PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGAPADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 7 BAGELEN KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012

Gratis

0
10
67
2 years ago
Preview
Full text
ii ABSTRAK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGAPADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 7 BAGELEN KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012 Oleh : EKA FITRIANA Berdasarkan hasil observasi awal di SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, aktivitas dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV masih rendah yaitu 5,4 sedangkan KKM yang ditentukan 6,0 penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan aktivitas dan hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan alat peraga. Metode penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Prosedur penelitian berbentuk siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Pengumpulan data dalam PTK ini digunakan dengan instrumen berupa lembar observasi dan kinerja guru dalam proses pembelajaran, sedangkan untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa digunakan lembar evaluasi atau lembar kerja siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan alat peraga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. Hal ini ditunjukan berdasarkan peningkatan rata-rata aktivitas siswa pada siklus I (58%) menjadi (76%) pada siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I (50,8) menjadi (74,25) pada siklus II. Kata kunci : alat peraga, aktivitas dan hasil belajar iii Judul Skripsi : Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Nama Mahasiswa : Eka Fitriana No.Pokok Mahasiswa : 1013109090 Program Studi : SI PGSD Dalam Jabatan Jurusan : Ilmu Pendidikan MENYETUJUI Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dosen Pembimbing Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd NIP. 19510507 198103 1 002 Drs. Siswantoro, M.Pd NIP. 19540929 198403 1 001 PENGESAHAN iv 1. Tim Penguji Penguji : Drs. Siswantoro, M.Pd. .............................. Penguji Bukan Pembimbing : Dr. Supomo Kandar, MS ................................ 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. H. Bujang Rahman, M.Si. NIP 19600315 198503 1 00 v PERNYATAAN Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Skripsi yang saya susun sebagai syarat untuk meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung seluruhnya merupaka karya sendiri. Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan Skripsi ini yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai norma kaidah dan etika penulisan karya ilmiah. Apabila dikemudian hari ditemukan atau sebagian Skripsi ini bukan merupakan hasil karya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi pencabuta gelar akademik yang saya sandang san sanksi-sanksi lainnya sesuai perundang-undangan yang berlaku. Lampung Selatan, Penulis, EKA FITRIANA Agustus 2012 vi RIWAYAT HIDUP EKA FITRIANA, dilahirkan pada tanggal 26 April 1989 di Lampung Selatan. Putri pertama dari pasangan Suroso dan Suwarni ini menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 1 Marga Agung Lampung Selatan Tahun 2000, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Jati Agung, lulus tahun 2003. Pada tahun 2006, penulis menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 12 Bandar Lampung. Penulis memulai karir sebagai guru pada tahun 2010 diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil di SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. Penulis melanjutkan studi pada program Diploma 2 FKIP Universitas Lampung tahun 2008. Tahun 2010, pada perguruan tinggi yang sama ( Universitas Lampung ) penulis melanjutkan studinya pada program S1 PGSD Dalam Jabatan. vii KATA PENGANTAR Allah SWT yang telah melimpahkan karunia dan hidayah-Nya sehingga penulisan Skripsi yag berjudul PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 7 BAGELEN KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012 ini dapat terselesaikan. Skripsi ini diajukan salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Dalam Jabatan FKIP Universitas Lampung Tahun Akademik 2011-2012. Penulis menyadari daam Skripsi ini masih terdapat kekurangan dan kekeliruan, hal ini tentu saja disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, waktu dan literatur yang tersedia. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan dimasa yang akan datang. Ucapan terimakasih tidak lupa penulis sampaikan kepada : 1. Bapak DR. Hi. Bujang Rahman, M. Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung 2. Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M. Pd., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 3. Bapak Darsono, M. Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Lampung. 4. Bapak Dr. Supomo Kandar, MS, selaku pembahas dalam skripsi viii 5. Bapak Drs. Siswantoro, M. Pd., selaku pembimbing dalam penulisan skripsi. 6. Ibu Neli Hartati, selaku Kepala Sekolah SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran yang telah memberikan izin penelitia bagi penulis 7. Seluruh dewan guru SD Negeri 7 Bagelen Kec. Gedomgtataan Kab. Pesawaran yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian. 8. Ayah dan Ibuku tercinta dan seseorang terkasih yang selalu mendoakan dan memberi dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan studi serta semua pihak yang telah banyak membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu dalam penyelesaian penulis skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kemajuan pendidikan, khususnya bagi perbaikan pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. Lampung Selatan, 6 Agustus 2012 Penulis, EKA FITRIANA ix MOTTO ( George Evans ) DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................................................................. i x ABSTRAK.................................................................................................. ii PERSETUJUAN........................................................................................ iii PENGESAHAN......................................................................................... iv PERNYATAAN........................................................................................ v RIWAYAT HIDUP.................................................................................... vi KATA PENGANTAR............................................................................... vii PERSEMBAHAN...................................................................................... viii MOTTO....................................................................................................... ix DAFTAR ISI.............................................................................................. x DAFTAR TABEL..................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR................................................................................ xiv DAFTAR LAMPIRAN............................................................................ xv BAB I. PENDAHULUAN.................................................................... 1 A. Latar Belakang...................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah............................................................. 6 C. Batasan Masalah................................................................... 6 D. Rumusan Masalah................................................................ 6 E. Tujuan Penelitian.................................................................. 7 F. Manfaat Penelitian................................................................ 7 BAB II. LANDASAN TEORI................................................................. 9 A. Pengertian Belajar................................................................... 9 B. Aktivitas Belajar..................................................................... 12 C. Hasil Belajar........................................................................... 15 D. Materi IPA............................................................................. 20 E. Media Pembelajaran............................................................... 21 F. Alat Peraga............................................................................. 24 G. Hipotesis Tindakan................................................................ 30 BAB III. METODE PENELITIAN......................................................... 31 A. Metode Penelitian................................................................. 31 xi B. Setting Penelitian....................................................................32 C. Teknik Pengempulan Data.................................................... 33 D. Alat Pengumpulan Data......................................................... 34 E. Teknik Analisis Data............................................................ 34 F. Indikator Keberhasilan.......................................................... 35 G. Rencana Tindakan Penelitian................................................ 36 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN................................................ 40 A. Hasil........................................................................................ 40 1. Gambaran Umum SD N 7 Bagelen.................................... 40 2. Siklus I................................................................................40 a. Perencanaan Tindakan.................................................. 40 b. Pelaksanaan Praktik...................................................... 41 c. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa...................... 42 d. Hasil Observasi Kinerja Guru....................................... 43 e. Hasil Belajar Siswa...................................................... 45 f. Refleksi Pembelajaran.................................................. 46 g. Perbaikan Rancangan Siklus II.................................... 48 3. Siklus II.............................................................................. 48 a. Perencanaan Tindakan.................................................. 48 b. Pelaksanaan Praktik...................................................... 49 c. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa..................... 50 d. Hasil Observasi Kinerja Guru...................................... 51 e. Hasil Belajar Siswa....................................................... 54 f. Refleksi Pembelajaran................................................... 55 B. Pembahasan......................................................................... 56 1. Aktivitas Belajar............................................................ 56 2. Kinerja Guru................................................................. 58 3. Hasil Belajar................................................................. 59 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN................................................ 61 xii A. Kesimpulan..............................................................................61 B. Saran........................................................................................61 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL Tabel 1. Hasil Obsevasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus 1................ 42 Tabel 2. Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus I.............................. Tabel 3. Hasil Belajar Siswa Siklus 1................................................ 45 43 xiii Tabel 4. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siklus II........................ 50 Tabel 5. Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus II.............................. 51 Tabel 6. Hasil Belajar Siswa Siklus II.............................................. 54 Tabel 7. Prosetase Perkembangan Aktivitas Belajar Siswa.............. 56 Tabel 8. Rata-rata Perkembangan Kinerja Guru............................... 58 Tabel 9. Perkembangan Hasil Belajar Siswa..................................... 59 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Siklus PTK versi Kemmis dan Mc Taggart.................... 31 Gambar 2. Grafik Prosentase Aktivitas Belajar Siswa..................... 57 Gambar 3. Grafik Perkembangan Kinerja Guru............................... 59 Gambar 4. Grafik Nilai Rata-rata Hasil Belajar Siswa.................... 61 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Izin Penelitian........................................................ 64 Lampiran 2. Surat Keterangan Riset................................................... 65 Lampiran 3. Surat Keterangan Teman Sejawat................................... 66 Lampiran 4. Silabus Pembelajaran....................................................... 67 Lampiran 5. RPP Siklus 1................................................................... 70 Lampiran 6. Media Gambar................................................................ 72 xv Lampiran 7. Instrumen Tes Siklus 1................................................... 73 Lampiran 8. Tabel Observasi Kinerja Guru Siklus 1.......................... 75 Lampiran 9. Tabel Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus 1.......... 77 Lampiran 10. Tabel Hasil Belajar Siswa Siklus 1................................. 78 Lampiran 11. RPP Siklus II.................................................................. 79 Lampiran 12. Media Gambar................................................................ 81 Lampiran 13. Instrumen Tes Siklus II................................................... 82 Lampiran 14. Tabel Observasi Kinerja Guru Siklus II.......................... 83 Lampiran 15. Tabel Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II.......... 84 Lampiran 16. Tabel Hasil Belajar Siswa Siklus II................................. 85 Lampiran 17. Foto Kegiatan Siklus I..................................................... 88 Lampiran 18. Foto Kegiatan Siklus II................................................... 89 9 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Belajar Secara formal belajar dapat di definisikan sebagai tingkah laku yang dikaitkan dengan kegiatan sekolah. Belajar merupakan fisik atau badaniah yang hasilnya berupa perubahan-perubahan dalam fisik itu, misalnya, dapat berlari, mengendarai, berjalan, dan sebagainya. Belajar selain merupakan aktivitas fisik juga merupakan kegiatan rohani dan psikis. Belajar adalah sesuatu yang dilakukan oleh siswa, bukan dibuat untuk siswa. Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Tujuan pembelajaran adalah terwujudnya efisiensi dan efektivitas kegiatan belajaryang dilakukan peserta didik (dalam Isjoni 2010:11). Menurut Hamalik(2004:34) prinsip-prinsip belajar adalah sebagai berikut : 1. Belajar adalah proses aktif, dimana terjadi hubungan saling mempengaruhi secara dinamis antara siswa dengan lingkungan. 2. Belajar senantiasa harus bertujuan, terarah dan bagi siswa karena tujuan akan menuntut dalam belajar 10 3. Belajar paling efektif bila didasari motivasi yanmg murni yang bersumber dari dalm dirinya sendiri 4. Dalam belajar senantiasa ada rintangan dan hambatan, karena itu siswa harus sanggup mengatasi secara cepat 5. Belajar memerlukan bimbingan, baik dari guru atau tuntutan dari buku pelajaran 6. Jenis belajar yang paling utama adalah untuk berpikirkritis lebih baik dari pada pembentukan kebiasaan-kebiasaan mekanis 7. Cara berpikir yang paling efektifdalam bentuk pemecahan masalah melalui kerja kelompok, asal masalah tersebut telah didasari bersama 8. Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga memperoleh pengertian-pengertian 9. Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa yang telah dipelajari dapat dikuasai 10. Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuatb untuk mencapai tujuan dan hasil 11. Belajar berhasil apabila pelajar telah sanggup mentransferkan atau menerapkan kedalam bidang praktek sehari-hari. Belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual, akan tetapi mengenai seluruh pribadi anak. Perubahan kelakuan karena mabuk bukanlah hasil belajar. Pendapat lain mengatakan bahwa belajar merupakan bentuk pertumbuhan dan perkembangan dalam diri seorang 11 yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Seorang dikatan belajar apabila di asumsikan dalam diri seorang tersebut mengalami suatu proses kegiatan belajar yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Dijelaskan pula bahwa belajar adalah suatu kegiatan dimana seseorang menghasilkan atau membuat suatu perubahan tingkah laku yang ada dalam dirinya dalam pengetahuan, sikap dan ketrampilan, sudah barang tentu tingkah laku tersebut adalah tingkah laku yang positif artinya mencari kesempurnaan hidup. Belajar itu sendiri terdiri dari berbagai tipe yaitu: (1) menghafal dalam pelajaran dengan sedikit tanpa memahami artinya, misalnya rumusrumus matematika; (2) memperoleh pengertian-pengertian yang sederhana, seperti kenyataan empat di tambah lima semua berjumlah sembilan; (3) menemukan dan memahami hubungan yang menghendaki respon-respon logis dan benar-benar psikologis. Memahami beberapa konsep yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar bahwa belajar merupakan kegiatan fisik dan badaniah yang akan mengubah tingkah laku seseorang yang di dapat dari hasil latihan dan pengalaman yang besifat positif. Berdasarkan teori-teori di atas belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku seorang yang berdasarkan pengalaman,latihan yang dapat menyebabkan perubahan tingkahlaku seseorang sehingga dapat memberikah hasil bukan hanya prestasi atau nilai melainkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan 12 B. Aktivitas Belajar Pengertian aktivitas belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seorang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda antara sesuadah belajar dan sebelum belajar. Dalam aktivitas belajar ada beberapa prinsip yang berorientasi pada pandangan ilmu jiwa,yaitu pandangan ilmu jiwa yang lama dan modern. Menurut pandangan ilmu jiwa lama, aktivitas didominasi oleh guru sedangkan menurut pandangan ilmu jiwa modern,aktivitas didominasi oleh siswa. Aktivitas belajar adalah aktivitas mental dan emosional dalam upaya terbentuknya perubahan Belajar adalah suatu aktivitas yang melibatkan bukan hanya penguasaan kemampuan akademik baru saja, melainkan juga perkembangan emosional, interaksi sosial dan perkembangan kepribadian.perilaku yang lebih maju (siddiq,2008). Menurut Chaplin aktivitas adalah segala kegiatan yang di laksanakan organisme secara mental ataupun fisik. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar.Banyak jenis aktivitas yang bisa dilakukan siswa di sekolah. Aktivitas siswa tidak hanya mendengarkan dan mencatat seperti lazim terdapat di sekolah-sekolah yang menggunakan pendekatan konvensional (tradisional). Paul B. Diedrich membuat daftar yang berisi berbagai macam aktivitas siswa antara lain dapat digolongkan sebagai berikut: 13 1. Visual activites seperti membaca, memperhatikan gambar memperhatikan demonstrasi percobaan pekerjaan orang lain. 2. Oral activities, seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, member saran mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi. 3. Listening activities, seperti mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik,pidato. 4. Writing activities seperti menulis: cerita, karangan, laporan, angket, menyalin. 5. Drawing activities, seperti menggambar, membuat grafik, peta, diagram. 6. Motor activities, seperti melakukan percobaan, membuat konstruksi, mereparasi model, bermain, berkebun, berternak. 7. Mental activities, seperti menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan. 8. Emotional activities, seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira,bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa merupakan kumpulan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses belajar mengajar. Kegiatan kegiatan yang di maksud adalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, berpendapat, mengerjakan tugas tugas 14 yang relevan, menjawab pertanyaan guru/siswa dan bisa dengan bekerja sama dengan siswa lain,serta tanggung jawab terhadap tugas yang di berikan. Aktivitas yang ditimbulkan dari siswa tersebuat akan mengakibatkan terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi atau hasil belajar. Pada penelitian ini, aktivitas siswa di definisikan sebagai segala kegiatan yang di lakukan oleh siswa selama pembelajaran dengan model integrated learning berbasis pemecahan masalah. Adapun aktivitas siswa yang di amati adalah: 1. Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru. 2. Membaca/memahami masalah konstekstual di buku siswa/LKS. 3. Menyelesaikan masalah/menemukan cara dan jawaban masalah. 4. Melakukan kegiatan yang relevan dengan kegiatan belajar mengajar (mengerjakan evaluasi, melakukan presentasi, menulis materi yang diajarkan). 5. Berdiskusi, bertanya, menyampaikan pendapat/ide kepada teman atau guru. 6. Menarik kesimpulan suatu prosedur/konsep. perilaku siswa yang tidak sesuai dengan KBM (percakapan yang tidak relevan dengan materi yang sedang dibahas, mengganggu teman dalam belajar dan melamun). C. Hasil Belajar 15 Hasil belajar merupakan suatu prestasi yang di capai seseorang dalam mengikuti proses pembelajaran dengan kata lain hasil belajar merupakan perubahan yang terjadi dalam diri individu yang belajar. Perubahan yang di peroleh dari hasil belajar adalah perubahan secara menyeluruh terhadap tingkah laku yang ada pada diri individu.Hasil belajar mencakup ranah kognitif,afektif dan psikomotorik.Sesuai menurut Bloom yang di kutip Djafaar (2001:83)Menyatakan hasil belajar di bagi atas tiga ranah atau kawasan yaitu (1) Ranah kognitif (2) Ranah afektif (3) Ranah psikomotor.Masing-masing ranah menghasilkankemampuan tertentu. Hasil belajar pada dasarnya adalah hasil yang dicapai dalam usaha penguasaan materi dan ilmu penegetahuan yang merupakan suatu kegiatan yang menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya. Melalui belajar dapat diperoleh hasil yang lebih baik. Belajar berarti mengubah tingkah laku. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Suhardiman (1988) bahwa belajar adalah mengubah tingkah laku. Belajar akan membantu terjadinya suatu perubahan pada diri individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya dikaitkan dengan perubahan ilmu pengetahuan, melainkan juga berbentuk percakapan, ketrampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri. Belajar menyangkut segala aspek organisme dan tingkah laku pribadi 16 seseorang, prestasi belajar pada hakekatnya merupakan hasil dari belajar sebagai rangkaian jiwa raga. Psikofisik untuk menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa, dan karsa, ranah kognitif, efektif dan prestasi motorik. Prestasi belajar sebagai suatu hasil belajar akan menjangkau tiga ranah atau matra seperti yang dikemukakan oleh (Bloom dalam Dimyati, 2002), yaitu ranah kognitif, efektif, dan psikomotorik dimana ranah tersebut dipenuhi menjadi beberapa jangkauan kemampuan. Jangkauan kemampuan ranah kognitif tersebut adalah meliputi: (1) pengetahuan dan ingatan (knowledge); (2) Pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh (coprehention); (3) penerapan (application) ; (4) menguraikan, menentukan hubungan (analysis); (5) mengorganisasikan, merencanakan membentuk bangunan baru (syntesis), dan (6) menilai evaluation). Termasuk kedalam ranah afektif (affective) adalah; (1) sikap menerima (receiving); (2) partisipasi (participation); (3) menentukan penilaian (valuing); (4) mengorganisasi (organization); dan (5) pembentukan pola hidup (characterization). Sedangkan ranah psikomotor menurut (Simpson dalam Dimyati, 2002) meliputi: (1) persepsi; (2) kesiapan; (3) gerakan terbimbing; (4) gerakan yang terbiasa; (5) gerakan kompleks; (6) pentesuaian pola gerakan; (7) kreativitas. Dengan demikian hasil belajar dapat dikatakan sempurna apabila target jangkauan mengenai pencapaian tingkat sebagaimana yang telah diasebutkan sesuai dengan tujuan belajar yang diharapkan siswa. 17 Prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil maksimum yang telah dicapai oleh siswa setelah mengalami proses belajar mengajar dalam mempelajari materi pelajaran tertentu. Hasil belajar tidak mutlak berupa nilai saja, akan tetapi dapat berupa perubahan atau peningkatan sikap, kebiasaan, pengetahuan, keuletan, ketabahan, penalaran,kedisiplinan, ketrampilan dan sebagaimana yang menuju pada perubahan positif. Prestasi belajar menunjukkan kemampuan siswa yang sebenarnya yang telah mengalami proses pengalihan ilmu pengetahuan dari seseorang yang dapat dikatakan dewasa atau memiliki pengetahuan kurang. Walaupun sebenarnya prestasi ini bersifat sesaat saja, tetapi sudah dapat dikatakan bahwa siswa tersebut benar-benar memiliki ilmu pada materi atau bahasan tertentu. Jadi, dengan adanya prestasi belajr, orang dapat mengetahuii seberapa jauh siswa dapat menengkap , memahami, memiliki materi pelajaran tertentu. Atas dasar itu pendidik dapat menentukan strategi belajar-mengajar yang lebih baik. Gogne dalam teorinya menyatakan terdapat lima jenis hasil belajar yaitu : 1. Keterampilan intelektual, yaitu suatu kemampuan membuat seseoarang menjadi kompeten terhadap suatu objek sehingga ia dapat mengklarifikasi, mendemonstrasikan dan menggeneralisasikan suatu gejala 2. Strategi kognitif, yaitu kemampuan seseorang untuk, bias mengontrol intelektualnya dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh orang tersebut 18 3. Informasi verbal yaitu kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa lisan maupun tulisan dalam mengungkapkan sauatu masalah yang dihadapi oleh orang tersebut. 4. Sikap , yaitu kecenderungan dalam menerima dan menolak suatu obyek 5. Keterampilan motorik, yaitu kemampuan seseorang untuk mengkoordinasikan gerakan otot secara teratur dan lancer dalam keadaan sadar. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa, prestasi belajar adalah hasil belajar atau tingkatan yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar selama kurun waktu tertentu yang dapat di nyatakan dalam bentuk angka atau tingkah laku , secara garis besar meliputi: 1. Aspek Kognitif Pada aspek ini hasil belajar yang ditunjukkan siswa berupa bertambahnya pengetahuan , yang tadinya tidak tahu menjadi tahu , yamg awalnya tidak mengerti menjadi mengerti . 2. Aspek efektif Pada aspek ini hasil belajar yang ditunjukkan siswa yakni berupa perubahan sikap , sebagai dampak dari nilai-nilai yang sudah di pelajari 3. Aspek psikomotor Pada aspek ini hasil belajar yang dapat dilihat adalah berupa keterampilan atau skill yang di tunjukkan siswa . 19 Dapat disimpulkan hasil belajar siswa akan baik bila siswa mampu memotivasi dirinya dan akan lebih baik lagi dilingkungan sekolah, lingkungan keluarga, maupun lingkungan masyarakat, ikut jadi motivator bagi siswa tersebut D. Materi IPA 1. Pengertian Materi Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam sebagai satu mata pelajaran di SD, merupakan program untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada siswa. Serta rasa mencintai dan menghargai Tuhan yang maha Esa. Pemebelajaran IPA SD pembelajaran sains siswa diharapkan memahami sejumlah konsep, dan melatih sikap, nilai, dan keterampilannya berdasarkan konsep yang telah dimilikinya. Salah satu tujuan pembelajaran IPA SD adalah agar siswa memahami konsep-konsep IPA SD dan keterkaitannya dalam kehidupan sehari-hari (Depdiknas, 1994:61). Apabila dalam proses belajar mengajar guru tidak menggunakan media, maka sulit siswa untuk menyerap konsep-konsep pelajaran yang disampaikan guru sehingga berdampak kurangnya tngkat 20 prestasi siswa dalam belajar. Menurut Usman (1997:38) mengemukakan bahwa untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif ada lima variabel yang menentukan keberhasilan: (a) melibatkan siswa secara aktif; (b) menarik minat dan perhatian siswa; (c) mengembangkan motivasi siswa; (d) perbedaan individualistis; dan (e) peragaan dalam pembelajaran. Seorang guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebelum melaksanakan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran IPA sekolah dasar, rencana pelaksanaan harus disusun dengan baik agar pelaksanaan pembelajaran IPA terlaksana dengan baik pula, (untuk menghidari ketidak sengajaan dalam keberhasilan). Adapun strategi belajar mengajar yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar haruslah diusahakan agar kadar keterlibatan mental siswa setinggi mungkin. E. Media Pembelajaran 1. Pengertian Media Kata "media" menurut Heinich, dkk (1982) berasal dari bahasa latin, merupakan bentuk jamak dari kata "medium" yang secara harfiah berarti "perantara". Dalam proses pembelajaran media dapat diartikan sebagai: (1) Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran (Schranun, 1997). (2) Sarana fisik unruk menyampaikan isi/materi pembelajaran, seperti buku, film, video, slide dan sebagainya (Briggs, 1997). (3) Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar, termasuk teknologi perangkat kerasnya (NEA. 1969) 21 Media pembelajaran adalah setiap alat yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar. Penting bagi seorang pengajar untuk mengetahui bahwa dalam lembaga pendidikan selalu tersedia alat bantu untuk membuat pelajaran menjadi lebih efisien. Penggunaan alat bantu yang tepat pada saat yang tepat akan menguntungkan proses belajar mengajar para peserta didik. Media gambar merupakan salah satu contoh alat peraga dua dimensi (atau juga disebut alat cetakan) Fungsi media pembelajaran, diantaranya yaitu: (1) Sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang lebih efektif. (2) Mempercepat proses pembelajaran. (3) Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. (4) Mengurangi penyakit verbalisme. Nilai-nilai yang dimiliki media pernbelajaran antara lain adalah: (1) Memungkinkan siswa berhubungan dengan lingkungan. (2) Memungkinkan keseragaman pengamatan atau persepsi belajar siswa. (3) Membangkitkan motivasi belajar siswa. (4) Memberikan kesan perhatian individual untuk seluruh anggota kelornpok belajar. (5) Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan. (6) Mengontrol arah atau kecepatan belajar siswa. 2. Macam-macam Media Adapun macam-macam media antara lain : Media cukup banyak macamnya, Raharjo (1991) menyatakan bahwa ada media yang hanya dapat dimanfaatkan bila ada alat untuk menampilkanya. Ada pula yang penggunaannya tergantung pada hadirnya seorang guru, tutor 22 atau pembimbing (teacher independent). Media yang tidak harus tergantung formasi belajar, contoh, tugas dan latihan serta umpanbalik yang diperlakukan telah diprogramkan secara terintegrasi. Dari berbagai ragam dan bentuk dari media pengajaran, pengelompokan atas media dan sumber belajar ekonomi dapat juga ditinjau dari jenisnya, yaitu dibedakan menjadi media audio, media visual, media audio-visual 1. Media Audio : radio, piringan hitam, pita audio, tape recorder, dan telepon 2. Media Visual a. Media visual diam : foto, buku, ansiklopedia, majalah, surat kabar, buku referensi dan barang hasil cetakan lain, gambar, ilustrasi, kliping, film bingkai/slide, film rangkai (film stip) , transparansi, mikrofis, overhead proyektor, grafik, bagan, diagram, sketsa, poster, gambar kartun, peta, dan globe. b. Media visual gerak : film bisu. 3. Media Audio-visual a. Media audiovisual diam : televisi diam, slide dan suara, film rangkai dan suara , buku dan suara. b. Media audiovisual gerak : video, CD, film rangkai dan suara, televisi, gambar dan suara. 4. Media Serba aneka : a. Papan dan display : papan tulis, papan pamer/pengumuman/majalah dinding, papan magnetic, white board, 23 mesin pangganda. b. Media tiga dimensi : realia, sampel, artifact, model, diorama, display. F. Alat Peraga 1.Pengertian alat peraga Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2002 :59 ). Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat Bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan alat, serta evaluasi.Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran agar sampai tujuan. Dalam pencapain tersebut, peranan alat Bantu atau alat peraga memegang peranan yang penting sebab dengan adanya alat peraga ini bahan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Alat peraga sering disebut audio visual, dari pengertian alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga. Alat tersebut berguna agar pelajaran yang disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. 24 2. Macam-macam alat peraga Adapun beberapa contoh alat peraga yang dapat digunakan dalam mengajar yaitu : a. Gambar Gambar adalah suatu bentuk alat peraga yang nampaknya saling dikenal dan saling dipakai, karena gambar disenangi oleh anak berbagai unur, diperoleh dalam keadaan siap pakai, dan tidak mengita waktu persiapan. b. Peta Peta bisa menolong mereka mempelajari bentuk dan letak negara-negara serta kota-kota yang disebut Al-kitab. Salah satu yang harus diperhatikan, penggunaan peta sebagai alat peraga hanya cocok bagi anak besar/kelas besar. c. Papan tulis. Peranan papan tulis tidak kalah pentingnya sebagai sarana mengajar. Papan tulis dapat dirima dimana-mana sebagai alat peraga yang efektif. Tidak perlu menjadi seorang seniman untuk memakai papan tulis. Kalimat yang pendek, beberapa gambaran orang d. Lingkungan Lingkungan adalah suatu bentuk alat peraga yang sangat sederhana dan sangat dikenali oleh anak, karena lingkungan lebih alami dan nyata 25 3. Kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga Adapun kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga dalam pengajaran yaitu: a. Kelebihan penggunaan alat peraga yaitu: 1. Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik 2. Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah memahaminya 3. Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah bosan 4. Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti : mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan dan sebagainya b. Kekurangan alat peraga yaitu: 1. Mengajar dengan memakai alat peraga lebih banyak menuntut guru. 2. Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan 3. Perlu kesediaan berkorban secara materiil 26 Ada beberapa kelemahan sehubungan dengan gerakan pengajaran alat peraga itu, antara lain terlalu menekankan bahan-bahan peraganya sendiri dengan tidak menghiraukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan desain, pengembangan, produksi, evaluasi, dan pengelolaan bahanbahan itu. Kelemahan lain adalah alat peraga -mata bagi guru dalam melaksanakan kegiatan mengajarnya sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran dan alat peraga tersebut diabaikan. Disamping itu terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang materi audiovisual sebagai alat Bantu guru dalam mengajar. c. Adapun tujuan dari alat peraga untuk: 1. Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas. 2. Mengembangkan sikap yang dikehendaki. 3. Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut. Pemakaian alat peraga merangsang imajinasi anak dan memberikan kesan yang mendalam dalam mengajar, panca indra dan seluruh kesanggupan seorang anak perlu dirangsang, digunakan dan libatkan, sehingga tak hanya mengetahui, melainkan dapat memakai dan melakukan apa yang dipelajari. Panca indera yang paling umum dipakai mengikuti peristiwa-peristiwa dan ikut merasakan apa yang disampaikan. Seolah-olah telinga mendapatkan mata. Anak melihat sesuatu dari apa yang diceritakan. Namun ilmu pendidikan berpendapat, bahwa hanya 20% dari apa yang didengar dapat diingat kemudian hari. Kesan yang lebih 27 akan diperoleh kesan yang jauh lebih mendalam. Alat peraga yang digunakan hendaknya memiliki karakteristik tertentu. Ruseffendi (dalam darhim,19986:14 ) menyatakan bahwa alat peraga yang di gunakan harus memiliki sifat sebagai berikut: 1. Tahan lama (terbuat dari bahan yang cukup kuat ). 2. Bentuk dan warnanya menarik. 3. Sederhana dan mudah di kelola (tidak rumit ). 4. Ukurannya sesuai (seimbang )dengan ukuran fisik anak. 5. Dapat mengajikan konsep matematika (tidak mempersulit pemahaman) 6. Sesuai dengan konsep pembelajaran. 7. Dapat memperjelas konsep (tidak mempersulit pemahaman ) 8. Peragaan itu supaya menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berpikir yang abstrak bagi siswa. 9. Bila kita mengharap siswa belajar aktif (sendiri atau berkelompok ) alat peraga itu supaya dapat di manipulasikan , yaitu: dapat diraba, dipegang, dipindahkan, dimainkan, dipasangkan, dicopot, (diambil dari susunannya) dan lain-lain. 10. Bila mungkin alat peraga tersebut dapat berfaedah lipat (banyak ) 28 4. Langkah-langkah penggunaan alat peraga dalam pembelajaran IPA dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi educatif Alat peraga atau Media Pendidikan dalah alat metode dan teknik yang digunakan antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah maka langkah-langkah penggunaan alat peraga sebagai berikut (Rustiyah 1986 : 61) Langkah-langkah pembelajaran IPA dikelas IV yaitu : a. Menganalisa pokok bahasan/Sub pokok bahasan yang akan dituangkan dalam bentuk alat peraga. b. Menyiapkan bahan-bahan yang digunakan. c. Menugaskan siswa untuk menyiapkan bahan-bahan yang digunakan dalam proses belajar-mengajar. d. Menunjukan alat peraga sehingga dapat dilihat dan dipahami dengan jelas oleh semua siswa. e. Guru menjelaskan materi pelajaran melalui alat peraga yang telah disiapkan sekaligus. f. Guru menyimpulkan materi pelajaran sekaligus menindak lanjuti dengan memberikan tugas kepada siswa untuk memperkaya penguasaan materi IPA. Proses pembelajaran dengan menggunakan bantuan alat peraga tidak selamanya dapat membuahkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan digunakannya alat peraga justru bukannya membantu memperjelas konsep, akan tetapi sebaliknya misalnya 29 membuat siswa menjadi bingung.Jika alat peraga tersebut tidak sesuai dengan materi yang diajarkan dan penjelasan guru yang kurang dipahami siswa. G. Hipotesis Tindakan Jika pembelajaran menggunakan alat peraga dengan tepat dan benar maka aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 7 Bagelen akan meningkat. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU RI No. 20 Tahun 2003). Berdasarkan fungsi pendidikan nasional di atas, maka peran guru menjadi kunci keberhasilan dalam misi pendidikan dan pembelajaran disekolah, selain bertanggung jawab untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana kondusif yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan di kelas. Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari 22 Bab dan 77 pasal tersebut juga merupakan pengejawantahan dari salah satu tuntutan reformasi yang marak sejak tahun 1998. Perubahan mendasar yang dicanangkan dalalm Undang-undang Sisdiknas yang baru tersebut antara lain adalah demokratisasi dan desentralisasi pendidikan, peran serta masyarakat, tantangan globalisasi, kesetaraan dan keseimbangan, jalur pendidikan, dan peserta didik. ✁ Ilmu Pengetahuan Alam pada sekolah dasar merupakan mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fenomena-fenomena alam dan yang terjadi di alam. Secara umum istilah Ilmu Pengetahuan Alam memiliki arti kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis. Ilmu Pengetahuan Alam sendiri berasal dari kata sains yang berarti alam. Sains kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis, berobjek, bermetode dan berlaku secara universal. Menurut Abdullah (1998:18), Ilmu Pengetahuan Alam merupakan khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan didapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus di sempurnakan. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan Teknologi, karena Imu Pengetahuan Alam memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam ✂ mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Ilmu Pengetahuan Alam memiliki peran yang sangat penting. Kemajuan IPTEK yang begitu pesat sangat mempengaruhi perkembangan dalam dunia Pengetahuan Alam di pendidikan Indonesia terutama dan pendidikan negara-negara Ilmu maju. Pendidikan IPA telah berkembang di Negara-negara maju dan telah terbukti dengan adanya penemuan-penemuan baru yang terkait dengan teknologi. Akan tetapi di Indonesia sendiri belum mampu mengembangkannya. Pendidikn IPA di Indonesia belum mencapai standar yang diinginkan, padahal untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) Ilmu Pengetahuan Alam penting dan menjadi tolak ukur kemajuan bangsa. Kenyataan yang terjadi di Indonesia, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tidak begitu diminati dan kurang diperhatikan. Apalagi melihat kurangnya pendidik yang menerapkan konsep Ilmu Pengetahuan Alam Permasalahan ini terlihat pada cara pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam serta kurikulum yang diberlakukan sesuai atau malah mempersulit pihak sekolah dan siswa didik, masalah yang dihadapi oleh pendidikan IPA sendiri berupa materi atau kurikulum, guru, fasilitas, peralatan siswa dan komunikasi antara siswa dan guru. ✄ Berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan guru kelas IV SDN 7 Bagelen pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bahwa aktivitas siswa rendah hal ini terlihat antara lain : 1) Pada saat guru menjelaskan materi anak lebih sering bermain, mengobrol dan tidak memperhatikan penjelasan guru. 2) Siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. 3) Siswa sering tertidur dikelas pada saat proses belajar. 4) Siswa kurang berani bertanya dan mengemukakan pendapat. Kecendrungan pembelajaran yang demikian, mengakibatkan lemahnya pengembangan potensi diri siswa dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa rendah yaitu rata-rata hasil belajar yang di peroleh siswa 54,25 belum mencapai KKM yang telah ditentukan sekolah yaitu 6,0. Rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa tersebut di sebabkan: 1) motivasi. 2) minat dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sangat rendah. 3) kurangnya aktivitas belajar dari siswa yang tampak pada saat proses belajar karena kebiasaan guru dalam penyampaian materi IPA belum menggunakan media yang tepat sehingga siswa lebih cenderung pasif. Dari hasil pengamatan tersebut peneliti mencoba menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media alat peraga pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dengan alat peraga diharapkan siswa akan lebih tertarik dalam mengikuti palajaran, guru lebih mudah menyampaikan materi karena siswa dapat melihat langsung hal-hal yang berkaitan dengan pelajaran yang diberikan sehingga siswa tersebut menjadi aktif dalam mengikuti pelajaran dan dapat meningkatkan prestasi yang akan dicapai. ☎ Sesuai dengan permasalah di atas diperlukan adanya suatu model pembelajaran yang mampu menempatkan siswa pada posisi yang lebih aktif, kreatif, mendorong pengembangan potensi dan kemampuan yang dimiliki, serta menemukan makna yang dalam, dari yang dipelajarinya.Metode yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi yaitu dengan menggunakan media Alat Peraga. Sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dikelas IV SDN 7 Bagelen Kabupaten Pesawaran tahun pelajaran 2011/2012. Berdasarkan masalah di atas, maka penulis mengadakan penelitian dengan Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka identifikasi masalah adalah sebagai berikut : 1. Rendahnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran IPA karena penerapan metode pembelajaran kurang tepat dan membosankan. 2. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SDN 7 Bagelen Kabupaten Pesawarans. 3. Metode mengajar guru harus monoton dengan metode ceramah 4. Penggunaan alat peraga kurang dilakukan untuk membantu siswa memakai materi belajar lebih C. Batasan Masalah 6 Berdasarkan idenifikasi masalah yang ada, penelitian ini dibatasi pada upaya peningkatan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas IV SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun pelajaran 2011-2012. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah maka penelitian ini dapat dirumuskan pertanyaan sebagai berikut 1. Apakah dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan aktivitas belajar mata pelajaran IPA bagi siswa kelas IV SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedogtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2012 ? 2. Apakah penggunaan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA bagi siswa kelas IV SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2012 ? E. Tujuan Penelitian Tujuan Peneliti yang diharapkan dari peneliti ini untuk : 1. Meningkatkan aktivitas belajar mata pelajaran IPA bagi siswa kelas IV SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun pelajaran 2012 ✆ 2. Meningkatkan hasil belajar mata Pelajaran IPA bagi siswa kelas IV SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun pelajaran 2012. F. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang akan dilakasanakan di SDN 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran adalah : 1. Bagi Siswa a. Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN 7 Bagelen Kabupaten Pesawaran. b. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 7 Bagelen Kabupaten Pesawaran 2. Bagi Guru a. Untuk memperbaiki metode pembelajaran yang dikelolanya b. Untuk menambah keaktifan dan kreatifitas yang lebih baik dalam proses pembelajaran 3. Bagi Sekolah 8 a. Sebagai literature tambahan bahan informasi program peningkatan aktivitas mengatasi masalah tentang masih rendahnya hasil belajar siswa. b. Iklim pendidikan disekolah makin kondusif 4. Bagi Peneliti Sebagai bahan masukan sekaligus sebagai pengetahuan untuk meningkatkan hasil belajar menggunakan penerapan model pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SDN 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. ✝✞ BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitan Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam siklus, yakni dilaksanakan dalam dua siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan tindakan (acting), tahap pengamatan (observasing), dan tahap refleksi berdasarkan hasil pengamatan (reflecting), Keempat tahap dalam penelitian tersebut adalah unsur yang membentuk sebuah siklus, yaitu satu putaran kegiatan beruntun yang kembali ke langkah semula (dalam Arikunto, 2008: 16). Langkah-langkah dalam penelitian dapat dilihat dalam gambar berikut : Siklus I PERENCANAAN REFLEKSI TINDAKAN PENGAMATAN Metode Kurt Lewin (Depdikbud, 1999:20) ✟✠ B. Setting Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian kelas ini adalah penelitian dilaksanakan dikelas IV SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran tahun 2012/2013 terdiri dari dari dua siklus dengan jumlah siswa 20 siswa yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Merupakan sebuah penelitian yang dilakukan dalam kelas IV yang memiliki aktivitas dan pencapaian hasil kompetensi belajar rendah. 2. Waktu Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester genap selama 3 bulan yaitu bulan april minggu pertama sampai bulan mei minggu ke-tiga 2012. 3. Tempat Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 7 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. merupakan tempat tugas peneliti. C. Teknik Pengumpulan Data Sekolahan tersebut ✡✡ Pengumpulan data dilaksanakan selama kegiatan pelaksanaan tindakan yaitu dengan menggunakan teknik tes dan non tes. 1. Teknik Tes Tes adalah dilaksanakan untuk mkelihat prestasi siswa dalam pembelaja

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 BRANTI RAYA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011 - 2012
0
7
39
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SDN 3 NEGARARATU KECAMATAN NATAR
0
16
18
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA MINIATUR PADA POKOK BAHASAN BANGUN DATAR DI SDN 1 KUTOARJO KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
21
55
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 BAGELEN GEDUNGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
2
10
48
ENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 BAGELEN GEDUNGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
5
50
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 1 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN
0
6
40
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGAPADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 7 BAGELEN KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012
0
10
67
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MATA PELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI MENCARI PASANGAN DI SDN 1 GEDONGTATAAN TAHUN 2012
0
14
38
PENGGUNAAN MEDIA PETA TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 GUNUNG REJO KECAMATAN WAY LIMA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012-2013
0
14
52
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA REALIA PADA SISWA KELAS V SDN 7 WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN
2
16
63
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN KIT IPA PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 METRO SELATAN
0
9
9
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI STRATEGI CARD SORT DI KELAS IV SDN 1 SUKADADI KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2012-2013
2
19
51
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JEMBRANA
0
11
40
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TALKING STICK PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS VA SD NEGERI 7 METRO BARAT TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
6
48
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI KELAS IV SD NEGERI TANJUNG AGUNG KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN
0
6
37
Show more