsi organ, juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini akan berdampak pada gangguan menstruasi, tetapi akan membaik jika asupan nutrisinya baik (Banudi, 2013). Kekurangan nutrisi pada seseorang akan berdampak pada penurunan fungsi reproduksi, hormon steroid akan mengalami perubahan yang dampak pada terjadinya perubahan siklus ovulasi (Waryana, 2010). Perubahan berat badan mempengaruhi fungsi menstruasi, penurunan berat badan akut dan sedang menyebabkan gangguan pada fungsi ovarium, tergantung derajat tekanan pada ovarium dan lamanya penurunan berat badan (Kusmiran, 2011). Status gizi kurang, lemak yang sedikit, intake kalori yang rendah dan eating disorder diduga mengganggu sekresi pulsatil dari pituitary gonadotropin (Fujiwara et al, 2007). Berdasarkan hasil penelitian dari 16 responden yang mempunyai status gizi lebih sebagian besar mengalami siklus menstruasi tidak teratur yaitu sebanyak 14 orang (87,5%). Lemak tubuh yang diukur dengan IMT, memiliki pengaruh yang kuat pada siklus memanjang dan tidak teratur. Perempuan dengan status gizi diatas normal memiliki resiko lebih tinggi untuk terjadi siklus tidak teratur (Rowland et al, 2002). Status gizi lebih cenderung mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi, hal ini sejalan dengan yang 41 Universitas Sumatera Utara dilakukan Wei et al. (2009) pada wanita Australian yang semakin mendukung adanya hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi. Perempuan dengan berat badan berlebih memiliki empat sampai lima kali lebih sering terjadi gangguan fungsi ovarium. Ditemukan juga peningkatan androstendoin dan peningkatan rasio estron atau estradiolsrta penurunan kadar sex hormone binding globuline (SHBG) serum (Basir, 2012). Gangguan siklus menstruasi disebabkan karena adanya gangguan umpan balik dengan kadar estrogen yang selalu tinggi sehingga kadar FSH tidak pernah mencapai puncak. Dengan demikian pertumbuhan folikel terhenti sehingga tidak terjadi ovulasi. Keadaaan ini berdampak pada perpanjangan siklus menstruasi ataupun kehilangan siklus menstruasi (Prawirohardjo, 2010). Pada perempuan dengan berat badan berlebihan ditemukan produksi androgen suprarenal meningkat, peningkatan pengeluaran 17-ketosteroid dan 17-hidroksisteroid, kadar plasma testoteron meningkat, kadar plasma androstenadion meningkat, rasio estron/stradiol 2,5 serta kadar sex hormone binding globulin (SHBG) yang rendah (Morgan, 2009). Ditambah lagi terjadi kelebihan androgen, estrogen terutama estron. Pada obesitas ditemukan interaksi adipokin dan Hipothalamus Pituitary Gonad (HPG) serta leptin sebagai pleiotropic modulator keseimbangan energi dan reproduksi. Peningkatan metabolisme hormon reproduksi didalam deposit jaringan adipos bisa menyebabkan kadarandrogen dan estrogen dalam plasma yang abnormal yang berakibat pada gangguan pada aksis. Sex Hormone Binding Globuline (SBHG) berperan dalam regulasibioavabilitas kadar hormon (Kyrou, 2010). 42 Universitas Sumatera Utara Berdasarkan hasil penelitian dari 3 responden yang mempunyai indeks massa tubuh obese sebagian besar mengalami siklus menstruasi tidak normal yaitu sebanyak 2 orang (66,6%). Agrawal (2012) pada penelitiannya mendapati siklus memanjang (>35 hari) pada indeks massa tubuh obesitas sebesar 10%, 6% indeks massa tubuh lebih, dan 2% dari indeks massa tubuh normal mengalami siklus memendek (>21 hari). Hasil penelitian ini sejalan dengan Prismatuti (2012) mendapati obese memiliki resiko 3,5 kali lipat. Persen lemak tubuh tinggi menyebabkan peningkatan produksi androstenedoin yang merupakan androgen yang berfungsi sebagai precursor hormon reproduksi. Sehingga, semakin banyak persentase jaringan lemak tubuh, semakin banyak pula esterogen yang terbentuk yang kemudian dapat mengganggu keseimbangan hormon (Rakhmawati, 2012). Kondisi kegemukan berkaitan dengan proses perubahan androgen menjadi estrogen (Waryana, 2010). Makanan yang bergizi tinggi dan berlemak tinggi akan mengakibatkan pertambahan berat badan pada perempuan remaja. Kolestrol yang terdapat pada lemak tubuh yang berlebihan merupakan prekorsur dari esterogen sehingga produksi esterogen cenderung berlebihan. Dengan begitu, kadar estrogen dalam darah akan meningkat akibat kolestrol tinggi (Wiknjosastro, 2009). Perempuan dengan berat badan berlebih dan memiliki gangguan siklus menstruasi dapat melakukan program penurunan berat badan untuk menormalkan siklus menstruasinya. Penurunan berat badan ±10% menunjukkan adanya perbaikan profil hormon yang dapat menurunkan resiko 43 Universitas Sumatera Utara gangguan siklus menstruasi (Norman, 2012). Sedangkan perempuan dengan berat badan kurang dianjurkan untuk melakukan program peningkatan berat badan sampai mencapai ideal. Selain itu memperbaiki kualitas dan kuantitas asupan makanan merupakan tindakan untuk meningkatkan fungsi reproduksi kedepannya (Paath et al, 2005). 3. Keterbatasan Penelitian 1. Kuesioner penelitian untuk siklus menstruasi tidak dilakukan pemantauan siklus menstruasi secara berturut serta pada kuesioner tidak dilampirkan pertanyaan mengenai jumlah darah yang seharusnya menjadi indikator keteraturan siklus menstruasi. 2. Frekuensi status gizi pada sampel penelitian tidak proporsional antara status gizi normal dan tidak normal 3. Alat ukur untuk tinggi badan pada penelitian menggunakan pita meteran, seharusnya alat pengukur tinggi badan yang digunakan yaitu microtoise 44 Universitas Sumatera Utara BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan dari seluruh reponden sebagian besar memiliki indeks massa tubuh normal dan siklus menstruasi teratur. Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada remaja putri di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. 2. Saran 2.1.Pendidikan Keperawatan Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi tambahan dan masukan bagi pendidikan keperawatan terkait masalah indeks massa tubuh remaja dan khususnya keperawatan maternitas terkait dengan kesehatan reproduksi remaja dan permasalahan yang dapat terjadi seperti ketidakteraturan siklus menstruasi. 2.2. Pelayanan Keperawatan Perawat dapat memberi edukasi pada remaja putri tentang gejala dan gangguan yang mungkin terjadi saat menstruasi, selain itu perawat harus mengevaluasi dan secara efektif menangani remaja putri yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi. 2.3. Penelitian selanjutnya Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi pada remaja putri perlu dilakukan lagi untuk mengetahui faktor-faktor yang benar-benar berpengaruh terhadap siklus 45 Universitas Sumatera Utara menstruasi sehingga dapat mengurangi dampak dari permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Faktor-faktor selain indeks massa tubuh seperti stress, aktivitas fisik, riwayat keluarga, dll. Selain itu penelitian selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan jumlah populasi untuk status gizi yang proporsional sehingga populasi dapat terdistribusi merata secara normal 2.4. Remaja Putri Kejadian siklus menstruasi tidak teratur yang tinggi di kalangan remaja putri perlu menjadi perhatian bagi kaum perempuan karena hal ini bisa menjadi faktor resiko gangguan reproduksi di kemudian hari. Selain itu remaja putri dengan gangguan siklus menstruasi dianjurkan untuk memperbaiki indeks massa tubuh. 46 Universitas Sumatera Utara BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Status Gizi 1.1. Definisi Status Gizi Zat Gizi (nutrient) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan. Makanan setelah dikonsumsi mengalami proses pencernaan. Bahan makanan diuraikan menjadi zat gizi atau nutrien. Zat tersebut selanjutnya diserap melalui dinding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh (Almatsier, 2010). Status gizi adalah suatu ukuran mengenai kondisi tubuh seseorang yang dapat dilihat dari makanan yang dikonsumsi dan pe

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (85 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
7
60
101
Hubungan Usia Saat Menarche dengan Pola Siklus Menstruasi dan Dismenorea Remaja Putri di SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan
13
81
115
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2010, 2011, dan 2012
4
58
80
Hubungan Sindrom Pramenstruasi dengan Regularitas Siklus Menstruasi pada Mahasiswi S-1 Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
4
44
73
Hubungan Status Gizi dengan Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri di Akademi Kebidananan Cipto Medan Tahun 2015
2
73
82
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMA Swasta Istiqlal Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang
7
101
58
Hubungan Antara Status Gizi dan Gambaran Tubuh Remaja Putri di SMAN 3 Cimahi
1
11
125
Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
43
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
9
Judul : Hubungan Usia Saat Menarche dengan Pola Siklus Menstruasi dan Dismenorea Remaja Putri di SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan
0
0
33
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Hubungan Usia Saat Menarche dengan Pola Siklus Menstruasi dan Dismenorea Remaja Putri di SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan
0
0
18
Hubungan Usia Saat Menarche dengan Pola Siklus Menstruasi dan Dismenorea Remaja Putri di SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan
0
0
14
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2010, 2011, dan 2012
0
0
21
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Indeks Massa Tubuh - Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2010, 2011, dan 2012
0
0
18
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2010, 2011, dan 2012
0
0
12
Show more