Perbandingan pembeljaaran bahasa Indonesia dengan metode diskusi ceramah terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMK Grafika yayasan Lektur Lebak Bulus

Gratis

0
5
125
2 years ago
Preview
Full text

PERBANDINGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN METODE DISKUSI DAN CERAMAH TERHDAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK GRAFIKA YAYASAN LEKTUR LEBAK BULUS

  Teknik penentuan sampel mengikuti pola cluster random sampling dengan jumlah 57 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen (yang dalam pembelajarannya menggunakan metode diskusi) dan kelompok kontrol (yang dalam pembelajarannya menggunakan metode diskusi). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t, dan berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh t 0,54 dan t 1,67 pada taraf hitung tabel signifikansi 5% yang berarti t hitung < t tabel (0,54 < 1,67).

HENDRI PRADIYANTO

  Teknik penentuan sampel mengikuti pola cluster random sampling dengan jumlah 57 siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen (yang dalam pembelajarannya menggunakan metode diskusi) dan kelompok kontrol (yang dalam pembelajarannya menggunakan metode diskusi). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t, dan berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh t 0,54 dan t 1,67 pada taraf hitung tabel signifikansi 5% yang berarti t hitung < t tabel (0,54 < 1,67).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar pada intinya adalah proses memeroleh berbagai pengetahuan

  Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD/MI), Sekolah Berdasarkan data dari Kemendiknas, sebagian besar kasus ketidaklulusan siswa dalam Ujian Nasional (UN) SMA, SMK, dan MA tahun 2010disebabkan rendahnya nilai pelajaran Bahasa Indonesia. Pertama, faktor siswa, yang cenderung lebih menyepelekan pelajaran bahasa Indonesia karena kebanyakan siswamenganggap bahwa bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang mudah berbeda dengan Matematika, Fisika, Kimia, dan pelajaran lainnya.

2 Arif Hulwan, UN Bahasa Indonesia Kembali Jadi Momok

  Baker, Bagaimana Mengajar secara Sistematis, (Yogyakarta: Dalam presentasi menyampaikan makalah, penulis bersama teman-teman pada saat perkuliahan Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia disimpulkanbahwa metode diskusi lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dalam pengajaran bahasa Indonesia khususnya siswa Sekolah Menengah Atasbaik SMA/MA/SMK, pertimbangannya adalah karena siswa SMA/MA/SMK telah dapat berfikir dewasa dan kritis dalam menyikapi berbagai masalalah. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis merumuskan dalam sebuah judul skripsi yaitu: “Perbandingan pembelajaran bahasa Indonesia dengan metode diskusi dan ceramah terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMK GrafikaYayasan Lektur Lebak Bulus ” B.

D. Rumusan Masalah

  Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan metode diskusi dan ceramah? Seberapa besar tingkat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan metode dan ceramah?

E. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penelitian ini mempunyai beberapa tujuan antara lain: Guru, pengalaman langsung dalam menerapkan metode diskusi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Penulis, mengambangkan cara berfikir ilmiah dan sifat demokratis dalam belajarc. Berdasarkan penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat baik secara teoritis maupun praktis kepada berbagai pihak, sebagai berikut: Manfaat Penelitian yang diajarkan dengan metode diskusi dan ceramah F.

2. Manfaat praktis kepada berbagai pihak antara lain a

G. Sistematika Penulisan

  Landasan Teori, terdiri atas: Diskusi (pengertian, jenis, serta kebaikan dan kelemahan), Ceramah (Pengertian serta kebaikan dankelemahan), Hasil belajar (pengertian, sasaran evaluasi hasil belajar, dan faktor yang mempengaruhi belajar), dan pembelajaran Bahasa IndonesiaBab III. Hasil dan pembahasan, terdiri dari atas: latar belakang sekolah, deskripsi data, teknik analisis data (uji normalitas dan uji homogenitas),analisis data uji hipotesis, hipotesis penelitian, dan pembahasan hasil penelitianan.

BAB II KAJIAN TEORI A. METODE DISKUSI 1. Pengertian Metode Diskusi Teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar-mengajar yang dilakukan

  Di dalam diskusi ini proses interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar pengalaman, informasi,memecahkan masalah, dapat juga terjadi semuanya aktif tidak ada yang pasif 4 sebagai pendengar saja. berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa diskusi adalah salah satu bentuk komunikasi dua arah, di mana terjadi proses tukar pikiranatau ide, baik antara siswa dan siswa ataupun siswa dan guru untuk4 memecahakan suatu masalah.5 .

E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional ; Menciptakan Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan

  Metode diskusi merupakan metode yang biasanya dipergunakan dalam pembelajaran orang dewasa, karena mereka dapat berpartisipasi aktif untukmenyumbangkan pemikiran, gagasan dalam kegiatan diskusi. Tujuan diskusi pada umunnya adalah mencari pemecahan masalah, dari sinilah muncul bermacam-macam jawaban yangperlu dipilih satu atau dua jawaban yang logis dan tepat guna dari bermacam- 6 macam jawaban yang lain untuk mencapai mufakat atau persetujuan.

2. Jenis-jenis Metode Diskusi

  Selama ini, dalam pembelajaran orang dewasa, dikenal banyak macam metode diskusi dan seorang guru atau fasilitator dapat memilih salah satu ataugabungan dari berbagi teknik ini sehingga mampu memberikan berbagai variasi bagi siswa dalam belajar sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Diskusi kelompok Diskusi kelompok biasanya dapat berupa diskusi kelompok kecil yang terdiri dari empat sampai enam orang peserta, dan diskusi kelompok besaryang terdiri dari tujuh sampai lima belas orang.

40 Suprijanto. Pendidikan Orang Dewasa; dari Teori Hingga Aplikasi, (Jakarta: Bumi Aksara

  Panel Yang dimaksud panel di sini adalah suatu bentuk diskusi yang terdiri dari tiga sampai enam orang peserta untuk mendiskusikan suatu topiktertentu dan duduk dalam semi melingkar yang dipimpin oleh moderator. Fasilitator memberikan persoalan yang sama kepada kedua kelompok tersebut, dan memberikan tugas yang bertentangan, yaitu satu kelompok yang “pro” dan satu kelompok yang kontra.

i. The open discussion group

  Kegiatan dalam bentuk diskusi ini akan dapat mendorong siswa agar lebih tertarik untuk berdiskusi dan belajar keterampilan dasar dalammengemukakan pendapat, mendengarkan dengan baik, dan memperhatikan suatu pokok pembicaraan dengan tekun. Dengan diskusi ini dapat membantu para siswa belajar mengemukakan pendapatsecara jelas, memecahkan masalah, memahami apa yang dikemukakan oleh orang lain dan dapat menilai kembali pendapatnya.

12 Engkoswara, Dasar-dasar Metodologi Pengajaran, (Jakarta: Bina Aksara. 1988), Cet. Kedua

3. Kebaikan dan Kekurangan Metode Diskusi

  Menumbuhkan sikap toleransi dalam berpendapat maupun bersikap penggunaam waktu tidak efektif, dan dapat berakibat tujuan pengajaran tidak tercapai Apabila suasana kelas tidak dapat dikuasai, kemungkinan untuk bermain-main, dan menggangu temannya yang lain2) Kemungkinan siswa yang tidak ikut aktif dijadikan kesempatan 1) Memperluas cakrawala dan wawasan berpikir peserta diskusi b. Terutama bagi siswa yang memeiliki sifat pemalu dan rasa takut mengeluarkan pendapat5) Kesulitan mencari tema diskusi yang aktual, hangat, dan menarik 13 untuk didiskusikan.

B. METODE CERAMAH 1. Pengertian Metode Ceramah

  Metode ceramah yang berasal dari kata lecture, memiliki arti dosen atau metode dosen, metode ini lebih banyak dipergunakan di kalangan dosen,karena dosen memberikan kuliah mimbar dan disampaikan dengan ceramah dengan pertimbangan dosen berhadapan dengan banyak mahasiswa yangmengikuti perkuliahan. Teknik ceramah dapat juga dirangkaikan dengan teknik yang lain, misalnya teknik tanya jawab, jika memang telahdirencanakan setelah ceramah selesai siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan ceramah yang 19 baru didengarnya.

2. Kelebihan dan Kelamahan Metode Ceramah

  3) Anak didik cenderung menjadi lebih pasif dan ada kemungkinan kurang tepat dalam mengambil kesimpulan, berhubung guru dalam menyampaikan bahan pelajaran dengan lisan4) Jika guru tidak memperhatikan segi psikologis dari anak didik, ceramah dapat bersifat melantur dan membosankan. Dalam hal ini, Bligh memberikan20 beberapa saran yang cukup baik untuk di simak dan dipertimbangkan yang Abu Ahmad dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung : Pustaka Setia, 2005) 1.

2. Sasaran Evaluasi Hasil Belajar

  Ide untuk membuat taksonomi itu muncul setelah lebih kurang lima tahun mereka berkumpul dan mendiskusikan pengelompokantujuan pendidikan, yang pada akhirnya melahirkan sebuah karya Bloom dan kawan-kawannya itu, dengan judul Taxonomy of educational objectives. Bloom dan kawan-kawan berpendapat bahwa taksonomi(pengelompokan) tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu pada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didikyaitu; ranah proses berfikir (cognitive domain), ranah nilai atau sikap 23 (affective domain), dan ranah keterampilan (psychomotor domain).

a. Segi Kognitif

  Taksonomi atau penggolongan tujuan ranah kognitif oleh Bloom, mengemukakan adanya 6 (enam) kelas atau tingkat yaitu:1) Pengetahuan (knowledge) Merupakan tingkat terendah tujuan ranah kognitif berupa pengenalan dan pengingatan kembali terhadap pengetahuantentang fakta, istilah, dan prinsip-prinsip dalam bentuk seperti mempelajari. Dalam evaluasi siswa dimintauntuk menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah 24 dimiliki untuk menilai suatu kasus 24 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran , (Jakarta: Rineka Cipta, 2006) , Cet.

b. Segi Afektif

  Taraf ini dibagi lagike dalam tiga kategori, yaitu kesadaran akan fenomena, kesedian menerima fenomena, dan perhatian yang terkontrol atau terseleksiterhadap fenomena.2) Merespons (Responding) Pada taraf ini pelajar tidak lagi sekedar memperhatikan fenomena. 4) Mengorganisasikan Pada taraf ini pelajar mengembangkan nilai-nilai ke dalam satu sistem organisasi, dan menentukan hubungan satu nilai dengannilai yang lain, sehingga menjadi satu sistem nilai.

c. Segi Psikomotorik

  Respon terbimbing adalah perbuatan individu yang dapat diamati, yang terjadi denganbimbingan individu lain yang memberi contoh.4) Gerakan terbiasa (respon mekanistis) Pada taraf ini pelajar sudah yakin akan kemampuannya dan sedikit banyak terampil melakukan suatu perbuatan. Jadi pelajar sudahberpegang pada pola.5) Gerakan (respon) kompleks Pada taraf ini pelajar dapat melakukan perbuatan motorik yang kompleks, karena pola gerakan yang dituntut memang sudahkompleks.

3. Faktor yang Memengaruhi Proses dan Hasil Belajar

  Belajar sebagai suatu proses sudah barang tentu harus ada yang diproses (masukan atau input) dan hasil dari pemrosesan (keluaran atauoutput). Dengan pendekatan sistem ini sekaliguskita dapat melihat adanya berbagai faktor yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar.

OUTPUT PROCESS ENVIRONMENTAL INPUT

  Sedangkan yang termasuk instrumental input atau faktor-faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan adalah; kurikulum atau bahanpelajaran, guru yang memberikan pengajaran, sarana dan fasilitas, serta manajemen yang berlaku di sekolah yang bersangkutan. Aspek fisiologis meliputi Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otat) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendi, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran.

D. PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA 1. Hakikat dan Ciri Pembelajaran

  Pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian ekstrimyang berperan terhadap rangkaian kejadian intern yang berlangsung dialami28 siswa. Sementara Gagne, mendefinisikan pembelajaran sebagai pengaturan Dari beberapa pengertian pembelajaran yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan beberapa ciri pembelajaran sebagai berikut:a.

2. Prinsip-prinsip Pembelajaran

  Membawa pembelajar kepada pembelajaran aktif Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu merangsang minat dan motivasi siswa untuk giat berlatih dan bertanggung jawabterhadap keberhasilan proses belajar. Pembelajaran bahasa dapat diharapakan membantu peserta didik mengenal diri budayanya, dan budaya orang lain,mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat, menemukan dan menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yangada dalam dirinya.

31 Ma’mur Saadie, dkk, Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia, (Jakarta: Universitas Terbuka

  Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan pada peningkatan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesiayang baik dan benar, secara lisan dan tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya sastra. Pembelajaran bahasa Indonesia berfungsi sebagai sebuah proses untuk membina dan mengembangkan bahasa Indonesia agar tercapai kondisikebahasaan yang bersifat mantap, dinamis, dan terbuka.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Grafika Yayasan Lektur Lebak Bulus Jakarta Selatan. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini kurang lebih

B. Metode Penelitian

  Penelitian ini membandingkan dua kelompok yang diberi perlakuan dengan metode diskusi (kelas eksperimen) dan metode ceramah(kelas kontrol), kemudian membandingkan hasil belajar dari dua kelompok yang diberi perlakuan tersebut dengan tujuan mengetahui perbedaan hasilbelajar yang siswa dapatkan setelah diadakan perlakuan Desain Penelitian Kelas Treatment Tes Eksperimen Metode diskusi Hasil Belajar (X)Kontrol Metode konvensional (ceramah) Hasil Belajar (Y) C. Penelitimengambil sampel dengan cara cluster random sampling (CSR) dan didapat kelas XI A dan XIB, di mana kelas XI A kelas yang dalam pembelajarannyamenggunakan metode diskusi sedangkan XI B kelas yang dalam pembelajarannya menggunakann metode ceramah.

2. Uji Reliabilitas

  11 = reliabilitas menggunakan persamaan KR-20 Uji reliabilitas tes bentuk pilihan ganda dengan rumus KR-20: 35 r 11 =          22 1 S S pq kk Keterangan: r  pq = jumlah perkalian antara p dan q k = banyaknya soal yang validS = standar deviasi atau simpangan baku merupakan akar varian yang dapat dicari dengan persamaan: S = N x2 N = jumlah peserta tes  x 2 = jumlah deviasi dari rerata kuadrat 3. Pengujian Taraf Kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit.

35 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi pendidkan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010),Edisi

  Bilangan yang menunjukan sukar dan mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran (difficulty index). Soal yang baik adalah soal yang dapat dijawab benar oleh siswa-siswa yang pandai, begitujuga sebaliknya.

JA JB

  Keterangan:BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar. BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar.

E. Teknik Pengumpulan Data

  Data yang dimaksud berupa daftar absensi siswa dan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data melalui tes dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis jenis pilihan ganda sebanyak 20 soal yang telah diujivaliditas, homogenitas, daya beda soal, dan indeks kesukarannya.

3. Observasi. Dalam tahap ini penulis melakukan observasi terhadap kelas- kelas yang akan dijadikan kelompok kontrol maupun ekperimen

Bentuk observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara dengan guru bahasa Indonesia terkait denganmetode pembelajaran yang sering digunakan.

F. Teknik Analisis data 1

  Normalitassebaran data menjadi sebuah asumsi yang menjadi syarat untuk menentukan jenis statistik apa yang dipakai dalam penganalisisan. Tes normalitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan rumus kai kuadrat (chi square) dengan cara:a.

2 X tabel = (

  Latar Belakang Sekolah Lembaga pendidikan Grafika yang bernama “Pusat Latihan Grafika” itu didirikan dan dibiayai sepenuhnya oleh yayasan Lektur, dan diprakarsai serta disetujui oleh Bapak Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan, pada waktu itu Bapak Mr. Dalam sejarah dan perkembangan industri grafika di negeri kita ini, tercatat perkembangan jumlah perusahaan grafika yang cukupmenggembirakan dari tahun ke tahun, sehingga tidak dapat dihindarkan peningkatan kebutuhan akan tenaga kerja yang bertanggung jawab serta 57 memiliki keterampilan yang diperlukan guna melayani berbagai mesin dan peralatan yang kian hari bertambah modern dan canggih.

2. Visi, Misi, dan Tujuan SMK Grafika Yayasan Lektur

  Menghasilkan lulusan yang berkarakter baik, cerdas, trampil, dan professional dalam bidang kejuruan grafika serta dapat mengembangkan diri secara berkesinambunganTujuan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Grafika Yayasan Lektur, yaitu: a. Untuk mendidik dan melatih calon-calon tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia industri grafika serta untuk memberikan layanan dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat 62 3.

5. Keadaan Guru, Siswa dan Karyawan a

  Keadan guru Guru atau tenaga pendidik adalah salah satu faktor pendidikan yang tidak dapat ditinggalkan, maka kemampuan profesionalitas serta kualitasperlu diperhatikan. Keberadaan karyawan sangat membantu dalam menyelesaikan hal-hal yang berkenaan dengantugas operasional dan administrasi yang diperlukan oleh siswa.

6. Keadaan Sarana dan Prasarana

  Sarana dan prasarana di Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Grafika Yayasan Lektur dapat dikatakan baik dan memadai. Ketrampilan ini berupa ketrampilan sablon yang wajib diikuti oleh seluruh siswa yang dibina oleh guru mata pelajaran desain grafisg.

7. Kegiatan Ekstrakurikuler

  Kegiatan ekstrakurikuler untuk membantu siswa dalam mengembangkan bakat dan minatnya pada bidang tertentu. Rohis ini mempunyai kegiatan mengaji setelah shalat Jumat yang di bina oleh guru agama Islam c.

B. Deskripsi Data

  MateriBahasa Indoneisa yang diajarkan pada penelitian ini adalah materi dengan pokok bahasan kedua, ketiga, dan keempat dalam kompetensi dasar yaknimenyimak untuk memahami perintah yang diungkapkan, kalimat perintah kerja tertulis, dan membaca untuk memahami kata, bentuk kata, danungkapan. Sehingga pada akhir pembelajaran kedua kelompok diberikan post tes yang digunakan untuk mengetahui kelompok yang memiliki hasil belajar bahasaIndonesia yang lebih tinggi.

1. Hasil belajar kelas eksperimen (kelas A )

  Terdapat 3 siswa yang memperoleh nilai tertinggi, sedangkan yang memperoleh nilai terendahsebanyak 4 siswa. Siswa yang mendapat nilai di atas rata-rata sebanyak 56,667 %, yaitu siswa pada kelompok interval 85 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata sebesar 84,66 median sebesar 85,925 modus sebesar 87, standar deviasi 7,85.

2. Hasil belajar kelas kontrol (kelas B)

  27 AA 26 Z 72 85 25 Y 95 24 X 75 23 W 75 22 V 85 21 U 80 sebanyak 70,37369 %, yaitu siswa pada kelompok interval 65 90 Berdasarkan tabel tersebut di atas terlihat bahwa nilai yang paling banyak diperoleh oleh siswa kelompok eksperimen terletak pada interval 80 1 97 3.703704 27 27 100Berdasarkan penghitungan di atas dapat diketahui bahwa nilai tertinggi yang didapat pada kelas kontrol yakni kelas yang menggunakanmetode ceramah adalah 95 dan terendah adalah 65. Distribusi frekuensi hasil belajar bahasa Indonesia kelompok eksperimen tersebut dapat pula disajikan dalam histogram dan poligon berikut Histogram dan poligon kelas Kontrol (Kelas B) Berdasarkan uraian mengenai hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelompok eksperimen dan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelompokkontrol di atas, terlihat adanya perbedaan.

C. Teknik Analisis Data 1. Uji Normalitas

  Dari hasil perhitungan uji normalitas data, untuk kelas eksperimen diperoleh nilai X hitung atau X h sebesar 3,88 dan pada tabel harga X tabel atau X t   untuk n = 30 pada taraf signifikan , 05 adalah 5.99. Sedangkan untuk kelas kontrol (lampiran) diperoleh nilai X atau X hitung h sebesar 0,606 dan pada tabel harga kritis L t untuk n = 27 pada taraf signifikan   , 05 adalah 7,81.

2. Uji Homogenitas

  Dari hasil perhitungan (lampiran), diperoleh nilai varians kelas eksperimen adalah 1196,92 dan varians kelas kontrol adalah 1367,89.sehingga diperoleh nilai F = 1,14. Karena F hitung <F tabel (1,02 < 1,93) maka H diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel berasal dari varians yang sama/homogen.

D. Analisis data uji hipotesis

2

2 NO

1 16 90 8100 11 90 8100 12 85 7225 12 80 6400 13 80 6400 13 70 4900 14 75 5625 14 80 6400 15 80 6400 15 75 5625 16 75 5625 10 80 6400 17 75 5625 17 80 6400 18 70 4900 18 70 4900 19 85 7225 19 80 6400 20 80 6400 20 75 5625 1 ) 11 70 4900 10 95 9025 X 4 90 8100 2 X 2 X 1 75 5625 1 80 6400 2 70 4900 2 75 5625 3 75 5625 3 75 5625 4 70 4900 9 80 6400 5 70 4900 5 85 7225 6 90 8100 6 80 6400 7 85 7225 7 90 8100 8 90 8100 8 65 4225 No (X 9 90 8100 79 26 85 7225 Setelah dilakukan pengujian prasyarat analisis data, diketahui bahwa data tersebut berdistribusi normal dan homogen. Langkah selanjutnyaadalah melakukan pengujian hipotesis statistik dengan uji t. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah rata-rata hasil belajar bahasa Indonesiasiswa pada kelompok eksperimen yang dalam pembelajarannya menggunakan metode diskusi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar Mean 84,66 Mean 81,25 S 7,85 S 6,90S2 61.609 S2 47.507 30 90 8100JUMLAH 2480 206800 2135 169925 29 80 6400 28 95 9025 27 85 7225 27 85 7225 26 95 9025 21 75 5625 25 85 7225 25 85 7225 24 90 8100 24 85 7225 23 75 5625 23 85 7225 22 75 5625 22 85 7225 21 85 7225

E. Hipotesis Penelitian

  Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa t hitung < tabelDengan demikian, H diterima dan H a ditolak, atau dengan kata lain tidak terdapat perbedaan rata-rata atau mean yang signifikan hasil belajar bahasaIndonesia siswa anatar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 81 Meskipun terdapat perbedaan rata-rata namun perbedaan tersebut tidak signifikan, karena keduanya masih dalam mean atau rata-rata yang samayakni angka delapan.

E. Pembahasan Hasil Penelitian

  Dengan demikian, hipotesis alternatif (H ) yang menyatakan bahwa rata-rata o hasil belajar bahasa Indonesia siswa yang diajar dengan metode diskusi lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberi pembelajaran dengan metodeceramah atau konvensional ditolak pada taraf signifikan 5%. Meskipun terdapat perlakuan yang berbeda antara kelas eksperimen(dengan metode diskusi) dan kelas kontrol (dengan metode ceramah) namun jika dilihat dari aspek hasil belajar tidak menunjukkan perbedaan yangsignifikan antara kelas ekperimen dan kelas kontrol.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, dengan melihat deskripsi data hasil

  Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan metode diskusi dan siswa yang diajarkan dengan metode ceramah. Hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaaan hasil belajar yang signifikan anatara siswa yang diajarkan degan metode diskusi dan siswayang diajarkan dengan metode ceramah.

B. Saran

  Sebaiknya siswa diarahkan pada pemahaman bahwa bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang sangat penting yang berguna bagi kehidupansehari 3. Sebaiknya guru dalam memilih strategi pembelajaran harus lebih kreatifKarena pada hakikatnya, antara metode yang satu dengan yang lain saling mempengaruhi.

DAFTAR PUSTAKA

  LAMPIRAN-LAMPIRAN Langkah-Langkah Perhitungan Validitas Test Pilihan Ganda Contoh mencari validitas item soal nomor 1 : banyak siswa yang menjawab benar soal nomor 1 Menentukan nilai pJumlah seluruh siswa 9 = 31 = 0,297 Menentukan nilai q = 1- 0,297= 0,71 Menentukan nilai Mp nomor 1        20 15 15 20 18 19 20 18 20 9 165 = 9 = 18,33 Menentukan nilai Mt 556 = 31 = 17,93 Menentukan nilai SDt22   X X  =   N N  2 10 . Untuk nomor 2 dan seterusnya perhitungannya sama dengan perhitungan validitas pada soal nomor 1.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Persepsi siswa terhadap metode pembelajaran guru dan hasil belajar bahasa Indonesia di SMK al-Hidayah Ciputat
8
104
98
Perbandingan pembeljaaran bahasa Indonesia dengan metode diskusi ceramah terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMK Grafika yayasan Lektur Lebak Bulus
0
5
125
Perbandingan hasil belajar matematika siswa yang diajar mengunakan pendekatan pembelajarn kooperatif dengan metode grop investigation dengan siswa yang diajar dengan metode ekspositori
1
3
105
Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV MI pangkalan Kota Sukabumi
4
10
221
Pengaruh pembelajaran Kimia terintegrasi nilai terhadap hasil belajar siswa (sebuah studi pada siswa SMK Grafika Yayasan Lektur Jakarta)
1
11
104
Pengaruh metode penemuan dengan menggunakan teknik Scaffolding terhadap hasil belajar Matematika siswa
2
12
153
Efektifitas penggunaan media audio visual terhadap keberhasilan belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam di SMK al-Hidayah Lebak Bulus
1
37
93
Peningkatan hasil belajar siswa dengan metode diskusi pada mata pelajaran IPS di kelas V MI Ta’lim Mubtadi I Kota Tangerang
0
8
121
Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas IV
0
13
196
Perbandingan metode peta konsep dengan metode ceramah terhadap hasil belajar sistem koloid di Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta
0
3
96
Hubungan antara persepsi siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam dengan prestasi belajar (studi penelitian di kelas X Akuntansi SMK Lebak Bulus Jakarta)
1
5
79
Pengaruh media audio-visual (video) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada konsep elastisitas
3
20
8
Perbandingan pengunaan metode ceramah dan diskusi dalam memahami pelajarn aqidah akhlak di MAN 11 Lebak Bulus Jakarta selatan
1
12
81
Pengaruh penerapan metode ceramah bervariasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMK Al-Hidayah Lestari
7
60
115
Pengaruh metode ceramah terhadap motivasi belajar PAI siswa SMAN 1 Keronjo
0
10
81
Show more