Pedoman Kader Seri Kesehatan Anak

Gratis

4
22
90
2 years ago
Preview
Full text
618.9201 Ind p PEDOMAN KADER $t.!\ I ESEHATAN ANAK セ@ • KEMENTERIAN KES EHATAN RI 2010 618.9201 I,nd , p PEOOMAN KADER . $t.J!:KESEHATAN ANAK ...,-/' KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2010 ,---- -- - - UTASAMBUTAN IAI S B I Hetua Umum Tim Penggerak PHH Untuk menghasilkan generasi penerus yang sehat, cerdas dan berkualitas, perlu disiapkan sejak dalam kandungan dan dijaga sejak lahir. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dengan penyediaan pelayanan kesehatan dan peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan . Kader yang sebagian besar merupakan anggota PKK, mempunyai tugas yang mulia. Kader diharapkan dapat berperan sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat, penggerak masyarakat untu k melaksanakan pesan-pesan kesehatan seperti mendatangi Posyandu dan melaksanakan hidup bersih dan sehat, dan sebaga inya . Disamping itu Kader juga dapat berperan sebagai orang yang pertama kali menemukan jika ada masalah kesehatan di daerahnya dan segera melaporkan ke tenaga kesehatan setempat. Kader merupakan penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan karena Kader selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Agar dapat melaksanakan peran tersebut dengan baik, Kader perlu mengetahui tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah kesehatan . Buku Kader Kesehatan Anak ini dibuat sebagai bahan pegangan Kader dalam melaksanakan tugas mulia tersebut. Saya sangat menyambut baik dan mendukung disusunnya Buku Pegangan Kader Kesehatan Anak ini, yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan Kader, terutama tentang kesehatan bayi dan balita. KATA SAMBDllN Semoga buku ini bermanfaat dan dapat dijadikan pedoman bagi Kader dalam membantu meningkatkan status kesehatan anak di negara kita. Ketua Umum Tim Penggerak PKK NY. HJ. VITA GAMAWAN FAUZI, SH. I Salah satu prioritas Kementerian Kesehatan adalah meningkatkan status kesehatan anak khususnya bayi dan balita . Masih tingginya kesakitan dan kematian yang terjadi pada usia ini memerlukan perhatian dan dukungan dari semua pihak. Salah satu kendala adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, deteksi dini penyakit serta perawatan anak di rumah. Bayi dan balita, terutama bayi baru lahir sangat rentan dan mudah terkena penyakit karena daya tahannya masih lemah. Untuk itu, masyarakat dan keluarga perlu mengetahui bagaimana cara mencegah supaya anak ti dak sakit dan tindakan apa saja yang harus dilakukan jika bayi dan balita sa kit. Pemenuhan gizi anak juga harus diperhatikan serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara rutin di posyandu . Saya mengucapkan terimakasih dan sangat menghargai dukunga n para kader yang selama ini telah bekerja sama dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kader merupakan orang yang terdekat dengan masyarakat sehingga perannya akan sangat berpengaruh besar dalam memberikan pesanpesan kesehatan ke seluruh lapisan masyarakat. Saya berharap, para kader dapat terus mendukung Pemerintah dalam menggerakkan dan membantu masyarakat untuk menyehatkan anak-anak bangsa. Buku ini berisi tentang kesehatan bayi baru lahir, bayi dan balita yang dapat dijadikan pegangan atau pedoman untuk meningkatkan pengetahuan kader sehingga dapat memberikan informasi yang bena r kepada masyarakat. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi memberikan masukan dan dukungan hingga selesainya buku kader ini. セZNL@ イヲセMNᄋBGZ@ \ • J 'I Gセi • . セMNiゥA@ ..-. . I.. . . ,.·jlfrt· セ@ • '.J.... UTI"ENGINTIB ;' " ,BLNセ@ _ _ _, セNBᆪ@ NセM⦅@ Nセ@ ....!. Gセ@ NエセML@ ",",: • • ' セNーMB@ • 1"-*' " t • セ@ Akhirnya, kami sangat mengharapkan saran dan masukan untuk kesempurnaan buku ini. Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Dr, Budihardja, MPH, DTiv1&H I II r j '. ! • . - I . セ . . .. . •- ." IWTAR lSI - ' - DAn HISI KATA SAMBUTAN ......................................................................... . KATA PENGANTAR ......................................................................... iii DAFTAR lSI .................................................................................... v KESEHATAN BAYI ........................................................................... 1 BAB 1 PERAWATAN BAYI BARU LAHIR ( BBL) .......................... 1 BAB 2 MENJAGA BAYI TETAP HANGAT .................................... 5 BAB 3 MENGETAHUI TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR ......... 7 BAB 4 BAYI BERAT LAHIR RENDAH ( BBLR) ............................. 11 BAB 5 PERAWATAN METODE KANGURU (PMK) .... .. .... ...... ....15 BAB 6 KESULITAN / GAGAL NAFAS BAYI BARU LAHIR (ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR) ....................................... BAB 7 (SEPSIS NEONATORUM) .............................................. 19 GIZI ............................................................................................... 21 BAB 8 INISIASI MENYUSUI DINI ( IMD) .... .... ..................... .... . 21 BAB 9 ASI EKSKLUSIF ............................................................... 23 BAB 10 MP ASI ( MAKANAN PENDAMPING ASI) .... .... .... .......... 27 BAB 11 VITAMIN A 31 BAB 12 GIZI BURUK .. .... ....................................................... ...... 33 35 35 BAB 13 IMUNISASI PADA ANAK . 17 INFEKSI PADA BAYI BARU LAHIR IMUNISASI 1- TUMBUH KEMBANG BALITA .......................................................... 43 BAB 14 TUMBUH KEMBANG BAYI BALITA ................................. 43 , . , -_ " . . o . .. a . ' .: ' . . · L セ@ セ@ セ@ I. GMNセA@ •. ' セN@ .. イNGセ i⦅NLZjセ@ daヲャjbis@ ⦅NセMLi@ セ@ - I '- , . .' f ⦅ セN@ セLN '. • - JI [ ' . A 1 .. ,:" ,.' '- '., -II _ セ@ NャセIi⦅B@ セN⦅@ I '.,' II • • .... -I,,:'" •. . ' 1 ,. . - - -, -".t. -.1' - Nセ@ , . . . ..... セN@ ⦅ セ⦅@ 59 DIARE ..... .. .... .. ... .. .... .... .... ... .. ..... .... ........ .. .... ... .. .... ..... ... 59 BAB 16 PNEUMONIA BALITA ...... .. ......... .... .... ... ... ...... ..... .. .. .... .. 63 BAB 17 PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE ... ...... .... ....... .. 69 BAB 18 MALARIA .. .. ... .. .. .. .. .. ..... .... ... .... .. ...... .. ...... .. ....... ... ... .. ... . 73 BAB 19 CAMPAK .... ....... ..... .. ... .... .. .... .. ... ... ..... ..... .. .. .... .. ........ ... . 77 PERAN' KADER KESEHATAN .......... ...... ............ ........ ........................ 79 PERAN KADER KESEH ATAN .. .. ... .. .... .. ... ... .. ... .... .. .. .. .. .. .. . 79 BAB 20 . , '•• ,'1 _ PENYAKIT - PENYAKIT PADA ANAK ........ ........................... .............. BAB 15 セ ,., v' .. ;.J, G]セMZ⦅N@ " .,. BABl II BAYI ARUl 1ft [ Bll BAYI BARU lAHIR (BBl) ATAU NEONATUS ADAlAH BAYI UMUR cr28 HARI Apa landa Bavi lahir Sehat ;a .:. .:. .:. .:. .:. .:. Bayi lahir segera menangis Bayi bergerak aktif Warna kulit seluruh tubuh kemerahan Bayi bisa menghisap ASI dengan kuat Berat lahir 2,5 - 4 kg Setelah bayi lahir, perlu diberikan : Air Susu Ibu Salep mata antibiotika suntikan vitamin K1 di pahi:l kiri untuk mencegah perdarahan Imunisilsi Hepatitis B di paha kanan * * * * Mengapa perlu PeD1eriksaan kesehatan baVi baru lahir ;a .:. Untuk mengetahui sedini mungkin adanya kelainan pada bayi, atau bayi sa kit. c Risiko kematian bayi terbesar t erjadi pada 24 jam pertama kelahirannya .:. Periksakan bayi baru lahir minimal 3 kali ,.. Ke-1 pada hari 1-2 Ke-2 pada hari 3-7 Ke-3 pada hari 8-28 * * Periksakan segera bayi ke petugas kesehatan jika bayi ma/as menyusu, demam, kejang, bayi kuning, tali pusat kemerahan atau tanda sakit /ainnya . . セ N@ - Bagaimana Perawatan Tall Pusat ;a .:. .:. .:. .} Jangan membubuhkan apapun pada pangkal tali pusat Rawat tali pusat terbuka dan kering Bila tali pusat kotor atau basah, cuei dengan air bersih dan sabun mandi dan keringkan dengan kain bersih Bila tali pusat kemerahan, segera periksakan ke petugas kesehatan Cara Memandillan Bavl BarD lahir: .:. .:. .:. .:. .:. .:. .:. .:. Saat lahir bayi tidak boleh segera dimandikan Bayi baru boleh dimandikan paling cepat 6 jam setelah lahir Mandikan dengan air hangat di ruangan yang hangat Mandikan dengan eepat: bersihkan muka, leher , ketiak dan tali pusat dengan air dan sabun Keringkan seluruh tubuh dengan eepat menggunakan handuk atau kain kering, Pakaikan baju, topi bayi dan dibungkus dengan selimut/kain kering Bayi tidak boleh dibedong terlalu ketat Jangan memand ikan bayi jika bayi demam atau pilek Selalu Meniaga Kebersiban BaVi Jika bayi keneing atau buang air besar, bersihkan dengan air, segera keringkan dan kenakan pakaian . Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi. Menidurllan bavi : .:. .:. .:. .:. Pasang kelambu pada saat bayi tidur siang atau malam Tidurkan bayi secara terlentang atau miring 8ayi perlu banyak tidur dan hanya bangun kalau lapar Jika bayi telah tidur selama 2-3 jam bangunkan untuk disusui Hal-hal yang perlu dihindari : .:. .:. .:. .:. Hindarkan bayi dari asa p dapur dan asa p rokok Hindarkan bayi dari orang sakit Jangan membubuhkan ra muan atau apapun pada tali pusat Jangan mengasu h bayi sebel um mencuci tangan pakai sa bun . dan air menga lir .:. Janga n mengobati sendiri bila bayi sakit ., " KESEHATAN BAYI . ' BAB2 E JAG B MI IOAP H NG l Suhu normal tubuh bayi baru lahir : 36,S - 37,S °c Ba,i perlu dilaga kehangatann,a karena: .:. .:. .:. •:. Bayi lebih mudah mengalami perubahan suhu tubuh Pusat pengaturan panas tubuh bayi belum berfungsi s empurna Tubuh bayi terlalu keeil untuk menghasilkan dan menyimpan panas . Bayi belum mampu mengatur posisi tubuh dan pakaiannya agar tidak kedinginan Panas tubuh bali bisa hilang karena : Memancar Panas tubuh bayi memanear ke lingkungan sekitar bayi yang lebih dingin, misalnya : bayi baru lahir diletakkan ditempat dingin Menguap Cairan / air ketuban yang membasahi kulit bayi menguap : misalnya bayi baru lahir tidak langsung dikeringkan dari eairan ketuban Merambat Dari kulit bayi langsung merambat ke permukaan yang lebih dingin, misalnya popok/ eelana bayi basah tidak langsung diganti Mengalir Hilangnya panas tubuh bayi karena aliran udara sekeliling bayi, misalnya : bayi diletakan dekat pintu/jendela terbuka . . KESEHATAN BAYI . Mencegah kehilangan panas tub uh bay; : .:. .:. .:. Menyusui bayi segera setelah lahir Jangan meman dikan bayi baru lahir sebelum 6 jam Tempatkan bayi dil ingkungan yang hangat, jauhkan dari jendela dan pintu Bayi harus tetap berpakaia n dan diselimuti setiap saat mengenaka n t opi, memakai pakaian kering dan lembut. Segera ganti popok dan pakaian bila basah Jangan memandikan bay; atau menyent uh bayi dengan tangan dingin Keringkan bayi dengan segera setelah dimandikan .:. •:. .:. .:. Tanda..tanda penuronan suhu Wbuh bawl: 1. 2. Tanda Awal : Kedua tangan dan kaki teraba dingin Tanda Lanjut : Seluruh tubuh teraba dingin Bayi tida k bergerak aktif/bayi lemas ... Bayi tidak mau menyusu * Bayi menangis lem ah * * (pakaikan topi, baju yang hangat, kaos kaki, dan alas yang hangat) Cara ntenghangatllan dan mempenahankan subu lubuh baWl. •:. .:. Bayi ditempatkan di ru angan yang hangat, janga n ber AC. Kontak/menempelkan kulit bayi dengan kulit ibu (Perawatan Metode Kanguru)/lih t bab perawatan metode kanguru .:. Menyusui sese ring mungkln . •:. Gunakan tutup kepala karena 25% panas hilang melalui kepala KESEHATAN BAYI 1113 ENGO Ull DA DIIn IR Mengapa penUog mengetahul landa baha,a pada ball baro lahlr it .:. .:. .:. 8ayi baru lahir gampang sakit. Kalau sakit, cepat menjadi berat dan serius bahkan bisa meninggal Gejala sakit pada bayi baru lahir sulit dikenali Dengan mengetahui tanda bahaya, bayi akan cepat mendapat pertolongan sehingga dapat mencegah kematian Bavibaro labi, banlall lang menlnggal karlna: .:. .:. .:. Terlambat mengetahui tanda bahaya Terlambat memutuskan untuk membawa bayi berobat ke petugas kesehatan Terlambat sampai ke tempat pengobatan Apa saia tanda baha,a pada Ball Baro lahlr: L 2. Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum . Ini tandanya bayi terkena infeksi berat Bayi kejang Kejang pada bayi baru lahir kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Jika melihat gejala/gerakan yang tidak biasa dan terjadi secara berulang-ulang seperti : Menguap Mengunyah Mengisap Mata berkedip-kedip Mata mendelik Bola mata berputar-putar * * * * * * KESEHATAN BAYI .. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kaki seperti mengayuh sepeda yang tidak berhenti jika bayi disentuh atau dielus-elus, kemungkinan bayi kejang. Bayi lemah, bergerak hanya jika dipegang Ini tandanya bayi sakit berat . Sesak nafas Hセ@ 60 kali/menit) . Bayi merintih. Ini tandanya bayi sakit berat. Pusar kemerahan sampai dinding perut Jika kemerahan sudah sampai ke dinding perut, tandanya sudah infeksi berat. Demam (suhu tubuh bayi lebih dari 37,5°C) atau tubuh teraba dingin (suhu tubuh bayi kurang dari 36,5°C). Mata bayi bernanah banyak. Ini dapat menyebabkan bayi menjadi buta. - セN .. " . ... 9. Bayi diare, mata cekung, tidak sadar, jika kulit perut dicubit akan kembali lambat. Ini tandanya bayi kekurangan cairan be rat, bisa menyebabkan kematian . 10. Kulit bayi terlihat kuning. Kuning pada bayi berbahaya jika muncul pada : .. Hari pertama (kurang dari 24 jam) setelah lahir. .. Ditemukan pada umur lebih dari 14 hari . .. Kuning sampai telapak tangan atau kaki. 11. Buang air besar / tinja bayi berwarna pucat. SEGERA PERIKSAKAN KE DOKTER/BIDAN/PERAWAT JIKA MENEMUKAN SATU ATAU LEBIH TANDA BAHAYA PADA BAYI. KESEHATAN BAYI Usahakan bayi tetap hangat selama dalam perjalanan dengan cara : 1. Membungkus atau menyelimuti bayi dengan kain yang kering, hangat dan tebal. 2. Jangan meletakkan bayi di tepi jendela atau pintu kendaraan . 3. Kalau memungkinkan dapat pula dilakukan Perawatan Bayi Melekat (Metode Kanguru). 4. Bayi terus disusui selama dalam perjalanan . Penn.ader 1. M enjelaskan pada ibu te ntang perawatan bayi baru lahir, bagai mana menjaga kehangatan dan tanda-ta nda bahaya bayi ba ru lahir. 2. M engajak ibu untuk memeriksakan bayi baru lahir ke sara na kesehata n sedikitnya 3 kal i pada usia 0-28 hari, wala upun bayi sehat . 3. Menjelaskan ke ibu untuk tid ak membubu hi apapun pa da pangka l t ali pusat. 4. M engajak ibu untuk selalu menyusui bayinya dan tidak mem beri ka n makana n dan minuman apapun sampai usia 6 bula n. IESERATAN BAYI Nons BAB4 rl ERAT LAHIR REND [ lR] Apa nu BBlR;' BBLR adalah bayi yang lahir dengan be rat badan kurang dari 2500 gram. BBLR bisa terjadi pada bayi kurang bulan atau cukup bulan. Gambar bay; kurang bulan Gambar bay; kecil walaupun cukup bulan - • ' Apa penvebab BBlRe» 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Ibu hamil kurang gizi, kurang darah (anemia). Ibu hamil dengan muntah-muntah berlebihan selama kehamilan . Ibu hamil berumur < 20 tahun, > 35 tahun. Jarak kelahiran kurang dari 2 tahun. Ibu hamil merokok dan minum alkohol. Ibu memiliki tekanan darah tinggi. Ibu yang menderita penyakit kronik (malaria, THe). Pernah melahirkan bayi kurang bulan sebelumnya. Ibu yang mengalami perdarahan selama kehamilan . Ibu yang mengalami infeksi pada saat kehamilan . Bayi kembar. Bagaimana menCegab BBlRe» ... ... ... ... ... ... Periksa kehamilan secara rutin ke sarana kesehatan. Makan makanan yang bergizi di masa remaja dan saat hamil . Minum 1 pil tambah darah setiap hari selama 90 hari . Menunda kehamilan sampai usia ibu 20 tahun. Menjaga jarak kehamilan lebih 2 tahun. Tidak merokok dan minum alkohol selama hamil. Balaimana merawat BBlH ;a 1. Menjaga bayi tetap hangat dengan cara : .. metode kanguru. Segera keringkan badan dan ganti popok bayi bila basah .. Bayi tidak boleh dibedong, cukup dipakaikan baju, topi, kaus kaki dan diselimuti sehingga terjaga kehangatannya . .. Jangan tidurkan bayi di tempat dingin * atau banyak angin. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Awasi tanda bahaya, jangan sampai kaki bayi teraba dingin . Bayi baru dapat dimandikan setelah kondisi bayi stabil yang dinyatakan oleh petugas kesehatan. Berikan ASI saja setelah bayi lahir sesering mungkin sedikitnya setiap 2 - 3 jam. Bila bayi tertidur dibangunkan untuk menyusu. Bila bayi kesulitan menghisap, berikan ASI perah dengan menggunakan sendok. Periksakan bayi baru lahir (0-28 hari) ke petugas kesehatan sedikitnya 3 kali untuk mengetahui sedini mungkin bila bayi tidak sehat, atau ada kelainan bawaan, infeksi tali pusat, kulit kuning, tiba-tiba tidak bisa menetek dll. Merawat tali pusat bersih, kering, terbuka agar kuman tetanus tidak dapat hidup. r JAN GAN MEMBUBUHKA N APAP U N PADA PANGKAL TALI PUSAT AGAR LEKAS KERING DAN LEPAS セ@ J 8. 9. Bila tali pusat basah, berbau atau dinding perut disekitarnya kemerahan harus segera dibawa ke sarana kesehatan. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi. PeranKader , セ@ 1. 2. 3. , M emberika n penyul uhan tentang BBLR ke pada ibu dan keluarga . M emotivasi suami dan keluarga unt uk membant u meraw at BBLR. Mem ba ntu merujuk ji ka ada t anda bahaya pada BBLR. J Nons KESEHATAN BAYI . B115 PERAW I no E.._..GURU [ ] APa hu perawatan metode kanguru ;t .:. .:. .:. Perawatan pada bayi baru lahir dengan kontak kulit bayi dengan kulit pendekapnya untuk mempertahankan dan mencegah bayi kehilangan panas. Gunakan tutup kepala bayi/topi. Keuntungannya untuk bayi Bayi menjadi hangat. Bayi lebih sering menetek Bayi tidak rewel. Kenaikan berat badan lebih cepat . Keuntungan untuk ibu Hubungan kasih sayang lebih erato Ibu bisa bekerja sambil menggendong bayinya. * * * * •:. * * Bagaimana cara malekatkan ball pada metoda kanguruit .:. •:. •:. •:. •:. .:. •:. PMK dapat dilakukan dengan menggunakan kain panjang, kain segitiga, kain model kantong dan kain model thari . Bayi hanya menggunakan topi, kaos kaki dan popok . Ibu tidak mengenakan baju, agar kulit bayi dan kulit ibu bersentuhan . Bayi didekap agar kulit tubuh bayi bersentuhan langsung dengan pendekapnya . Posisi bayi telungkup, dada ketemu dada diantara kedua payudara, kepala bayi menoleh ke satu sisi. Mata bayi dapat saling kontak dengan ibu dan kaki bayi berposisi seperti kaki kodok . Letakkan bagian tengah dari kain menutupi bayi dan dada ibu . KESEHATAth)AYI •:. •:. •:. •:. Bungkus dengan kedua ujung kain mengelilingi badan ibu di bawah lengan ke punggung . Silangkan ujung kain di belakang ibu, bawa kembali ujung kain ke depan . Ikat ujung kain untuk mengunci di bawah bayi . Topang kepala bayi (kepala bayi sedikit tengadah) dengan menarik pembungkus keatas hanya sampai telinga bayi atau dibawah tulang pipi bayi. Bagalmana Melalullan Perawatan Metode lanuuru ;a .:. •:. •:. -:. •:. •:. Metode kanguru dapat dilakukan oleh ibu, bapak, atau anggota keluarga dewasa lainnya yang sehat dan tidak merokok . Metode Kanguru bisa dilakukan dalam posisi ibu baring dan istirahat . Apabila posisi tidur, tidur dengan bagian atas tubuh meninggi untuk menjaga posisi kepala bayi diatas, dengan menggunakan bantal yang ditumpuk . Ibu dan anggota keluarga lainnya yang melakukan metode kanguru dapat melakukan pekerja an sehari hari seperti biasa . Selama PMK bayi harus diawasi apakah ada gangguan pern af asa n, kejang atau tanda-tanda bahaya lainnya . Untuk bayi BBLR metode kanguru dilakukan sampai berat minimal 2500 gram atau bayi sudah tidak nyaman . . KESEHATAN BAYI BABO SUIII NIGA I AS B rJ BARU lAHl (ASFIHS ABAYI B BU lAHI ) AlIa itu asDksia =Bayi tidak bisa bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Apa tanda-tanda Asfiksia? .:. •:. .:. •:. •:. Bayi lah ir ti dak menangis . Bernafas megap-mega p / tersengal-sengal. Bayi merintih . Bayi lemas . Muka bayi kebJruan. Apa penvebab asliksia;» 1. Faktor ibu Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, kejang. Perdarahan saat hamil dan persalinan. Infeksi pada ibu hamil atau bersalin. Ibu hamil menderita penyakit berat (malaria, TBC). Persalinan lama . Faktor bayi * Bayi dengan kelainan bawaan. Bayi lahir dengan tindakan ( misalnya vakum) . Bayi kembar, BBLR. Faktor tali pusat Tali pusat keluar sebelum bayi lahir. Lilitan tali pusat. Tali pusat pendek. Simpul tali pusat. * * * * * 2. * * 3. * * * * KESEHATAN BAYI APa akibat Pila bawl asHllsla;' Kondisi asfiksia merupakan penyebab utama kematian pada bayi baru lahir. dan dapat pula menyebabkan kecacatan dan retardasi mental. Balalmana menCelab asnllsiail 1. 2. 3. 4. Periksa kehamilan secara teratur ke fasilitas kesehatan . Bersalin di fasilitas kesehatan . Bersalin di tenaga kesehatan. Makan makanan dengan gizi seimbang pada saat hamil. Peran Kader 1. 2. 3. Memotivasi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan secara teratur di fasilitas kesehatan. Memotivasi ibu dan suami untuk bersalin di sarana kesehatan . Menyarankan ibu hamil untuk makan makanan gizl seimbang. BABl INFEISI , ...... BAYI B HU ..... [S PSI EO lORU J IDa hu Sepsis neonatorum;Infeksi pada bayi baru lahir yang parah dan dapat menyebabkan kematian. Apa tanda-landa sepsis pada bali baru lahir;1. 2. 3. 4. 5. 6. Bayi demam tinggi atau tubuh teraba sangat dingin . Bayi tidak bisa dibangunkan. Perut bayi teraba tegang . Bayi tidak mau menyusu . Sesak nafas. Bayi merintih . Apa penvebab sepsis;» 1. 2. 3. Saat hamil : Infeksi ibu yang menular ke bayi yang dikandung (penyakit menular seksual, hepatitis, HIV/AIDS) Ketuban pecah sebel um waktunya . Saat kelahiran : Kurangnya kebersihan alat, t empat dan orang yang menolong persalinan Setelah lahir : Pera wata n tali pusat ya ng tidak bersih Bayi mengalami sakit parah * * * * Bagaimana meneegab sepsis neonatorumil .:. •:. •:. .:. •:. .:. Periksa keham ilan secara teratur ke sarana kesehatan . Mintalah imunisasi n . Periksa bayi baru lahir secara teratur ke tenaga kesehatan Perawatan tali pusat secara benar. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi. Bersalin di sarana kesehatan . CUCI TANGAN DENGAN SABUN DAN AIR M ENGALIR M ENCEGAH PENULARAN BERBAGAI PENYAKIT INFEKSI Peranlader , 1. 2. 3. 4. Memberikan penyuluhan kepada ibu hamil untuk mendapat imunisasi n . Memotivasi ibu untuk memeriksa kehamilan dan bayi baru lahir ke tenaga kesehatan . Memotivasi ibu dan suami untuk bersalin di sarana kesehatan. Mengajak untuk selalu mencuci tangan pakal sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi. \. . . ,., Gill BIBB INISIASI MENYUSU DINI ( IMD ) AlIa nu Inisiasl Monvoso Bini liMO) Memberi kesempatan pada bayi menyusu sendi ri segera set ela h lahir dengan melet akkan bayi menem pel di dada atau perut ibu, dibiarkan merayap mencari puti ng dan menyusu sampai puas. Proses ini berlangsung minimall jam pertama setelah bayi lahir. rKeuntungan IMD : a. b. c. d. ,,-e. "' Menghangatkan bayi. Menstabilkan lrama nafas, detak jantung bayi. Mempercepat keluarnya kolostrum. Memberikan kekebalan terhadap penyakit. Mengurangi rlsiko perdarahan ibu melahirkan ....J a. IMD menghangatkan bay; .Pada waktu IMD tu buh bayi menempel di dada ibu, suhu dada ibu yang baru bersalin dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh bayi. b. Menstabilkan ;rama na/as, detak j antung bay; Pa da waktu IMD, jalinan kasih sayang terbentu k, sehingga bayi merasa aman dan tena ng, dan denyut j antu ng serta ira ma nafas menjadi stabil. C. IMD member;kan perlindungan alam;ah bag; bay; Pada waktu IMD bayi mendapat kolostru m yang penting unt uk kel angsunga n hidupnya. Kolostrum kaya akan zat kekebala n t ubuh terhadap infe ksi. Kolostrum j uga membantu mematangkan lapisan dan melind ungi dinding usus bayi yang masih lemah . Apa ilU lolostrum セ@ * ASI yang keluar pertama kali , ya ng berwarna kekun ingan dan kental. M engandung zat kekebalan, vitamin A, fakt or-fa ktor i unt uk pertumbuhan, mencega h bayi kun ing dan mencegah ale rgi, r Ingat............... . KOlOSTRUM JANGAN DIBUANG 1'1 d. IMD membentuk kekebalan bay; Pada waktu bayi meraya p di dada ibu, bayi menjilat-jilat kulit ibu dan menelan bakteri balk (non patogen) dari kulit ibu . Bakteri baik (non patogen) ini akan berkembang biak, di kulit dan usus bayi sehingga menjadi lebih kebal t erh adap bakteri penyebab penyakft (patogen) yang akan dihad api di dunia barunya. e. IMD mengurang; perdarahan sesudah melahirkan. Pa da w aktu bayi merayap, kaki bayi menen dang-nendang perut ibu seca ra halus aka n mera ngsa ng kont raksi rahim , sehi ngga me:mbantu pengel ua ran plasenta dan mengurangi perdarahan sesudah melahi rkan. Isapan bayi pada puting ibu mera ngsang produksi ASI, ko ntraksi ra him dan mengurangl perdar 2 minggu, sesa k nafas, ( Gb. TBC セ tオャ ョァI@ berkeri ngat di malam hari, nafsu makan dan berat badan menurun . Menyerang semua golongan umu r, terutama ekon om i rendah . Menular lewat percikan luda h . Ku man TBC dapat bertaha n pada suhu lembab dan kura ng sin ar mat aha ri. Rumah yang berlantai tanah, kurang sinar matahari dan ti dak ada ali ran udara akan mem permud ah penularan TBC. セ ^@ Pencegahan dengan imunisasi BeG dan perilaku hidup bersi h dan sehat. 2. Polio: .:. 0:' .:. 3. Penyakit yang disebabkan virus Polio. Hampir sebagian besar penyakit polio tanpa gejala atau gejala ringan seperti flu , diare ringan , sebagian kecil me njadi lumpuh layu dan menetap seumur hidup, yang terjad i terutama pada tungkai. Imunisasi Pol io secara lengkap pada bayi sebanyak 4 kali, dan melaksanakan pola hid up bersih merupakan pencegahan penyakit polio. Hepatitis 8 .:. .:. Penyakit yang diseba bkan virus hepatitis B Gejala hepatitis B antara lain Nafsu makan hilang Rasa tidak enak di perut Mual sa mpai muntah • Nyeri dan rasa penuh pada perut sisi kanan atas Di serta i demam tid ak tinggi, Kada ng-kadang disertai nyeri sendi Setelah satu m inggu, pad a mata bagian puti h t ampak berwarna kuni ng, kulit pu n kuning Air seni berwarna coklat seperti teh . Penulara n da ri ibu ke bayi pada saat proses kelahiran dan mela lui alat sunti k bekas, t ra nfusi dara h dan hubungan seksua l Pencegahan dengan im un isasi Hepatitis B * * * * * * * •:. .:- 4. Difteri: .:. Adalah penyakit akut ya ng dise babkan oleh racun yang dikel uarkan kuman difteri. .:. .:. .:. 5. Pertusis : .:. .:. .:. 6. Gejalanya: demam, nyeri saat menelan, terdapat lapisan putih abu-abu pada tenggorokan Penyakit ini menyerang selaput lendir hidung, tenggorokan dan radang dikulit Difteri ini sering menyebabkan kematian bila terlambat dibawa ke sarana kesehatan akibat sumbatan jalan nafas dan kelumpuhan otot-otot pernafasan. Adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan oleh kuman pNtu sis Gejalanya mula-mula seperti flu biasa, m akin lama batuknya makin hebat, terus menerus, dan cepat, keras sampai puluhan kali, dan diakhiri dengan s kuat tenaga mengamb il naf as sampai berbunyi keras. Kadang- kadang sampai m untah, muka tampak kebiruan dan lelah . Pertusis sering menimbulkan kern atian karena radang paru -paru atau perdarahan otak. Tetanus: Penyakit yang disebabkan oleh racun yang dikelu arka n ol eh kuman tetanus, yang masuk mel alui luka atau pera watan t ali pusat bayi ya ng tidak baik .:. •:. •:. Gejala penyakit ini adalah kejang seluruh tubuh yang berulang selama beberapa menit, rahang (mulut terkunci dan balita mencucu untuk bayi), kaku leher, sulit menelan dan kaku otot perut. Pencegahan memberikan imunisasi yang diberikan pada ibu hamil, dan WUS (wanita usia subur) dan siswi di sekolah . Kekebalan TT dapat diberikan dengan imunisasi n 5 dosis, untuk kekebalan seumur hid up. Campak: (LiHAT BAB CAMPAK) 7. Peran Kader -to •:. -:. -:. •:. Mendata kelompok sasaran yang perlu diimunisasi. Bila ada sasaran yang tidak/belum terdaftar sebagai sasaran imunisasi, maka kader tetap mencatat pada catatan dikelompok Dasawisma dan memberitahu petugas kesehatan tentang adanya tambahan sasaran . Memberikan penyuluhan pentingnya imunisasi. Mengajak masyarakat agar memanfaatkan pelayanan imunisasi di posyandu atau sarana kesehatan lainnya. Memberitahu petugas kesehatan apabila ditemui kasus atau kelainan yang dihadapi kelompok sasaran . Setelah selesai pelayanan, kader bersama petugas kesehatan mencatat dan melaporkan hasil imunisasi serta melakukan kunjungan rumah bagi sasaran yang tidak datang. TUMBUH KEMBANG BAllTA BAB14 TUMBUH IEMBANG BAIl BAlITA Masa li ma tahun pertama kehidupan anak (balita ), merupakan masa ya ng sangat peka terhadap lingku ngan dan masa ini berlangsung sangat pen dek serta tidak dapat diu lang lagi, maka masa baltia disebut sebagai "masa keemasan" (golden period), "je ndela kesempatan" (window of opportunity) dan "masa kritis" (critical peri od). Pembinaan tumbuh kem bang anak seca ra komprehensif dan berkualitas yang dilakukan melalui kegiatan stimulasi/rangsangan, deteksi da n intervensi dini penyimpangan tu mbuh kembang balita dilakukan pada "masa kritis" tersebut di atas. A. Apa IIU PerlUmbuhan iI .:. .:. ... Bertambahnya ukuran jumlah sel serta jaringan interselular Bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian/ keseluruhan Dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Stimulasi/rangsangan adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak t umbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi/rangsangan rutin sedini mungkin dan t erus menerus pada setiap kesempatan. deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang artinya mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita. Cara Mengukur Pertumbuhan : 1. Pengukuran Berat Badan Terhadap Tinggi Badan (BBITB) . •:. Tujuan pengukuran BBITB : untuk menentukan status gizi anak, normal, kurus, kurus sekali atau gem uk. TUMBUH KEMBANG BAliTA .:. •:. Jadwal pengukuran BB/TB disesuaikan dengan jadwal deteksi dini turnbuh kern bang balita. Pengukuran dan penilaian BSITB dilakukan oleh tenaga kesehatan dan kader terlatih. Pengukuran Berat Badan/BB: ••' Menggunakan tirnbangan bayi. * Tirnbangan bayi digunakan untuk rnenirnbang anak sarnpai urnur 2 tahun atau selarna anak rnasih bisa berbaring/duduk te nang. ,.. Letakkan tirnbangan pada rneja ya ng datar dan tidak rnudah bergoyang. Lihat posisi jarurn atau angka harus rnen unj uk ke angka O. • Bayi sebaiknya t elanja ng, t anpa topi, kaus kaki, saru ng tanga n. Baringkan bayi denga n hati-hati di atas tirnbangan. * Lihat jarurn tirnbangan sarnpai berhenti. • Saca angka yang ditunjukka n oleh j arurn ti rnba nga n atau angka tirnbangan . Bila bayi teru s rne nerus bergerak, perhatikan gera kan j arurn, • baca angka di t engah-t engah anta ra gerakan jarurn ke kanan dan kekiri. * .:. Mengguna kan ti rn bangan injak. Leta kkan tirn banga n di lantai ya ng datar sehingga tidak mudah bergerak. Lihat posisi jaru rn ata u angka harus rnen unjuk ke angka O. • Anak sebaiknya mema kai baju sehari-hari ya ng tipi s, tidak mernaka i alas ka ki, jaket, topi, jam ta ngan, kalung, dan tidak rnernega ng sesuatu. Anak berdiri di atas tirn banga n tan pa di pega ngi. ,., Lihat j arum timbangan sampai berhenti. .. Saca angka yang ditunjukkan oleh jarurn ti mbanga n atau angka tirn bangan. Bila anak terus rnenerus bergerak, perhatikan gerakan jarum, • baca angka di te ngah-t engah antara gerakan jarurn ke kanan dan ke kirl. * * * · . TUMBUH KEMBANG BAlITA . 2. Pengukuran Panjang Badan (PB) atau Tinggi Badan (TB): .:. .:. •:. •:. •:. •:. .:. Cara mengukur dengan posisi berbaring: Sebaiknya dilakukan oleh 2 orang . Bayi dibaringkan telentang pad a alas yang datar. Kepala bayi menempel pad a pembatas angka o. Petugas 1 : kedua tangan memegang kepala bayi agar tetap menempel pada pembatas angka 0 (pembatas kepala) . Petugas 2 : tangan kiri menekan lutut bayi agar lurus, tangan kanan menekan batas kaki ke telapak kaki. Petugas 2 membaca angka di tepi di luar pengukur. Batas atas kepata Cora mengukur dengan posisi berdiri: .:. Anak tidak memakai sandal atau sepatu . •:. Berdiri tegak menghadap kedepan . •:. Punggung, pantat dan tumit men em pel pada tiang pengukur. •:. Turunkan batas atas pengukur sampai menempel di ubun-ubun . •:. Baca angka pada batas tersebut. B. Apa ito Perkembangan iI Bertambahnya struktur da n fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan : .:. Gerak kasar .:. Gerak halus, .:. Bicara dan bahasa .:. Serta sosialisasi dan kemandirian . TUMBUH KEMBANO BAllIA Aspek-aspek Perkembangan yang Dipantau. 1. 2. 3. 4. Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungao dengan kemampuan aoak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri, dan sebagainya. Gerak halus atau motorik ha lus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan dan dilakukan oleh otot-otot keell, tetap i memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis, dan sebagainya. Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dan sebagainya. Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan sendiri, membereskan maina n selesai bermain), berpisah dengan dengan ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, dan sebagainya. c.Baoalm 1. 2. 3. 4. 5. n clrl- ciri tumbuh kembano anallil Perkembangan menimbulkan perubahan. Perkembangan terjad i bersamaan dengan pertumbuhan. Setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menent uka n perkem bangan selanj utnya. Setiap aoak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ja melewati ta hapan sebelumnya. Sebagai contoh, seorang an ak tidak akan bisa berja lan sebelum ia bisa berdiri. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepat an yang berbeda. Sebagaima na pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda -beda . Perkembangan sesuai dengan pertumbuhan. Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya serta bertambah kepandaiannya . Perkembangan mempunyai pola yang t etap. TUMBUR KEMBANG BALITA 6. a. Perke mbangan terjadi lebih da hulu di daerah kepala, kemudian menuju ke arah anggota tubuh. b. Perkembangan terjadi lebih dahulu gerak kasar (misalnya tangan), kemudian berkembang ke bagian jari-jari ya ng mempunyai kemampuan gerak hal us . Perkembangan memiliki tahap yang berurutan. Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan berurutan. D. Falitor-FalilOr vang Mempengamhi lualitas Tumbuh lembang Anak 1. Faktor dalam : a. Ras/etnik atau bangsa. b. Kel uarga/genetik/ket urunan c. Umur. d. Jenis kelamin. 2. Faktor luar a. Gizi (pada saat ibu hamil), dan gizi masa pertumbuhan. b. Racun/zat kimia dan radiasi • c. Kekurangan hormon tertentu. Beberapa hormon yang dapat mengganggu pertumbuhan, misalnya kekurangan hormon insulin yang menyebabkan ibu pad a saat hamil menderita diabetes (kenci ng manis), dan anak pada saat pertumbuhan kekurangan hormon tiroid pada kelenjar gondok yang mengakibatkan pertumbuhan anak menjadi pendek. d. Penyakit Infeksi . Penya kit yangdiderita ibusaat hamil,danjuga penyakityang diderita anak saat sedang masa pertumbuhan seperti TBC (tuberkulosis), anemia (kurang darah), kelainan jantung bawaan dll. e. Sosio-ekonomi yang kurang. f. Lingkungan pengasuhan. g. Stimulasi / rangsangan. Perkembangan memerlukan stimulasi/rangsangan khusus nya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak. · TUMBUH IEMBANG BAUTA . Masa tumbuh kembang anak dim ulai sejak dalam kandungan dan berlanjut sesudah lahir yang dibagi : 1. M asa bayi umur 0 sampai 11 bulan. 2. Masa ana k dibawah lima t ahun (anak balita, umur 12-59 bulan). 3. M asa anak prasekolah (anak umur 60-72 bulan). SOl TI (limu aSi. Dele i. 1m rvensi Olnl Tumbuh em an ) .:. Stim ulasi/rangsangan adalah kegiata n merangsang kemam puan dasar an ak um ur 0-6 tah un agar anak tu m buh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat sti mulasi/rangsan ga n ruti n sedi ni mungki n dan t erus menerus pada setiap kesempatan . Prinsip dasar dalam melakukan stimulasi/rangsangan anak: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Stimulasi/rangsangan dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih saya ng. Selal u menunj ukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya . Stimula si/rangsangan dilakukan sesua i dengan kelompok urn ur an ak. Melakukan stimulasi/rangsangan dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman. M el akukdn stimulasi/ra ngsanga n secara bertahapdan berke la nj utan sesua i umur ana k, terh adap ke 4 faktor kem ampuan dasar anak. mengunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman da n ada di sek itar anak. M emberikan kesempata n yang sama pa da anak laki-Iaki dan perempuan . M em berika n anak pujian, bila perlu diberi had iah atas keberhasilannya. TUMBUR KEMBANG BAliTA •:. •:. .' Deteksi tumb uh kembang artinya mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kemba ng ballta . Intervensi din i penyimpangan tumbuh ke mba ng baHta artinya melakukan tindakan koreksi dengan memanfaatkan plastisitas otak ana k untuk memperbaiki penyimpa ngan tu mbuh kembang pada seora ng anak agar tumbuh kembangnya penyimpangannya tidak semakin berat. . kembali normal atau Bagaimana Tahapan Tumbuh kembang Bayi dan Balita Berdasarkan Umu r dan bagaimana melakukan rangsangan/ stimulasi/rangsangan terhadap perkembangannya ? Pada usia 0-3 bulan .:. .:. .:. .:. .:. Bayi bisa mengangkat kepala setinggi 450 ketika ditengurapkan Melihat dan menatap Mengoceh spontan Tertawa, menggerakan kepala kekiri dan kanan Terkejut dengan suara keras Merangsang perkembangan anak umur 0-3 bulan TUMBUH KEMBANG BALITA Kemampuan gerak kasar a. Mengangkat kepaJa. Gerakkan sebua h mainan berwarna cerah atau buat sua ra-suara gembira di depan bayi sehingga ia akan belajar menga ngkat kepal anya. b. Berguling-guling. Leta kkan maina n berwa rna cerah di dekat bayi agar ia dapat melihat dan t erta rik pad a mainan te rsebu t . Kemudia n pind ahka n benda ter

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (90 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Peran Kader Kesehatan Masyarakat Terhadap Optimalisasi Pelayanan Kegiatan Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Kapur Kota Dumai
2
101
91
Pengembangan Model Ceramah Pada Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Oleh Kader Kepada Ibu-Ibu Pengunjung Posyandu Agar Menjaga Kesehatan Gigi Anak Balitanya Di Kecamatan Medan Amplas Medan Tahun 2012
4
52
72
Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Pengarang Berkolaborasi Pada Jurnal Makara Seri Kesehatan Tahun 2005-2007
1
40
61
Penyuluhan Kesehatan Gigi Pada Anak
1
30
35
Posyandu dan Kader Kesehatan
0
34
6
Buku Pedoman Program Pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat (Strata 1) Tahun Akademik 2007/2008
1
70
189
Kader Gerakan
0
6
1
Pengalaman Kader Kesehatan dalam Promosi Kesehatan Tentang ASI Eksklusif di Posyandu Flamboyan II Kelurahan Rempoa Kotamadya Tangerang Selatan
1
18
111
Aplikasi Pedoman Gizi Seimbang Dan Kalkulator Kesehatan Berbasis Mobile
0
2
5
Clinical Pathways Kesehatan Anak
0
1
14
204 Peran Kader Kesehatan Masyarakat Terhadap Resiliensi Remaja Melahirkan Di Kecamatan Pakis
0
0
6
Draft Pedoman Evaluasi Pembangunan Bid Kesehatan Tahun 2018
0
0
105
Peran Kader Kesehatan Masyarakat Terhadap Optimalisasi Pelayanan Kegiatan Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Kapur Kota Dumai
0
0
21
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kader Kesehatan 1. Pengertian Kader - Hubungan Peran Kader Posyandu dengan Status Imunisasi Campak di Puskesmas Helvetia Medan Tahun 2014
0
0
12
Peran Kader Kesehatan Masyarakat Terhadap Optimalisasi Pelayanan Kegiatan Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Kapur Kota Dumai
0
2
21
Show more