Penerapan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam pada siswa SD islam An-Nizomiyah

Gratis

0
4
98
2 years ago
Preview
Full text

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan hasil belajar PAI dan tingkat keberhasilanbelajar peserta didik kelas V SD Islam An-Nizomiyah pada mata pelajaran PAI melalui penerapan pembelajaran kontekstual. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki dan meningkatkan mutupraktik pembelajaran secara berkesinambungan.

AGAMA ISLAM PADA SISWA SD ISLAM AN-NIZOMIYAH

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan hasil belajar PAI dan tingkat keberhasilanbelajar peserta didik kelas V SD Islam An-Nizomiyah pada mata pelajaran PAI melalui penerapan pembelajaran kontekstual. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki dan meningkatkan mutupraktik pembelajaran secara berkesinambungan.

KATA PENGANTAR

  Ag., Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam FakultasIlmu Tarbiyah dan Keguruan, berkat jasa beliau penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik, beliau juga yang senantiasa memberikan yang terbaikuntuk seluruh mahasiswa Pendidikan Agama Islam. Akhirul kalam, penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan yang terdapat dalam skripsi ini, dan dengan kerendahan hati penulismenerima kritik dan saran yang konstruktif.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan suatu bangsa hanya dicapai melalui penataan pendidikan yang

  Keterpaduan keduafungsi tersebut mengacu kepada tujuan yang sama, yakni memanusiakan siswa yang secara operasional tercermin dalam tujuan pendidikan dan tujuanpengajaran, yang sekarang dikenal dengan istilah standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator hasil belajar. Pendidik dituntut untuk benar-benar mengetahui dan mengerti metode yang cocok dalam proses belajar mengajar yang disesuaiakan dengan kondisi dankemampuan peserta didik yang akhirnya pendidikan itu bisa mencapai tujuan yang diinginkan serta mendapatkan hasil yang maksimal.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pembelajaran Kontekstual

1. Pengertian Pembelajaran Kontekstual

  Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran atau lebih terkenal dengan sebutan Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konseppembelajaran yang membantu guru untuk mengaitkan antara materi ajar dengan situasi dunia nyata si siswa, yang dapat mendorong siswa membuathubungan antara pengetahuan yang diepalajari dengan penerapannya dalam 1 kehidupan para siswa sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Untuk memperkuat dimilikinya pengalaman belajar yang aplikatif bagi siswa, tentu saja diperlukan pembelajaran yang lebih banyak memberikankesempatan kepada siswa untuk melakukan, mencoba, dan mengalami sendiri(learning to do), dan bahkan sekedar pendengar yang pasif sebagaimana penerima terhadap semua informasi yang disampaikan guru.

1 Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rajawali Press

  Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatansiswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan yang nyata sehinggga mendorongsiswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. (CTL adalah pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses belajar di mana siswa menggunakan pemahaman dan kemampuan akademiknyadalam berbagai konteks dalam dan luar sekolah untuk memecahkan masalah yang bersifat simulatif ataupun nyata, baik sendiri-sendiri maupunbersama-sama).

4 Sistem CTL adalah proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa

  Dalam CTL pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada, artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuanyang sudah dipelajari, dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Pemahaman pengetahuan, artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk dipahami dan diyakini, misalnya dengan cara memintatanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu dikembangkan.

4. Skenario Pembelajaran Kontekstual

  Dalam pembelajaran kontekstual program pembelajaran merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang oleh guru, yaitu dalam bentuk skenariotahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswa selama berlangsungnya proses pembelajaran. Dalam program tersebut harus tercerminpenerapan dari ketujuh komponen CTL dengan jelas, sehingga setiap guru memiliki kesiapan yang utuh mengenai rencana yang akan dilaksanakan dalam 20 membimbing kegiatan belajar-mengajar di kelas.

B. Hasil Belajar

  Menurutnya belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatuperubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman 21 individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi 22 dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.

INPUT PROSES HASIL

  PsikomotorikPotensi perilaku yang Usaha mengubah Perilaku yang telah dapat diubah perilaku berubah 1. Efek pengiringTiga ranah hasil belajar tersebut dapat disebutkan sebagai berikut : a.

26 Benjamin S. Bloom berpendapat tiga ranah hasil belajar adalah kognitif, afektif dan psikomotorik

  Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkattinggi.” 2) Ranah afektif “berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi”.3) Ranah psikomotoris “berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. 27 Berdasarkan pendapat para ahli mengenai hasil belajar, penulis dapat menyimpulkan bahwa hasil belajar ialah tingkat penguasaan seseorang yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik sebagai akibat dari prosesbelajar yang telah diuji, salah satunya ialah dengan memberikan tes.

1. Definisi Pendidikan Agama Islam

  20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didiksecara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta 28 keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Dalam kurikulum PAI yang dikutip dari bukunya Abdul Majid dan DianAndayani, pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hinggamengimani ajaran agama Islam dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragamahingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.

2. Tujuan Pendidikan Agama Islam

  49 Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: 23 Pendidikan agama Islam di sekolah/madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian danpemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terusberkembang dalam keimanan. Sedangkan pada aspek psikomotor, tujuan yang ingin dicapai adalah agar siswa terampil melakukan ajaran Islam dalam kehidupansehari-hari.

34 Dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam disebutkan bahwa, Pendidikan

35 Tujuan pendidikan merupakan hal yang dominan dalam pendidikan

  agama Islam di sekolah/madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan penumpukan pengetahuan,penghayatan, pengamalan serta penglaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan,ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu berbicara pendidikan agama Islam, baik makna maupun tujuannya haruslah mengacu pada penanaman nilai-nilai Islam dan tidakdibenarkan melupakan etika sosial atau moralitas sosial.

3. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

  Ruang lingkup pendidikan agama Islam memiliki cakupan sangat luas, karena ajaran Islam memuat ajaran tentang tata hidup yang meliputi seluruh aspekkehidupan manusia, maka pendidikan agama Islam merupakan pengajaran tata hidup yang berisi pedoman pokok yang digunakan oleh manusia dalam menjalanikehidupannya di dunia ini dan untuk menyiapkan kehidupannya yang sejahtera di akhirat nanti. Al-Quran dan Hadits, meliputi:1) Hafalan surat-surat pendek2) Pengenalan huruf dan tanda baca Al-Quran3) Membaca Al-Quran dengan tajwid4) Menulis huruf Al-Quran5) Surat-surat yang berkaitan dengan: ilmu pengetahuan, IPTEK, kejadian manusia, alam semesta, buah-buahan, hewan, kesehatan dan lain-lain.

4. Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam

  20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikann Nasional Pasal 12 ayat 1 yang berbunyi: “setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan yang 37 dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama”. SesungguhnyaTuhan-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatpetunjuk.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Secara sederhana penelitian tindakan kelas dapat diartikan sebagai

  Sedangkan menurut Hopkins (1993:44) yang dikutip oleh RochiatiWiriaatmadja, PTK adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan dalamdisiplin inkuiri, atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang 2 terjadi, sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan. Penelitian, menunjuk pada kegiatan mencermati suatu objek, dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh dataatau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.1 Mulyasa, Praktik Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012), h.

3 PTK memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan jenis

  Dilihat dari segi problem yang harus dipecahkan, PTK memilikikarakteristik penting, yaitu bahwa problema yang diangkat adalah problem yang dihadapi oleh guru dikelas. Fokus penelitiannya pada pembelajaran sehingga proses dan pengambilan keputusan biasanya dilakukan oleh guru atau bersama peserta didik secaradisentralisasi dan diregulasi.3 7.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

  Sumber Data dan Jenis Data Terkait dengan penelitian ini yang akan dijadikan sebagai sumber data atau subyek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Islam An-Nizomiyah PejatenBarat, dimana peserta didik tersebut tidak hanya diperlukan sebagai obyek yang dikenai tindakan, tetapi juga aktif dalam kegiatan yang dilakukan. Skor tes peserta didik dalam mengerjakan soal yang diberikan, hasil diskusi pada saat pelajaran berlangsung dan hasil tes yang dilakukan pada setiap akhirtindakan.

E. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang benar dan akurat dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan beberapa metode yang antara lain sebagai berikut:

1. Pengamatan (Observasi)

  Observasi umum dari kegiatan kelas akan mengemukakan tanggapan peneliti yang subjektif sifatnya, sedangkan yangkhusus yang meliputi hal-hal yang sudah disepakati bersama dalam perencanaan, 7 data yang dihasilkan akan sangat membantu keperluan perkembangan sekolah. Observasi Aktivitas KelasObservasi aktivitas kelas merupakan suatu pengamatan langsung terhadap peserta didik dengan memperhatikan tingkah lakunya dalam pembelajaran,sehingga peneliti memperoleh gambaran suasana kelas dan peneliti dapat melihat secara langsung tingkah laku peserta didik, kerja sama, serta komunikasi di antarapeserta didik dalam kelompok.

2. Dokumentasi

  Ada macam-macam dokumen yang dapat membantu dalam mengumpulkan data penelitian, yang ada kaitannya dengan permasalahan dalampenelitian tindakan kelas, diantaranya: Silabi dan rencana pelajaran, laporan diskusi-diskusi tentang kurikulum, berbagai macam ujian dan tes, laporan rapat,laporan tugas siswa, bagian-bagian dari buku teks yang digunakan dalam 9 pembelajaran. Dalam hal ini peneliti menggunakan dokumentasi untuk mendapatkan data tentang profil SD Islam An-Nizomiyah Pejaten Barat yang mencangkup identitassekolah, visi misi sekolah, data peserta didik dan data penunjang lainnya.89 Ibid., h.

3. Tes

  Tes adalah merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturanyang sudah ditentukan. Untuk mengerjakan tes ini tergantung dari petunjuk yang diberikan misalnya: melingkari salah satu huruf di depan pilihan jawaban,menerangkan, mencoret jawaban yang salah, melakukan tugas atau suruhan, 10 menjawab secara lisan, dan sebagainya.

F. Analisis Data

  Penilaian ketiga apabila banyaknya peserta didik yang melakukan aktivitas terhitung 50% - 75% dari jumlah yang hadir, berarti penilaian pesertadidik dalam pembelajaran tergolong baik (disimbolkan dengan huruf B). Penilaian keempat apabila banyaknya peserta didik yang melakukan aktivitas terhitung > 75% dari jumlah yang hadir, berarti penilaian pesertadidik dalam pembelajaran tergolong baik sekali (disimbolkan dengan huruf A) 2.

11 Dari perhitungan ini, peneliti dapat mengetahui sampai sejauh mana

  T = Nilai jika semua benar tingkat keberhasilan peserta didik atas materi yang diajarkan ditinjau dari sudut kriteria keberhasilan belajar (indikator keberhasilan) yang diharapkan atau yangtelah ditetapkan.11 Selain itu, hasil perhitungan dari hasil masing-masing tes kemudian dibandingkan antara siklus I, siklus II, hasil ini akan memberikan gambaranmengenai presentase peningkatan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan penerapan pembelajaran kontekstual. Proses tersebut dilakukan melalui tahap menyederhanakan, mengklasifikasi, memfokuskan, mengorganisasi(mengaitkan gejala) secara sistematis dan logis, serta membuat abstraksi atas kesimpulan makna hasil analisis Untuk mengetahui perubahan hasil tindakan, jenis data yang bersifat kuntitatif yang didapatkan dari hasil evaluasi dianalisis dan dirubah menjadikualitatif dengan menggunakan rumus: Post rate Base rate -  P 100 %Base rate Keterangan : P = Presentase Peningkatan.

G. Tahapan Penelitian

  Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan. Tahap penelitian ini mengikuti model yangdikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, berupa suatu siklus spiral yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yangmembentuk siklus demi siklus sampai tuntas penelitian.

1. Pra siklus

  Dalam pelaksanaan pembelajaran pada pra siklus ini juga akan diukur dengan indikator penelitian yaitu akan dilihat aktifitas peserta didik dalam prosespembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membandingkan keberhasilan pembelajaran dengan penerapanpembelajaran kontekstual pada siklus satu dan siklus dua.

2. Siklus I

  e) Guru memberikan motivasi, seperti memancing emosional peserta didik melalui beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang akandisampaikan.2) Kegiataan inti a) Guru membagi peserta didik menjadi enam kelompok, masing- masing terdiri empat atau lima anggota kelompok dan mengatur tempat dudukpeserta didik agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka (kelompok pada siklus ini telah di rubah tidak sama dengan siklus satu). RefleksiRefleksi pada siklus dua ini dilakukan untuk melakukan penyempurnaan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kontekstual yang diharapkandapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran dan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam.

H. Indikator Keberhasilan

  Meningkatkan hasil belajar peserta didik (termasuk aktivitas peserta didik) kelas V SD Islam An-Nizomiyah pada mata pelajaran PAI, apabila peran guruselama proses pembelajaran sesuai dengan skenario dalam proses pembelajaran kontekstual, sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar b. Hasil belajar peserta didik yang berupa nilai tes peserta didik (setelah tindakan penelitian) yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu lebih dariatau sama dengan 70 sebanyak 75% dari seluruh peserta didik di kelas V SD Islam An-Nizomiyah dan rata-rata kelas lebih dari 7,0.

I. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

  Berikut ini merupakan jadwal rencana kegiatan penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan di SD Islam An-Nizomiyah Pejaten Barat. Persiapan 1 2 3 4 Menyusun jadwal dan konsep penelitianMembuat kesepakatan dengan guru mitra(kolaborator)Observasi data geografis dan historiesSD Islam An-NizomiyahMencari data kelas V 2.

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Profil SD Islam An-Nizomiyah Jakarta Selatan

  Visi sekolahMembentuk siswa yang unggul dan berprestasi, beriman dan berakhlak mulia serta mempunyai kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi. Misi sekolah1) Menanamkan keyakinan melalui keislaman2) Meningkatkan aktivitas akademis dan non akademis3) Mengembangkan keterampilan dibidang IPTEK, bahasa, olahraga dan 4) Membina kemandirian siswa melalui kegiatan terencana dan berkesinambungan5) Mengembangkan kegiatan yang menumbuhkan kesadaran warga sekolah terhadap masalah sosial dan lingkungan 2 Ruang Kepala Sekolah 6 31 24 54 Jumlah 166 144 310 5.

6. Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI SD ISLAM AN-NIZOMIYAHKETUA UMUM YAYASAN AN-NIZOMIYAH WALI KELAS KOMITE SEKOLAH GURU KEPALA SEKOLAH BIDANG PENDIDIKANMURID PEMBINA EKSTRAKURIKULER KOORDINATOR - KOORDINATORBENDAHARA / TU WAKIL KEPALA SEKOLAH

B. Paparan Data Sebelum Tindakan

  Kemudian peneliti dan guru PAI berdiskusimengenai rencana penelitian yang akan dilaksanakan, dan disepakati bahwa kelas V yang dijadikan sumber data penelitian. Setelah diadakan ulangan atau tes didapat nilai rata-rata kelas 67 dengan banyaknya peserta didik yang tuntas 50% dan yang tidak tuntassebanyak 50%.

C. Silkus I

  Setelah kelompok terbentuk dilanjutkan dengan mempersilahkan peserta didik untuk menunjuk ketua dari masing-masing kelompok yang bertugasmemimpin diskusi dan menunjuk seorang sekretaris yang tugas mecatat hasil diskusinya. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk merencanakan tindakan yang akanmereka lakukan terkait dengan materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, seperti taat pada perintah agama, sabar dalam menerimacobaan, dan sebagainya.

3. Observasi Siklus I

  Hal ini terlihat dari aktivitas bertanya peserta didik yang pada saat pra siklus mereka masih malu dan takut salah, pada siklus I ini mereka sudah Selama pelaksanaan pembelajaran, peneliti bertindak sebagai guru sekaligus sebagai observer yang mencatat lembar pengamatan padapedoman observasi. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan terdapat sedikit peningkatan prestasi belajar peserta didik yang semula nilai rata-rata kelas dari pre test sebesar 67 meningkat menjadi 72.9 atau sekitar 8.8%.

11 Muhammad Aditya Mulyadi

65 65%  12 Muhammad Alif Najmi 85 85%  13 Muhammad Devta Kautsar 65 65%  14 Muhammad Hisyam Azmi 85 85%  15 Novalia Sabrina 75 75%  16 Qonita Putrid Aryani 75 75%  17 Qori Afiah Fathdina 75 75%  18 Ralif Yoga Saputra 70 70%  19 Sarah Nisa 70 70%  20 Trianda Iqbal Ramadhan 90 90%  Jumlah 1458 14.58% 14 6 Nilai rata-rata 72.9 72.90% 70% 30%

4. Refleksi Siklus I

  para peserta didik masih ada yang tidaksenang dengan teman kelompoknya, dengan demikian tugas yang dikerjakan secara kelompok masih satu atau dua anak saja yangmengerjakan karena mereka tidak senang dengan teman kelompoknya. Kembali pada tujuan peneliti menerapkan pembelajaran kontekstual adalah untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didikterhadap materi PAI melalui pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif, maka peneliti menyimpulkan bahwa pada siklus I ini a.

1. Perencanaan Tindakan Siklus II

  Pada rencana tindakan siklus II peneliti tetap menerapkan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran pendidikan agama Islam,dengan model pembelajaran ini diharapkan dapat lebih membantu untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Menindaklanjuti hasil analisisdan refleksi pada siklus I, maka peneliti berupaya untuk melakukan improvisasi pada proses pembelajaran, yaitu dengan langkah-langkahsebagai berikut: a.

2. Pelaksanaan Tindakan Siklus II

  Kelompok ini anggotanya berbeda dari kelompok pada siklus I, Setelah kelompok terbentuk dilanjutkan dengan mempersilahkan peserta didikuntuk menunjuk ketua dari masing-masing kelompok yang bertugas memimpin diskusi dan menunjuk seorang sekretaris yang tugas mecatathasil diskusinya. Pertanyaan tersebut ternyata memancing peserta didik lain untuk bertanya, karena memang suatu diskusi apabila tidak ada yang mendahuluiuntuk memulai bertanya, maka banyak peserta didik lain akan merasa Adanya peningkatan pertanyaan dan tanggapan dari peserta didik pada siklus II tersebut menunjukan keberhasilan penerapan pembelajarankontekstual.

3. Observasi

  Pada siklus II ini, hasil pengamatan menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan motivasi dan prestasi belajar yang cukuptinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, peserta didik mulai berani bertanya dan mengemukakan pendapat apabila peneliti memberikanpermasalahan. Ketika peneliti memberi tugas/pembagian materi pada masing-masing kelompok, peserta didik menerima tugas Indikator peningkatan motivasi belajar peserta didik tercermin dalam bertambahnya semangat, antusias dan rasa ingin tahu peserta didikdalam pembelajaran.

10 Ivan Ashidiqqi Barlianto

  Sedangkan peningkatan prestasi belajar peserta didik antara siklusI dengan siklus II adalah pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 73,96 meningkat menjadi 90,2 atau sekitar 21,95%, dan peningkatan prestasibelajar peserta didik antara siklus I dengan siklus II adalah pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 72,9 meningkat menjadi 80,25 atau mengalamipeningkatan sebesar 10,08%. Pada siklus II ini, peserta didik sudah mulai mengerti dengan model pembelajaran yang diterapkan peneliti.

4. Refleksi

  Penerapan pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didik terhadap materi PAI melalui pembelajaran yangmelibatkan peserta didik secara aktif, maka peneliti menyimpulkan bahwa pada siklus II ini bahwa penerapan pembelajaran ini, dapat meningkatkanmotivasi dan prestasi belajar peserta didik yang cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari:a. Motivasi belajar peserta didik terhadap materi PAI dimiliki hampir semua peserta didik kelas VA, jadi bukan hanya mereka yangmemiliki prestasi di kelas, tetapi juga mereka yang berprestasi rendah/kurang.

E. Pembahasan

  Hasil tes pra siklus (26 Maret 2014) rata-rata nilai tes adalah 67 dari 20 peserta didik yang mengikuti tes, dengan banyaknya peserta didik 50%(10 anak) yang tuntas dan 50% (10 anak) yang tidak tuntas. Pada siklus I (1 April 2014) rata-rata nilai tes adalah 72,9 dari 20 peserta didik yang mengikuti tes, dengan banyaknya peserta didik 70% (14 anak)yang tuntas dan 30% (6 anak) yang tidak tuntas.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab

  Penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajarPendidikan Agama Islam peserta didik kelas V-A SD Islam An-Nizomiyah Pasarminggu Jakarta Selatan terhadap materi PAI. Peningkatan prestasi belajar peserta didik meningkat, yang semula nilai rata-rata prasiklus 67 meningkat menjadi 72,9 atau sekitar 8.81% pada siklus I dengan banyaknya peserta didik 70% (14 anak) yang tuntas dan 30% (6 anak)yang tidak tuntas, pada siklus II lebih meningkat lagi menjadi 80,25 atau meningkat sekitar 10,08% dengan banyaknya peserta didik 100% (20anak) yang tuntas.

B. Saran

  Berdasarkan hasil penelitian yang membuktikan adanya hubungan yang positif antara pembelajaran kontekstual dengan prestasi belajar pesertadidik, maka dapat diajukan saran-saran sebagai berikut: 1. Kepala Lembaga Pendidikan/Kepala Sekolah Alangkah baiknya jika hasil penelitian ini dijadikan pedoman oleh lembaga pendidikan untuk selalu meningkatkan prestasi belajar pesertadidik, sebab untuk mencapai prestasi belajar peserta didik secara maksimal perlu adanya motivasi yang tinggi dari peserta didik itusendiri.

DAFTAR PUSTAKA

  Sarah Nisa Lampiran 9MATERI PEMBELAJARAN SIKLUS I KETELADANAN ABU BAKAR AS SIDDIQ Abu Bakar as Siddiq adalah sahabat yang paling dekat dengan RasulullahSAW, perilaku Abu Bakar yang pantas diteladani adalah sebagai berikut: 1. Tegas dan bijaksana dalam memimpinSalah satu contoh kebijaksanaan Abu Bakar dalam masa pemerintahannya adalah dibentuknya lembaga pengadilan, bidang kementrian,lembaga keuangan negara dan pengumpulan al-Qur’an serta usaha menyebarkan agama Islam ke negara lain.

LEMBAR HASIL OBSERVASI PESERTA DIDIK SIKLUS II

1 Ahmad Faisal Baidhowi 3 3 4 4 29 90.6 A 15 Novalia Sabrina 3 4 4 3 2 3 4 2 24 75 B 16 Qonita Putrid Aryani 4 3 4 4 4 4 3 4 13 Muhammad Devta Kautsar 12 Muhammad Alif Najmi 4 3 4 4 4 3 3 4 29 90.6 A 4 4 4 4 3 3 4 4 3 29 90.6 A 14 Muhammad Hisyam Azmi 3 4 4 31 96.9 A 4 4 4 4 30 93.8 A 20 Trianda Iqbal Ramadhan 4 3 4 3 4 4 3 29 90.6 AJumlah 4 72 72 74 71 74 75 72 67 577 1803 Persen (%)90 90 92.5 88.8 92.5 93.8 90 83.8 90.2 902 A Klasifikasi A A A A A A A A A A Keterangan : A : Memperhatikan penjelasan guruB : Keberanian peserta didik dalam bertanyaC : Keseriusan dan partisipasi peserta didik dalam bekerja samaD : Inisiafif individu dalam penguraikan topik pembahasanE : Antusias peserta didik dalam kegiatan pembelajaranF : Keaktifan dan kontribusi peserta didik dalam diskusiG : Kemampuan peserta didik dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompokH : Indentifikasi peserta didik saat merefleksikan materi pembelajaran dalam 4 4 17 Qori Afiah Fathdina 4 4 4 4 3 4 3 4 3 29 90.6 A 18 Ralif Yoga Saputra 3 4 4 3 3 4 3 4 28 87.5 A 19 Sarah Nisa 3 3 4 30 93.8 A 4 4 4 30 93.8 A 3 29 90.6 A 4 Arya Wibawa 3 4 3 4 4 4 4 5 Azkadita Widiyanti 3 3 4 3 4 4 4 3 3 28 87.5 A 6 Daffa Pradipta Yusdiansyah 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 30 93.8 A 2 Akel Darmawan Audhifa 3 3 3 4 4 4 3 3 28 87.5 A 3 Aqila Aqhnia Fayza G 4 4 4 4 3 No. Nama A B C D E F G H Jml % Klasi- fikasi 4 3 4 3 4 4 3 29 90.6 A 10 Ivan Ashidiqqi Barlianto 3 4 4 4 4 4 3 3 29 90.6 A 11 Muhammad Aditya Mulyadi 4 4 4 3 4 9 Hanifa Muslimah 4 4 4 4 4 4 30 93.8 A 7 Drajad Ksatria Wibaowo 4 3 4 3 4 3 28 87.5 A 3 3 28 87.5 A 8 Faiza Azzahra 3 4 4 3 4 4 3 3 Kriteria nilai: 4 : baik sekali 3 : baik2 : cukup 1 : kurang Skala persentase : > 75% : baik sekali (A)51% - 75% : baik (B)26% - 50% : cukup (C)≤ 25% : kurang (D) Jakarta, Maret 2014Observer, Imron HS NIM. 1810011000004 Lampiran 13

DAFTAR NILAI TES PRA SIKLUS

No. Nama Nilai % Ketercapaian Ketuntasan tuntas tidak  13 Muhammad Devta Kautsar60 60% 10 Nilai rata-rata 67 67.00% 50% 50% 10  Jumlah 1340 13.40%  20 Trianda Iqbal Ramadhan75 75%  19 Sarah Nisa70 70%  18 Ralif Yoga Saputra65 65%  17 Qori Afiah Fathdina70 70%  16 Qonita Putrid Aryani75 75%  15 Novalia Sabrina75 75%  14 Muhammad Hisyam Azmi60 60%  12 Muhammad Alif Najmi75 75% 1 Ahmad Faisal Baidhowi 70 70% Nama Sekolah : SD Islam An-NizomiyahKelas/Semester : V / 2Mata Pelajaran : Pendidikan Agama IslamMateri : Kisah kalifah Umar bin Khattab ra  10 Ivan Ashidiqqi Barlianto70 70%  9 Hanifa Muslimah75 75%  8 Faiza Azzahra70 70%  7 Drajad Ksatria Wibaowo60 60%  6 Daffa Pradipta Yusdiansyah60 60%  5 Azkadita Widiyanti60 60%  4 Arya Wibawa55 55%  3 Aqila Aqhnia Fayza Gerriandi65 65%  2 Akel Darmawan Audhifa65 65%  11 Muhammad Aditya Mulyadi65 65% Lampiran 14DAFTAR NILAI TES SIKLUS I  17 Qori Afiah Fathdina  13 Muhammad Devta Kautsar 6565%  14 Muhammad Hisyam Azmi85 85%  15 Novalia Sabrina 7575%  16 Qonita Putrid Aryani75 75% 7575% 6565%  18 Ralif Yoga Saputra 7070%  19 Sarah Nisa70 70%  20 Trianda Iqbal Ramadhan 9090%  Jumlah 1458 14.58% 14  12 Muhammad Alif Najmi85 85%  11 Muhammad Aditya Mulyadi Nama Sekolah : SD Islam An-NizomiyahKelas/Semester : V / 2Mata Pelajaran : Pendidikan Agama IslamMateri : Kisah kalifah Abu Bakar As Siddiq ra 6565% No. Nama Nilai % Ketercapaian Ketuntasan Tuntas Tidak 1 Ahmad Faisal Baidhowi 75 75%  2 Akel Darmawan Audhifa 6565%  3 Aqila Aqhnia Fayza G70 70%  4 Arya Wibawa  5 Azkadita Widiyanti68 68%  10 Ivan Ashidiqqi Barlianto70 70%  6 Daffa Pradipta Yusdiansyah 7070%  7 Drajad Ksatria Wibaowo 6565%  8 Faiza Azzahra70 70%  9 Hanifa Muslimah 8585% 6 Nilai rata-rata 72.9 72.90% 70% 30% Lampiran 15

DAFTAR NILAI TES SIKLUS II

  Sikap apakah yang patutditeladani dari Abu Bakar dalam hal ini ? Menolong teman atau orang lain yang membutuhkan dengan kemampuan yang dimiliki.

B. Kunci jawaban uraian

  Karena secara tegas menyampaikan mana yang benar dan mana yang salah. Rendah hati, sederhana, tegas dan bijaksana, suka bermusyawarah, memperhatikan kepentingan rakyat, berani membela yang benar dan adil.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam terhadap pelaksanaan shalat fardhu siswa SMP islam al Ma'arif Cinangka sawangan Depok
2
21
109
Relevansi keteladanan beragama orang tua terhadappeningkatan hasil belajar pendidikan agama islam di SMP Pasarminggu siswa kelas IX
0
5
76
Penerapan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam pada siswa SD islam An-Nizomiyah
0
4
98
Minat belajar pendidikan agama islam pada siswa kelas VIII SMP al-Mubarak Pondok Aren-Tangerang Selatan
0
18
71
Aplikasi strategi pembelajaran aktif teknik mind map dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam di MI Assholihiyah Rumpin Bogor : penelitian tindakan kelas pada siswa kelas I
6
51
117
Penerapan model pembelajaran direct instruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep termokimia
0
2
18
Hubungan persepsi siswa terhadap disiplin guru dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam
5
25
101
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur dalam meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa SMPN 3 kota Tangerang selatan
1
9
173
Penerapan metode pembelajaran pendidikan agama islam pada program akselerasi di SMPN 3 Tangerang Selatan
0
3
131
Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar pendidikan agama islam siswa kelas V di sdn kedaung kaliangke 12 pagi
6
95
71
Kontribusi pembelajaran pendidikan diniyah terhadap prestasi pendidikan agama islam siswa pada SDN 03 Pagi Kemanggisan Jakarta Barat
3
30
97
Strategi pembelajaran pendidikan agama islam di sma islam al-azhar 1 jakarta
0
10
0
Upaya guru pendidikan agama islam dalam meningkatkan akhlakul karimah siswa di SD Putra Jaya
0
15
0
Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SD Negeri Ciherang 01: penelitian tindakan kelas
1
8
0
Penerapan pembelajaran active learning metode card sort dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam dan budi pekerti pada pembahasan asmaul husna di kelas x multimedia 1 smk paramarta tangerang selatan
2
24
154
Show more