Feedback

Pengaruh Sumber Penerimaan Daerah dan Angkatan Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Humbang Hasundutan

Informasi dokumen
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN PENGARUH SUMBER PENERIMAAN DAERAH DAN ANGKATAN KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN SKRIPSI Diajukan Oleh: LESTARI SIHITE 060501041 EKONOMI PEMBANGUNAN Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Medan 2010 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the influence of local revenue sources and the labour force for economic growth in the implementation of regional autonomy in the district Humbang Hasundutan 2004 until 2007 by using variabel PAD, DAU end the labour force. This study uses a model of linear regression analysis Ordinary Least Square methoed (OLS). The data used in this study are time series with models econometrics and data obtained are processed using Computer programs eviews 5.1. Regression results do show that there is a significant positive relationship between the PAD, DAU and the labor force for economic growth in the district for Humbang Hasundutan 89.78% during the implementation of regional autonomy, while the remainder explained by other variables not included in the model equations of 10:22% and significant at α = 1%. Keyword : Economic growth, PAD, DAU sum of labour force. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sumber penerimaan daerah adan angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dalam pelaksanaan otonomi daerah di kabupaten Humbang Hasundutan 2004 – 2007 dengan menggunakan variabel PAD, DAU dan angkatan kerja. Penelitian ini menggunakan model analisis regresi linear dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah time series dengan menggunakan alat estimasi program computer Eviews 5.1. Hasil regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dan positif antan PAD,DAU dan angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten Humbang Hasundutan sebesar 89.78% selama pelaksanaan otonomi daerah, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model persamaan sebesar 10.22% dan signifikan pada α = 1%. Kata kunci: Pertumbuhan ekonomi, PAD, DAU, Angkatan kerja. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Dengan kerendahan hati, penulis mengucapkan Segala Puji dan Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sumber kekuatan dan penggharapan, atas berkat kasih karunia serta kemurahan hati-Nya sejak masa perkulihan sampai dengan selesainya perkulihaan skripsi yang berjudul “Pengaruh Sumber Penerimaan Daerah dan Angkatan Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Humbang Hasundutan” dimana isi dan materi skripsi ini didasarkan pada studi literatur dengan menganalisis datadata sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Salah satu bagian yang paling menggembirakan dalam penulisan skripsi ini adalah kesempatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, memberikan bimbingan, saran dan dorongan moril baik selama masa perkuliahan maupun dalam penyusunan skripsi ini, antara lain: 1. Teristimewa buat kedua Orangtua tercinta penulis, Ayahanda Jannes sihite dan Ibunda Sentina br Banjarnahor. Dengan penghargaan dan kasih sayang yang sedalam-dalamnya, terima kasih buat dukungan yang selalu kalian berikan kepada penulis baik dukungan materil maupun semangat serta doa yang tidak putus-putus yang tak ternilai harganya. 2. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec, Selaku Ketua Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 4. Bapak Irsyad Lubis, SE, M.Soc.Sc, PhD, sebagai sekretaris Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Drs. Rujiman, MA, sebagai dosen pembingbing skripsi yang telah meluangkan waktu dalam memberikan masukkan, saran, dan bimbingan yang baik mulai dari awal penulisan hingga selesainya skripsi ini. 6. Bapak Drs. Rahmad Sumanjaya Hsb, Msi selaku Dosen Penguji I yang telah banyak memberikan petunjuk, saran dan kritik yang membangun pada penulis 7. Bapak Drs. Arifin Siregar M.SP selaku Dosen Penguji II yang telah banyak memberikan petunjuk, saran dan kritik yang membangun pada penulis 8. Ibu Dra. Raina Linda Sari, Msi selaku Dosen wali yang telah banyak membantu penulis selama perkuliahan. 9. Seluruh staff pengajar dan pegawai di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 10. Kakak, abang dan adik-adik penulis: K’Rinawaty ,B’ Bona, Togi, Desi, dan Melati. Terima kasih buat semangat dan doa dan pengertian yang kalian berikan pada penulis selama proses pengerjaan skripsi. 11. Buat sahabat-sahat penulis: Yuni, Novia, Marianim, Erna, Desma, Regina, dan k’Lusi yang telah banyak membantu di dalam pembuatan skripsi ini. Terimakasih untuk kehadiran kalian sebagai teman-teman terbaik disetiap hari-hari yang begitu berkesan bagi penulis. 12. Buat teman-teman di Departemen Ekonomi pembangunan, khususnya angkatan ’06 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan warna dan kebersamaan pada setiap hari yang kita lewati bersama. Universitas Sumatera Utara Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini belum sempurna, hal ini tidak terlepas dari kekurangnya pengalaman dan terbatasnya ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, penulis menerima kritikan dan saran yang membangun guna mencapai kesempurnaan dari para pembaca guna menyempurnakan isi maupun teknik penulisan yang benar. Akhir kata, semoga penelitian ini bermanfaat bagi para pembaca, terimakasih. Hormat saya Penulis, (Lestari Sihite) Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRACT . i ABSTRAK . ii KATA PENGANTAR.iii DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR. x BAB I: PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah . 1 1.2 Perumusan Masalah. 7 1.3 Hipotesis . 8 1.4 Tujuan Penelitian . 9 1.5 Manfaat Penelitian. 9 BAB II: LANDASAN TEORI 2.1 Produk Domestik Regional Bruto . . 11 2.1.1 Metode Perhitungan PDRB . . 11 2.1.2 PDRB Konstan dan PDRB Berlaku . . 14 2.1.3 Teori Pertumbuhan Ekonomi. . 16 2.2 Pendapatan Asli Daerah. . 26 2.2.1 Pajak Daerah. . 27 2.2.2 Retribusi Daerah . . 31 2.2.3 Laba BUMD . . 35 2.2.4 Lain-lain PAD yang sah . . 35 2.3 DAU . . 36 2.4 Angkatan Kerja . . 39 2.4.1 Profil Angkatan Kerja . . 41 2.4.2 Teori Tenaga Kerja . . 42 Universitas Sumatera Utara 2.5 Penelitian Sebelumnya . . 45 BAB III: METODE PENELITIAN 3.1. Ruang Lingkup Penelitian . . 47 3.2. Jenis dan Sumber Data . . 47 3.3. Metode dan Teknik Pengumpulan Data . . 48 3.4. Pengolahan Data. . 48 3.5. Model Analisis . . 48 3.6. Uji Kesesuaian ( Test of Goodnes of fit ) . . 50 3.6.1 Koefisien Determinasi ( R2 ) . . 50 3.6.2 Uji Parsial . . 50 3.6.3 Uji Serempak . . 53 3.6. 4 Asumsi Klasik. . 53 3.6.4.1 Uji Multikolonearity . . 53 3.6.4.1 Uji Autokorelasi . . 54 3.7. Definisi Operasional. . 56 BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Kondisi Wilayah. . 57 4.1.1 Gambaran Umum Kabupaten Humbang Hasundutan. . 57 4.1.2 penduduk . . 60 4.1.3 Sosial . . 62 4.1.4 Potensi Pertanian. . 66 4.1.5 Perkembangan PDRB kabupaten Humbang Hasundutan . . 67 4.1.6 Perkembangan PAD kabupaten Humbang Hasundutan. . 68 4.1.7 Perkembangan PAD kabupaten Humbang Hasundutan. . 69 4.2. Analisis Dan Pembahasan. . 70 4.2.1 Analisis dan Pengumpulan Data . . 70 4.2.2 Interpretasi Model. . 71 4.2.3. Uji Kesesuaian . . 72 1. koefisien Determinasi. . 72 2. Uji t-statistik. . 73 3. Uji f-statistik . . 76 Universitas Sumatera Utara 4.2.4 Uji Asumsi Klasik. . 77 1. Multikolinearity . . 77 2. Autokorelasi. . 79 BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan . . 81 5.2. Saran . . 82 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL NO. Tabel Judul Halaman 1. Perkembangan PAD kabupaten Humbang Hasundutan. 4 2. Jumlah desa dan keluran kabupaten Humbang Hasundutan. 59 3. Luas wilayah kabupaten Humbang Hasundutan. 60 4. Jumlah angkatan kerja kabupaten Humbang Hasundutan. 61 5. Jumlah sekolah kabupaten Humbang Hasundutan. 64 6. Jumlah saran kesehatan kabupaten Humbang Hasundutan . 65 7. PDRB berlaku dan konstan kabupaten Humbang Hasundutan . 67 8. Hasil regresi . 71 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Gambar Judul Halaman 1. Perkembangan Angkatan Kerja kabupaten Humbang Hasundutan.62 2. Perkembangan PDRB berlaku kabupaten Humbang Hasundutan. 67 3. Perkembangan PDRB konstan kabupaten Humbang Hasundutan . 67 4. Perkembangan PAD kabupaten Humbang Hasundutan. 69 5. Perkembangan DAU kabupaten Humbang Hasundutan . 70 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the influence of local revenue sources and the labour force for economic growth in the implementation of regional autonomy in the district Humbang Hasundutan 2004 until 2007 by using variabel PAD, DAU end the labour force. This study uses a model of linear regression analysis Ordinary Least Square methoed (OLS). The data used in this study are time series with models econometrics and data obtained are processed using Computer programs eviews 5.1. Regression results do show that there is a significant positive relationship between the PAD, DAU and the labor force for economic growth in the district for Humbang Hasundutan 89.78% during the implementation of regional autonomy, while the remainder explained by other variables not included in the model equations of 10:22% and significant at α = 1%. Keyword : Economic growth, PAD, DAU sum of labour force. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sumber penerimaan daerah adan angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dalam pelaksanaan otonomi daerah di kabupaten Humbang Hasundutan 2004 – 2007 dengan menggunakan variabel PAD, DAU dan angkatan kerja. Penelitian ini menggunakan model analisis regresi linear dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah time series dengan menggunakan alat estimasi program computer Eviews 5.1. Hasil regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dan positif antan PAD,DAU dan angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten Humbang Hasundutan sebesar 89.78% selama pelaksanaan otonomi daerah, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model persamaan sebesar 10.22% dan signifikan pada α = 1%. Kata kunci: Pertumbuhan ekonomi, PAD, DAU, Angkatan kerja. Universitas Sumatera Utara 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator untuk menilai keberhasilan pembangunan suatu negara atau daerah. Dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan sasaran utama bagi negara yang sedang berkembang. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijakan pemerintah yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah dambaan semua daerah maupun negara. Pertumbuhan ekonomi selalu dipandang menjadi indikator tingkat kesejahteraan penduduk dalam suatu negara atau daerah Dalam rangka mengisi dan melaksanakan pembangunan daerah, masalah keuangan merupakan masalah pokok pemerintah, penerimaan dan pengeluaran harus diseimbangkan oleh pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, peningkatan pendapatan perkapita dan taraf hidup masyarakat merupakan faktor-faktor yang menjadi tantangan bagi pemerintah sehinga menyebabkan pengeluaran pemerintah menjadi semakin tinggi, padahal kenaikan pengeluaran yang terjadi tidak serta merta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Disisi lain penerimaan yang digunakan untuk membiayai kebutuhan tersebut semakin terbatas. Dengan menurunnya penerimaan negara dari minyak bumi yang merupakan pendapatan terbesar kedua setelah pajak, yang berdampak pada menurunnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), maka timbullah Universitas Sumatera Utara kesadaran akan berkurangnya kemampuan keuangan pemerintah pusat dalam membiayai proyek-proyek pemerintah di daerah (Suparmoko,2001:15). Penurunan penerimaan negara tersebut telah mendorong meningkatnya pelaksanaan otonomi daerah. Untuk itu, pemerintah pusat memberikan kebebasan kepada pemerintah daerah dalam berusaha meningkatkan pendapatan asli daerah agar bisa membiayai proyek-proyek pembangunan di daerah masing-masing dan tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi maupun jalannya pemerintahan, akibat berkurangnya kemampuan pemerintah pusat dalam memberikan subsidi. Sistem otonomi daerah yang direalisasikan pada tahun 2001 yang pada konsep dasarnya adalah memberikan wewenang kepada daerah untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi didaerahnya masing-masing sehingga sesuai dengan apa yang mereka kehendaki dan tidak terlepas dari kemampuan daerah dalam hal pendanaan dan kemampuan daerah dalam masalah sumber daya manusia. Setiap daerah dituntut untuk lebih aktif dalam menyusun dan merencanakan pembangunan daerahnya. Sekelompok orang percaya bahwa pemerintah daerah akan bekerja lebih efektif dan efisien daripada pemerintah pusat karena daerah dianggap lebih menggetahui dan lebih memahami kebutuhan daerahnya daripada pemerintah pusat (Suparmoko, 2001:19). Tekad pemerintah pusat untuk meningkatkan peranan pemerintah daerah dalam mengelola daerahnya sendiri dipertegas dengan lahirnya Pengeluaran Universitas Sumatera Utara PDRB adalah jumlah seluruh pengeluaran yang dilakukan untuk pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta nirlaba, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap domestik bruto, perubahan inventori dan ekspor neto (ekspor neto merupakan ekspor dikurangi impor), di dalam suatu wilayah dalam priode tertentu, biasanya satu tahun. Dengan metode ini, penghitungan NTB bertitik tolak pada penggunaan akhir dari barang dan jasa yang diproduksi. 2.6.1.2. Metode Tidak Langsung Menghitung nilai tambah suatu kelompok ekonomi dengan mengalokasikan nilai tambah nasional ke dalam masing-masing kelompok kegiatan ekonomi pada tingkat regional. Sebagai alokator digunakan indikator yang paling besar pengaruhnya atau erat kaitannya dengan produktivitas kegiatan ekonomi tersebut. Pemakaian masing-masing metode pendekatan sangat tergantung pada data yang tersedia. Pada kenyataannya, pemakaian kedua metode tersebut akan saling menunjang satu sama lain karena metode langsung akan mendorong peningkatan kualitas data daerah sedangkan metode tidak langsung akan merupakan koreksi dalam pembandingan bagi data daerah. 2.6.2. Penghitungan Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan Hasil penghitungan PDRB disajikan atas dasar harga berlaku dan harga konstan. 2.6.2.1. Penghitungan Atas Dasar Harga Berlaku Universitas Sumatera Utara PDRB atas dasar harga berlaku merupakan jumlah seluruh NTB atau nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh unit-unit produksi dalam suatu priode tertentu, biasanya satu tahun, yang dinilai dengan harga tahun yang bersangkutan. NTB atas dasar harga berlaku yang didapat dari pengurangan NPB/Output dengan biaya antara masing-masing dinilai atas dasar harga berlaku. NTB menggambarkan perubahan volume/kuantum produksi yang dihasilkan oleh tingkat perubahan harga dari masing-masing kegiatan, subsektor dan sektor. Mengingat sifat barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap sektor maka penilaian NPB/Output dilakukan sebagai berikut: 1. Untuk sektor primer yang diproduksi dapat diperoleh secara langsung dari alam seperti pertanian, pertambangan dan penggalian, pertama kali dicari kuantum produksi dengan satuan standard yang biasa digunakan. Setelah itu ditentukan kualitas dari jenis barang yang dihasilkan. Satuan dan kualitas yang dipergunakan tidak selalu sama antara satu kabupaten/kota dengan kebupaten/kota lainnya. Selain itu diperlukan juga data harga per unit/satuan dari barang yang dihasilkan harga yang dipergunakan adalah harga produsen, yaitu harga yang diterima oleh produsen atau harga yang terjadi pada transaksi pertama antara produsen dengan pembeli/konsumen. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuatum produksi dengan harga masing-masing komoditi pada tahun yang bersangkutan. Selain menghitung nilai produksi utama, dihitung pula produksi ikutan yang dihasilkan dengan anggapan mempunyai nilai ekonomi. Produksi ikutan yang dimaksudkan adalah produksi ikutan yang benar-banar dihasilkan sehubungan dengan proses produksi utamanya. Universitas Sumatera Utara 2. Untuk sektor sekunder yang terdiri dari sektor idustri pengolahan, listrik, gas dan air minum, dan sektor bangunan, penghitungannya sama dengan sektor primer. Data yang diperlukan adalah kuantum produksi yang dihasilkan serta harga produsen masing-masing kegiatan, subsektor dan sektor yang bersangkutan. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuantum produksi dangan harga masing-masing komoditi pada tahun yang bersangkutan. Selain itu dihitung juga produksi jasa yang digunakan sebagai pelengkap dan tergabung menjadi satu kesatuan usaha dengan produksi utamanya. 3. Untuk sektor-sektor yang secara umum produksinya berupa jasa seperti sektor perdagangan, restoran dan hotel, pengangkutan dan komunikasi, bank dan lembaga keuangan lainnya, sewa rumah dan jasa perusahaan serta pemerintah dan jasa-jasa, untuk penghitungan kuantum produksinya dilakukan dengan cara mencari indikator produksi yang sesuai dengan masing-masing kegiatan, subsektor dan sektor. Pemilihan indikator produksi didasarkan pada karakteristik jasa yang dihasilkan serta disesuaikan dengan data penunjang lainnya yang tersedia. Selain itu diperlukan juga indikator harga dari masingmasing kegiatan, subsektor dan sektor yang bersangkutan. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator harga masingmasing komoditi/jasa pada tahun yang bersangkutan. 2.6.2.2. Penghitungan Atas Dasar Harga Konstan Universitas Sumatera Utara Penghitungan atas dasar harga konstan pengertiannya sama dengan atas dasar harga berlaku tapi penilaiannya dilakukan dengan harga satu tahun dasar tertentu. NTB atas dasar harga konstan menggambarkan perubahan volume/ kuantum produksi saja. Pengaruh perubahan harga telah dihilangkan dengan cara menilai dengan harga suatu tahun dasar tertentu. Penghitungan atas dasar harga konstan berguna untuk melihat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau sektoral, juga untuk melihat perubahan struktur perekonomian suatu daerah dari tahun ke tahun. 2.7 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dengan berlakunya undang-undang Otonomi Daerah No. 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan undang-undang No. 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada tanggal 1 januari 2001, maka pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk melaksanakan kegiatannya dan menjalankan pembangunan serta kewenangan yang lebih luas dalam mendapatkan sumber-sumber pembiayaan, baik yang berasal dari daerah maupun dari APBN. Pendapatan Asli Daerah (PAD) diatur dalam undang-undang No. 34 tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Undang-undang tersebut merupakan perubahan atau perbaikan UU No. 18 tahun 1997 terdiri dari Pajak Daerah, Retribusi dan Bagian Laba Perusahaan Daerah (BLPD). 2.7.1. Pajak Daerah Undang-undang No. 34 tahun 2000 Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menetapkan ketentua-ketentuan pokok yang memberikan pedoman kebijakan dan arahan bagi daerah dalam pelaksanaan pemungutan pajak dan retribusi, sekaligus Universitas Sumatera Utara menetapkan pengaturan dalam menjamin penerapan prosedur umum Perpajakan Daerah dan Retribusi Daerah. Menurut UU No. 18 tahun 1997 menyebutkan bahwa pajak daerah disebutkan sebagai pajak yang berarti iuran wajib yang dilakukan pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang masih berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah. Sebelum terbit UU No. 18 tahun 1997, Pajak Daerah kabupaten/kota mencapai 50 jenis, walaupun yang dapat direalisasikan hanya 8 hingga 12 jenis pajak saja. Artinya terdapat berbagai jenis pajak daerah yang secara ekonomis kurang memenuhi syarat prinsipel, sedangkan biaya administrasi pemungutan akan lebih besar dibandingkan dengan hasil penerimaan pajak yang akan diterima oleh daerah. Adapun pasal 2 ayat (1) dan (2) dalam UU No. 18 tahun 1997 menyebutkan jenis-janis pajak daerah yaitu: a. Jenis pajak daerah Tingkat I terdiri dari:  Pajak kendaraan bermotor  Bea balik nama kendaraan bermotor  Pajak bahan bakar kendaraan bermotor b. Jenis pajak daerah Tingkat II terdiri dari:  Pajak hotel dan restoran  Pajak hiburan  Pajak reklame Universitas Sumatera Utara  Pajak penerangan jalan  Pajak pengambilan dan pengelolaan bahan galian golongan C  Pajak pemenfaatan air bawah tanah dan air permukaan Tarif pajak daerah Tingkat I ditetapkan dengan peraturan pemerintah dan penetapannya seragam diseluruh Indonesia. Sedangkan untuk daerah Tingkat II ditetapkan oleh Peraturan Daerah masing-masing dan peraturan daerah tentang pajak daerah tidak dapat berlaku surut. Memperhatikan sumber pendapatan asli daerah masing-masing sangat bervariasi. Sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 34 tahun 2000 yang merupakan perubahan terhadap UU No. 18 tentang pajak dan retibusi daerah, telah diatur antara lain mengenai bagi hasil pajak dan relokasi pajak daerah provinsi dengan daerah kabupaten kota. Menurut ketentuan dalam UU No. 34 tahun 2000, minimum 10% dari hasil penerimaan pajak kabupaten dialokasikan untuk kepentingan desa. Pengaturan megenai aloksi tersebut didasarkan pada aspek pemerataan dan potensi yang dimiliki oleh desa-desa yang bersangkutan. Sementara itu mengenai hasil penerimaan pajak kabupaten/kota dalam suatu provinsi yang terkonsentrasi pada kabupaten/kota tertentu, diambil kebijakan oleh Gubernur untuk membagikan sebagian hasil penerimaan pajak itu kepada kabupaten/kota yang lainnya. Dalam hal objek pajak beralokasi di lintasan kabupaten/kota, maka Gubernur berwenang menetapkan pembagian hasil pajak tersebut kepada daerah kabupaten/kota yang berhak. Kebijakan ini dilakukan oleh gubernur berdasarkan persetujuan dan kesepakatan dengan pemerintah daerah bersama DPRD kabupaten/kota yang Universitas Sumatera Utara bersangkutan. Kebijakan otonomi daerah. 7. Variabel PAD mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Sumatera Utara secara positif dan signifikan. Hasil pengujian ini sesuai dengan hipotesis bahwa semakin tinggi tingkat penerimaan PAD, maka semakin meningkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Sumatera Utara era otonomi daerah. 8. Jumlah penduduk mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota Sumatera Utara secara positif dan signifikan. Hasil pengujian ini juga sesuai dengan hipotesis yang ada, bahwa peningkatan jumlah penduduk akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Sumatera Utara era otonomi daerah. 50 Universitas Sumatera Utara 5.2. Saran 1. Penelitian ini hanya dilakukan selama kurun waktu 2001-2005 (5 tahun), sehingga belum tentu dapat memberikan gambaran yang jelas berhubungan dengan pengaruh dana perimbangan, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan jumlah penduduk dengan pertumbuhan ekonomi. Hendaknya pada penelitian selanjutnya jumlah data time series diperbanyak agar memberikan gambaran yang lebih nyata. 2. Diharapkan kepada masing-masing Kabupaten/Kota dapat mengurangi secara bertahap bantuan dana dari pemerintah pusat, dan lebih meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerahnya dengan menggali lagi potensipotensi sumber daya yang ada guna menggerakkan roda perekonomian di Sumatera Utara. 3. Agar setiap Kabupaten/Kota di Sumatera Utara lebih memacu pembangunan-pembangunan di daerahnya masing-masing, sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat meningkat. 51 Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Arifin, Bustanul dan Didik J. Rachbini, 2001. Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik. Jakarta: PT Grasindo. Astuti, Esther Sri dan Joko Tri Haryanti, 2005. Analisis Dana Alokasi Umum (DAU) dalam Era Otonomi Daerah Studi Kasus 30 Propinsi. Majalah Manajemen Usahawan Indonesia, No. 12 TH. XXXIV. Azmil, 2006. Artikel: Mari Kita Optimalkan Pelaksanaan Otonomi Daerah. Badan INFOKOM Sumut. Badan Pusat Statistik, 2001-2005. Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara. Badan Pusat Statistik, 2001-2005. Sumatera Utara Dalam Angka. Departemen Keuangan RI, 2003. Nota Keuangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2003. Elmi, Bachrul, 2002. Kebijakan Desentralisasi Fiskal Kaitannya dengan Hutang Luar Negeri Pemerintah Daerah Otonom. Kajian Ekonomi dan Keuangan, Vol. 6 No. 4. ___________, 2002. Keuangan Pemerintah Daerah Otonom di Indonesia. Jakarta: UI-Press. Hakim, Abdul, 2004. Ekonomi Pembangunan. Edisi Pertama, Cetakan Kedua, Yogyakarta: Ekonisia, Kampus Fakultas Ekonomi UII. Harianto, David dan Priyo Hari Adi, 2007. Hubungan Antara Dana Alokasi Umum, Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah, dan Pendapatan Per Kapita. Simposium Nasional Akuntansi X, Makassar. Hidayat, Paidi dan Sirojuzilam, 2006. Kajian Tentang Keuangan Daerah Kota Medan di Era Otonomi Daerah. Jurnal Wahana Hijau, Vol. 2, No.1. 52 Universitas Sumatera Utara Kaho, Josef Riwu, 1997. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Landiyanto, Erlangga Agustino, 2005. Kinerja Keuangan dan Strategi Pembangunan Kota di Era Otonomi Daerah: Studi Kasus Kota Surabaya. Cures Working Paper, No. 05/01. Lutfi, Achmad, . Pemanfaatan Kebijakan Desentralisasi Fiskal Berdasarkan UU No. 34/2000 oleh Pemda Untuk Menarik Pajak Daerah dan Retribusi Daerah: Suatu Studi di Kota Bogor. Nachrowi D., Nachrowi dan Hardius Usman, 2006. Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pratomo, Wahyu Ario dan Paidi Hidayat, 2007. Pedoman Praktis Penggunaan Eviews dalam Ekonometrika. Medan: USU Press. Republik Indonesia, 1999. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999, Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Romli, Lili, 2007. Potret Otonomi Daerah dan Wakil Rakyat di Tingkat Lokal. Cetakan Pertama, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Setiaji, Wirawan dan Priyo Hari Adi, 2007. Peta Kemampuan Keuangan Daerah sesudah Otonomi Daerah: Apakah Mengalami Pergeseran? (Studi pada Kabupaten dan Kota Se Jawa – Bali). Simposium Nasional Akuntansi X, Unhas Makassar. Sidik, Machfud, 2002. Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah sebagai Pelaksanaan Desentralisasi Fiskal (antara Teori dan Aplikasinya di Indonesia). Seminar “Setahun Implementasi Kebijaksanaan Otonomi Daerah di Indonesia”. Siregar, Hermanto, 2007. Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penurunan Jumlah Penduduk Miskin. IPB & Brighten Institute. Sofwani, Ahmad, dkk, . Mobilisasi Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rangka Pembangunan Daerah (Studi di Kabupaten Muara Enim). Institute Pertanian Malang. 53 Universitas Sumatera Utara Sukirno, Sadono, 2003. Pengantar Teori Makroekonomi. Edisi Kedua, Cetakan Keempatbelas, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Sumiyarti dan Akhmad Fauzan Imamy, 2005. Analisis Pengaruh Perimbangan Pusat-Daerah terhadap Perekonomian Kota Depok. Media Ekonomi, Vol. 11, No. 2. Suryana, 2000. Ekonomi Pembangunan: Problematika dan Pendekatan. Edisi Pertama, Jakarta: Salemba Empat. Teguh, Muhammad, 1999. Metode Penelitian dan Aplikasi Ekonomi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Widjaja, H.A.W, 1998. Percontohan Otonomi Daerah di Indonesia. Cetakan Pertama, Jakarta: Rineka Cipta. ______________, 2002, Otonomi Daerah dan Daerah Otonom, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. www.djpk.depkeu.go.id 54 Universitas Sumatera Utara Lampiran 1. Hasil Estimasi OLS Untuk Data Panel Dependent Variable: LPDRB? Method: Pooled Least Squares Date: 05/28/08 Time: 14:00 Sample: 2001 2005 Included observations: 5 Number of cross-sections used: 22 Total panel (unbalanced) observations: 100 Cross sections without valid observations dropped Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C LPERIMBANGAN? LPAD? LPENDUDUK? -2.301742 -0.045634 0.391677 0.744319 0.532524 0.117589 0.046185 0.066501 -4.322326 -0.388077 8.480604 11.19268 0.0000 0.6988 0.0000 0.0000 R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression F-statistic Prob(F-statistic) 0.932130 0.930009 0.277885 439.4869 0.000000 Mean dependent var S.D. dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat 7.903615 1.050371 7.413117 0.412515 55 Universitas Sumatera Utara Lampiran 2. Hasil Estimasi Random Effect Model (REM) Dependent Variable: LPDRB? Method: GLS (Variance Components) Date: 05/28/08 Time: 14:05 Sample: 2001 2005 Included observations: 5 Number of cross-sections used: 22 Total panel (unbalanced) observations: 100 Cross sections without valid observations dropped Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C LPERIMBANGAN? LPAD? LPENDUDUK? Random Effects _ASH--C _BJI--C _DLS--C _DRI--C _HBH--C _KRO--C _LBT--C _LKT--C _MDN--C _MNT--C _NAS--C _PDS--C _PMS--C _PPB--C _SBL--C _SML--C _TBS--C _TJB--C _TPS--C _TPT--C _TPU--C _TTG--C -1.323386 -0.018896 0.410219 0.653795 0.526903 -0.151767 -0.106144 0.123919 0.259680 0.133180 0.347822 0.098419 -0.035774 -0.095140 -0.311278 -0.195590 0.090509 -0.035083 -0.171105 -0.065526 -0.146523 -0.012962 0.145453 -0.360656 -0.143057 0.026856 0.849459 0.108448 0.065226 0.070812 -1.557917 -0.174236 6.289158 9.232794 0.1225 0.8620 0.0000 0.0000 GLS Transformed Regression R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression Durbin-Watson stat 0.971025 0.970120 0.181567 1.009482 Mean dependent var S.D. dependent var Sum squared resid 7.903615 1.050371 3.164777 Unweighted Statistics including Random Effects R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression Durbin-Watson stat 0.975366 0.974596 0.167416 1.187349 Mean dependent var S.D. dependent var Sum squared resid 7.903615 1.050371 2.690686 56 Universitas Sumatera Utara Lampiran 3. Hasil Estimasi Fixed Effect Model (FEM) Dependent Variable: LPDRB? Method: Pooled Least Squares Date: 05/28/08 Time: 14:02 Sample: 2001 2005 Included observations: 5 Number of cross-sections used: 22 Total panel (unbalanced) observations: 100 Cross sections without valid observations dropped Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. LPERIMBANGAN? LPAD? LPENDUDUK? Fixed Effects _ASH--C _BJI--C _DLS--C _DRI--C _HBH--C _KRO--C _LBT--C _LKT--C _MDN--C _MNT--C _NAS--C _PDS--C _PMS--C _PPB--C _SBL--C _SML--C _TBS--C _TJB--C _TPS--C _TPT--C _TPU--C _TTG--C 0.019500 0.348881 0.110642 6.727339 5.142406 6.380434 5.510718 5.340464 5.619148 6.476224 6.197545 6.592781 5.440626 5.425512 4.904672 5.443186 4.107439 4.580814 5.950256 5.173121 5.067976 6.020759 4.965566 5.301045 5.036641 0.124358 0.085804 0.166802 0.156807 4.066018 0.663313 0.8758 0.0001 0.5092 R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression F-statistic Prob(F-statistic) 0.978997 0.972276 0.174892 145.6634 0.000000 Mean dependent var S.D. dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat 7.903615 1.050371 2.294042 1.299097 57 Universitas Sumatera Utara
Pengaruh Sumber Penerimaan Daerah dan Angkatan Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Humbang Hasundutan Core Periphery Models dikemukakan oleh Friedman 1966 Definisi Operasional METODE PENELITIAN Interpretasi Model Analisis Dan Pembahasan .1 Analisis Dan Pengumpulan Data Lewis 1959 Fei- Ranis 1996 Teori tentang Tenaga Kerja 1. Adam Smith 1729 – 1790 Pajak Daerah Pendapatan Asli Daerah Pendekatan produksi production approach Retribusi jasa umum. Penduduk Gambaran Umum dan Kondisi Wilayah .1 Gambaran Umum Kabupaten Humbang Hasundutan Penelitian Sebelumnya LANDASAN TEORI Perumusan Masalah Hipotesis Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Potensi Daerah .1 Pertanian Perkembangan PDRB Kabupaten Humbang Hasundutan Retribusi Jasa Usaha Dana Alokasi Umum Ruang Lingkup Penelitian Jenis dan Sumber Data Metode dan Teknik Pengumpulan Data Pengolahan Data Model Analisis Data Sosial .1 Pendidikan Gambaran Umum dan Kondisi Wilayah .1 Gambaran Umum Kabupaten Humbang Hasundutan T-statistik Uji Parsial Uji F-Statistik Uji serempak Teori Pertumbuhan Harrord-Domar Teori Pertumbuhan Ekonomi Solow-Swan Teori Ricardian Teori Keynesian Teori Schumpeter
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Sumber Penerimaan Daerah dan Angkatan Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Humbang Hasundutan

Gratis