Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium Sebagai Faktor Prognostik Pada Penderita Stroke Iskemik

 2  44  113  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

UCAPAN TERIMA KASIH

  Kadar troponin T dan magnesium serum yang tinggi merupakan prediktor independen outcome yang buruk pada stroke iskemik Kata kunci : Stroke iskemik akut, troponin T, magnesium, faktor prognostik, NIHSS, MRS, BI ABSTRACTBackground : Ischemic stroke remains a major healthcare problem and aleading cause of mortality and disability. Troponin jantung merupakan penanda diagnosis yang lebih disukai karena dapat mendeteksi mikroinfark, tetap meningkat sampai 2 minggu Troponin T merupakan penanda biokimiawi dari kerusakan otot jantung dengan sensitifitas dan spesifisitas tinggi, meskipun adanyaperanan troponin T pada stroke akut, berdasarkan studi observasional dimana peningkatan konsentrasi troponin T pada pasien stroke iskemikakut berhubungan dengan 3 kali peningkatan mortalitas.

2. Modifiable risk factors

a. Well-documented and modifiable risk factors

  Hipertensi 2. Diet yang buruk 10.

b. Less well-documented and modifiable risk factors

  Troponin T merupakan penanda nekrosis miokard yang memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi yang digunakan dalam diagnosisinfark miokard akut dan resiko terjadinya sindrom koroner akut, dimana peningkatan troponin T juga terdapat pada beberapa pasien stroke. Sepsis- Associated MyocardialDysfunction, Chest Special Features; 129: 1349-1366 Troponin T dan I merupakan penanda yang paling sensitif dan spesifik dari kerusakan miokard pada sindrom koroner akut danpeningkatan kadar marker ini berhubungan dengan outcome jangka pendek dan panjang pada pasien-pasien angina tidak stabil dan infarkmiokard.

1. Fatty streak

  Sel-sel ini ialah sel-sel otot polos dan makrofag yang mengandung lipid, terutama dalam bentuk esterkolesterol 2. Fibrous plaque berisi sejumlah besar sel-sel otot polos danmakrofag yang berisi kolesterol dan ester kolerterol, disamping jaringan kolagen dan jaringan fibrotik,proteoglikan, dan timbunanlipid dalam sel-sel jaringan ikat Fibrous plaque biasanya mempunyai fibrous cap yang terdiri dari otot-otot polos dan sel-sel kolagen.

3. Complicated lesion

  Magnesium memegang perananpenting untuk sintesa asam nukleat dan protein, metabolisme energi, penggunaan glukosa, sintesa dan pemecahan asam lemak, seluruh fungsiATPase dan aksi khusus pada organ yang berbeda seperti sisitem neuromuskular dan kardiovaskular. Barthel Index telah dikembangkan sejak tahun 1965, yang kemudian dimodifikasi oleh Granger dkk sebagai suatu teknik mengukur performa pasien dalam 10 aktifitas hidup sehari-hari yang dikelompokkan menjadi 2yaitu : Skor BI maksimum adalah 100 yang menunjukkan bahwa fungsi fisik pasien benar-benar tanpa bantuan, dan nilai terendah adalah 0 yangmenunjukkan ketergantungan total.

II. 6 KERANGKA KONSEP STROKE ISKEMIK TROPONIN T MAGNESIUM OUTCOME

  Penderita stroke iskemik yang sedang menggunakan obat diuretik Stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal atau global, dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian,tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler (Kelompok Studi Serebrovaskuler dan Neurogeriatri Perdossi, 1999). : dibuktikan dengan pemeriksaan kadar Gangguan fungsi ginjal ureum dan kreatinin dan kesimpulannya diambil berdasarkan konsultasi dengan bagian Ilmu Penyakit Dalam FK USU/ HAM Gastroenteritis : inflamasi atau peradangan pada lambung dan usus dengan gejala diare dan atau muntah adalah jangka waktu antara 24 jam pertama Fase akut stroke serangan stroke hingga 7 hari (Sullivan, 2007).

IV. 1.2. Rerata Nilai Kadar Troponin T dan Magnesium Serum

  Berdasarkan ada tidaknya merokok, nilai rerata kadar troponin T dan SD pada penderita yang merokok adalah 0,014 0,004 ng/ml sedangkan pada yang tidak merokok adalah 0,03  0,07 ng/ml . Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaanyang signifikan rerata kadar magnesium berdasarkan kelompok usia.(p=0,161) (tabel 3) Berdasarkan ada tidaknya hipertensi, nilai rerata kadar magnesium dan SD pada penderita hipertensi adalah 1,75 0,362 mg/dL sedangkan pada yang tidak menderita hipertensi adalah 1,99  0,275.

IV.I. 5.1. Distribusi Rerata Nilai NIHSS Berdasarkan Variabel

  Berdasarkan ada tidaknya penyakit jantung, nilai rerata NIHSS danSD pada penderita penyakit jantung adalah 14,25  13,22 sedangkan Berdasarkan ada tidaknya merokok, nilai rerata NIHSS dan SD pada penderita yang merokok adalah 14,20 6,38 sedangkan pada yang tidak merokok adalah 12,24  8,34. Berdasarkan ada tidaknya dislipidemia, nilai rerata NIHSS dan SD pada penderita yang dislipidemia adalah 15,25 8,65 sedangkan pada yang tidak dislipidemia adalah 12,14  7,90.

IV.I. 5.2. Distribusi Rerata Nilai mRS Berdasarkan Variabel

  (p= 0,948) Berdasarkan ada tidaknya merokok, nilai rerata mRS dan SD pada penderita yang merokok adalah 3,80 0,837 sedangkan pada yang tidak merokok adalah 3,38  1,32. Berdasarkan ada tidaknya dislipidemia, nilai rerata MRS dan SD pada penderita yang dislipidemia adalah 4,00 1,63 sedangkan pada yang tidak dislipidemia adalah 3,36  1,17.

IV.I. 5.3. Distribusi Rerata Nilai BI Berdasarkan Variabel

  Berdasarkan ada penyakit jantung, nilai rerata dan SD pada penderita penyakit jantung adalah 42,50  30,97 sedangkan pada yang tidak menderita penyakit jantung adalah 42,27 21,19. (p= 0,702) (tabel 7) Berdasarkan ada tidaknya merokok, nilai rerata dan SD pada penderita yang merokok adalah 38,00 10,95 sedangkan pada yang tidak merokok adalah 48,57  23,93.

2 NIHSS (p= 0,0, R=0,455, R = 0,07)

  Constan -1,367 -0,149 0,882 0,473 0,055Troponin T 20,665 0,694 0,494Magnesium 7,526 1,380 0,181 P<0,05 Persamaan untuk memprediksi nilai skor NIHSS berdasarkan kadar troponin T dan magnesium masing-masing adalah :Skor NIHSS = 11,062 + 48,083 ( kadar troponin T) Skor NIHSS = – 5,170 + 10,052 (kadar magnesium). Hasil uji regresi linier ganda dengan metode stepwise, diperoleh persamaan untuk memprediksi nilai NIHSS berdasarkan kadar troponinT dan magnesium (secara bersamaan ): Skor NIHSS= -1,367+20,665 (Kadar Troponin) + 7,526 ( Kadar Mg) 40 30 20 NIHSS hari ke 1410 R Sq Linear = 0.1590.000 0.050 0.100 0.150 0.200 0.250 0.300 Troponin Gambar 7 Grafik linear peran kadar troponin T terhadap skor NIHSS40 30 20 S hari ke 14S IH N101.001.502.002.503.00 R Sq Linear = 0.2073.50 MagnesiumGambar 8.

IV. 1.8. Peranan Kadar Troponin T dan Magnesium Serum Terhadap Nilai MRS

  Untuk menentukan peranan variabel prediktor terhadap skor MRS, dilakukan uji regresi linear sederhana dengan metode Entermenunjukkan bahwa kadar troponin T memiliki korelasi positif tidak 2 bermakna terhadap nilai MRS ( p= 0,127, R= 0,307, R = 0,094) dan kadar magnesium juga menunjukkan korelasi posiif tidak 2 bermakna terhadap nilai MRS (p= 0,083 , R= 0,346, R = 0,120) Tabel 10. Constan 1,823 1,515 0,241 0,361 0,201Troponin T 2,601 4,929 0,603Magnesium 0,879 0,903 0,341 P< 0,05 Persamaan yang terbentuk untuk memprediksi nilai skor MRS berdasarkan kadar troponin T dan magnesium masing-masing adalah :Skor MRS = 3,274 + 5,802 ( kadar troponin T) Skor MRS = 1,344 + 1,197 (kadar magnesium).

2 R Sq Linear = 0.1

Gambar 10. Grafik linear peran kadar Magnesium terhadap skor MRS

IV. 1.9.Peranan Kadar Troponin T dan Magnesium Serum Terhadap Nilai BI

  Untuk menentukan peranan variabel prediktor terhadap skor BI, dilakukan uji regresi linear sederhana dengan metode Entermenunjukkan bahwa kadar troponin T memiliki korelasinegatif tidak 2 bermakna terhadap nilai BI ( p= 0,087, R= -0,343, R = 0,117) dan kadar magnesium juga menunjukkan korelasi negatif tidak 2 bermakna terhadap nilai BI (p= 0,069 , R = - 0,362, R = 0,131) Tabel 11. Uji regresi linear untuk menentukan peranan variabel prediktor terhadap skor BI Regression Correlation Model Koef.

20 R Sq Linear = 0.117

Gambar 11. Grafik linear peran kadar Troponin T terhadap skor BI Magnesium3.503.002.502.001.501.00 Bartel Indeks h a ri ke 1 4806040

20 R Sq Linear = 0.131

Gambar 12. Grafik linear peran kadar Magnesium terhadap skor BI

IV. 2. PEMBAHASAN

  Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan tujuan untuk melihat gambaran kadar serum troponin T dan magnesium danperanannya sebagai factor prognostic outcome stroke iskemik yang diukur dengan NIHSS, MRS dan BI pada penderita stroke iskemik fase akut. Penelitianoleh Suk Song dkk ,2008 menemukan hubungan yang bermakna antara kadar troponin T dengan nilai NIHSS dan MRS yaitu peningkatan kadartroponin T berhubungan dengan meningkatnya keparahan stroke yang Pada penelitian Barber dkk,2007 didapati korelasi positif kadar troponin T dengan outcome yang buruk dan ketergantungan/ dependensiyang dapat dinilai dari BI.

KESIMPULAN DAN SARAN

  Rerata kadar troponin T serum dan SD adalah 0,03 0,065 ng/mL dengan nilai terendah 0,01 ng/mL dan tertinggi 0,2 ng/mL sedangkanrerata dan SD kadar magnesium serum adalah 1,76  0,35 mg/dL dengan nilai terendah 1,19 mgl/dL dan tertinggi 3,09 mg/dL. Kadar Troponin T serum menunjukkan korelasi positif dengan nilaiNIHSS dan mRS dan menunjukkan korelasi negatif dengan nilai BI dan peningkatan kadar troponin T serum merupakan prediktor yangindependen terhadap outcome yang buruk.

Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium Sebagai Faktor Prognostik Pada Penderita Stroke Iskemik Peranan Kadar Troponin T dan Magnesium Serum Terhadap Nilai NIHSS Peranan Kadar Troponin T dan Magnesium Serum Terhadap Nilai MRS Rerata Nilai Kadar Troponin T dan Magnesium Serum Distribusi Rerata Nilai Kadar Troponin T Serum Berdasarkan Variabel
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium..

Gratis

Feedback