Feedback

18-Oct-2011

Informasi dokumen
BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Tinjauan Teoritis 1. Laporan Keuangan Laporan keuangan yang lengkap menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1 terdiri dari komponen-komponen, (a) Neraca, (b) Laporan laba-rugi, (c) Laporan perubahan ekuitas, (d) Laporan arus kas, dan (e) Catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan harus menerapkan PSAK secara benar disertai pengungkapan yang diharuskan PSAK dalam catatan atas laporan keuangan. Informasi lain tetap diungkapkan untuk menghasilkan penyajian yang wajar walaupun pengungkapan tersebut tidak diharuskan oleh standar akuntansi (PSAK No.1, par. 10). Di samping catatan atas laporan keuangan, perusahaan (manajemen) juga dianjurkan untuk memberikan “informasi tambahan”. Informasi tambahan yang dianjurkan meliputi (1) telaahan keuangan yang menjelaskan karakteristik utama yang mempengaruhi kinerja perusahaan, (2) posisi keuangan perusahaan, (3) kondisi ketidakpastian, (4) laporan mengenai lingkungan hidup, dan (5) laporan nilai tambah (PSAK No.1, par. 08 dan 09). Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan oleh manajemen kepada pihak luar perusahaan. Kualitas komunikasi yang dicapai akan tergantung dengan kualitas laporan keuangan. Untuk mendukung tercapainya Universitas Sumatera Utara kualitas laporan keuangan yang baik, maka diperlukan adanya aturan (regulasi) yang dibuat oleh profesi dewan pembuat standar dan pemerintah. Karakteristik kualitas laporan keuangan sebagaimana yang dinyatakan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 (IAI : 2009) adalah sebagai berikut: a. Dapat dipahami Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. b. Relevan Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu. c. Keandalan Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. d. Dapat dibandingkan Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasikan kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif. Untuk menghasilkan informasi yang relevan dan andal tidaklah mudah, terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Salah satu kendala informasi yang relevan dan andal tersebut adalah tepat waktu (timeliness). Suatu informasi akan kehilangan relevansinya jika terdapat keterlambatan yang tidak semestinya dalam pelaporan. Universitas Sumatera Utara 2. Audit Delay Audit delay didefinisikan sebagai lamanya waktu penyelesaian audit yang diukur dari tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal diterbitkannya laporan audit. Menurut Bimo (2007) “ audit delay sebagai rentang waktu penyelesaian laporan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan keuangan auditor independen atas audit laporan keuangan perusahaan sejak tanggal tutup buku perusahaan, yaitu per 31 Desember sampai tanggal yang tertera pada laporan auditor independen ”. Diungkap dalam penelitian Subekti dan Widiyanti (2004), perbedaan waktu yang sering dinamai dengan audit delay adalah perbedaan antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan audited yang mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor. Semakin panjang audit delay menunjukkan bahwa auditor semakin lama menyelesaikan pekerjaan auditnya. 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay Beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi audit delay telah dikaji dalam beberapa penelitian sebelumnya, yaitu ukuran perusahaan, kategori KAP, jenis industri, opini auditor, profitabilitas, solvabilitas, pelaporan laba/ rugi perusahaan, kategori perusahaan, kepemilikan perusahaan, umur perusahaan, internal auditor, lamanya emiten menjadi klien KAP. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, opini (pendapat) auditor dan ukuran KAP dengan alasan faktor-faktor tersebut mewakili faktor-faktor yang diteliti dalam setiap penelitian terdahulu. Universitas Sumatera Utara a. Ukuran Perusahaan Terkait dengan ketepatwaktuan laporan keuangan tahunan, maka ukuran perusahaan juga berhubungan dengan ketepatwaktuan pelaporan keuangan. Besar kecilnya ukuran perusahaan juga dipengaruhi oleh kompleksitas operasional, variabilitas dan intensitas transaksi perusahaan tersebut yang tentunya akan berpengaruh terhadap kecepatan dalam menyajikan laporan keuangan kepada publik. Menurut Lestari (2010) dalam penelitiannya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay perusahaan go publik di BEJ tahun 2003-2005 menyatakan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hal ini sejalan dengan Sejati (2007) dalam penelitiannya tentang faktor yang berpengaruh terhadap audit delay menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay. Menurut Ashton, dkk (1989) serta Owusu-Ansah (2000) dalam Lestari (2010), perusahaan besar melaporkan laporan keuangan lebih cepat dibandingkan dengan perusahaan kecil. Sebaliknya, Boynton dan Kell (1996) dalam Lestari (2010) menyebutkan audit delay akan semakin lama apabila ukuran perusahaan yang diaudit semakin besar. Hal ini berkaitan dengan semakin banyaknya jumlah sampel yang harus diambil dan semakin luas prosedur audit yang harus ditempuh. Namun logika yang mendasari hasil penelitian Ashton dapat dijelaskan oleh Dyer dan McHugh (1975) dalam Lestari (2007). Manajemen perusahaan berskala besar cenderung diberikan insentif untuk mengurangi audit delay dikarenakan perusahaan-perusahaan tersebut dimonitor secara ketat oleh Universitas Sumatera Utara investor, pengawas permodalan, dan pemerintah. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan berskala besar cenderung mengalami tekanan eksternal yang lebih tinggi untuk mengumumkan laporan audit lebih awal. b. Profitabilitas Menurut Brigham dan Houston (2001:89) profitabilitas adalah hasil bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan. Sedangkan Horne dan Wachowicz (2000:147) mengatakan rasio profitabilitas menghubungkan laba dengan penjualan dan laba dengan investasi yang secara bersama-sama keduanya menunjukkan efektifitas keseluruhan operasi perusahaan. Menurut Hanafi dan Halim (2000:83) rasio profitabilitas ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham tertentu. Ang (2000:18) mengatakan profitabilitas menunjukkan keberhasilan perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan. Maka tingkat profitabilitas rendah ditengarai berpengaruh terhadap audit delay. Hal tersebut berkaitan dengan akibat yang dapat ditimbulkan pasar terhadap pengumuman rugi oleh perusahaan. Penelitian yang dilakukan Lestari (2010) menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Hal ini sejalan dengan penelitian Sistya (2008) yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi membutuhkan waktu yang lebih cepat dalam pengauditan laporan keuangan. Universitas Sumatera Utara Hal ini terjadi karena auditor dalam menghadapi perusahaan yang mengalami kerugian memiliki respon yang cenderung hati-hati dalam melakukan proses audit. c. Solvabilitas Solvabilitas sering juga disebut leverage ratio. Weston dan Copeland (1995) dalam Lestari (2010) menyatakan bahwa rasio leverage mengukur tingkat aktiva perusahaan yang telah dibiayai oleh penggunaan hutang. Dengan demikian solvabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua hutang-hutangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tingginya rasio debt to equity mencerminkan tingginya resiko keuangan perusahaan. Tingginya resiko ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa perusahaan tersebut tidak bisa melunasi kewajiban atau hutangnya baik berupa pokok maupun bunga. Resiko perusahaan yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Kesulitan keuangan merupakan berita buruk yang akan mempengaruhi kondisi perusahaan di mata masyarakat. Pihak manajemen cenderung menunda penyampaian laporan keuangan berisi berita buruk. Pembahasan lebih lanjut dalam menganalisa peranan solvabilitas guna menjelaskan rentang waktu penyelesaian pelaporan keuangan ke publik, didasari oleh penemuan Jensen dan Meckling dalam Lestari (2010) yang menyatakan bahwa debt holders menghendaki syarat-syarat tertentu dalam perjanjian kontrak utang untuk membatasi aktivitas manajemen, yang salah satunya mengharuskan manajemen menyajikan laporan keuangan lebih cepat dan bersifat rutin untuk waktu tertentu. Hal ini dimaksudkan agar debt holders dapat menilai kinerja finansial manajemen. Wirakusuma (2004), Universitas Sumatera Utara dalam penelitiannya memperoleh hubungan yang signifikan antara solvabilitas dengan audit delay perusahaan. Semakin tinggi rasio utang terhadap total aktiva, semakin lama rentang waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian audit laporan keuangan tahunan. d. Opini (pendapat) Auditor Independen Ada lima tipe pokok laporan audit yang diterbitkan auditor (Mulyadi, 2002: 20) : 1) Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) Dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, auditor menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia. Laporan audit dengan pendapat wajar tanpa pengecualian diterbitkan oleh auditor jika kondisi berikut ini terpenuhi : a) Semua laporan neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas terdapat dalam laporan keuangan. b) Dalam pelaksanaan perikatan, seluruh standar umum dapat dipenuhi oleh auditor. c) Bukti cukup dapat dikumpulkan oleh auditor, dan auditor telah melaksanakan perikatan sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk melaksanakan tiga standar pekerjaan lapangan. d) Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia. e) Tidak ada keadaan yang mengharuskan auditor untuk menambah paragraf penjelas atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit. 2) Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelas (Unqualified Opinion with Explanatory Language). Dalam keadaan tertentu, auditor menambahkan suatu paragraf penjelas (atau bahasa penjelas yang lain) dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan keuangan auditan. Paragraf penjelas dicantumkan setelah paragraf pendapat. Keadaan yang menjadi penyebab utama ditambahkannya suatu paragraf penjelas atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit baku adalah: a) Ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi berterima umum. b) Keraguan besar tentang kelangsungan hidup entitas. c) Auditor setuju dengan suatu penyimpangan dari prinsip akuntansi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan. d) Penekanan atas suatu hal e) Laporan audit yang melibatkan auditor lain. Universitas Sumatera Utara 3) Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion) Pendapat wajar dengan pengecualian diberikan apabila auditee menyajikan secara wajar laporan keuangan, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal-hal yang dikecualikan. Pendapat wajar dengan pengecualian dinyatakan dalam keadaan : a) Tidak adanya bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit. b) Auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar. 4) Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion) Pendapat tidak wajar diberikan oleh auditor apabila laporan keuangan auditee tidak menyajikan secara wajar laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. 5) Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion) Auditor menyatakan tidak memberikan pendapat jika ia tidak melaksanakan audit yang berlingkup memadai untuk memungkinkan auditor memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pendapat ini juga diberikan apabila ia dalam kondisi tidak independen dalam hubungannya dengan klien. Wirakusuma (2004) menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara opini auditor dengan audit delay. Perusahaan yang tidak menerima opini auditor wajar tanpa pengecualian akan menunjukkan audit delay lebih panjang dibanding perusahaan yang menerima opini wajar tanpa pengecualian. Hal ini terjadi karena proses pemberian pendapat selain wajar tanpa pengecualian melibatkan negosiasi dengan klien, konsultasi dengan partner audit yang lebih senior atau staf teknis lainnya dan perluasan lingkup audit. Selain itu, perusahaan yang menerima opini selain wajar tanpa pengecualian dianggap sebagai bad news sehingga penyampaian laporan keuangan audited akan diperlambat. Universitas Sumatera Utara e. Ukuran KAP Ukuran KAP dapat diketahui dari besarnya perusahaan audit yang melaksanakan pengauditan laporan keuangan tahunan, bersandar pada apakah Kantor Akuntan Publik (KAP) berafiliasi dengan the big four atau tidak. Carslaw dan Kapla (1991) dalam Lestari (2010) menyebutkan tidak adanya hubungan positif yang signifikan antara audit delay dan kualitas auditor, sementara Hossain dan Taylor (1998) dalam Sistya (2008) menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua hal tersebut. Literatur yang ada memaparkan bahwa KAP besar, dalam hal ini the big four, cenderung lebih cepat menyelesaikan tugas audit yang mereka terima bila dibandingkan dengan non big four dikarenakan reputasi yang harus mereka jaga. Sekiranya tidak, ada kemungkinan mereka akan kehilangan pekerjaan pengauditan untuk tahun-tahun berikutnya sebab dinilai kurang kompeten. Adapun kategori the big four di Indonesia yaitu: 1) KAP Deloitte Touche Thomatsu (Deloitte), bekerjasama dengan KAP Osman, Ramli, Satrio &Rekan. 2) KAP Ernest & Young (E & Y), bekerjasama dengan KAP Purwanto, Sarwoko, & Sanjadja 3) KAP Pricewaterhouse Coopers (PWC), bekerjasama dengan KAP Haryanto Sahari & Rekan. 4) KAP Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG), bekerjasama dengan KAP Sidharta-Sidharta & Widjaja. Universitas Sumatera Utara B. Tinjauan Penelitian Terdahulu Peneliti terdahulu yang dapat mendukung adalah penelitian yang dilakukan oleh Subekti dan Widiyanti (2004), Wirakusuma (2004), Wiwik (2006), Sejati (2007), Bimo (2007), Sistya (2008), M.G Venny. C.N dan Ubaidillah (2008) dan Lestari (2010). Penelitian ini merupakan penelitian replikasi dari para peneliti tersebut. Deskripsi Penelitian terdahulu tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut ini. Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian terdahulu No 1 Peneliti (Tahun) Judul Variabel Teknik Penelitian Hasil Subekti dan Widiyanti (2004) Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay di Indonesia Independen: Profitabilitas, ukuran perusahaan, sektor industri, opini auditor, KAP The Big Four Regresi Linear Berganda Kelima variabel independen Berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Ukuran perusahan, karakteristik industri dan opini audit berpengaruh terhadap audit delay. Regresi Linear Berganda Jenis opini, solvabilitas, internal auditor, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap rentang waktu penyelesaian audit. Dependen: Audit delay 2 Wirakusu ma (2004) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rentang Waktu Penyajian Laporan Keuangan Publik Independen: Jenis opini, solvabilitas, internal auditor, ukuran perusahaan, profitabilitas, reputasi auditor, jenis industri Dependen: Audit delay Universitas Sumatera Utara Tabel 2.1 (Lanjutan) No Peneliti (Tahun) Judul Variabel Teknik Penelitian Hasil 3 Wiwik (2006) Determinan Audit Delay Kajian Empiris Di BEJ Independen: Ukuran perusahaan, jenis industri, lama emiten menjadi klien KAP, jenis opini auditor, laba/rugi, rasio hutang terhadap ekuitas dan reputasi auditor Regresi Linear Berganda Ukuran perusahaan, jenis industri, lama emiten menjadi klien KAP, jenis opini auditor, laba/rugi, rasio hutang terhadap ekuitas dan reputasi auditor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Secara parsial ukuran perusahaan, jenis industri, reputasi auditor dan rasio hutang terhadap ekuitas terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Regresi Linear Berganda Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay, klasifikasi industri berpengaruh terhadap audit delay, laba rugi perusahaan berpengaruh terhadap audit delay. Dependen: Audit Delay 4 5 Sejati (2007) Bimo (2007) Analisis FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Pada Perusahaan Go Publik di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003-2005 Independen: Ukuran Perusahaan, Klasifikasi Industri, Laba rugi Perusahaan Analisis FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003-2005 Independen: Regresi Ukuran Logistik perusahaan, Kompleksitas Operasi, Umur Perusahaan, Item-item Luar Biasa Dependen: Audit delay Dependen: Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Ukuran Perusahaan, Kompleksitas operasi, umur dibagi menjadi lingkungan pra natal dan lingkungan post natal. a. Lingkungan Pra-Natal. Lingkungan pra natal adalah terjadi pada saat ibu sedang hamil, yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin mulai dari masa konsepsi sampai Universitas Sumatera Utara lahir seperti gizi ibu pada saat hamil menyebabkan bayi yang akan dilahirkan menjadi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan lahir mati serta jarang menyebabkan cacat bawaan. Selain dari pada itu kekurangan gizi dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan pada janin dan bayi lahir dengan daya tahan tubuh yang rendah sehingga mudah terkena infeksi, dan selanjutnya akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan tinggi badan. Selain itu faktor lingkungan pada masa pra natal lainnya yang berpengaruh adalah mekanis yaitu trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang akan dilahirkan. Faktor toksin atau zat kimia yang disengaja atau tanpa sengaja dikonsumsi ibu melalui obat-obatan atau makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan kecacatan, kematian atau bayi lahir dengan berat lahir rendah. (Supariasa,2002). b. Lingkungan Post-Natal Lingkungan post natal mempengaruhi pertumbuhan bayi setelah lahir antara lain lingkungan biologis, seperti ras/suku bangsa, jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, kepekaan terhadap penyakit infeksi & kronis, adanya gangguan fungsi metabolisme dan hormon. Selain itu faktor fisik dan biologis, psikososial dan faktor keluarga yang meliputi adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat turut berpengaruh (Soetjiningsih, 1995). 2.2.2.3 Pertumbuhan dan Status Sosial Ekonomi. Beberapa hal yang juga sebagai penyebab timbulnya masalah gizi yang mempengaruhi pertumbuhan seseorang adalah faktor sosial ekonomi yang meliputi :pendidikan orang tua, pekerjaan dan pendapatan, teknologi, budaya dan lain-lain. Keterbatasan sosial ekonomi ini juga berpengaruh langsung terhadap pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan akan makanan, berpengaruh pada praktek pemberian makanan pada bayi berpengaruh pula pada praktek pemeliharaan kesehatan dan sanitasi lingkungan yang akhirnya mempengaruhi daya beli dan asupan makanan untuk memenuhi kebutuhan akan pertumbuhan dan Universitas Sumatera Utara pemeliharaan tubuh serta pencegahan terhadap penyakit infeksi yang kesemuanya berakibat pada gangguan pertumbuhan (Aritonang, 1994). Penelitian di India Selatan, bahwa pola pembelanjaan makanan pada masyarakat yang miskin dan kaya tercermin dari kebiasaan pengeluaran mereka. Masyarakat miskin akan menghabiskan 80 % uangnya untuk membeli makanan dan apabila ada peningkatan pendapatan maka makanan yang akan dipilih adalah yang kaya akan protein. Sedangkan di negara-negara maju hanya 45 % uangnya dibelanjakan untuk makanan dan uang yang berlebih biasanya susunan hidangan menjadi lebih baik. Dengan demikian tingkat pendapatan menentukan pola makan dan apa yang akandibeli baik kualitas maupun kuantitasnya. (dr Kusnandi Rusmil, 2011) Perbedaan tinggi badan anak dari keluarga kaya kerana faktor genetik berkisar 2 – 3 cm, sedangkan perbedaan yang disebabkan karena faktor sosial ekonomi adalah sekitar 10 – 12 cm. 2.2.2.4 Faktor Gizi. Beberapa faktor gizi yang juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi badan adalah : kalori, protein, Iodium dan zat gizi mikro seperti vitamin A, zink (zn). (Davies, S. and A. Stewart., 1997, Nutritional Medicine. Pan.) Gizi makanan sangat penting dalam membantu pertumbuhan tinggi badan seseorang. Mengapa orang Eropa memiliki tubuh yang tinggi daripada orang Asia? Salah satu sebabnya adalah gizi makanan yang mereka konsumsi sehari-hari mereka jauh lebih baik daripada gizi makanan yang dikonsumsi oleh orang-orang Asia. Biasanya balita mengalami pertambahan tinggi badan yang pesat karena balita mendapatkan gizi yang sangat baik, terutama dari susu yang mereka minum. Susu adalah makanan yang memiliki gizi ”sempurna” bagi pertumbuhan tulang (tubuh). Susu mengandung semua zat yang dibutuhkan tulang untuk bertambah panjang. Protein, Kalsium, Magnesium, berbagai macam vitamin dan Universitas Sumatera Utara berbagai macam mineral ada dalam kandungan susu. (Bland, J. 1996, Contemporary Nutrition. J & B Associates.) Pertumbuhan tulang memerlukan berbagai macam nutrisi protein, vitamin dan mineral. Namun mineral utama bagi pertumbuhan tulang adalah ”kalsium”. Tanpa kalsium dalam jumlah yang cukup, tulang tidak akan memanjang secara optimal.Kalsium adalah mineral paling penting bagi tulang untuk tumbuh menjadi panjang, tebal dan kuat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa usia paruh baya yang selalu mengkonsumsi kalsium secara cukup jarang terkena penyakit osteoporosis dan punggung membungkuk. Selain penting bagi pertumbuhan dan kekuatan tulang, kalsium juga berperan dalam mencegah kanker usus besar. Vitamin D juga penting bagi tubuh membantu untuk menyerap kalsium. Sumber vitamin D yang baik adalah susu, susu kedelai, margarin, ikan, hati dan kuning telur. Jika anda tidak dapat mengkonsumsi vitamin D dari makanan-makanan tersebut, anda dapat mendapatkan pasokan vitamin D melalui multivitamin. Namun tentu saja vitamin D alami jauh lebih baik. (Davies, S. and A. Stewart., 1997, Nutritional Medicine. Pan.) Bagaimana memaksimalkan konsumsi kalsium melalui diet makanan ? Untuk memaksimalkan penyerapan kalsium dapat dilakukan antara lain : Konsumsi makanan berkalsium yang mudah diserap tubuh. Yaitu susu, keju dan yogurt. Kurangi atau hindari mengkonsumsi kafein (kopi, teh atau cola) karena dapat membuang kalsium melalui urin. Kurangi konsumsi garam meja. Karena dapat membuang kalsium melalui urin. Perlu diketahui bahwa kebutuhan tubuh akan garam 90% nya terpenuhi oleh makanan (sayur,buah dll) bukan dari garam meja. (Bland, J. 1996, Contemporary Nutrition. J & B Associates.) a.Kalori. Jumlah intake kalori berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan seseorang. Intake kalori yang cukup akan menjamin pertumbuhan yang normal, namun sebaliknya intake yang kurang dan terjadi pada masa Universitas Sumatera Utara pertumbuhan serta berlangsung lama, akan berdampak pada pertumbuhan fisik dan kerentanan terhadap penyakit infeksi. (Bland, J. 1996, Contemporary Nutrition. J & B Associates.) Manifestasi dalam jangka panjang akan nampak pada tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang intake kalorinya cukup. Bailey, et al. (CIT.Bogin, 1988) melakukan studi pertumbuhan terhadap anak-anak di bagian utara Thailand di mana anak-anak yang tinggal di desa mengalami hambatan pertumbuhan, namun kejadian penyakit dan infestasi parasit dan kematian tidak berhubungan secara signifikan terhadap pertumbuhan. Bailey menyimpulkan bahwa terhambatnya pertumbuhan bukan disebabkan oleh penyakit atau kekurangan zat gizi spesifik seperti vitamin A atau besi melainkan karena defisiensi dalam jumlah total asupan kalori. (Bland, J. 1996, Contemporary Nutrition. J & B Associates.) b. Protein Somatotropin berperan dalam mempertahankan tingkat sintesa protein dalam tubuh dan menghalangi sintesa lemak dan oksidasi karbohidrat pada pertumbuhan tinggi badan yaitu terhadap perkembang biakan sel-sel tulang rawan, sedang pada perkembangan kesempurnaan tulang pengaruhnya kecil. Rendahnya sintesis protein karena rendahnya pengaruh somatotropin yang berakibat berkurangnya protein, kekurangan protein ini merupakan masalah yang serius di seluruh dunia, dan menjadi faktor utama terjadinya kwashiorkor. Golden (1988) (cit. Hadju,1998) mempelajari studi-studi terdahulu tentang efek suplementasi makanan terhadap pertumbuhan TB. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa protein dan faktor yang berhubungan dengan protein dalam makanan perlu untuk pertumbuhan TB. (Bland, J. 1996, Contemporary Nutrition. J & B Associates.) c. Iodium Telah banyak disebutkan bahwa iodium merupakan unsur essensill sangat berperan terhadap pembentukan hormon pertumbuhan dan perkembangan yaitu Universitas Sumatera Utara thyroid, thyroxine (T 4 ) dan Triodothyronine (T 3 ). Peranan thyroxine sebagai permissive dalam arti kadar thyroxine yang cukup menjadikan sel-sel tubuh berfungsisecara normal dan sebaliknya bila kadar thyroxine kurang, maka sebagian besar dari sel-sel tubuh menjadi tidak efektif (Jalal dan Atmojo, 1998). 2.2.2.5 Pola tidur Tidur berkualitas sangat penting dalam memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan. Sebab hormon pertumbuhan bekerja ”penuh” sewaktu tidur. Semakin berkualitas tidur seseorang, maka hormon pertumbuhan semakin bekerja optimal. Dan itu artinya akan menghasilkan pertambahan tinggi badan secara optimal pula. Coba mengukur tinggi badan pada pagi hari tepat setelah bangun tidur. Mungkin akan kaget. Sebab meskipun telah dewasa (tidak lagi dalam masa pertumbuhan), namun tinggi badan akan bertambah sewaktu bangun tidur (biasanya 1-2 cm). Ini disebabkan oleh karena adanya pertambahan panjang tulang rawan pada punggung dan kaki. Namun pertambahan ini bersifat sementara saja. Pada sore hari tinggi badan kembali seperti semula Universitas Sumatera Utara g. Apakah orang tua anda masih ada? ( ) Masih ada (ibu dan bapak) ( ) Hanya ibu saja ( ) Hanya bapak saja ( ) Ibu tiri dan bapak kandung ( ) Ibu kandung dan bapak tiri ( ) dll, jelaskan. h. Orang tua yang dominan dalam keluarga: ( ) Bapak i. j. ( ) Ibu ( ) Bapak dan Ibu Jenjang terakhir pendidikan orang tua: ( ) Tidak sekolah ( ) Tamat diploma ( ) Tamat SD ( ) Tamat S1 ( ) Tamat SMP ( ) Tamat S2 ( ) Tamat SMA ( ) Tamat S3 Apakah pekerjaan orangtua : ( ) Pegawai Negeri ( ) Wiraswasta ( ) Pegawai Swasta ( ) Lain-lain ( ) TNI/POLRI k. Berapakah pendapatan oranghtua sebulan? ( ) < Rp. 500.000,( ) Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.000.000,( ) Rp. 1.000.000,- s/d Rp. 3.000.000,( ) > Rp.3.000.000,- Universitas Sumatera Utara B. Kuesioner Pola Asuh Orangtua di SMA Negeri 18 Medan Petunjuk Pada halaman-halaman berikut terdapat sejumlah pertanyaan yang menyangkut cara-cara yang mungkin digunakan orangtua anda sehari-hari dalam usaha mendidik dan menanamkan disiplin. Untuk detiap pertanyaan berikanlah tanda X di tempat yang menggambarkan keberlakuan pernyataan tersebut dalam kehidupan anda sehari-hari. Keberlakuan untuk setiap pernyataan dapat dinyatakan sebagai berikut : Tidak pernah : TP Jarang terjadi : JT Sering terjadi : ST Contoh : Orangtua mendorong saya untuk berusaha sebaik mungkin dalam menggapai cita-cita TP JT ST Jika pertanyaan tersebut sering terjadi pada diri saudara, maka berilah tanda √ di bawah kolom ST (lihat contoh). Bacalah setiap pernyataan dengan seksama dan cobalah hayati keberlakuannya pada diri anda, kemudian berikan penilaian dengan cara memberi tanda √ pada kolom yang menurut anda paling sesuai dengan apa yang anda alami selama ini. Jika telah selesai, periksa kembali pekerjaan anda jangan sampai ada yang terlewat. Selamat bekerja! Universitas Sumatera Utara No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Item Orangtua saya akan marah jika perkataannya ditentang. Orangtua saya menganggap tabu pembicaraan tentang seksualitas, HIV/AIDS dan narkoba, karena itu saya mencari informasi tersebut melalui media komunikasi dan teman. Menggunakan kata-kata yang ketus jika saya terlihat tidak memperhatikannya. Mengharuskan saya segera menghentikan apa yang saya perbuat jika hal tersebut tidak sesuai dengan kehendak hatinya. Saya merasa takut untuk pulang, jika nilai rapor saya jelek. Saya akan menunjukkan kepatuhan jika berhadapan dengan orangtua. Menghukum saya dengan hukuman fisik jika terlambat pulang ke rumah. Memaksa saya segera melakukan perintahnya walau dilihatnya saya sedang melakukan suatu tugas. Orangtua saya tidak akan bertanya apa yang saya inginkan karena merasa paling tahu apa yang terbaik buat saya. Dengan keras melarang saya bergaul dengan orang-orang tertentu karena dianggap dapat merusak saya. Orangtua saya menganggap penting pembicaraan tentang seksualitas, HIV/AIDS dan narkoba, agar saya dapat menjaga diri dalam pergaulan dengan teman. Orangtua merupakan tempat saya bercerita tentang masalah yang saya hadapi karena dapat menawarkan berbagai jalan keluar yang mungkin ditempuh untuk persoalan yang saya hadapi. Orangtua akan berdiskusi dengan saya jika mengambil keputusan yang berhubungan dengan saya. Orangtua lebih suka menasehati saya daripada memberikan hukuman fisik jika saya melakukan perbuatan yang mengecewakannya. Orangtua saya akan memberikan pujian terhadap perbuatan yang dianggapnya baik. Orangtua memberikan kebebasan pada saya untuk berteman dengan siapa saja dengan ketentuan saya harus mengenalkan teman-teman saya pada orangtua. Saya wajib menghubungi orangtua jika saya harus terlambat pulang. Orangtua menjelaskan bahwa saya akan membuatnya marah jika melalaikan tugas-tugas. Orangtua menjelaskan bahwa saya telah membuatnya khawatir jika saya terlambat pulang. Saya akan merasa menyesal jika saya mengecewakan TP JT ST Universitas Sumatera Utara 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. orangtua. Orangtua tidak memperdulikan saya jika berada di rumah. Orangtua tidak menghukum saya jika melakukan kesalahan. Orangtua tidak memarahi saya jika tidak menuruti perintahnya. Orangtua tidak bertanya tentang apa yang saya perbuat jika saya berada di luar rumah bersama dengan teman-teman. Orangtua saya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja dibandingkan di rumah sehingga saya lebih dekat dengan teman daripada orangtua. Sikap orangtua yang tidak memperdulikan saya membuat saya merasa sedih. Saya akan menginap di rumah teman jika saya memiliki masalah. Orangtua saya tidak akan marah jika saya menginap di rumah teman tanpa seizinnya. Orangtua saya merasa tidak perlu menjelaskan seksualitas, HIV/AIDS dan narkoba karena saya dapat mengaksesnya dari media komunikasi dan teman-teman. Saya lebih banyak tahu tentang kesehatan reproduksi dari media komunikasi karena orangtua tidak memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan saya. Universitas Sumatera Utara C. Kuesioner Sikap Remaja Putri tentang Kesehatan reproduksi Petunjuk Pengisian : Berilah tanda cheklist √) ( sesuai dengan sikap anda terhadap pernyataan di bawah ini. SS = Sangat Setuju TS = Tidak Setuju S =Setuju STS = Sangat Tidak Setuju No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 Pernyataan Remaja putri harus tahu bagaimana cara merawat kebersihan organ intim pada saat menstruasi agar terhindar dari rasa gatal yang disebabkan oleh jamur kandida yang akan tumbuh subur pada saat haid. Sebaiknya remaja putri tidak melakukan olahraga atau latihan fisik selama menstruasi karena menyebabkan nyeri haid (dismenorhoe). Remaja putri sebaiknya tidak melakukan hubungan seks di luar nikah karena akan menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan tidak akan terjadi, jika remaja putri melakukan hubungan seks di luar nikah hanya sekali pada masa subur. Aborsi tidak aman dapat mengakibatkan resiko kematian. Remaja putri sebaiknya melakukan aborsi jika terjadi kehamilan di luar nikah. Orang yang suka berganti-ganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi menular seksual. Remaja putri boleh berganti-ganti pasangan karena tidak mungkin terkena Infeksi Menular Seksual (IMS). HIV menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga penderita akan mudah terkena penyakit HIV bukan virus yang berbahaya karena awalnya tidak langsung menimbulkan gejalagejala yang khusus. SS S TS STS Universitas Sumatera Utara 11 Orang yang suka berganti-ganti pasangan beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS 12 Orang yang menderita HIV/AIDS patut dijauhi karena akan menular dengan bersentuhan. 13. Seseorang yang terinfeksi HIV/AIDS tidak akan dapat disembuhkan karena saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. 14. Kita tidak boleh bersalaman dengan penderita HIV/AIDS karena dapat menyebabkan tertular penyakit HIV/AIDS 15 Pengguna narkotika, psikotropika dan zat additive lainnya dapat tertular HIV/AIDS karena penggunaan jarum suntik secara bersama-sama dengan orang yang terinfeksi HIV 16 Pengguna narkotika, psikotropika dan zat additive lainnya tidak dapat tertular HIV/AIDS karena penularannya hanya melalui hubungan seksual. 17 Pemakaian narkotika, alkohol, psikotropika dan zat additive lainnya (NAPZA) terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan. 18 Penggunaan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat additive lainnya (NAPZA) sekalisekali tidak akan menimbulkan ketagihan/ketergantungan. 19 Penyalahgunaan NAPZA tidak hanya berakibat buruk pada diri pemakai tetapi juga orang lain yang berhubungan dengan mereka. 20 Pemakaian narkotika, alkohol, psikotropika dan zat additive lainnya (NAPZA) tidak memberikan dampak yang buruk pada kesehatan pengguna. 21 Ketergantungan pada narkotika, alkohol, psikotropika dan zat additive lainnya (NAPZA) menyebabkan orang tidak lagi dapat berpikir dan berperilaku normal. 22 Ketergantungan pada narkotika, alkohol, psikotropika dan zat additive lainnya (NAPZA) menyebabkan orang lebih bersemangat, mudah berkonsentrasi dan berperilaku normal. Universitas Sumatera Utara 23 24 Pemakaian narkotika, alkohol, psikotropika dan zat additive lainnya (NAPZA) menyebabkan gangguan psikis seperti depresi, paranoid, percobaan bunuh diri dan melakukan tindak kekerasan. Penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat additive lainnya (NAPZA) menimbulkan perasaan enak, nikmat, senang, bahagia, tenang, dan nyaman terus menerus. Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : Corah Julianti Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 3 Juli 1988 Nama Ayah : Persediaan sinulingga, S.Pd Nama Ibu : Nursia Alida Butar-Butar, S.Pd Anak Ke : 3 (Tiga) Alamat : Jl. Garuda 3 No. 42, P. Mandala Pendidikan Formal : SD : SDN 066056 Tahun 1994 - 2000 SMP : SMP WR.Supratman 1 Medan Tahun 2000-2003 SMA : SMA WR. Supratman 1 Medan Tahun 2003-2006 D3 : Diploma III (Tiga) Kebidanan Politeknik Kesehatan Depkes Medan Tahun 2006-2009 Universitas Sumatera Utara
18-Oct-2011 18 Oct
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

18-Oct-2011

Gratis