Hubungan antara self-regulated learning dengan prestasi belajar siswa SMP Bina Amal Bekasi

Gratis

0
4
75
2 years ago
Preview
Full text
HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP BINA AMAL BEKASI (Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat meraih gelar Sarjana Psikologi) Oleh: Ahmad Makki NIM: 101070023004 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010 HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP BINA AMAL BEKASI (Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat meraih gelar Sarjana Psikologi) Oleh: Ahmad Makki NIM: 101070023004 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010 padamu negeri kami berbakti, bagimu negeri jiwa raga kami (Koesbini) ii HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP BINA AMAL BEKASI Skripsi Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk Memenuhi Syarat-syarat Memeroleh Gelar Sarjana Psikologi Disusun oleh: Ahmad Makki 101070023004 Di Bawah Bimbingan Pembimbing I, Pembimbing II, Dra. Zahrotun Nihayah, M.Si NIP. 196207241989032001 Solicha, M. Si NIP. 197204151999032001 Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 iii LEMBAR PENGESAHAN Skripsi yang berjudul Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prestasi Belajar Siswa SMP Bina Amal Bekasi ini telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada: Selasa 28 September 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi. Jakarta, 28 September 2010 Sidang Munaqasyah Dekan/ Pembantu Dekan/ Ketua merangkap Anggota Sekretaris merangkap Anggota Jahja Umar, Ph.D Dra. Fadhilah Suralaga, M.Si NIP. 130 885 522 NIP. 195661223 198303 2001 Anggota Dra. Zahrotun Nihayah, M.Si Solicha, M. Si NIP. 196207241989032001 NIP. 197204151999032001 iv ABSTRAK (A) Fakultas Psikologi (B) Agustus 2010 (C) Ahmad Makki (D) Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prestasi Belajar Siswa SMP Bina Amal (E) xi + 72 halaman (F) SRL merupakan strategi belajar yang melibatkan berbagai aspek intrinsik dalam diri siswa untuk menunjukkan determinasi terhadap proses belajar yang ia alami. Melalui cara ini siswa dipicu untuk menentukan pilihan sendiri berbagai segi dari kegiatan belajar, mulai dari klasifikasi materi, regulasi motivasi, waktu, lingkungan dan metakognitif, sampai tujuan belajar yang hendak dicapainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara SRL dengan prestasi belajar siswa. Selain itu, melalui penelitian ini dapat diketahui apakah kelompok jenis kelamin memengaruhi perbedaan SRL, serta apakah tingkatan kelas memberikan pengaruh bagi SRL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 125 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 100 siswa Sekolah Menengah Pertama Bina Amal Bekasi kelas 7, 8, dan 9, tahun ajaran 2010/ 2011, di mana 57 orang adalah responden pria dan 43 orang responden wanita. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) oleh Pintrich et, al., dengan model Likert dan terdiri dari 81 butir pernyataan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara SRL dan prestasi belajar. Pada pengelompokan responden berdasarkan jenis kelamin didapat kesimpulan terdapat perbedaan SRL antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan. Sedangkan pada pengelompokan responden berdasarkan tingkatan kelas dihasilkan kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan signifikan SRL antara tiap tingkatan kelas. Saran yang diberikan bagi penelitian selanjutnya, adalah pengondisian waktu kegiatan penelitian yang lebih panjang, serta pelibatan jumlah responden yang lebih banyak dengan latar belakang sekolah yang berbeda. Agar validitas dan reliabilitas hasil penelitian lebih bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (G) Daftar Pustaka (1990 – 2010) v KATA PENGANTAR Bismilahirrahmanirrahim Atas selesainya karya kecil ini saya mengucap terima kasih buat pelbagai pihak yang terlibat, langsung atau tidak. Pertama untuk Bapak Jahja Umar Ph.D., selaku dekan Fakultas Psikologi, serta para pembimbing skripsi; Ibu Dra. Zahrotun Nihayah M.Si. yang kerap menahan geram karena kelalaian saya; Ibu Solicha M.Si yang diam-diam menjadi ibu buat saya. Ucapan sama untuk Ibu Dra. Fadhilah Suralaga M.Si., serta jajaran dosen dan staf fakultas ini. Terima kasih juga saya sampaikan pada keluarga yang, meski lelah, tak berhenti mendorong penyelesaian karya ini. Buat Baba dan Enya, semoga ini menambah kenyamanan istirahat kalian di rumah. Bagi semua abang dan empo yang bergilir menjaga saya, tanpa kepedulian kalian saya akan terus berkubang kelalaian. Barangkali pengalaman saya menghabiskan hampir sepuluh tahun menyusuri Ciputat hingga mengenalnya seperti menghafal garis tangan sendiri, buat mendapat sebaris gelar, bukan hal paling berguna untuk dilakukan dan bukan gambaran ideal siapapun. Tapi sungguh saya tak pernah menyesali setiap fragmen yang terjadi di tanah ini. Seperti ucapan Kant di atas, manusia pada dasarnya memang kayu yang bengkok, karenanya ide tentang kesempurnaan di bumi ini seperti mimpi kesiangan. Mungkin itu yang membikin belajar hidup tak pernah membahagiakan tapi selalu menyenangkan. Karenanya saya ingin mengabadikan nama-nama yang menjadikan Ciputat begitu mesra buat saya. Sahabat-sahabat tak ternilai: Cahaya mataku, Nur Alfi Inayah; dari celah jendela yang termangu, bersama bersin namamu tercetak pelan dan menggigil, dan detik pun tak lagi kedengaran. Agus Noorbani, saya memiliki ruang yang terlampau luas untuk sekadar mengingat jasanya bagi saya dan karya ini. Baydowi, kepada siapa kali pertama saya berguru di Ciputat. Nama-nama lain seperti Luthfi, Dana, Iman, serta Sahirin, juga Zaid dan Iqbal, teman-teman kos, Asep, dan Hanafi. Buat Eddi “Kleng” Samjaya (alm), sahabatku. Kali akhir kau bercerita arti kehilangan vi yang telah lepas dari persepsimu soal kematian, kini aku tak pernah benar-benar bisa menanggung perihnya kau tinggalkan. Saya juga ingin mengingat adik-adik yang dipertemukan nasib: Wahyu, Budi, Juju, Adi, Agung, Idham, Rohiyat, Rozak, Ahfadh, serta lainnya, tak semua harus dicontoh dari kakak-kakakmu. Hal baik yang pendahulu wariskan, biakkan. Hal baik yang yang pendahulu capai, lampaui. Hasta la victoria siempre. Yang tak dicatat di sini, biar saya sebut dalam hati. Wallahulmuwafiq, ila aqwamithariq Wassalamualaikum, wr, wb. Ciputat, 02 September 2010 Penulis vii DAFTAR ISI Halaman Judul . Persembahan . Lembar Persetujuan . Lembar Pengesahan . Abstrak . Kata Pengantar . Daftar Isi . Daftar Tabel dan Gambar . Daftar Lampiran . Bab 1 Bab 2 Bab 3 Halaman i ii iii iv v vi viii x xi Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah . 1.2. Pembatasan dan Perumusan Masalah . 1.2.1. Pembatasan Masalah . . . 1.2.2. Perumusan Masalah . . 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1. Tujuan penelitian . . 1.3.2. Manfaat penelitian 1.4. Sistematika Penulisan . 1 7 7 8 8 8 8 9 Landasan Teori 2.1. Prestasi Belajar . . 2.1.1. Definisi prestasi belajar . . 2.1.2. Tujuan dan fungsi prestasi belajar . . 2.1.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar 2.1.4. Penilaian prestasi belajar . . 2.1.5. Pengukuran prestasi belajar . 2.2. Self-Regulated Learning . . 2.2.1. Definisi self-regulated learning . . 2.2.2. Karakteristik self-regulated learner . 2.2.3. Aspek-aspek self-regulated learning . . 2.2.4. Pengukuran self-regulated learning . 2.3. Kerangka Berpikir . . 2.4. Hipotesis . 11 12 12 14 16 17 20 20 22 23 28 28 30 Metode Penelitian 3.1. Pendekatan Penelitian . 3.2. Variabel Penelitian . 3.2.1. Identifikasi variabel . . 3.2.2. Definisi konseptual variabel . 31 31 31 32 viii 3.2.3. Definisi operasional variabel . 3.3. Populasi dan Sampel . 3.3.1. Populasi . . 3.3.2. Sampel dan teknik pengambilan sampel . . 3.4. Pengumpulan Data . 3.5. Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Penelitian . . 3.5.1. Uji validitas skala . 3.5.2. Reliabilitas . . 3.5.3. Hasil uji validitas dan reliabilitas alat ukur penelitian 3.6. Teknik Analisis Data . . 3.7. Prosedur Penelitian . Bab 4 Bab 5 Hasil Penelitian 4.1. Gambaran Umum Responden . 4.2. Deskripsi Data . 4.3. Uji Hipotesis Penelitian . . 4.3.1. Hubungan self-regulated learning dengan prestasi belajar 4.4. Analisis Tambahan . . . 4.4.1. Perbedaan self-regulated learning berdasarkan jenis kelamin . . 4.4.2. Perbedaan prestasi belajar berdasarkan jenis kelamin . 4.4.3. Perbedaan self-regulated learning berdasarkan tingkat kelas . 4.4.4. Perbedaan prestasi berdasarkan tingkat kelas . 32 32 32 33 34 36 37 38 38 39 40 42 43 48 48 49 49 50 52 54 Kesimpulan, Diskusi dan Saran 5.1. Kesimpulan . 5.2. Diskusi . . 5.3. Saran . 5.3.1. Saran Teoretis . 5.3.2. Saran Praktis . 56 56 58 59 59 Daftar Pustaka . Lampiran . 61 63 ix DAFTAR TABEL DAN GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Skema proses dalam kegiatan belajar . 15 Gambar 2.3 Skema hubungan SRL dengan prestasi belajar . 30 Tabel 3.1 Bobot nilai tiap item . 35 Tabel 3.2 Blue print Self-Regulated Learning . 35 Tabel 4.1 Karakteristik responden . 42 Tabel 4.2 Kategori Self-Regulated Learning . 43 Tabel 4.3 Jenis Kelamin Kategori Self-Regulated Learning Crosstabulation . Tabel 4.4 44 Kelas Kategori Self-Regulated Learning Crosstabulation. 45 Tabel 4.5 Kategori Self-Regulated Learning . 46 Tabel 4.6 Jenis Kelamin Kategori Prestasi Crosstabulation . 47 Tabel 4.7 Kelas Kategori Prestasi Crosstabulation . 47 Tabel 4.8 Hasil penghitungan uji korelasi . 48 Tabel 4.9 Skor rerata self-regulated learning berdasarkan jenis kelamin responden . 49 Tabel 4.10 Hasil penghitungan uji beda bedasarkan jenis kelamin . 50 Tabel 4.11 Skor rerata prestasi berdasarkan jenis kelamin responden. 51 Tabel 4.12 Hasil penghitungan uji beda bedasarkan jenis kelamin . 51 Tabel 4.13 Skor rerata self regulated learning berdasarkan jenis kelamin responden. 53 Tabel 4.14 Hasil penghitungan uji beda bedasarkan jenis kelamin . 53 Tabel 4.15 Skor rerata prestasi berdasarkan jenis kelamin responden. 54 Tabel 4.16 Hasil penghitungan uji beda berdasarkan tingkat kelas . 55 x DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Skala Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) . 63 Lampiran 2 Uji hipotesis . 68 Lampiran 3 Data Prestasi Belajar Siswa SMP Bina Amal . 72 xi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam kajian dunia pendidikan, persoalan prestasi dapat dikatakan sebagai salah satu ranah bahasan yang paling banyak menyedot perhatian para ahli. Berbagai penelitian dan diskusi, baik mengenai filosofi pendidikan, metode pengajaran, klasifikasi materi dan berbagai hal lainnya, langsung atau tidak langsung bertujuan untuk mendorong siswa mencapai prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar dapat dikatakan sebagai indikator paling verbal yang dapat dilihat dari pencapaian seorang siswa. Hal ini biasanya ditandai dengan nilai, baik angka maupun abjad, yang menandai kualitas seorang siswa selama ia mengikuti proses belajar-mengajar. Dari sini kemudian ditetapkan rangking tiap siswa. Secara filosofis, dalam bahasan mengenai pendidikan, hal pertama yang harus ditentukan adalah tujuan dari proses pendidikan itu sendiri. Tujuan pendidikan memang bukan satu-satunya hal penting dalam kajian kependidikan, namun begitu hal ini memegang peranan sentral bagi ranah-ranah kependidikan lainnya. Hanya dengan menentukan tujuan pendidikanlah kita baru bisa mengetahui hal-hal lain yang berkaitan, semisal, klasifikasi materi yang dibutuhkan, metode penyampaian, sampai metode penilaian. Dari penentuan tujuan pendidikan pula kita mengenal konsep mengenai prestasi atau hasil belajar dalam proses pendidikan. 1 2 Menurut Sukmadinata (2003), hasil belajar atau achievement merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil belajar oleh seseorang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik. Menurut Tardif dan kawan-kawan (dalam Muhibin Syah, 2004), hasil prestasi belajar merupakan suatu penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Sementara Nasution dan kawan-kawan (dalam Djamarah, 2008) menerangkan bahwa belajar bukanlah aktivitas yang berdiri sendiri, namun melibatkan unsur lain, seperti raw input, learning teaching process, output invironmental dan instrumental input. Hal ini ditegaskan oleh Purwanto (2006) yang mengatakan, bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar pada setiap orang, di antaranya faktor dari luar diri individu (eksternal) dan faktor dari dalam diri (internal). Adapun faktor dari luar diri individu (eksternal) antara lain lingkungan (alam dan sosial), instrumental (kurikulum/bahan pelajaran, guru, sarana dan prasarana, administrasi/manajemen). Sedangkan faktor dari dalam diri (internal) antara lain fisiologis (kondisi fisik dan panca indera) dan psikologis (bakat, minat, kecerdasan, motivasi dan kemampuan kognitif). 3 Berbicara mengenai faktor internal, salah satu hal yang banyak mengundang perhatian para ahli adalah persoalan metode belajar. Jika diilustrasikan, perkembangan metode belajar bisa dikatakan berkembang dari bersifat satu arah menjadi lebih terdistribusi, terutama dalam hal peran dan tanggung jawab. Di masa lalu, kegiatan belajar-mengajar adalah situasi monologis, di mana pendidik menjadi pusat kosmos pengetahuan. Dalam suasana seperti ini pendidik bertugas untuk mengemban segala tanggung jawab segala persoalan di dalam kelas, serta menentukan kemana kelas mesti diarahkan. Persoalan-persoalan seperti penentuan tujuan belajar, strategi belajar, metode penilaian, dan lain sebaganya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan otoritas pendidik. Bagi siswa, kualitas pengetahuan yang akan mereka serap di dalam kelas pun sepenuhnya menjadi wewenang pendidik. Apa yang bernilai bagi mereka, materi apa saja yang bisa mereka dapatkan, pendapat mana yang lebih patut dipercaya, semuanya mereka dapatkan dari pendidik. Saat ini kondisi tentu telah berubah. Melihat dari kehidupan yang dijalani masyarakat sehari-hari, dapat dikatakan kita telah mencapai titik perkembangan masyarakat yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Internet sebagai teknologi pamungkas yang dipunya manusia akhir-akhir ini betul-betul 4 menghadirkan perubahan yang signifikan, bahkan cukup penting untuk membuat kita memikirkan kembali fondasi sosial tiap-tiap kelompok masyarakat. Perubahan ini tentu juga terjadi dalam dunia kependidikan. Saat ini kita sulit untuk membayangkan situasi belajar-mengajar monologis sebagaimana digambarkan sebelumnya. Internet dengan database informasi yang begitu besar memungkinkan terjadinya demokratisasi pengetahuan, yang membuat setiap orang dapat mengakses seluruh pengetahuan yang terhampar di jagat maya. Kondisi ini ditambah lagi dengan kemunculan tren Web 2.0, di mana para pengguna internet bukan lagi sekadar pihak pasif yang mengonsumsi informasi yang dijajakan pemilik situs-situs populer, tapi mereka juga bisa berkontribusi terhadap pengayaan pengetahuan dengan mengunggah berbagai materi yang beguna, dan membaginya kepada orang-orang lain di seluruh dunia. Filosofi seperti inilah, yang terwakili dalam slogan sharing and connectivity, yang mengilhami lahir dan besarnya situs-situs social bookmarking seperti Digg dan StumbeUpon, atau situs-situs social networking seperti Twitter dan Facebook. Dengan fasilitas seperti ini seorang siswa dapat mengakses berbagai macam pengetahuan dengan kemungkinan tanpa batas. Sumber materi yang mereka butuhkan kini bersifat majemuk, tidak hanya berasal dari pendidik belaka. Selain itu, pengetahuan yang didapat siswa melalui wahana internet bukan hanya bersifat akumulatif terhadap pengetahuan yang didistribusikan dalam kelas, 5 namun bisa jadi merupakan kritik terhadap apa yang selama ini mereka pelajari dari pendidik. Kondisi ini sebetulnya kongruen dengan wacana self-regulated learning yang menjadi bahasan populer diskusi soal-soal kependidikan dalam 30 tahun terakhir. Tren ini dimulai sejak Zimmerman dan Schunk V tot ρ r t = πr²t (cm³) = densitas (g/cm³) = jari-jari (cm) = tinggi (cm) b) Nilai Distribusi Ukuran Partikel (Uji Mikro) Menurut Pratiwi, dkk (2013) Nilai distribusi ukuran partikel dan pori (uji mikro), merupakan proses uji mikrostruktur yang bertujuan untuk melihat struktur mikro dari suatu material, karena hal ini sangat mempengaruhi sifat mekanik dari material tersebut. Proses pengetsaan makro berguna untuk melihat cacat-cacat yang terjadi dan juga mengetahui jumlah partikel pada setiap permukaan sebuah spesimen. Dalam melakukan pengujian nilai distribusi partikel dapat menggunakan alat mikroskop. Mikroskop Inverted adalah sebuah mikroskop yang digunakan untuk mengamati logam, plastik, keramik serta sampel bahan lainnya, alat ini membantu dalam mengamati struktur permukaan, kelelahan logam, dll. Gambar 2.7 Struktur Mikro Titik 1 Pembesaran 400x (Pratiwi, dkk 2013). Digital Repository Universitas Jember 14 2.7 Karakteristik Mekanik Karakteristik Mekanik briket adalah pengujian yang dilakukan terhadap briket dengan cara uji kuat tekan aksial dengan menggunakan alat uji Universal Testing Machine (UTM) dan dengan cara dijatuhkan dengan ketinggian tertentu dengan pengujian drop test. a) Uji Kuat Tekan Aksial (Axial Compressive Strength Test) Uji Kuat tekan aksial adalah kekuatan suatu material terhadap tekanan aksial yang sejajar dengan sumbu simetri material tersebut. Sehingga briket yang baik merupakan briket biomasa yang mempunyai nilai kuat tekan aksial yang baik. Adapun data hasil penelitian dari (Wijayanti, T. 2012) yaitu bahan campuran limbah kacang tanah dan limbah kacang mete menggunakan perekat tetes tebu dengan kadar 30 gram, tekanan pengepresan yang digunakan 200 bar, Pengeringan dengan suhu 110°C selama 19 jam, ukuran serbuk arang 5 mesh, dilakukan proses pengujian kuat tekan atau keteguhan tekan menggunakan mesin press dan ditekan sampai hancur, adapun data 5 sampel kuat tekan briket sebagai berikut 13,36 kg/cm², 12,68 kg/cm², 11,89 kg/cm², 11,38 kg/cm², 10,55 kg/cm². Data penelitian lain yaitu bahan serbuk jerami padi, ayakan 50 mesh, variasi tekanan 200 kg/cm², 400 kg/cm², 600 kg/cm², 800 kg/cm², 1000 kg/cm², penambahan binder, tanpa penambahan binder, dan dengan waktu penahanan (holding time) 40 detik. Melakukan pengujian kuat tekan aksial dengan alat uji Universal Testing Machine (UTM), pembebanan sebesar 50 ton Dari hasil uji kuat tekan aksial briket biomassa jerami dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) diperolah data untuk semua variasi tekanan baik untuk briket biomassa jerami dengan menggunakan bahan pengikat maupun briket biomassa jerami padi tanpa pengikat nilai kuat tekan yang sangat tinggi yaitu melebihi 99,9 kg/cm² jauh lebih tinggi daripada nilai kuat tekan standar SNI untuk briket serbuk sabut kelapa yaitu sebesar 3 kg/cm². (Riyanto, S. 2009). Digital Repository Universitas Jember 15 Santosa, dkk (2010) menyatakan uji kuat tekan aksial dilakukan dengan menggunakan force gauge untuk mengetahui kekuatan briket dalam menahan beban dengan tekanan tertentu. Kuat tekan briket dapat dihitung menggunakan standar SNI 0-3958-1995 dengan rumus: Kuat Tekan (N/cm²) = .(2.2) Keterangan : F = Gaya (N) A = Luas (cm²) b) Drop Test Menurut Widayat (2008) drop test dilakukan untuk menguji ketahanan briket dengan benturan pada permukaan keras dan datar ketika dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter. Berat bahan yang hilang atau yang lepas dari briket diukur dengan timbangan digital dengan ketelitian 1/10.000 gram. Menurut Grochowicz (1998) kualitas bahan bakar padat pada waktu perlakuan pengujian drop test partikel yang hilang tidak lebih dari 4 %. Semakin sedikit partikel yang hilang dari briket pada saat pengujian drop test, maka briket semakin bagus. Briket ditimbang dengan menggunakan timbangan untuk mengetahui berapa berat awalnya, kemudian briket dijatuhkan pada ketinggian 1,8 meter yang dimana landasannya harus benar-benar rata dan halus. Setelah dijatuhkan, briket kemudian ditimbang ulang untuk mengetahui berat setelah dijatuhkan, kemudian berat awal tadi dikurangi berat akhir setelah briket dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter (Widayat,2008). Prosedur perhitungan drop test briket menggunakan standar ASTM D 440-86 R02 dengan rumus: Digital Repository Universitas Jember Drop Test (%) = 16 .(2.3) Keterangan : A : Berat briket sebelum dijatuhkan ( gram ) B : Berat briket sesudah dijatuhkan ( gram ) Gambar 2.8 Drop Test Sumber: (Widayat 2008) Pengujian ini dilakukan untuk penggunaan briket dalam skala industri rumahan. Digital Repository Universitas Jember BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisis karakteristik mekanik dan karakteristik fisik briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan variasi tekanan pada briket. 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2.1 Waktu Penelitian Pelaksanaan waktu penelitian ini dilakukan pada bulan April – Mei 2015. 3.2.2 Tempat Penelitian Penelitian akan dilakukan pada tiga tempat yaitu: di Laboratorium Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember, di Laboratorium Desain Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember dan di Laboratorium Bio Science Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Tempat : Laboratorium Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Melakukan pembuatan briket serbuk gergaji kayu sengon dengan perlakuan variasi penekanan. Tempat : Laboratorium Desain, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian nilai kuat tekan aksial dengan menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Tempat : Laboratorium Bio Science, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian distribusi partikel menggunakan alat Mikroskop Inverted. 17 Digital Repository Universitas Jember 3.3 18 Alat dan Bahan Penelitian Pada penelitian ini terdapat beberapa alat dan bahan yang meliputi: 3.3.1 Alat Alat – alat yang digunakan dalam penelitian : 1. Tungku pengarangan/pirolisis 2. Alat pengepres briket dan cetakan briket 3. Cawan 4. Jarum suntik 5. Heater 6. Timbangan digital 7. ayakan mesh 70 8. stopwatch 9. Termostart 10. Kabel termokople 3.3.2 Bahan 1. Serbuk gergaji kayu sengon 2. Tepung Tapioka 3. Air Panas (80°C) 3.4 Variabel Penelitian 3.4.1 Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang bebas ditentukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian. Variabel bebas yang digunakan adalah variasi tekanan, Variasi tekanan yang digunakan dalam pembuatan briket menggunakan tiga variasi yaitu: 1. Variasi tekanan 100 kg/cm² 2. Variasi tekanan 150 kg/cm² 3. Variasi tekanan 200 kg/cm² Digital Repository Universitas Jember 19 Tabel 3.1 Keterangan Nama Sampel No Nama Briket 1 P 100 2 P 150 3 P 200 Keterangan tekanan 100 kg/cm² tekanan 150 kg/cm² tekanan 200 kg/cm² 3.4.2 Variabel Terikat Variabel terikat merupakan variabel yang besarnya tidak dapat ditentukan sepenuhnya oleh peneliti, tetapi besarnya tergantung pada variabel bebasnya. Penelitian ini mempunyai variabel terikat yang meliputi data-data yang diperoleh pada pengujian briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan menganalisa data-datanya meliputi: 1. Pengujian drop test. 2. Pengujian kuat tekan aksial. 3. Pengujian densitas/kerapatan. 4. Pengujian distribusi partikel. 3.5 Prosedur Penelitian 3.5.1 Tahapan proses pembuatan briket arang limbah serbuk gergajian kayu sengon, yaitu: 1. Melakukan pengambilan serbuk kayu sengon di CV. Harapan Mulya. 2. Membersihkan serbuk kayu sengon dari kotoran dengan menggunakan air. 3. Serbuk kayu sengon dijemur selama 2 hari di bawah sinar matahari hingga kering. 4. Menyiapkan tungku pirolisis. 5. Mengarangkan serbuk kayu tersebut menggunakan tungku pirolisis. 6. Menggunakan thermostat untuk memanaskan hingga mencapai suhu 400°C. Digital Repository Universitas Jember 20 7. Mengatur pembakaran dengan thermocontrol dengan suhu maksimal 400°C. 8. Proses pembakaran dilakukan selama 30 menit. 9. Melakukan pengayaan dengan ukuran lolos mesh 70 dan tersaring di mesh 60 sehingga didapatkan serbuk dengan ukuran mesh 70. 10. Mencampurkan arang serbuk kayu sengon (70%) dengan tepung tapioka (20%) dan air (10%). 11. Mencetak arang menggunakan alat press hidrolik manual dengan dimodifikasi ditambah pressure gauge pada tabung utama press hidrolik, dengan variasi tekanan 100 kg/cm², 150 kg/cm², 200 kg/cm², dan ditahan selama 1 menit. 12. Mengeluarkan briket dari cetakan kemudian dikeringkan menggunakan oven. 3.5.2 Tahapan Penelitian Karakteristik Mekanik Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: 1. Pengujian densitas Pada pengujian ini tahapan yang dilakukan sebagai penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP negeri 2 Jember kelas VIII E dengan 31 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berupa tiga soal PISA konten Space and Shape unit Shape yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Soal PISA dan pendoman penskoran yang digunakan adalah sebagai berikut : AMATI GAMBAR BERIKUT 1. Mana diantara gambar-gambar diatas yang memiliki daerah terluas. Apa alasanmu? 2. Jelaskan cara untuk memperkirakan luas gambar C 3. Jelaskan cara untuk memperkirakan keliling gambar C Pedoman Penskoran: Soal 1 Skor Penuh (1) : Bentuk B, didukung dengan penalaran yang masuk akal. B merupakan daerah terluas karena dua bangun yang lain akan dimuat di dalamnya. B. karena tidak memiliki lekukan di dalamnya yang mengurangi luas daerahnya. Sedangkan A dan C memiliki Gap/celah. B, karena merupakan lingkaran penuh, sedangkan bangun yang lain seperti lingkaran dengan beberapa bagian yang hilang, sehingga mengurangi luasnya. B, karena tidak memiliki daerah terbuka Dll. Tidak ada Skor (0): B, tanpa disertai alasan yang masuk akal Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 2: Skor Penuh (2): Dengan cara yang masuk akal. Menggambar petak-petak yang memuat bangun tersebut dan menghitung petak yang menutupi bangun tersebut. Jika lebih dari setengahnya, maka petak tersebut dihitung satu petak Memotong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mengatur potongan-potongan tersebut menjadi bentuk persegi/persegi panjang kemudian menhitung sisi-sisinya lalu menentukan luasnya. Membangun bentuk 3D dengan alas berdasarkan bentuk tersebut, dan mengisinya dengan air. Hitung volume air yang digunakan dan kedalaman air pada model. Luas dapat ditentukan dengan volume air dibagi kedalaman air pada model Dengan membagi bangun ke dalam beberapa bentuk bangun datar beraturan. Kemudian dihitung luasnya dan dijumlahkan. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Skor sebagian (1) : Membuat lingkaran yang memuat bentuk tersebut, kemudian mengurangkan luas lingkaran dengan luas diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Namun siswa tidak menyebutkan bagaimana untuk mengetahui luas daerah diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Alasan-alasan lain yang masuk akal, namun kurang detail atau kurang jelas. Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 3: Skor Penuh (1): Dengan cara yang masuk akal. Rentangkan seutas tali pada pinggir bentuk tersebut, kemudian mengukur panjang tali yang digunakan. Potong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, gabungkan bagian-bagian tersebut hingga membentuk garis, lalu tentukan panjangnya. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Sumber : diadaptasi dari Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. Selanjutnya, skor siswa yang didapat akan dimasukkan dan diolah dengan program komputer Ministep (Winstep Rasch) untuk mengestimasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space yang diberikan berdasarkan analisis model Rasch. Soal 1 dan 3 menggunakan penskoran model dikotomus (Benar/Salah), sedangkan soal 2 menggunakan penskoran model politomus (Partial Credit Model). Skor mentah tersebut dikonversi menjadi nilai logit. Semakin tinggi nilai logit siswa dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan kemampuan siswa yang semakin tinggi. Semakin tinggi nilai logit soal dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan semakin tinggi tingkat kesulitan soal. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara keseluruhan skor siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space berbeda-beda Pada tabel 1 menampilkan skor mentah yang diperoleh siswa. Soal 1 mampu dijawab dengan benar oleh 17 siswa, soal 2 terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1, sedangkan soal 3 terdapat 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar Tabel 1. Skor Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Shape and Space NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 1 01AT 1 0 1 17 17MW 1 0 0 2 02AO 0 0 0 18 18NA 0 0 0 3 03AN 0 0 0 19 19NR 1 0 0 NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 4 04CA 0 0 0 20 20NA 1 2 0 5 05EA 1 0 0 21 21NS 0 0 0 6 06FY 1 1 1 22 22RR 0 0 1 7 07IN 1 1 0 23 23RF 0 0 0 8 08IE 1 0 0 24 24RA 0 0 0 9 09JN 1 1 0 25 25RW 0 0 0 10 10KH 1 1 1 26 26RL 0 0 0 11 11KT 1 0 0 27 27SA 0 0 0 12 12MI 1 1 0 28 28TA 1 2 0 13 13MA 0 0 0 29 29VT 0 0 1 14 14MR 1 1 0 30 30ZN 1 0 0 15 15MR 1 0 0 31 31PA 1 0 0 16 16MS 0 0 0 Selanjutnya skor siswa dengan pemodelan Rasch diolah dengan menggunakan program komputer ministep (Winstep Rasch). Berikut ditampilkan hasil statistic dari analisis model Rasch: Gambar 1. Tampilan Summary Statistics hasil pengolahan data ministep. Tampilan summary statistics diatas memberikan info tentang kualitas responden/siswa secara keseluruhan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Dari tampilan hasil pengolahan diatas diperoleh Person measure = – 0.10 logit dengan tidak mengikutsertakan Extrem Person (Responden/siswa yang mempuyai skor 0) yang kurang dari logit 0,0. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa kurang dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space yang diberikan. Dengan mengikutsertakan siswa dengan ekstrem skor tentunya nilai person measure akan semakin kecil yaitu – 1.52 logit. Semakin tinggi nilai logit diatas 0.0 logit, semakin tinggi kemampuan siswa. Gambar 2. Tampilan Item Measure hasil pengolahan data ministep. Dari gambar 2, soal no 2 mempunyai nilai logit tertinggi yaitu +1.47 logit ini menunjukkan soal no 2 merupakan soal yang paling sulit dijawab oleh siswa, soal no 3 mempunyai nilai logit = 1.40 logit, dan soal no 1 mempunyai nilai logit = -2.87 logit. Soal 2 dan 3, nilai logit keduanya lebih dari 0.0 logit menunjukkan kedua soal ini merupakan kategori soal sulit. Dari tabel 1 menunjukkan untuk soal no 2 hanya terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1. Untuk soal no 3 hanya 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar. Sedangkan soal 1 mempunyai nilai -2.87 logit yang kurang dari 0.0 logit menunjukkan soal yang relatif mudah dikerjakan siswa, dari 31 siswa terdapat 17 siswa yang mampu menjawab dengan benar. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut : (1) Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space berdasarkan analisis model Rasch masih kurang. Rata-rata nilai logit siswa - 1,52 logit yang kurang dari 0.0 logit. (2) Dari ketiga soal yang diujikan, dua soal dikategorikan sebagai soal sulit, dan 1 soal relatif mudah dikerjakan siswa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti mengemukakan saran-saran sebagai berikut : (1) Bagi pendidik, siswa hendaknya sering diberikan soal-soal non rutin atau soal-soal pemecahan masalah seperti soal-soal PISA dalam pembelajaran matematika dikelas, baik sebagai tugas maupun ulangan harian. Hal ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. (2) Bagi peneliti lain, penggunaan Item Respon Theory (IRT) dalam hal ini Rasch Model dapat dijadikan alternatif dalam pengolahan data penelitian kuantitatif untuk mengatasi kelamahan teori tes klasik, karena Rasch Model telah memenuhi lima prinsip model pengukuran. DAFTAR PUSTAKA Aini, R.N. & Siswono, T.Y.E. 2014. Analisis Pemahaman Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Pada PISA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika MATHEdunesa, vol 2, no 3, hal.158-164 BSNP Depdiknas.2006. Standar Isi Mata Pelajaran Matematika SD/MI dan SMP/MTs (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006). Jakarta: BSNP Depdiknas OECD. 2013. PISA 2012 Results in Focus. www.oecd.org OECD.2009. Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. www.oecd.org OECD.2015. PISA 2015 Draft Mathematics Framework. www.oecd.org Setiawan, H.,Dafik., dan Lestari, S.D.N. 2014. Soal Matematika Dalam PISA Kaitannya Dengan Literasi Matematika Dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Prosiding Seminar Nasional Matematika, Universitas Jember, 19 November 2014, hal.244-251. Shiel, G et al.2007. PISA mathematics: a teacher’s guide. Dublin :Department of Education and Science. Sulastri, R., et al.2014. Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah Menyelesaikan Soal PISA Most Difficult Level. Jurnal Didaktik Matematika, Vol. 1, No. 2, September 2014, hal.13-21. Sumintono, B. & Widhiarso, W.2014. Aplikasi Model Rasch Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Cimahi:Trim Komunikata Publishing House Wardhani, Sri dan Rumiyati. 2011. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP: Belajar dari PISA dan TIMSS. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Disiplin belajar siswa SMP YMJ Ciputat dan Hubungannya dengan prestasi belajar
1
4
82
Hubungan antara persepsi siswa tentang kineja guru dengan prestasi belajar siswa : survai di SMP Negeri I Bojongpicung-Cianjur
0
8
84
Hubungan antara tingkat kreativitas berfikir siswa dengan prestasi belajar matematika siswa MTsN 12 Jakarta
0
5
138
Pengaruh self-regulated learning terhadap prestasi belajar matematika siswa MtsN 3 Pondok Pinang
9
41
96
Hubungan antara motifasi belajar dengan prestasi belajar siswa kelas ll SLTPN l Sukaraja
0
4
87
Hubungan profesionalisme guru PAI dengan prestasi belajar siswa SMP Negeri I Kosambi Tangerang
1
5
108
Hubungan antara motivasi berprestasi dan status sosial ekonomi dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 6 Bekasi
1
9
120
Hubungan antara Adversity quotient dengan prestasi belajar siswa SMUN 102 Jakarta Timur
2
19
92
Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (studi Penelitian pada anak Yatim di SMP YPMS Kedaung)
0
12
77
Hubungan antara komunikasi orang tua dan siswa dengan prestasi belajar siswa : studi penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pamulang
0
3
94
Hubungan antara kompetensi pedagogik guru IPS dengan prestasi belajar siswa di SMA PGRI 56 Ciputat
1
3
95
Hubungan antara self-regulated learning dengan prestasi belajar siswa SMP Bina Amal Bekasi
0
4
75
Hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam : studi penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pamulang
0
3
117
Hubungan Antara sikap terhadap nilai-nilai edukatif matematika dengan prestasi edukasional matematika dg prestasi belajar siswa kelas 11 SMUN 1 Bekasi
0
4
126
Hubungan konsep diri siswa dengan prestasi belajar PAI di SMP Islam Parung
1
19
0
Show more