Feedback

Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Hama Sitophilus zeamais Motsch. (Coleoptera; Curculionidae) Pada Benih Jagung (Zea mays)

Informasi dokumen
UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS Sitophilus zeamais Motsch (Coleoptera; Curculionidae) PADA BENIH JAGUNG (Zea mays L.) SKRIPSI Oleh : FADILLAH SUBHAN 070302049 HPT DEPARTEMEN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS Sitophilus zeamais Motsch (Coleoptera; Curculionidae) PADA BENIH JAGUNG (Zea mays L.) SKRIPSI Oleh : FADILLAH SUBHAN 070302049 HPT Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Memperoleh Gelar Sarjana di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing (Ir.Yuswani Pangestiningsih, MS) Ketua Pembimbing (Ir. Fatimah Zahara) Anggota Pembimbing DEPARTEMEN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Fadillah Subhan, "Test Effectiveness of Some Insecticides Against Plant Pests Sitophilus zeamais Motsch Mortality. (Coleoptera: Curculionidae) In the Seed of Corn (Zea mays). "It was under supervised by Yuswani Pangestiningsih and Fatimah Zahara. S. zeamais is a pest of corn in storage that causes substantial yield losses, one of which effective control is the use of botanical insecticides. Testing the effectiveness of some botanical insecticides on mortality of S. zeamais on maize seed plant pests carried in the laboratory of Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan. Research using non-factorial complete randomized design with 10 treatments namely control, seed powder distance, soursop seed powder and Morinda citrifolia seed powder with a dose of 5 grams, 10 grams, 15 grams per 400 grams of corn seed with three replications. The results showed that the addition of each dose of pollen grains increased mortality of adult S. zeamais, reducing the number of new adult emerges, reducing the weight losses of maize grain in storage, and no correlation between seed powder is applied with seed germination. The highest mortality percentage in F3 treatment (seed powder distance (15gr/400gr corn) equal to 98.33% and. While the highest seed germination percentage of the treatment F7 (Morinda citrifolia seed powder 5gr/400 g corn) equal to 99.33%. Key words : S. zeamais, Insecticides Against Plant, Zea mays L. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Fadillah Subhan, ”Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Hama Sitophilus zeamais Motsch. (Coleoptera; Curculionidae) Pada Benih Jagung (Zea mays)”. Dibimbing oleh Yuswani Pangestiningsih dan Fatimah Zahara. S. zeamais merupakan hama pada jagung dalam penyimpanan yang menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar, salah satu pengendalian yang efektif adalah penggunaan insektisida nabati. Pengujian efektifitas beberapa insektisida nabati terhadap mortalitas S. zeamais pada benih jagung dilaksanakan di laboratorium hama tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 10 perlakuan yaitu Kontrol, Serbuk biji jarak, serbuk biji sirsak dan serbuk biji mengkudu dengan dosis 5 gr, 10 gr, 15 gr per 400 gr benih jagung dengan tiga ulangan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis dari masingmasing serbuk biji meningkatkan mortalitas imago S. zeamais, menurunkan jumlah imago baru yang muncul, mengurangi susut bobot biji jagung dalam penyimpanan, dan tidak berpengaruhnya serbuk biji yang diaplikasi dengan daya kecambah benih. Persentase mortalitas tertinggi yaitu pada perlakuan F3 (Serbuk biji Jarak ( 15gr/400gr jagung) sebesar 98.33 % dan. Sedangkan persentase daya kecambah benih tertinggi yaitu pada perlakuan F7 (serbuk biji mengkudu 5gr/400 gr jagung) sebesar 99.33%. Kata kunci: S. zeamais, Insektisida nabati, Zea mays L. Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Fadillah Subhan lahir pada tanggal 03 juni 1989 di Medan, sebagai anak ke empat dari lima bersaudara, puteri dari Ayahanda M. Djoni dan Ibunda Eko Susilawati. Pendidikan formal yang pernah ditempuh penulis yaitu : - Tahun 2001 lulus dari Sekolah Dasar (SD) Negeri 060863 Medan. - Tahun 2004 lulus dari Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 11 Medan. - Tahun 2007 lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Medan. - Tahun 2007 lulus dan diterima di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara melalui jalur SPMB. Pengalaman Kegiatan Akademis 1. Tahun 2007 - 2011 menjadi anggota Ikatan Mahasiswa Perlindungan Tanaman (IMAPTAN). 2. Tahun 2009 – 2011 menjadi asisten Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman USU. 3. Tahun 2011 melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada bulan Juni sampai Juli di PT. Sumatera Utara Kebun Tanjung Kasau Batubara. 4. Tahun 2010 - 2011 melaksanakan penelitian skripsi di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaika skripsi ini. Adapun judul skripsi ini adalah “Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Sitophilus zeamais Motsch (Coleoptera; Curculionidae) Pada Benih Jagung (Zea mays L.)” yang merupakan salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada komisi pembimbing Ir. Yuswani Pangestiningsih, MS selaku ketua dan Ir. Fatimah Zahara, selaku anggota yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini Terima kasih yang tidak terhingga penulis ucapkan kepada kedua Orang Tua dan keluarga. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Medan, Maret 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRACT . ABSTRAK . RIWAYAT HIDUP . KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR TABEL . DAFTAR LAMPIRAN . PENDAHULUAN Latar Belakang . Tujuan Penelitian . Hipotesis Penelitian . Kegunaan Penelitian . TINJAUAN PUSTAKA Biologi Hama Sitophilus zeamais Motsch. Kerusakan Yang Disebabkan Sitophilus zeamais Motsch. . Insektisida Nabati . Tanaman Jarak (Jatropa curcas) . Tanaman Sirsak (Annona mucirata L.) . Tanaman Mengkudu (Morinda citrifolia L.). BAHAN DAN METODA Tempat dan Waktu Penelitian . Bahan dan Alat . Metodologi Penelitian . Pelaksanaan Penelitian Penyediaan Tempat Serangga Uji . Penyediaan Serangga Uji . Penyediaan Ekstrak Serbuk Biji . Aplikasi Serbuk Biji . Pengujian Daya Kecambah Benih Sebelum dan Sesudah Aplikasi. Peubah Amatan Persentase Mortalitas Imago. Persentase Populasi Imago Baru yang Muncul. i ii iii iv v vii viii ix 1 3 3 4 5 8 9 10 11 12 14 14 14 15 16 16 16 16 17 18 Universitas Sumatera Utara Pengamatan Susut Bobot Biji . Persentase Daya kecambah Benih Sebelum dan Setelah Aplikasi . HASIL DAN PEMBAHASAN Persentase Mortalitas (%) Imago S. zeamais. Populasi Imago S. zeamais Baru yang Muncul (ekor) . Susut Bobot biji jagung . Persentase Daya Kecambah BenihJagung. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . Saran . DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 18 18 19 21 24 26 29 30 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No Judul Halaman 1. Siklus hidup S. zeamais Motsch. 5 1. Telur S. zeamais Motsch. 6 2. Larva S. zeamais Motsch. 6 3. Pupa S. zeamais Motsch . 7 4. Imago S. zeamais Motsch . 8 5. Gejala Serangan S. zeamais Motsch. 9 6. Rumus Bangun Alkaloid . 10 7. Biji Jarak. 11 8. Biji Sirsak . 12 9. Rumus Bangun Annonain. 12 10. Biji Mengkudu . 13 11. Rumus Bangun Saponin . 13 12. Histogram pengaruh aplikasi serbuk biji Jarak, Sirsak dan Mengkudu terhadap mortalitas (%) imago S. zeamais pengamatan I-VII. 21 13. Histogram pertambahan populasi imago S. zeamais baru yang muncul pada setiap perlakuan. 24 14. Histogram persentase susut bobot biji jagung terhadap aplikasi serbuk biji jarak, sirsak dan mengkudu. . 25 15. Histogram persentase daya kecambah benih jagung pada setiap Perlakuan . 28 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No Judul Halaman 1. Rataan pengaruh aplikasi serbuk biji Jarak, Sirsak dan Mengkudu terhadap mortalitas (%) S. zeamais setiap perlakuan pada pengamatan 3-24 hsa. 19 2. Rataan populasi imago S. zeamais baru yang muncul (Ekor/400gr jagung). 22 3. Rataan pengaruh serbuk biji jarak, sirsak dan mengkudu terhadap susut bobot (%) benih jagung . 24 4. Rataan daya kecambah benih jagung (%) pada pengamatan 5 - 10 hst. 26 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No Judul Halaman 1. Bagan Penelitian. 34 2. Deskripsi Jagung Varieras Bisma . 36 3. Serbuk Biji yang digunakan sebagai insektisida nabati . 37 4. Imago S. Zeamias yang Mati. 37 5. Foto Penelitian. 38 6. Foto Kecambah Benih Jagung Sebelum Aplikasi Insektisida Nabati . 39 7. Foto Kecambah Benih Jagung Setelah Aplikasi Insektisida Nabati . 39 8. Persentase Mortalitas S. zeamais pada Pengamatan 3 Hari Setelah Aplikasi (hsa) . 40 9. Persentase Mortalitas S. zeamais pada Pengamatan 6 Hari Setelah Aplikasi (hsa) . 41 10. Persentase Mortalitas S. zeamais pada Pengamatan 9 Hari Setelah Aplikasi (hsa) . 43 11. Persentase Mortalitas S. zeamais pada Pengamatan 12 Hari Setelah Aplikasi (hsa) . 45 12. Persentase Mortalitas S. zeamais pada Pengamatan 15 Hari Setelah Aplikasi (hsa) . 47 13. Persentase Mortalitas S. zeamais pada Pengamatan 18 Hari Setelah Aplikasi (hsa) . 49 14. Persentase Mortalitas S. zeamais pada Pengamatan 21 Hari Setelah Aplikasi (hsa). 51 15. Persentase Mortalitas S. zeamais pada Pengamatan 24 Hari Setelah Aplikasi (hsa). 53 Universitas Sumatera Utara 16. Persentase populasi Imago baru yang muncul pada pengamatan 30 Hari Setelah Aplikasi (hsa) . 55 17. Data Pengaruh Dosis Serbuk Biji Terhadap Susut Bobot Biji Jagung 30 Hari Setelah Aplikasi (hsa) . 57 18. Data Pengaruh Dosis Serbuk biji Terhadap Daya Kecambah Benih Jagung 5 Hari Setelah Tanam (hst). 59 19. Data Pengaruh Dosis Serbuk biji Terhadap Daya Kecambah Benih Jagung 10 Hari Setelah Tanam (hst) . 61 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Fadillah Subhan, "Test Effectiveness of Some Insecticides Against Plant Pests Sitophilus zeamais Motsch Mortality. (Coleoptera: Curculionidae) In the Seed of Corn (Zea mays). "It was under supervised by Yuswani Pangestiningsih and Fatimah Zahara. S. zeamais is a pest of corn in storage that causes substantial yield losses, one of which effective control is the use of botanical insecticides. Testing the effectiveness of some botanical insecticides on mortality of S. zeamais on maize seed plant pests carried in the laboratory of Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan. Research using non-factorial complete randomized design with 10 treatments namely control, seed powder distance, soursop seed powder and Morinda citrifolia seed powder with a dose of 5 grams, 10 grams, 15 grams per 400 grams of corn seed with three replications. The results showed that the addition of each dose of pollen grains increased mortality of adult S. zeamais, reducing the number of new adult emerges, reducing the weight losses of maize grain in storage, and no correlation between seed powder is applied with seed germination. The highest mortality percentage in F3 treatment (seed powder distance (15gr/400gr corn) equal to 98.33% and. While the highest seed germination percentage of the treatment F7 (Morinda citrifolia seed powder 5gr/400 g corn) equal to 99.33%. Key words : S. zeamais, Insecticides Against Plant, Zea mays L. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Fadillah Subhan, ”Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Hama Sitophilus zeamais Motsch. (Coleoptera; Curculionidae) Pada Benih Jagung (Zea mays)”. Dibimbing oleh Yuswani Pangestiningsih dan Fatimah Zahara. S. zeamais merupakan hama pada jagung dalam penyimpanan yang menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar, salah satu pengendalian yang efektif adalah penggunaan insektisida nabati. Pengujian efektifitas beberapa insektisida nabati terhadap mortalitas S. zeamais pada benih jagung dilaksanakan di laboratorium hama tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 10 perlakuan yaitu Kontrol, Serbuk biji jarak, serbuk biji sirsak dan serbuk biji mengkudu dengan dosis 5 gr, 10 gr, 15 gr per 400 gr benih jagung dengan tiga ulangan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis dari masingmasing serbuk biji meningkatkan mortalitas imago S. zeamais, menurunkan jumlah imago baru yang muncul, mengurangi susut bobot biji jagung dalam penyimpanan, dan tidak berpengaruhnya serbuk biji yang diaplikasi dengan daya kecambah benih. Persentase mortalitas tertinggi yaitu pada perlakuan F3 (Serbuk biji Jarak ( 15gr/400gr jagung) sebesar 98.33 % dan. Sedangkan persentase daya kecambah benih tertinggi yaitu pada sasaran (Dishut, 2009). Insektisida nabati merupakan salah satu sarana pengendalian hama alternatif yang layak dikembangkan, karena senyawa insektisida dari tumbuhan tersebut mudah terurai di lingkungan dan relatif aman terhadap mahkluk bukan sasaran (Martono dkk, 2004). Pestisida botani adalah produk alam berasal dari tanaman yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif seperti alkaloid, terpenoid, fenolik dan zat-zat kimia sekunder lainnya. Senyawa bioaktif tersebut apabila diaplikasikan ke tanaman yang terinfeksi organisme pengganggu tidak berpengaruh terhadap fotosintesa, pertumbuhan atau aspek fisiologis tanaman lainnya, namun berpengaruh terhadap sistem saraf otot, keseimbangan hormon, reproduksi, perilaku berupa penolak, penarik, “anti makan” dan sistem pernafasan OPT. Senyawa bioaktif ini dapat dimanfaatkan seperti layaknya sintetik, perbedaannya bahan aktif pestisida nabati disintesa oleh tumbuhan dan jenisnya dapat lebih dari satu macam (campuran) (Hidayat, 2001). Eva Septina Sianturi : Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Pada Tanaman Kacang Hijau Dan Kacang Panjang Terhadap Hama Maruca testulalis Geyer ( Lepidoptera : Pyralidae ), 2009. Bagian tumbuhan seperti daun, bunga, buah, biji, kulit, batang dan sebagainya dapat digunakan dalam bentuk utuh, bubuk ataupun ekstrak (air atau senyawa pelarut organik). Senyawa-senyawa bioaktif pada umumnya dapat diklasifikasikan berdasarkan pada struktur kimianya maupun pada bentuk aktivitasnya. Secara kimiawi senyawa-senyawa bioaktif pada umumnya dapat diklasifikasikan sebagai (A) hidrokarbon, (B) asam-asam organik dan aldehid, (C) asam-asam aromatik, (D) lakton-lakton tidak jenuh sederhana, (E) kumarin, (F) kuinon, (G) flavonoid, (H) tanin, (I) alkaloid, (J) terpenoid dan steroid dan (K) Macam-macam senyawa lain dan senyawa-senyawa yang tidak dikenal (Hidayat, 2001). Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Ageratum conyzoides Linn. merupakan tumbuhan dari famili Asteraceae. Tumbuhan ini di berbagai daerah di Indonesia memiliki nama yang berbeda antara lain di Jawa disebut babadotan, di Sumatera dikenal daun tombak, dan di Madura disebut wedusan. Tumbuhan ini merupakan herba menahun, tegak dengan ketinggian 30 - 80 cm dan mempunyai daya adaptasi yang tinggi, sehingga mudah tumbuh di mana-mana dan sering menjadi gulma yang merugikan para petani. Namun dibalik itu Ageratum dapat digunakan sebagai obat, pestisida dan herbisida, bahkan untuk pupuk dapat meningkatkan hasil produksi tanaman. Di sisi yang lain. Ageratum yang menunjukkan gejala lurik kekuningan dapat menjadi sumber penyakit bagi tanaman lain yang diusahakan di sekitarnya. Ageratum telah digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Di India, Ageratum digunakan sebagai bakterisida, antidisentri dan antilithik (Balitro, 2008). Eva Septina Sianturi : Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Pada Tanaman Kacang Hijau Dan Kacang Panjang Terhadap Hama Maruca testulalis Geyer ( Lepidoptera : Pyralidae ), 2009. Daun babadotan yang dianggap sebagai gulma ternyata bermanfaat sebagai insektisida botani, karena mengandung saponin, flavanoid, polifenol, dan minyak atsiri. Tepung daun tanaman ini jika dicampur dengan tepung terigu mampu menghambat pertumbuhan serangga menjadi kepompong (Plantus, 2008). Herba bandotan mengandung asam amino, organacid, pectic substance, minyak asiri kumarin, ageratochromene, friedelin, ß-sitosterol, stigmasterol, tanin, sulfur, dan potassium chlorida. Akar bandotan mengandung minyak asiri, alkaloid, dan kumarin (BPPT, 2005). Daun yang diekstrak dengan methanol pada konsentrasi 1% beracun terhadap serangga. Tepung daunnya yang dicampur dengan tepung terigu mampu menghambat pertumbuhan larva serangga menjadi pupa (Kardinan, 2004). Gambar 6 Babadotan Sumber : http://balittro.litbang.deptan.go.id/pdf . Eva Septina Sianturi : Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Pada Tanaman Kacang Hijau Dan Kacang Panjang Terhadap Hama Maruca testulalis Geyer ( Lepidoptera : Pyralidae ), 2009. Pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Salah satu tanaman yang mengandung insektisida botanik (alami) adalah daun pandan wangi. Daun pandan wangi ini mengandung insektisida berupa saponin. Adanya senyawa saponin dalam daun pandan telah dibuktikan oleh Rohmawati (1995) yang menyatakan bahwa kandungan kimia daun pandan wangi adalah senyawa pahit berupa polifenol, flavonoid, saponin, minyak atsiri dan alkaloid. Adanya saponin dalam daun pandan wangi juga telah ditulis oleh Sugati dan Jhonny (1991) yang menyatakan bahwa kandungan zat kimia dalam daun pandan wangi adalah alkaloid, saponin, flavonoid, tanin dan polifenol. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan menggunakan ekstrak daun pandan wangi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pandan wangi terhadap kematian larva Aedes aegypti dan mengetahui LC50 dari ekstrak daun pandan wangi yang dapat membunuh larva Aedes aegypti dalam waktu 24 jam dan 48 jam setelah perlakuan (Susanna dkk, 2007). Pandan wangi merupakan salah satu tanaman yang potensial menghasilkan minyak atsiri. Pandan wangi yang dalam bahasa latinnya Pandanus amaryllifolius Roxb., merupakan tumbuhan yang cocok dengan iklim di daerah tropis. Terdapat di pinggir sungai, di tepi rawa, atau di tanah yang basah, dan tumbuh subur di daerah pantai sampai ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Batangnya bulat dengan bekas duduk daun, bisa bercabang-cabang, menjalar, akar tunjang ke luar di sekitar pangkal batang dan cabang. Pandan wangi banyak memiliki manfaat, selain sebagai rempah-rempah dalam pengolahan makanan, pandan wangi juga memiliki banyak manfaat dalam bidang pengobatan, antara lain: 1.Pengobatan lemah saraf Eva Septina Sianturi : Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Pada Tanaman Kacang Hijau Dan Kacang Panjang Terhadap Hama Maruca testulalis Geyer ( Lepidoptera : Pyralidae ), 2009. 2. Pengobatan rematik dan pegal linu 3. Menghitamkan rambut 4. Menghilangkan ketombe. (Husna, 2008). Gambar 7. Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Sumber http://www.ekologi.litbang.depkes.go.id/data/vol%202/DSusana2_2.pdf. Serai Wangi (Andropogon nardus) Serai yang banyak ditemui di berbagai daerah dan biasa digunakan sebagai bumbu masakan ternyata bisa digunakan sebagai insektisida alamiah.Tanaman ini mengandung minyak atsiri (esteris) yang antara lain memiliki senyawa sitronela dan bisa membunuh serangga, termasuk nyamuk. Selain itu mudah didapat serai juga relatif murah harganya. Banyak penelitian mengenai kandungan kimia tanaman serai. Minyak atsiri serai terdiri dari senyawa sitral, sitronela, geraniol, mirsena, nerol, farnesol methil heptenol dan dipentena. Kandungan yang paling besar adalah sitronela yaitu sebesar 35% dan graniol sebesar 35 - 40% (Enjcorp, 2007). Kandungan kimia tanaman serai lebih banyak terdapat pada batang dan daun. Caranya, batang dan daun dihaluskan, lalu dicampur dengan pelarut dan Eva Septina Sianturi : Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Pada Tanaman Kacang Hijau Dan Kacang Panjang Terhadap Hama Maruca testulalis Geyer ( Lepidoptera : Pyralidae ), 2009. menghasilkan minyak asiri yang mengandung senyawa sitral,sitronela, geraniol, mirsena, nerol, farsenol methil heptenon, dan dipentena (Imansyah, 2008). Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun dan batang. Untuk ramuan insektisida nabati,daun dan batang serai dihaluskan lalu dicampur dengan pelarut. Sementara untuk pengendalian hama gudang maka bagian tumbuhan ini digunakan dalam bentuk abu, yaitu dengan cara dibakar (Kardinan, 2004). Gambar 8. Daun Serai (Andropogon nardus) Sumber http://www.mailarchive.com/smundaku99@yahoogroups.com Kemangi (Ocimum basillicum) Minyak kemangi dalam dunia perdagangan disebut dengan basil oil atau sering dikenal dengan Sweet basil oil. Balittro memiliki 5 jenis dengan 7 varietas dari Kemangi (Ocimum spp). Berdasarkan senyawa utama dalam minyaknya dapat dikenal beberapa tipe basil yaitu tipe Reunion (methyl chavicol, camphor), tipe Eropa (methyl chavicol, linalool), tipe Methyl cinnamate (methyl chavicol, linaool, methyl cinnamate) dan tipe Eugenol (eugenol). Sweet basil oil yang dihasilkan dari Ocimum basillicum masuk dalam tipe Reunion kandungan utama minyaknya adalah methyl chavicol, jenis ini yang banyak dikembangkan (Hadipoentyanti dan Sukamto, 2008). Eva Septina Sianturi : Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Pada Tanaman Kacang Hijau Dan Kacang Panjang Terhadap Hama Maruca testulalis Geyer ( Lepidoptera : Pyralidae ), 2009. Telah diteliti fitokimia ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum americanum L., Lamiaceae). Hasil penapisan fitokimia menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid/steroid. Dari ekstrak tersebut diisolasi satu senyawa yang memberikan warna merah muda keunguan dengan penmapak bercak Liebermann-Burchard. Berdasarkan reaksi warna dan spektrum inframerah diduga isolat termasuk 0,51 0,00 0,44 0,95 0,32 P6 0,00 1,15 0,94 2,09 0,70 P7 0,56 0,94 0,00 1,50 0,50 P8 1,15 0,30 0,51 1,96 0,65 5,85 7,55 6,19 19,59 Total 0,65 0,84 0,69 Rataan 0,73 Analisa Sidik Ragam Sumber Ulangan Perlakuan error total FK= KK= Ket : * = nyata tn = tidak nyata db 2 8 16 26 Jk 0,18 4,45 2,86 7,49 KT 0,09 0,56 0,18 Fhit 0,50 3,11 tn * F.05 3,63 2,59 14,21 58,28 % Universitas Sumatera Utara uji jarak duncan sy P SSR .05 LSR .05 0,10 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3,00 3,15 3,23 3,30 3,34 3,37 3,39 3,41 3,43 0,31 P2 0,31 0,33 P5 0,32 0,33 P7 0,50 0,34 P4 0,61 0,34 P8 0,65 0,35 P6 0,70 0,35 P1 0,74 0,35 P3 0,97 0,35 P0 1,73 .a b c Universitas Sumatera Utara Lampiran 4. Tabel Rataan Intensitas Serangan (%) 42 HST Ulangan Ulangan Ulangan II III Perlakuan I P0 4,40 4,40 4,40 P1 4,40 2,80 3,20 P2 2,70 2,60 3,50 P3 3,50 3,30 3,30 P4 3,70 2,10 2,10 P5 3,20 3,20 2,40 P6 2,10 2,60 3,40 P7 2,80 3,00 3,00 P8 2,60 2,90 3,20 29,40 26,90 28,50 Total 3,27 2,99 3,17 Rataan Analisa Sidik Ragam Sumber Ulangan Perlakuan error total FK= KK= Ket : * = nyata tn = tidak nyata db 2 8 16 26 Jk 0,36 7,15 4,74 12,25 total Rataan 13,20 4,40 10,40 3,47 8,80 2,93 10,10 3,37 7,90 2,63 8,80 2,93 8,10 2,70 8,80 2,93 8,70 2,90 84,80 3,14 KT 0,18 0,89 0,30 Fhit 0,60 3,01 tn * F.05 3,63 2,59 266,33 17,34 % Universitas Sumatera Utara uji jarak duncan sy P SSR .05 LSR .05 0,17 2 3,00 0,51 P4 2,63 3 3,15 0,54 P6 2,70 4 3,23 0,55 P8 2,90 5 3,30 0,56 P2 2,93 6 3,34 0,57 P5 2,93 7 3,37 0,58 P7 2,93 8 3,39 0,58 P1 3,47 9 3,41 0,58 P3 3,37 10 3,43 0,59 P0 4,40 a b c Universitas Sumatera Utara Lampiran 5. Tabel Rataan Intensitas Serangan (%) 49 HST Ulangan Ulangan Ulangan I II III Perlakuan P0 10,30 10,60 10,60 P1 6,90 7,70 7,40 P2 8,30 8,60 8,40 P3 9,20 8,70 7,70 P4 9,40 9,80 8,00 P5 9,60 8,40 8,40 P6 10,00 9,30 9,00 P7 10,00 10,30 9,30 P8 8,20 10,30 9,00 81,90 83,70 77,80 Total 9,10 9,30 8,64 Rataan Analisa sidik ragam Sumber Ulangan Perlakuan error total FK= KK= Ket : * = nyata tn = tidak nyata db 2 8 16 26 Jk 2,03 19,73 5,61 27,37 total Rataan 31,50 10,50 22,00 7,33 25,30 8,43 25,60 8,53 27,20 9,07 26,40 8,80 28,30 9,43 29,60 9,87 27,50 9,17 243,40 9,01 KT 1,02 2,47 0,35 Fhit 2,89 7,03 tn * F.05 3,63 2,59 2194,21 6,57 % Universitas Sumatera Utara uji jarak duncan sy P SSR .05 LSR .05 0,20 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3,00 3,15 3,23 3,30 3,34 3,37 3,39 3,41 3,43 0,61 P1 7,33 0,64 P2 8,43 0,65 P3 8,53 0,67 P5 8,80 0,68 P4 9,07 0,68 P8 9,17 0,69 P6 9,43 0,69 P7 9,87 0,69 P0 10,50 a b c d Universitas Sumatera Utara Lampiran 6. Tabel Rataan Intensitas Serangan (%) 56 HST Ulangan Ulangan Ulangan I II III Perlakuan P0 27,52 28,09 30,10 P1 19,70 20,10 19,90 P2 22,52 21,70 21,90 P3 23,00 26,70 23,40 P4 24,30 23,60 26,70 P5 23,10 25,60 22,40 P6 28,80 26,60 24,50 P7 29,52 27,60 28,09 P8 23,40 26,40 25,33 221,86 226,39 222,32 Total 24,7 25,2 24,7 Rataan Analisa sidik ragam Sumber Ulangan Perlakuan error total FK= KK= Ket : * = nyata tn = tidak nyata db 2 8 16 26 total Rataan 85,71 28,57 59,70 19,90 66,12 22,04 73,10 24,37 74,60 24,87 71,10 23,70 79,90 26,63 85,21 28,40 75,13 25,04 670,57 24,8 Jk 1,38 190,91 37,79 230,08 KT 0,69 23,86 2,36 Fhit 0,29 10,10 tn * F.05 3,63 2,59 16654,23 6,19 % Universitas Sumatera Utara uji jarak duncan sy P SSR .05 LSR .05 1,36 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3,00 3,15 3,23 3,30 3,34 3,37 3,39 3,41 3,43 4,09 P1 19,90 4,30 P2 22,04 4,40 P5 23,70 4,50 P3 24,37 4,55 P4 24,87 4,60 P8 25,04 4,62 P6 26,63 4,65 P7 28,40 4,68 P0 28,57 a b Universitas Sumatera Utara Lampiran 7. Tabel Rataan Intensitas Serangan (%) 63 HST Ulangan Ulangan Ulangan II III Perlakuan I P0 37,30 37,40 38,30 P1 22,30 25,40 23,50 P2 28,40 30,20 31,70 P3 29,40 34,50 28,60 P4 32,20 31,20 35,50 P5 32,40 30,60 33,70 P6 35,30 34,20 33,40 P7 39,20 33,00 37,30 P8 35,80 33,60 30,50 292,30 290,10 292,50 Total 32,48 32,23 32,50 Rataan Analisa Sidik Ragam Sumber Ulangan Perlakuan error total FK= KK= Ket : * = nyata tn = tidak nyata db 2 8 16 26 Jk 0,39 396,52 82,20 479,11 total Rataan 113,00 37,67 71,20 23,73 90,30 30,10 92,50 30,83 98,90 32,97 96,70 32,23 102,90 34,30 109,50 36,50 99,90 33,30 874,90 32,40 KT 0,20 49,56 5,14 Fhit 0,04 9,65 tn * F.05 3,63 2,59 28350,00 6,99 % Universitas Sumatera Utara uji jarak duncan sy P SSR .05 LSR .05 2,97 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3,00 3,15 3,23 3,30 3,34 3,37 3,39 3,41 3,43 8,90 P1 23,73 9,34 P2 30,10 9,58 P3 30,83 9,79 P5 32,23 9,91 P4 32,97 10,00 P8 33,30 10,06 P6 34,30 10,11 P7 36,50 10,17 P0 37,67 a .b Universitas Sumatera Utara Lampiran 8. Tabel Rataan Intensitas Serangan (%) 70 HST Ulangan Ulangan Ulangan Perlakuan I II III total Rataan P0 45,40 46,30 45,60 137,30 45,77 P1 28,20 27,80 26,50 82,50 27,50 P2 31,20 33,40 34,20 98,80 32,93 P3 37,70 36,30 34,60 108,60 36,20 P4 41,60 36,40 38,40 116,40 38,80 P5 36,20 35,40 39,50 111,10 37,03 P6 36,40 44,70 36,70 117,80 39,27 P7 42,20 41,20 40,30 123,70 41,23 P8 40,30 35,80 41,60 117,70 39,23 339,20 337,30 337,40 1013,90 Total 37,69 37,48 37,49 Rataan 37,55 Analisa sidik ragam Sumber Ulangan Perlakuan error total FK= KK= Ket : * = nyata tn = tidak nyata db 2 8 16 26 Jk KT Fhit 0,25 0,13 0,02 638,49 79,81 12,86 99,29 6,21 738,03 tn * F.05 3,63 2,59 38073,82 6,63 % Universitas Sumatera Utara uji jarak duncan sy P SSR .05 LSR .05 3,58 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3,00 3,15 3,23 3,30 3,34 3,37 3,39 3,41 3,43 10,75 P1 27,50 11,29 P2 32,93 11,57 P3 36,20 11,82 P5 37,03 11,97 P4 38,80 12,07 P8 39,23 12,15 P6 39,27 12,22 P7 41,23 12,29 P0 45,77 a b Universitas Sumatera Utara Lampiran 9. Tabel Rataan Intensitas Serangan (%) 77 HST Ulangan Ulangan Ulangan II III Perlakuan I total Rataan P0 56,60 57,20 57,80 171,60 57,20 P1 41,50 42,50 42,40 126,40 42,13 P2 42,30 43,30 44,60 130,20 43,40 P3 46,80 44,70 45,40 136,90 45,63 P4 51,30 48,40 47,50 147,20 49,07 P5 49,50 47,50 48,70 145,70 48,57 P6 52,30 54,40 51,20 157,90 52,63 P7 55,30 52,10 53,40 160,80 53,60 P8 51,30 48,60 52,10 152,00 50,67 Total 446,90 438,70 443,10 1328,70 Rataan 49,66 48,74 49,23 49,21 Analisa sidik ragam Sumber Ulangan Perlakuan error total FK= KK= Ket : * = nyata tn = tidak nyata db 2 8 16 26 Jk KT Fhit 3,74 1,87 1,01 582,05 72,76 39,28 29,64 1,85 615,43 tn * F.05 3,63 2,59 65386,80 2,77 % Universitas Sumatera Utara uji jarak duncan sy P SSR .05 LSR .05 1,07 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3,00 3,15 3,23 3,30 3,34 3,37 3,39 3,41 3,43 3,21 P1 42,13 3,37 P2 43,40 3,45 P3 45,63 3,53 P5 48,57 3,57 P4 49,07 3,60 P8 50,67 3,63 P6 52,63 3,65 P7 53,60 3,67 P0 57,20 a b c d Universitas Sumatera Utara Lampiran 10. Tabel Produksi Ulangan Ulangan II Perlakuan I P0 5,70 5,10 P1 5,40 6,10 P2 6,20 5,90 P3 6,50 5,20 P4 4,10 5,50 P5 5,00 5,00 P6 7,00 4,20 P7 6,10 6,20 P8 6,70 5,20 52,70 48,40 Total 5,86 5,38 Rataan Analisa sidik ragam db Sumber 2 Ulangan 8 Perlakuan 16 error 26 total FK= Jk 1,21 8,12 11,81 21,13 Ulangan III 7,80 5,20 5,80 6,20 4,20 4,40 6,50 5,50 6,50 52,10 5,79 KT 0,60 1,01 0,74 total 18,60 16,70 17,90 17,90 13,80 14,40 17,70 17,80 18,40 153,20 Rataan 6,20 5,57 5,97 5,97 4,60 4,80 5,90 5,93 6,13 5,67 Fhit 1,22 0,73 tn tn F.05 3,63 2,59 869,27 Ket : * = nyata tn = tidak nyata Universitas Sumatera Utara Lampiran 11. DESKRIPSI JAGUNG HIBRIDA VARIETAS BISI 2 Tahun dilepas : 1995 Asal : F1 dari silang tunggal antara FS 4 dengan FS 9. FS 4 dan FS 9 merupakan tropical inbred yang dikembangkan oleh Charoen Seed Co., Ltd. Thailand dan Dekalb Plant Genetic, USA. Umur : 50% keluar rambut : + 56 hari Panen : + 103 hari Batang : Tinggi dan tegap Warna batang : Hijau Tinggi tanaman : + 232 cm Daun : Panjang, lebar, dan terkulai Warna dau : Hijau cerah Keragaman tanaman : Seragam Perakaran : Baik Kerebahan : Tahan Tongkol : Sedang, silindris, dan seragam Kedudukan tongkol : Di tengah-tengah batang Kelobot : Menutup tongkol dengan baik Tipe biji : Setengah mutiara (semi flint) Warna biji : Kuning oranye Jumlah baris/tongkol : 12 - 14 baris Bobot 1000 biji : + 265 g Rata-rata hasil : 8,9 t/ha pipilan kering Potensi hasil : 13 t/ha pipilan kering Ketahanan : Toleran terhadap penyakit bulai dan karat daun Keterangan : Baik ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl. SK Mentri No : 589/Kpts/TP.240/9/95 Universitas Sumatera Utara Lampiran 12. Foto lahan penelitian Gambar 11. Lahan Penelitian Tampak dari Depan Gambar 12. Lahan penelitian Tampak Pada Blok Universitas Sumatera Utara Lampiran 13. Gejala Serangan Puccinia polysora di Lapangan sumber: Foto Langsung Gambar 14. P1 (Larutan rimpang jahe 50 gr /liter air) Gambar 13. P0 (Kontrol) Gambar 15. Gambar 16. P2 (Larutan rimpang jahe 100 gr /liter air) P4 (Larutan rimpang kunyit 100 gr /liter air) Gambar 17. P5 (Larutan daun cengkeh 50 gr /liter air) Gambar 18. P8 (Larutan daun sirih 100 gr /liter air) Universitas Sumatera Utara
Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Hama Sitophilus zeamais Motsch. (Coleoptera; Curculionidae) Pada Benih Jagung (Zea mays)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Uji Efektifitas Beberapa Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Hama Sitophilus zeamais Motsch. (Coleoptera; Curculionidae) Pada Benih Jagung (Zea mays)

Gratis