Feedback

Jenis-Jenis Fungi Yang Berasosiasi Dalam Proses Dekomposisi Serasah Daun Avicennia marina Setelah Aplikasi Fungi Aspergillus sp. Pada Berbagai Tingkat Salinitas

Informasi dokumen
JENIS-JENIS FUNGI YANG BERASOSIASI DALAM PROSES DEKOMPOSISI SERASAH DAUN Avicennia marina SETELAH APLIKASI FUNGI Aspergillus sp PADA BEBERAPA TINGKAT SALINITAS SKRIPSI MERI DANEL SIMANJUNTAK 071202029 PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara JENIS-JENIS FUNGI YANG BERASOSIASI DALAM PROSES DEKOMPOSISI SERASAH DAUN Avicennia marina SETELAH APLIKASI FUNGI Aspergillus sp PADA BEBERAPA TINGKAT SALINITAS SKRIPSI Oleh MERI DANEL SIMANJUNTAK 071202029 Skripsi ini sebagai salah satu diantara beberapa syarat untuk memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi Nama NIM Program Studi LEMBAR PENGESAHAN : Jenis-jenis fungi yang berasosiasi dalam proses dekomposisi serasah daun Avicennia marina setelah aplikasi fungi Aspergillus sp. pada berbagai tingkat salinitas : Meri Danel S : 071202029 : Budidaya Hutan Disetujui Oleh Komisi Pembimbing Nelly Anna, S.Hut, M.Si Ketua Dr. Ir. Yunasfi, M.Si Anggota Mengetahui, Siti Latifah, S.Hut, M.Si, Ph.D Ketua Program Studi Kehutanan Universitas Sumatera Utara ABSTRAK MERI DANEL S : Jenis-jenis Fungi yang Berasosiasi dengan Proses Dekomposisi Serasah Avicennia marina setelah Aplikasi Fungi Aspergillus sp pada Berbagai Tingkat Salinitas di bawah bimbingan NELLY ANNA dan YUNASFI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis fungi yang terdapat pada serasah daun Avicennia marina yang mengalami dekomposisi pada berbagai tingkat salinitas setelah aplikasi fungi Aspergillus sp. pada daun A.marina. Penelitian ini dilakukan di kawasan hutan mangrove Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara. Fungi diisolasi dan diidentifikasi fungi di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari 2011 sampai April 2011. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 jenis fungi yang ditemukan pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada berbagai tingkat salinitas. Indeks keanekaragaman jenis fungi tertinggi pada tingkat salinitas 0-10 ppt yaitu 2,44 yang terendah adalah 20 – 30 ppt yaitu 2,09. Jumlah jenis fungi yang terbesar yaitu pada salinitas 0-10 ppt dan 10-20 ppt dengan jumlah fungi 15 jenis sedangkan jumlah jenis terendah pada salinitas 20-30 ppt yaitu 12 jenis. Populasi rata-rata fungi tertinggi terdapat pada salinitas 20-30 ppt yaitu 6,76 x 10 2 cfu/ ml. Populasi rata-rata fungi terendah terdapat pada salinitas 10-20 ppt yaitu 3, 78 x 10 2 cfu/ ml. Frekuensi kolonisasi fungi pada berbagai salinitas berkisar antara 17 % sampai 67 % . Kata Kunci: Avicennia marina, Dekomposisi, Fungi, Salinitas, Serasah Daun. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT MERI DANEL S: The Species of Fungi in Association with Decomposition Avicennia marina Leaf Litter after Aplication Aspergillus sp. at Various Salinity Level. Under academic supervision by NELLY ANNA and YUNASFI The aim of this research was to know the diversity of fungi from A.marina leaf litter during decomposition process after aplication Aspergillus sp. at various salinity level. The research applied at the mangrove forest of Sicanang Medan Belawan, North Sumatera. Isolation and identification of fungi in Microbiology Laboratory, Biology departemen, faculty of Match and Sains, USU. The research conducted since January 2011 to April 2011. The result of this research showed that totally 21 species of fungi of isolated from A. marina leaf litter during decomposition at various salinity level. The highest of species diversity indexs of fungi was 2,44 at 0-10 ppt salinity level and lowest was 2,09 at 20-30 ppt. The highest of species of fungi was 15 species at 0-10 ppt and 10-20 ppt salinity level whereas the lowest was 12 at 20-30 ppt. The highest population of fungi was 6,76 x 10 2 cfu/ ml at 20-30 ppt salinity level. The lowest population was 3,78 x 102 cfu/ ml at 10-20 ppt . The frequency of the fungi species colonization at various salinity ranged from 17 % to 67 %. Keyword : Avicennia marina, Decomposition, Fungi, Leaf Litter, Salinity. Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Aceh Selatan tanggal 20 Januari 1989. Anak dari Bapak Firdaus Simanjuntak dan Ibu Tiodor Matanari. Penulis adalah anak kedua dari lima bersaudara. Penulis menamatkan sekolah dasar di SD Negeri 084094 di Sibolga tahun 2001, kemudian melanjut ke SMP Negeri 1 Pancur Batu tamat tahun 2004 dan melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 17 Medan tamat tahun 2007. Penulis mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Program Studi Budidaya Hutan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada tahun 2007 melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Pada tahun 2009, bulan Juni penulis mengikuti Praktik Pengenalan dan Pengelolaan Hutan (P3H) di desa Aras Napal dan Pulau Sembilan Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Penulis juga melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Perusahaan HTI Sumatera Silva Lestari (SSL) di Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara dari tanggal 17 Januari sampai 17 Februari 2011. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas kasih dan karunia-Nya sehingga skripsi yang berjudul “Jenis-jenis Fungi yang Berasosiasi dengan Proses Dekomposisi Serasah Avicennia marina setelah Aplikasi Fungi Aspergillus sp. pada berbagai Tingkat Salinitas”. dapat diselesaikan dengan baik. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada orangtua penulis yang telah membimbing, mendidik dan memberikan semangat dan memberikan dukungan moril dan materil. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada komisi pembimbing Ibu Nelly Anna, S.Hut, M.Si dan Bapak Dr. Ir. Yunasfi, M. Si yang terus membimbing, mengarahkan serta memberi saran kepada penulis sejak penulisan proposal sampai skripsi ini selesai. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat sebagai dasar penelitian-penelitian selanjutnya dan dapat menyumbang bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Medan, Agustus 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . i ABSTRACT . ii RIWAYAT HIDUP . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN. ix PENDAHULUAN . 1 Latar Belakang KerangkaPenelitian Tujuan Penelitian Hipotesis Penelitian Manfaat Penelitian . 1 . 3 . 4 . 4 . 4 TINJAUAN PUSTAKA . 5 Pengertian dan Ekosistem Hutan Mangrove . 5 Zonasi Mangrove . 6 Fungsi Hutan Mangrove . 6 Taksonomi dan Morfologi Avicennia marina. 8 Dekomposisi Serasah . 8 Fungi Hutan Mangrove . 12 METODE PENELITIAN . 15 Waktu dan Tempat Penelitian . 15 Alat dan Bahan . . 15 Pelaksanaan Penelitian . 16 Penentuan lokasi berdasarkan Salinitas . 16 Penempatan Serasah di lokasi Penelitian. 16 Pengambilan Serasah . 17 Isolasi Fungi dari Serasah daun Avicennia marina. 17 Identifikasi Fungi makroskopis. . . 18 Identifikasi Fungi mikroskopis. 18 Analisa Data . 18 HASIL DAN PEMBAHASAN . 20 Hasil . 20 Universitas Sumatera Utara Pembahasan . 31 Jenis-jenis fungi yang terdapat pada serasah daun A. marina yang Mengalami Proses Dekomposisi pada Salinitas 0-10 ppt 31 Jenis-jenis fungi yang Terdapat pada Serasah Daun A. marina yang Mengalami Proses Dekomposisi pada Salinitas 10-20 ppt 32 Jenis-jenis fungi yang Terdapat pada Serasah DaunA. Marina yang Mengalami Proses Dekomposisi pada Salinitas 20 -30 ppt 33 Perbandingan Jumlah Jenis dan populasi fungi Fungi pada Berbagai Tingkat Salinitas 34 Indeks Diversitas Fungi 36 Frekuensi Kolonisasi Fungi . 38 KESIMPULAN DAN SARAN . 41 Kesimpulan. 41 Saran . 41 DAFTAR PUSTAKA . . 42 LAMPIRAN . 45 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No Halaman 1. Jumlah koloni rata-rata x (10 2 cfu/ml) tiap jenis fungi tiap 15 hari dan frekuensi kolonisasinya pada serasah daun A. marina yang telah mengalami proses dekomposisi selama 90 hari dilingkungan dengan salinitas 0-10 ppt . 20 2. Jumlah koloni rata-rata x (10 2 cfu/ml) tiap jenis fungi tiap 15 hari dan frekuensi kolonisasinya pada serasah daun A. marina yang telah mengalami proses dekomposisi selama 90 hari dilingkungan dengan salinitas 10-20 ppt 21 3. Jumlah koloni rata-rata x (10 2 cfu/ml) tiap jenis fungi tiap 15 hari dan frekuensi kolonisasinya pada serasah daun A. marina yang telah mengalami proses dekomposisi selama 90 hari dilingkungan dengan salinitas 20-30 ppt . 22 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No Halaman 1. Kerangka Penelitian. 3 2. Struktur makroskopis dan mikroskopis fungi Aspergillus sp. yang diisolasi dari serasah A. marina yang telah terdekomposisi pada berbagai tingkat salinitas 24 3. Struktur makroskopis dan mikroskopis fungi Aspergillus sp. yang diisolasi dari serasah A. marina yang telah terdekomposisi pada berbagai tingkat salinitas . 25 4. Struktur makroskopis dan mikroskopis fungi Aspergillus sp. yang diisolasi dari serasah A. marina yang telah terdekomposisi pada berbagai tingkat salinitas 26 5. Struktur makroskopis dan mikroskopis fungi Penicillium sp. yang diisolasi dari serasah A. marina yang telah terdekomposisi pada berbagai tingkat salinitas 27 6. Struktur makroskopis dan mikroskopis fungi Fusarium sp. yang diisolasi dari serasah A. marina yang telah terdekomposisi pada berbagai tingkat salinitas 28 7. Struktur makroskopis dan mikroskopis fungi Saccharomyces sp. yang diisolasi dari serasah A. marina yang telah terdekomposisi pada berbagai tingkat salinitas. 28 8. Grafik jumlah spesies fungi pada serasah daun A. marina yang telah mengalami proses dekomposisi pada berbagai salinitas 29 9. Grafik populasi fungi yang terdapat pada serasah daun A.marina yang telah mengalami proses dekomposisi pada berbagai salinitas. 30 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No Halaman 1. Ciri Makroskopis dan Mikroskopis Fungi yang ditemukan pada serasah A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada berbagai tingkat salinitas . 45 2. Jumlah Koloni x 10 2 (cfu/ml) berbagai jenis fungi tiap ulangan pada serasah daun A. marina yang telah mengalami proses dekomposisi selama 15 sampai 90 hari di lingkungan dengan salinitas 0-10 ppt . 52 3. Jumlah Koloni x 10 2 (cfu/ml) berbagai jenis fungi tiap ulangan pada serasah daun A. marina yang telah mengalami proses dekomposisi selama 15 sampai 90 hari di lingkungan dengan salinitas 10-20 ppt 53 4 . Jumlah Koloni x 10 2 (cfu/ml) berbagai jenis fungi tiap ulangan pada serasah daun A. marina yang telah mengalami proses dekomposisi selama 15 sampai 90 hari di lingkungan dengan salinitas 20-30 ppt 54 5. Jumlah koloni rata-rata x (10 2 cfu/ml) tiap jenis fungi pada serasah daun A. marina yang telah mengalami proses dekomposisi selama 90 hari dilingkungan dengan berbagai salinitas 55 6. Lokasi Penempatan Kantong Berisi Serasah Daun Avicennia marina pada Berbagai Tingkat Salinitas . 56 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK MERI DANEL S : Jenis-jenis Fungi yang Berasosiasi dengan Proses Dekomposisi Serasah Avicennia marina setelah Aplikasi Fungi Aspergillus sp pada Berbagai Tingkat Salinitas di bawah bimbingan NELLY ANNA dan YUNASFI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis fungi yang terdapat pada serasah daun Avicennia marina yang mengalami dekomposisi pada berbagai tingkat salinitas setelah aplikasi fungi Aspergillus sp. pada daun A.marina. Penelitian ini dilakukan di kawasan hutan mangrove Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara. Fungi diisolasi dan diidentifikasi fungi di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari 2011 sampai April 2011. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 jenis fungi yang ditemukan pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada berbagai tingkat salinitas. Indeks keanekaragaman jenis fungi tertinggi pada tingkat salinitas 0-10 ppt yaitu 2,44 yang terendah adalah 20 – 30 ppt yaitu 2,09. Jumlah jenis fungi yang terbesar yaitu pada salinitas 0-10 ppt dan 10-20 ppt dengan jumlah fungi 15 jenis sedangkan jumlah jenis terendah pada salinitas 20-30 ppt yaitu 12 jenis. Populasi rata-rata fungi tertinggi terdapat pada salinitas 20-30 ppt yaitu 6,76 x 10 2 cfu/ ml. Populasi rata-rata fungi terendah terdapat pada salinitas 10-20 ppt yaitu 3, 78 x 10 2 cfu/ ml. Frekuensi kolonisasi fungi pada berbagai salinitas berkisar antara 17 % sampai 67 % . Kata Kunci: Avicennia marina, Dekomposisi, Fungi, Salinitas, Serasah Daun. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT MERI DANEL S: The Species of Fungi in Association with Decomposition Avicennia marina Leaf Litter after Aplication Aspergillus sp. at Various Salinity Level. Under academic supervision by NELLY ANNA and YUNASFI The aim of this research was to know the diversity of fungi from A.marina leaf litter during decomposition process after aplication Aspergillus sp. at various salinity level. The research applied at the mangrove forest of Sicanang Medan Belawan, North Sumatera. Isolation and identification of fungi in Microbiology Laboratory, Biology departemen, faculty of Match and Sains, USU. The research conducted since January 2011 to April 2011. The result of this research showed that totally 21 species of fungi of isolated from A. marina leaf litter during decomposition at various salinity level. The highest of species diversity indexs of fungi was 2,44 at 0-10 ppt salinity level and lowest was 2,09 at 20-30 ppt. The highest of species of fungi was 15 species at 0-10 ppt and 10-20 ppt salinity level whereas the lowest was 12 at 20-30 ppt. The highest population of fungi was 6,76 x 10 2 cfu/ ml at 20-30 ppt salinity level. The lowest population was 3,78 x 102 cfu/ ml at 10-20 ppt . The frequency of the fungi species colonization at various salinity ranged from 17 % to 67 %. Keyword : Avicennia marina, Decomposition, Fungi, Leaf Litter, Salinity. Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang Hutan mangrove adalah hutan yang terdapat di daerah pantai yang secara teratur tergenang air laut dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut tetapi tidak dipengaruhi oleh iklim ( Santoso, 2000). Umumnya mangrove dapat ditemukan di seluruh kepulauan Indonesia. Lahan mangrove terluas terdapat di Irian Jaya dengan luasan sekitar 1.350.600 ha (38%), Kalimantan 978.200 ha (28%) dan Sumatera 673.300 ha (19%) (Wetland International, 1999). Menurut FAO, Indonesia memiliki sebanyak 37 ppt diperoleh 14 jenis fungi. Jumlah koloni rata-rata yang paling banyak muncul adalah Saccharomyces sp. yaitu sebesar 19 x 102 cfu/ml. Jenis ini muncul sebanyak 5 kali dengan frekuensi kehadiran 71,42%. Jumlah koloni rata-rata yang paling sedikit muncul adalah Mucor sp. dan Aspergillus sp. 5. yaitu sebesar 0,05 x 102 cfu/ml. Kedua jenis ini muncul sebanyak 1 kali dengan frekuensi kehadiran 14,28%. 4.3. Jenis dan Jumlah Fungi pada Salinitas 10-20 ppt Dari hasil pengamatan serasah daun A. marina setelah aplikasi Aspergillus sp. pada salinitas 10-20 ppt (Tabel. 5). Serasah daun A. marina setelah aplikasi Curvularia sp. (Tabel. 6). Sedangkan serasah daun A. marina setelah aplikasi Penicillium sp. (Tabel. 7). Pada aplikasi Curvularia sp., diperoleh jumlah jenis fungi terbanyak yaitu 15 jenis fungi, sedangkan pada aplikasi Aspergillus sp. diperoleh jumlah jenis fungi paling sedikit yaitu 10 jenis fungi. Universitas Sumatera Utara Tabel 5. Jumlah Koloni Rata-rata Fungi x 102 (cfu/ml) dan Frekuensi Kolonisasinya pada Dekomposisi Serasah Daun A. marina yang diaplikasikan Aspergillus sp. selama 15-105 Hari pada Salinitas 10-20 ppt No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Jenis fungi Lama masa dekomposisi (hari) 15 1 1.66 0 0 0 2 36.66 0 1 0 30 2.66 6.33 0 0 0 8 4.33 0 8 2 45 0 9.33 0 0 0.33 0 2.33 0 1.33 0 60 0.66 7 0 0 1.33 0.66 6.66 0 0.33 1 Aspergilus flavus Aspergillus tereus Aspergillus sp.6 Aspergillus niger Aspergillus sp. 7 Penicillium sp.7 Arthrinium phaeospermum Basipetospora halophila Curvularia sp. Saccharomyces sp. Total a: Jumlah kemunculan koloni (kali)/Jumlah pengamatan x 100% 75 5.33 2.33 0 0 0 2 0 1 2 5.66 90 0 5.33 0 0 0 0 0 0 0 154.66 105 0.66 10.33 4 0.33 1.33 1.33 2.33 0 1.33 60 Jumlah total koloni Jumlah koloni rata-rata Jumlah pengamatan (kali) Jumlah kemunculan koloni (kali) Frekuensi kemunculan (%) 10.31 42.31 4 0.33 2.99 13.99 52.31 1 13.99 223.32 364.55 1.47 6.04 0.57 0.05 0.43 2 7.47 0.14 2 31.9 52.08 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 5 7 1 1 3 5 5 1 6 5 71.42 100 14.28 14.28 42.85 71.42 71.42 14.28 85.71 71.42 Universitas Sumatera Utara Tabel 6. Jumlah Koloni Rata-rata Fungi x 102 (cfu/ml) dan Frekuensi Kolonisasinya pada Dekomposisi Serasah Daun A. marina yang diaplikasikan Curvularia sp. selama 15-105 Hari pada Salinitas 10-20 ppt No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Jenis Fungi Lama masa dekomposisi (hari) 15 1.33 0 0.66 0 0 0 0 1.33 17.33 0 1.33 0 0 30 0 0 0.33 0 0 0 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0 0.33 45 0 0.33 9.33 0 0 0.33 0.33 1.66 2 0.66 1.66 0 4 Aspergillus flavus Aspergillus sp. 5 Aspergillus tereus sp. 5 Aspergillus sp. 6 Aspergillus niger Aspergillus sp. 7 Penicillium sp. 7 Athrinium phaeospermum Basipetospora halophila Curvularia sp. Penicillium sp. 3 Saccharomyces sp. Total a: Jumlah kemunculan koloni (kali)/Jumlah pengamatan x 100% 60 0 0 0.66 0.33 1 0.33 0 0.33 0 0 0.33 0 0.66 75 1.66 0 1.33 0 0 0 0 0 0 0 0 0.33 232 90 5 0 3.33 0 0 2 0 0 0 0.66 0 0 0 105 4.33 0 6.33 0 0 2 5.33 10 3 0 10 0 0 Jumlah Jumlah total koloni koloni ratarata 12.32 0.33 21.97 0.33 1 4.66 6.32 13.98 22.99 1.98 13.98 0.33 236.99 337.18 1.76 0.05 3.14 0.05 0.14 0.67 0.9 2 3.28 0.28 2 0.05 33.86 48.17 Jumlah kemunculan koloni (kali) 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 Jumlah Frekuensi pengakemunmatan culan (%) (kali) 4 1 7 1 1 4 3 5 4 3 5 1 4 57.14 14.28 100 14.28 14.28 57.14 42.85 71.42 57.14 42.85 71.42 14.28 57.14 Universitas Sumatera Utara Tabel 7. Jumlah Koloni Rata-rata Fungi x 102 (cfu/ml) dan Frekuensi Kolonisasinya pada Dekomposisi Serasah Daun A. marina yang diaplikasikan Penicillium sp. selama 15-105 Hari pada Salinitas 10-20 ppt No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jenis Fungi Lama masa dekomposisi (hari) 15 30 45 60 Aspergillus flavus 0.33 1.66 0 0.33 Mucor sp. 0 0 0 0 Aspergillus tereus 0 7.33 7 1.66 sp. 5 0.33 0 0 0.33 Aspergillus niger 0 0 0 0 Aspergillus sp. 7 1.66 0 0 0 Penicillium sp.7 1 0 1.33 0.33 Arhtrinium phaeospermum 54 4.66 9.33 0 Basipetospora halophila 0 0.33 0 4.33 Curvularia sp. 2 0 0 0.66 Penicillium sp.3 0 0 0 0 Saccharomyces sp. 0 0 1.66 0 Total a: Jumlah kemunculan koloni (kali)/Jumlah pengamatan x 100% 75 1 0 2.33 0 0 5.66 0 1.66 0 0 0.33 69.66 90 1 0 14.33 0 0.66 0 0 0 0 0 0 21 105 4.66 1 13.33 0 0 0 1.66 1.33 0 1.66 0 27.66 Jumlah total koloni Jumlah koloni ratarata Jumlah kemunculan koloni (kali) Jumlah pengamatan (kali) Frekuensi kemunculan (%) 8.98 1 45.98 0.66 0.66 7.32 4.32 70.98 4.66 4.32 0.33 119.98 269.19 1.28 0.14 6.57 0,09 0.09 1.05 0.62 10.14 0.67 0.62 0.05 17.14 38.46 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 1 6 2 1 2 4 5 2 3 1 4 85.71 14.28 85.71 28.57 14.28 28.57 57.14 71.42 28.57 42.85 14.28 57.14 Universitas Sumatera Utara Serasah daun A. marina setelah aplikasi Aspergillus sp. pada salinitas 10-20 ppt diperoleh 10 jenis fungi. Jumlah koloni rata-rata yang paling banyak muncul adalah Saccharomyces sp. yaitu sebesar 31,9 x 102 cfu/ml. Jenis ini muncul sebanyak 5 kali dengan frekuensi kehadiran 71,42%. Jumlah koloni rata-rata yang paling sedikit muncul adalah A. niger. yaitu sebesar 0,05 x 102 cfu/ml. Jenis fungi ini muncul sebanyak 1 kali dengan frekuensi kehadiran 14,28%. Serasah daun A. marina setelah aplikasi Curvularia sp. pada salinitas 10-20 ppt diperoleh 13 jenis. Jumlah koloni rata-rata yang paling banyak muncul adalah Saccharomyces sp. yaitu sebesar 33,86 x 102 cfu/ml. Jenis ini muncul sebanyak 5 kali dengan frekuensi kehadiran 71,42%. Jumlah koloni rata-rata yang paling sedikit muncul adalah Penicillium sp. 3 dan sp. 5, yaitu sebesar 0,05 x 102 cfu/ml. Jenis fungi ini muncul sebanyak 1 kali dengan frekuensi kehadiran 14,28%. Serasah daun A. marina setelah aplikasi Penicillium sp. pada salinitas 10-20 ppt diperoleh 12 jenis. Jumlah koloni rata-rata yang paling banyak muncul adalah Saccharomyces sp., yaitu sebesar 17,14 x 102 cfu/ml. Jenis ini muncul sebanyak 4 kali dengan frekuensi kehadiran 57,14%. Jumlah koloni rata-rata yang paling sedikit muncul adalah Penicillium sp. 3. yaitu sebesar 0,05 x 102 cfu/ml. Jenis fungi ini muncul sebanyak 1 kali dengan frekuensi kehadiran 14,28%. 4.4. Jenis dan Jumlah Fungi pada Salinitas 20-30 ppt Dari hasil pengamatan serasah daun A. marina setelah aplikasi Aspergillus sp. pada salinitas 20-30 ppt (Tabel. 8). Serasah daun A. marina setelah aplikasi Curvularia sp. (Tabel. 9). Sedangkan serasah daun A. marina setelah aplikasi Penicillium sp. (Tabel. 10). Pada aplikasi Penicillium sp. didapatkan jumlah jenis fungi terbanyak yaitu 11 jenis fungi dan yang paling sedikit diperoleh setelah aplikasi Aspergillus sp., yaitu 8 jenis fungi. Universitas Sumatera Utara Tabel 8. Jumlah Koloni Rata-rata Fungi x 102 (cfu/ml) dan Frekuensi Kolonisasinya pada Dekomposisi Serasah Daun A. marina yang diaplikasikan Aspergillus sp. selama 15-105 pada Salinitas 20-30 ppt No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis Fungi Lama masa dekomposisi (hari) 15 0 1.33 0 0 0 21.33 0 7.33 30 0 0 0 0 0.33 0 0.33 0 45 0 1.66 0 0 1.66 7 0 1.33 Aspergillus flavus Aspergillus tereus Aspergillus niger Aspergillus sp.7 Penicillium sp. 7 Arthrinium phaeospermum Basipetospora halophila Saccharomyces sp. Total a: Jumlah kemunculan koloni (kali)/Jumlah pengamatan x 100% 60 0 0 0 0 0 0 0 0 75 0 7 1.33 8.33 0 0 0 21 90 0.33 5.33 2.33 0 0.33 0 0 0 105 0 1.33 0 0 0 21.33 0 10.66 Jumlah total koloni Jumlah koloni ratarata 0.3 16.65 3.66 8.33 2.32 49.66 0.33 40.32 121.6 0.05 2.38 0.52 1.19 0.33 7.09 0.05 5.76 17.37 Jumlah kemunculan koloni (kali) 7 7 7 7 7 7 7 7 Jumlah pengamatan (kali) Frekuensi kemunculan (%) 1 5 2 1 3 3 1 4 14.28 71.42 28.57 14.28 42.85 42.85 14.28 57.14 Universitas Sumatera Utara Tabel 9. Jumlah Koloni Rata-rata Fungi x 102 (cfu/ml) dan Frekuensi Kolonisasinya pada Dekomposisi Serasah Daun A. marina yang diaplikasikan Curvularia sp. selama 15-105 Hari pada Salinitas 20-30 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Jenis Fungi Lama masa dekomposisi (hari) 15 30 45 60 Aspergillus flavus 0 0 5.33 0 Aspergillus tereus 0 1 2.66 0 sp. 5 1 0 0 0 Aspergillus niger 0 0 0 0 Aspergillus sp. 7 0 0 0 0 Penicillium sp. 7 4 2.33 3 0 Arthrinium phaeospermum 7.66 0 0.33 0 Basipetospora halophila 0 10 0.33 1.66 Saccharomyces sp. 0.66 0 1 34.33 Total a: Jumlah kemunculan koloni (kali)/Jumlah pengamatan x 100% 75 0 5 0 0 0 5 0 0 35 90 2 5 0 0.33 0.66 0.33 8 0 4.33 105 0 0 1 0 0 4 7.66 0 14.66 Jumlah total koloni Jumlah koloni ratareata Jumlah kemunculan koloni (kali) Jumlah pengamatan (kali) Frekuensi kemunculan (%) 7.33 13.66 2 0.33 0.66 18.66 23.65 11.99 89.98 168.26 1.05 1.95 0.29 0.05 0.09 2.67 3.38 1.71 12.85 24.04 7 7 7 7 7 7 7 7 7 2 4 2 1 1 6 4 3 6 28.57 57.14 28.57 14.28 14.28 85.71 57.14 42.85 85.71 Universitas Sumatera Utara Tabel 10. Jumlah Koloni Rata-rata Fungi x 102 (cfu/ml) dan Frekuensi Kolonisasinya pada Dekomposisi Serasah Daun A. marina yang diaplikasikan Penicillium sp. selama 15-105 Hari pada Salinitas 20-30 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Jenis Fungi Lama masa dekomposisi (hari) 15 0 pada Serasah Daun A. marina yang Mengalami Proses Dekomposisi pada Tingkat Salinitas 10 – 20 ppt Jenis-jenis fungi yang terdapat pada serasah daun A. marina yang mengalami dekomposisi pada tingkat salinitas 10 – 20 ppt adalah Aspergillus sp. 1, Penicillium sp. 3, Aspergillus sp. 2, Aspergillus sp. 4, Aspergillus sp. 3, Fusarium sp. 2, Aspergillus sp. 5, Penicillium sp. 2, Penicillium sp. 1. Jenis-Jenis Fungi yang Terdapat pada Serasah Daun A. marina yang Mengalami Proses Dekomposisi pada Tingkat Salinitas 20 – 30 ppt Dari serasah daun A. marina yang telah mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas 20 – 30 ppt berhasil diisolasi sebanyak 8 jenis fungi. Jenis-jenis fungi tersebut adalah Aspergillus sp. 1, Aspergillus sp. 2, Aspergillus sp. 3, Trichoderma sp, Aspergillus sp. 4, Penicillium sp. 1, Aspergillus sp .6, Penicillium sp. 3 Jenis-Jenis Fungi yang Terdapat pada Serasah Daun A. marina yang Mengalami Proses Dekomposisi pada Tingkat Salinitas >30 ppt Pada serasah daun A .marina yang telah mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas > 30 ppt berhasil diisolasi 7 jenis fungi. Jenis-jenis fungi tersebut adalah Aspergillus sp. 1, Aspergillus sp. 2, Aspergillus sp. 4, Aspergillus sp. 3, Penicillium sp. 6, Curvularia lunata, Fusarium sp. 2 Perbandingan Jumlah Jenis Fungi pada Berbagai Tingkat Salinitas Jumlah jenis fungi yang terdapat pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas < 10 ppt, 10 – 20 ppt, 20 – 30 ppt dengan > 30 ppt serta kontrol disajikan pada Gambar 1. Jumlah jenis fungi Sebanyak 18 kantong serasah yang masing-masing berisi 50 g serasah daun A. marina ditempatkan secara acak dalam tiap plot. 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 9 9 8 7 5 Kontrol 30ppt Tingkat salinitas Gambar 1. Jumlah Jenis Fungi pada Serasah Daun A. marina yang telah Mengalami Proses Dekomposisi di Lingkungan dengan berbagai Tingkat Salinitas 19 Yunasfi dan Dwi Suryanto JURNAL PENELITIAN MIPA Volume 2, Nomor 1 Juni 2008 Perbandingan Populasi Fungi pada Berbagai Tingkat salinitas Pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa populasi fungi terbesar rata-rata 14. 99 x 102 cfu/ml yang terdapat pada serasah daun A. marina yang belum mengalami proses dekomposisi di lapangan. Populasi fungi pada serasah daun A. marina pada tingkat salinitas < 10 ppt, yaitu 10.72 x 102 cfu/ml lebih besar dibandingkan dengan populasi fungi pada serasah daun A. marina yang mengalami dekomposisi pada tingkat salinitas 10 – 20 ppt, 20 – 30 ppt, dan > 30 ppt yang masing-masingnya sebesar rata-rata 5.99 x 102 cfu/ml, 5.5 x 102 cfu/ml dan 4.49 x 102 cfu/ml. Populasi fungi x102 (cfu/ml) 16 14.66 14 10.72 12 10 8 5.99 6 5.5 4.49 4 2 0 Kontrol 30 ppt Tingkat salinitas Gambar 2. Populasi Fungi yang terdapat pada Serasah Daun A. marina yang Belum dan yang telah Mengalami Proses Dekomposisi di Lingkungan dengan Berbagai Tingkat Salinitas Pembahasan Jumlah jenis fungi terbesar didapatkan pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas < 10 ppt dan 10 – 20 ppt. Hal ini terjadi karena kondisi ini hampir sama dengan kondisi tawar (payau) yang cukup baik untuk pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis fungi dibanding dengan kondisi pada tingkat salinitas yang lebih tinggi. Pada tingkat salinitas ini ketersediaan oksigen yang dibutukan oleh berbagai organisme untuk hidup dan berkembang lebih banyak dibanding pada tingkat salinitas lainnya. Diperkirakan organisme lain seperti cacing dan siput juga ikut berperan. Pada kantong berisi serasah daun A. marina yang ditempatkan pada tingkat salinitas < 10 ppt juga banyak ditemukan cacing dan siput (tidak dilakukan pencatatan disarankan untuk penelitian selanjutnya diambil datanya). Populasi terbesar jenis fungi didapatkan pada serasah daun A. marina yang belum mengalami proses dekomposisi di lapangan. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada serasah yang belum ditempatkan di lapangan diperkirakan bahan-bahan perkembangbiakan fungi berasal dari lingkungan sekitar yang berasal dari tanah, terbawa oleh angin, burung, serangga dan lain-lain. Menurut Fisher dan 20 Binkley (2000), faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi (population density) dan keanekaragaman jenis (species diversity) organisme tanah, adalah pasokan oksigen, kelembaban, suhu tanah, kandungan unsur hara dan jumlah bahanbahan organik tanah. KESIMPULAN Tingkat salinitas < 10 ppt adalah kondisi lingkungan yang lebih sesuai untuk bertahan hidup, pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis fungi pada serasah daun A. marina dibanding dengan tingkat salinitas yang lebih tinggi. Pengaruh tingkat salinitas dapat dilihat berdasarkan jumlah jenis fungi yang terdapat pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas < 10 ppt dan 10 – 20 ppt dengan jumlah jenis 9 dibandingkan dengan jumlah jenis fungi yang terdapat pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas 20 – 30 ppt dan > 30 ppt yang masingmasing sebesar 8 dan 7. Adapun populasi fungi yaitu 10.72 x 102 cfu/ ml yang terdapat pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas < 10 ppt adalah juga terbesar, dibanding dengan besar populasi fungi pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas 10 – 20 ppt, 20 – 30 ppt, > 30 ppt dan kontrol yang masing-masing sebesar ratarata 5.99 x 102 cfu/ ml, 5.5 x 102 cfu / ml, 4.49 x 102 cfu / ml. DAFTAR PUSTAKA Alias, S. A., A. J. Kuthubutheen dan E. B. G. Jones. 1995. Frequency of Occurrence of Fungi on Wood ini Malaysian Mangrove. Hydrobiologia 295: 97 – 106. Bissett, J. 1983. A Revision of the Genus Trichoderma. I. Section Longibrachiatum sect. nov. Can. J. Bot. 62: 924 – 931. Bissett, J. 1991. A Revision of the Genus Trichoderma. II. Infrageneric Classification. Can. J. Bot. 69: 2357 – 2420. Ellis, M. B. 1993. Dematiaceous Hyphomycetes. CAB International. England, United Kingdom. Fell, J.W., R. C. Cefalu, I. M. Masters dan A. S. Tallman. 1975. Microbial Activities in the Mangrove (Rhizophora mangle L.) Leaf Detrital Systems. Hlm. 661 – 679 dalam Proceedings of the International Symposium on Biology and Management of Mangroves. G.E. Walsh, S. C. Snedaker dan H. J. Teas (Peny.). Univ. Florida. Gainsville. Yunasfi dan Dwi Suryanto JURNAL PENELITIAN MIPA Volume 2, Nomor 1 Juni 2008 Fisher, R. F., dan D. Binkley. 2000. Ecology and Management of Forest Soil. Third Edition. John Wiley and Sons, Inc. New York, Chichester, Weinheim, Brisbane, Singapore, Toronto. Gams, W. 1975 a. Cephalosporium-Like Hyphomycetes: Some Tropical Species. Trans. Br. Mycol. Soc. 64 : 389 – 404. Gams, W. 1977 b. The Perfect State of Tilachilidium brachiatum. Persoonia 8 : 329 – 333. Gams, W., dan J. Lacey. 1972. CephalosporiumLike Hyphomycetes: Two Species of Acremonium From Heated Substrates. Trans. Br. Mycol. Soc. 59: 519 – 522. Hyde, K. D. 1990. A New Marine Ascomycetes from Brunei. Aniptodera longispora sp. nov. from Intertidal Mangrove Wood. Botanica marina 4: 335 – 338. Ito, T., dan A. Nakagiri. 1997. Mycoflora of the Rhizospheres of Mangrove Trees. IFO Res. Commun. 18 : 40-44. Lowen, R. 1995. Acremonium Section Lichenoidea Section Nov. And Pronectria Oligospora Species Nov. Mycotaxon 53 : 81 – 95. Rifai, M. A. 1969. A Revision of The Genus Trichoderma. Hlm. 1 – 56 dalam Mycological Papers No. 116. Herbarium Bogoriense. Bogor. Sadaba, R. B., L. L. P. Vrijmoed, E. B. G. Jones dan I. J. Hodgkins. 1995. Observations on Vertical Distribution of Fungi Associated with Standing Senescent Acanthus ilicifolius Stems at Mai Po Mangrove. Hydrobiologia 295: 119 – 126. Samuels, G. J. 1976. Perfect States of Acremonium The Genera Nectria, Actiniopsis, Ijuhya, Neohenningsia, Ophiodictyon and Peristomialis. New Zealand Journal of Botany 14 : 231- 260. Samuels, G. J. 1990. Contributions Toward A Mycobiota of Indonesia: Hypocreales, Synnematous Hyphomycetes, Aphyllophorales, Phragmobasidiomycetes and Myxomycetes. The New York Botanical Garden. Bronx, New York. Singh, K., J.C. Frisvad, U. Thrane dan S. B. Mathur. 1991. An Illustrated Manual on Identification of some Seed-Borne Aspergilli, Fusaria, Penicillia and their Mycotoxins. AiO Tryk as Odense, Dernmark. Sutton, B. C. 1980. The Coelomycetes Fungi Imperfecti with Pycnidia Acervuli and Stomata. Commonwealth Mycological Institute. Kew, Surrey, England. Tan, T. K., dan W. F. Leong. 1992. Lignicolous Fungi of Tropical Mangrove Wood. Mycological Research 99 : 413 – 414. White, JR. J. F. 1987. Endophyte-Host Associations in Forage Grasses. X. Cultural Studies on Some Species of Acremonium Sect. Albo-Lanosa, Including A New Species, A. starrii. Mycotaxon 30: 87 – 95. Yunasfi, S. Hadi, C. Kusmana, L.I. Sudirman dan B. Tjahjono. 2006. Dekomposisi Serasah Daun A. marina oleh Bakteri dan Fungi pada Berbagai Tingkat Salinitas. (Disertasi). Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. 21
Jenis-Jenis Fungi Yang Berasosiasi Dalam Proses Dekomposisi Serasah Daun Avicennia marina Setelah Aplikasi Fungi Aspergillus sp. Pada Berbagai Tingkat Salinitas marina tersebut. Salinitas c. pH
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Penyehatan Bank Dalam Proses Likuidasi Laju Dekomposisi Serasah Serasah Daun Avicennia Marina

Endophytic Fungi

Jenis Jenis Dan Fungsi Kimono Dalam Masyarakat Jepang Fungi Endemik

Saprophyte Fungi

Mycorrhizal Fungi Fungi Amf

Phosphate Solubilizing Fungi

Bobot Jenis Dan Kelarutan Dalam Etanol

Fungi Endofit

Whiterot Fungi

Fungi Patogen

Tingkat Salinitas

Pathogen Fungi

Upload teratas

Jenis-Jenis Fungi Yang Berasosiasi Dalam Proses Dekomposisi Serasah Daun Avicennia marina Setelah Aplikasi Fungi Aspergillus sp. Pada Berbagai Tingkat Salinitas

Gratis