Prosedur Permohonan Pengurangan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan

Gratis

0
85
78
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Kepada Ayahanda tercinta Salamun dan Ibunda Sariyati yang menjadi inspirasi utama penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini, yang tak henti-hentinya memberi dukungan dan do’a dalam segala hal yang ingin penulis 10. Kepada Nur Halimah Tusa’Diah sahabat dan teman sekamar yang menemani selama 15 tahun ini , yang telah memberikan masukan dan semangat kepadapenulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini 13.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri Pelaksanaan praktek kerja lapangan mandiri ( PKLM ) merupakan salah satu

  Pajak bumi dan bangunan ( PBB) selama ini diidentikkan dengan Pajak Lempung karena objek pajak utamanya berupa tanah (bumi) dengan wajib pajak yang meliputi seluruh golongan masyarakat baik dari golongan rakyat bawah sampai pejabat tinggi Negara. Salah satu jenis pajak yang akan dikelola oleh Pemerintah Daerah berasal dari Jenis Pajak Pusat yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB) serta Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

B. Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri

  b) Menambah wawasan dan pengetahuan dibidang perpajakan pada umumnya, khususnya dibidang pajak bumi dan bangunan yang kelak membekali penulisterjun langsung dalam dunia kerja Menambah wawasan dan pengetahuan di bidang perpajakanc) Untuk menerapkan disiplin ilmu yang telah dipelajari kedalam permasalahan yang timbul selama melakukan praktik kerja lapangan mandiri. 2.3 Bagi Program Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial danIlmu Politik Universitas Sumatera Utara a) Guna mempromosikan sumber daya manusia yang ahli sesuai dengan bidang c) Mendapat masukan dan saran untuk perbaikan dan penyempurnaan kurikulumProgram Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

C. Uraian teoritis

  Adapun definisi dari PBB SektorP2 adalah : pajak atas bumi dan bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali kawasan yang digunakan untukkegiatan usaha perkebunan,perhutanan dan pertambangan ( Perda No. 3 Thn 2011 pasal 1 ayat 6 ). Objek pajak bumi dan bangunan Perdesaan dan perkotaanYaitu : bumi dan /atau bangunan yang dimiliki, dikuasai ,dan /atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali kawasan yang digunakan untukkegiatan usaha perkebunan,perhutanan dan pertambangan.

D. Ruang Lingkup PKLM

  Untuk mengetahui kepada dan dalam hal apa permohonan pengurangan pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan diberikan 3. Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan pemberian permohonan pengurangan pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan4.

E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

  Studi literaturDi dalam tahapan ini penulis mencari berbagai bacaan buku - buku tentang pajak bumi dan bangunan, peraturan perundang - undangan tentang PajakBumi dan Bangunan, bahan-bahan kuliah, Internet, dan lain-lain maupun literatur yang ada kaitannya dengan objek Praktik Kerja Lapangan Mandiri. Analisis dan EvaluasiSetelah data yang diperlukan telah terkumpul secara lengkap, maka penulis sudah dapat memulai menganalisis dan mengevaluasi data tersebut sertamenarik kesimpulan berdasarkan pemikiran, pengetahuan, dan teori yang telah diterima dan menjelaskannya dengan kata-kata yang sistematis dan secaraobjektif.

F. Metode Pengumpulan Data

  Daftar Wawancara ( Interview Guide )Dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan melibatakan pegawai pada instansi yang bersangkutan baik secara lisan maupun secara tulisan yangberhubungan dengan masalah yang diteliti, yaitu Prosedur PermohonanPengurangan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan di Dinas Pendapatan Kota Medan. Daftar Observasi ( Observasi Guide )Melakukan kegiatan pengamatan langsung di Dinas Pendapatan Kota Medan tentang objek PBB sektor P2 yang berkaitan dengan pengurangan Pajak Bumidan Bangunan yang tujuannya adalah untuk mendapatkan penjelasan tentang Pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan.

G. Sistematika Penyusunan Laporan

BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai latar belakang yang

  BAB IV : ANALISIS DAN EVALUASI Pada bab ini penulis membahas tentang analisa dan evaluasi data yang diperoleh mengenai Prosedur Permohonan Pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan di Dinas PendapatanKota Medan. Pada bagian pendapatan dibentuklah beberapa seksi yang mengelola penerima pajak dan retribusi daerah yang merupakan kewajibanpara wajib pajak/ wajib retribusi di dalam Kota Medan, yang terdiri dari 21 kecamatan dan 151 Kelurahan Sehubungan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri KUPD No.

B. Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Kota Medan

  Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 khusus untuk DinasPendapatan Kota Medan telah ditetapkan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas PendapatanKota Medan beserta Struktur Organisasi melalui Surat Keputusan Walikota Nomor 1Tahun 2010 Tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan. Bidang Pendataan dan Penetapan terdiri dari : a.

C. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Kota Medan

1. Dinas

  Dinas merupakan Unsur Pelaksana Pemerintah Daerah, yang dipimpin olehKepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui sekretaris daerah. Dinas mempunyai tugas dan pokok melaksanakan sebagianurusan pemerintah daerah di bidang pendapatan daerah berdasarkan asas ekonomi dan tugas pembantuan.

2. Sekretariat

  Sekretariat dipimpin oleh sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Pelaksanaan dan penyelenggaraan pelayanan administrasi kesekretariatan dinas yang meliputi administrasi umum, kepegawaian,keuangan, dan kerumahtanggaan dinas.

3. Bidang Pendataan Dan Penetapan

  Pelaksanaan pengolahan dan informasi baik dari Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD), Surat Pemberitahuan Retribusi Daerah(SPTRD), hasil pemeriksaan dan informasi dari instansi yang terkait e. Perencanaan dan penatausahaan hasil pemeriksaan terhadap wajib pajak dan wajib retribusig.

4. Bidang Penagihan

  Pelaksanaan pembukuan dan verifikasi atas pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnyad. Pelaksanaan perhitungan restitusi dan atau pemindahbukuan atas pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnyaf.

5. Bidang Bagi Hasil Pendapatan

  Bidang Bagi Hasil Pendapatanmempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas dinas lingkup bagi hasil pajak dan bukan pajak, penatausahaan bagi hasil dan perundang-undangan dan pengkajianpendapatan. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi pemberi dari dana bagi hasil pajak dan bukan pajak provinsi dan dana bagi hasil pajak / bukan pajakpusat, DAU, DAK, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

6. Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah

  Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah dipimpin oleh kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. BidangPengembangan Pendapatan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas dinas lingkup pengembangan pajak, retribusi dan pendapatan lain-lain.

7. Unit Pelaksanaan Teknis

8. Kelompok Jabatan Fungsional

  Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undanganb.

D. Visi dan Misi Dinas Pendapatan Kota Medan

  2012 S/D 2105 ) Sumber : Dinas Pendapatan Kota MedanNo ThnAnggaran Jlh WpPokok KetetapanTarget Realisasi % 1 2012 436.178 430.028.247.968 353.346.171.770 275.138.356.001 77,87% 2 2013 451.033 230.693.149.951 383.000.000.000 234.325.866.564 61,18% 3 2014 465.967 388.693.548.659 365.000.000.000 289.000.081.973 79,18%4 2015 473.473 391.894.848.478 376.000.000.000 Gambar 2.1 BAGAN STRUKTUR ORGANISASI Perda No. 3 Tahun 2009 KEPALA DINAS JABATANSEKRETARIS FUNGSIONA SUB.

SEKSI PENYULUHAN

  Definisi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (P2) Menurut PERDA Kota Medan Nomor 3 tahun 2011 pasal 1 ayat 6 pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan adalah pajak atas bumi dan / atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan / atau dimanfaatkan oleh orang pribadi ataubadan kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. Objek pajak bumi dan bangunan Mardiasmo (2011 : 313 ) Adapun yang menjadi objek pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan yaitu : Bumi dan / atau bangunanYang dimaksud dengan klasifikasi bumi dan bangunan adalah pengelompokan bumi dan bangunan menurut nilai jualnya dan digunakan sebagai pedoman serta untukmemudahkan perhitungan pajak terutang.

D. Pengecualian Objek Pajak

  Objek pajak yang tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan adalah objek pajak yang : 1. Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum dan tidak untuk mencari keuntungan, antara lain : 2.1 Di bidang ibadah, contoh : mesjid, gereja, vihara dan sejenisnya 2.2 Di bidang kesehatan, contoh : Rumah sakit 2.3 Di bidang pendidikan, contoh : madrasah, pesantren 2.4 Di bidang sosial, contoh : panti asuhan 2.5 Di bidang kebudayaan dan nasional, contoh : museum, candi 3.

E. Dasar Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan

  Tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tarif PBB perdesaan dan perkotaan ditetapkan paling tinggi sebesar 0.3% dan ditetapkan oleh peraturan daerah kabupaten / kota yang bersangkutan . Dasar Penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan Besarnya pokok PBB Perdesaan dan Perkotaan yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak dengan dasar pengenaan pajak setelah dikurangi NJOPTKP.

I. Tahun Pajak

  Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan PBB sektor perdesaan dan perkotaan yang terutang menurut SPPT ( SuratPemberitahuan Pajak Terutang ) harus dilunasi selambat – lambatnya 6 bulan sejak diterimanya SPPT oleh wajib pajak atau paling lama satu bulan sejak tanggalditerimanya SKPD ( Surat Ketetapan Pajak Daerah ) oleh wajib pajak. Kondisi tertentu objek pajak yang ada hubungannya dengan subjek pajak dan sebab – sebab tertentu lainnya sebagai alasan pengajuan pengurangan pajak terutangantara lain : lahan pertanian yang sangat terbatas hasilnya, bangunan yang ditempati sendiri yang dikuasai atau dimiliki oleh golongan wajib pajak tertentu yang memilikipenghasilan terbatas, wajib pajak orang pribadi yang penghasilannya hanya dari uang pension, dan badan yang mengalami kesulitan likuiditas.

BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI A. Pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan Dalam pelaksanaan asas – asas yang diterdapat dalam pemungutan pajak

  Wajib pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu objek pajak yang ada hubungannya dengan subjek pajak dan atau karena sebab – sebab tertentulainnya, seperti : a) Objek pajak yang wajib pajaknya orang pribadi veteran pejuang kemerdekaan, veteran pembela kemerdekaan, penerima tanda jasa bintanggerilya , atau janda/dudanya diberikan pengurangan sebesar 75% dari PBB yang terutang. Objek pajak yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan oleh wajib pajak badan yang mengalami kerugian dan kesulitan likuiditas yang serius sepanjangtahun , sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban rutin perusahaan diberikan pengurangan maksimal 75% 3.

C. Syarat Pengurangan PBB Sektor Perdesaan dan Perkotaan

  Dengan demikian wajib pajak yang mengajukan pengurangan pajak bumi dan bangunan pada kantor dinas pendapatan Kota Medan dari tahun 2013 sampai dengan2014 mengalami peningkatan sebesar 34,60 % atau sekitar 1.734 wajib pajak Adapun alasan dari wajib pajak yang melakukan pengurangan dikarenakan penghasilan yang rendah, gaji para pensiunan yang relatif kecil ataupun para veteran. Banyaknya wajib pajak yang melakukan permohonan pengurangan pajak bumi dan bangunan sehingga petugas yang menangani proses penguranganpajak memiliki waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan permohonan dan harus lebih teliti dalam menilai kebenaran dari bukti / bukti atau syaratyang dipenuhi oleh wajib pajak 2.

E. Tata Kerja Penyelesaian Pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan

  Keputusan Pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan Sekor Perdesaan dan Perkotaan adapun beberapa keputusan / ketentuan dalam pengurangan pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan yaitu : 1. Permohonan dikabulkan sebagian dari hasil penelitian administrasi verifikasi lapangan didapatkan data yang sebagian sesuai dengan alasan –alasan permohonan Seluruh keputusan pengurangan yang ditentukan oleh kepala dinas pendapatanKota Medan berdasarkan bukti – bukti dan penelitian yang dilakukan serta melihat besarnya pajak terutang , Lokasi Objek Pajak , Luas Bumi dan Bangunan serta NilaiBumi dan Bangunannya 2.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Pada bab ini, mangacu kepada penyajian dan analisa data pada bab

  Pengurangan pajak terutang merupakan hak yang dapat diajukan oleh wajib pajak kepada bupati / walikota dan proses penyelesaiannya dilakukan di kantor dinas pendapatan daerah dalam hal ini dinas pendapatan Kota Medan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Besarnya persentase pengurangan ditentukan oleh kepala dinas pendapatan daerah dalam hal ini kepala dinas pendapatan Kota Medanberdasarkan hasil penelitian dan apabila telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam proses permohonan pengurangan pajak bumi danbangunan.

B. SARAN

  Diharapkan wajib pajak dapat melengkapi syarat – syarat yang telah ditetapkan oleh dinas pendapatan kota Medan karena bagi yang kurang atau tidak memenuhi persyaratan yang ada, permohonan pengurangantersebut tidak dapat diproses. Bagi pihak dinas pendapatan daerah hendaknya mengekspos / mengumumkan prosedur untuk mengajukan pengurangan pajak bumi dan bangunan secara umum, artinya prosedur tersebut diinformasikan melaluimedia – media yang ada.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Upaya Peningkatan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
2
38
71
Proses Penghitungan Dan Pengaruh Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan dan Perdesaan Pada Dinas Pendapatan Kota Medan
1
50
73
Upaya Peningkatan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
0
4
71
Prosedur Permohonan Pengurangan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
14
Prosedur Permohonan Pengurangan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
24
Prosedur Permohonan Pengurangan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
1
Prosedur Permohonan Pengurangan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
10
Proses Penghitungan Dan Pengaruh Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan dan Perdesaan Pada Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
7
Proses Penghitungan Dan Pengaruh Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan dan Perdesaan Pada Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
21
Proses Penghitungan Dan Pengaruh Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan dan Perdesaan Pada Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
21
Proses Penghitungan Dan Pengaruh Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan dan Perdesaan Pada Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
2
Upaya Peningkatan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
8
Upaya Peningkatan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
16
Upaya Peningkatan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
13
Upaya Peningkatan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perdesaan Dan Perkotaan Di Dinas Pendapatan Kota Medan
0
0
1
Show more