Konstruksi Media tentang Kontroversi Penerimaan Siswa Baru di Kota Malang (Analisis Framing pada Surat Kabar Radar Malang Periode 30 Juni – 3 Juli 2012)

Gratis

0
72
56
3 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERSETUJUAN

  Faris AromaNIM : 08220143Jurusan : Ilmu KomunikasiKonsentrasi : JurnalistikJudul Skripsi : Konstruksi Media tentang Kontroversi Penerimaan Siswa Baru di Kota Malang (Analisis Framing pada Surat Kabar Radar MalangPeriode 30 Juni Disetujui,Pembimbing I Pembimbing II Joko Susilo, M. Faris AromaNIM : 08220143Jurusan : Ilmu KomunikasiKonsentrasi : Jurnalistik Judul Skripsi : Konstruksi Media tentang Kontroversi Penerimaan Siswa Baru diKota Malang (Analisis Framing pada Surat Kabar Radar MalangPeriode 30 Juni Pada Hari : KamisTanggal : 31 Januari 2013Tempat : Kajur Ilmu Komunikasi, GKB 1 lantai 6 Mengesahkan,Dekan FISIP UMM Dr.

PERNYATAAN ORISINALITAS

  Yang bertanda tangan dibawah ini, Nama : Moch. Faris AromaTempat, Tanggal Lahir : Kediri, 13 September 1990Nomor Induk Mahasiswa : 08220143Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJurusan/ Konsentrasi : Ilmu Komunikasi/ Jurnalistik Menyatakan bahwa karya ilmiah (skripsi) dengan judul “Konstruksi Media tentang Kontroversi Penerimaan Siswa Baru di Kota Malang (Analisis Framingpada Surat Kabar Radar Malang Periode 30 Juni Demikian surat ini saya buat sebenar Malang, 16 Januari 2013Yang Menyatakan Moch.

BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI

  Wartawan menekankan aspek tertentu dalam sebuah berita dengan caramemilih angel, fakta tertentu, dan menampilkan fakta yang lain, memberitakan aspek tertentu dan menghilangkan aspek yang lainnya. Atas kehendak Allah SWT penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“Konstruksi Media tentang Kontroversi Penerimaan Siswa Baru di Kota Malang (Analisis Framing pada Surat Kabar Radar Malang Periode 30 Juni Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses konstruksi media yang dilahkukan oleh surat kabar Radar Malang pada berita Kontroversi PenerimaanSiswa Baru di Kota Malang.

C. Struktur Organisasi Radar Malang …………………

  Analisis Framing Entman tentang Kontroversi PSB di Kota 42 BAB III KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KONTROVERSI PENERIMAAN SISWA BARU PADA SURAT KABAR RADAR MALANG 41 E. Visi dan Misi Radar Malang ………………………… 38 A.

BAB IV PENUTUP

B. Saran ………………………………………………… 76

  33 Tabel 2.1 Jabatan dan Orang - Orang yang Bekerja di Radar Malang …… 40 Tabel 3.1 Struktur Berita Radar Malang pada tanggal 30 Juni 2012 …….. 57 Tabel 6.1 Struktur Berita Radar Malang pada tanggal 3 Juli 2012 ……….

DAFTAR LAMPIRAN

  79 Lampiran 2.1 Surat K abar Radar Malang 1 Juli 2012 …………………… 79Lampiran 3.1 Surat K abar Radar Malang 2 Juli 2012 …………………… 80Lampiran 4. Konstruksi realitas politik dalam media massa: Sebuah studi critical discourse analysis terhadap berita - berita politik.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dari sebuah bangsa. Meningkatnya SDM menjadi salah satu ukuran dimana keberhasilan dari sebuah negara dalam membangun atau mengelola pendidikan bagi penduduknya. Kualitas SDM yang memadahi dapat menjamin kesejahteraan dari

  Pada umumnya, terdapat tiga tindakan yang biasa dilahkukan parapekerja media massa (setiap orang yang bekerja pada sebuah organisasi media), khususnya oleh para komunikator massa (sejumlah orang dari pekerja mediayang bertanggung jawab atas editorial sebuah media), tatakala melakukan konstruksi realitas politik yang berujung pada pembentukan makna atau citramengenai sebuah kekuatan politik (Hamad, 2001: 57 - 58). Penekananaspek tertentu itu dilakukan dengan memilih angel tertentu, memilih fakta tertentu, dan melupakan fakta yang lain, memberitakan aspek tertentu dan Berdasarkan pernyataan diatas, peneliti akan menganalsis sebuah teks berita yang dimuat dalam surat kabar Radar Malang, tentang “Konstruksi Media tentang KontroversiPenerimaan Siswa Baru di Kota Malang”.

2. Manfaat Teoritis

 Mengetahui cara yang digunakan wartawan dalam mengkonstruksi realitas dalam menyusun sebuah pemberitaan kepada khalayak.

E. Tinjauan Pustaka Konstruksi Sosial Media Massa 1

  Berger dan Luckmann ini memilikikemandulan dan ketajaman atau dengan kata lain tak mampu menjawab perubahan zaman, karena masyarakat transisi modern di Amerika telahhabis dan berubah menjadi masyarakat modern dan postmodern, dengan demikian hubungan Sifat dan kelebihan media massa telah memperbaiki kelemahan proses konstruksi soaial atas realitas yang berjalan lambat itu. Substansi“teori konstruksi sosial media massa” adalah pada sirkulasi informasi yang cepat dan luas sehingga konstruksi sosial berlangsung dengan sangat cepat dan sebarannya merata.

2. Media Cetak

  Sementara untuk media elektronik dan digital, mereka lebih mengutamakan Pada akhir abad ke-19 menjadi jelas munculnya beberapa bentuk media cetak seperti surat kabar, buku, dan majalah yang digunakansecara luas oleh masyarakat. Sekedar contoh, ahli sosiologi Amerika Charles Horton Cooley menyatakan, adabeberapa faktor yang membuat media baru jauh lebih efisien daripada proses Media baru tersebut lebih efektif sebagaimana yang dia katakan sebagai; 1) expressiveness (membawa perluasan gagasan dan perasaan);2) permanent of record (mengatasi waktu); 3) swiffness (mengatasi ruang); 4) diffusion (jalan masuk ke kelas yang ada dalam masyarakat)(Nurudin, 2007: 59).

2.1 Surat Kabar

  Kecuali pada periode penurunan singkat di tengah kelesuan ekonomi dan situasi tertentu, koran harian secara konsisten merupakanbisnis yang menguntungkan (profitable) di sepanjang abad ke-20. Berbeda dengan radio dan televisi, anda tidak harus menunngu untuk melihat berita yang anda inginkan.

3. Media Adalah Agen Konstruksi

  Apa yang tersaji dalam berita, dan kita baca tiap hari, adalah produk dari pembentukan realitas oleh media. Lewat pemberitaan pula, media dapatmembingkai peristiwa demonstrasi dengan bingkai tertentu yang pada akhirnya menentukan bagaimana khalayak harus melihat dan memahamiperistiwa dalam kacamata tertentu (Eriyanto, 2002: 23 - 24).

4. Berita sebagai Hasil Konstruksi Realitas

  Menurut kaum konstruksionis, berita adalah hasil dari konstruksi sosial dimana selalu melibatkan pandangan, ideologi dan nilai-nilai dariwartawan atau media. Realitas yang sama bisa jadi menghasilkan berita yang berbeda, karena ada cara melihat yang berbeda.

5. Objektivitas Berita

  Kalau nilai berita berhubungan dengan prosedur apa yang bisa disajikan oleh media kepada khalayak maka standar profesionalberhubungan dengan jaminan yang ditekankan kepada khalayak bahwa apa yang disajikan adalah suatu kebenaran. Format yang paling umum dibuat adalah dengan piramida terbalik, dimana informasi yang penting disajikan terlebih dahulu, barudisusul dengan informasi yang tidak penting.

6. Berita

  Berita adalah peristiwa yang menarik perhatian publik. Inilah inti dari definisi berita yang disampaikan oleh para pakar media massa.

6.1 Nilai Berita

  Consequence Berita yang mengubah kehidupan pembaca adalah berita yang mengandung konsekuensi. Oddity Peristiwa yang tidak biasa terjadi adalah sesuatu yang akan diperhatikan segera oleh masyarakat.

6.2. Unsur Kelayakan Berita

  Bahkan, kredibilitas sebuah media, apakah cetak maupun elektronik, sangat ditentukan oleh akurasi beritanya sebagai konsekuensi dari kehati Seorang wartawan yang memiliki kemampuan tinggi dalam mencari berita, tapi mengabaikan soal akurasi, dia hanya menyiapkandiri untuk kemudian dipecat dari pekerjaannya, karena ia akan mengantarkan perusahaannya penerbitan pada gugatan pembaca. Dengan sikap objektifnya, berita yang ia buat pun akan objektif, artinya berita yang dibuat itu selaras dengan kenyataan, tidak beratsebelah, bebas dari prasangka.

7. Analisis Framing

  Framing berasal dari kata berasal dari kata frame, yang juga dikenal dengan nama media packaged, yaitu perspektif yang digunakan untuk melakukan pengamatan, analisis, dan interpretasi pesan media,terutama pesan faktual (berita). Gamson,” Cara bercerita atau gugusan ide- ide yang terorganisir sedemikian rupa dan menghadirkan konstruksimakna berbagai peristiwa yang berkaitan dengan objek suatu wacana.

7.1 Efek Framing

Media massa pada dasarnya adalah media diskusi publik tentang suatu masalah yang melibatkan tiga pihak: wartawan, sumber berita, dankhalayak. Ketiga pihak itu mendasarkan keterlibatannya pada peran sosial masing Kalangan pemerintah, media massa, aktivis sosial, dan pihak yang berkepentingan saling berpacu menggunakan media massa untukmenonjolkan klaim, konstruksi sosial, dan definisi masing

7.2 Model Framing

  Entman melihat framing dalam dua dimensi besar: seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek Framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketikamenseleksi isu dan menulis berita. Kosicki dalam analisis framing, teks berita dilihat terdiri dari berbagai simbol yang disusunlewat perangkat simbolik yang dipakai, yang akan dikonstruksi dalam memori khalayak.

7.3 Model Framing Robert N. Entman

  Entman melihat framing dalam dua dimensi besar: seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek Dalam praktiknya, framing dijalankan oleh media dengan menseleksi isu Tabel 1.1 Dua Dimensi Besar Framing Entman Seleksi isu Aspek ini berhubungan dengan pemilihan fakta. Wartawan memutuskan apa yang akan ia beritakan,apa yang diliput dan apa yang harus dibuang, apa yang ditonjolkan dan apa yang harus disembunyikan kepada khalayak.

F. Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif

  Analisis framing adalah metode kajian teks media yang digunakan untuk melihat bagaimana sebuahrealitas dibentuk oleh sebuah media menjadi sebuah berita yang lalu menjadi sebuah realitas media. Peneliti menerapkan skema yang digunakan oleh Entman dalam menganalisis berita yang berkaitan tentang Kontroversi Penerimaan Siswa Barudi Kota Malang yang dimuat dalam surat kabar Radar Malang.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Konstruksi Media tentang Kontroversi Penerimaan Siswa Baru di Kota Malang (Analisis Framing pada Surat Kabar Radar Malang Periode 30 Juni – 3 Juli 2012)
0
6
56
PEMBANGUNAN DALAM LIPUTAN PERS (Analisa Perbandingan Pola Liputan Tentang Pembangunan Antara Surat Kabar Radar Malang Dengan Malang PostEdisi 1 – 10 September 2006)
0
16
1
DESKRIPSI BERITA KRIMINALITAS(Analisis Isi Berita Pada Surat Kabar Malang PostDan Jawa Pos Radar Malang Edisi 1- 30 Juni 2005)
0
6
1
KONSTRUKSI MEDIA TERHADAP SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENJELANG PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 5 JULI 2004( Analisis Framing pada Headline Surat kabar Jawa Pos dan Surat kabar Kompas edisi 1 Juni 2004 sampai 1 Juli 2004 )
0
5
2
FREKUENSI BERITA KRIMINALITAS PADA SURAT KABAR RADAR MALANG (Analisis Isi Untuk Edisi 1-30 Maret 2009)
0
5
2
KONSTRUKSI PEMBERITAAN SENGKETA PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT AKADEMIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA(Analisis Framing pada Surat Kabar Malang Post dan Radar MalangEdisi 5 – 21 Oktober 2009)
0
4
2
CITRA MALANG SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN DALAM KONSTRUKSI BERITA SURAT KABAR(Analisis Wacana pada Rubrik Metro Edupolitan Malang Post)
0
6
2
BAHASA FOTO JURNALISTIK SURAT KABAR MALANG (Analisis Isi Foto Jurnalistik Karya Jurnalis Foto Pada Harian KOMPAS, SURYA dan RADAR MALANG)
0
14
57
AREMA DALAM LIPUTAN MEDIA MASSA (Analisis Framing Pemberitaan Konflik Manajemen Organisasi Klub AREMA Pada Surat Kabar Harian Surya dan Sportivo Radar Malang Antara M. Nur Versus Rendra Kresna Edisi Bulan Juli 2011)
1
18
29
KONSTRUKSI MEDIA TERHADAP KEHIDUPAN RUMAH TANGGA MASYARAKAT KOTA MALANG (Analisis Framing pada Rubrik “Nganal Kodew” Harian Radar Malang Edisi Mei 2013)
0
5
23
PENDAHULUAN JOKOWI DI MATA SURAT KABAR HARIAN JURNAL NASIONAL (Analisis Framing Jokowi Dalam Berita Di Surat Kabar Harian Jurnal Nasional Periode 11 Juli Sampai Dengan 20 September 2012).
0
2
27
PENUTUP JOKOWI DI MATA SURAT KABAR HARIAN JURNAL NASIONAL (Analisis Framing Jokowi Dalam Berita Di Surat Kabar Harian Jurnal Nasional Periode 11 Juli Sampai Dengan 20 September 2012).
0
2
5
PENDAHULUAN Rekonsiliasi Keraton Dalam Konstruksi Media (Studi Analisis Framing Pada Kasus Rekonsiliasi Keraton Kasunanan Surakarta Dalam Surat Kabar Solopos Edisi Bulan Mei – Juni 2012).
0
2
41
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA KOLOM OLAHRAGA DI SURAT KABAR SOLOPOS EDISI JUNI-JULI 2012 Tindak Tutur Ilokusi Pada Kolom Olahraga Di Surat Kabar Solopos Edisi Juni-Juli 2012.
1
2
16
BERITA KERUSUHAN SUPORTER DI SURAKARTA (Analisis Framing Media terhadap Penyajian Berita Kerusuhan Suporter di Surat Kabar Joglosemar edisi Juni – September 2013).
0
0
3
Show more