Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Cokelat Di Kabupaten Dairi

Gratis

2
83
90
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat danHidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan judul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Cokelat di Kabupaten Dairi “. sebagai anggota komisi pembimbing yang telah berkenan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, ide, arahan dandorongan dengan penuh kesabaran dan kearifan yang telah diberikan mulai dari penulisan proposal sampai dengan selesainya penulisan tesis ini; 2.

RIWAYAT HIDUP

  Luas Lahan, Produksi dan Jumlah Petani Cokelat menurut Kecamatan di Kabupaten Dairi ...................……………….... Distribusi Responden Berdasarkan Umur Tanaman Cokelat yang diusahakan petani di Kabupaten Dairi………………...

DAFTAR LAMPIRAN

  Uji Multikolinieritas waktu kerja …………………………. Uji Multikolinieritas Umur Tanaman Cokelat …………….

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Datar (0 – 8 ) : 2.581 Ha = 1,34%Berombak (8 – 15 ) : 23.016 Ha = 11,94% Bergelombang (15 -25 ) : 26.724 Ha = 13,86%Curam (25 -40 ) : 27.824 Ha = 14,43%Terjal ke atas (>40 ) : 111.480 Ha = 58,18% Iklim tropis pada daerah ketinggian kurang dari 500 meter dpl, iklim subtropis pada daerah dengan ketinggian 500-1000 meter dpl dan iklim dingin pada daerahketinggian di atas 1000 meter dpl. Berdasarkan keadaan alam dan topografi tersebut menggambarkan bahwa tanaman cokelat merupakan tanaman perkebunan rakyat yang prospektif juga selaintanaman kopi di Kabupaten Dairi, artinya di samping relatif mudah dibudidayakan 27 38 72 29 58 21 19 720,4 513,920,89,45 11.55,2 0,8 37 9 36 82184 66138 41 51162 Jumlah 398,8 154,05 944Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Dairi Tahun 2008 18 15.

1.4 Manfaat penelitian

  Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah, dalam merumuskan perencanaan pembangunan daerah khususnya yang berkaitan denganpengembangan perkebunan cokelat di Kabupaten Dairi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Produksi

  Petani selalu berusaha keras untuk melakukanproduksi secara efisien atau dengan biaya yang paling rendah, dengan demikian petani selalu berusaha untuk memproduksi tingkat output maksimum denganmenggunakan suatu dosis input tertentu, dan menghindarkan pemborosan sekecil mungkin, selanjutnya petani tersebut dianggap berusaha memaksimumkan labaekonomis. Produktivitasfaktor adalah kunci untuk mendapatkan kombinasi atau proporsi input yang optimal yang harus dipergunakan untuk menghasilakan satu produk yang mengacu pada the law of variable proportion faktor memberikan dasar untuk penggunaan sumber daya yang efesien dalam sebuah sistem produksi.

2.2 Fungsi produksi

  Suatu fungsi produksi menggambarkan kombinasi input yang dipakai dalam proses produksi, yang menghasilkan outputtertentu dalam jumlah yang sama dapat digambarkan dengan kurva isoquant, yaitu kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi faktor produksi yang sama (Joesrandan Fathorrozi, 2003). Apabila nilai elastisitas produksi lebih besar dari satu, bila produksi total menaik maka pertanian ada pada daerah increasing, dan sebaliknya bila nilai elastisitas produksi lebih besar dari nol tetapi lebih kecil dari satu, maka pertanian tersebut ada pada daerah decreasing.

2.3 Hukum Kenaikan Hasil yang Semakin Berkurang

  Elastisitas produksi yang berada diantara nondan satu merupakan skala usaha yang berada diantara AP maksimum dan MP sama dengan nol. Perusahaan mengalami kerugian,dengan demikian perusahaan sebaiknya berproduksi pada tahap II,secara matematis perusahaan kan berhenti menambah tenaga kerja pada saat tambahanbiaya (maginal cost) yang harus dibayar adalah sama dengan tambahan pendapatan (marginal revenue) yang diterima.

2.4 Faktor Produksi dan Pendapatan

2.4.1 Faktor Produksi

  Oleh karena itu dalam analisa ketenaga kerjaan dibidang bisnis/perusahaan penggunan tenagakerja dinyatakan oleh besrnya curahan tenaga kerja, Skala usaha akan memepengaruhi besar kecilnya tenaga kerja yang dibutuhkan dan membutuhkantenga kerja yang mempunyai keahlian. Penyebab ketidakseimbangan semacam itu harus dianalisis, mungkin karena keracunan Fe atau Al ( dalam pH-nya rendah), pemakian pupuk anorganik jangkapanjang yang menyebabkan kerusakan pada tanah secara alami, maka penting untuk memeperbaiki unsur hara tertentu dengan pemanfaatan pupuk organik yang seimbangdapat memeperbaiki keseimbangan tanah, pH dan ketersedian unsur hara.

2.4.2 Pendapatan

  Bagi rumah tangga pedesaan hanya menguasai faktor produksi tenaga kerja, pendapatan mereka ditentukan oleh besarnya kesempatan kerja yang dapatdimanfaatkan dan tingkat upah yang diterima. Biaya yang relatif tetap jumlahnya dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit.

2.5 Penelitian Terdahulu

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)penggunaan faktor produksi lahan, pestisida dan pupuk buatan masih belum efisien, dan penggunaannya perlu ditambah untuk memperoleh tingkat efisiensi yang lebihtinggi, (2) faktor produksi bibit dan tenaga kerja penggunaannya telah melampaui batas efisiensi, sehingga perlu dikurangi untuk memperoleh tingkat efisiensi yang Dewi et al (2004) melakukan penelitian tentang pengaruh faktor produksi pada usaha tani lada di Sulawesi Tenggara. Memberikan penjelasan bahwa variabel tenaga kerja, luas lahan dan benih berpengaruh secara nyata dan signifikan terhadap produksi padi sawah, sedangkanvariabel lainnya yaitu tenaga ternak dan pupuk tidak berpengaruh secara nyata dan signifikan terhadap produksi padi sawah tersebut pada taraf kepercayaan 5 persen.

2.6 Kerangka Pemikiran

Dalam kerangka pemikiran pemikiran perlu dijelaskan secara teoritis hubungan antara variabel dependent dengan variabel independen.

LUAS LAHAN JUMLAH WAKTU KERJA PRODUKSI COKELAT JUMLAH PUPUK JUMLAH PESTISIDA UMUR TANAMAN

Gambar 2.2. Kerangka Pemikiran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Cokelat di Kabupaten Dairi

2.7 Hipotesis Penelitian

  Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian empiris sebelumnya, maka hipotesis yang akan dirumuskan dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut. Jumlah pemakaian pupuk berpengaruh positif terhadap produksi cokelat di Kabupaten Dairi, ceteris paribus 4.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Menurut Gay dalam Kuncoro (2003) jumlah sampel yang diambil untuk penelitian adalah minimal 10 %, dengan demikian akan ditetapkan total sampel yang dinilai cukup representatif sebesar 10 % dari total populasi petani cokelat yangterdapat pada masing-masing kecamatan sampel. Lokasi Penelitian, Populasi dan Sampel Penelitian 10 Pegagan Hilir 7 8 Tigalingga 138 14 9 Gunung Sitember 41 4 51 7 Siempat Nempu Hilir 5 11 Tanah Pinem 162 16944 95 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Dairi Tahun 2008 3.3 Metode Pengumpulan Data Data penelitian adalah data primer yang diperoleh dari petani melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkanterlebih dahulu.

3.5 Model dan Metoda Analisis

  Selain itu, alasan dipakainya analisis regresi adalah bahwa antara satu petani dengan petani lainnya dalam mengelola usahatani cokelat berbeda-beda dalam jumlahpenggunaan input baik dalam luas lahan, jumlah bibit/tanaman, pupuk (organik / anorganik), pestisida dan waktu kerja, tenaga kerja maupun umur tanaman cokelatpetani. Koefisien yang dihasilkan dapatdilihat pada output regresi berdasarkan data yang di analisis untuk kemudian diinterpretasikan serta dilihat siginifikansi tiap-tiap variabel yang ditelitia.

3.7 Uji Penyimpangan Asumsi Klasik

  Setelah dilakukan pengujian regresi, maka dilakukan evaluasi. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah penggunaan model regresi linier bergandadalam menganalisis telah memenuhi asumsi klasik yang dipersyaratkan.

3.7.1 Uji Normalitas

  Jika nilai JB Asumsi model regresi linier klasik adalah faktor pengganggu µ mempunyai nilai rata-rata yang sama dengan nol, tidak berkorelasi dan mempunyai varian yangkonstan. Dengan asumsi ini, OLS estimator atau penaksir akan memenuhi sifat-sifat yang diiniginkan, seperti ketidakbiasan dan mempunyai varian yang minimum.

3.7.2 Uji Multikolinieritas

  Multikolineritas dapat dideteksi dengan besaran-besaran regresi yang didapat yaitu : 1. Terkadang nilai taksiran koefisien yang didapat akan mempunyai nilai yang tidak sesuai dengan substansi sehingga dapat menyesatkan interprestasi.

3.7.3 Uji Heteroskedastisitas

  Uji Heteroskedastisitas adalah variasi residual yang tidak sama untuk semua pengamatan. Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui terjadinya penyimpangan modelkarena varian gangguan berbeda antara satu observasi ke observasi yang lain.

3.8 Definisi Operasional

  Produksi adalah jumlah produksi biji cokelat dalam bentuk kering yang diperoleh petani dari hasil panen per satuan hektar diukur dalam satuankilogram per tahun 2. Luas lahan adalah total luas tanah yang digunakan oleh petani untuk tanaman cokelat di ukur dalam satuan hektar.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Wilayah Penelitian

  Kabupaten Dairi sebagian besarterdiri dari dataran tinggi dan berbukit-bukit yang terletak antara 98 00' – 98 30'dan 2 15'-3 00'LU. Daerah penelitian adalah terdiri dari 11 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Kabupten Dairi, yaitu Kecamatan Sidikalang, Berampu, SilimaPungga-Pungga, Laeparira, Siempat Nempu, Siempat Nempu Hulu, Siempat NempuHilir, Tigalingga, Gunung Sitember, Pegagan Hilir dan Tanah Pinem yang semuanya merupakan daerah penghasil cokelat di Kabupaten Dairi.

4.2 Karakteristik Responden

  diatas dapat dilihat, mayoritas petani cokelat di Kabupaten Dairi yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah berada pada interval umur dibawah 36 tahun sebanyak 7 orang atau 7,37 persen, interval umur antara 36 - 45 tahun sebanyak 27 orang atau 28,42 persen, interval umur 46 - 55 tahun sebanyak26 orang atau 27,37 persen, interval umur 56-65 tahun sebanyak 30 orang atau 31,58 persen. diatas dapat dilihat mayoritas umur tanaman cokelat yang diusahakan petani cokelat di Kabupaten Dairi yang menjadi responden dalampenelitian ini adalah berada pada interval umur tanaman antara 5 - 6 tahun sebanyak 40 orang atau 42,10 persen.

4.3 Tingkat Produksi Cokelat dan variabel yang mempengaruhinya

  Selain luas lahan, faktor yang mempengaruhi produksi lainnya adalah waktu kerja yang digunakan untuk berusahatani cokelat, banyaknya waktu kerja petanitergantung dari luas lahan petani cokelat tersebut, hasil observasi dijumpai waktu yang paling banyak digunakan 1848 jam per tahun, sedangkan yang paling sedikit336 jam per tahun. Penggunaan pupuk dan pestisida Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi (Y) tanaman cokelat, maka dengan menggunakan sejumlah data yang telah dikumpulkan langsungdari petani responden dilakukan pengolahan data dengan metode Ordinary Least Square yang menggunakan alat bantu program Evieews Versi 4.1.

4.7. Hasil Estimasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Tanaman Cokelat di Kabupaten Dairi

  diatas diperoleh nilai koefisien determinasi(R²) sebesar 0,828 yang berarti variasi veriabel bebas (luas lahan, waktu kerja, pupuk,pestisida dan umur tanaman cokelat) mampu menjelaskan variasi produksitanaman cokelat di Kabupaten Dairi sebesar 82,8 persen dan sisanya sebesar 17,2 persen dijelaskan oleh veriabel lain yang tidak terdapat dalam model estimasi. Kemudian menguji secara parsial (uji t-satistik), maka pengaruh masing- masing variabel bebas yakni luas lahan, waktu kerja, pupuk, pestisida dan umurtanaman cokelat terhadap variabel terikat yakni produksi cokelat di Kabupaten Dairi sebagai berikut : Berdasarkan hasil estimasi menunjukkan bahwa koefisien luas lahan (X1) yang positif sebesar 0,203 menunjukkan jika luas lahan tanaman cokelat meningkat1 persen maka produksi cokelat meningkat 0,203 persen, ceteris paribus.

X1 X1

  AP = Average Product (Average Product luas lahan)T P = Total Produksi X1 = Luas Lahan X1 AP = T P = 74638 kg = 1.075,78 kg/ha X1 69,38 ha X1 Nilai AP (Average Product Luas Lahan) sebesar 1.075,78 kg/ha berarti apabila rata-rata luas lahan bertambah 1ha maka akan meningkatkan produksi rata- rata sebesar 1.075,78 kg per tahun. Marginal Product (MP) X2 X2 Ep = MP X2 AP X2 2 X 2 MP = EpX APX = 0,607 x 0,697 kg/jam= 0,423 kg/jam X2 ilai MP (Marginal Product Waktu Kerja) sebesar 0,423 kg/jam berarti apabila perubahan pertambahan waktu kerja sebesar 1 jam maka akan meningkatkanperubahan pertambahan produksi sebesar 0,423 kg.

X5 X5

X5 AP

Ep = MP X5 X5 X X5 MP = Ep AP = 0,668 x 129,131 kg/tahun= 86,259 kg/tahun X5 Nilai MP (Marginal Product Umur Tanaman) sebesar 86,259 kg/tahun berarti apabila perubahan pertambahaan umur tanaman sebesar 1 tahun maka akan meningkatkan perubahan pertambahan produksi sebesar 86,259 kg

4.5 Uji Asumsi Klasik

  diketahui bahwa nilai probability sebesar 0,051 > alpha = 0,01 yang berarti model empiris yang digunakan mempunyai residual atau faktorpengganggu yang berdistribusi normal. Hasil Uji Multikolinieritas 2 Variabel R Kesimpulan Produksi 0,828Luas lahan 0,802Jam kerja 0,711 Bebas multikolinearitasPupuk 0,778Pestisida 0,703Umur cokelat 0,303 Sumber: Lampiran 5-9 2 Kriteria yang digunakan adalah jika nilai R variabel-variabel independen 2 lebih kecil dari nilai R model, maka data bebas dari masalah multikolinieritas.

4.5.3 Heteroskedastisitas

  Kriteria yang digunakan adalah jika nilai probabilitas Obs*R Square yang dihasilkan lebih besar dari 5 persen maka dapat dikatakan tidak adanyaheterokedastisitas dalam model regresi ini. Hasil Uji White heterocedatisity Nilai Obs*R Square Probability Kesimpulan 17,12611 0,071620 Bebas HeteroskedastisSumber: lampiran 4Pada tabel 4.10 di atas, nilai Obs*R Square memiliki nilai probabilitas sebesar 0,071620 > alpha = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedastisitas.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,828 yang berarti variasi variabel bebas(luas lahan, waktu kerja, pupuk, pestisida dan umur tanaman ) mampu menjelaskan variasi variabel terikat (produksi) di Kabupaten Dairi sebesar 82,8persen dan sisanya sebesar 17,2 persen dijelaskan oleh veriabel lain yang tidak terdapat dalam model estimasi. Variabel pupuk menunjukkan pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap produksi cokelat di Kabupaten Dairi, hal ini disebabkan karena petani belummelakukan pemakaian pupuk yang tepat waktu dan seimbang d.

5.2 Saran

  Perlunya perhatian yang lebih serius dari pemerintah daerah Kabupaten Dairi terutama dinas perkebunan agar lebih aktif dalam memberikan bimbingan /penyuluhan kepada petani cokelat tentang cara budidaya cokelat terutama cara pemakaian pupuk dan pestisida yang tepat. Kepada para petani agar lebih serius dalam mengerjakan/berusaha tani mulai dari penanaman, pemeliharaan sampai memanen dan hendaknya memakai dosispupuk dan obat-obatan yang tepat sasaran (seimbang), dan perlu penambahan input produksi 3.

DAFTAR PUSTAKA

  Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi nilam di kecamatan Padang Jaya. DAFTAR KUESIONER Angket ini diperlukan untuk mendukung penelitian yang berjudul : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI COKELAT DI KABUPATEN DAIRIOLEH DOODY.

II. PERTANYAAN :

  Produksi adalah jumlah produksi biji cokelat Produksi coklat bentuk kering yang diperoleh petani dari hasilpanen per satuan hektar diukur dalam satuan ……………..kg/ha/tahun kilogram per tahun 2. Luas lahan adalah total luas tanah yang digunakan Luas lahan oleh petani untuk pertanaman cokelat di ukur dalamsatuan hektar …………..……Hektar 5.

Dokumen baru

Download (90 Halaman)
Gratis