Perbandingan Analisis Statik Ekivalen dan Analisis Dinamik Ragam Spektrum Respons pada Struktur Beraturan dan Ketidakberaturan Massa Sesuai RSNI 03-1726-201x

Gratis

33
147
160
2 years ago
Preview
Full text

PERBANDINGAN ANALISIS STATIK EKIVALEN DAN ANALISIS DINAMIK RAGAM SPEKTRUM RESPONS PADA STRUKTUR BERATURAN DAN KETIDAKBERATURAN MASSA SESUAI RSNI 03-1726-201XTUGAS AKHIR

Diajukan untuk Melengkapi Tugas - Tugas dan Memenuhi Syarat untuk Menempuh Ujian Sarjana Teknik Sipil Dikerjakan oleh :

FAUZIAH NASUTION 10 0424 053 BIDANG STUDI STRUKTUR DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK USU MEDAN 2013

KATA PENGANTAR

  Tugas Akhir ini merupakan syarat untuk mencapai gelar Sarjana TeknikSipil Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, dengan judul “Perbandingan Analisis Statik Ekivalen dan Analisis Dinamik Ragam Spektrum Respons pada Struktur Beraturan dan Ketidakberaturan Massa Sesuai RSNI 03-1726-201x”. selaku Dosen Pembimbing, yang telah banyak memberikan bimbingan yang sangat bernilai, masukan, dukunganserta meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membantu penulis menyelesaikan Tugas Akhir ini.

9. Dan segenap pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu atas jasa-

  Respons parameter dari struktur yang ditinjau adalah base shear dan displacement tiap tingkat yang disajikan dalambentuk tabel dan grafik. Maka dalam tugas akhirini, hasil respons parameter dari struktur yang diperoleh analisis statik ekivalen masih akurat digunakan pada struktur beraturan dan ketidakberaturan variasimassa yaitu 200%, 350%, dan 500% karena memiliki nilai respons parameter dari struktur yang lebih besar dibandingkan dengan spektrum respons.

DAFTAR NOTASI

  Respons parameter dari struktur yang ditinjau adalah base shear dan displacement tiap tingkat yang disajikan dalambentuk tabel dan grafik. Maka dalam tugas akhirini, hasil respons parameter dari struktur yang diperoleh analisis statik ekivalen masih akurat digunakan pada struktur beraturan dan ketidakberaturan variasimassa yaitu 200%, 350%, dan 500% karena memiliki nilai respons parameter dari struktur yang lebih besar dibandingkan dengan spektrum respons.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Respons struktur akibat gempa yang terjadi dapat dianalisis dengan

  Gaya inersia yang 1 Analisis spektrum respons yaitu suatu cara analisis dinamik struktur dimana pada suatu model matematik dari struktur diberlakukan suatu spektrumrespons gempa rencana dan berdasarkan hal itu ditentukan respons struktur terhadap gempa rencana tersebut melalui superposisi dari respons masing-masingragamnya. I.3 Maksud dan Tujuan Tujuan tulisan ini yaitu untuk membandingkan respons parameter dari struktur beraturan dan tidak beraturan yang dianalisis secara statik ekivalen dananalisis spektrum respons.

I. 4 Pembatasan Masalah

I. 5 Metedologi

  Dari hasil penelitian yang telah dilakukanbeberapa orang sebelumnya, maka penulis akan mencoba melakukan peninjauan terhadap 3 model gedung, model yang pertama adalah gedung beraturan denganmassa yang tidak lebih dari 150% dan 2 model lainnya adalah gedung tidak beraturan dengan variasi massa yaitu 200%, 350%, dan 500% yang terletak padalantai 4 dan 7. Dari hasil analisis akan dihitungperbandingan output yang dihasilkan analisis statik ekivalen dan analisis spektrum respons sehingga akan diperoleh keakuratan analisis statik ekivalen dibandingkandengan analisis spektrum respons dalam menghitung respons parameter dari struktur beraturan dan tidak beraturan akibat massa.

BAB II TEORI DASAR II.1 Umum Sistem struktur yang mengalami problem dinamik mempunyai perbedaan

  Yaitu sistem struktur pembebanan dinamik memerlukan sejumlah koordinat bebas (independent coordinate) untukmenetapkan susunan atau posisi sistem yang berhubungan dengan jumlah derajat kebebasan (degree of freedom). Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah derajat kebebasan adalah jumlah koordinat yang diperlukan untuk menyatakan posisisuatu massa pada saat tertentu (Widodo, 2001).

II. 2 Prinsip Shear Building

  Pola goyangan semacam ini biasanya terdapat pada bangunan yang mempunyai struktur dinding yang kaku, seperti pada frame wall atau cantilever wall, yang kedua-duanya dijepit secara kaku di fondasinya. Untuk memperhitungkan gerakan memuntir, yang menimbulkan gaya geser tambahan pada unsur-unsur vertikal (kolom-kolom dan dinding geser) dari Eksentrisitas teoritis (e ) adalah jarak antara pusat massa dan pusat kekakuan yang c diukur tegak lurus pada arah pembebanan.

II. 3 Persamaan Diferensial pada Struktur SDOF ( Single Degree of Freedom)

  Karena simpangan hanya terjadi dalam satu bidang (2 dimensi) maka simpangan suatu massa pada setiap saat hanya mempunyai posisi ordinat tertentu baikbertanda positif ataupun negatif. Struktur dengan derajat kebebasan tunggal (SDOF) hanya akan mempunyai satu koordinat yang diperlukan untuk menyatakan posisi massa pada saat tertentu yang ditinjau.

c) Model Matematik

  Berdasarkan prinsip keseimbangan dinamikpada free body diagram tersebut dapat diperoleh hubungan dalam persamaan di bawah ini: F I + F D +F S = F(t)(2.1) (2.2) , , Yang mana FI F D dan F S berturut-turut adalah gaya inersia, gaya redam, dan gaya pegas, sedangkan ÿ, ý, dan y berturut-turut adalah percepatan, kecepatan, dansimpangan. Apabila persamaan 2.1 di atas disubstitusikan pada persamaan 2.2 maka akan diperoleh:m.ÿ + c.ý + k.y = F (t) (2.3)Maka pada persamaan (2.3) adalah persamaan diferensial gerakan massa suatu struktur SDOF yang memperoleh pembebanan dinamik F(t).

II. 4 Persamaan Diferensial pada Struktur MDOF ( Multi Degree of Freedom)

  Secara umum struktur bangunan gedung tidaklah selalu dapat dinyatakan didalam suatu sistem yang mempunyai derajat kebebasan tunggal (SDOF). Untuk menyatakan persamaan diferensial gerakan pada strukturdengan derajat kebebasan banyak maka dipakai anggapan dan pendekatan seperti pada struktur dengan derajat kebebasan tunggal (SDOF).

a) Struktur dengan 3 DOF

  Gambar 2.3 Struktur 3 DOF dengan redaman Sumber: Widodo (2001)Struktur bangunan gedung bertingkat 3 (tiga) seperti gambar tersebut, akan mempunyai 3 derajat kebebasan. Persamaan diferensial gerakan tersebut umumnya disusun berdasarkan atas goyangan struktur menurut first mode atau mode pertama seperti yang tampak pada garis putus-putus pada gambar 2.2.a.

1 F t

   1 ( )     ..            Y y Y y Y y dan F t F t  2 ,  2 ,  2 ,  ( )    2 ( )           (2.13)    ..

II. 5 Struktur Beraturan dan Tidak Beraturan

  Struktur bangunan gedung harus diklasifikasikan sebagai beraturan dan tidak beraturan berdasarkan konfigurasi horizontal dan vertikal dari strukturbangunan gedung. Konfigurasi bangunan hakekatnya adalah sesuatu yang berhubungan dengan bentuk, ukuran, macam, dan penempatan struktur utamabangunan, serta macam dan penempatan bagian pengisi.

1. Ketidakberaturan horizontal pada struktur antara lain:

  Ketidakberaturan sudut dalam; - Yaitu jika kedua proyeksi denah struktur dari sudut dalam lebih besar dari 15% dimensi denah struktur dalam arah yang ditentukan. Ketidakberaturan diskontinuitas diafragma; - Yaitu jika terdapat diafragma dengan diskontinuitas atau variasi kekakuan mendadak, termasuk yang mempunyai daerah terpotong atauterbuka lebih besar 50% daerah diafragma bruto yang melingkupinya, atau perubahan kekakuan diafragma efektif lebih dari 50% dari suatutingkat ke tingkat selanjutnya.

2. Ketidakberaturan vertikal pada struktur antara lain:

  Ketidakberaturan kekakuan tingkat lunak berlebihan; - Yaitu jika terdapat suatu tingkat dimana kekakuan lateralnya kurang dari 60% kekakuan lateral tingkat di atasnya atau kurang 70%kekakuan rata-rata 3 tingkat di atasnya Ketidakberaturan berat (massa); - Yaitu jika massa efektif semua tingkat lebih dari 150% massa efektif tingkat didekatnya. Kuat lateral tingkat adalah kuat lateral total semua elemenpenahan seismik yang berbagi geser tingkat untuk arah yang ditinjau.

II. 6 Metode Analisis Gaya Gempa

  Metode analisis gempa yang digunakan untuk merencanakan bangunan tahan gempa dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu analisis statik dan analisisdinamik. Pemilihan metode analisis statik dan dinamik umumnya ditentukan dalam peraturan perencanaan yang berlaku bergantung pada bangunan tersebutapakah termasuk gedung beraturan atau tidak beraturan.

A. Analisis Statik Ekivalen

  Menurut Widodo (2001) analisis statik ekivalen adalah beban gempa setelah disederhanakan dan dimodifikasikan yang mana gaya inersia yang bekerjapada suatu massa akibat gempa disederhanakan menjadi ekivalen beban statik. Analisis beban statik ekivalen adalah suatu cara analisis statik struktur, dimana pengaruh gempa pada struktur dianggap sebagai beban-beban statikhorizontal untuk menirukan pengaruh gempa yang sesungguhnya akibat gerakan tanah.

B. Analisis Dinamik Ragam Spektrum Respons

  Persamaan diferensial gerakan struktur SDOF akibat gerakan tanah/ gempa adalah:mÿ + cẏ + ky = - mÿ t (2.22) dengan m, c, dan k masing-masing adalah massa, koefisien redaman, dankekakuan struktur sedangkan ÿ, ẏ , dan y masing-masing adalah percepatan, (2.23)Menurut prinsip analisis dinamika struktur terdapat hubungan: dan (2.24) Dengan ζ adalah rasio redaman (damping ratio) struktur dan ω adalah frekuensi sudut struktur. Penyelesaian persamaan diferensial struktur SDOF akibat beban dinamik P(t) dengan prinsip Duhamel’s Integral dengan persamaan sebagai berikut:y(t)= (2.27) dengan adalah damped frequency yang mempunyai hubungan:(2.28) Antara percepatan, massa, dan gaya mempunyai hubungan yang linier yaitu (2.29)Penyelesaian persamaan (2.29) tersebut akhirnya dilakukan secara numerik dengan masih memakai prinsip Duhamel’s Integral.

BAB II I METODE ANALISIS GEMPA YANG DIGUNAKAN III.1 Umum Perencanaan suatu struktur bangunan yang baik di wilayah yang rentan

  Bangunan dengan bentuk beraturan, sederhana, dan simetris akanberperilaku lebih baik terhadap gempa dibandingkan dengan bangunan yang tidak beraturan (Pauly dan Priestley, 1992). Struktur bangunan gedung harusdiklasifikasikan sebagai beraturan dan tidak beraturan berdasarkan konfigurasi horizontal dari struktur bangunan gedung sesuai peraturan terbaru yaitu RSNI 03-1726-201x.

III. 2 Analisis Statik Ekivalen

  Menentukan besarnya lateral akibat gempa atau yang biasa disebut beban geser dasar (base shear) yang disimbolkan dengan (V) sebagaimana diketahui 27 Sebagaimana dijelaskan oleh Widodo (2001) bahwa sejarah pemakaian beban gempa sudah diketahui sejak awal abad 20 tepatnya setelah gempa SanFransisco USA 1906 dan gempa Messina-Reggio Italia 1908. Pada saat itu, perilaku dinamik belum sepenuhnya dikuasai, terutama secara analitik, sehinggadibentuk suatu komisi/perkumpulan yang terdiri dari para ahli yang bertugas mempelajari perilaku gedung tahan gempa yang menghasilkan 2 (dua)rekomendasi, yaitu bangunan diisolasi terhadap tanah dengan dukungan roll dan bangunan disatukan rigid dengan fondasi.

a. Kategori desain seismik B

  Struktur yang mempunyai ketidakberaturan struktur horizontal Tipe 5 harus menggunakan salah satu dari prosedur berikut:  Prosedur kombinasi ortogonal; Struktur harus dianalisis menggunakan prosedur analisis gaya lateral ekivalen, prosedur analisis spektrum respons ragam, atau prosedur riwayat respons linier, dengan pembebanan yang diterapkan secara terpisah dalam semua dua arah ortogonal. Pengaruh beban paling kritis akibat arah penerapan gaya gempa pada struktur dianggap terpenuhi jika komponen dan fondasinya didesain untuk memikul kombinasi beban-beban yang ditetapkan berikut: 100 persen gaya untuk satu arah ditambah 30 persen gaya untuk arah tegak lurus; kombinasi yang mensyaratkan kekuatan komponen maksimum harus digunakan.

III. 2.4 Perioda Fundamental Pendekatan (T a )

Perioda getar struktur, dalam detik dihitung dengan rumus sebagai berikut: x T a = C t h n (3.5)Keterangan: h n : ketinggian struktur, dalam meter di atas dasar sampai tingkat tertinggi strukturC t dan x ditentukan pada tabel 3.5  a : faktor distribusi vertikalV : gaya lateral desain total atau geser di dasar struktur (Kg) w i dan w x : bagian berat seismik efektif total struktur (W) yang ditempatkanatau dikenakan pada tingkat i atau x vx (3.7)Keterangan:C Gaya gempa lateral (Fx) (Kg) yang timbul diseluruh tingkat harus ditentukan dari persamaan berikut:F x = C vx V (3.6) dan 0,75 a 0,75Semua sistem struktur lainnya 0,0488 a 0,75Rangka baja dengan bresing terkekang terhadap tekuk 0,0731 a 0,9Rangka baja dengan bresing eksentris 0,0731 0,8Rangka beton pemikul momen 0,0466  n i k i i k x xVXh w h w a Sistem rangka pemikul momen di mana rangka memikul 100 persen gaya gempa yang disyaratkan dan tidakdilingkupi atau dihubungkan dengan komponen yang lebih kaku dan akan mencegah rangka dari defleksi jika dikenaigaya gempa:Rangka baja pemikul momen 0,0724 Tipe Struktur Ct x dan x t Tabel 3.5 Nilai Parameter Perioda Pendekatan C 1,7 0,15 1,60,1 0,4 1,40,3 1,40,2 1,5 1

III. 2.5 Distribusi Gaya Horizontal Statik Ekivalen

C1 Tabel 3.4 Koefisien untuk Batas Atas pada Perioda yang DihitungParameter percepatan respons Koefisien C u spektra desain pada 1 detik, SD Gambar 3.3Nilai KSumber: FEMA451B (2007)

III. 2.6 Faktor Keutamaan

  Untuk berbagai kategori risiko Khusus untuk struktur bangunan dengan kategori risiko II, bila dibutuhkan pintu masuk untuk operasional dari struktur bangunan yang bersebelahan, maka strukturbangunan yang bersebelahan tersebut harus didesain sesuai dengan kategori risiko II. Sedangkan beban gempa nominal adalah beban gempa yang nilainya bergantung dari besarnya gempa rencana, tingkatdaktilitas struktur, dan juga tahanan lebih yang terkandung di dalam struktur.

III. 2.7 Penentuan Tipe Analisis Beban Lateral

  Penentuan tipe analisis beban lateral disesuaikan pada karakteristik struktur yang disesuaikan sehingga dapat diketahui analisis yang digunakan. Sistem struktur yang digunakanharus sesuai dengan batasan sistem struktur dan batasan ketinggian struktur yang ditunjukkan dalam tabel 3.8.

III. 3 Analisis Ragam Spektrum Respons

  Salah satu perbedaan lain yang mendasar adalah penggunaan gempa 2500 tahun yang didesain untuk Suplai daktilitas yang diantisipasikan; - Overstrength (kuat lebih); - Redaman (jika berbeda dari 5%); -Kinerja struktur yang sama yang telah lalu; -Redundansi. Gambar 3.4 Desain respons spektrum Sumber: ASCE 7-10 (2010)Analisis spektrum respons harus dilakukan dengan menggunakan suatu nilai redaman ragam untuk ragam fundamental di arah yang ditinjau tidak lebih besardari nilai yang terkecil dari redaman efektif sistem isolasi atau 30 persen redaman kritis.

DS D1

  Respons spektrum percepatan untuk T<To dihitung melalui:(3.12) Sedangkan untuk T o < T < T s maka respons spektrum percepatan S a = S DS dan untuk T > T s maka respons spektrum percepatan S a dihitung dengan:(3.13) Sementara itu nilai-nilai To dan Ts adalah:(3.14) (3.15)Pada tugas akhir ini respons spektrum yang digunakan memakai spektrum respons wilayah kota Medan untuk jenis tanah lunak pada fungsi bangunan perhotelanyang dikeluarkan dari spektra Indonesia. Dari respons spektrum kota Medan tersebut maka akan diperoleh nilai spektrum desain dan priode yang nantinya akandigunakan untuk analisis selanjutnya.

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS GEMPA IV.1 Umum Dalam bab ini akan disajikan hasil analisis gempa secara statik ekivalen

  Model gedung yang pertama adalah gedung beraturan dengan massa(berat) tiap tingkatnya yang tidak lebih 150% massa efektif tingkat didekatnya sedangkan 2 model lainnya merupakan gedung dengan variasi massa yaitu 200%,350%, dan 500% yang terletak pada lantai 4 dan 7. Untuk sistempenahan gaya seismik berupa sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) dengan asumsi bahwa SRPMK berada di lokasi kota Medan dan di atas lapisantanah lunak.

IV. 2.2 Prileminary Design

  Tabel 4.1 Dimensi Balok dan Kolom Tingkat Balok (cm) Kolom (cm) 1 40x60 70x70 2 40x60 70x703 40x60 60x60 4 40x60 60x605 40x60 60x60 6 40x60 50x507 40x60 50x50  Denah dapat dilihat pada gambar 4.1, sedangkan gambar potongan gedung dapat dilihat pada gambar 4.2 untuk gedung beraturan dengan massa yang tidak lebih 150% massa efektif tingkat didekatnya, dan gambar 4.3 untuk gedung tidak beraturan dengan variasi massa. Maka diperoleh respons spektrum kota Medan untuk struktur bangunan sebagai gedung perhotelan pada jenis tanah lunak, denganfaktor keutamaan 1,00 sebagai berikut: Gambar 4.5 Beban Gempa Desain Spektrum Respons Zonasi Gempa 2010 Kota MedanSumber: Spektra Indonesia a.

IV. 4.2 Perhitungan Beban Gravitasi pada Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Lantai 4

 Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m  M & E = 20,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m 2 Beban Mati Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m 2 Lantai 5 dan 6  Beban hidup perhotelan= 250,00 Kg/m 2 Beban Hidup 2 Total Beban Mati = 2.389,00 Kg/m  Kolam Renang = 2.285,00 Kg/m 2 2 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2 Contoh perhitungan sebagai berikut:Lantai 1 s/d 3Beban Mati 2 Beban Mati Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m 2 Lantai 4  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m 2 Beban Hidup 2 Total Beban Mati = 104,00 Kg/m  M & E = 20,00 Kg/m 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m Total Beban Mati = 104,00 Kg/m 2 Total Beban Mati = 104,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2 Beban Hidup Contoh perhitungan sebagai berikut:Lantai 1 s/d 3Beban Mati  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m 2 Lantai 4 Beban Mati Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m 2  Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m 3 104,00 250,00 2 104,00 250,001 104,00 250,00 2 Beban Hidup 2 Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m 2 Lantai 7 (Atap) Beban Mati Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2 Total Beban Mati = 38,00 Kg/m  Beban hidup perhotelan = 100,00 Kg/m 4 2.389,00 250,00 2 Tabel 4.3 Beban Gravitasi Bangunan Tiap Tingkat Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Lantai 4 Tingkat Beban Mati (Kg/m 2 ) Beban Hidup (Kg/m 2 ) 7 38,00 100,00 6 104,00 250,005 104,00 250,00

IV. 4.3 Perhitungan Beban Gravitasi pada Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Lantai 4

 Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m 4 4.102,00 250,00 7 38,00 100,00 6 104,00 250,005 104,00 250,00 2 ) 2 ) Beban Hidup (Kg/m Tingkat Beban Mati (Kg/m Beraturan Massa 350% Terletak pada Lantai 4 2 Tabel 4.4 Beban Gravitasi Bangunan Tiap Tingkat Struktur Bangunan Tidak  Beban hidup perhotelan = 100,00 Kg/m 2 Beban Hidup 2 Total Beban Mati = 38,00 Kg/m  M & E = 20,00 Kg/m 2 Beban Mati Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2 Lantai 7 (Atap) 2 Beban Hidup 2 2 Lantai 5 dan 6  M & E = 20,00 Kg/m 2  Kolam Renang = 3.998,00 Kg/m 2 Total Beban Mati = 4.102,00 Kg/m 2 Beban Hidup  Beban hidup perhotelan= 250,00 Kg/m Beban Mati Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m 2 Total Beban Mati = 104,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik= 24,00 Kg/m 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 3 104,00 250,00 2 104,00 250,001 104,00 250,00

IV. 4.4 Perhitungan Beban Gravitasi pada Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Lantai 4

2 Beban Hidup Beban Mati Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2 Total Beban Mati = 104,00 Kg/m  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m 2 Lantai 7 (Atap) Beban Mati Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2 Total Beban Mati = 38,00 Kg/m 2 Beban Hidup  Beban hidup perhotelan= 100,00 Kg/m 2 2 Lantai 5 dan 6 Contoh perhitungan sebagai berikut:Lantai 1 s/d 3Beban Mati  Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2 Total Beban Mati = 104,00 Kg/m 2 Beban Hidup 2 Lantai 4 2 Total Beban Mati = 5.816,00 Kg/m Beban Mati Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik= 24,00 Kg/m 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2  Kolam Renang = 5.712,00 Kg/m 2 Beban Hidup Tabel 4.5 Beban Gravitasi Bangunan Tiap Tingkat Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Lantai 4 Tingkat Beban Mati (Kg/m 2 ) Beban Hidup (Kg/m 2 ) 7 38,00 100,00 6 104,00 250,005 104,00 250,00 4 5.816,00 250,00 3 104,00 250,00 2 104,00 250,001 104,00 250,00

IV. 4.5 Perhitungan Beban Gravitasi pada Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Lantai 7

 Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m Beban Mati Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  Beban hidup perkantoran = 100,00 Kg/m 2 Beban Hidup 2 Total Beban Mati = 1.629,80 Kg/m  Asumsi berat massa berlebih = 1.591,80 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2 2 Lantai 7 (Atap) 2  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m 2 Beban Hidup 2 Total Beban Mati = 104,00 Kg/m Contoh perhitungan sebagai berikut:Lantai 1 s/d 6Beban Mati 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m  M & E = 20,00 Kg/m Tabel 4.6 Beban Gravitasi pada Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Lantai 7 Tingkat Beban Mati (Kg/m 2 ) Beban Hidup (Kg/m 2 ) 7 1.629,80 100,00 6 104,00 250,00 5 104,00 250,004 104,00 250,00 3 104,00 250,002 104,00 250,00 1 104,00 250,00

IV. 4.6 Perhitungan Beban Gravitasi pada Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Lantai 7

 Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m Beban Mati Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  Beban hidup perkantoran = 100,00 Kg/m 2 Beban Hidup 2 Total Beban Mati = 2.824,00 Kg/m  Asumsi berat massa berlebih = 2.786,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2 2 Lantai 7 (Atap) 2  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m 2 Beban Hidup Contoh perhitungan sebagai berikut:Lantai 1 s/d 6Beban Mati  M & E = 20,00 Kg/m 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m 2 Total Beban Mati = 104,00 Kg/m Tabel 4.7 Beban Gravitasi pada Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Lantai 7 Tingkat Beban Mati (Kg/m 2 ) Beban Hidup (Kg/m 2 ) 7 2.824,00 100,00 6 104,00 250,00 5 104,00 250,004 104,00 250,00 3 104,00 250,002 104,00 250,00 1 104,00 250,00

IV. 4.7 Perhitungan Beban Gravitasi pada Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Lantai 7

 Spesi lantai keramik t= 2 cm = 42,00 Kg/m Beban Mati Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  Beban hidup perkantoran = 100,00 Kg/m 2 Beban Hidup 2 Total Beban Mati = 4.018,00 Kg/m  Asumsi berat massa berlebih = 3.980,00 Kg/m 2  M & E = 20,00 Kg/m 2 2 Lantai 7 (Atap) 2  Beban hidup perhotelan = 250,00 Kg/m 2 Beban Hidup Contoh perhitungan sebagai berikut:Lantai 1 s/d 6Beban Mati  M & E = 20,00 Kg/m 2  Plafond + penggantung = 18,00 Kg/m 2  Penutup lantai keramik = 24,00 Kg/m 2 Total Beban Mati = 104,00 Kg/m Tabel 4.8 Beban Gravitasi pada Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Lantai 7 Tingkat Beban Mati (Kg/m 2 ) Beban Hidup (Kg/m 2 ) 7 4.018,00 100,00 6 104,00 250,00 5 104,00 250,004 104,00 250,00 3 104,00 250,002 104,00 250,00 1 104,00 250,00 IV.5 Perhitungan Beban Akibat Gempa IV.5.1 Gaya Gempa untuk Analisis Statik Ekivalen

1. Contoh perhitungan berat tiap tingkat untuk struktur bangunan beraturan Berat tingkat ke-7:

Beban Mati: Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 10 cm = 4x4x0,10x16x2400 = 61.440,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 7 = 178.150,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x100 = 25.600,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 7 = 203.750,40 Kg Berat tingkat ke-6: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 6 = 207.334,40 Kg Beban Hidup Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 6 = 271.334,40 Kg Berat tingkat ke-5: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 5 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 5 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-4: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 4 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 4 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-3: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 3 = 228.454,40 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 3 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-2: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x4x20x2400 = 94.080,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 2 = 253.414,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 2 = 317.414,40 Kg Berat tingkat ke-1: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x6x20x2400 = 141.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 1 = 300.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 1 = 364.454,40 Kg Tabel 4.9 Berat Tiap Tingkat Struktur Bangunan Beraturan Tingkat Beban Mati (Kg) Beban Hidup (Kg) Total = Beban Mati+Beban Hidup (Kg) 7 178.150,40 25.600,00 203.750,40 6 207.334,40 64.000,00 271.334,405 228.454,40 64.000,00 292.454,40 4 228.454,40 64.000,00 292.454,403 228.454,40 64.000,00 292.454,40 2 253.414,40 64.000,00 317.414,401 300.454,40 64.000,00 364.454,40

2. Contoh Perhitungan Berat Tiap Tingkat untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Lantai 4: Berat tingkat ke-7:

Beban Mati: Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 10 cm = 4x4x0,10x16x2400 = 61.440,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 KgBerat total beban mati untuk lantai 7 = 178.150,40 Kg Beban Hidup Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x100 = 25.600,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 7 = 203.750,40 Kg Berat tingkat ke-6: Beban Mati= 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Balok  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg = 10.752,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal Berat total beban mati untuk lantai 6 = 207.334,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 6 = 271.334,40 Kg Berat tingkat ke-5: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal Berat total beban mati untuk lantai 5 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 5 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-4: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg  Berat Kolam Renang = 4x4x1x16x2285 = 584.960,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 4 = 813.414,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 4 = 877.414,40 Kg Berat tingkat ke-3: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 3 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 3 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-2: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x4x20x2400 = 94.080,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 2 = 253.414,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 2 = 317.414,40 Kg Berat tingkat ke-1: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x6x20x2400 = 141.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 1 = 300.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 1 = 364.454,40 Kg Tabel 4.10 Berat Tiap Tingkat Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Lantai 4 Tingkat Beban Mati (Kg) Beban Hidup (Kg) Total = Beban Mati+Beban Hidup (Kg) 7 178.150,40 25.600,00 203.750,40 6 207.334,40 64.000,00 271.334,405 228.454,40 64.000,00 292.454,40 4 813.414,40 64.000,00 877.414,40 3 228.454,40 64.000,00 292.454,40 2 253.414,40 64.000,00 317.414,401 300.454,40 64.000,00 364.454,40

3. Contoh Perhitungan Berat Tiap Tingkat untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Lantai 4: Berat tingkat ke-7:

Beban Mati: Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 10 cm = 4x4x0,10x16x2400 = 61.440,00 Kg Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 7 = 178.150,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x100 = 25.600,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 7 = 203.750,40 Kg Berat tingkat ke-6: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 6 = 207.334,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 6 = 271.334,40 Kg Berat tingkat ke-5: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 5 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 5 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-4: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg  Berat Kolam Renang = 4x4x1x16x3998 = 1.050.112,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 4 = 1.251.942,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 4 = 1.315.942,40 Kg Berat tingkat ke-3: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 3 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 3 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-2: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x4x20x2400 = 94.080,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 2 = 253.414,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 2 = 317.414,40 Kg Berat tingkat ke-1: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x6x20x2400 = 141.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 1 = 300.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 1 = 364.454,40 Kg Tabel 4.11 Berat Tiap Tingkat Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Lantai 4 Tingkat Beban Mati (Kg) Beban Hidup (Kg) Total = Beban Mati+Beban Hidup (Kg) 7 178.150,40 25.600,00 203.750,40 6 207.334,40 64.000,00 271.334,405 228.454,40 64.000,00 292.454,40 4 1.050.112,00 64.000,00 1.351.942,00 3 228.454,40 64.000,00 292.454,40 2 253.414,40 64.000,00 317.414,401 300.454,40 64.000,00 364.454,40

4. Contoh Perhitungan Berat Tiap Tingkat untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Lantai 4: Berat tingkat ke-7:

Beban Mati: Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 10 cm = 4x4x0,10x16x2400 = 61.440,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 7 = 178.150,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x100 = 25.600,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 7 = 203.750,40 Kg Berat tingkat ke-6: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 6 = 207.334,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 6 = 271.334,40 Kg Berat tingkat ke-5: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 5 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 5 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-4: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg  Berat Kolam Renang = 4x4x1x16x5712 = 1.462.272,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 4 = 1.690.726,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 4 = 1.754.726,40 Kg Berat tingkat ke-3: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 3 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 3 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-2: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x4x20x2400 = 94.080,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 2 = 253.414,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 2 = 317.414,40 Kg Berat tingkat ke-1: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x6x20x2400 = 141.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 1 = 300.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 1 = 364.454,40 Kg Tabel 4.12 Berat Tiap Tingkat Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Lantai 4 Tingkat Beban Mati (Kg) Beban Hidup (Kg) Total = Beban Mati+Beban Hidup (Kg) 7 178.150,40 25.600,00 203.750,40 6 207.334,40 64.000,00 271.334,405 228.454,40 64.000,00 292.454,40 4 1.690.726,40 64.000,00 1.754.726,40 3 228.454,40 64.000,00 292.454,40 2 253.414,40 64.000,00 317.414,401 300.454,40 64.000,00 364.454,40

5. Contoh Perhitungan Berat Tiap Tingkat untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Lantai 7 Berat tingkat ke-7:

Beban Mati: Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 10 cm = 4x4x0,10x16x2400 = 61.440,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Beban Kolam Renang = 4x4x1x16x1591,8 = 407.500,80 Kg Berat total beban mati untuk lantai 7 = 585.651,20 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x100 = 25.600,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 7 = 611.251,20 Kg Berat tingkat ke-6: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 6 = 207.334,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 6 = 271.334,40 Kg Berat tingkat ke-5: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 5 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 5 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-4: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 4 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 4 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-3: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 3 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 3 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-2: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x4x20x2400 = 94.080,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 2 = 253.414,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 2 = 317.414,40 Kg Berat tingkat ke-1: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x6x20x2400 = 141.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 1 = 300.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 1 = 364.454,40 Kg Tabel 4.13 Berat Tiap Tingkat Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Lantai 7 Tingkat Beban Mati (Kg) Beban Hidup (Kg) Total = Beban Mati+Beban Hidup (Kg) 7 585.651,20 25.600,00 611.251,20 6 207.334,40 64.000,00 271.334,40 5 228.454,40 64.000,00 292.454,404 228.454,40 64.000,00 292.454,40 3 228.454,40 64.000,00 292.454,402 253.414,40 64.000,00 317.414,40 1 300.454,40 64.000,00 364.454,40

6. Contoh Perhitungan Berat Tiap Tingkat untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Lantai 7 Berat tingkat ke-7:

Beban Mati: Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 10 cm = 4x4x0,10x16x2400 = 61.440,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg  Beban Kolam Renang = 4x4x1x16x2786 = 713.216,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 7 = 891.366,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x100 = 25.600,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 7 = 916.966,40 Kg Berat tingkat ke-6: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 6 = 207.334,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 6 = 271.334,40 Kg Berat tingkat ke-5: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 5 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 5 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-4: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 4 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 4 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-3: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 3 = 228.454,40 Kg Beban Hidup Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 3 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-2: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x4x20x2400 = 94.080,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 2 = 253.414,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 2 = 317.414,40 Kg Berat tingkat ke-1: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x6x20x2400 = 141.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 1 = 300.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 1 = 364.454,40 Kg Tabel 4.14 Berat Tiap Tingkat Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Lantai 7 Tingkat Beban Mati (Kg) Beban Hidup (Kg) Total = Beban Mati+Beban Hidup (Kg) 7 891.366,40 25.600,00 916.966,40 6 207.334,40 64.000,00 271.334,40 5 228.454,40 64.000,00 292.454,404 228.454,40 64.000,00 292.454,40 3 228.454,40 64.000,00 292.454,402 253.414,40 64.000,00 317.414,40 1 300.454,40 64.000,00 364.454,40

7. Contoh Perhitungan Berat Tiap Tingkat untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Lantai 7 Berat tingkat ke-7:

Beban Mati: Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 10 cm = 4x4x0,10x16x2400 = 61.440,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg  Beban Kolam Renang = 4x4x1x16x3980 = 1.018.880,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 7 = 1.028.608,00 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x100 = 25.600,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 7 = 1.222.630,40 Kg Berat tingkat ke-6: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,5x0,5x4x20x2400 = 48.000,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 6 = 207.334,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 6 = 271.334,40 Kg Berat tingkat ke-5: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 5 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 5 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-4: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 4 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 4 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-3: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,6x0,6x4x20x2400 = 69.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 3 = 228.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 3 = 292.454,40 Kg Berat tingkat ke-2: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x4x20x2400 = 94.080,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 2 = 253.414,40 Kg Beban Hidup Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 2 = 317.414,40 Kg Berat tingkat ke-1: Beban Mati Balok = 0,4x0,48x16,0x8x2400 = 58.982,40 Kg  Kolom = 0,7x0,7x6x20x2400 = 141.120,00 Kg  Pelat lantai 12 cm = 4x4x0,12x16x2400 = 73.728,00 Kg  Spasi lantai keramik t= 2 cm = 4x4x1x16x42 = 10.752,00 Kg  Penutup lantai keramik = 4x4x1x16x24 = 6.144,00 Kg  Plafond + penggantung = 4x4x1x16x18 = 4.608,00 Kg  Mekanikal dan Elektrikal = 4x4x1x16x20 = 5.120,00 Kg Berat total beban mati untuk lantai 1 = 300.454,40 Kg Beban Hidup  Beban hidup perhotelan = 4x4x1x16x250 = 64.000,00 Kg Total beban mati dan beban hidup lantai 1 = 364.454,40 Kg Tabel 4.15 Berat Tiap Tingkat Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Lantai 7 Tingkat Beban Mati (Kg) Beban Hidup (Kg) Total = Beban Mati+Beban Hidup (Kg) 7 1.028.608,00 25.600,00 1.222.630,40 6 207.334,40 64.000,00 271.334,40 5 228.454,40 64.000,00 292.454,404 228.454,40 64.000,00 292.454,40 3 228.454,40 64.000,00 292.454,402 253.414,40 64.000,00 317.414,40 1 300.454,40 64.000,00 364.454,40

IV. 6 Analisis Statik Ekivalen

Berikut adalah langkah-langkah analisis gempa dengan analisis statik ekivalen:

A. Kombinasi Pembebanan

  Dengan diperolehnya nilai S = 0,57g dari program Spektra Indonesia DS maka sesuai RSNI 03-1726-201x gedung dengan kategori risiko II ditetapkan sebagai struktur dengan kategori desain seismik D. Maka struktur yang dirancanguntuk kategori desain seismik D, sesuai RSNI 03-1726-201x pada pasal 7.3.4.2 untuk faktor redundansi (ρ) sama dengan sebesar 1,3.

B. Periode Getar Fundamental

  =0,935 detik dimana:Tinggi struktur total (H n ) = 28 meter Untuk bangunan gedung perhotelan dengan sistem rangka pemikul momen khusus dengan kategori resiko II dan faktor keuatamaan (Ie) sebesar 1,00berdasarkan RSNI 03-1726-201x, maka koefisien modifikasi respons (Ra) dari struktur tersebut adalah 8. Selanjutnya kota Medan diperoleh spektrum respons Tetapi nilai CS tidak perlu diambil lebih besar dari,C max = 0,0789 s = = Namun, nilai CS harus lebih besar dari,Cs = 0,044.

C. Kombinasi Ragam

Analisis harus menyertakan jumlah ragam yang cukup untuk mendapatkan partisipasi massa ragam terkombinasi sebesar paling sedikit 90%dari massa aktual dalam masing-masing arah horizontal ortogonal dari respons yang ditinjau oleh model (RSNI 03-1726-201x hal 64). Dari hasil analisisdiperoleh kombinasi ragam sebagai berikut: Tabel 4.16 Modal Load Participation Ratios TABLE: Modal Load Participation Ratios OutputCase ItemType Item Static DynamicText Text Text Percent Percent MODAL Acceleration UX 100 99,9949 MODAL Acceleration UY 100 99,995 MODAL Acceleration UZ

D. Perhitungan Gaya Geser Dasar ( Base Shear)

  Beban lateral dihitung sesuai persamaan berikut ini:V = C s . W dimana: V = gaya geser dasar (base shear)C s = koefisien gempaW = berat struktur efektif Hasil dari gaya geser dasar (V) tersebut akan dirangkum pada tabel 4.15.

IV. 6.1 Perhitungan Gaya Horizontal Statik Ekivalen untuk Struktur Bangunan Beraturan

  Berat total bangunan (Wt) = W1+W2+W3+W4+W5+W6+W7= 2.034.116,80 Kg Gaya Geser Dasar (V) = C s . W t= 0,0713 x 2.034.316,80= 144.945,07 Kg V h wh w Fxn i k i i k x x .1   Berdasarkan RSNI 1726 201x, nilai periode fundamental 0,5 detik < T = 0,935 detik < 2,5 detik, maka nilai k = 1,2175 diperoleh dengan cara interpolasi.

IV. 6.2 Perhitungan Gaya Horizontal Statik Ekivalen untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Tingkat 4

  W t= 0,0713 x 2.619.276,80= 186.623,47 Kg Berdasarkan RSNI 1726 201x, nilai periode fundamental 0,5 detik < T = 0,935 detik < 2,5 detik, maka nilai k = 1,2175 diperoleh dengan cara interpolasi. V h wh w Fxn i k i i k x x .1 Ʃ 2.619.276,80 73.642.582,44 Berdasarkan RSNI 1726 201x, nilai periode fundamental 0,5 detik < T = 0,935 detik < 2,5 detik, maka nilai k = 1,2175 diperoleh dengan cara interpolasi.

IV. 6.3 Perhitungan Gaya Horizontal Statik Ekivalen untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Tingkat 4

V h wh w Fxn i k i i k x x .1   Tabel 4.19 Gaya Horizontal Statik Ekivalen Struktur Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Lantai 4 Tingkat wi (kg) Hi (m) wi.hik Fi (kg) V (kg) 7 (atap) 203.750,40 28 11.776.422,36 29.672,98 29.672,98 6 271.334,4024 12.999.062,87 32.753,66 62.426,65 5 292.454,4020 11.221.791,09 28.275,48 90.702,13 4 1.315.942,4016 38.481.585,66 96.961,83 187.663,95 3 292.454,4012 6.025.059,32 15.181,31 202.845,26 2 317.414,40 8 3.991.523,44 10.057,42 212.902,68 1 364.454,404 1.970.839,41 4.965,91 217.868,59 Ʃ3.057.804,80 86.466.284,15

IV. 6.4 Perhitungan Gaya Horizontal Statik Ekivalen untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Tingkat 4

  Berat total bangunan (Wt) = W1+W2+W3+W4+W5+W6+W7= 3.496.588,80Kg Gaya Geser Dasar (V) = C s . W t= 0,0713 x 3.496.588,80= 249.131,95 Kg Berdasarkan RSNI 1726 201x, nilai periode fundamental 0,5 detik < T = 0,935 detik < 2,5 detik, maka nilai k = 1,2175 diperoleh dengan cara interpolasi.

IV. 6.5 Perhitungan Gaya Horizontal Statik Ekivalen untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Tingkat 7

  Berat total bangunan (Wt) = W1+W2+W3+W4+W5+W6+W7= 2.441.817,60Kg Gaya Geser Dasar (V) = C s . W t= 0,0713 x 2.441.817,60= 173.979,50 Kg Berdasarkan RSNI 1726 201x, nilai periode fundamental 0,5 detik < T = 0,935 detik < 2,5 detik, maka nilai k = 1,2175 diperoleh dengan cara interpolasi.

IV. 6.6 Perhitungan Gaya Horizontal Statik Ekivalen untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Tingkat 7

  Berat total bangunan (Wt) = W1+W2+W3+W4+W5+W6+W7= 2.747.532,80 Kg Gaya Geser Dasar (V) = C s . W t= 0,0713 x 2.747.532,80= 195.761,71 Kg Berdasarkan RSNI 1726 201x, nilai periode fundamental 0,5 detik < T = 0,935 detik < 2,5 detik, maka nilai k = 1,2175 diperoleh dengan cara interpolasi.

IV. 6.7 Perhitungan Gaya Horizontal Statik Ekivalen untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Tingkat 7

  W t= 0,0713 x 3.053.196,80= 217.540,27 Kg Berdasarkan RSNI 1726 201x, nilai periode fundamental 0,5 detik < T = 0,935 detik < 2,5 detik, maka nilai k = 1,2175 diperoleh dengan cara interpolasi. Dari program SAP2000 versi 14 maka diperoleh nilai base shear dan displacement yang dirangkum pada tabel.

IV. 7 Analisis Struktur dengan Menggunakan Program SAP 2000 Versi 14.0

  Pada elemen balok dan kolom untuk memperhitungkan daerah sambungan join agar tidak overlap karena frame yang sebenarnya berupa garis, makapilih semua balok dan kolom, dan pilih menu assign, pilih frame, dan pilih end (length) offsets, pilih automatic from connectivity, dan beri nilai 1 pada rigid zone factor; 8. IV.9 Hasil Analisis Hasil analisis dari analisis gempa dengan cara statik ekivalen dan ragam spektrum respons yang akan ditinjau adalah base shear (gaya geser dasar) akibatgempa dan displacement (perpindahan) tiap tingkat.

A. Periode Struktur

  Berdasarkan RSNI 03-1726-201x periode getar maksimum tidak boleh lebih besar dari nilai Cu. Dimana Cu adalah 1,4 dan Ta adalah periodependekatan struktur.

1. Struktur Beraturan

  Tabel 4.24 Periode Getar dari Struktur Beraturan Periode Mode (Detik) 1 0,77192 0,7719 3 0,66474 0,2417 5 0,24176 0,1307 7 0,13078 0,0837 9 0,0837 10 0,0641 11 0,064012 0,0588 13 0,058814 0,0456 15 0,045616 0,0426 17 0,042618 0,0360 19 0,036020 0,0107 21 0,0107 Cek persyaratan : T max ≤ Cu. Ta = 1,4 .

2. Struktur Tidak Beraturan yang Massa Terletak pada Lantai 4

  Tabel 4.25 Periode Getar dari Struktur Tidak Beraturan yang Massa 200% Terletak pada Lantai 4 Periode Mode (Detik) 1 0,8745252 0,874525 3 0,7405614 0,263788 5 0,2637886 0,144302 7 0,1443028 0,088684 9 0,088684 10 0,070973 11 0,07097312 0,064958 13 0,06495814 0,046684 15 0,04668016 0,041368 17 0,04135618 0,036299 19 0,03625620 0,011127 21 0,011115 Cek persyaratan : T max ≤ Cu. OK Tabel 4.27 Periode Getar dari Struktur Tidak Beraturan yang Massa 500% Terletak pada Lantai 4 Periode Mode (Detik) 1 1,013792 1,01379 3 0,8449714 0,282539 5 0,2825366 0,150386 7 0,1503858 0,090596 9 0,090592 10 0,086602 11 0,08659912 0,067271 13 0,06721714 0,065383 15 0,06538316 0,045915 17 0,04591218 0,040245 19 0,04024420 0,014398 21 0,014395 Cek persyaratan : T max ≤ Cu.

3. Struktur Tidak Beraturan yang Massa Terletak pada Lantai 7

  OK Tabel 4.29 Periode Getar dari Struktur Tidak Beraturan yang Massa 350% Terletak pada Lantai 7 Periode Mode (Detik) 1 1,0131932 1,013193 3 0,8376944 0,292437 5 0,2924376 0,147666 7 0,1476668 0,089993 9 0,089993 10 0,067123 11 0,06694912 0,061062 13 0,06106114 0,048276 15 0,04722816 0,045032 17 0,04478718 0,03685 19 0,03678220 0,011731 21 0,011582 Cek persyaratan : T max ≤ Cu. OK Tabel 4.30 Periode Getar dari Struktur Tidak Beraturan yang Massa 500% Terletak pada Lantai 7 Periode Mode (Detik) 1 1,1040312 1,104031 3 0,9044444 0,302148 5 0,3021486 0,149597 7 0,1495978 0,090545 9 0,090545 10 0,085092 11 0,08493112 0,070306 13 0,07025614 0,061256 15 0,06125616 0,045516 17 0,04551518 0,037258 19 0,03725520 0,013241 21 0,013215 Cek persyaratan : T max ≤ Cu.

IV. 9.2 Respons Parameter dari Struktur

A. Base Shear (Gaya Geser Dasar) Akibat Gempa

  Berdasarkan RSNI 03-1726-201x nilai akhir respons dinamik struktur(base shear) tidak boleh kurang dari 85% nilai respons ragam pertama (statik ekivalen). Apabila nilai tersebut belum memenuhi, maka diberikan faktorpengali.

B. Displacement (Perpindahan) Tiap Tingkat

Tabel 4.39 Hasil Output Nilai Displacement untuk Struktur Bangunan Beraturan TingkatDisplacement Statik (mm) Dinamik (mm) 7 21,0197 18,0326 6 19,6826 16,98605 17,4827 15,2029 4 14,4362 12,66113 10,7269 9,4834 2 6,6181 5,88441 2,5725 2,2936 Gambar 4.7 Grafik Perbandingan Displacement Statik dengan Dinamik untuk Struktur Bangunan Beraturan Tabel 4.40 Hasil Output Nilai Displacement untuk Gedung Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Tingkat 4 TingkatDisplacement Statik (mm) Dinamik (mm) 7 25,752699 22,990754 6 24,378281 21,8936955 22,087480 19,992443 4 18,677432 17,047961 3 13,955190 12,825411 2 8,583156 7,9246981 3,324889 3,077627 Gambar 4.8 Grafik Perbandingan Displacement Statik dengan Dinamik untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak di Tingkat 4 Tabel 4.41 Hasil Output Nilai Displacement untuk Gedung Tidak Beraturan Massa350% Terletak pada Tingkat 4 TingkatDisplacement Statik (mm) Dinamik (mm) 7 29,314002 26,559951 6 27,908174 25,4351775 25,543794 23,462723 4 21,856102 20,238922 3 16,373876 15,254450 2 10,055678 9,4023941 3,888782 3,641423 Gambar 4.9 Grafik Perbandingan Displacement Statik dengan Dinamik untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak di Tingkat 4 Tabel 4.42 Hasil Output Nilai Displacement untuk Gedung Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Tingkat 4 TingkatDisplacement Statik (mm) Dinamik (mm) 7 32,883740 30,040734 6 31,444836 28,8912785 29,004190 26,853696 4 25,036188 23,362719 3 18,793274 17,635929 2 11,528757 10,8527311 4,452942 4,198583 Gambar 4.10 Grafik Perbandingan Displacement Statik dengan Dinamik untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak di Tingkat 4 Tabel 4.43 Hasil Output Nilai Displacement untuk Gedung Tidak Beraturan Massa 200% Terletak pada Tingkat 7 DisplacementTingkat Statik Dinamik (mm) (mm) 7 30,289404 24,170441 6 25,970514 22,158851 5 22,419625 19,3002824 18,104310 15,722883 3 13,235303 11,5829032 8,072989 7,103765 1 3,114869 2,749134 Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Displacement Statik dengan Dinamik untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 200% Terletak di Tingkat 7 Tabel 4.44 Hasil Output Nilai Displacement untuk Gedung Tidak Beraturan Massa 350% Terletak pada Tingkat 7 DisplacementTingkat Statik Dinamik (mm) (mm) 7 34,691962 28,731762 6 31,264790 26,040126 5 26,739585 22,4123854 21,440657 18,077729 3 15,600606 13,2164482 9,489688 8,061598 1 3,657246 3,108626 Gambar 4.12 Grafik Perbandingan Displacement Statik dengan Dinamik untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 350% Terletak di Tingkat 7 Displacement Tabel 4.45 Hasil Output Nilai untuk Gedung Tidak Beraturan Massa 500% Terletak pada Tingkat 7 DisplacementTingkat Statik Dinamik (mm) (mm) 7 39,638537 31,342643 6 35,472970 28,186775 5 30,116230 24,0631084 24,000678 19,277309 3 17,380920 14,0201482 10,53572 8,520452 1 4,50609 3,278034 Gambar 4.13 Grafik Perbandingan Displacement Statik dengan Dinamik untuk Struktur Bangunan Tidak Beraturan Massa 500% Terletak di Tingkat 7

IV. 10 Perbandingan Hasil Analisis Statik Ekivalen dengan Analisis Dinamik Ragam Spektrum Respons pada Struktur Beraturan dan Ketidakberaturan Massa

  A. Base Shear (Gaya Geser Dasar) Hasil analisis nilai base shear dirangkum pada tabel 4.46.

IV. 11 Perbandingan Hasil Analisis Dinamik Ragam Spektrum Respons Struktur Beraturan dengan Ketidakberaturan Massa

A. Base Shear (Gaya Geser Dasar) Hasil analisis nilai base shear yang telah dikoreksi dirangkum pada tabel 4.48

Tabel 4.48 Perbandingan Nilai Base Shear Analisis Dinamik Ragam Spektrum Respons pada Struktur Beraturan dengan Ketidakberaturan Massa Analisis yang digunakanNilai Base Shear Struktur Struktur Ketidakberaturan Massa Beraturan Massa ditingkat 4 Massa ditingkat 7 200% 350% 500% 200% 350% 500% Spektrum Respons128.924,58 172.400,48 203.303,29 235.067,21 153.134,48 172.467,36 185.054,75

B. Displacement (perpindahan)

Tabel 4.49 Perbandingan Nilai Displacement (Perpindahan) Analisis Dinamik Ragam Spektrum Respons pada Struktur Beraturan dengan KetidakberaturanMassa DisplacementStruktur Ketidakberaturan Struktur Ketidakberaturan Struktur Massa ditingkat 4 Massa ditingkat 7 Tingkat Beraturan 500% 200% 350% 200% 350% 500% Dinamik Dinamik Dinamik Dinamik Dinamik Dinamik Dinamik 7 18,033 22,991 26,560 30,041 24,170 28,732 31,343 6 16,986 21,894 25,435 28,891 22,159 26,040 28,1875 15,203 19,992 23,463 26,854 19,300 22,413 24,063 4 12,661 17,048 20,239 23,363 15,723 18,077 19,2773 9,483 12,825 15,255 17,636 11,583 13,217 14,020 2 5,884 7,93 9,40 10,850 7,10 8,06 8,5201 2,294 3,08 3,64 4,200 2,75 3,11 3,280

IV. 12 Pembahasan Perhitungan Hasil Analisis Gempa

  Selanjutnya perbandingan hasil analisis dinamik pada struktur beraturan dengan struktur ketidakberaturan massa yang massanya berada pada tingkat 4 dan7 dengan variasi massa 200%, 350%, dan 500% diperoleh hasil analisis berbeda jauh. Namun untuk nilai displacement (perpindahan) secaradinamik yang dianalisis untuk gedung beraturan dengan struktur tidak beraturan akibat massa dengan massa yang bervariasi yaitu 200%, 350%, dan 500% beradapada tingkat 4 dan 7 tidak berbeda jauh.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis terhadap beberapa contoh struktur yang telah

  Perbedaan nilai base shear dinamik pada struktur beraturan dengan ketidakberaturan massa dapat dilihat pada tabel 5.6; Tabel 5.6 Perbedaan Nilai base shear yang dianalisis Secara Dinamik pada Struktur beraturan dengan ketidakberaturan Massa Analisis yang digunakanNilai Base Shear Struktur Struktur Ketidakberaturan Massa Beraturan Massa ditingkat 4 Massa ditingkat 7 200% 350% 500% 200% 350% 500% Spektrum Respons 128.924,6 172.400,5 203.303,3 235.067,2 153.134,5 172.467,4 181.356,6 6. Pada struktur bangunan gedung yang memenuhi syarat sebagai struktur bangunan gedung beraturan dapat dianalisis dengan menggunakan analisisstatik ekivalen maupun analisis dinamik, dikarenakan hasil yang diperoleh dari kedua analisis tersebut menunjukkan besaran yang tidak terlalu jauhperbedaannya dengan nilai analisis statik ekivalen yang sedikit lebih tinggi 8.

V. 2 Saran

  Analisis yang dilakukan dalam Tugas Akhir ini masih dapat dikembangkan dan terbuka terhadap studi-studi lebih lanjut, contohnya denganmenambahkan jumlah data yang digunakan untuk analisis dalam hal variasi denah atau elevasi yang ditinjau lebih besar lagi, menggunakan program komputer yanglain untuk membandingkan hasil analisis, variasi wilayah gempa, dan kondisi tanah bangunan berada. Dan analisis dalam Tugas Akhir ini dilakukan denganmassa yang dibuat merata setiap tingkat maka dihasilkan perbedaan yang tidak terlalu signifikan untuk hasil base shear (gaya geser dasar) dan displacement(perpindahan) maka masih dapat dikembangkan atau diaplikasikan untuk beban merata tapi tidak keseluruhan tiap tingkat.

DAFTAR PUSTAKA

  Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung. Respons Dinamik Struktur Elastik.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (160 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Analisis Perbandingan Metode Playfair Cipher dan Elgamal pada Kriptografi Citra
6
134
86
Simulasi Statik dan Dinamik Parking Bamper Redesain Menggunakan Software Ansys 12.0
2
21
61
Perbandingan Respon Struktur Beraturan dan Ketidakberaturan Horizontal Sudut Dalam Akibat Gempa dengan Menggunakan Analisis Statik Ekivalen Dan Time History
25
169
134
Perbandingan Analisis Statik Ekivalen dan Analisis Dinamik Ragam Spektrum Respons pada Struktur Beraturan dan Ketidakberaturan Massa Sesuai RSNI 03-1726-201x
33
147
160
Analisis Simulasi Struktur Chassis Mobil Mesin USU Berbahan Besi Struktur Terhadap Beban Statik dengan Menggunakan Perangkat Lunak Ansys 14.5
8
76
112
Analisis Perbandingan Struktur Generik Surat Lamaran Kerja dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia
8
180
99
Perbandingan Analisis Statik Dan Analisis Dinamik Pada Portal Bertingkat Banyak Sesuai SNI 03-1726-2002
18
59
190
Analisis Pemakaian Ragam Kesantunan Memohon Bahasa Jepang pada Mahasiswa Sastra Jepang Semester V dan Semester VII Fakultas Sastra USU
4
64
89
Kajian Teoritik Penentuan Spektrum Energi Struktur Quantum Dot Bahan Semikonduktor AlGaAs dan GaAs
7
91
103
Studi Perbandingan Total Station dan Terrestrial Laser Scanner dalam Penentuan Volume Obyek Beraturan dan Tidak Beraturan
0
0
5
Analisis dan Redesign Kekuatan Struktur pada Girder Overhead Crane 6.3 Ton
1
3
6
Desain Parameter Akusisi Seismik 3D Menggunakan Metode Statik dan Dinamik dengan Study Kasus Model Geologi Lapangan “ITS”
0
0
6
Pendugaan Struktur Kantong Magma Gunungapi Kelud Berdasarkan Data Gravity Menggunakan Metode Ekivalen Titik Massa
0
0
6
Analisis Siklis Analisis Tak Beraturan Analisis Musim Analisis Trend
0
0
16
Analisis Simulasi Struktur Chassis Mobil Mesin USU Berbahan Besi Struktur Terhadap Beban Statik dengan Menggunakan Perangkat Lunak Ansys 14.5
0
0
21
Show more