Pengaruh penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) terhadap keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa kelas V SD Putra Jaya Depok Tahun pelajaran 2013/2014

Gratis

2
12
154
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH PENERAPAN STRATEGIDIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA)

  Disusun oleh Eva Septi Mauliddyana NIM 1110018300029, Jurusan Pendidikan Guru MadrasahIbtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqosah pada tanggal 12 Desember 2014 dihadapan dewan penguji. 19811003 200912 2 004 Mengetahui:Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dra.

KATA PENGANTAR

  Hum selaku dosen pembimbing yang selalu sabar dan penuh pengertian membantu, membimbing, dan memberikan pemahaman mengenaimateri yang berhubungan dengan skripsi ini. Kepala Sekolah, guru kelas V, siswa siswi kelas V, dan staf SD Putra JayaDepok yang telah membantu dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian demi terselesaikannya skripsi ini.

10. Untuk semua rekan mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

  Berdasarkan hasil posttest diperoleh rata-rata keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa dengan menerapkan strategi Directed Reading Thinking Activity (kelas eksperimen) lebih tinggi dibandingkan rata-rata keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional (kelas kontrol). Dengan demikian,H diterima dan H ditolak karena 0,003 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa 1 terdapat pengaruh strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) terhadap keterampilan membaca pemahaman dongeng siswa.

DAFTAR LAMPIRAN

x Lampiran 1 : RPP Kelas Eksperimen Pertemuan Pertama Lampiran 2 : Pertanyaan dalam Menggunakan Strategi DRTA Pertemuan Pertama Lampiran 3 : Gambar Cerita Dongeng Pertemuan Pertama Lampiran 4 : Teks Cerita Dongeng Kelas Eksperimen Pertemuan PertamaLampiran 5 : LKS Kelas Eksperimen Pertemuan Pertama Lampiran 6 : Evaluasi Kelas Eksperimen Pertemuan PertamaLampiran 7 : RPP Kelas Eksperimen Pertemuan Kedua Lampiran 8 : Pertanyaan dalam Menggunakan Strategi DRTA Pertemuan Kedua Lampiran 9 : Gambar Cerita Dongeng Pertemuan Kedua Lampiran 10 : Teks Cerita Dongeng Kelas Eksperimen Pertemuan Kedua Lampiran 11 : LKS Kelas Eksperimen Pertemuan KeduaLampiran 12 : Evaluasi Kelas Eksperimen Pertemuan Kedua Lampiran 13 : RPP Kelas Kontrol Pertemuan PertamaLampiran 14 : Teks Cerita Dongeng Kelas Kontrol Pertemuan Pertama Lampiran 15 : LKS Kelas Kontrol Pertemuan PertamaLampiran 16 : Evaluasi Kelas Kontrol Pertemuan Pertama Lampiran 17 : RPP Kelas Kontrol Pertemuan KeduaLampiran 18 : Teks Cerita Dongeng Kelas Kontrol Pertemuan Kedua Lampiran 19 : LKS Kelas Kontrol Pertemuan Kedua Lampiran 20 : Evaluasi Kelas Kontrol Pertemuan Kedua Lampiran 21 : Gambar Urutan Cerita Dongeng Posttest Kelas Eksperimen Lampiran 22 : Teks Cerita Dongeng Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Lampiran 23 : Teks Cerita Dongeng Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas KontrolLampiran 24 : Soal Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Lampiran 25 : Soal Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Lampiran 26 : Hasil Posttest Siswa Kelas Eksperimen Lampiran 27 : Daftar Nilai Pretest dan Posttest Kelas EksperimenLampiran 28 : Daftar Nilai Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Lampiran 29 : Daftar Hasil Nilai Ulangan Harian Siswa Kelas Eksperimen dan Kontrol Lampiran 30 : Gambar Proses Pembelajaran Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Lampiran 31 : Uji ReferensiLampiran 32 : Surat Bimbingan Skripsi Lampiran 33 : Surat Permohonan Izin ObservasiLampiran 34 : Surat Permohonan Izin Penelitian Lampiran 35 : Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mempunyai peran penting di

  Keterampilan membaca sangat penting dimiliki setiap siswa karena banyak kegiatan pembelajaran yang menuntut keterampilan membaca1 Henry Guntur Tarigan, Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung: Kenyataannya yang dapat dilihat hingga saat ini adalah masih rendahnya keterampilan membaca siswa, karena masih banyak siswa yang malas untukmembaca atau rendahnya minat baca siswa. Rendahnya nilai keterampilan membaca para siswa khususnya membaca pemahaman menunjukkan ada kelemahan yang dihadapi siswa dalam belajarmembaca pemahaman.penyebab siswa “gagal” dalam belajar membaca pemahaman berkaitan dengan rendahnya minat membaca siswa.

C. Pembatasan Masalah

  Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) terhadap keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa kelas V SD Putra Jaya Depok Tahun Pelajaran 2013/2014. Teoretis Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, manfaat penelitian secara teoretis diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan dapatmenjadi salah satu landasan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman.

2. Praktis

  Hasil penelitian ini dapat memberikan Manfaat langsung bagi sekolah,guru dan siswa yaitu: Sekolah dapat memperkaya wawasan tentang strategi pembelajaran membaca khususnya tentang penggunaan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) untuk meningkatkan keterampilan membaca. b)Bagi Guru Menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai strategi pembelajaran yang yang dapat digunakan dalam mengelola prosespembelajaran khususnya dalam pembelajaran membaca pemahaman.

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teoretik 1. Hakikat Keterampilan Membaca a. Pengertian Membaca Tarigan menjelaskan bahwa membaca adalah suatu proses yang

  Sedangkan Gilet dan Temple yang dikutip oleh Samsu Somadayo, menyatakan bahwa membaca adalah kegiatan fisual, berupa serangkaiangerakan mata dalam mengikuti baris-baris tulisan, pemusatan penglihatan pada kata dan kelompok kata, melihat ulang kata-kata dan kelompok kata 7 untuk memperoleh pemahaman. Berdasarkan pengertian-pengertian tentang membaca di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa membaca adalah suatu proses mengenali danmemahami makna yang terkandung dalam bahasa tulis sebagai interaksi untuk memperoleh pesan atau informasi yang disampaikan oleh penulis.

b. Manfaat Membaca

  Syafi‟ie yang dikutip oleh Farida Rahim, menyatakan bahwa sebagai bagian dari keterampilan berbahasa, keterampilan membaca mempunyaikedudukan yang sangat penting dan strategis karena melalui membaca, orang dapat memahami kata yang diutarakan seseorang. 3 Samsu Somadayo, op.cit., h.5 8 Kudharu Saddhono menyebutkan beberapa manfaat membaca, antara lain yaitu:1) memperoleh banyak pengalaman hidup;2) memperoleh pengetahuan umum;3) mengetahui berbagai peristiwa besar dalam peradaban dan kebudayaansuatu bangsa; 4) dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologimutakhir di dunia.

9 Demikian besar manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan membaca

  Oleh karena itu, pembelajaran membaca perlu disajikan sejak pendidikan dasar. Bila keterampilan membaca di sekolah dasar tidak diajarkan sebaikmungkin, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam mengakses informasi.

c. Aspek-aspek Membaca

  Oleh karenaitu, terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu: 1)Mekanis (mechanical skills) yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah (lower order). Aspek ini mencakup:a) Memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal) b)Memahami signifikasi atau makna (maksud dan tujuan pengarang, relevansi/keadaan kebudayaan, dan reaksi pembaca)c) Evaluasi atau penilaian (isi, bentuk) d)Kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan.

10 Sedangkan Novi Resmini, dkk menyebutkan aspek-aspek membaca

  Aspekketerampilan yang bersifat pemahaman ini biasanya ditekankan pada peserta didik yang berada di kelas tinggi. Adapun tujuan dari kegiatan membaca pada penelitian ini adalah yang berhubungan dengan membaca untuk studi, yaitu untuk memahami isi darisuatu bahan bacaan secara keseluruhan sehingga pemahaman yang komprehensif tentang isi bacaan tercapai.

15 Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung:

  Jenis membaca ini mencangkup beberapa hal sebagai berikut:(a) Membaca nyaring dan keras, yaitu kegiatan pembaca yang dilakukan dengan keras.(b) Membaca teknik, biasa disebut membaca lancar.(c) Membaca indahMembaca indah hamper sama dengan membaca teknik yaitu membaca dengan memperlihatkan teknik membaca terutama16 lagu, ucapan, dan mimic membaca sajak dalam apresiasi. Berdasarkan jenis-jenis membaca yang dijelaskan oleh Tarigan dan Burhan memiliki pengertian sedikit sama, maka dapat disimpulkan bahwa untuk melatih keterampilan yang bersifat mekanis, guru dapat menggunakanteknik membaca nyaring (reading aloud).

2. Keterampilan Membaca Pemahaman a. Pengertian Membaca Pemahaman

  Sedangkan menurut Somadayo mengemukakan bahwa membaca pemahaman merupakan suatu proses pemerolehan makna yang secara aktifmelibatkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki oleh pembaca 21 serta dihubungkan dengan isi bacaan. Turner yang dikutip oleh SamsuSomadayo, menjelaskan bahwa seorang pembaca dikatakan memahami 23 bacaan secara baik apabila pembaca dapat:1) Mengenalkata-kata atau kalimat yang ada dalam bacaan dan mengetahui maknanya,2) Menghubungkan makna dari pengalaman yang dimiliki dengan makna yang ada dalam bacaan,3) Memahami seluruh makna secara kontekstual,4) Membuatpertimbangan nilai isi bacaan berdasarkan pengalaman membaca.

d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Membaca Pemahaman

Somadayo menjelaskan bahwa faktor-faktor yang dapat 27 mempengaruhi proses membaca pemahaman diantaranya:1) tingkat intelegensi, dua orang yang berbeda IQ-nya sudah pastiakan berbeda hasil dan kemampuan membacanya; 2) kemampuan berbahasa, karena keterbatasan kosa kata yang26 dimilikinya seseorang akan sulit memahami teks bacaan tertentu; Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta:Rajawali Pers, 2011), h.

A.M

  10127 Samsu Somadayo, Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011), h. Dari penjelasan tersebut, peneliti dapat menyimpulkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi membaca pemahaman adalah tingkat intelegensi,kemampuan berbahasa, sikap dan minat, keadaan bacaan, kebiasaan membaca, pengetahuan tentang cara membaca, latar belakang pembacasendiri serta pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki pembaca sebelumnya.

e. Tingkat Kemampuan Membaca Pemahaman

  28 1)Kemampuan membaca literal Kemampuan membaca literal adalah kemampuan pembaca mengenal dan menangkap bahan bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). Keterampilandalam membaca kreatif yaitu: (a) mengikuti petunjuk bacaan kemudian menerapkannya; (b) membuat resensi buku; (c) memecahkan masalah sehari-hari melalui teori yang disajikan dalam buku; (d) mengubah buku cerita menjadi bentuk drama; (e) mengubah puisi menjadi prosa; (f) mementaskandrama; dan (g) membuat esai atau artikel sosial.

3. Dongeng a. Pengertian Dongeng

  Sedangkan James Danandjaja, pengertian dongeng adalah cerita pendek yang disampaikan secara lisan, dimana dongeng adalah cerita prosa 30 rakyat yang dianggap tidak benar benar terjadi. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar tejadi yangberisi tentang petualangan yang penuh imajinasi dan terkadang tidak masuk akal dengan menampilkan situasi dan para tokoh yang luar biasa/ goib.

b. Ciri-ciri Dongeng

  31 Ciri-ciri dongeng menurut Burhan Nurgiyantoro, yaitu : 1) cerita fantasi,2) dongeng tidak terikat oleh waktu dan tempat, dan3) kekurang jelasan latar terlihat sejak cerita dongeng dimulai yaitusering menggunakan kata- kata pembuka “Pada zaman dahulu29 kala”. “Pengertian Dongeng, Definisi Dongeng Menurut Para Ahli”, dari http://www.kajianteori.com/2013/03/pengertian-dongeng-definisi-dongeng-menurut-ahli.html.

c. Jenis-jenis Dongeng

  Binatang yang diangkat sebagaipelaku cerita tersebut bisa berbagai macam, sehingga antara wilayah yang satu dan yang lain yang berbeda-beda.2) ParabelParabel adalah dongeng khayal yang mengandung ajaran yang baik. 16-17 4)Mite / Mitos Mite atau mitos merupakan cerita yang berkaitan dengan asal usul kehidupan manusia, asal usul keberadaan suatu tempat yangberhubungan dengan kehidupan dewa-dewi maupun tokoh yang memiliki hubungan dengan kehidupan kedewataan.5) Legende atau LegendaLegenda merupakan cerita kepahlawanan dari sosok tokoh yang dianggap sakti, suci, atau memiliki kelebihan tertentudibandingkan manusia pada umumnya.

d. Unsur-Unsur Instrinsik Dongeng

  Burhan Nurgiantoro, menjelaskan unsur-unsur instrinsik dalam dongeng, yaitu: 33 1)Tema Tema merupakan suatu gagasan atau ide sentral yang menjadi pangkal tolak penyusunan cerpen dan sekaligus menjadi sasaran cerpen tersebut.2) AmanatAmanat adalah pesan tertentu yang ingin disampaikan kepada pembaca. Berdasarkan unsur-unsur yang telah disebutkan di atas, dan disesuaikan dengan SK dan KD kelas V, unsur-unsur intrinsik yangdigunakan adalah unsur tema, alur/plot, penokohan, latar tempat dan waktu.

4. Strategi Pembelajaran Membaca Pemahaman

  yang dikutip oleh Farida Rahim menyatakan bahwa strategi bawah atas merupakan strategi pemahaman bacaan yang dibangun berdasarkandata visual yang berasal dari teks melalui tahapan yang lebih rendah ke tahapan yang lebih tinggi. Startegi KWL melibatkan tiga langkah dasar yang menuntun siswa dalam memberikan suatu jalan tentang apa yang telah mereka ketahui,menentukan apa yang ingin mereka ketahui, dan mengingatkan kembali apa yang mereka pelajari dari membaca.

5. Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Strategi DRTA adalah strategi membaca dan berpikir secara langsung

  Dengan strategi DRTA guru bisa memotivasi usaha dan konsentrasi siswa dengan melibatkan mereka secara intelektual sertamendorong mereka merumuskan pertanyaan dan hipotesis, memproses informasi, 41 dan mengevaluasi solusi sementara. Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan yakni sebagai berikut:1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapaiGuru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang bersangkutan.

2) Guru menempelkan gambar seri cerita dongeng di papan tulis

  Kemudian menanyakan apa yang akan siswa lihat dari gambar dan memprediksikan apa yang terjadi pada gambar tersebut. 6)Guru meminta siswa menilai ketepatan prediksi dan menyesuaikannya dengan cerita asli.

B. Hasil Penelitian Yang Relevan

  Sedangkan ketuntasan belajar mengalami peningkatan dari data awal sebesar 36,4% menjadi 63,6% pada siklus I, dari siklus I sebesar 63,6%menjadi 70,5% pada siklus II, dan dari 70,5% pada siklus II menjadi 84,1% pada siklus III. Persamaannya terletak pada strategi pembelajaran yang digunakan yaitu Directed Reading Thinking Activity(DRTA) dan penelitian ini dilakukan ditingkat SD/MI.

C. Kerangka Berpikir

  Tujuan akhirdari membaca adalah memahami isi bacaan, tetapi pada kenyataan yang ada belum Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, guru menggunakan metode atau strategi pembelajaran yang dapat memudahkan siswa untuk memahami danmempelajari materi yang sedang diajarkan. Berdasarkan kerangka berpikir diatas, hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Siswa GuruPembelajaran dengan metode konvensional Pembelajaran membaca kesulitanPembelajaran menggunakan strategi Directed Reading Thinking Activities (DRTA) Pembelajaran membaca pemahaman efektif 1 terhadap keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa kelas V SD Putra Jaya Depok.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini berlangsung pada saat pembelajaran semester genap tahun

  Metode quasi eksperimen yaitu dengan memberikan perlakuan yang berbeda terhadap dua kelas siswa atau membagi kelas yang diteliti menjadi dua kelas. Kelompok pertama adalah kelompok eksperimen dengan perlakuanstrategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dan kelompok kedua adalah kelompok kontrol dengan perlakuan model pembelajaran konvensional.

h. 116

37 Tabel. 3.1 Desain Penelitian O X O 1 2 ………………………………O

3 X O

  4 Dari desain penelitian eksperimen tersebut dapat dijelaskan bahwa, O dan O 1 3 merupakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal dan mengetahui apakah ada perbedaananatara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

C. Populasi dan Sampel

  Adapun populasi terjangkau pada penelitian ini adalah siswa kelas V SD Putra Jaya Depok yang terdiri dari dua rombongan belajar yaitukelas VA dan VB. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah cara- cara yang dipergunakan untuk memperoleh data empiris yang dipergunakan untukpenelitian.

1. Sumber Data

  Penelitian ini dilakukan kepada dua kelas, yakni kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan menerapkan strategi DRTA dan kelas kontrol dengan tanpadiberikan perlakuan. Kelas eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan yaitu kelas VA dan kelas kontrol adalah kelas yang tanpa diberikan perlakuanyaitu kelas VB.

6 Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah

  sebagai berikut:5 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), ed. 426 Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung : Alfabeta, 2009), h.

a) Instrumen perlakuan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Tes yang dilakukan sebanyak dua kali, pertama pada saat pretest dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa,dan kedua posttest untuk mengetahui hasil akhir setelah diberikan perlakuan untuk kelas eksperimen dan untuk kelas kontrol. “Validitas adalah suatu derajat ketetapaninstrumen (alat ukur), maksudnya apakah instrumen yang digunakan betul- betul tepat mengukur apa yang akan diukur.” 8 Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan membaca pemahaman dongeng siswa.

9 SPSS memiliki kemampuan lengkap dalam menjawab

  Deskripsi DataAnalisis deskripstif statistik digunakan untuk mendeskripsikan data yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest kedua variabel, yaitu mean/nilai rata-rata, median/nilai tengah, modus, range/rentang dan standard deviation/simpangan baku. Uji hipotesis ini digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) terhadap keterampilan membaca pemahaman dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional.

G. Hipotesis Statistik

  terhadap keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa kelas V SD Putra Jaya Depok.μ 1 : Penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) berpengaruh H : Penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) tidak berpengaruh terhadap keterampilan membaca pemahaman dongeng padasiswa kelas V SD Putra Jaya Depok. Taraf signifikan 1 > μ Dalam penelitian ini hipotesis statistik yang digunakan adalah:H = bila signifikansi (2-tailed) lebih besar dari probabilitas di atas 0,05 maka hasilnya tidak signifikan sehingga hipotesis ditolak.

2 Keterangan :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Sekolah 1. Sejarah Berdirinya SD Putra Jaya Depok Sekolah Dasar Putra Jaya didirikan pada tahun 2001 beralamat di

  KelasTotal Rombel Laki-laki Perempuan 1 Kelas I 2 47 46 93 2 Kelas II 2 49 47 96 3 Kelas III 2 27 31 58 4 Kelas IV 2 28 14 42 5 Kelas V 2 31 31 62 6 Kelas VI 2 40 19 59 Jumlah 13 222 188 410 Tabel 4.2 Daftar Guru SD Putra Jaya Depok No Nama Jabatan 11 Siti Aminah, SE Guru Kelas VI B 19 Pandu Aryatama, S. I Guru Kelas II B 3 Lia Nugraha, SE Guru Kelas III A 2 Lita Kurnia, S.

2. Visi dan Misi a. Visi Terwujudnya lulusan yang religius, kreatif, mandiri dan berprestasi

b. Misi 1

  Guru 1 Baik 13 Koperasi 1 Baik 12 Kantin 1 Baik 10 Masjid/Musholla Directed Reading Thinking Activity (DRTA) terhadap keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa di kelas V. Kelas VA sebagai kelas eksperimen, yaitu kelas yang mendapatkanpembelajaran dengan menggunakan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA).

C. Deskripsi Data

  Berikut daftar nilai pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman dongeng yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol: Tabel 4.4 Daftar Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen 21 AU 24 AX 77.5 67.5 23 AW 70 60 22 AV 67.5 62.5 80 82.5 55 20 AT 72.5 60 19 AS 67.5 72.5 18 AR 77.5 67.5 25 AY 17 AQ 67.5 61.20 Rata-rata 72.5 Jumlah 1897.5 2292.5 57.5 31 BE 75 60 30 BD 77.5 29 BC 72.5 77.5 70 28 BB 77.5 65 27 BA 75 60 26 AZ 82.5 62.5 75 No. Nama Siswa Pretest Posttest 60 55 57.5 7 AG 72.5 65 6 AF 85 60 5 AE 50 57.5 4 AD 82.5 47.5 3 AC 62.5 75 2 AB 67.5 52.5 1 AA 8 AH 67.5 67.5 13 AM 16 AP 70 62.5 15 AO 67.5 50 14 AN 65 55 67.5 9 AI 57.5 12 AL 70 50 11 AK 65 60 10 AJ 62.5 50 69.27 Berdasarkan tabel 4.4 dan 4.5 di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 61,20 dan kelas kontrol sebesar59,67, nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 73,95 dan kelas kontrol sebesar 69,27.

2. Deskripsi Data Postest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

  Teks bacaan pada pertemuan pertama di kelaseksperimen yaitu teks „Bangau dan Buaya Telaga‟ sedangkan teks bacaan pada pertemuan kedua di kelas eksperimen yaitu teks bacaan yangberjudul „Akibat Dari Kesombongan‟. Pemberian posttest keterampilan membaca pemahaman dongeng pada kelas eksperimen dimaksudkan untuk melihat hasil pencapaianpembelajaran membaca pemahaman dongeng dengan menggunakan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA).

D. Pengujian Persyaratan Analisis Data

  Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat, maka data akan diolah dengan melakukan uji hipotesis. sebelum uji hipotesis di lakukan makaterlebih dahulu akan dilakukan pengujian prasyarat analisis data yaitu uji normalitas dan Homogenitas.

1. Uji Normalitas

a) Uji Normalitas Pretest

  Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah data hasil pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal atau tidak. for Windows dalam menghitung uji normalitas hasil pretest yang berfungsi untuk mengetahuisebaran data berdistribusi normal atau tidak.

b) Uji Normalitas Posttest

  for Windows dalam menghitung uji normalitas hasil posttest yang berfungsi untuk mengetahui sebaran databerdistribusi normal atau tidak. Hasil uji normalitas data posttest dari kedua sampel penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4.15 Hasil Uji Normalitas Posttest a Kelas Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.

2. Uji Homogenitas

  Maka denganhasil uji homogenitas di atas dapat disimpulkan bahwa varian yang dimiliki kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak jauh berbeda dan cukuphomogen karena 0,193 > 0,05. Data hasil posttest didapat dari nilai tes yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberi perlakuan yaitu starategi DRTA (Directed Reading Thinking Activity) untuk kelas eksperimen dan metode konvensional untuk kelas kontrol.

E. Pengujian Hipotesis

  Pengujian hipotesis dengan menggunakan T-Test bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata tes pemahaman bacaan antara kelaseksperimen yang menggunakan strategi DRTA (Directed Reading Thinking Activity) dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Dengan demikian H 1 diterima dan H ditolak karena 0,003 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata- rata tes keterampilan membaca pemahaman kelompok eksperimen dan kelompokkontrol.

F. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Hasil Analisis Data

  Setelah dilakukan pengujian diperoleh bahwa terdapat perbedaan antara hasil keterampilan membaca pemahaman dongeng dengan menggunakanstrategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) lebih tinggi atau lebih baik dibandingkan hasil keterampilan membaca pemahaman dongeng siswadengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan data yang diperoleh, menunjukkan nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda.

2. Pembelajaran dengan Strategi DRTA

  Pada prosesperencanaan keterampilan membaca pemahaman dongeng dengan menggunakan strategi DRTA yakni untuk mengembangkan gagasan-gagasan atau ide yang sudah tergambarkan dan menuliskannya menjadi sebuah kata, kemudian menjadi kalimat dan bait, hingga menjadi sebuah puisi. Adapun langkah-langkah pembelajaran yang peneliti lakukan yakni sebagai berikut:a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapaiGuru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang bersangkutan.

b) Menyajikan materi sebagai pengantar

  Pada saatmenyajikan materi guru dapat memberikan motivasi yang dapat membuat siswa tertarik untuk melakukan pembelajaran. Kemudian menanyakan apa yang akan siswa lihat dari gambar dan memprediksikan apa yang terjadi pada gambar tersebut.

3. Hasil keterampilan membaca pemahaman siswa dengan menggunakan strategi DRTA

  Dengan melihat nilai rata-rata pretest dan posttest, pada hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada nilaiakhir keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa dengan menerapkan strategi DRTA. Penelitian ini tentunya diperkuat dari penelitianyang sebelumnya yang sudah dilakukan oleh Eka Budi Yuliani dan NurKhomariah, bahwa pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan strategi DRTA dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan membacapemahaman pada siswa.

BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan

  Berdasarkan hasil posttest diperoleh bahwa rata-rata keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa dengan menggunakan strategi DRTA (kelaseksperimen) lebih tinggi dibandingkan rata-rata keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa yang diajarkan dengan pembelajarankonvensional (kelas kontrol). Hal ini membuktikan bahwa penerapan strategi DRTA berpengaruh terhadapketerampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa kelas V semester genap di SD Putra Jaya Depok.

B. Saran

  Berdasarkan pada hasil penelitian, maka peneliti dapat memberikan saran- saran sebagai berikut: 1. Sebaiknya sekolah dapat memberikan wawasan dengan menggunakan strategi pembelajaran membaca khususnya penggunaan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) sehingga meningkatkan keterampilan membaca.

2. Sebaiknya guru menggunakan pembelajaran dengan menggunakan strategi

  Directed Reading Thinking Activity (DRTA) dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai alternatif pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan selama proses pembelajaran sehingga pemahamansiswa terhadap materi yang disampaikan juga dapat diterima dengan baik. Sebaiknya siswa dilatih untuk dapat mengeluarkan pendapatnya ketika pembelajaran, sebab pada saat proses penelitian terdapat beberapa siswayang masih sulit untuk mengeluarkan pendapatnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Membaca Dan Menulis di SD Teori dan pengajarannya. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru Karyawan dan Peneliti Pemula.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (KELAS EKSPERIMEN)

  membaca sekilas, membaca memindai, dan membaca cerita anak Lampiran 1 Pengertian DongengDongeng adalah suatu cerita rekaan atau fantasi atau khayalan belaka yang kejadiannya tidak mungkin terjadi. Tokoh Orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif / drama yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dankecenderungan tentang yang diekspresikan dalam ucapan serta apa yang dilakukan dalam tindakan.

E. STRATEGI PEMBELAJARAN

  Pra Kegiatan a) Religius Ceramah/KlasikalPelajaran dimulai dengan membaca doa yang dipimpinoleh salah satu siswa. Elaborasi (15 menit)Untuk menguatkan keterampilan membaca, guru memberikansebuah cerita dongeng dengan kegiatan kelompok, aturan mainsebagai berikut sesuai dengan langkah Directed Reading Thinking Activity : Kerjasama Kegiatan Kelompok.

3. Penutup (10menit)

  I Lampiran 2 Pertanyaan dalam Menggunakan Strategi DRTA (Pertemuan Pertama) Pertanyaan yang diberikan guru kepada siswa untuk memprediksi judul, sebagai berikut: Ibu mempunyai cerita dongeng, nah sekarang kalian memprediksi judulnya. Menurut kalian, apa isi cerita yang berjudul “Binatang Bangau dan Buaya Telaga ” ini? Bagaimana sifat yang dimiliki tokoh cerita dalam dongeng ini? Prediksi mana yang menurut kalian paling benar? I Lampiran 8 Pertanyaan dalam Menggunakan Strategi DRTA (Pertemuan Kedua) Pertanyaan yang diberikan guru kepada siswa untuk memprediksi judul, sebagai berikut: Ibu mempunyai cerita dongeng, nah sekarang kalian memprediksi judulnya. Menurut kalian, apa isi cerita yang berjudul “Akibat Dari Kesombongan” ini? Bagaimana sifat yang dimiliki tokoh cerita dalam dongeng ini? Prediksi mana yang menurut kalian paling benar?

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (KELAS KONTROL)

  Melalui metode penugasan secara individual, siswa dapat menjelaskan peristiwa yang terjadi dalam dongeng. Menyimpulkan isi cerita anak dalam beberapa Dongeng adalah suatu cerita rekaan atau fantasi atau khayalan belaka yang kejadiannya tidak mungkin terjadi.

4. Sage, yaitu dongeng yang banyak mengandung unsur sejarah

  Tokoh Orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif / drama yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dankecenderungan tentang yang diekspresikan dalam ucapan serta apa yang dilakukan dalam tindakan. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (KELAS KONTROL)MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia KELAS/SEMESTER : V (Lima)/ 1 (Satu)PERTEMUAN KE- Melalui penyampaian materi dan penugasan, siswa dapat menemukan amanat yang terkandung dalam teks cerita anak (dongeng).

a. Siapa saja tokoh yang terdapat dalam dongeng “Belalang dan Semut” ?

  Bagaimana watak yang dimilikinya dan ceritakan watak tersebut dimunculkan! Apa yang dilakukan belalang sebelum mengetahui bahwa dia akan mati pada musim salju?

4. Apa yang terjadi pada belalang ketika musim salju datang ? 5

  Sebutkan amanat yang terkandung dalam teks dongeng “Belalang dan Semut”! Ceritakan kembali isi dari dongeng “Belalang dan Semut” secara singkat dan jelas!

a. Siapa saja tokoh yang terdapat dalam dongeng “Kera Jadi Raja”?

  Bagaimana watak yang dimilikinya dan ceritakan watak tersebut dimunculkan! Apa yang terjadi ketika memakan buah-buahan yang berada di tengah hutan ?

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

The Effect of Using Directed Reading Thinking Activity Strategy on the Tenth Grade Students’ Reading Comprehension Achievement at SMA Negeri 1 Yosowilangun
1
8
124
Peningkatan keterampilan menyimak melalui penerapan metode bercerita pada siswa kelas II SDN Pamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014
20
187
100
Peningkatan pemahaman wacana argumentasi melalui penerapan strategi PQ4R (penelitian tindakan pada siswa kelas XI SMA Islam Al-Mukhlisin)
1
17
89
Hubungan antara dukungan orang tua dalam belajar membaca dengan kemampuan membaca siswa kelas 2 SDN Bakti Jaya 3 Depok
0
6
99
Pengaruh penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) terhadap keterampilan membaca pemahaman dongeng pada siswa kelas V SD Putra Jaya Depok Tahun pelajaran 2013/2014
2
12
154
Pengaruh penggunaan media gambar terhadap keterampilan menulis puisi pada siswa kelas V di SDIT Az-Zahra Pondok Petir Sawangan Depok Tahun pelajaran 2013/2014
1
9
132
Pengaruh metode mendongeng terhadap keterampilan menyimak dongeng pada siswa kelas II di SD Dharma Karya UT Pondok Cabe Tangerang Selatan tahun pelajaran 2014/2015
2
7
152
Pengaruh penerapan metode menulis berantai terhadap keterampilan menulis karangan narasi di kelas IV SD Islam Annajah Petukangan Selatan Jakarta Selatan Tahun ajaran 2013/2014
0
11
165
The Influence of Directed Reading - Thinking Activity (DR-TA) Strategy on Students' Reading Comprehension of Narrative Text
3
38
170
Peningkatan keterampilan membaca melalui penerapan metode SQ3R pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V MI Al-Khairiyah Mampang Prapatan Jakarta Selatan Tahun pelajaran 2013-2014
0
16
111
Pengaruh penerapan metode debat terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V MI Misbahul Falah Duren Mekar Kota Depok
0
11
0
Peningkatan kemampuan berbicara melalui penerapan teknik bermain peran pada siswa Kelas V MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat Tahun pelajaran 2013/2014
0
4
170
Peningkatan keterampilan menulis paragraph deskripsi dengan media gambar pada siswa kelas V MI Al-Khoeriyah, Leuwisadeng, Bogor Tahun Pelajaran 2013/2014
0
7
91
Improving reading comprehension using Directed Reading Thinking Activity (DRTA)
0
0
110
The Effect of Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Method on Students’ Reading Comprehension for State Islamic Senior High School
0
0
9
Show more