Konstruksi Realitas Teks Pidato Indonesia Menggugat (Analisis Wacana Kritis Teks Tentang Imperialisme Dan Kapitalisme Pada Teks Pidato Pledoi Indonesia Menggugat Oleh Soekarno Tahun 1930)

Gratis

2
43
220
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Alhasil klimaks dari proses persidangan itulah kemudian makin membuatBelanda geram dan murka, karena rupanya pemerintah kolonial Belanda merasa tersindir dengan pembelaan Bung Karno itu, suatu ketegasan sikap dari BungKarno yang terlihat dari lantangnya ia bersuara dalam memerangi faham kolonialisme dan imperialisme, yang menurutnya itu merupakan suatu faham akarpenyebab penderitaan rakyat yang tiada berujung. Pemikiran yang dituangkan oleh Bung Karno ke dalam tulisan ini bukanlah pemikiran yang main-main, bukanlah pemikiran yanghanya usil belaka dengan motif sempit, tetapi lebih kepada pemikiran besar yang visioner, pemikiran matang yang melihat segala sesuatunya jauh ke depan, yangkemudian untuk dilakukan dengan bentuk tindakan yang revolusioner, bergerak bersama-sama merebut kemerdekaan rakyat Nusantara dengan seutuhnya.

1.3.1 Maksud Penelitian

1.3.2 Tujuan Penelitian

  van Dijk, yang digunakan untuk menganalisis wacana tersembunyi yang terdapat pada teks pidato pledoiSukarno yang berjudul Indonesia Menggugat. Seperti apa yang telah dipaparkan pada poin-poin yang terdapat pada identifikasi masalah penelitian, maka tujuan penelitian dapat peneliti tetapkanuntuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada pada identifikasi masalah penelitian, sebagai berikut: 1.

1.4 Kegunaan Penelitian

Kegunaan Teoretis

1.4.1 Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kegunaan, bagi

1.4.2 Kegunaan Praktis

  Bagi Peneliti Kegunaan penelitian ini bagi peneliti adalah memberikan tambahan wawasan pengetahuan ilmu komunikasi terutama pada bidang kajianilmu jurnalistik tentang analisis wacana, bahwa memahami suatu teks tidak hanya suatu bentuk tulisan yang tak bernyawa dan tanpa maksudapa-apa, oleh karena setiap teks itu memiliki wacana tersembunyi. Diharapkan pula dapat menjadi bahan penerapan dan pengembangan dalam kajian ilmu komunikasi, dan juga sebagai bahanperbandingan dan pengembangan referensi tambahan bagi penelitian dengan tema sejenis tentang analisis wacana.

1.5 Kerangka Pemikiran

1.5.1 Kerangka Pemikiran Teoretis Dalam berkomunikasi tentunya setiap manusia memiliki tujuan

  Proses produksi itu, dan pendekatan ini sangat khas van Dijk, melibatkan suatu proses yang disebut sebagai kognisi Unsur ideologi perlu dimasukan karena menurut Fairclough danWodak, analisis wacana kritis melihat wacana sebagai bentuk dari praktik sosial, sedangkan wacana sebagai praktik sosial kemungkinan besarmenampilkan efek ideologi, karena dalam setiap wacana syarat memperlihatkan ketimpangan sosial kekuasaan dan suatu kelompok sosialyang diperjuangkan. (Lull, dalam Sobur, 2002:61)Ideologi dalam pandangan analisis wacana kritis menjadi sesuatu yang fundamental untuk disampaikan, merupakan suatu yang penting dan bersifatsentral untuk diberikan porsi lebih dalam setiap proses stimuli pesan kepada lawan bicara, dan kesemuanya itu secara sadar bertujuan agar lawan bicaradapat menerima pesan ideologi tersebut, baik secara sadar ataupun tidak.

1.5.2 Kerangka Pemikiran Konseptual

  Van Dijk tersebut, peneliti mengaplikasikan kerangka pemikiran konseptual padapenelitian ini sebagai berikut: Dalam dimensi teks, yang diteliti adalah bagaimana struktur teks dan strategi wacana yang dipakai untuk menegaskan suatu tema tertentu,untuk menggambarkan seseorang atau peristiwa tertentu. Melihat bagaimana suatu teks dihubungkan lebih jauh dengan struktur sosial dan pengetahuan yang berkembang dalam masyarakatatas suatu wacana,menganalisis bagaimana proses produksi dan reproduksi seseorang atau peristiwa tertentu digambarkan.

2. Dimensi Kognisi Sosial

3. Dimensi Konteks Sosial

  Melihat bagaimana suatu teks dihubungkan lebih jauhdengan struktur sosial dan pengetahuan yang berkembang dalam masyarakat atas suatu wacana, pada penelitian ini struktur social danpengetahuan yang dianut oleh masyarakat Nusantara. Data dan fakta dari berbagai sumber dikumpulkan dan dirangkum Bung Pada penelitian ini, untuk itulah diperlukan teori wacana, untuk mengupas lebih jauh wacana pada teks Indonesia Menggugat denganmenggunakan metode analisis wacana kritis dari teori wacana Teun A.

1.6 Subjek Penelitian dan Informan

1.6.1 Subjek Penelitian

  Dimana teks pidato ini didalamnya terdapat beberapa tema pidato yang dijabarkan oleh Sukarno,tema-tema itu adalah Pendahuluan, Kapitalisme dan Imperialisme,Imperialisme di Indonesia, Pergerakan di Indonesia, dan Partai Nasional Indonesia (PNI), Pelanggaran Pasal-pasal 169 dan 153 bis Adalah Mochal. Teks pidato pledoi ini adalah salah satu karya masterpiece dari seorangSukarno muda yang kala itu terkenal sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang sangat anti terhadap faham kapitalisme dan imperialisme.

1.6.2 Informan

  Dipilih guna mendapatkan informasi yang sesuai dengan Pemilihan informan dilakukan dengan pertimbangan asumsi bahwa informan yang peneliti pilih, merekalah yang peneliti anggap banyakmengetahui informasi yang akan diteliti. Selain itu, triangulasi data dilakukan dalam rangka cek dan ricek terhadap data, yang dicocokandengan narasumber lain yang dianggap paham dan mengerti terhadap masalah yang diteliti.

1.7 Metode Penelitian

  Menurut Denzin dan Lincoln dalam Moleong (2007:5), Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkanfenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Bahasa dalam analisis wacana kritis selain pada teks juga pada konteks, yaitu Seperti yang diungkapkan pula oleh Eriyanto mengenai posisi bahasa dalam pandangan wacana kritis sebagai berikut, Bahasa dalam pandangan kritisdipahami sebagai representasi yang berperan dalam membentuk subjek tertentu, tema-tema wacana tertentu, maupun strategi-strategi di dalamnya.

1.8 Teknik Pengumpulan Data

A. Dokumentasi

  Studi dokumentasi dalam penelitian ini diperlukan, menyadari bahwa penelitian ini adalah penelitian yang sedikit banyak berkaitan dengan sejarah Dokumen sudah lama digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untukmenguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan . Wawancara Mendalam (Indepth Interview) Wawancara mendalam dilakukan dalam pengumpulan data untuk menghimpun data dan informasi tercecer yang dimiliki seseorang, danwawancara yang dilakukan secara mendalam diharapkan dapat menggali sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.

D. Penelusuran Data Online (Internet Searching)

  Banyak sekali informasi di internet baik melalui website, blog, e-book, maupun sumber sumber lain yang berasal dari penelusuran internet, yangkesemuanya itu dapat membantu peneliti dalam menunjang melengkapi data- data dalam penelitian ini. Meskipun memiliki bentuk yang berbeda denganbuku, internet berbentuk soft data, akan tetapi secara esensi memiliki fungsi sama seperti buku dalam bentuk fisik, dan semua itu pun tetap dapat dijadikanrujukan data pada penelitian ini.

1.9 Teknik Analisis Data

  Dalam sebuah penelitian perlu dilakukan rancangan mengenai tahapan- tahapan yang akan dilaksanakan, baik itu pada proses pengumpula data maupunpada proses pengolahan data, yang memungkinkan peneliti untuk berada tetap di jalur yang telah direncanakan, termasuk dalam langkah-langkah yang diambildalam penelitian. Rumusan hasil penelitian inimemaparkan beragam hasil yang didapat di lapangan dan berusaha untuk menjelaskannya dalam bentuk laporan yang terarah dan sistematis.

1.10 Lokasi dan Waktu Penelitian

1.10.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di kota Bandung, tersebar di berbagai tempat di kota Bandung sesuai akan kebutuhan peneliti akan informasi yangdibutuhkan terkait penelitian ini, salah satunya museum Gedung Indonesia Menggugat yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No.5 Bandung. 1.10.2 Waktu Penelitian Penelitian analisis wacana kritis ini dilakukan selama kurang lebih lima bulan, terhitung mulai dari bulan Maret 2011 hingga Juli 2011 Untuklebih jelasnya dapat dilihat dalam Tabel 1.1 Jadwal Penelitian berikut : Tabel 1.1 Waktu dan Jadwal Penelitian Maret April Mei Juni Juli No Tahap 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. PERSIAPAN

  Bimbingan Bab I b. Bimbingan Bab II d.

PENGOLAHAN DATA

  Pengolahan Data Primer b. Bimbingan Bab IV d.

4. SIDANG

  Pendaftaran Sidang b. Penyerahan Draft Skripsi c.

1.11 Sistematika Penulisan

Penelitian ini disusun dan terbagi sebanyak lima Bab, dan ditulis berdasarkan dengan sistematika penulisan, sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan awal dari keseluruhan Bab dalam penelitian ini, pada Bab ini menjelaskan antara lain: Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Maksud dan Tujuan Penelitian, Kegunaan Hasil Penelitian, Kerangka Pemikiran, Pertanyaan Penelitian, Subjek Penelitian dan Informan, Metode Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Analisis Data, Lokasi Dan Waktu Penelitian, Serta Sistematika Penulisan. I TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini diuraikan dan dijelaskan mengenai teori-teori berdasarkan

  studi kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan atau kasus yang diteliti dalam penelitian ini, seperti: Tinjauan Tentang Komunikasi, yangberisikan tentang Perkembangan dan Definisi Ilmu Komunikasi, sertaKomponen-Komponen Komunikasi. BAB V PENUTUP Dalam Bab ini terdapat pembahasan meliputi kesimpulan dari keseluruhan hasil penelitian dan saran yang dapat peneliti berikan untuk kemajuan dan perbaikan bersama dalam ranah akademik seputar penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Tentang Ilmu Komunikasi

2.1.1. Pengertian Komunikasi

  Luasnya komunikasi ini didefinisikan oleh Devito sebagai:Kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih, yakni kegiatan menyampaikan dan menerima pesan, yang mendapat distorsi dariganggua-ngangguan, dalam suatu konteks, yang menimbulkan efek dan kesempatan arus balik. (Proses transaksional yang meliputi pemisahan, dan pemilihan bersama lambang secara kognitif, begitu rupa sehingga membantu orang lainuntuk mengeluarkan dari pengalamannya sendiri arti atau respon yang sama dengan yang dimaksud oleh sumber.) (Rakhmat, 2007:3).

2.1.2. Komponen-komponen Komunikasi

  Berdasarkan beberapa pengertian komunikasi diatas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi terdiri dari proses yang di dalamnyaterdapat unsur atau komponen. Efek (effect) Untuk itu, Lasswell memberikan paradigma bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikanmelalui media yang menimbulkan efek tertentu.

2.1.2.1. Komunikator dan Komunikan

  Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisaterdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga (Cangara, 2004:23). Cangara menjelaskan, Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok, partai, atau negara .

2.1.2.2. Pesan

  Pesan yang dalam bahasa Inggris disebut message, content, atau information, salah unsur dalam komunikasi yang teramat penting, karena salah satu tujuan dari komunikasi yaitu menyampaikan atau mengkomunikasikan pesan itu sendiri. Lebih jelas lagi Cangara menjelaskan, dalam konteks komunikasi massa media, yaitu:Alat yang dapat menghubungkan antara sumber dan penerima yang sifatnya terbuka, di mana setiap orang dapat melihat, membaca, danmendengarnya.

2.1.2.4. Efek

  Namun, efek ini dapat dikatakan sebagai akibat dariproses komunikasi yang telah dilakukan. Seperti yang dijelaskanCangara, masih dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi , pengaruh atau efek adalah: Perbedaaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan.

2.1.3 Tujuan Komunikasi

  Setiap individu yang berkomunikasi pasti memiliki tujuan, secara Menurut Onong Uchjana dalam buku yang berjudul Ilmu KomunikasiTeori dan Praktik, menyebutkan ada beberapa tujuan dalam berkomunikasi, yaitu:a. Menemukan Dengan berkomunikasi kita dapat memahami secara baik diri kita sendiri dan diri orang lain yang kita ajak bicara.

2.1.4 Lingkup Komunikasi

  Bidang KomunikasiYang dimaksud dengan bidang ini adalah bidang pada kehidupan manusia, dimana diantara jenis kehidupan yang satu dengan jeniskehidupan lain terdapat perbedaan yang khas, dan kekhasan ini menyangkut pula proses komunikasi. Metode KomunikasiIstilah metode dalam bahasa Inggris Method berasal dari bahasaYunani methodos yang berarti rangkaian yang sistematis dan yang merujuk kepada tata cara yang sudah dibina berdasarkan rencanayang pasti, mapan, dan logis.

2.2 Tinjauan Tentang Komunikasi Massa

2.2.1 Pengertian Komunikasi Massa

  Begitu mendengar istilahkomunikasi massa, biasanya yang muncul dibenak seseorang adalah bayangan tentang surat kabar, radio, televisi atau film. Banyak pakar komunikasi yangmengartikan komunikasi massa dari berbagai sudut pandang, seperti halnyaJalaludin Rakhmat dalam bukunya Psikologi Komunikasi, menjabarkan bahwa komunikasi massa merupakan jenis komunikasi yang ditujukan kepadasejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonym, melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara dan sesaat.

2.2.2 Fungsi Komunikasi Massa

  Fungsi pendidikan dari media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya, karena media massa banyak menyajikan hal-hal yang sifatnyamendidik, melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan yang berlaku kepada pemirsa atau pembacanya. Fungsi mempengaruhi dari media massa secara implisit terdapat pada tajuk, feature, iklan, artikel, dan sebagainya, dimana khalayak dapatterpengaruh oleh iklan-iklan yang ditayangkan di televisi ataupun surat kabar.

2.2.3 Ciri-ciri Komunikasi Massa

  Maka komunikasi yang ditujukanperorangan atau sekelompok orang tertentu tidak termasuk ke dalam komunikasi massa. Komunikasi melalui media massa dapat dinikmati oleh komunikan yang jumlahnya tidak terbatas dan terpisah secara geografis pada saat yangsama.

2.3 Tinjauan tentang Jurnalistik

2.3.1 Pengertian dan Sejarah Jurnalistik

  Tak dapat dibayangkan, akan pernah ada saatnya ketika tiada seorang pun yang fungsinya mencari berita tentang peristiwa yangterjadi dan menyampaikan berita tersebut kepada khalayak ramai, dibarengi dengan penjelasan tentang peristiwa itu. Di Romadua ribu tahun yang lalu Asal mula istilah jurnalistik berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu de jour yang berarti hari, istilah tersebut karena pada masa itu dalm politik Yunani terdapat suatu lembara-lembaran yang berisikan kejadian-kejadian pada hari itu yang setiap harinya ditulis dan ditempelkan di pusat-pusatkeramaian kota untuk diberitakan.

2.4 Tinjauan Tentang Teks Pidato

2.4.1 Pengertian Tentang Retorika

  Retorika modern mencakup ingatan yang kuat, daya kreasi dan fantasi yang tinggi teknikpengungkapan yang tepat dan daya pembuktian serta penilaian yang tepat. Dalam bahasa percakapan ataubahasa popular retorika berarti pada tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, atas cara yang lebih efektif, mengucapkan kata-kata yang tepat, benar danmengesankan.

2.4.2 Tipe-tipe Pidato

  Dengan mengetahui tipe-tipe pidato, diharapkan kita akan bisamenentukan tipe pidato macam apa yang yang paling tepat berdasarkan pesan atau tema yang akan kita sampaikan pada momen tertentu dan dengankhalayak tertentu pula. Pidato menghibur; presentasi yang disengaja dirancang terutama untuk menghibur, seperti pidato yang disampaikan setelah acara makan bersama atau Pidato teknis; presentasi yang bersifat teknis yang hampir selalu melibatkan alat bantu visual atau handout yang tercetak.

2.5 Tinjauan Tentang Wacana

2.5.1 Pengertian Tentang Wacana

  Pada saat itu alas an mengapa bahasa perlu untuk dikaji karena bahasa dianggap sebagai sebuah alat yang tepat untuk mengungkapkankonsep-konsep berpikir dan hasil pemikiran filosofis. Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi manusia sehingga dalam kenyataannya bahasa menjadi aspek penting dalam melakukansosialisasi atau berinteraksi sosial dengan bahasa manusia dapat menyampaikan berbagai berita, pikiran, pengalaman, gagasan, pendapat,perasaan, keinginan, dan lain-lain kepada orang lain.

2.5.2 Ciri-ciri dan Sifat Wacana

  Berdasrkan pengertian wacana, kita dapat mengidentifikasi cirri dan sifat sebuah wacana, antara lain sebagai berikut: 1. Memiliki satu kesatuan misi dalam rangkaian itu.realitas, media komunikas, cara pemaparan, dan jenis pemakaian.

2.5.3 Wujud dan Jenis Wacana

  Wujud adalah rupa dan bentuk yang dapat diraba atau nyata. Pada dasarnya, wujud dan jenis wacana dapat ditinjau dari sudut realitas, media komunikasi, cara pemaparan, dan jenis pemakaian.

2.6 Tinjauan Tentang Analisis Wacana

  Analisis wacana mengkaji bahasa secara terpadu, dalam arti tidakterpisah-pisah seperti dalam linguistic, semua unsur bahasa terikat pada konteks Menurut Stubbs dalam Darma (2009:15), wacana adalah suatu disiplin ilmu yang berusaha mengkaji penggunaan bahasa yang nyata dalam komunikasi . Analisis wacana lazim digunakan untuk menemukan makna wacana yang persis sama ataupailing tidak sangat ketat dengan makna yang dimaksud oleh pembicara dalam wacana lisan, oleh penulis dalam wacana tulis.

2.7 Tinjauan Tentang Analisis Wacana Kritis

2.7.1 Pengertian Analisis Wacana Kritis

  Analisis wacana kritis dalam pandangan kritis, bahwa pandangan kritis ingin mengoreksi pandangan konstruksivisme yang kurang sensitif padaproses produksi dan reproduksi makna yang terjadi secara historis maupun institusional. Individu tidak dianggap sebagai subjek yang netral yang bisa menafsirkan secara bebas sesuai dengan fikirannya, karena sangat berhubungan dandipengaruhi oleh kekeuatan sosial yang ada dalam masyarakat.

2.7.2 Karakteristik Analsis Wacana Kritis

  Menggambarkan wacana sebagai praktik sosial yang menyebabkan sebuah hubungan dialektis di antara peristiwa diskursif tertentu dengan situasi,institusi, dan struktur sosial yang membentuknya. Praktik wacana pun bisa jadi menampilkan ideologi, wacana dapat memproduksi dan mereproduksi hubungan kekuasaan yang tidak imbang common sense, suatu kewajaran atau alamiah, dan memang seperti itu kenyataannya.

2.8 Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk

  Pendekatan yang dikenal kognisi sosial ini membantu memetakan bagaimana produksi teks yang melibatkan proses yang komplekstersebut dapat dipelajari dan dijelaskan. KonteksVan Dijk pun melihat bagaimana struktur sosial, dominasi, dan kelompok kekuasaan yang ada dalam masyarakat dan bagaimana kognisi (pikiran) dankesadaran yang membentuk dan berpengaruh terhadap suatu teks tertentu.

2.9 Kerangka Analisis Wacana Model Teun A. van Dijk

  Inti dari analisis van Dijk adalahmenggabungkan ketiga dimensi wacana tersebut ke dalam satu kesatuan analisis. Dalam dimensi teks, yang diteliti adalah bagaimana struktur teks dan Gambar 2.1 Kerangka Analisis Wacana Model Teun A.

A. Teks

  Dan kalau digambarkan maka struktur teks adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Struktur Teks Pada Dimensi Teks Kerangka Analisis van Dijk Struktur Makro Makna global dari suatu teks yang dapat diamati dari dari topik/tema yang diangkat oleh suatu teks. Struktur Mikro Makna lokal dari suatu teks yang dapat diamati dari pilihan kata, kalimat, gaya yang dipakai dalam suatu teks Sumber : Eriyanto, 2009:227 Pemakaian kata, kalimat, proposisi, retorika, tertentu dipahami oleh vanDijk sebagai bagian dari strategi si pembuat teks.

STRUKTUR HAL YANG DIAMATI ELEMEN WACANA

  Menganalisis bagaimana kognisi Bung Karno dalam memahami seseorang, peristiwa dan faham tertentu yang ditulisnya berdasarkan informasi danpemahaman yang Bung Karno dapatkan. Melihat bagaimana suatu teks dihubungkan lebih jauh dengan struktur sosial danpengetahuan yang berkembang dalam masyarakat atas suatu wacana, pada penelitian ini struktur sosial dan pengetahuan yang dianut oleh masyarakatNusantara.

BAB II I OBJEK PENELITIAN

  Adapunobjek penelitian ini adalah teks pidato pledoi Indonesia Menggugat yang ditulis oleh Bung Karno pada tahun 1930. Bagaimana mengenai kapitalisme dan imperialisme itu menjadi akar penyebab kebodohan, kemiskinan dan penderitaan rakyat pribumi selama beratus-ratustahun lamanya.

21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida

  Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan BungHatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa- bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika diBandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

3.3 Teks Pidato Pledoi Indonesia Menggugat Tahun 1930

  Terdapat sekitar seratus enam puluh pendapat tokoh dunia yang didalilkan oleh Bung Karno, dan sekitar enam puluh buku yang dipakai BungKarno sebagai rujukan. Peristiwa itu merupakanperistiwa pertama kalinya Bung Karno berbicara di depan dewan hakimBelanda yang dianggap sebagai symbol pemerintah Belanda, bahkan sebagai simbol bangsa asing dalam menjalankan oenjajahan.peristiwa itu pula untukpertama kalinya sosok Bung Karno muncul berbicara dengan lantang dan berapi-api membacakan pembelaannya, yang kemudian menjadikan sosok BungKarno muncul sebagai sosok pemimpin nasional.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab ini akan menguraikan dan menjelaskan hasil penelitian dan

  Teks pidato pledoi wacana tersebut akan dianalisis dengan menggunakan teori dan model wacanadari Teun A. Sesuai dengan prosedur sistematika dengan menggunakan model wacana van Dijk dan metode penelitian kualitatif, peneliti menganalisisteks pidato pledoi Indonesia Menggugat" dengan menggunakan tiga bagian analisis, yang juga sesuai dan mengacu pada identifikasi masalah, yaitu: analisiswacana dari segi teks, analisis wacana dari segi kognisi sosial, dan analisis wacana dari segi konteks sosial.

4.1 Deskripsi Informan Penelitian .1 H. Dedy Hermansyah, S.H

  Pada saat proses wawancara, banyak informasi yang penelitidapatkan dari narasumber ini, baik yang sesuai dengan konteks penelitian maupun diluar konteks penelitian. Yang ia kagumi dari Bung Karno adalah sikap perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia ini yang totalitas kepada bangsanya secarakonsistensi.

4.1.2 Mochammad Sa ban Hanief

  Bung Karno, baginyamerupakan tokoh yang sangat berpengaruh besar terhadap terciptanyaPancasila sebagai konsep negara Indonesia, karena Bung Karno adalah seorang pencetus dan orang yang pertama kali mengusulkan Pancasila sebagaiideologi negara Indonesia. Pada saat proses wawancara, banyak informasi bermanfaat yangpeneliti dapatkan dari narasumber ini, ia pun menasihati peneliti agar Yang ia kagumi dari sosok Bung Karno adalah Bung Karno merupakan sosok seseorang luhur dalam mengabdikan hidupnya kepadabangsa ini.

4.1.3 Abdy Yuhana, S.H, M.H

  Ia pun pernah mengeluarkan buku pada tahun 2009, yang berjudul Sistem Ketatanegaraan Indonesia PascaPerubahan UUD 1945: Sistem Perwakilan di Indonesia dan Masa Depan MPRRI . Ia pun mengatakan kepada peneliti bahwa tiga konsensus nasionalbangsa Indonesia, yaitu kongres Sumpah Pemuda 1928, pidato lahirnyaPancasila tanggal 1 Juni, dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan suatu hal mutlak mengenai konsep negara Indonesia yang tidakperlu diperdebatkan.

4.2 Teks Pidato Pledoi tentang Imperialisme dan Kapitalisme

  Bukankah besar bedanja imperialisme-tua bangsaPortugis atau Spanjol atau East India Company Inggeris atau OostIndische Compagnie Belanda dalam abad ke-16, 17, dan 18 dengan imperialisme-modern jang kita lihat dalam abad ke-19 dan ke-20,imperialisme-modern jang mulai mendjalar kemana-mana sesudah kapitalisme-modern bertachta keradjaan dibenua Eropah dan dibenuaAmerika Utara? Oleh karena itu, dan tidak sedikit pula oleh karena funksi proteksionisme jang sudah berubah dulu suatu tjara untuk mempertahankan diri terhadap luar negeri,sekarang mendjadi sistim dumping maka imperialisme itu tidak puas lagi dengan fikiran-fikiran liberal jang tradisionil mengenaitidak ikut tjampurnja negara (dengan urusan partikulir), persaingan bebas dan pasifisme.

4.3 Hasil Penelitian

  Pada subbab penelitian ini, akan dibahas mengenai hasil penelitian yang diperoleh setelah melakukan analisis wacana baik berdasarkan literatur maupunstudi lapangan terhadap teks pidato pledoi Indonesia Menggugat , yang ditulis dan dibacakan oleh Sukarno, di Gedung Pengadilan Landraad Bandung, padatahun 1930. Analisis wacana yang akan dibahas ada tiga bagian analisis, yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks.

4.3.1 Hasil Analisis Dimensi Teks

4.3.1.1 Analisis Tematik Elemen tematik menunjukan pada gambaran umum dari suatu teks

  (Eriyanto, 2009: 229) Dari data hasil wawancara dengan para informan, ketiga informan memberikan jawaban yang seragam, bahwa topik atau tema pada teksyang peneliti berikan kepada informan untuk diteliti adalah tema tentang Imperialisme dan Kapitalisme itu sendiri, karena memangdisadari oleh ketiga informan, bahwa Bung Karno dalam teks tersebut menekankan lebih banyak tentang permasalahan Imperialisme danKapitalisme. Oleh karena itu Bung Karno mennyerang tidakhanya orang Belanda, ratu Belanda, hakim Belanda dan orang asing lainnya, tetapi yang Bung Karno serang asasnya langsung, fahamkapitalisme dan imperialisme lah yang dituntut oleh Bung Karno, yang menjadi penyebab perubahan besar dunia pada waktu itu.

4.3.1.2 Analisis Skematik

  Wujud balapan sekarang (Sukarno, 2005:14-30)Berikut jawaban wawancara dari para informan: Kalau skema ataupun alur dari teks ini jelas, bisa dilihat juga langsung di dalam teks, dalam teks terdapat judul-judul kecil bagiandari tema Imperialisme dan Kapitalisme itu, dan judul-judul kecil itu pula yang dapat menunjukan alur dari teks ini , Ujar Dedy Hermansyah. Pada teks Indonesia Menggugat ini kita bisa lihat langsung alur yang terdapat dalam teks, dimana alur itu sangat jelas dibuat olehBung Karno yang dipisahkan menjadi judul-judul kecil yang dipisahkan dari teks, Ujar Kang Hanief.

4.3.1.3 Analisis Semantik

  Dari data hasil wawancara informan, ketiga informan memberikan jawaban yang berlainan satu sama lain, tetapi bila ditarik benang merahsecara umum, dapat terlihat latar pada teks tema Imperialisme danKapitalisme itu, Bung Karno memberikan dasar dan asumsi yang jelas dalam setiap hal yang Bung Karno tulis. Perkataan dasar itulah yang mendukungnya dalam mengungkapkan sesuatu , ujar Kang Bung Karno itu tau kalau berbicara didepan para mejelis hakim bangsa Belanda itu harus tegas, selain karena dirinya itu sedang dalamperistiwa persidangan, Bung Karno pun merupakan seorang manusia yang tegas dalam bersikap dan berbicara.

4.3.1.4 Sintaksis

  Cara Bung Karno membuat kalimat yang koheren dengancara lain, kalau saya melihatnya dengan langsung menuliskan kata- kata yang menjadi inti untuk asumsi dasar terhadap kalimatsesudahnya, dan mungkin itu juga yang dimaksud dengan koherensi sebab , Abdy Yuhana menjelaskan (3) Analisis Sintaksis tentang Kata Ganti Elemen kata ganti merupakan elemen untuk memanipulasi bahasa dengan menciptakan suatu komunitas imajinatif. Selain itu, Bung karno pun menuliskan kata ganti kita ,untuk memaksudkan seluruh manusia yang hadir di dalam ruang Berikut adalah hasil wawancara dari para informan: Bung Karno banyak menggunakan kata ganti kami , maksudnya adalah untuk menunjuk ia bersama tiga orang kawannya sebagaitersangka dalam persidangan.

4.3.1.5 Analisis Stilistik

  Berikut adalah hasil wawancara dari para informan: Bung Karno adalah seorang yang terkenal dengan kepribadiannya yang jujur, jelas, tegas, dan tanpa basa-basi. Bung Karno sangat tau semua kata yang ia pilih, karena setiap kata yang ia tulis melewati proses perenungan yang dalam, semua ituseperti mengalir tanpa adanya rekayasa, seperti bakat yang sudah dibawanya dari lahir , tutur Abdy Yuhana menerangkan.

4.3.1.6 Analisis Retoris

  Bahkan Bung Karno menggunakan perumpamaan yang awalnya Berikut adalah hasil wawancara dari para informan: Dalam teks sering kali Bung Karno menuliskan metafora yang akrab digunakan sehari-hari, seperti balapan , mencengkram ,kehausan , menjalar , dan lain sebagainya. Metafora yang dipergunakan Bung Karno adalah metafora yang mudah dimengerti dan dipahami, karena memang tujuan Bung Karnoialah memberikan pembelaan yang sedapat mungkin diterima oleh para hakim kolonial, itulah hal terpenting dari tujuan Bung Karno, semua ituuntuk mendukung pembelaannya di persidangan , ujar Sa ban Hanief menerangkan.

4.3.2 Hasil Analisis Kognisi Sosial

  Bung Karno pada saat di dalam penjara sukamiskin hanya Ibu Inggit yang setia dan sering kali mengirimkan makanan dan sekaligusmenyelundupkan buku-buku yang dipesan oleh Bung Karno dari dalam penjara, akhirnya ada sekitar 160 tokoh dari 60 buku kutipan pemikirantokoh yang dikutip oleh Bung Karno yang dibuatnya di dalam penjara itu , ujar Sa ban Hanief menerangkan. Bung Karno adalah sosok yang sangat ditakuti oleh para musuh- musuhnya, oleh karena salah satunya adalah ia seorang yang sangatkonsisten dalam melawan imperialisme, maka dari itu pula banyak orang menyebutnya sebagai orang yang anti-imperialisme , ujar Sa ban Hanief menerangkan.

4.3.3 Hasil Analisis Konteks Sosial

  Peristiwa penangkapan Bung Karno pun harus mampu menjadi kritik untuk kaum pergerakan kemerdekaan pada waktu itu, karena setelah BungKarno ditangkap tidak ada orang lain lagi yang mampu meneruskan perjuangan sehebat yang Bung Karno lakukan , Dedy kembali menambahkan. Oleh karena persidangan itu kemudian dikabarkan melalui media massa surat kabar dan radio pada waktu itu, baik media massa lokal maupun asing,peristiwa persidangan tersebut kemudian dengan cepat menyebar dan menjadi peristiwa besar nasional, bahkan internasional, yang hasilnya memang Pada zaman itu tak bedanya dengan zaman sekarang,, waktu itu seluruh media massa ramai memberitakan peristiwa persidangan itu, kasarnyaterjadi perang opini lewat media.

4.4 Pembahasan

  Imperialisme dan kapitalisme adalah dua faham yang merugikan, dua faham yang menjadi latar belakang penyebab penjajahan, dua fahamyang menjadi penyebabkan adanya peperangan, adanya kemiskinan, adanya kebodohan, adanya penderitaan rakyat Indonesia yang waktu itumasih bernama Hindia Belanda. Manusia sebagai makhluk objektif yang mengindera, karena itu, nerupakan makhluk yang menderita, dan karena ia merasakanpenderitaannya, ia makhluk yang bergairah.

Dokumen baru