Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games Tournament) terhadap pemahaman konsep matematika siswa

Gratis

1
8
185
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) TERHADAP PEMAHAMAN

  Tujuan dari penelitian ini (1) Mengetahui pengaruh pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ( )terhadap pemahaman konsep matematika siswa, (2) Mengetahui pemahaman konsep matematika siswa setelah penerapan pembelajaran dengan modelpembelajaran kooperatif tipe TGT ( ), (3)Mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan model pembelajarankooperatif tipe TGT ( ). Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode quasi eksperimen dengan desain penelitian .

KONSEP MATEMATIKA SISWA

  Tujuan dari penelitian ini (1) Mengetahui pengaruh pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ( )terhadap pemahaman konsep matematika siswa, (2) Mengetahui pemahaman konsep matematika siswa setelah penerapan pembelajaran dengan modelpembelajaran kooperatif tipe TGT ( ), (3)Mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan model pembelajarankooperatif tipe TGT ( ). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajarankooperatif tipe TGT dan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional.

KATA PENGANTAR

  ﷲا ﻢﺴﺑ ﻢﻴﺣّﺮﻟا ﻦﲪّﺮﻟا Puji sukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta karunia nikmatNya yang tiada batas sehingga penulis dapat menyelesaikanskripsi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa” ini dengan baik. Paling istimewa untuk ayahanda dan Ibunda tercinta yang nuraninya mengalir indah dalam darahku, yang telah tulus merawat, membesarkan,mendidik, dan mencurahkan kasih sayang serta tak bosan?bosannya memberikan dukungan moril, materil, semangat dan do’a untuk penulis.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan

  Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran.“Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur?unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling 3 mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.” Proses pembelajaran ini dapat terjadi di sekolah atau di luar sekolah. Salah satu metode yang memungkinkan siswa dapat memahami konsep matematika dengan baik adalah metode pembelajaran 5 disampaikan oleh guru dapat bertanya kepada teman satu timnya untukmemperoleh informasi lebih, sehingga dalam kegiatan turnamen siswa telah memahami materi pelajaran dan siap bersaing dengan lawannya.

B. Identifikasi Masalah

  Dari latar belakang tersebut dapat diidentifikasi beberapa masalah antara lain: 1. Matematika dianggap mata pelajaran yang membosankan menurut sebagian besar siswa.

C. Pembatasan Masalah

  Manfaat Penelitian 8 dapat mengasah kreativitas dengan menyusun sendiri Lembar Kerja Siswa(LKS) yang mempermudah guru mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Bagi Peneliti, hasil dari penelitian ini dapat menjadi wahana ilmiah dalam mengaplikasikan kemampuan yang diperoleh selama menjalaniperkuliahan dan dapat memberi gambaran yang jelas mengenai pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalamupaya meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa.

BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Landasan Teori

1. Pemahaman Konsep Matematika

a. Pengertian Pemahaman

  Pemahaman atau mempunyai beberapa tingkat kedalaman arti yang 2 lainnya, penafsiran dan memperkirakan.” Misalnya menerjemahkan bahan dari suatu bentuk ke bentuk lainnya, menafsirkan bagan,menerjemahkan bahan verbal ke rumus matematika. Anderson dan krathwohl dalam bukunya & + 1 mengemukakan definisi tentang “memahami” & sebagai berikut, 235 + + +“memahami” didefinisikan sebagai membangun '4 makna pesan instruksional meliputi lisan, tulisan dan komunikasi grafik.

b. Pengertian Konsep Para ahli berbeda?beda dalam mendifinisikan suatu konsep

  Dengan demikian, jika anak aktif dan terlibat dalam 12 diperbuatnya, seperti ia dapat membedakan dari contoh dan bukancontoh, ia dapat menyebutkan ciri?ciri dari suatu konsep sampai kepada kemampuannya dalam memecahkan masalah. Begitu pula dalam belajar matematika, siswa harus benar?benar memahami konsep yang dipelajarinya dengan baik karena matematikamerupakan bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan.

c. Pengertian dan Karakteristik Matematika

  Sebagai contoh adanya pendapat yang mengatakan matematika itu timbul karena pemikiran?pemikiran manusia yangberhubungan dengan ide, proses, dan penalaran yang terbagi menjadi 4 wawasan yang luas yaitu aritmatika, aljabar, geometri, dan analisisdengan aritmatika mencakup teori bilangan dan statistika. Pengubahan ( ), yaitu pemahaman yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menerjemahkan kalimat dalam soal menjadi bentuk kalimat lain,misalnya menyebutkan variabel?variabel yang diketahui dan yang ditanyakan.

2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

  Menurut konsep komunikasi, pembelajaran adalah proses perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagisiswa yang bersangkutan melalui komunikasi fungsional yang terjasi antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa. Berdasarkan pendapat?pendapat di atas dapat diambil pengertian bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu modelpembelajaran yang memungkinkan siswa belajar dalam kelompok kecil atau tim untuk saling membantu, saling mendiskusikan danberargumentasi dalam menyelesaikan sebuah masalah, menyelesaikan suatu tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersamadalam pembelajaran.

b. Karakteristik dan Urgensi Pembelajaran Kooperatif

  29 Perlu diterapkan pembelajaran kooperatif dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa karena pembelajaran kooperatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan belajar, meningkatkankehadiran siswa dan kerja siswa yang lebih positif, menambah motivasi dan percaya diri serta menambah rasa senang berada di sekolah. Selainitu menurut Johnson&Johson dan Sutton, pembelajaran kooperatif sangat penting dikarenakan memberikan nilai positif bagi siswa dengan adanyasaling ketergantungan dalam kelompoknya, meningkatkan interaksi antara siswa dalam hal tukar?menukar ide mengenai masalah yang sedangdipelajari, siswa belajar bertanggung jawab dalam hal membantu siswa 24 interpersonal siswa sebagai anggota kelompok juga ketika siswa 30 menyampaikan ide dalam kelompoknya.

c. Teori yang Melandasi Pembelajaran Kooperatif

  Kemudian Ausubel mengemukakan bahwa belajar lebih bermakna bagi siswa jika materipelajaran diurutkan dari umum ke khusus, dari keseluruhan ke yang rinci dan dalam pembelajaran hendaknya dirancang dalam bentuk abstrak atauringkasan konsep?konsep dasar tentang apa yang dipelajari dan hubungannya antara materi yang baru dengan materi yang telah ada 37 dalam struktur kognitif siswa. Teori motivasi Menurut teori motivasi, motivasi siswa dalam pembelajaran 26 yaitu:a) Kooperatif, dimana orientasi tujuan masing?masing siswaturut membantu pencapaian tujuan siswa lain;b) Kompetitif, dimana upaya siswa untuk mencapai tujuan akan menghalangisiswa lain dalam pencapaian tujuan;c) Individualistik, dimana upaya siswa untuk mencapai tujuan tidak ada hubungannya dengan 38 siswa lain dalam mencapai tujuan tersebut.

e. Langkah langkah model pembelajaran kooperatif tipe TGT

  MengajarMengajar dalam metode TGT sama dengan pembelajaran pada umumnya, yaitu guru mempresentasikan pelajaran yang akandibahas, ketika guru mempresentasikan pelajaran, siswa sudah berada pada kelompok?kelompok kecil. Hari pertama dari kerja kelompok dalam TGT adalah menjelaskan kepada siswa mengenai makna belajar dalamkelompok dan aturan yang berlaku.

d. Penghargaan Kelompok

  Pindahkan poin turnamen tiap siswa ke dalam lembar rangkuman kelompok berdasarkan kelompoknya. Jumlahkan semua skor anggota kelompok dan bagi sesuai banyaknya anggota kelompok.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

  Penelitian yang dilakukan oleh Ani Kurniasari (2006) dalam skripsinya yang berjudul “Komparasi Hasil Belajar Antara Siswa Yang Diberi 3676,05 sedangkan nilai rata?rata siswa yang diajarkan dengan metode STAD sebesar 70,13. hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa: (1) peran aktifsiswa dalam kegiatan pembelajaran matematika pokok bahasan bilangan bulat melalui penerapan model pembelajaran : melaluitipe TGT meningkat, dan (2) hasil belajar matematika pokok bahasan bilangan bulat melalui penerapan model pembelajaran : melalui tipe TGT meningkat.

C. Kerangka Berfikir

  Pemahaman konsep merupakan salah satu unsur evaluasi dalam pembelajaran matematika selain kemampuan penalaran, komunikasi dan 37 Teori kognitif menyatakan bahwa interaksi antar siswa diperlukan untuk menyelesaikan tugas dan soal?soal yang sulit. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif menekankan pada interaksisiswa dan kerjasama kelompok, salah satu tipe pembelajaran kooperatif adalahTGT ( ), dimana dalam proses pembelajarannya menggunakan untuk membuat siswa senang mempelajari matematika.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

  Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMPN 21 Tangerang yang beralamat di jalan Halim Perdana Kusuma Perum Alam Raya kelurahan Jurumudikecamatan Benda Tangerang. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2010/2011.

B. Metode Penelitian

  Pembelajaran dengan model kooperatif tipe TGT ini diduga dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa,sehingga adanya hubungan sebab akibat antara penerapan pembelajaran dengan model kooperatif tipe TGT terhadap pemahaman konsep matematikasiswa. Tabel 5 Desain Penelitian Kelompok PerlakuanEksperimen X O 1 Kontrol X O 2 Keterangan: O = postes pada kelompok eksperimen maupun kelas kontrolX = perlakuan dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT 1 X = perlakuan dengan menerapkan pembelajaran konvensional 2 C.

D. Teknik Pengumpulan Data

  Tes Tes dilakukan untuk mengukur perbedaan pemahaman matematika antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatiftipe TGT dan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Setiap indikator diberikan nilai sesuai denganpengamatan observer terhadap siswa dalam satu kelompok dengan kriteria sebagai berikut: Tabel 7 Penskoran Aspek Lembar Observasi Aktifitas Belajar SiswaNilai Keterangan Tidak ada siswa melakukan 1 1 orang melakukan2 2 orang melakukan A ) yang diterapkan selama pembelajaran.

E. Instrumen Penelitian

  TesTes adalah pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan ataubakat yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep dalam bentuk soal?soaluraian yang terdiri dari 20 soal uraian.

2 B

  Adapun rumus yang digunakan untuk mengukur reliabilitas suatu tes yang berbentuk uraianadalah dengan menggunakan rumus & , yaitu: 2   ! − 1   Keterangan: = koefisien reliabilitas11 ,= D Keterangan:: Indeks kesukaran , : Jumlah skor yang diperolehD : Jumlah skor maksimum Klasifikasi Indeks Kesukaran: IK : 0,70 – 1,00 = Mudah0,30 – 0,70 = Sedang 5 0,00 – 0,30 = Sukar d) Uji Daya PembedaUji daya pembeda soal bertujuan untuk mengetahui kemampuan soal dalam membedakan kemampuan siswa.

F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

1. Teknik Pengolahan Data

  Setelah tes dan pedomanobservasi diisi oleh reponden dan telah dikumpulkan kepada penulis, kemudian penulis memeriksa satu persatu tes dan pedoman observasiyang dikembalikan. Adapun kriteria pemberian skor untuk posttest adalahsebagai berikut: Tabel 8 Kriteria Pemberian Skor Tes Essay Skor Kriteria 4 Siswa dapat menjawab soal dengan sempurna, mulai dari variabel yang diketahui dan ditanyakan hingga tidakmengandung kesalahan dalam perhitungan.

2. Teknik Analisis Data

a. Analisis Data Hasil Tes

1. Pengujian Prasyarat Analisis Data

a) Uji Normalitas

  Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. = −" 1 ( ) ( ) > > Keterangan:= Harga mutlak terbesar (> ) = Peluang angka baku(> ) = Proporsi angka baku Dengan= , = ≤ , = tabel .

b) Uji Homogenitas

  2 2 != dimana Keterangan:: Nilai Uji E: Varians terbesar ! E: Varians terkecil 8 Adapun hipotesis dari uji homogenitas dengan menggunakan uji ini adalah:= Varian sampel homogen = Varian sampel tidak homogen kriteria pengujian untuk uji homogenitas adalah: Uji Homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data sampel berasal dari populasi yang variansnya sama.

2. Pengujian Hipotesis

  2 Uji Hipotesis dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pemahaman konsep matematika antarasiswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatif tipe TGT dan siswa yang mendapatkan pembelajaran denganpendekatan konvensional (metode ekspositori). Rumus Uji “t” yang digunakan yaitu : 1) Jika varian populasi heterogen: atau2) Jika varian populasi homogen: 2 # #88 #8 C C #8 #8 C C 1 = denganKeterangan: C 8 : nilai rata?rata hasil belajar kelompok eksperimen C # : nilai rata?rata hasil belajar kelompok kontrol8: jumlah sampel kelompok eksperimen 2) ) 1 ( 1 ( 2 2 2 − +− + − = #8 # #88 1 non?parametrik yang digunakan pada penelitian ini adalahUji Mann?

2 Keterangan:

3 : nilai rata?rata σ : nilai simpangan baku3 : banyaknya anggota kelompok 1 1 92 : banyaknya anggota kelompok 2

b. Analisis Data Hasil Observasi

  Berdasar pedoman penskoran yang telah dibuat, dihitung jumlah skor keseluruhan untuk kelas eksperimen sesuai masing?masingaspek yang diamati. Skor rata?rata tersebut dipersentase dan dikualifikasi dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: Tabel 9, Kualifikasi Persentase Skor Hasil Observasi Keaktifan Belajar Siswa Rentang Skor Kualifikasi Sangat tinggi80,01% ?

G. Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik yang akan diuji pada penelitian ini adalah:(1) Untuk Uji “t” : / = 8 # / : ≠8 # Keterangan:Rata?rata siswa kelompok eksperimen8 = Rata?rata siswa kelompok kontrol # =(2) Untuk Uji Mann?Whitney (Uji “U”) / : =α / : >α Keterangan:= nilai hasil penghitungan Uji “U” = nilai pada taraf signifikansi α = , 05α

BAB IV ENELITIAN HASIL P A. Deskripsi Data Penelitian dilakukan di SMPN 21 Tangerang. Pada penelitian ini

  Berdasarkan pengamatan Pada akhir pembelajaran (pertemuan terakhir) kedua kelompok diberikan posttest yang digunakan untuk mengetahui kelompok mana yangmemiliki pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang telah disampaikan. Berdasarkan penghitungan data statistik awal (lihat lampiran penghitungan data statistik awal halaman 174 ), diperoleh nilai posttest materiteorema Pythagoras dan lingkaran dengan model pembelajaran kooperatif tipeTGT dan konvensional dalam tabel distribusi frekuensi, histogram dan poligon berikut: Tabel 10 Distribusi Frekuensi Pemahaman Konsep Kelompok EksperimenNilai Frekuensi Presentase (%) 17,5 8 ?

B. Pengujian Persyaratan Analisis

  Berdasarkan penghitungan uji normalitas data (lihat lampiran penghitungan uji normalitas halaman 184), diperoleh untuk ( ) kelompok eksperimen sebesar 0,12900 dan pada tabel harga kritis untuk = 40 pada taraf signifikansi α = , 05 adalah sebesar 0,14008. 1 , 60561 Untuk taraf signifikansi dengan db pembilang = 39 dan db α = , 05 penyebut = 38 , melalui Microsoft Excel (FINV) = 1,71244.

C. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan

  Pengujian HipotesisPerhitungan uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dalam pembelajaran dengan menggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams? Berdasarkan uji prasyarat yang telah dilakukan, diperoleh dua kelompok yang berdistribusi normal dan heterogen dengan n ≠n , maka uji?t yang 1 2 digunakan adalah: 8 # C − C= 2 2− 1 − 1  1 1 ( ) ( ) Dengan taraf signifikan = 0,05 dan db = 77, maka pada t diperoleh α hitung 1,4992 dan t sebesar 1,66 (lihat lampiran penghitungan pengujian tabel hipotesis halaman 190).

2 S 533,4 331,49

  Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang siswa didapat informasi bahwa siswa senang belajar dengan model pembelajarankooperatif tipe TGT ( ), karena merupakan pengalaman belajar yang baru dan suasana belajarnya yang nyamanmendorongnya untuk terus berusaha memahami sendiri materi yang disampaikan. Siswa yang awalnya Dengan demikian, walaupun belum diperoleh hasil yang secara signifikan menyatakan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran denganmodel pembelajaran kooperatif tipe TGT ( ) terhadap pemahaman matematika siswa, namun pembelajaran denganmodel pembelajaran kooperatif tipe TGT ( ) dapat dijadikan salah satu alternatif dalam memilih variasi modelpembelajaran dalam proses pembelajaran matematika di sekolah.

D. Keterbatasan Penelitian

  Kondisi siswa yang masih merasa kaku selama proses pembelajaran karena belum terbiasa dengan tahap?tahap pembelajaran yang dianggapbaru atau lain dari yang biasa dilaksanakan gurunya. Alokasi waktu yang kurang untuk mengkondisikan siswa benar?benar melaksanakan tahap?tahap pembelajaran secara maksimal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang diperoleh dari

  matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ( ) dan siswayang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT( ) dapat menciptakan suasana belajar aktif, menyenangkan yang nyaman dan akrab, sehingga siswa beranimengajukan pendapat, pertanyaan dan jawaban.

B. Saran

  Bagi sekolah khususnya bagi guru, hendaknya menggunakan variasi model pembelajaran kooperatif dalam proses pembelajaran, salah satunyayaitu model pembelajaran kooperatif tipe(TGT) untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, nyaman dan akrab bagi siswa, sehingga mendorong siswa untuk ikut terlibat danmerasa memiliki kegiatan belajar yang diikutinya. Karena beberapa keterbatasan peneliti dalam melaksanakan penelitian ini, maka disarankan dilakukan penelitian lanjutan yang sama yaitu menelititentang pembelajaran dengan tipe TGT ( ), tetapi pada pokok bahasan yang berbeda atau jenjang pendidikan sekolahyang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

  Ani Kurniasari, “Komparasi Hasil Belajar Antara Siswa yang Diberi Metode TGT 1 + & , New York: Addison Wesley Longman, Anderson, Lorin W. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII / II Tahun Pelajaran : 2010/2011 Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator • Membuktikan Teorema Pythagoras.

2. Kegiatan Inti (55 menit) • Guru memberikan pengantar materi

  Nyatakan luas daerah yang diarsir e.sebagai selisih luas persegi yang sisinya a+b dengan luas daerah yang tidakdiarsir. Jika panjang sisi siku?siku suatu segitiga adalah cm, cm, dan panjang sisi miring adalah cm, maka tuliskan hubungan antara + + dan .

2 Karena a = ….., maka segitiga itu siku?siku

  Misalkan sisi terpanjang adalah a, maka: a = 10, b = …, c = …. 2 a =… 2 2 b + c = ….+ ….

2 Karena a …b +c maka segitiga itu…

  Isilah tabel berikut ini dengan cara memilih dua bilangan asli sebarang, misalkan m dan n dengan m > n. untuk mendapatkan 3 bilangan yangmerupakan tigaan Pythagoras!

2 M N m + n m – n mn Tigaan Pythagoras

  Pada segitiga DEF, FG tegak lurus DE, panjang DG = 10cm, GE = 24cm, dan FG = 15cm. Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VIII / II Tahun Pelajaran : 2010/2011 Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator × 40 Menit Alokasi Waktu: 2 Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat menentukan perbandingan sisi?sisi segitiga siku?siku yang salah satu sudutnya 30 , 45 , dan60 serta dapat menentukan salah satu sisi segitiga siku?siku yang salah satu sudutnya 30 , 45 ,60 dan salah satu sisinya diketahui.

B. Materi Ajar

  Diketahui segitiga ABC siku?siku di A dengan panjnag BC = 6 cm dan besar sudut B = 30 . Pada persegi panjang PQRS dengan panjang diagonal QS = 12 cm, dan besar sudut PSQ = 60 .

E. Sumber dan Alat/Media

  Bentuk penilaianBentuk penilaian yang digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa adalah soal?soal uraian. ∠ PSR b.∠ TRS dan c.∠ QPS Besar sudut pusat = 2 kali besar sudut keliling∠BOC = 2 x ∠BAC Keduanya menghadap busur yang sama Kelompok: ……..

A. Hubungan sudut pusat dan sudut keliling

  Sudut keliling adalah . Contoh: Jawab ∠,&- dan ∠, - menghadap busur &,+ maka:∠,&- = 2× ∠678 = 2 × …= … Jadi besar ∠,&- adalah .

a. Sudut keliling menghadap diameter lingkaran

  Contoh: Pada gambar di samping, besar∠,&-F 25 hitunglah besar ∠&,- G jawab 9 ∠&-, F ∠6;8 ∠&-, menghadap diameter AB, : Besar sudut sudut keliling yang menghadap busur yang sama adalah….. Contoh: Pada gambar di samping, besar∠ 66 dan BAC = ∠ ACD = 44 .

44 BAC = ACD = a

  Menentukan Tripel 34a, 4b, 4c 3 12 PythagorasMenentukan panjang sisi segitiga siku?sikumenggunakan perbandingan 4 5 1 4sisi?sisi segitiga siku?siku yang salah satu sudutnya30 , 45 , dan 60 . Menentukan jari?jari 9 12 1 4lingkaran luar sebuah segitigaMenentukan sudut pusat atau sudut keliling jika 1013, 14 2 8menghadap busur yang sama Menentukan besar sudutkeliling suatu segitiga yang 11 15 1 4salah satu sudutnya menghadap diameterlingkaran.

2. Lingkaran Waktu : 80 menit

  Tentukanlah apakah merupakan segitiga siku?siku, segitiga tumpul, atau segitiga lancip dari sebuah segitiga yang mempunyai sisi 12cm, 35cm, dan 37cm ! pada gambar di samping, ∠6;8 = 40 , dan ∠^;7 = 150Bila panjang busur &, = 60 cm, tentukanlah panjang busur 11.

16. Pada gambar di samping besar ∠ BAC = 66 , dan ∠ ACD = 44

  Jika besar∠ EAD = 30 , tentukanlah besar ∠ ! Diketahui: 9 cm F) = 12 cm Ditanya : 1 = …?

1 F )

  Jawab: 2 2 3 2cm 2 cm = 9 cm 4 2 cm = 16 cm 16 cm ≠ 4 cm + 9 cmKarena 4 2cm ≠ 2 2cm + 3 2cm , maka tigaan tersebut bukan tripel Pythagoras. ≠ 7 cm = 100 cm 100 cm ≠ 49 cm + 81 cmKarena 10 35 2cm + 35 2 cm = 1225 cm 37 2 cm = 1369 cm 1369 cm = 144 cm + 1225 cm 37 2cm = 12 2cm Jadi, jenis segitiga tersebut adalah segitiga siku?siku.

2 Karena 0 cm = 1 cm + 16 cm , maka tigaan tersebut adalah tripel Pythagoras

  Jawab : #" : # : " = 1 : 1 : 2 fg1 10cm 4 = hg = 2 1 10cm= 2 i = 10 cm × 2 i = 10 2 cm= = 10k` LM x 7 Diketahui : Keliling lingkaran = 62,8cmDitanya : Jari-jari lingkaran = . jari-jari lingkaran = 21cm 8 Diketahui : MN = diameter lingkaran = 42cm 4 10k` = lJari-jari lingkaran tersebut adalah 10cm 62,8cm6,28 = l 6,28 cm = 2 × 3,14 × l62,8 cm 2 × 3,14 = l 9 Diketahui : Jari-jari lingkaran = 14cmDitanya : Luas lingkaran yang jari-jarinya dua kali jari-jari lingkaran yang diketahui= .

12 Diketahui : sisi segitiga = 5cm, cm, dan 13cm

  Jawab : xy w = vr 9 q = + t + k : 1 cm cm cm = + 12 + 13 2 5 1 cm = 2 30 cm = 15 h = uq q − q − t q − k 4 cm cm cm cm cm cm cm = u15 15 − 5 15 − 12 15 − 13= u15 cm 10 cm 3 cm 2 cm 4cm = 900 :c = 30k` xy l = vrcm cm cm 5 × 12 × 13= cm cm 4 × 30 z 780k` BesarBesar ∠ABD = ∠67^ . = − 2 = 37 − 2 = 35 dan taraf siginifikansi sebesar 0,05 diperoleh Perhitungan Validitas Tes Uraian1a 1b 2a 2b 2c 3 4a 4b 4c 5a 5b678 9 10a 10bS1 11 12 13a 4 2 2 3 4 1 S25 1 1 1 2 3 4 4 3 1 2 3 4 1 S24 2 3 4 2 1 2 3 3 S28 1 1 4 3 2 1 S27 1 2 4 2 4 2 1 1 3 4 1 S26 1 1 1 3 2 4 2 2 1 2 2 1 3 2 1 2 3 2 S20 1 2 3 1 2 1 2 4 2 1 S21 1 2 3 2 S23 1 2 2 1 2 2 1 2 3 1 2 3 2 1 S22 1 3 3 2 4 3 1 4 4 2 S36 1 3 3 3 2 2 S37 4 1 4 1 2 sig.

2 S9

2 S34

  Menentukan nilai varians skor tiap?tiap soalMisal, untuk mencari varians nomor 1:2  C2 ( ) ∑  C − ∑ 2 ;   σ= ; 2 85( ) 277 − 2 37 σ = 1 37 22 , 2089 = σ 12 2. Menentukan ( = Daya Pembeda ,& ,, ( = − D& D, 55 27 ( = − 72 72 ( , 389 = 6.

REKAPITULASI SKOR OBSERVASI AKTIFITAS BELAJAR SISWA

  Tabel persiapan penghitungan Mean, Simpanan Baku dan Varians: ) ) $ & ' ( $ $ ( $ * * − =− ∑ − ∑ 40 40 1910 111960 40 1 2 2 2 2 2 2= − = ( )( ) ( ) ( )532,244 1 1 6. Penghitungan Keruncingan/Kurtosis = frekuensi kelas ke?1= banyaknya data 1 = nilai data ke?iC = nilai rata?rata α 4 Keterangan :4 α =− = 1∑ 4 4 1 4 ( ) ( ) ( )4α sebagai berikut: Untuk menghitung tingkat keruncingan suatu kurva (koefisien kurtosis) digunakan rumus ( )4α 4 C 1 −( ) 1 .

1 Keterangan : = batas bawah kelas median

  Penghitungan Modus ( )" Untuk menghitung modus data digunakan rumus:      2 1 Keterangan : = batas bawah kelas modus= panjang kelas1 4 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas sebelumnya2= frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas berikutnya Modus ( )" pada kelompok kontrol diperoleh sebagai berikut: 06 , 68 5 4 ( ) ( ) ( )4α pada kelompok kontrol diperoleh sebagai berikut: 4 1 . Menentukan perhitungan harga t hitung Karena kedua sampel homogen dengan n #n setelah diberi perlakuan, maka 1 2 pengujian hipotesis menggunakan rumus: 8 # C − C = 2 2 1 1  1 1  ( + − ) ( − )8 + 8 # #   − + 2 8 # 8 #  Sehingga diperoleh:47,75 − 40,44 † = „ ‡ 1 1 5.

PEDOMAN WAWANCARA

  Bagaimanakah pembelajaran yang pernah kamu alami di kelas selama ini sebelum pembelajaran matematika dengan yang diajarkan oleh saya? Teruskan !+ karena pembelajaran yang bapak lakukan memotivasi untuk lebih menyukai matematika dan tidak menganggap matematika pelajaran yangsulit.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individuallization (tai) terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas v sdi ummul quro bekasi
0
9
221
Pengaruh metode pembelajaran sq3r terhadap pemahaman konsep matematika siswa
5
27
160
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe stad terhadap penguasaan konsep siswa pada materi bunyi
1
55
180
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe take and give terhadap retensi siswa dalam tatanama ilmiah pada konsep Jamur
0
54
72
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games Tournament) terhadap pemahaman konsep matematika siswa
1
8
185
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi
1
19
162
Pengaruh model pembelajaran pencapaian konsep terhadap pemahaman konsep matematika siswa: studi eksperimen di SMA Pemabngunan UIN Jakartamp
6
21
123
Pengaruh model pembelajaran kooperatif metode make A match terhadap pemahaman konsep matematika siswa
4
18
201
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep fluida dinamis
0
8
192
Pengaruh pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi terhadap pemahaman konsep matematika siswa
2
6
160
pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe rotating exchange (RTE) terhadap minat belajar matematika siswa
3
47
76
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchangnge terhadap hasil belajar matematika siswa
0
3
203
Pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap pemahaman konsep matematika siswa
2
5
171
Pengaruh pembelajaran kooperatif struktur bertelepon (telephone) terhadap pemahaman konsep matematika siswa di SMP Negeri 1 Cibaliung
0
33
0
Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe student facilitator and explaining terhadap pemahaman matematik peserta didik
0
0
6
Show more