Feedback

Perancangan Inkubator Menggunakan Sensor Hsm-20g Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535.

Informasi dokumen
1 PERANCANGAN INKUBATOR MENGGUNAKAN SENSOR HSM-20G BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 TUGAS AKHIR ARRY LAMBOK H 082408029 PROGRAM STUDI D3 FISIKA INSTRUMENTASI DEPARTEMEN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara 2 PERANCANGAN INKUBATOR MENGGUNAKAN SENSOR HSM-20G BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya ARRY LAMBOK H 082408029 PROGRAM STUDI D3 FISIKA INSTRUMENTASI DEPARTEMEN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara 3 PERSETUJUAN Judul : PERANCANGAN INKUBATOR MENGGUNAKAN SENSOR HSM-20G BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 Kategori : TUGAS AKHIR Nama : ARRYLAMBOK H No Induk Mahasiswa : 082408029 Program Studi : DIPLOMA III (D3) FISIKA INSTRUMENTASI Departemen : FISIKA Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Diluluskan di Medan, 02 Juli 2011 Disetujui oleh : Ketua Program Studi D-3 Pembimbing Fisika Instrumentasi Dr. Susilawati, M.Si. NIP. 197412072000122001 Dr. Marhaposan Situmorang NIP. 195510301980031003 Universitas Sumatera Utara 4 PERNYATAAN PERANCANGAN INKUBATOR MENGGUNAKAN SENSOR HSM-20G BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 TUGAS AKHIR Saya mengakui bahwa Tugas Akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing – masing disebutkan sumbernya. Medan, 02 Juli 2011 ( ARRY LAMBOK H) 082408029 Universitas Sumatera Utara 5 ABSTRAK Pada Tugas Akhir ini penulis membahas masalah yang berjudul “Perancangan Inkubator Menggunakan Sensor HSM-20G Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535”. Alat ini berfungsi menjaga suhu dan kelembaban yang berada di dalamnya agar sesuai dengan yang kita inginkan. Dalam hal ini digunakan suhu ruang inkubator sebagai objek yang diatur. Simulasi inkubator ini menggunakan Mikrokontroler ATMega 8535, sensor suhu dan kelembaban HSM-20G, PSA, Trafo, Relay, LCD, Heater dan Kipas. Mikrokontroler ATMega 8535 mempunyai input berbentuk sensor suhu dan kelembaban, sensor ini akan mendeteksi suhu dan kelembaban yang berada dalam Inkubtor dan menampilkannya pada LCD. Inkubator menggunakan sebuah heater yang berfungsi sebagai pemanas dengan cara kerja mengeluarkan panas yang berlebih pada Inkubator dan menggunakan 8 buah tombol setting yang berfungsi sebagai pengatur suhu,pengatur jam, pengatur menit, dan pengaturan kelembaban sehingga Inkubator akan bekerja secara otomatis. Alat ini bekerja secara otomatis dengan merespon berapa besar suhu dan kelembaban yang dideteksi oleh sensor suhu dan kelembaban, Mikrokontroler kemudian memproses suhu dan kelembaban tersebut dan memberikan output yang telah diprogram sebelumnya.Suhu dan kelembaban ini kemudian ditampilkan pada LCD. Heater dan kipas akan menyala apabila ada perubahan suhu dan kelembaban yang disesuaikan dengan programnya dan buzzer juga akan berbunyi saat suhu dan kelembaban lebih dari yang telah kita atur. Universitas Sumatera Utara 6 DAFTAR ISI Halaman Persetujuan . ii Pernyataan. iii Penghargaan. iv Abstrak . v Daftar isi.,,. vi Daftar Gambar .,. vii Daftar Tabel.,. viii Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang . 1 1.2. Rumusan Masalah . 2 1.3. Tujuan Penulisan . 2 1.4. Batasan Masalah . 2 1.5. Sistematika Penulisan . 3 Bab 2 Landasan Teori 2.1. Sensor Suhu dan kelembaban HSM-20G . 4 2.2. Mikrokontroler ATMega 8535. 5 2.2.1. Fitur ATMega 8535 . 6 2.2.2. Konfigurasi ATMega 8535 . 7 2.2.3. Peta Memori . 11 2.2.4. Status Register (SREG). 11 2.2.5. Program Code-Vision AVR . 15 2.2.6. Perancangan Rangkaian LCD (Liquid Crystal Display).16 Bab 3 Rancangan Sistem 3.1. Diagram Blok Sistem . 18 3.2. Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler ATMega 8535 . 19 3.3. Rangkaian Power Supply. 20 3.4. Rangkaian Driver Kipas . 21 3.5. Perancangan Sensor Suhu HSM-20G. 22 3.6. Relay. 23 3.7. Pengaplikasian LCD . 24 3.9. Flowchart Program . 24 Bab 4 Pengujian Rangkaian 4.1. Pengujian Sensor HSM-20G. 26 4.2. Pengujian Sistem Minimum ATMega 8535 . 26 4.3. Pengujian Rangkaian Driver Kipas . 26 4.4. Pengujian LCD. 26 4.5. Pengujian Rangkaian Power Supply . 27 Universitas Sumatera Utara 7 4.6. Pengujian Rangkaian secara keseluruhan . 27 4.7. Program Code-Vision AVR. 28 Bab 5 Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan . 41 5.2 Saran. 41 Daftar Pustaka . 42 Lampiran. 43 Universitas Sumatera Utara 8 DAFTAR GAMBAR Gambar2.1. HSM-20G Sensor Suhu dan Kelembaban. 4 Gambar2.2. Pin ATMega 8535 . 7 Gambar2.3. Status Register ATMega 8535 . 11 Gambar2.4. Form pembuatan program micro chip (CodeVisionAVR) . 15 Gambar2.5. Rangkaian LCD.16 Gambar3.1. Diagram Blok Sistem.17 Gambar3.2. Rangkaian Skematik Sistem Minimum.18 Gambar3.3. Rangkaian Skematik Power Supply.19 Gambar3.4. Rangkaian Relay Pengendali Kipas. 20 Gambar3.5. Rangkaian skematik konektor yang dihubungkan dari LCD ke konektor. 23 Gambar3.6. Flowchart Program .24 Universitas Sumatera Utara 9 DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Konfigurasi Pin Port B ATMega 8535. 8 Tabel 2.2. Konfigurasi Pin Port D ATMega 8535. 9 Tabel 2.3. Pin Sensor Humidity . 21 Universitas Sumatera Utara 5 ABSTRAK Pada Tugas Akhir ini penulis membahas masalah yang berjudul “Perancangan Inkubator Menggunakan Sensor HSM-20G Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535”. Alat ini berfungsi menjaga suhu dan kelembaban yang berada di dalamnya agar sesuai dengan yang kita inginkan. Dalam hal ini digunakan suhu ruang inkubator sebagai objek yang diatur. Simulasi inkubator ini menggunakan Mikrokontroler ATMega 8535, sensor suhu dan kelembaban HSM-20G, PSA, Trafo, Relay, LCD, Heater dan Kipas. Mikrokontroler ATMega 8535 mempunyai input berbentuk sensor suhu dan kelembaban, sensor ini akan mendeteksi suhu dan kelembaban yang berada dalam Inkubtor dan menampilkannya pada LCD. Inkubator menggunakan sebuah heater yang berfungsi sebagai pemanas dengan cara kerja mengeluarkan panas yang berlebih pada Inkubator dan menggunakan 8 buah tombol setting yang berfungsi sebagai pengatur suhu,pengatur jam, pengatur menit, dan pengaturan kelembaban sehingga Inkubator akan bekerja secara otomatis. Alat ini bekerja secara otomatis dengan merespon berapa besar suhu dan kelembaban yang dideteksi oleh sensor suhu dan kelembaban, Mikrokontroler kemudian memproses suhu dan kelembaban tersebut dan memberikan output yang telah diprogram sebelumnya.Suhu dan kelembaban ini kemudian ditampilkan pada LCD. Heater dan kipas akan menyala apabila ada perubahan suhu dan kelembaban yang disesuaikan dengan programnya dan buzzer juga akan berbunyi saat suhu dan kelembaban lebih dari yang telah kita atur. Universitas Sumatera Utara 10 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Berbagai jenis teknologi telah banyak diciptakan oleh manusia untuk dapat mempermudah manusia dalam melakukan pekerjaannya. Sebagai salah satu teknologi yang berkembang ialah teknologi di bidang pengukuran suhu dan kelembaban. Alat pengukur suhu dan kelembaban sangat banyak diperlukan dalam hal-hal tertentu. Contohnya,pada suatu gudang penyimpanan sangat penting diperhatikan suhu dan kelembaban dari ruangan gudang tersebut untuk menyimpan barang dengan baik, pada ruang server komputer juga dibutuhkan suhu tertentu agar server tetap dapat bekerja dengan baik, begitu juga pada inkubator ini, suhu dan kelembabannya harus diperhatikan dan masih banyak lagi aplikasi lainnya. Berangkat dari hal tersebut penulis ingin membuat inkubator ini dengan pengaturan suhu dan kelembaban dengan menggunakan mikrokontroller ATMega 853 sebagai pusat kendalinya, sensor HSM-20G sebagai sensor suhu dan kelembaban ,LCD sebagai penampilnya, PSA, Trafo, Relay, Heater dan Kipas. Hasil menunjukkkan Mikrokontroler ATMega 8535 mempunyai input berbentuk sensor suhu, sensor ini akan mendeteksi suhu dan kelembaban yang berada dalam Inkubtor dan menampilkannya pada LCD. Inkubator menggunakan sebuah heater yang berfungsi sebagai pemanas dengan cara kerja mengeluarkan panas yang berlebih pada Inkubator dan menggunakan 8 buah lampu yang berfungsi sebagai pengatur suhu,pengatur jam, pengatur menit, dan pengaturan kelembaban sehingga Inkubator akan bekerja secara otomatis. Alat ini bekerja secara otomatis dengan merespon berapa besar suhu dan kelembaban yang dideteksi oleh sensor suhu dan kelembaban, Mikrokontroler kemudianmemproses suhu dan kelembaban tersebut dan memberikan output yang telah diprogram sebelumnya.Suhu dan kelembaban ini kemudian ditampilkan pada LCD. Universitas Sumatera Utara 11 1.2. Rumusan Masalah Laporan proyek ini membahas tentang perangkat keras yang meliputi perakitan inkubator yang terdiri dari sensor suhu dan kelembaban HSM-20G, Mikrokontroler ATMega 8535 sebagai pusat kendalinya beserta software pemrogramannnya, LCD sebagai tampilannya, Relay, Heater, Trafo, PSA dan Kipas. 1.3. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan laporan proyek ini adalah untuk: 1. Sebagai salah satu syarat untuk dapat menyelesaikan program Diploma Tiga (D-III) Fisika Instrumentasi FMIPA Universitas Sumatera Utara. 2. Pengembangan kreatifitas mahasiswa dalam bidang ilmu instrumentasi pengontrolan dan elektronika sebagai bidang diketahui. 3. Merancang suatu alat pengukuran suhu dan kelembaban pada inkubator untuk Kemudian ditampilkan pada LCD dengan menggunakan Mikrokontroler ATMega 8535. 4. Mengetahui cara kerja sensor HSM-20G berbasis Mikrokontroler AtMega 8535. 5. Penulis ingin memberikan penjelasan tentang penggunaan dan cara kerja Inkubator Menggunakan sensor HSM-20G Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535. Universitas Sumatera Utara 12 1.4. Batasan Masalah Mengacu pada hal diatas Penulis Merancang Inkubator Memakai HSM-20G Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535, dengan batasan-batasan sebagai berikut : 1. Pembahasan mikrokontroler Atmega 8535. 2. Sensor yang digunakan adalah HSM-20G sebagai sensor suhu dan kelembaban. 3. Pembahasan hanya meliputi rangkaian Mikrokontroler ATMega 8535, HSM-20G, beserta programnya. 4. Pembahasan hanya sebatas pemrograman mikrokontroler dan interfacing untuk pemrograman dari komputer ke mikrokontroler tidak dibahas. 5. Pengujian alat tidak dilakukan pada kondisi yang ekstrim (mis: lemari Pendingin, tungku pemanas, dll). 1.5. Sistematika Penulisan BAB I : PENDAHULUAN Dalam hal ini berisikan mengenai latar belakang,rumusan Masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, serta sistematika penulisan. BAB II : LANDASAN TEORI Dalam bab ini dijelaskan tentang teori pendukung yang digunakan untuk pembahasan dan cara kerja dari rangkaian teori pendukung itu antara lain tentang Mikrokontroler Atmega 8535, HSM-20G , bahasa program yang dipergunakan, serta cara kerja dari mikrokontroler Atmega 8535 dan komponen pendukung. Universitas Sumatera Utara 13 BAB III : RANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas perancangan dari alat , yaitu blok dari rangkaian, skematik dari masing-masing rangkaian dan diagram alir dari program yang diisikan ke Mikrokontroler ATMega 8535. BAB IV : PENGUJIAN RANGKAIAN Pada bab ini akan dibahas pengujian rangkaian dan hasil pengujian dari Masing – masing pada rangkaian serta di isikan program ke mikrokontroler ATMega 8535. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini merupakan penutup yang meliputi tentang kesimpulan dari pembahasan yang dilakukan dari tugas akhir ini serta saran apakah rangkaian ini dapat dibuat lebih efisien dan dikembangkan perakitannya pada suatu metode lain yang mempunyai system kerja yang sama. Universitas Sumatera Utara 14 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sensor Suhu dan Kelembaban HSM-20G Sensor HSM-20G adalah sensor pengukur kelembaban dan temperatur. Dimana wujud darihumidity tersebut seperti gambar dibawah ini Gambar 2.1. Sensor HSM-20G Sensor humidity HSM-20G dimana kelembaban relatif bisa di konversi ke tegangan keluaran yang standart. Macam- macam dari jenis aplikasi yang dapat digunakan oleh sensor ini adalah lembab,dan sangat lembab, untuk AC,data loggers kelembaban, automotive climate control, dll. Sensor ini mempunyai beberapa karekteristik dimana batas input tegangan DC 5±0.2 volt, batas output tegangan adalah sebesar DC 1-3volt, akurasi pengukuran ±5%RH, operasi arus maksimum 2mA, batas storage RH 0-99%RH, batas operasi RH 20-95%(100%RH intermittent), kondensasi transient
Perancangan Inkubator Menggunakan Sensor Hsm-20g Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535. Perancangan Inkubator Menggunakan Sensor Hsm 20G Berbasis Mikrokontroler Atmega
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Perancangan Inkubator Menggunakan Sensor Hsm-20g Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535.

Gratis