Hubungan antara pesiliensi dengan prestasi belajar anak binaa yayasan SMART Ekselensia Indonesia

Gratis

11
65
70
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Tekanan yang terjadi dalam kehidupan merupakan proses yang tidak terkecuali dialami oleh semua individu, salah satunya adalah tekanan akibatkemiskinan, namun yang membedakan antara individu yang satu dengan lainnya adalah pada keberhasilan individu dalam beradaptasi dengan tekanan-tekananyang ada. Remaja yang resilien dicirikan sebagai Sementara dalam konteks yang terkait dengan pendidikan, Linquanti(dalam Howard 1999) memberikan definisi resiliensi sebagai kualitas dalam diri anak yang walaupun dihadapkan dengan kejadian-kejadian yang tidakmenyenangkan dalam hidup tidak mengalami kegagalan dalam hal kehidupan akademisnya.

1.2 Pembatasan dan Perumusan Masalah

1.2.1 Pembatasan Masalah

  Untuk penelitian yang lebih terarah maka peneliti akan membatasi masalah pada hal-hal yang berhubungan dengan resiliensi dan prestasi belajarResiliensi merupakan kualitas atau karakteristik individual yang berkaitan dengan perkembangan positif dan kesuksesan dalam individu tersebut (Benard : 2004). Resiliensi dalam penelitian ini dibatasi pada faktor resiko ekternal saja seperti kemiskinan, orang tua meninggal, korban daerah konflik, korban bencana Prestasi belajar merupakan hasil penilaian aktivitas belajar siswa yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapatmencerminkan hasil yang sudah dicapai peserta didik dalam periode tertentu (Tirtonegoro :1984) .

1.2.2 Perumusan Masalah

Dari pembatasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah ada hubungan positif yang signifikan antara resiliensi denganprestasi belajar anak binaan Yayasan SMART Ekselensia Indonesia ?” 1.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan prestasi belajar anakbinaan Yayasan SMART Ekselensia Indonesia. 1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

1.4.2 Manfaat Praktis

  Peneliti berharap agar hasil penelitian ini dapat memberikan konstribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang berhubungandengan prestasi peserta didik dalam belajar dan dapat menjadi literatur tambahan dalam ilmu psikologi pendidikan khususnya psikologi belajar 1. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak sekolah mengenai ada tidaknya hubungan resiliensi dengan prestasibelajar siswanya sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan prestasibelajar siswa 2.

1.5 Sistematika Penulisan Skripsi

Dalam penulisan skripsi ini, penulis membagi beberapa bagian bab untuk memudahkan pembahasan dalam setiap bab, yaitu: BAB 1 : PENDAHULUAN Berisi tentang penjelasan latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, sistematika penulisan BAB 11 : KAJIAN TEORITIS TEORITIS Membahas tentang berbagai konsep mengenai prestasi belajar, resiliensi, kerangka berpikir, dan hipotesis. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Meliputi pendekatan dan metode penelitian, definisi konseptual dan operasional variabel, tekhnik pengambilan sampel, pengumpulan data yaitu metode dan instrumen penelitian, tekhnik uji instrumen, tekhnik analisis dataserta prosedur penelitian BAB 1V : HASIL PENELITIAN Terdiri dari gambaran umum subjek, deskripsi data, dan hasil pengujian hipotesis BAB V : KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

BAB II KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Prestasi Belajar

  Menurut pengertian di atas, prestasi belajar adalah tingkat keberhasilansiswa dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai Sedangkan menurut Tirtonegoro (1984) bahwa prestasi belajar merupakan penilaian aktivitas belajar siswa yang dinyatakan dalam bentuk symbol, angka,huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai peserta didik dalam periode tertentu. Prestasi belajar menurut Sumardi Suryabrata (2005) sebagai hasil dari suatu proses yang biasanya dinyatakan dalam bentuk kuantitatif (angka) yang khususdiberikan untuk proses evaluasi misalnya rapor, hasil ini dibagikan kepada siswa Selanjutnya Davis dalam Darwyan Syah (2009) mengatakan bahwa dalam setiap proses belajar akan selalu terdapat hasil nyata yang dapat diukur.

2.1.1 Aspek-aspek Prestasi Belajar

  Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar atau prestasi belajar ideal meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman danproses belajar siswa. Menurut Muhibbin Syah (2003) dan Benyamin Bloom dalam Darwyan Syah (2009) aspek-aspek prestasi belajar meliputi tiga ranahyaitu: ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

A. Kognitif

  - mampu mengetahui tentang hal-halPengetahuan Pengamatan membandingkan, dan menghubungkan 3. Pemahaman - mampu menterjemahkan, menafsirkan, menentukan,memperkirakan, dan mengartikan 4.

B. Psikomotor

  Kesiapan - mampu berkonsentrasi dan menyiapkan diri baik fisik maupun 3. Penyesuaian pola gerakan luwes, supel, gesit dan lincah 7.

C. Afektif

  Internalisasi (pendalaman) - mengakui dan menyakini Selanjutnya menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008) untuk mengetahui indikator keberhasilan belajar atau prestasi belajar dapat dilihat dari daya serapsiswa dan perilaku yang tampak pada siswa. Perubahan dan pencapaian tingkah laku sesuai yang digariskan dalam kompetensi dasar atau indikator belajar mengajar dari tidaktahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa dan dari tidak kompeten menjadi kompeten.

3. Hasil belajar yang dicapai siswa

  Hasil belajar yang dimaksud disini adalah pencapaian prestasi belajar yang dicapai siswa dengan ktiteria atau nilai yang telahditetapkan baik menggunakan penilaian acuan patokan maupun penilaian acuan norma 4. Proses belajar mengajarPenilaian terhadap proses belajar tidak hanya terbatas pada pembandingan nilai awal dengan nilai akhir siswa, akan tetapi jugamenilai segala aktivitas siswa dalam melakukan kegiatan dan pengalaman belajar, baik keaktifannya dalam mengajukanpertanyaan yang diajukan oleh guru maupun siswa, minat, semangat, motivasi belajar, sikap terhadap materi pelajaran dankegiatan belajar mengajar serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

2.1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Kondisi jasmani (fisiologis) seseorang, baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh Kondisi jasmani yang sehat berbeda pengaruhnya dengan kondisi jasmani yang tidak sehat bagi kemampuan belajar siswa. Faktor lingkungan spiritual dan keamanan disekitar tempat tinggal siswaDari pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa ditentukan oleh dua faktor yaitu faktor yang datang dari diriindividu ( disebut sebagai faktor internal) dan faktor yang datang dari luar individu (selanjutnya disebut sebagai faktor eksternal).

2.1.3 Jenis-jenis Tes Prestasi Belajar

  Menurut Darwyan Syah (2009), untuk menilai keberhasilan belajar siswa dapat dilakukan melalui tes prestasi belajar yang dapat digolongkan ke dalam tigajenis penilaian sebagai berikut: a. Kompetensi yang diujikanberdasarkan kisi-kisi yang mencerminkan kompetensi dasar, hasil belajar,dan indikator pencapaian hasil belajar yang dikembangkan dalamsemester yang bersangkutan.

2.1.4 Tingkat Prestasi Belajar

  Berdasarkan penilaian acuan patokan dan penilaian acuan norma dapat diketahui tingkat prestasi belajar yang dicapai oleh siswa yang terbagi kedalambeberapa tingkatan keberhasilan sebagai berikut: 1. Artinya hasil yang diperolah siswa disajikan dalam bentuk kategori, misalnya: baik sekali, baik, cukup,kurang dan gagal atau sudah memahami, cukup memahami, belum memahami, sudah kompeten, cukup kompeten, belum kompeten dan tidakkompeten 3.

2.2 Resiliensi

2.2.1 Pengertian Resiliensi

  Sementara Grotberg dalam Desmita (2006) Resiliensi adalah kemampuan atau kapasitas insani yang dimiliki seseorang, kelompok ataumasyarakat yang memungkinkannya untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikandari kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan, atau bahkan mengubah kondisi kehidupan yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untukdiatasi. Resiliensi menurut Richardson, dkk dalam Henderson dan Milstein (2003) merupakan proses mengatasi masalah seperti gangguan, kekacauan, tekanan, atautantangan hidup, yang pada akhirnya membekali individu dengan perlindungan Al Siebert (2005) mengatakan bahwa resiliensi merupakan kemampuan untuk mengatasi perubahan yang terjadi, mempertahankan energi , bangkitkembali dari kemunduran, dan merubah cara baru dalam pekerjaan dan kehidupan ketika cara lama tidak mungkin digunakan kembali.

2.2.2 Sumber-sumber Pembentukan Resiliensi

  I am (Aku ini) merupakan sumber resiliensi yang berkaitan dengan kekuatan pibadi yang dimiliki oleh seseorang, yang terdiri dariperasaan, sikap dan keyakinan pribadi. I can (Aku dapat) adalah sumber resiliensi yang berkaitan dengan apa saja yang dapat dilakukan oleh individu sehubungan denganketerampilan-keterampilan sosial dan interpersonal.

2.2.3 Karakteristik Individu yang Resilien

  Kompetensi sosial Rutter (1984) mendefinisikan kompetensi sosial sebagai suatu istilah yang menggambarkan kemampuan anak beradaptasi dan terkait pada pemecahanmasalah dalam hubungan sosial yaitu kemampuan anak untuk berpikir dan mengoperasionalkan berbagai pemecahan masalah yang bersifat sosial. Self-efficacy: kepercayaan diri yang ada di dalam diri individu untuk menentukan apa yang ingin dicapai dan cara yang mungkin dilakukanuntuk mencapai tujuan.

4. Kesadaran akan tujuan dan masa depan

  Sementara menurut Block dan Kreman dalam Tugade dan Fredrickson(2004), karakteristik individu yang resilien adalah sebagai berikut: Individu yang optimis merasa dapat meningkatkan kesempatan untuk bangkit dan berbuat sesuatu lebih baik dari sebelumnya . Individu yang resilien memiliki kemampuan untuk membayangkan kondisi yang ia inginkan di masa yang akan datangsehingga ketidakberuntungan yang dialaminya dijadikan motivasi untuk mencapai tujuan yang ia bayangkan (Siebert,2005) 2.

2.2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Resiliensi

  Seorang anak dapat disebut sebagai anak yang resilien apabila mereka memenuhi kriteria yang diperlukan. Kriteria pertama adalah terdapatnya sebuahkeadaan yang merupakan ancaman atau sifatnya berbahaya bagi individu tersebut.

2.2.4.1 Faktor Resiko

2.2.4.2 Faktor Protektif

  Faktor protektif internal adalah asset atau faktor protektif yang secara konstan muncul dalam pembahasan mengenai karakteristik anak yang resilien dan meliputikompetensi sosial, kemampuan memecahkan masalah, otonomi dan kesadaran akan tujuan dan masa depan (Waters dan Sroufe; Garmezy; Rutter; Werner danSmith; Masten et al; Gore dan Eckenrode; Consortium on the School-BasedPromotion of Social Competence dalam Howard, 1999). Bukan saja menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhanfisik, sosial, dan ekonomi, tetapi juga menghadapi tugas-tugas perkembangan yang berkaitan dengan faktor psikologis, seperti pencapaian kebahagiaan dankepuasan, persaingan, kekecewaan, dan perang batin yang bisa terjadi karena perbedaan nilai dan norma dalam kehidupan sosial.

2.4 Hubungan Antara Resiliensi dan Prestasi Belajar pada Siswa

  Resiliensi dan prestasi belajar memiliki keterkaitan satu sama lain hal ini berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Gutman, Samerof dan Cole(2003) ditemukan bahwa anak-anak yang mengalami kondisi sulit dengan tingkat resiliensi yang tinggi mampu untuk mencapai tingkat yang tinggi dalam motivasidan performansi akademik. Sedangkanmenurut Jew, Green, dan Kroger (1999) bahwa individu yang memiliki skor yang tinggi dalam resiliensi cenderung menunjukan kemampuan akademik yang baikdaripada individu yang memiliki resiliensi yang rendah.

2.5 Kerangka Berpikir

  Faktor protektif adalah hal-hal yang membantu individu bertahandari dampak yang diakibatkan dari tekanan yang diterima, membantu mengatasi keadaan tidak menyenangkan tersebut dan mampu menyesuaikan diri dalam Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gutman, Samerof dan Cole(2003) ditemukan bahwa anak-anak yang mengalami kondisi sulit dengan tingkat resiliensi yang tinggi mampu untuk mencapai tingkat yang tinggi dalam motivasidan performansi akademik. Sedangkanmenurut Jew, Green, dan Kroger (1999) bahwa individu yang memiliki skor yang tinggi dalam resiliensi cenderung menunjukan kemampuan akademik yang baikdaripada individu yang memiliki resiliensi yang rendah.

2.6 Hipotesis

Ha : Ada hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dengan prestasi belajarHo : Tidak ada hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dengan prestasi belajar

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan penelitian yang akan digunakan adalah pendekatan kuantitatif

  Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif dengan analisis korelasional sesuai dengan tujuan penelitian yang menelitihubungan antara resiliensi dengan prestasi belajar. Arikunto (2009) menyatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untukmengumpulkan informasi mengenai suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan .

3.2 Variabel Penelitian

  Pengertian variabel menurut Kerlinger (2002:49) adalah simbol atau lambang yang padanya diletakkan bilangan atau nilai. Resiliensi dalam penelitian ini adalah empat kategori penyusun kekuatan pribadi individu yang resilien menurut Benard (2004) yangterdiri dari kompetensi sosial, kemampuan pemecahan masalah, otonomi, dan kesadaran akan tujuan dan masa depan yang tercermin dalam bentuk Prestasi belajar merupakan hasil penilaian aktivitas belajar siswa yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yangdapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai peserta didik dalam periode tertentu .

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

  3.3.2 Sampel Penelitian Sampel ialah sebagian atau wakil populasi yang diteliti dengan maksud untuk menggeneralisasikan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian (Kountur,2004). Pendapat lain dikemukakan oleh Gay dalam Sevilla (1993) yaitu, jumlah minimal sampel dalam penelitian adalah 10% dari populasi dan untuk populasiyang sangat kecil diperlukan minimum 20%.

3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel

  Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling sistematis, yaitu tekhnik random sampling sederhanayang dilakukan secara ordinal. Artinya anggota sampel dipilih berdasarkan urutan tertentu (Usman,2006).

3.4 Metode dan Instrumen Pengumpulan Data . 1 Metode Pengumpulan Data

  Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian . Adapun metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode non –test, sedangkan instrumen yang digunakan berupa angket(questionnaire) yaitu sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atauhal-hal yang ia ketahui (Arikunto:2006) dengan menggunakan skala model Likert, dimana variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel.

3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dan nilai rata-rata seluruh mata pelajaran pada rapor siwa. Skalaresiliensi yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori Benard Table 3.1 Nilai Skor Jawaban Kategori Pilihan Fav Unfav Sangat Setuju (SS) 4 1 Setuju (S) 3 2 Tidak Setuju (TS) 2 3 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4

3.4.2.1 Blue Print Try out Skala Resiliensi

  Skala resiliensi yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teoriBenard (2004) yaitu empat kategori penyusun kekuatan pribadi individu yang resilien yang terdiri dari kompetensi sosial, kemampuan pemecahan masalah,otonomi, dan kesadaran akan tujuan dan masa depan yang penulis kembangkan sendiri. KemampuanPemecahanMasalah 12,42*,50 33,70 memiliki keterampilan untuk bertahan hidup yang meliputikemampuan individu dalam mencari sumber-sumber di luardiri mereka.

3.4.3 Tekhnik Uji Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini teknik uji instrumen penelitian yang dilakukan ialah

a. Uji Validitas

  Untuk memperoleh pengukuran yang valid dilakukan pengkorelasian skor item dengan skor total. Bila korelasi antara skor item dengan skortotal menghasilkan korelasi yang rendah, maka item dinyatakan gugur atau dimodifikasi, sedangkan bila korelasi yang didapat menghasilkanskor yang tingi maka item tersebut dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur.

b. Uji Reliabilitas

  Reliabilitas adalah konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama padakesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir –butir ekuivalen yang berbeda, atau dalam kondisi pengujian yangberbeda (Anastasi,2007). Tahap persiapan penelitianTahap persiapan dimulai dengan perumusan masalah, menentukan variabel penelitian, melakukan studi kepustakaan untuk mendapatkan gambarandan landasan teoritis yang tepat, menentukan, menyusun, dan menyiapkan alat ukur yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu skala resiliensi dan nilai rata-rata seluruh mata pelajaran pada rapor siswa yang kemudian dilakukan pengecekan pembimbing terlebih dahulu.

BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan hasil pengolahan data yang diambil pada penelitian, gambaran umum serta hasil penelitian yang telah dilakukan

  Sekolah ini merupakan Sekolah Menengah Akselerasi Internat (SMART) yang merupakansekolah model yang didirikan oleh Dompet Dhuafa pada tahun 2004 dengan peserta didik seluruhnya berasal dari anak-anak kurang mampu, namun memilikipotensi akademik dan kecerdasan lain yang tinggi. Kelas IV 34 siswa dan kelas V berjumlah 28 siswaterdiri dari kelas IPA dan IPS yang semuanya berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 14-18 tahun, dimana mereka memiliki IQ di atas rata-rata.

4.2 Deskripsi Data

Berikut akan di uraikan deskripsi hasil perhitungan statistik skor subjek penelitian yang dibantu dengan penyajian dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Skor Resiliensi dan Prestasi Belajar Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Resiliensi62 77.00 115.00 100.5806 7.96416 Prestasi Belajar 62 72.00 85.00 78.3710 2.21199 Valid N (listwise) 62

4.2.1 Kategorisasi Skor Penelitian

Untuk mengetahui skor resiliensi yang diperoleh responden itu tinggi atau rendah, maka disajikan norma skor skala resiliensi setelah diketahui nilai Mean =100,5806 dan SD = 7,96416 adalah sebagai berikut : Tabel 4.3 Komposisi Responden Berdasarkan Pengkategorian Skor Resiliensi Kategori Klasifikasi Sebaran Interval Frekuensi %Tinggi X 12 19,35% ≥ 1M + SD ≥ 108Sedang 1M – SD 92 40 64,52%≤ X <1M + ≤ X < 108 SDRendah X < 1M - SD < 92 10 16,13%Total 62 100% Dari data di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 19,35 % atau 12 responden berada pada kategori resiliensi tinggi, sedangkan responden sebanyak 64,52% atau 40 orang berada pada kategori resiliensi sedang, dan sebanyak16,13% atau 10 orang memiliki tingkat resiliensi yang rendah Kemudian untuk mengetahui skor prestasi belajar yang diperoleh responden tinggi atau rendah, maka disajikan norma skor prestasi belajar setelahdiketahui nilai Mean = 78,3710 dan SD = 2,21199 sebagai berikut: Tabel 4.4 Komposisi Responden Berdasarkan Pengkategorian Skor Prestasi Belajar Kategori Klasifikasi Sebaran Interval Frekuensi %Tinggi X 21 33,87% ≥ 1M + SD ≥ 80Sedang 1M – SD 76 37 59,68%≤ X <1M + ≤ X < 80 SDRendah X < 1M - SD < 76 4 6,45%Total 62 100% Dari data di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 33,87 % atau 21 responden berada pada kategori prestasi belajar tinggi, sedangkan respondensebanyak 59,68% atau 37 responden berada pada kategori prestasi belajar sedang, dan sebanyak 6,45% atau 4 responden berada pada kategori prestasibelajar rendah.

4.3 Uji Hipotesis

  Adapun hasil perhitungannya adalah sebagai berikut: Tabel 4.5 Hasil Uji Korelasi antara Resiliensi dengan Prestasi Belajar CorrelationsRESILIENSI PRESTASI BELAJAR RESILIENSI Pearson Correlation 1 .062 Sig. N 62 62 Berdasarkan hasil perhitungan korelasi pada tabel 4.5 di atas didapatkan indeks signifikansi sebesar 0.632 > 0.05, maka hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan terdapat hubungan positif yang signifikan antara resiliensi denganprestasi belajar anak binaan Yayasan SMART Ekselensia Indonesia ditolak dan hipotesis nihil (Ho) yang menyatakan tidak ada hubungan positif yang signifikanantara resiliensi dan prestasi belajar pada anak binaan Yayasan SMARTEkselensia Indonesia diterima.

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN Dalam bab ini, akan diuraikan mengenai kesimpulan berdasarkan analisa

  Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, resiliensi dan prestasi belajar memiliki keterkaitan satu sama lain hal ini berdasarkan hasil dari penelitian yangdilakukan oleh Gutman, Samerof dan Cole (2003) ditemukan bahwa anak-anak yang mengalami kondisi sulit dengan tingkat resiliensi yang tinggi mampu untukmencapai tingkat yang tinggi dalam motivasi dan performansi akademik. Sedangkan menurut Jew, Green, dan Kroger(1999) bahwa individu yang memiliki skor yang tinggi dalam resiliensi cenderung menunjukan kemampuan akademik yang baik daripada individu yangmemiliki resiliensi yang rendah.

5.3. Saran

  Dari beberapa hambatan yang dihadapi peneliti dalam melakukan penelitian, peneliti berharap adanya perbaikan dan pengembangan pada penelitianselanjutnya. Berikut ini terdapat beberapa saran teoritis dan praktis yang terkait dalam penelitian ini.

5.3.1. Saran Teoritis

  Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa hal yang peneliti sarankan untuk selanjutnya dapat digunakan bagi peneliti yangakan mengambil topik yang sama dengan penelitian ini, antara lain sebagai berikut: 1. Penelitian selanjutnya agar dapat melakukan penelitian pada sampel yang yang lebih banyak lagi dan bervariasi karena dalam penelitian inipenulis hanya terbatas pada sample siswa laki-laki saja 2.

5.3.2. Saran Praktis 1

  Bagi para siswa, walaupun hasil penelitian ini resiliensi tidak berhubungan dengan prestasi belajar, namun berdasarkan hasilpenelitian responden yang berada pada skor resiliensi tinggi dan sedang sebagian besar dari mereka juga memiliki prestasi belajar yang tinggipula. Kepada lembaga atau pihak yang terkait dalam penelitian ini, bahwasanya nilai rapor yang biasanya digunakan untuk mengukurprestasi belajar siswa ternyata tidak dapat mewakili prestasi belajar yang sesungguhnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Prestasi belajar ditinjau dari persepsi siswa terhadap iklim kelas pada siswa yang mengikuti program percepatan belajar.(01:01,19-27)Karen, Reivich. Hubungan resiliensi dan prestasi akademik pada Remaja Madya yang Orang Tuanya Bercerai .

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan antara tingkat kreativitas berfikir siswa dengan prestasi belajar matematika siswa MTsN 12 Jakarta
0
5
138
Hubungan antara perhatian Orang Tua dengan prestasi belajar agama islam siswa SMEA Budi Mulia Ciledug Tangerang
0
3
100
Hubungan antara pesiliensi dengan prestasi belajar anak binaa yayasan SMART Ekselensia Indonesia
11
65
70
Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa di SMK dua Mei Ciputat
0
15
86
Hubungan antara motifasi belajar dengan prestasi belajar siswa kelas ll SLTPN l Sukaraja
0
4
87
Hubungan antara motivasi berprestasi dan status sosial ekonomi dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 6 Bekasi
1
9
120
Hubungan antara Adversity quotient dengan prestasi belajar siswa SMUN 102 Jakarta Timur
2
19
92
Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (studi Penelitian pada anak Yatim di SMP YPMS Kedaung)
0
12
77
Hubungan antara kompetensi pedagogik guru IPS dengan prestasi belajar siswa di SMA PGRI 56 Ciputat
1
3
95
Hubungan antara tipe kecemasan dengan prestasi belajar statistik mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta
9
23
78
Hubungan antara self-regulated learning dengan prestasi belajar siswa SMP Bina Amal Bekasi
0
4
75
Hubungan antara kegiatan ekstrakurikuler rohis dengan prestasi belajar PAI di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta
3
22
109
Hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar anak : studi kasus di smpi al-khasyi'un ciputat
0
7
0
Hubungan antara nilai UAS IPA di SMP dengan prestasi belajar biologi di SMA negri 94 Jakarta Barat
0
12
0
Hubungan antara kecerdasan emosi dan kepercayaan diri dengan prestasi belajar yang dimoderasi oleh penyesuaian sosial
2
3
125
Show more