Feedback

Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium Sebagai Faktor Prognostik Pada Penderita Stroke Iskemik

Informasi dokumen
PERANAN KADAR SERUM TROPONIN T DAN MAGNESIUM SEBAGAI FAKTOR PROGNOSTIK PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK TESIS ARI GUSNITA 097112001 PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK–SPESIALIS ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERANAN KADAR SERUM TROPONIN T DAN MAGNESIUM SEBAGAI FAKTOR PROGNOSTIK PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK TESIS Untuk Memperoleh Gelar Magister Kedokteran Klinis Spesialis Saraf Pada Program Studi Magister Kedokteran Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Oleh ARI GUSNITA 097112001 PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK–SPESIALIS ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium Sebagai Faktor Prognostik Pada Penderita Stroke Iskemik : ARI GUSNITA : 097112001 : Magister Kedokteran Klinik : Ilmu Penyakit Saraf Nama Mahasiswa Nomor Induk Mahasiswa Program Magister Konsentrasi Menyetujui Komisi Pembimbing Prof. DR. dr. Hasan Sjahrir, Sp.S (K) Ketua Ketua Program Studi dr. Yuneldi Anwar, Sp.S (K) Ketua TKP PPDS I dr. Zainuddin Amir, SpP(K) Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal: September 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. DR. dr. Hasan Sjahrir, Sp.S (K) . . Anggota : 1. Prof. dr. Darulkutni Nasution, Sp.S (K) 2.Dr.DarlanDjaliChan, Sp.S . 3.Dr.YuneldiAnwarSp.S(K) . 4.Dr.RusliDhanu, Sp.S (K) . 5. Dr. Kiking Ritarwan, MKT, Sp.S(K) 6. Dr. Aldy S. Rambe, Sp.S(K) . 7.Dr.PujiPintaO.Sinurat, Sp.S 8.Dr.KhairulP.Surbakti, Sp.S . 9.Dr.CutAria Arina, Sp.S . 10.Dr.Kiki M. Iqbal, Sp.S . 11.Dr.AlfansuriKadri, Sp.S . 12.Dr.DinaListyaningrum, Sp.S, MSi,Med . 13. Dr. Aida Fitri, Sp. S . . Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium Sebagai Faktor Prognostik Pada Penderita Stroke Iskemik TESIS Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah dituliskan atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Medan, September 2011 ARI GUSNITA Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala berkah, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini. Tesis ini dibuat untuk memenuhi persyaratan dan merupakan tugas akhir dalam Program Pendidikan Magister Kedokteran KlinikSpesialis di Bidang Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyatakan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada : Yang terhormat Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. DR. Dr. H. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), Sp.A(K), atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan magister kedokteran. Yang terhormat Prof. Dr. H. Chairuddin P. Lubis, DTM&H, Sp.A(K), (Rektor Universitas Sumatera Utara saat penulis diterima sebagai PPDS), yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan magister. Yang terhormat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Gontar Alamsyah Siregar, Sp.PD(KGEH) dan Ketua TKP PPDS FK USU Dr. Zainuddin Amir Sp.P(K) atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan Universitas Sumatera Utara Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit Saraf FK USU Yang terhormat Ketua Departemen / SMF Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Dr. Rusli Dhanu, Sp.S(K), yang telah memberikan kesempatan, kepercayaan serta bimbingan selama mengikuti program pendidikan magister ini. Yang terhormat Ketua Program Studi Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Dr. Yuneldi Anwar, Sp.S(K) yang telah memberikan kesempatan serta bimbingan dan arahan dalam menjalani pendidikan spesialisasi ini. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada Dr. Cut Aria Arina,Sp.S dan Dr. Yuneldi Anwar, Sp.S(K), selaku pembimbing yang dengan sepenuh hati telah mendorong, membimbing dan mengarahkan penulis mulai dari perencanaan, pembuatan dan penyelesaian tesis ini. Kepada yang penulis hormati, guru besar, Prof. DR. Dr. Hasan Sjahrir, Sp.S(K) dan Prof.Dr. Darulkutni Nasution,SpS(K) dan guru- guru penulis, Dr. Darlan Djali Chan, Sp.S, Dr. Kiking Ritarwan, MKT, Sp.S(K), Dr. Aldy S. Rambe, Sp.S(K), Dr. Irsan NHN. Lubis, Sp.S, Dr. Puji Pinta O. Sinurat, Sp.S, Dr. Khairul P. Surbakti, Sp.S., Dr. S. Irwansyah, Sp.S, Dr. Kiki M. Iqbal, Sp.S, Dr. Alfansuri Kadri, Sp.S, Dr. Dina Listyaningrum, SpS, Msi.Med, Dr. Aida Fitri, Sp.S, Dr. Iskandar Nst Sp.S dan lain-lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, baik di Departemen Neurologi Universitas Sumatera Utara maupun Departemen / SMF lainnya di lingkungan FK – USU / RSUP. H. Adam Malik Medan, terima kasih yang setulus-tulusnya penulis sampaikan atas segala bimbingan dan didikan yang telah penulis terima. Ucapan terima kasih penulis kepada Bapak Amran Sitorus, Sukirman Ariwibowo dan Syafrizal serta seluruh perawat dan pegawai yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu Kepada Drs. Abdul Jalil A. A, M.Kes, selaku pembimbing statistik yang telah banyak membimbing, membantu dan meluangkan waktunya dalam pembuatan tesis ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Direktur RSUP. H. Adam Malik Medan beserta jajarannya yang telah memberikan kesempatan, fasilitas dan suasana kerja yang baik sehingga penulis dapat mengikuti pendidikan magister ini sampai selesai. Rekan-rekan sejawat PPDS Departemen Neurologi FK USU/RSUP. H. Adam Malik Medan, yang banyak memberi masukan berharga kepada penulis dan selalu memberikan dorongan-dorongan yang membangkitkan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan pendidikan magister ini. Semua pasien stroke iskemik yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini, penulis haturkan terima kasih yang mendalam. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus penulis ucapkan kepada kedua orang tua yang sangat penulis hormati dan sayangi, Drs. Sartoni AB dan Amrina yang telah membesarkan penulis dengan penuh kasih sayang, dan senantiasa memberi dukungan moril dan materi, bimbingan dan nasehat serta doa yang tulus agar penulis tetap sabar dan Universitas Sumatera Utara tegar dalam mengikuti pendidikan ini sampai selesai. Ucapan terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu mertua penulis, (Alm) Sutomo dan Hj. Siti Hadjar, yang selalu memberikan dorongan, semangat dan nasehat serta doa yang tulus agar tetap sabar dan tegar dalam mengikuti pendidikan sampai selesai. Teristimewa kepada suamiku tercinta Dr. Eko Waskito Wibowo, yang selalu dengan sabar dan penuh pengertian, mendampingi dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tulus dalam suka dan duka, juga kepada kedua saudara kandung saya, Ira Maisita, S.Kom dan Yulia Lestari, AmKeb, yang banyak memberikan semangat dan doa kepada penulis selama menjalani Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit Saraf Tersangat istimewa kepada kedua anakku tersayang Aqila Lutfiyah Waskito dan Mhd. Rafif Aditya Waskito yang telah menjadi motivasi dan inspirasi dalam penyelesaian tesis ini dan mendampingi penulis dengan penuh cinta dan kasih sayang dalam suka dan duka selama penulis menjalani Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik dan menyelesaikan tesis ini. Kepada seluruh keluarga, rekan dan sahabat yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu sekecil apapun, penulis haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, Semoga Allah SWT membalas semua jasa dan budi baik mereka yang telah membantu penulis tanpa pamrih dalam mewujudkan cita-cita penulis. Universitas Sumatera Utara Akhirnya penulis mengharapkan semoga penelitian dan tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Medan, September 2011 Dr. Ari Gusnita Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang : Stroke iskemik masih menjadi masalah kesehatan utama dan penyebab utama mortalitas dan disabilitas. Studi eksperimental menunjukkan bahwa kadar troponin T menjadi indikator kerusakan otot jantung pasien stroke iskemik sedangkan kadar magnesium berhubungan dengan stroke iskemik melalui perkembangan aterosklerosis Tujuan : Untuk mengetahui peranan troponin T dan magnesium sebagai faktor prognostik stroke iskemik. Metodologi : Studi observasional dengan rancangan potong lintang dilakukan pada penderita stroke iskemik akut di RS Adam Malik pada Januari 2011 hingga April 2011. Diagnosis stroke iskemik akut ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan neurologis dan CT scan kepala. Kadar troponin T dan magnesium serum diukur dalam 24 jam setelah dirawat. Outcome stroke diukur dengan menggunakan NIHSS, MRS dan BI pada hari ke-empatbelas. Hasil : Pada penelitian ini, terdapat 26 pasien dengan 17 lelaki dan 9 perempuan. Tidak dijumpai perbedaan bermakna pada kadar troponin T dan magnesium berdasarkan usia dan jenis kelamin. Terdapat hubungan bermakna antara kadar troponin T (r= 0,399, p=0,044) dan magnesium (r=0,455, p=0,02) terhadap skor NIHSS. Uji regresi menunjukkan bahwa dijumpai pengaruh signifikan antara kadar troponin T dan magnesium terhadap skor NIHSS. Kesimpulan : Kadar serum troponin T dan magnesium tidak memiliki peranan secara bersama-sama sebagai faktor prognostik stroke iskemik. Kadar troponin T dan magnesium serum yang tinggi merupakan prediktor independen outcome yang buruk pada stroke iskemik Kata kunci : Stroke iskemik akut, troponin T, magnesium, faktor prognostik, NIHSS, MRS, BI Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Background : Ischemic stroke remains a major healthcare problem and a leading cause of mortality and disability. Eksperimental studies showed that the level of troponin T becomes an indicator for cardiac muscle damages in ischemic stroke patients. And the level of magnesium was related to the ischemic stroke by atherosclerosis progression. Objective : To investigate the role of troponin T and magnesium as prognostic factors in ischemic stroke. Methods : An observational cross sectional study was done to acute ischemic stroke patients in Adam Malik General Hospital from January 2011 to April 2011. The diagnose of acute ischemic stroke was established based on history, neurological examination and head CT scan. Serum troponin T and magnesium were measured within 24 hours after admission. The stroke outcome was measured by using NIHSS, MRS and BI on the fourteenth day. Results : In this study, there were 26 patients , consisted of 17 men and 9 women. There was no significant difference of troponin T and magnesium levels based on age and gender. There was a significant correlation between troponin T (r=0.399, p=0.44) and magnesium levels (r=0.455, p=0.02) on the NIHSS score. According to the regression test, troponin T and magnesium levels have a significant role to NIHSS score. Conclusions : Troponin T and magnesium serum levels have no any role together as prognostic factors in ischemic stroke. The increase of troponin T dan magnesium serum level are independent predictors to outcome of ischemic stroke Keywords : acute ischemic stroke, troponin T, magnesium, prognostic factors, NIHSS, MRS, BI Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman Halaman Pengesahan Tesis.ii Ucapan Terima Kasih . v Abstrak.ix Daftar Isi.xi Daftar Singkatan . xiv Daftar Lambang xvi Daftar Gambar xvii Daftar Tabel.vii Lampiran. xix BAB I. I.1. I.2. I.3. I.3.1. I.3.2. I.4. I.5. PENDAHULUAN Latar Belakang . .1 Perumusan Masalah . 10 Tujuan Penelitian 10 Tujuan Umum . 10 Tujuan Khusus . 10 Hipotesis 11 Manfaat Penelitian. 11 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA II.1. STROKEISKEMIK . 12 II.1.1. Defenisi. 12 II.1.2. Epidemiologi. 12 II.1.3 Faktor resiko. 13 II.1.4. Klasifikasi. 15 II.1.5 Patofisiologi. 18 II.2 TROPONIN T. 19 II.2.1. PelepasanTroponin T. 23 II.3. MAGNESIUM. 30 II.3.1. Metabolisme Mg. .33 II.4. OUTCOME STROKE . . 34 II.5. KERANGKA TEORI. 37 II.6. KERANGKA KONSEP. 38 BAB III. METODE PENELITIAN III.1. TEMPAT DAN WAKTU. 39 III.2. SUBJEK PENELITIAN . 39 III.2.1. Populasi Sasaran. 39 III.2.2. Populasi Terjangkau. III.2.3. Besar Sampel. 39 III.2.4. Kriteria Inklusi . 40 III.2.5. Kriteria Eksklusi . 40 III.3. BATASAN OPERASIONAL . 42 III.4. RANCANGAN PENELITIAN. 42 III.5. PELAKSANAAN PENELITIAN . 42 Universitas Sumatera Utara III.5.1. Instrumen. 42 III.5.1.1. Pemeriksaan kadar troponin t. 43 III.5.1.2. Pemeriksaan kadar magnesium. 43 III.5.1.3. Pemeriksaan CT Scan . 43 III.5.1.4. Pengukuran Outcome 43 III.5.2. Pengambilan Sampel. 43 III.5.3. Kerangka Operasional . 44 III.5.4. Variabel yang Diamati. 45 III.5.5. Analisa Statistik. 45 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN IV.1. HASIL PENELITIAN IV.1.1. Karakteristik Subjek Penelitian.46 IV.1.2. Rerata Nilai Kadar Troponin T dan Mg Serum. 47 IV.1.3 Distribusi Rerata Nilai Kadar Troponin T Serum Berdasarkan Variabel.48 IV.1.4 Distribusi Rerata Nilai Kadar Mg Serum Berdasarkan Variabel.50 IV.1.5 Distribusi Rerata Nilai NIHSS, MRS dan BI Berdasarkan Variabel IV.1.5.1.Distribusi Rerata Nilai NIHSS Berdasarkan Variabel .53 IV.1.5.2. Distribusi Rerata Nilai mRS Berdasarkan Variabel.55 IV.1.5.3. DistribusiRerata Nilai BI Berdasarkan Variabel.57 IV.1.6 Hubungan Kadar Troponin T dan Magnesium Terhadap Nilai NIHSS, mRS dan BI. 60 IV.1.7 Peranan Kadar Troponin T dan Mg Terhadap Nilai NIHSS 60 IV.1.8 Peranan Kadar Troponin T dan Mg Terhadap Nilai mRS 63 IV.1.9 Peranan Kadar Troponin T dan Mg Terhadap Nilai BI IV.2. PEMBAHASAN BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN V.1. Kesimpulan.70 V.2. Saran.71 Daftar Pustaka. 72 Universitas Sumatera Utara Lampiran 78 1. Lembar Penjelasan Kepada pasien 2. Surat Persetujuan Ikut Dalam Penelitian 3. Lembar Pengumpulan Data Penelitian 4. National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS) 5. Modified Rankin Scale (mRS) 6. Barthel Index (BI) 7. Surat Komite Etik Penelitian Bidang Kesehatan 8. Data pasien penelitian 9. Riwayat Hidup Peneliti Universitas Sumatera Utara DAFTAR SINGKATAN ACS ADL APTS ASNA ATP BI CAD CI CK-MB CT EKG IMA LACI LDL M-FIM MRI MRS NIHSS OR PACI POCI SD TOAST WHO : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Acute Coronary Syndrome Activities of Daily Living Angina Pektoris Tidak Stabil Asean Neurologic Association Adenosine Triposphate Barthel Index Coronary Artery Disease Coeficient Interval Creatine Kinase-MB Computed Tomography Elektrokardiografi Infark Miokard Acute Lacunar Infark Low Density Lipoprotein Motor component of Functional Independence Measure Magnetic Resonance Imaging Modified Rankin Scale National Institute Of Health Stroke Scale Odds Ratio Partial Anterior Circulation Infarction Posterior Circulation Infarction Standard Deviation Trial of Org in Acute Stroke Treatment World Health Organization Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMBANG mEq mg ng L mm n p Dari 33 orang penderita stroke iskemik yang dianalisa, terdiri dari 18 pria (54,5%) dan 15 (45,5 %) wanita. Dari 15 subjek wanita, seluruhnya telah mengalami menopause. Rerata usia subjek adalah 63,36 tahun dengan rentang usia 47 tahun hingga 85 tahun, dimana kelompok usia terbanyak adalah 61-70 tahun yaitu 18 orang (54,5%). Sedangkan jumlah terkecil adalah pada usia 41-50 tahun yaitu 1 orang (3%). Dari 33 orang subjek penelitian, suku terbanyak adalah suku Batak yaitu 15 orang (45,5%) dan yang paling sedikit adalah suku Melayu yaitu 2 orang (6,1%). Dari seluruh subjek terdapat 30 orang penderita hipertensi (90,9%), dan terdapat 9 orang penderita Diabetes Mellitus (27,3%) dan 22 subjek dengan riwayat merokok (66,7%). Waktu tiba di rumah sakit yang paling banyak adalah 2 hari (11%) dan yang paling sedikit adalah kurang dari 12 jam dan 3 hari, yaitu masing –masing berjumlah 3 orang (9,1%). Data lengkap mengenai karakteristik subjek penelitian ini disajikan pada tabel 1. Universitas Sumatera Utara Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian Karakteristik Sampel Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Kelompok Usia 41-50 tahun 51-60 tahun 61-70 tahun 71-80 tahun 81-90 tahun Status perkawinan Menikah Suku Batak Karo Jawa Melayu Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil Wiraswasta Ibu rumah tangga Petani Tiba di rumah sakit < 12 jam >12-24 jam 2 hari 3 hari 4 hari 5 hari Faktor risiko Hipertensi Diabetes Mellitus Merokok N (33) % 18 15 54,5 45,4 1 10 18 2 2 3,0 30,3 54,5 6,1 6,1 33 100,0 15 6 10 2 45,5 18,2 30,3 6,1 16 3 9 5 48,5 9,1 27,3 15,2 3 7 11 3 5 4 9,1 21,2 33,3 9,1 15,2 12,1 30 9 22 90,9 27,3 66,7 Universitas Sumatera Utara IV.1.2. Rerata Nilai Kadar Asam Urat dan Feritin Serum Nilai rerata kadar asam urat serum dan standard deviation (SD) pada seluruh subjek adalah 6,35 ± 2,29 mg/dL dengan nilai terendah 2,6 mg/dL dan tertinggi 14,3 mg/dL. Nilai rerata dan SD kadar feritin serum adalah 650,05 ± 375,19 ng/mL dengan nilai terendah 141 ng/mL dan tertinggi 1819 ng/mL. (tabel 2) Tabel 2. Rerata nilai kadar asam urat dan feritin serum Nilai Asam Urat, mg/dL Feritin, ng/mL X (SD) Rentang 6,35 (2,29) 2,6-14,3 650,05 (375,19) 141-1819 IV.1.3. Distribusi Rerata Nilai Kadar Asam Urat Serum Berdasarkan Variabel Berdasarkan jenis kelamin, nilai rerata kadar asam urat dan SD pada lelaki adalah 6,71 ± 2,77 mg/dL sedangkan pada wanita 5,92 ± 1,53 mg/dL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar asam urat berdasarkan jenis kelamin.(p = 0,336 ). Berdasarkan suku, nilai rerata asam urat yang tertinggi dijumpai pada suku Melayu yaitu 7,45 ± 2,89 mg/dL dan terendah pada suku Karo, yaitu 5,18 ± 0,66 mg/dL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar asam urat berdasarkan suku.(p=0,394). Berdasarkan kelompok usia , nilai rerata asam urat yang tertinggi dijumpai pada kelompok usia 51-60 tahun yaitu 7,62 mg/dL dan terendah Universitas Sumatera Utara pada kelompok usia 71-80 tahun, yaitu 5,10 ± 0,70 mg/dL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar asam urat berdasarkan kelompok usia.(p=0,321). Berdasarkan waktu tiba di rumah sakit, nilai rerata asam urat yang tertinggi dijumpai pada pasien yang tiba di rumah sakit dalam 3 hari serangan yaitu 7,43 ± 4,23 mg/dL dan terendah pada pasien yang tiba di rumah sakit dalam waktu < 12 jam yaitu 5,56 ± 1,07 mg/dL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar asam urat berdasarkan waktu tiba di rumah sakit.(p=0,673) (tabel 3) Berdasarkan ada tidaknya hipertensi, nilai rerata kadar asam urat dan SD pada penderita hipertensi adalah 6,13 ± 1,85 mg/dL sedangkan pada yang tidak menderita hipertensi adalah 8,56 ± 5,13 mg/dL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifian rerata kadar asam urat berdasarkan faktor risiko hipertensi.(p = 0,080). Berdasarkan ada tidaknya Diabetes Mellitus, nilai rerata kadar asam urat dan SD pada penderita DM adalah 6,52 ± 1,80 mg/dL sedangkan pada yang tidak menderita DM adalah 6,29 ± 2,48 mg/dL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar asam urat berdasarkan faktor risiko DM.(p = 0,801)(tabel 3). Berdasarkan ada tidaknya merokok, nilai rerata kadar asam urat dan SD pada penderita yang merokok adalah 6,53 ± 2,52 mg/dL sedangkan pada yang tidak merokok adalah 5,99 ± 1,80 mg/dL. Hasil Universitas Sumatera Utara analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar asam urat berdasarkan faktor risiko merokok.(p = 0,530)(tabel 3). Tabel 3. Distribusi rerata nilai kadar asam urat berdasarkan variabel Karakteristik Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Suku Batak Karo Jawa Melayu Kelompok Usia 41-50 tahun 51-60 tahun 61-70 tahun 71-80 tahun 81-90 tahun Tiba di rumah sakit < 12 jam >12-24 jam 2 hari 3 hari 4 hari 5 hari Hipertensi Ya Tidak Diabetes Mellitus Ada Tidak Merokok Ya Tidak NIHSS hari ke-1 Ringan (13) * uji t-independent ** uji ANOVA Rerata Asam Urat (mg/dL) SD p 6,71 5,92 2,77 1,53 0,336* 6,19 4,68 6,08 7,45 2,67 1,34 3,32 2,89 0, 574** 0,321** 6,90 7,62 5,83 5,10 5,70 2,92 1,92 0,70 1,83 7,07 6,50 5,56 8,10 6,50 6,25 2,39 3,70 1,07 3,68 1,37 1,90 6,13 8,56 1,85 5,13 0,080* 6,52 6,29 1,80 2,48 0,801* 6,53 5,99 2,52 1,80 0,530* 6,70 6,86 5,93 2,59 2,09 2,29 0, 537** 0,544** Universitas Sumatera Utara Berdasarkan skor NIHSS saat masuk, nilai rerata asam urat yang tertinggi dijumpai pada kelompok dengan skor NIHSS 6-13 (sedang) yaitu 6,86 ± 2,09 mg/dL dan terendah pada kelompok dengan skor NIHSS >13 (berat), yaitu 5,93 ± 2,29 mg/dL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar asam urat berdasarkan skor NIHSS.(p=0,122) (tabel 3) IV.I.4. Distribusi Rerata Nilai Kadar Feritin Serum Berdasarkan Variabel Berdasarkan jenis kelamin, nilai rerata kadar feritin dan SD pada lelaki adalah 622,45 ± 409, 71 ng/mL sedangkan pada wanita 683,18 ± 340,24 ng/mL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji tindependent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar feritin berdasarkan jenis kelamin.(p = 0,651 ). Berdasarkan suku, nilai rerata feritin yang tertinggi dijumpai pada suku Jawa yaitu 808,90 ± 533,93 ng/mL dan terendah pada suku Karo , yaitu 502,96 ± 262,79 ng/mL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar feritin berdasarkan suku.(p=0,651) (tabel 4). Berdasarkan kelompok usia , nilai rerata feritin yang tertinggi dijumpai pada kelompok usia 51-60 tahun yaitu 792,49 ± 523,56 ng/mL dan terendah pada kelompok usia 71-80 tahun, yaitu 341,00 – 165,46 Universitas Sumatera Utara ng/mL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar feritin berdasarkan kelompok usia.(p=0,341) (tabel 4). Berdasarkan waktu tiba di rumah sakit, nilai rerata feritin yang tertinggi dijumpai pada pasien yang tiba di rumah sakit dalam 3 hari serangan yaitu 977,33 ± 268,76 ng/mL dan terendah pada pasien yang tiba di rumah sakit dalam waktu < 12 jam yaitu 432,46 ± 110,26 ng/mL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar feritin berdasarkan waktu tiba di rumah sakit.(p=0,626) (tabel 4) Berdasarkan ada tidaknya hipertensi, nilai rerata kadar feritin dan SD pada penderita hipertensi adalah 662,09 ± 379,37 ng/mL sedangkan pada yang tidak menderita hipertensi adalah 529,66 ± 376,19. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji t-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar feritin berdasarkan faktor risiko hipertensi.(p=0,568). Berdasarkan ada tidaknya Diabetes Mellitus, nilai rerata kadar feritin dan SD pada penderita DM adalah 619,48 ± 190,41 ng/mL sedangkan pada yang tidak menderita DM adalah 661,52 ± 427,48 ng/mL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan uji tindependent menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar feritin berdasarkan faktor risiko DM. (p=0,779)(tabel 4). Berdasarkan ada tidaknya merokok, nilai rerata kadar feritin dan SD pada penderita yang merokok adalah 665,57 ± 378,99 ng/mL sedangkan pada yang tidak merokok adalah 619,01 ± 383,72 ng/mL. Hasil analisa statistik dengan menggunakan ui t-independent menunjukkan Universitas Sumatera Utara tidak terdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar feritin berdasarkan faktor risiko merokok.(p = 0,743)(tabel 4) Tabel 4. Distribusi rerata nilai kadar feritin berdasarkan menit Pernafasan : .x/ menit Temperatur : .0C 2. Skor Modified rankin Scale (mRS) = . 3. Skor Barthel Index (BI) = □ Sopor □ Coma III. HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG A. Hasil Pemeriksaan Head CT Scan Kepala : . . . . Lokasi lesi: . B. Hasil Pemeriksaan Laboratorium (sesuai hasil pemeriksaan pertama) Universitas Sumatera Utara - Hb : .gr% - Ht : .% - Trombosit : . - Eritrosit : . - KGD pusa : .mg% 2 jam PP : .mg% - Kolesterol total : .mg% - HDL kolesterol : .mg% - LDL kolesterol : .mg% - Trigliserida : .mg% - Ureum : .mg% - Kreatinin : .mg% - Asam urat : .mg% - Serum Kalsium : . - Kadar albumin dalam urine : . C. Hasil Pemeriksaan EKG : . . . . Universitas Sumatera Utara Lampiran 3 Nama Pasien : National Institute of Health Stroke Scale(NIHSS) Skor hari ke 1 14 1.a. Derajat Kesadaran . 0 = sadar penuh 1 = somnolen (tidak sadar, tetapi bangun dengan stimulasi minimal 2 = stupor (memerlukan stimulasi berulang untuk bangun) 3 = koma . 1.b. Menjawab Pertanyaan (pasien menyebut bulan sekarang dan umurnya) 0 = kedua jawaban benar . . 1 = satu jawaban benar / tidak bisa bicara karena ETT atau disartria 2 = kedua jawaban salah / afasia / stupor 1.c.Perintah : minta pasien membuka dan menutup mata dan mengepal / membuka kepalan tangannya pada sisi sehat . . . 0 = kedua perintah benar 1 = satu perintah benar 2 = kedua perintah salah 2. Gerakan Mata Konyugat Horizontal . . 0 = normal 1 = gerakan abnormal hanya pada satu mata 2 = deviasi konyugat yang kuat atau paresis konyugat total pada kedua mata 3. Lapangan Pandang Pada Tes Konfrontasi 0 = tidak ada gangguan (lapangan pandang baik) 1 = kwadranopia 2 = hemianopia total 3 = hemianopia bilateral (buta kortikal) . . . 4. Paresis Wajah : minta pasien menunjukkan gigi atau mengangkat alis dan menutup mata . . 0 = normal (gerakan simetris) 1 = paresis ringan (sudut nasolabial rata, asimetri saat senyum 2 = paresis parsial (total paralise dari wajah bagian bawah) 3 = paresis total (komplit paralise dari satu atau kedua sisi / tidak ada gerakan wajah pada bagian atas dan bawah) 5. Fungsi Motorik Lengan Kanan . . . 0 = tidak ada simpangan (OS disuruh angkat dua lengannya selama 10 detik) 1 = lengan menyimpang kebawah selama 10 detik Universitas Sumatera Utara 2 = lengan terjatuh ke kasur atau badan atau tidak dapat diluruskan penuh 3 = tidak dapat melawan gravitasi 4 = tidak ada gerakan X = tidak dapat diperiksa (amputasi / sendi menyatu) secara 6. Fungsi Motorik Lengan Kiri (idem nomor 5) . . . 7. Fungsi Motorik Tungkai Kanan . . . 0 = tidak ada simpangan (OS disuruh angkat dua kakinya bergantian selama 10 detik) 1 = kaki menyimpang kebawah selama 10 detik 2 = kaki terjatuh ke kasur atau badan atau tidak dapat diluruskan secara penuh 3 = tidak dapat melawan gravitasi 4 = tidak ada gerakan X = tidak dapat diperiksa (amputasi / sendi menyatu) 8. Fungsi Motorik Tungkai Kiri (idem nomor 7) . . . 9. Ataxia Anggota Badan 0 = tidak ada ataxia 1 = ataxia pada satu ekstremitas 2 = ataxia pada dua atau lebih ekstremitas 3 = tidak dapat diperiksa . . . 10. Sensorik (gunakan jarum untuk memeriksa lengan, tungkai, badan dan wajah, bandingkan sisi demi sisi) . . . 0 = normal 1 = defisit parsial yaitu merasa tapi berkurang 2 = defisit berat yaitu tidak merasa atau terdapat gangguan bilateral 11. Bahasa terbaik (minta pasien menjelaskan gambar atau nama) 0 = tidak ada afasia . . . 1 = afasia ringan sedang 2 = afasia berat 3 = tidak dapat bicara (bisu) / global afasia / koma 12. Disartria (minta pasien mengucapkan beberapa kata) 0 = artikulasi normal 1 = disartria ringan sedang 2 = disartria berat (tidak dimengerti atau tidak mampu bicara) 3 = tidak dapat diperiksa (intubasi atau hambatan fisik lain) . . . 13. Neglect / tidak ada atensi 0 = tidak ada 1 = parsial . . . Universitas Sumatera Utara 2 = total Skor Total : - Saat Masuk Rumah Sakit - 7 hari setelah Masuk Rumah Sakit - 14 hari setelah Masuk Rumah Sakit Total : . . . = . = . = . Nilai NIHSS berkisar antara 0 – 42 1. Nilai < 4 : stroke ringan 2. Nilai antara 4 – 15 : stroke sedang 3. Nilai > 15 : stroke berat Dikutip dari ; Guideline Stroke 2004 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 4. Nama Pasien : BARTHEL INDEX AKTIVITAS SKOR HARI KE 1 7 14 1. Makan (feeding) . . . 0 = tidak mampu 5 = membutuhkan bantuan memotong, mengoleskan mentega, dll 10 = tanpa bantuan 2. Mandi (bathing) 0 = tergantung orang lain 5 = tanpa bantuan (atau pada shower / pancuran) . . . 3. Mengurus diri (grooming) 0 = butuh bantuan dengan perawatan khusus 5 = tanpa bantuan cuci muka, rambut, gigi (alat tersedia) . . . 4. Berpakaian (dressing) . . . 0 = tergantung orang lain 5 = butuh bantuan tetapi kira-kira setengah dapat dilakukan 10 = tanpa bantuan (termasuk kancing nbaju, resleting, tali sepatu, dll 5. Kontrol buang air besar (bowel) 0 = inkontinensia (atau perlu diberikan enema) 5 = kadang-kadang inkontinensia 10 = terkontrol . . . 6. Kontrol buang air kecil (bladder) . . . 0 = inkontinensia, atau kateterisasi dan tidak mampu mengatur sendiri 5 = kadang-kadang inkontinensia 10 = terkontrol 7. Penggunaan toilet (toilet use) . . . 0 = tergantung orang lain 5 = membutuhkan bantuan, tetapi dapat melakukan sesuatu sendiri 10 = tanpa bantuan (mulai dan berhenti, berpakaian, membersihkan) 8. Berpindah dari kursi ke tempat tidur dan sebaliknya (bed to chair and back) 0 = tidak mampu, tidak ada keseimbangan duduk . . . 5 = banyak bantuan (satu atau dua orang, secara fisik, bisa duduk) 10 = sedikit (verbal atau fisik) 15 = tanpa bantuan 9. Mobilitas (pada permukaan datar) (mobility (on level surface)) 0 = tidak mampu bergerak atau < 50 yard . . . 5 = tergantung kursi roda, > 50 yard 10 = berjalan dengan bantuan seseorang (verbal atau fisik) > 50 yard Universitas Sumatera Utara 15 = tanpa bantuan (tetapi dapat menggunakan berbagai alat, mi. Tongkat) > 50 yard 10. Naik turun tangga (stairs) 0 = tidak mampu . . . 5 = butuh bantuan (verbal, fisik, memakai alat) 10 = tanpa bantuan TOTAL (0-100) : . . . Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 5. DESKRIPSI Nama Pasien : MODIFIED RANKIN SCALE NILAI Tidak ada gejala 0 Tidak ada disabilitas yang signifikan meskipun ada gejala ; mampu melakukan semua aktifitas yang biasa sehari-hari 1 Disabilitas ringan ; tidak mampu melakukan beberapa jenis aktifitas baru akan tetapi masih mampu mempertahankan urusan hal-hal sehari-hari tanpa bantuan 2 Disabilitas sedang ; memerlukan sedikit pertolongan akan tetapi bisa berjalan tanpa bantuan 3 Disabilitas sedang-berat ; tidak mampu berjalan tanpa bantuan dan tidak mampu melayani kebutuhan diri sendiri tanpa dibantu 4 Disabilitas berat ; bedridden, tidak mampu duduk sendiri, inkontinensia, membutuhkan perawatan, bantuan, dan perhatian perawat 5 Meninggal 6 Nilai Modified Rankin Scale hari ke 1 = . ke 7 = . Universitas Sumatera Utara
Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium Sebagai Faktor Prognostik Pada Penderita Stroke Iskemik Peranan Kadar Troponin T dan Magnesium Serum Terhadap Nilai NIHSS Peranan Kadar Troponin T dan Magnesium Serum Terhadap Nilai MRS Rerata Nilai Kadar Troponin T dan Magnesium Serum Distribusi Rerata Nilai Kadar Troponin T Serum Berdasarkan Variabel
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Peranan Kadar Serum Troponin T dan Magnesium Sebagai Faktor Prognostik Pada Penderita Stroke Iskemik

Gratis