Strategi Industri Kecil Mengembangkan Usaha Di Era Perdagangan Bebas (Studi Deskriptif Strategi Pengrajin Sepatu di Kawasan PIK, Jl.Menteng VII Kel. Medan Tenggara).

 6  68  80  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

STRATEGI INDUSTRI KECIL MENGEMBANGKAN USAHA DI ERA PERDAGANGAN BEBAS

  Metode yangdigunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif, dimana informasi dikumpulkan melalui wawancara dan observasi pasif yang meliputi pengrajin sepatu dan pembeli dikawasan pusat industri kecil (PIK) serta jaringan sosial di lingkungan PIK. Selain itu untuk memasarkan produknya setiap pengrajin sepatu memliki agen tetap atau langganan, hal tersebut ABSTRAK Perdagangan bebas adalah hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan,investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Pada dasarnya jika mereka memiliki Keberadaan industri kecil pada saat ini , telah menjadi harapan baru bagi sebagian besar masyarakat yang tumbuh bersamaan dengan kegagalan yang terjadipada sektor pertanian di pedesaan dan juga akibat dari tidak adanya situasi simbolis mutualis antara desa dan kota, antara perubahan yang terjadi di perkotaan dengankesempatan kerja yang tersedia. Kedua, persaingan usaha yang muncul akibat ACFTA diharapkan memicu persaingan hargayang kompetitif sehingga pada akhirnya akan menguntungkan konsumen (penduduk / pedagang Indonesia) Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi-strategi pengrajin sepatu yang dilakukan dalam mengembangkan industri kecil sepatu di tengah munculnya eraperdagangan bebas.

1.4.2 Manfaat Praktis

Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi bagi hasil- hasil penelitian lainnya dan dapat dijadikan bahan rujukan untuk

1.5. Defenisi konsep

  Industri kecil dimana yang dimaksud industri kecil adalah unit kegiatan ekonomi yang biasanya identik dengan industri rumah tangga, yang dikelolaoleh perseorangan atau kelompok keluarga yang memiliki tenaga kerja minimal 7 orang yang terdiri dari pekerja kasar dan pekerja keluarga, danmodal usahanya tidak lebih dari Rp.10 juta. Strategi Pemasaran adalah proses perencanaan dan penerapan konsepsi, penetapan harga, dan distribusi barang, jasa, dan ide untuk mewujudkanpertukaran yang memenuhi tujuan individu atau organisasi.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Strategi pengrajin sepatu masyarakat Menteng dalam menghadapi

  UU No.5 tahun 1984 tentang Perindustrian menyebutkan bahwa (1) Pemerintah menetapkan bidang usaha industri yang masuk ke dalam kelompok industri kecilyang dapat diusahakan hanya oleh WNI dan (2) Pemerintah menetapkan jenis industri yang khusus dicadangkan bagi kegiatan industri kecil yang dijalankanolehmasayarakat pengusaha dari golongan ekonomi lemah. Pada tingkatan individu, jaringan sosial dapat didefinisikan sebagai rangka hubungan yang khas diantara jumlah orang dengan sifat tambahan, yang ciri–ciri dari hubunganini sebagai keseluruhan yang digunakan untuk mengiterpretasikan tingkah laku sosial ari individu – individu yang terlibat pada tingkatan struktur memperlihatkan bahwapola atau struktur hubungan sosial meningkatkan dan / atau menghambat perilaku orang untuk terlibat dalam bermacam arena dari kehidupan sosial.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

  Penelitian deskrpitif digunakan untuk menggambarkan ataumelukiskan tentang apa yang diteliti dan berusaha mendapatkan data sebanyak mungkin sehingga memberikan gambaran yang jelas dan tepat tentang apa yangmenjadi pokok permasalahan dalam penelitian. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau melukiskan tentang apa yang diteliti dan berusaha mendapatkandata sebanyak mungkin sehingga dapat memberikan suatu gambaran yang jelas dan tepat tentang apa yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian.

3.3.2 Informan

a) Informan Kunci (key informan)

  Informan kunci merupakan sumber informasi yang aktual dalam menjalankan dagangannya berupa sepatu dalam strateginyamengembangkan barang dagangannya di tengah maraknya produk barang impor. Pengrajin SepatuInformasi yang ingin diperoleh dari informan ini adalah berupa informasi tentang strategi-strategi apa saja yang dilakukan oleh parapengrajin sepatu.

b. Informan Biasa

  Informan biasa dalam penelitian ini adalah: 1. PembeliInformasi yang ingin diperoleh dari informan ini adalah alasan tentang untuk tetap membeli sepatu ini.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

  Studi KepustakaanData yang diperlukan melalui literatur yang berhubungan dengan penelitian atau suatu cara yang digunakan untuk statistik yang gunanyauntuk melengkapi data-data penelitian. Selain itu bisa juga berupa bahan- bahan yang berasal dari buku, juga sumber lainnya seperti surat kabar daninternet yang berkaitan langsung dan dianggap relevan dalam penelitian ini.

3.5. Interpretasi Data

  Dalam penelitian ini penganalisaan data adalah proses penyederhanaan data dan informasi yang sudah dikumpulkan dimana peneliti menggunakan pendekatankualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang menggambarkan strategi-strategi yang dilakukan oleh para pengrajin sepatu di tengah maraknya produk impor sertameneliti kondisi sosial-ekonomi pegrajin sepatu. Bogdan dan Biklen (Moeleong, 2005:248) menjelaskan interpretasi data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan Data-data yang diperoleh dari lapangan akan diatur, diurutkan, dikelompokkan ke dalam kategori, pola atau uraian tertentu.

3.6 Jadwal Kegiatan No Kegiatan Bulan ke… 2 3 4 5 6 7 8 9 10

X X 10 Sidang meja hijau X X X 9 Penulisan laporan akhir X X X X 8 Bimbingan X X 7 Sistem pengumpulan data dan analis 1 Pra Observasi X X X X 5 Revisi proposal penelitian X 4 Seminar proposal penelitian X X X 3 Penyusunan proposal penelitian X 2 ACC judul 6 Penelitian ke lapangan

3.7 Keterbatasan Penelitian

  Mereka hanya mempunyai waktu yang sedikit untuk bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Keterbatasan penelitian ini juga terjadi pada terbatasnya bahan-bahan bacaan seperti, buku atau sumber-sumber lain untuk bisa dijadikan bahan acuan.

BAB IV TEMUAN DATA DAN INTERPRETASI DATA

4.1 Deskripsi Lokasi

  Secara geografis Kelurahan Menteng ini Berbatasan secara langsung dengan :  Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Medan Tembung  Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Medan Amplas  Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Medan Area  Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang 4.1.3. Luas Wilayah 2 Keberadaan Menteng ini memiliki wilayah seluas 2,07km ,dimana luas 2 2 2 pemukiman 1,503 km luas perkantoran 0,057 km , luas perkarangan 0,07 km , luas 2 2 taman 0,002 km , serta luas untuk prasarana lainnya deluas 0,329 km dan dalam wilayah kelurahan menteng ini terdapat lokasi pusai industri kecil (PIK) dengan 2 wilayah seluas 17,745 m 4.1.4.

4.1.4.1. Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama

  Keberagaman etnis para penduduk pendatang ke daerah kelurahanMenteng ini juga menggambarkan berbagai agama yang diyakini oleh penduduk setempat. Komposisi penduduk daerah Kelurahan Menteng jikadilihat bedasarkan agama, maka ada lima jenis agama yang dianut oleh penduduk Kelurahan Menteng, yaitu Agama Islam sebanyak 8.252 orang,Kristen 7.604 orang, Katolik 50 orang, Hindu 10 orang, dan Agama Budha 12 orang.

4.1.4.2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Etnis

  Penduduk Kelurahan Menteng terdiri dari berbagai etnis yang berbeda, hal ini terkait dengan kondisi Kota Medan sebagai salah satu ibu kota provinsiyang dianggap menjanjikan bagi para pendatang untuk memperoleh pekerjaan. Tabel 3.

4.1.4.3. Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan

  Hal ini diketahui dari banyaknya penduduk yang menamatkan pendidikan Tabel 4. Komposisi Menurut Tingkat Pendidikan No Pendidikan Jumlah % 1 Belum Sekolah 1.967 12,34 % 2 Tidak Tamat SD 100 0,62% 3 SD 2.500 15,69% 4 SLTP 3.985 25,01% 5 SLTA 4.587 28,79% 6 Akademi/DI-DIII 1.231 7,72% 7 Sarjana 1.558 9,78%Jumlah 15.928 100% Sumber : Data kantor Lurah Medan Tenggara Tahun 2009 Tabel diatas menjelaskan bahwa penduduk yang memiliki jenjang pendidikan yang mayoritas adalah SLTA dan SLTP.

4.1.4.4. Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

Berdasarkan mata pencahariannya maka penduduk KelurahanMenteng pada umumnya bekerja sebagai pegawai swasta dengan jumlah 5.181 orang, pedagang 3.387 orang, buruh 2.574 orang, pegawai negeri 1.282 orang, tukang batu600 orang, tukang kayu 400 orang, pensiunan 407 orang,ABRI 386 orang, pengrajin 245 orang, pengemudi becak 152 orang, penjahit 112 orang, sopir 100 orang, Tabel 5. Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian 9 Pengrajin 245 1,53% 16 Dan lain-lain 891 5,59%Jumlah 15.928 100% 15 Petani 51 0,32% 14 Dokter 70 0,43% 13 Montir 90 0,56% 12 Sopir 100 0,62% 11 Penjahit 112 0,70% 10 Pengemudi becak 152 0,95% 8 ABRI 386 2,42% No Pendidikan Jumlah % 7 Pensiunan 407 2,55% 6 Tukang kayu 400 2,51% 5 Tukang batu 600 3,76% 4 Pegawai negeri 1.282 8,04% 3 Buruh 2.574 16,16% 2 Pedagang 3.387 21,26% 1 Pegawai Swasta 5.181 32,52% Sumber : Data kantor Lurah Medan Tenggara Tahun 2009

4.1.5. Sarana Pendidikan

  Dalam sebuah pemerintah,sektor pendidikan merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan merupakan salah satu usaha untuk mencapai peningkatan dalam pembangunan. Untukmendukung usaha peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia harus didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana yang terkait dengan pendidikan baik secarakuantitas maupun kualitas.

4.2. Profil Informan

4.2.1. Pengrajin

  Dia lahir tahun 1967, beliau memulai dan menekuni usaha tersebut sejak menikah dan pindahke Medan dengan suaminya yang sama-sama berasal dari suku Minang. Tomy (Lk,37 Tahun)Tomy seorang pengrajin sepatu yang telah melakukan usahanya selama 12 tahun, bapak ini membangun usahanya dengan modal sendiri yaitu dari uangtabungannya, ia memutuskan melakukan usaha tersebut atas dasar keinginannya sendiri.

4.2.2. Pembeli

  Ia bekerja di salah satu pegawai swasta yang ada di Medan. Menurut Tina model sepatu yang berada di PIK ini kurang menarik sehingga ia tidak mau membeli sepatu buatan lokal.

4.3 Temuan Data

4.3.1. Latar Belakang Pendirian Pusat Industri kecil (PIK)

  Pada awalnya ide tersebut disambut baik oleh para pengrajin sepatu dengan kemampuan rata-rata yang mereka miliki untuk menyewa rumahsebagai tempat tinngal sekaligus untuk berusaha disekitar daerah kelurahanSukaramai dan kelurahan kota Matsum sebesar Rp.600.000,-/tahun, dengan daftar anggota sekitar 60 orang pengrajin sepatu. Pada akhirnya pembangunan PIK ini tidak lagi dikhususkan hanya untuk para pengrajin sepatu saja, akan tetapi juga olehpengrajin yang lainnya dengan permohonan yang diajukan melalui lurah/camat se kota Medan dengan menetapkan syarat-syarat tertentu.

4.3.2. Tujuan Pendirian Pusat Industri Kecil (PIK)

  Memberikan pelatihan-pelatihan, seperti diklat pembuatan sepatu, diklat untuk memberikan motivasi berusaha dengan nama AchievementMotivation Training (AMT) selama 8 hari dengan tenaga pelatih dariKanwil Perindustrian dan Perdaganagn Sumut dengan dana yang disediakan oleh Pemko, dan Diklat Warung Informasi yang seluas-luasnyapada pengrajin. Dari keseluruhan jumlah pengrajin tersebut terdiridari 48 pengrajin sepatu dan sekitar 50 pengrajin lainnya yang terdiri dari pengusaha konveksi, sulaman, dan bordei.

4.3. Hambatan Dalam Pengembangan Usaha dan Strategi Mengatasinya

  Pengrajin sepatu yang dilihat dari banyaknya pekerja terhadap pengrajin tersebut dalam memenuhikebutuhan akan modal untuk usaha ada yang berasal dari modal sendiri dan ada yang merupakan modal pinjaman. Aspek Sumber Daya ManusiaSumber Daya Manusia merupakan segala kemampuan yang dimiliki sesorang untuk melakukan suatu kegiatan, sumber daya manusia sangat dibutuhkan untukpencapaian suatu kegiatan optimal, suatu usaha yang dikelola oleh seseorang yang memliki sumber daya yang berkualitas, maka usaha tersebut akan terus berkembang,sebaliknya apabila kualitas sumber daya pengelola usaha rendah, maka usaha tersebut akan mengalami stagnasi.

4.4. Strategi Yang Digunakan Untuk Mengembangkan Usahanya

  Tersedianya kapasitas mesin dan peralatan yang dimiliki baik jumlah mesin dan peralatan yang dimiliki perusahaan atau untuk digunakan “saya memproduksi sepatu dengan membuat model-model yang terbaru.. Bahwa selain harga produk itu ditetapkan disesuaikan dengan biaya produksi dan bahan baku, juga memperhatikan harga pasaran yang sedang berkembang untuk Pengembangan produk sepatu ini biasanya di ikuti dengan adanya suatu ide, pengembangan ide, pembuatan percobaan, analisis usaha, dan percobaan penjualandipasar (dalam Buchari,2000).

4.5. Pemanfaatan Jaringan Sosial Dalam Pengembangan Usaha

  Selain untuk mengembangkan usaha perdagangan dan dengan diperluasnya jaringan untuk mengembangkan penjualan sepatu, ada juga pembentukan denganmelalui adanya jaringan sosial yang dijalankan oleh pengrajin sepatu antara lain : 4.5.1. Sistemini dilakukan untuk memastikan agar bahan tersebut akan di beli dan benar-benar tersedia, sehingga pengrajin tidak merasa khawatir akankekurangan bahan baku, pembayaran dengan sistem ini hanya bisa dilakukan terhadap para pemasok tetap dan telah mengenal lama.

4.6. Pengaruh Masuknya Sepatu Dari Luar Atau Impor

  Jika bicaramengenai sepatu impor jelas saat ini sepatu inilah yang dicari pembeli, seperti sepatu buat pelajar bisa meraih keuntunganyang diperoleh bisa meningkat karena banyak pelajar tertarik dengan model yang unik-unik.(Wawancara dengan Informan Tomy,2011) Selain penuturan dari informan diatas, ada juga pengrajin sepatu berjualan di pasar merasa bahwa dengan masuknya sepatu impor saat ini tidak berpengaruhterhadap sepatu dalam negeri yang dijualnya. Namun, pengrajin sepatu yang membuka usaha jualannya dalam Dengan memiliki pandangan atau pendapat yang berbeda di antara pengrajin sepatu terhadap masuknya sepatu impor di Menteng maka para pengrajin sepatu inijuga memiliki pandangan atau pendapat yang berbeda juga mengenai sepatu ini mulai dulu hingga sampai pada saat ini.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Strategi lain dalam mengatasi kelancaran proses produksi adalah berusaha tetap memperoleh bahan baku dari para agen, dengan jalan menjalankan kerjasama dengan para agen dapat memperoleh bahan baku yang murah dan berkualitas baik, hal ini dimulai sejak awal proses produksi. Pengrajin sepatu berjualan di pasar merasa bahwa dengan masuknya sepatu impor saat ini tidak berpengaruh terhadap sepatu dalam negeri yang dijualnya,ada juga pengrajin sepatu beranggapan dengan masuknya sepatu impor berpengaruh terhadap usaha produksi seapatu mereka.

5.2 Saran 1

  Peran serta dan kepedulian pemerintah mungkin merupakan solusi yang dapat memberikan efek yang paling besar bagi perkembangan industrikecil dalam negeri. Membentuk lembaga khusus, yang khusus bertanggung jawab dalam mengkordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upayapenumbuh-kembangan industri kecil dan juga berfungsi sebagai pencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik internal maupuneksternal yang dihadapi oleh Industri Kecil.

DAFTAR PUSTAKA

  Ringkasan Laporan Sementara Kajian Data Indusrti Kecil, Jenis dan Peranannya, Badan Peelitian dan Pengembangan Koperasi danPengusaha Kecil, Depkop, Jakarta Long,Norman.1997. Analisis faktor – faktor yang mempengaruhi Produksi Industri Kecil Sepatu dan Konveksi di Kota Medan.

Strategi Industri Kecil Mengembangkan Usaha Di Era Perdagangan Bebas (Studi Deskriptif Strategi Pengrajin Sepatu di Kawasan PIK, Jl.Menteng VII Kel. Medan Tenggara). Hambatan Dalam Pengembangan Usaha dan Strategi Mengatasinya Interpretasi Data Jadwal Kegiatan No Kegiatan Keterbatasan Penelitian Jenis Penelitian Informan Biasa Teknik Pengumpulan Data KAJIAN PUSTAKA Strategi Industri Kecil Mengembangkan Usaha Di Era Perdagangan Bebas (Studi Deskriptif Strategi Pengrajin Sepatu di Kawasan PIK, Jl.Menteng VII Kel. Medan Tenggara). Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama Komposisi Penduduk Berdasarkan Etnis Komposisi Penduduk Berdasarkan Pendidikan Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Letak dan Keadaan Wilayah Luas Wilayah Sarana Pendidikan Pemanfaatan Jaringan Sosial Dalam Pengembangan Usaha Pengaruh Masuknya Sepatu Dari Luar Atau Impor Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Defenisi konsep Strategi Yang Digunakan Untuk Mengembangkan Usahanya Tujuan Pendirian Pusat Industri Kecil PIK
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Strategi Industri Kecil Mengembangkan Usaha D..

Gratis

Feedback