Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta

 5  75  140  2017-03-01 13:59:45 Report infringing document
EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 6 BULAN DI KELURAHAN BINTARO JAKARTA Skripsi Diajukan sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep) Oleh : PUSPITA EKA KURNIA SARI 1110104000009 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1435H/2014 SCHOOL OF NURSING FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES SYARIF HIDAYATULLAH STATE ISLAMIC UNIVERSITY OF JAKARTA Undergraduate Thesis, September 2014 Puspita Eka Kurnia Sari, NIM: 1110104000009 Effectiveness of Baby Massage in The Growth and Development of 6 Months Babies In The District Bintaro Jakarta. xviii + 87 pages + 3 charts + 9 tables + 7 attachments Infant period is the basis of a child’s growth and development for next steps. This period depends on parents and family in fulfilling basic needs to grow and to develop. Stimulation during infant period is needed to stimulate a baby’s growth and development. Baby massage is an activity which can stimulate the baby’s growth and development, and it can be done by parents or baby sitters. The objective of this study is to find out the effectiveness of baby massage in the growth and development of six-month babies in the district Bintaro, Jakarta. The study is a qualitative study using quasi experiment with non randomized pre and post test with control group design. Total sample of the study is 24 people gained from total sampling technique. Instruments of the study are KPSP, a meter, and baby scales. The data are analyzed using univariate and bivariate (by examining Chi Quadrat formula to gain Odds Ratio values and t-test independent formula to gain Eta Squared values). The results show that baby massage is effective for the development. It is proved by the Odd Ratio values which are 11 times more effective to improve the ability of raising chest and 10 times more effective to improve the ability of raising neck. Moreover, baby massage is also effective for the growth (weight and height) proved by Eta Squared values which are 0,28 for the weight and 0,43 for the height. It means that baby massage is very effective for a baby’s growth especially for its weight and height. Keywords: baby massage, development, growth, KPSP, infants 6 months of age. Reference: 76 (2002 – 2013) iii PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Skripsi, September 2014 Puspita Eka Kurnia Sari, NIM: 1110104000009 Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan Di Kelurahan Bintaro Jakarta xviii + 87 halaman + 3 bagan + 9 tabel + 7 lampiran ABSTRAK Masa bayi sebagai dasar dari pertumbuhan dan perkembangan seorang anak menuju tahapan berikutnya. Masa ini sangat bergantung kepada orang tua dan keluarga dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar untuk tumbuh dan berkembang. Stimulasi dalam masa bayi sangat diperlukan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan. Pijat bayi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh orang tua ataupun pengasuh bayi sebagai tindakan menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di kelurahan Bintaro Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment dengan pendekatan non randomized pre and post test with control group design. Responden yang berjumlah 24 orang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan KPSP, meteran, dan timbangan bayi. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat (uji chi square untuk mendapatkan nilai odds ratio dan uji t-test independent untuk mendapatkan nilai Eta Squared). Hasil penelitian didapatkan nilai efektifitas pijat bayi terhadap perkembangan dihitung dengan melihat hasil odds ratio didapatkan pijat bayi 11 kali lebih besar untuk meningkatkan kemampuan mengangkat dada, 10 kali lebih besar untuk meningkatkan kemampuan mengangkat leher, nilai efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan (berat badan dan panjang badan) dihitung dengan menggunakan rumus Eta Squared diperoleh hasil 0,28 untuk berat badan dan 0,43 untuk panjang badan yang berarti pijat bayi memiliki efektifitas yang besar dalam meningkatkan pertumbuhan (berat badan dan panjang badan) bayi. Kata Kunci: Pijat bayi, perkembangan, pertumbuhan, KPSP, bayi usia 6 bulan. Referensi: 76 (2002 – 2013) iv DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : PUSPITA EKA KURNIA SARI Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 12 Agustus 1992 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Status : Belum Menikah Alamat : Komplek Depsos 7 No.12 Rt. 004 Rw. 02, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, DKI. Jakarta. 12330 Telephone/HP : 085780759676 E-mail : puspitaekaksari@gmail.com RIWAYAT PENDIDIKAN 1. TK Tat Wam Asi 1997 – 1998 2. SDN 01 Bintaro Jakarta 1998 – 2004 3. SMPN 161 Jakarta 2004 – 2007 4. SMAN 29 Jakarta 2007 – 2010 5. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 – sekarang viii LEMBAR PERSEMBAHAN UNTUKMU PAPAH UNTUKMU MAMAH Kasih sayangmu Cintamu. selalu kau berikan padaku Perjuanganmu Usaha kerasmu kau peras keringatmu Untuk semua cita-cita ku Sedikitpun tak pernah mencari kesenangan untukmu Disetiap lelahmu kau selalu berusaha tersenyum didepanku Walau diriku sering mendurhakaimu Diriku terkadang membuat kecewa dirimu Dan dirimu tak pernah sekalipun berhenti untuk memberikan semua itu Dirimu pun tak pernah sedikitpun meminta balasan apapun dariku Karena aku tahu Dirimu melakukan semua itu Hanya untuk membuatku bahagia dan tersenyum disetiap langkah kehidupanku Selama hidupku dirimu menjadi cahaya dan pelita dalam setiap langkah kehidupanku Maafkanlah diriku Yang belum bisa membalas semua kebaikan yang telah kalian berikan untukku disepanjang kehidupanku Diriku berjanji Ku kan selalu berusaha dan berdo’a semampuku kepada Allah SWT untuk kebahagiaan dan kesehatanmu di masa tua mu nanti Diriku kan berusaha membahagiakan dan menjaga mu hingga dunia memisahkan kita Walaupun kelak apa yang ku beri Pastilah tidak akan pernah dapat sama dengan sebesar apa yang diriku terima selama ini Best Love Kakak Sari ix KATA PENGANTAR Assalamu’alaykum wr.wb Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah S.W.T yang telah melimpahkan segala nikmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta”. Pembuatan skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana keperawatan (S.Kep), serta sebagai penerapan dan pengembangan teori-teori yang penulis peroleh selama perkuliahan. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran membangun yang bertujuan untuk perbaikan sebagai penyempurnaan skripsi ini selanjutnya. Penyusunan skripsi ini tidak akan selesai, tanpa bantuan dari berbagai banyak pihak yang telah memberikan dorongan motivasi dan masukan untuk penulisan ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Prof. Dr. dr. MK Tadjudin Sp.And selaku Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Bapak Ns. Waras Budi Utomo, S.Kep,M.KM selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Ibu Ns. Eni Nur’aini Agustini, S.Kep,M.Sc selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 4. Ibu Ns. Kustati Budi Lestari, S.Kep,M.Kep,Sp. Kep.An selaku dosen pembimbing I, yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan masukan kepada penulis. x 5. Ibu Maulina Handayani, S.Kp,M.Sc selaku dosen pembimbing II, yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan masukan kepada penulis untuk penguatan dalam metode penelitian ini. 6. Ibu Yenita Agus, M.Kep,Sp.Mat,Ph.D dan Ibu Ns. Uswatun Hasanah, MNS selaku dosen penguji pada seminar proposal yang telah memberikan banyak masukan kepada penulis. 7. Bapak dan ibu dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis dari awal perkuliahan hingga sekarang, serta seluruh jajaran staf karyawan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. 8. Orang tua tercinta papah Ermawansyah dan mamah Sri Tuti untuk kasih sayang, doa serta dukungannya baik secara material, moral dan spiritual yang telah diberikan kepada penulis selama ini. Semoga kebaikan dan pengorbanan kalian selama kehidupan ini tidak akan sia-sia yang akan dibalas oleh Allah SWT. Semoga penulis dapat menjadi seperti apa yang kalian harapkan dan menjadi putri terbaik kalian. 9. Adik ku tersayang Sony dan Ayi serta keluarga besar penulis yang senantiasa memberikan doa dan dukungan semangat yang tulus. 10. Sahabat ku, orang spesial yang berada dalam hati ini, seluruh temanteman PSIK 2010, saudara seperjuangan selama perjalanan di KPA. Arkadia UIN Jakarta, adik dan kakak kelas PSIK UIN Jakarta yang telah banyak membantu untuk penulisan ini serta memberikan memotivasi maupun dukungannya kepada penulis. Pihak-pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu pada kesempatan ini. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari kesempurnaan, namun penulis harapkan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis tentunya untuk wawasan serta pengetahuan penelitian terkait. Wassalamu’alaykum wr.wb. Jakarta, September 2014 Puspita Eka Kurnia Sari xi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL . i LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA . ii ABSTRAC . iii ABSTRAK . iv LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN . v LEMBAR PENGESAHAN . vi DAFTAR RIWAYAT HIDUP . viii LEMBAR PERSEMBAHAN ix KATA PENGANTAR . x DAFTAR ISI . xii DAFTAR SINGKATAN . xv DAFTAR BAGAN . xvi DAFTAR TABEL . xvii LAMPIRAN . xviii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang . 1 B. Rumusan Masalah 8 C. Tujuan Penelitian . 8 D. Manfaat Penelitian . 9 E. Ruang Lingkup Penelitian . 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA xii A. Bayi . 12 1. Definisi Masa Bayi 12 2. Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi . 13 3. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi . 18 B. Pijat Bayi . 21 1. Definisi Pijat Bayi . 21 2. Manfaat Pijat Bayi . 23 3. Hal yang Diperhatikan Ketika Pemberian Pijat Bayi 25 4. Penelitian Terkait Dengan Pijat Bayi 26 C. Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan (KPSP) 29 1. Cara Menggunakan KPSP . 30 2. Interpretasi Hasil KPSP . 31 D. Peran Keluarga Dalam Perawatan dan Pengasuhan Anak . 34 E. Kerangka Teori 37 BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS DAN DEFINISI OPERASIONAL A. Kerangka Konsep 38 B. Hipotesis . 39 C. Definisi Operasional 40 BAB IV METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian . 42 B. Lokasi dan Waktu Penelitian . 43 C. Populasi dan Sampel 44 D. Instrument Penelitian . 46 E. Uji Validitas dan Realibilitas . 46 F. Langkah – Langkah Pengumpulan Data . 47 G. Etika Penelitian 50 H. Pengolahan Data . xiii 54 I. Analisis Data 55 BAB V HASIL A. Gambaran Lokasi Penelitian 57 B. Analisis Univariat 58 C. Analisis Bivariat . 59 1. Analisis Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Perkembangan Bayi Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol . 59 2. Analisis Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan Bayi Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol . 61 BAB VI PEMBAHASAN A. Pembahasan Univariat . 66 1. Usia . 66 B. Pembahasan Analisis Bivariat . 67 1. Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Perkembangan Bayi Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol . 68 2. Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan Bayi Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol 70 C. Keterbatasan Penelitian . 77 BAB VII PENUTUP A. Kesimpulan . 78 B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xiv 79 DAFTAR SINGKATAN CDC : Centers for Disease Control and Prevention CBR : Crude Birth Rate APGAR : Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration KPSP : Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan ASI : Air Susu Ibu KMS : Kartu Menuju Sehat Kemenkes RI : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia TK : Taman Kanak-Kanak PAUD : Pendidikan Anak Usia Dini CM : Centimeter GR : Gram UIN : Universitas Islam Negeri WHO : World Health Organization ODC : Ornithine Decarboxylase OR : Odds Ratio NCHS : National Center for Health Statistics xv DAFTAR BAGAN Halaman 37 2.1 Kerangka Teori 3.1 Kerangka Konsep 39 4.1 Bentuk Rancangan Penelitian 43 xvi DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Panduan Pertumbuhan Berat Badan Anak Usia 0 – 1 Tahun Halaman 14 Tabel 2.2 Panduan Pertumbuhan Panjang Badan Anak Usia 0 – 1 Tahun 15 Tabel 2.3 Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan Usia 6 Bulan 33 Tabel 3.1 Definisi Operasional 40 Tabel 5.1 Distribusi Responden Menurut Usia Bayi 58 Tabel 5.2 Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Perkembangan Bayi Mengangkat Dada Menggunakan Kedua Lengan Sebagai Penyangga Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol 60 Tabel 5.3 Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Perkembangan Bayi Mengangkat Leher Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol 61 Tabel 5.4 Pertumbuhan Berat Badan Bayi Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol 62 Tabel 5.5 Pertumbuhan Panjang Badan Bayi Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol 64 xvii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Dokumen Perizinan Lampiran 2. Informed Consent Lampiran 3. Booklet Panduan Pijat Bayi Sendiri Di Rumah Lampiran 4. Leaflat Stimulasi Lampiran 5. Ceklis Jadwal Kegiatan Harian Pijat Bayi Lampiran 6. Lembar Observasi Pertumbuhan Bayi Lampiran 7. Lembar Observasi Perkembangan Bayi xviii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia pada tahun 2012 tercatat jumlah bayi sebanyak 4.462.562 jiwa dari 23.009.874 balita yang ada (Data Statistik Indonesia, 2012). Untuk wilayah DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara jumlah kelahiran sebesar 170.379 bayi lahir hidup pada tahun 2012 menempati urutan ke 6 untuk jumlah kelahiran setelah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Banten (Kemenkes RI, 2012). Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, dimulai dari bayi itu lahir hingga nanti berusia 1 tahun. Usia perkembangan bayi terbagi menjadi 2 yaitu, neonatus dari lahir hingga berusia 28 hari dan bayi dari 29 hari hingga 12 bulan (World Health Organization, 2013; Depkes, 2009). Sedangkan menurut Roesli (2013) yang dikatakan bayi adalah anak dengan usia 0 sampai 12 bulan. Masa bayi dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar dari awal kehidupannya (Yusuf, 2006). Masa bayi dikatakan sebagai golden age atau masa keemasan karena pada masa ini perkembangan otak berlangsung. Otak bayi mempunyai sifat plastisitas yaitu kemampuan susunan syaraf untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan atau kerusakan yang disebabkan oleh 1 2 faktor eksternal dan internal, penyesuaian kemampuan syaraf untuk regenerasi (Zero to Three, 2012). Bayi-bayi memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal pada masa keemasan diawal kehidupan mereka (Potter & Perry, 2005). Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemudian hari (US Department of Health and Human Service, 2009). Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan bayi diantaranya adalah keturunan dan lingkungan. Faktor keturunan (genetik) ini berhubungan dengan gen yang diberikan dari seorang ayah dan ibu kepada anaknya. Faktor lingkungan (environment) terdiri dari lingkungan biologis, fisik, sosial dan psikologis. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi dari dua faktor tersebut yang mempengaruhi kualitas proses pertumbuhan dan perkembangan seorang anak (Chamidah, 2009). Faktor lain yang dapat mempengaruhi perkembangan yaitu nilai APGAR (Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration) ketika lahir, dan pemberian ASI (Air Susu Ibu) Ekslusif (Primadi & Alam, 2009). Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang berkesinambungan, bersifat kontinu dan pertumbuhan merupakan bagian dari proses perkembangan (Wong, 2009; Potter & Perry, 2005). Pertumbuhan yang meliputi perubahan tinggi badan, berat badan, gigi, struktur tulang, dan karakteristik seksual. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif. Sedangkan perkembangan seperti perkembangan motorik, sensorik, kognitif dan psikososial bersifat kualitatif (Potter & Perry, 2005). 3 Menurut teori Piaget perkembangan kognitif awal yaitu, tahap sensori motorik. Bayi lahir sudah memiliki sejumlah refleks bawaan dan dorongan untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. Refleks terjadi ketika bayi menerima stimulus atau rangsangan, karena bayi sangat peka terhadap lingkungan dan stimulus yang kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
Informasi dokumen
Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Analisis Univariat Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Definisi Operasional Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Desain Penelitian Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Efektifitas Pijat Bayi dengan Pertumbuhan Panjang Badan Bayi Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan Berat Badan Bayi Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan Panjang Badan Gambaran Lokasi Penelitian Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Hipotesis Penelitian Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Instrumen Penelitian Uji Validitas dan Reliabilitas Keadilan dan inklusivitas respect for justice and inclusiveness. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan Kerangka Konsep Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Kesimpulan Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan Langkah Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Latar Belakang Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Lokasi dan Waktu Penelitian Pembahasan Univariat Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Pengolahan Data Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Peran Keluarga Dalam Perawatan dan Pengasuhan Anak Pijat Bayi Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Populasi dan Sampel Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Ruang Lingkup Penelitian Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6 bulan di Kelurahan Bintaro Jakarta Rumusan Masalah Manfaat Penelitian Tujuan Umum Tujuan Khusus
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Efektifitas pijat bayi terhadap pertumbuhan d..

Gratis

Feedback