Dampak Jejaring Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Eceran (Studi Korelasi di Kelurahan Padang Bulan, Kota Medan)

Gratis

22
232
208
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Terimakasih atas hikmat, kekuatan, dan pemeliharaan yang Engkau beri dalam pengerjaan tugas akhir yang berjudul “Dampak Jejaring Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Eceran (Studi Korelasi di Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan MedanBaru, Kota Medan)”. Maksudnya secara perlahan-lahan jejaring Indomaret pasti menimbulkan kebangkrutan bagi pedagang eceran, hal iniditandai dengan mulai berkurangnya jumlah konsumen yang berbelanja di warung yang berakibat menurunnya tingkat pendapatan pedagang eceran.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Hal tersebut ditandai dengan perkembangan usaha ritel di Indonesia yang semakin menjamur di mana-mana, hal ini disebabkan oleh adanya keinginanpemilik franchise untuk meluaskan usahanya dan memperoleh keuntungan yang maksimal sehingga berdirilah Indomaret di seluruh penjuru daerah. Ditambah lagi dengan beragam inovasi yang menarik animo perhatian konsumen, dengan memberikan layanan pulsa, promo yang ditawarkanmenggiurkan konsumen, ruangan ber-AC, harga yang terjangkau, siap melayani konsumen kapan saja karena buka 24 jam, adanya layanan pesan-antar-ambil dariIndomaret, Indomaret Card, ATM Indomaret, JackCard Indomaret dan WesternUnion.

1.5 Hipotesis

  Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari hipotesis dua arah yaitu hipotesis alternatif dan hipotesis Nol. Ha :Terdapat dampak jejaring Indomaret terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang eceran di Kelurahan PadangBulan, Medan.

1.6 Definisi Konsep

  Dampak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu kondisi yang timbul akibat kehadiran Indomaret terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang eceranatau kelontong di Kelurahan Padang Bulan, Medan. Persaingan adalah dalam hal ini muncul antara waralaba Indomaret yang memiliki cara-cara tersendiri yang lebih kreatif dan inovatif serta lebih ungguldari pedagang eceran maupun kelontong.

1.7 Operasional Variabel

  b) Barang yang diproduksi dan dikonsumsi rumah tangga, antara lain pemakaian barang yang diproduksi di rumah, sewa yang harus dikeluarkan terhadap rumah sendiri yang ditempati ( Sumardi, 1987). Taylor dalam (Setiadi, 2010) mengatakan bahwa budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan,kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagaianggota masyarakat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kapitalisme

2.1.1 Pengertian Kapitalisme Marx (Ritzer, 2003), kapital adalah uang yang menghasilkan banyak uang

  Berbeda dengan feodalisme dimana modal dan sumber pembentukan kelas tergantung padakepada pemilikan luas lahan dan tradisi, dalam kapitalisme sumber perbedaan dan pembagian kelas adalah modal dan kepemilikan aset industri. Kapitalisme bergantung pada sistem pasar, yang menentukan distribusi, mengalokasikan sumber daya dan menetapkan tingkat pendapatan, gaji,biaya sewa, dan keuntungan dari kelas-kelas yang berbeda.

2.1.2 Ciri-Ciri Khusus Ekonomi Kapitalis

  Jika komoditi yang diproduksi tidak terjual diatasharga yang ada, perusahaan kapitalis dan kelas borjuis secara keseluruhan tidak akan mendapatkan nilai lebih yang dihasilkan pekerja melaluikomoditi. Berdasarkan ciri-ciri kapitalisme sebagaimana yang telah dikemukakan diatas maka dapat dijelaskan bahwa Indomaret adalah salah satu contoh darisekian banyak bentuk Ekonomi Kapitalisme, dimana memproduksi barang yang akan di distribusikan kepada konsumen.

2.1.3 Hukum Gerak Kapitalisme

  Konsentrasi dan sentralisasi kapital dalam kompetisi ikan yang besar menelan ikan yang kecil, perusahaan-perusahaan yang besar mengalahkanyang kecil, yang memiliki sedikit alat yang tidak memperoleh keuntungan dari kemajuan produksi massal, dan tidak dapat menggunakan teknik -teknik yang paling maju dan mahal. Marx pada dasarnya berpendapat bahwa struktur dan etos mendorong kapitalis dalam mengarahkan akumulasi pada penumpukan kapital yang lebih Sementara menurut Karl Marx (Prawironegoro, 2012) menyatakan bahwa dalam masyarakat kapitalis, persaingan yang terjadi antara kapitalis dengan kapitalislainnnya dalam memperebutkan daerah pemasaran.

2.2 Franchise (Waralaba) Franchise dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah waralaba

  Dalam waralaba produk dan merek dagang, pemberi waralabamemberi hak penerima waralaba untuk menjual produk yang dikembangkan oleh pemberi waralaba yang disertai dengan pemberian ijin untuk menggunakan merek Dalam bentuk ini terdapat hubungan berlanjut, yaitu hubungan kontrak antara pemilik waralaba dan pemegang waralaba. Meskipun pada awalnya pemberi waralaba menerima biaya awal yang kecil dari penerima waralaba, namun padaakhirnya ia mendapatkan hasil yang cukup dari royalti yang berlanjut ditambah lagi hasil dari pembelian pasokan atau produk yang dilakukan penerima waralabasecara terus menerus.

2.2.1 Tipe-Tipe Waralaba

  Mencermati perkembangan dan penggolongan usaha waralaba, menurutSjahputra (Widjaja, 2002), terdapat beberapa tipe waralaba, antara lain : 1. Product franchising (trade name-franchising) Dalam pengaturan ini, dealer diberi hak untuk mendistribusikan produk untuk pabrikan.

2.2.2 Jenis-Jenis Waralaba

  Sementara itu menurut International Franchise Association (IFA) yaituOrganisasi Waralaba International yang beranggotakan negara-negara di dunia yang berkedudukan di Washington DC, ada empat jenis franchise yang mendasaryang biasa digunakan di Amerika Serikat, yaitu: 1. Business Format FranchisingIni merupakan bentuk franchising yang paling populer di dalam praktek, di mana perusahaan menyediakan suatu metode yang telah terbukti kesuksesannyauntuk dioperasikan oleh pemilik bisnis dengan menggunakan nama dan merek dagang perusahaan.

2.2.3 Jaringan Waralaba Indomaret

  Waralaba Indomaret dalam penelitian ini merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari- 2 hari dengan luas jangkauan kurang dari 200 m dan persediaan barangnya dikelola oleh PT. Pada penelitian ini, jaringan sosial-ekonomi yang merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari berjalannya bisnis waralaba Indomaret.

BAB II I METODE PENELITIAN Dalam mendukung tercapainya tujuan penelitian ini maka harus dilengkapi

  dengan metode penelitian yang tepat dan sesuai dengan permasalahan penelitian yang akan dibahas. Dalam arti luas, metode penelitian merupakan cara danprosedur yang sistematis untuk menyelidiki suatu masalah tertentu dengan maksud mendapatkan informasi untuk digunakan sebagai solusi atas masalahtersebut.

3.1 Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi korelasi dengan pendekatan kuantitatif. 39 3.2 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Padang Bulan, yang terdiri dari 12 lingkungan dengan jumlah penduduk sebanyak 9.179 jiwa dan terdapat 65 orangpedagang eceran dan kelontong.

3.3.1 Populasi

  Populasi dapat berupa organisme, orang atau kelompok orang,masyarakat, organisme, benda, objek, peristiwa atau laporan yang semuanya memiliki ciri dan harus didefinisikan secara spesifik dan tidak secara mendua(Silalahi, 2009). Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang eceran dan kelontong yang berada di Kelurahan Padang Bulan.

3.3.2 Sampel

  Adapun sampel yang dimaksu d adalahkonsumen yang beralih belanja ke Indomaret 40 orang. Jumlah tersebut ditetapkan untuk menghindari terjadinya bias pedagang eceran sehingga perlumenyeimbangkan atau membandingkan tanggapan pedagang tersebut dengan konsumen dalam jumlah yang sama.

3.4 Instrumen Penelitian

3.5 Teknik Pengumpulan Data

  Hal ini sering disebut Studi Lapangan yaitu pengumpulandata yang diperoleh melalui kegiatan penelitian langsung turun ke lokasi penelitian untuk mencari faktor yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Data SekunderData sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian, pengambilan data disini dilakukan dengan membaca berbagaireferensi baik berupa buku-buku, jurnal, tabloid, surat kabar, internet dan tulisan lainnya yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.

3.6 Teknik Pengukuran Skor

  Rumus koefisien korelasi tata jenjang oleh Spearman (Kriyantono, 2006 : 174) adalahsebagai berikut : −∑� 2�− � − Keterangan: Rho = koefisien korelasi rank-order d = perbedaan antara pasangan jenjangΣ = sigma atau jumlahN = jumlah individu dalam sampel 1 & 6 = bilangan konstanSpearman Rho Koefisien adalah metode untuk menganalisis data dan untuk melihat hubungan antara variabel yang sebenarnya dengan skala ordinal. Selanjutnya jika tabel signifikan > 0,05 maka tidak terdapat hubungan yang signifikan sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, sementara jika tabel signifikan <0,05, maka terdapat hubungan yang signifikan sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.

3.8 Jadwal Kegiatan

  Sidang Meja Hijau Pengumpulan Data danAnalisis Data 8. Revisi ProposalPenelitian 2.

BAB IV HASIL DAN ANALISA PENELITIAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.1 Sejarah Terbentuknya Kelurahan Padang Bulan

  Kelurahan Padang Bulan merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatsetempat berdasarkan asal-usul, adat-istiadat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah kotamadya. Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru merupakan salah satu wilayah dari enam kelurahan yang terdapat di Kecamatan Medan Baru denganluas wilayah lebih kurang 168 hektar dan terbagi kedalam 12 lingkungan dengan batas wilayah sebagai berikut : ï‚· Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Merdeka Kecamatan Medan Baru.

4.1.2.1 Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

  Berdasarkan data terbaru jumlah penduduk Kelurahan Padang Bulan sebagai berikut : Tabel 4.1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Jumlah (Jiwa) Persentase 1.

2. Perempuan 5.253 57,2 %

  4.1.3 Kondisi Sosial Ekonomi Penduduk di Kelurahan Padang Bulan Mata pencaharian warga/penduduk yang bermukim di Daerah PadangBulan sangat bervariasi yaitu di bidang pemerintahan (Pegawai Negeri Sipil) maupun dibidang swasta seperti pegawai swasta, buruh dan pedagang di pasartradisional atau pedagang eceran serta pedagang kelontong. Agar tujuan organisasi tercapai dengan baik, maka dalam pelaksanaan kerja sama tersebut perlu adanya koordinasi yaitu kontrak dan keselarasan antarpersonil yang melakukan aktivitasnya sehingga pekerja berlangsung secara baik dan tercapainya keinginan bersama yang menuju orientasi organisasi yang telahditetapkan sebelumnya.

4.2 Sejarah Muncul dan Berkembangnya Indomaret (

  Indomaret merupakan nama (Brand) yang dipakai untuk jaringan minimarket atau Grocery store yang menyediakan kebutuhan 2 pokok dan kebutuhan sehari-hari dengan luas penjualan kurang dari 200 m , yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama. Penempatan lokasi gerai yang strategis disesuaikan dengan mottoIndomaret yaitu “Mudah dan Hemat” ditujukan untuk memudahkan Indomaret Strategi pemasaran Indomaret juga diintegrasikan dengan kegiatan- kegiatan promosi yang dilaksanakan sehingga indomaret dapat secara berkalamenjalankan berbagai program promosi seperti memberikan penawaran harga khusus, undian berhadiah langsung.

4.2.1 VISI DAN MISI INDOMARET

4.2.1.1 VISI INDOMARET Menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global. 4.2.1.2 MISI INDOMARET “Mudah dan Hemat”

4.2.2 Logo dan Maskot Indomaret

4.2.2.1 Logo

  Gambar 4.1 Logo Indomaret Logo Indomaret pertama Logo Indomaret kedua(Tahun 1988-2010) (Tahun 2011-sekarang) Adapun perusahaan Indomaret sudah dua kali melakukan perubahan logo dan membuat mascot (Si Domar). Untuk logo Indomaret dibagi menjadi tigawarna, yaitu kuning, Merah dan Biru.

4.2.2.2 Maskot Indomaret

  Personel and General Affair Bagian yang bertanggung jawab dalam hal perkrutan karyawan dan mengatur semua kebutuhan semua departemen yang ada di PT IndomarcoPrismatama dan bagian ini juga bertanggungjawab dam hal pelatihan karyawan agar sesuai standart yang diinginkan PT Indomarco Prismatama. Adapun struktur organisasi yang ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan franchisor, yang dalam hal ini berhak untuk melakukan seleksi, menyimpan, dan atau meminta data-data lengkap, dan melakukan pengawasan terhadap sumber daya manusia dan sistem manajemen yang akan ditempatkan disetiap geraiIndomaret.

4.2.6 Tugas Pokok dan Fungsi

  Berikut ini adalah uraian pekerjaan dari masing-masing divisi pada struktur organisasi pada gerai Indomaret yang berada di Kelurahan Padang BulanKecamatan Medan Baru. Mengkoordinir semua aktivitas toko di dalam memberikan pelayanan kepada semua pelanggan yang diarahkan untuk pemenuhan kepuasanpelanggan dan meningkatkan jumlah pelanggan di toko.

9. Stock opname

  10. Penyebaran Leaflet 11.

4.2.7 Pola Waralaba Indomaret

  Usulan lokasi toko baru Indomaret menawarkan lokasi yang telah disurvei disertai perencanaan matang, mulai dari desain layout toko, estimasi investasi, pendapatan,pengeluaran, dan payback period. Minimarket exiting Bila anda memiliki toko yang kurang berkembang dan ingin mengembangkannya, dapat bergabung dengan Indomaret.

4.2.8 Proses Pendirian Waralaba (

  Franchisee) Indomaret Sebelum resmi memutuskan untuk membeli atau mendaftar hak waralabaIndomaret atau sebagai terawalaba (Franchisee), ada beberapa hal yang harus diperhatikan para investor atau para wirausaha yang ingin menanamkan sebagianmodalnya. Memiliki jiwa entrepreneur dan fokus pada sistem yang diberlakukan olehPT.

4.3 Temuan Data

  Seperti yang telah dijelaskan dalam bab metodologi penelitian, bahwa yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah pedagang eceran yangterdapat di Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru sebanyak 40 responden. Hal ini dilakukan karena pada realitanya peneliti menemukan sesuatu yang menarik untuk dikaji secara komprehensif terkait dengan perluasan jejaringIndomaret, yaitu dihapusnya zonasi dalam pendirian minimarket sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Walikota Medan nomor 20 tahun 2011 yangmengatur tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern.

4.3.1 Analisis Identitas Responden

4.3.1.1 Kepala Biro Hukum Walikota Medan

  HumJabatan : Kepala Subbagian peraturan perundang-undangan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota MedanBiro hukum sebagai lembaga Negara yang membuat bertugas untuk menyetujui perundang-undangan berdasarkan peraturan yang dibuat dan diusulkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Pada dasarnya peraturan walikota tersebut mengatur dan membina pengembangan industri dan perdagangan serta kelancaran distribusi barangsehingga terbangun norma-norma keadilan, saling menguntungkan, tanpa tekanan dalam hubungan antara pemasok barang dengan toko modern serta pengembangankemitraan dengan usaha kecil, sehingga tercipta tertib persaingan dan keseimbangan kepentingan produsen, pemasok, toko modern, dan konsumen diKota Medan.

4.3.1.2 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan

  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan merupakan salah satu lembaga teknis pemerintah dalam mewujudkan pengembangan jasa, perdagangan,dan industri serta mempercepat pembangunan ekonomi sehingga mampu menghadapi persaingan global. Adapun yang menjadi informan penelitian ini adalah Kepala Seksi UsahaPerdagangan dan Kemitraan Kota Medan yaitu Bapak Abdul Rahim menyatakan bahwa awalnya perwal ini baik, karena mengatur zonasi Minimarket, tetapiperubahan Peraturan Walikota Nomor 23 tahun 2011 dan Nomor 47 Tahun 2014 menghapus atau tidak memuat peraturan mengenai zonasi lagi sehinggaMinimarket seperti Indomaret dengan mudahnya menjamur.

4.3.1.3 Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Medan

  5 Tahun 1999 yaitu mewujudkan ekonominasional yang efisien dan berkeadilan untuk kesejahteraan rakyat dan melakukan pengawasan terhadap persaingan usaha serta melakukan pencegahan danpenindakan terhadap tindakan pelaku usaha yang mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada 27 April 2015 beliaumengatakan bahwa jika dilihat dari jalur distribusi yang dilakukan, maka distribusi ritel modern jauh lebih efisien dari model ritel tradisional yang apabiladibiarkan bersaing secara bebas, maka pelan tapi pasti jalur distribusi tradisional akan terhapus.

4.3.14 Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT)

  Adapun visi dari badan pelayanan perijinan terpadu kota Medan adalah“Terwujudnya Pelayanan Prima Perizinan Untuk Mewujudkan Kota Medan Metropolitan yang Berdaya Saing, Nyaman, Peduli dan Sejahtera”. Adapun yang menjadi informan penelitian ini yaitu Drs.

4.3.1.5 Pihak Indomaret

4.3.1.5.1 Koordinator Officer

  PT Indomarco Prismatama Distribution Center Medan Nama : Muhammad IlhamUsia : 23 TahunJenis Kelamin : Laki-lakiPendidikan Terakhir : SMAJabatan : Cordinator Officer PT Indomarco Prismatama Distribution Center, MedanLama Bekerja : 5 Tahun Muhammad Ilham merupakan salah satu karyawan yang bekerja di KantorPT Indomarco Prismatama Distribution Center Medan yang berlokasi di jalanIndustri No 9B, Tanjung Morawa. Coordinator Officer merupakan Staff masing-masing divisi yang dibawahi supervisor dan bertanggung jawab sepenuhnya kepada supervisor setiap divisi/departemen yang membawahinya.

4.3.1.5.2 Kepala Toko Indomaret

  Di tengah kesibukan pekerjaannya, Hendri tidak meninggalkan pendidikan, sebagaimana yang dipahaminya pendidikan sebagai lembaga yangpaling efektif untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, sehingga Hendri mengikuti perkuliahan di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Medan, yaituMEDICOM dengan jurusan Manajemen Informatika pada tahun 2012. Mengkoordinir semua aktivitas toko di dalam memberikan pelayanan kepada semua pelanggan yang diarahkan untuk pemenuhan kepuasanpelanggan dan meningkatkan jumlah pelanggan di toko.

4.3.1.5.3 Asisten Kepala Toko Indomaret Padang Bulan

  Nama : Tetty NovitaJenis Kelamin : PerempuanUsia : 27 TahunJabatan : Asisten Kepala Toko Tetty Novita merupakan salah seorang karyawan PT IndomarcoPrismatama yang bekerja di area lapangan, yaitu di Toko Indomaret yang berlokasi di Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru. Mengkoordinir semua aktivitas toko di dalam memberikan pelayanan kepada semua pelanggan yang diarahkan untuk pemenuhan kepuasanpelanggan dan meningkatkan jumlah pelanggan di toko.

4.3.1.6 Akademisi Ekonomi

  Dari sebaran data yang disajikan pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memeluk agama Kristen yaitusebanyak 30 orang (75%), dan responden yang memeluk agama Islam sebanyak 6 orang (15%), sedangkan selebihnya 4 orang (10%) memeluk agama khatolik. Dari hasil wawancara dilapangan bahwa responden sudah lama menggeluti pekerjaan sebagai pedagang dan sampai sekarang ini, karena menurutresponden berdagang menjadi mata pencaharian yang mudah dilakoni dan menjanjikan, hal ini mengingat pada historisnya masyarakat sekitar lebih seringbelanja di warung eceran.

1. Tanggapan Terhadap

  Adapun responden yang menjawab tidak menarik berdasarkan wawancara dengan pedagang, ternyata pedagang tersebutmempunyai sentimen pribadi terhadap Indomaret. Maka kesimpulan yang ditarik dari tabel tersebut pada dasarnya display barang di Indomaret adalah menarik.

2. Kondisi Fisik Bangunan

  Ketersediaan Fasilitas Parkir Tabel 4.13Ketersediaan Fasilitas Parkir di Indomaret Menurut Responden Tanggapan Berdasarkan tabel distribusi ketersediaan fasilitas parkir di Indomaret diatas menunjukkan bahwa dari 40 orang jumlah responden pedagang, sebagianbesar mengatakan memadai yaitu sebanyak 29 orang (72,5%), selanjutnya sangat memadai sebanyak 3 orang (7,5%), cukup memadai 2 orang (5%), sementarayang mengatakan tidak memadai terdapat 6 orang (15%). Berdasarkan uraian tabel diatas maka dapatditarik kesimpulan bahwa ketersediaan parkir di Indomaret memadai, akan tetapi tidak untuk semua Indomaret, karena ada beberapa Indomaret tidak sesuai denganstandar yang ditetapkan.

4. Variabel Suasana Belanja di Indomaret

  Regulasi tersebut mengatur tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern, yang tercantum pada pasal 7 ayat 3, bahwakhusu Minimarket diatur jarak minimal 500 meter dari minimarket yang sudah ada, dan 250 meter dari pasar tradisional. Berdasarkan distribusi tabel diatas menunjukkan bahwa secara umum jam kerja Indomaret yang menawarkan barang dan jasa setiap saat tentunya dapatmempengaruhi konsumen untuk beralih berbelanja di Indomaret, hal tersebut dikarenakan jam operasional pedagang eceran yang terbatas.

11. Kelengkapan Barang Dagangan Kelengkapan produk adalah menjual barang-barang dengan lengkap

  Dalam penelitian ini, yang di maksud dengan kelengkapan produk, yaitu : lengkap atau tidaknya jumlah ketersediaan produk yang ditawarkan oleh pihak pengelolaindomaret. Berdasarkan uraian tabel distribusi di atas, menunjukkan pada dasarnya jikalau dibandingkan dengan usaha dagangan eceran, maka Indomaret lebihlengkap karena lebih banyak menyediakan variasi barang serta dalam kapasitas yang banyak pula.

13. Pelayanan di Indomaret

  Adapun berbagai jenis pelayanan yang dilakukanseperti, setiap konsumen yang masuk ke dalam Indomaret seringkali disambut oleh salam khas para penjaga Indomaret. Selama konsumen didalam ruangan toko, mereka siap siagamemberikan pelayanan, mulai dari menunjukkan rak di mana barang yang di cari berada sampai dengan mengambiil barang belanjaan.

16. Label Harga

  Harga adalah jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa, jumlah nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki ataumenggunakan produk atau jasa. Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan harga, yaitu satuan nilai uang yang ditetapkan oleh pihak pengelola retail modern.

19. Lokasi

  Perubahan Setelah Hadirnya Indomaret Tabel 4.32 Perubahan yang Terjadi pada Usaha Dagangan Sesudah Berdirinya Indomaret Tanggapan Frekuensi Persentase Berkembang 2 5 Biasa Saja 14 35 Merosot 13 32,5Sangat Merosot 11 27,5Total 40 100 Sumber : Kuesioner Penelitian, 2015Berdasarkan tabel distribusi perubahan yang terjadi pada usaha dagang setelah berdirinya Indomaret di atas menunjukkan jumlah responden terbesaryaitu 14 orang (35%) mengatakan biasa saja. Selanjutnya pada saat Indomaret belum berdiri di Kelurahan PadangBulan, jumlah responden yang memasok barang 1 kali per minggu tidak ada, akan Berdasarkan uraian tabel distribusi di atas menunjukkan adanya perbedaan intensitas pedagang dalam memasok barang pada saat sebelum dan sesudahhadirnya Indomaret.

12. Intensitas Mengkonsumsi Daging

  Jumlahresponden terbesar mengkonsumsi daging sebanyak 4-5 kali per minggu adalah 20 orang (50%) pada saat sebelum berdirinya Indomaret, akan tetapi sesudahberdirinya Indomaret jumlah responden tersebut berkurang menjadi 18 orang(45%). Selanjutnya diikuti dengan intensitas 0-1 kaliper minggu sebanyak 3 orang (7,5%) pada saat sebelum berdirinya Indomaret, akan tetapi setelah berdirinya Indomaret jumlah responden tersebut meningkat Berdasarkan uraian tabel distribusi di atas, pada umumnya menunjukkan adanya penurunan intensitas mengkonsumsi daging dalam seminggu.

13. Intensitas Mengkonsumsi Junk Food

  Jumlah Sedangkan jumlah responden yang memiliki intensitas lebih dari 7 kali mengkonsumsi junk food dalam seminggu baik sebelum dan sesudah berdirinyaIndomaret yaitu sebanyak 1 orang (2,5%), Berdasarkan deskripsi distribusi tabel di atas, pada umum menunjukkan adanya penurunan intensitas dalam mengkonsumsi junk food dalam setiapminggu. Berdasarkan wawancara peneliti dengan responden, beberapa mengatakan hal tersebut dikarenakan ketidakmampuan ekonomi apabila terusmenerus mengkonsumsi junk food, akan tetapi beberapa responden mengatakan bukan karena ketidakmampuan ekonomi melainkan mereka lebih memperhatikankesehatan tubuh.

14. Intensitas Tawar Menawar

  Sedangkan jumlah responden yang mengatakan jarangmelakukan tawar menawar sebanyak 6 orang (15%) pada saat sebelum berdirinyaIndomaret, akan tetapi setelah hadirnya Indomaret jumlah tersebut meningkat menjadi 7 orang (17,5%). Selanjutnya diikuti dengan responden yang menjawabsangat sering sebanyak 3 orang (7,5%) pada saat sebelum berdirinya Indomaret, akan tetapi setelah hadirnya Indomaret maka jumlah tersebut meningkat menjadi4 orang (10%).

15. Intensitas Berinteraksi dengan Pedagang Eceran Lain

  Selanjutnya diikuti dengan 11 orang (27,5%) responden yang mengatakan jarang pada saat sebelum berdirinya Indomaret, akantetapi setelah hadirnya Indomaret maka jumlah responden tersebut meningkat menjadi 12 orang (30%). Sementara yang menjawab sangat sering pada saat sebelum dan sesudah berdirinya Indomaret di Kelurahan Padang Bulan terdapat 1 orang (2,5%).

16. Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Anak

  Diantaranya, 6orang yang menyatakan display barang dagangan Indomaret sangat menarik, selanjutnya terdapat 5 orang pedagang yang mengatakan display barang dagangan Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa hubungan antara display barang dagangan Indomaret yang menarik, sehingga menggiurkan konsumen untuk belanja dengan perubahan yang terjadi pada usaha dagang eceran setelah masuknya Indomaret di Kelurahan Padang Bulan ternyata mengalamikemerosotan. Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui responden setuju bahwa terdapat hubungan antara harga promosi yang murah sehingga menggiurkankonsumen untuk membeli di Indomaret, akan tetapi secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi intensitas pedagang dalam memasok barang dagangan,karena ketidakmampuan pedagang dalam memberikan diskon atau promo yang mengakibatkan konsumen lebih memilih untuk berbelanja di Indomaret.

4.4 Uji Hipotesis

  Pengujian hipotesis adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Pengolahan data statistik dalam penelitian ini menggunakan piranti lunak SPSS versi 21 maka, uji t hitungtidak digunakan lagi, karena SPSS telah menguji hipotesis tersebut secara otomatis.

4.4.1 Uji Korelasi Dampak Jejaring Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Eceran (Studi Korelasi pada Pedagang di Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru)

  Untuk melihat seberapa besar dampak jejaring Indomaret (Variabel X) terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang eceran (Variabel Y) maka dapatdigunakan dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana dan akan dilanjutkan dengan koefisien determinasi untuk melihat berapa persen dampakyang diakibatkan jejaring Indomaret (Variabel X) dengan terlebih dahulu mencari korelasi antara Variabel X dan Variabel Y dengan menggunakan rumus KorelasiSpearman. Hubungan yang rendah akan tetapi secara perlahan-lahan pastimenyebabkan kebangkrutan atau gulur tikar bagi pedagang eceran, hal ini ditandai dengan mulai berkurangnya jumlah konsumen yang berbelanja di warung yangberakibat menurunya tingkat pendapatan pedagang eceran.

4.4.2 Regresi Linier Sederhana

  Rumus regresi linier sederhana digunakan untuk melihat seberapa besar dampak jejaring Indomaret (variabel X) terhadap kondisi sosial ekonomipedagang eceran (variabel Y), dengan rumus sebagai berikut : Tabel 4.55 Regresi Linier Sederhana aCoefficients Model Unstandardized Standardized t Sig. Coefficients Coefficients B Std.

a. Dependent Variable: Dampak Jejaring Indomaret

  Y= a + b XY= 19,857 + -0,336 (1)Y= 20,033 Jika jejaring Indomaret bertambah sebanyak 1 kali atau 100 % maka akan berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang eceran sesuai sebanyak20,033 dan seterusnya apabila kita melakukan kelipatan pada variabel X maka akan diikuti meningkatnya dampak variabel Y sebanyak X dinaikkan. Dengankata lain, semakin banyak jumlah Indomaret maka semakin besar dampak yang dialami oleh pedagang eceran.

4.4.3 Koefisien Determinasi

  Analisis korelasi dapat dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi, dengan cara mengkuadratkan koefisien yang ditemukan. Rumus yang digunakan untukmenentukan koefisien determinasi tersebut adalah sebagai berikut : Maka diperoleh : 2 = (-0,336) x 100 %= 11,28 % Hasil koefisien determinasi diatas menunjukkan pengaruh yang ditimbulkan oleh jejaring Indomaret terhadap kondisi sosial ekonomi pedagangeceran sebesar 11,28 %.

4.5 Analisis Hasil

  Data yang diperoleh dari penelitian ini selanjutnya akan diklasifikasikan masing-masing data berdasarkan nilai-nilai jawaban responden pada bab IV. Pengklasifikasian ini bertujuan untuk melihat dampak jejaring Indomaret terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang eceran.

4.5.1 Waralaba Indomaret Sebagai Bentuk Aplikatif Kapitalisme

  Bagan 4.6 Struktur PT Indomarco Prismatama DC Sumatera Utara DIREKTUR UTAMA DCM DDCM SUPERVISOR KOORDINATOR OFFICER HELPERAdapun struktur organisasi yang ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan franchisor, yang dalam hal ini berhak untuk melakukan seleksi, menyimpan, dan atau meminta data-data lengkap, dan melakukan pengawasan terhadap sumber daya manusia dan sistem manajemen yang akan ditempatkan di setiap gerai Indomaret. Pemilik Indomaretsebagai kapitalis yang mempunyai alat-alat produksi seperti modal, tenaga kerja dan hal kekayaan intelektual membeli produk atau komoditi dari berbagai suplierdalam jumlah yang besar, kemudian komoditi tersebut dikemas atau dipacking kemudian disebar ke semua gerai Indomaret untuk dijual harga di atas hargapokok penjualan dan akhirnya memperoleh untung melalui nilai lebih dari penjualan setiap produk.

4.5.3 Sistem Jejaring Indomaret

4.5.3.1 Jaringan Kerja Sama Pemasok

  Dalam hal ini hubungan kerjasama yang terbangun atau terjalin yaitu antara pemasok dan ritel Indomaret dikelola oleh PT INDOMARCOPRISMATAMA Distribution Center yang berlokasi di Tanjung Morawa. Gambaran hal tersebut dapat dilihat dari gambar berikut ini : Gambar 4.4 Rekonstruksi Terjadinya Retailer Surplus Lebih jauh lagi, melihat jumlah Indomaret yang semakin bertambah tentunya akan sebanding dengan peningkatan pasokan barang yang akandisebarkan ke setiap gerai.

4.5.3.2 Jaringan Kerjasama Indomaret

  Dalam tahap kompetitifnya, masing-masing perusahaan tumbuh dengan menghubungi biaya, mencari keuntungan yang lebih besar, dan menambahkapasitas investasi untuk mengeluarkan produk-produk yang secara essensial tidak dapat dibedakan dari produk-produk saingan, selalu dapat dijual dengan atausedikit dibawah harga pasar yang sedang berlaku. Akan tetapi ketika sejumlah perusahaan berhasil maju dan tumbuh dan yang lainnya tertinggal di belakang dantersingkir, maka rata-rata perusahaan dalam suatu industri menjadi demikian besar sehingga ia memperhitungkan dampak produksinya sendiri terhadap harga pasar.

4.5.4 Kontradiksi Ekonomi Kerakyatan dengan Liberalisasi Pasar

  Secara khusus perwal tersebut mengatur zonasi dalam mendirikan minimarket, yaitu tertuang dalam pasal 7 ayat 3 yang berisikan; khusus minimarket jarakminimal 500 (lima ratus) meter dari minimarket yang sudah ada, dan minimal berjarak 500 ( lima ratus) meter dari dari jarak pasar tradisional. Tidak heran pada realitanya banyak Indomaret yang berdekatan satu dengan gerai yang lain, di tambah denganpersaingan dari minimarket lainnya.

2. Donasi ke YPAC (Yayasan Peduli Anak Cacat) (Wawancara pada 25 Maret 2015)

Selain menguntungkan dirinya sendiri, ternyata jejaring Indomaret juga berdampak positif terhadap seluruh masyarakat, yaitu melalui program bantuankepada seluruh masyarakat umum.

4.5.5 Dampak Jejaring Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Eceran

  Hal ini diperkuat oleh Rahardjo dalam bukunya yang berjudul KapitalismeDulu dan Sekarang (1987), menyatakan hubungan antara bagian Hal ini dapat dilihat dengan munculnya Indomaret berjejaring yang secara perlahan dapat menggerus pedagang eceran yang kenyataannya pedagang eceransecara mutlak memang tidak bisa disandingkan dengan pedagang modern baik itu dari sisi modal maupun pendukung lainnya. Konsentrasi dan sentralisasi kapital dalam kompetisi ikan yang besar menelan ikan yang kecil, perusahaan-perusahaan yang besar mengalahkan yang kecilyang memiliki sedikit alat yang tidak memperoleh keuntungan dari kemajuan Analogi diatas menggambarkan fenomena kompetisi waralabaIndomaret yang mengalahkan pedagang eceran yang secara jelas berbeda menajemen atau mekanismenya.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

  Dari penelitian tentang dampak jejaring Indomaret terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang eceran, dengan studi korelasi terhadap pedagang eceran diKelurahan Padang Bulan dapat disimpulkan sebagai berikut : Sistem Ekonomi Kapitalis merupakan suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakankegiatan perekonomian seperti memproduksi, menjual, maupun menyalurkan suatu barang dan lain sebagainya. Sementara warung-warung kecil tidak mampumelakukan program diskon dan menjual dengan harga yang lebih murah seperti yang dilakukan Indomaret sehingga tidak dapatbersaing.

5.2 Saran

  Bagi pedagang eceran (tempat penelitian) hendaknya berusaha senantiasa meningkatkan keragaman produk terutama pada ketersediaan produk secaralengkap dan berkualitas, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen, serta mulai menerapkan manajemen pembukuan yang jelas. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, yaitu melakukan pengawasan terhadap iklim usaha industri dan dagang yang kondusifserta melakukan pemberdayaan terhadap Usaha Kecil Menengah(UKM) sehingga kompetitif dengan toko modern.

5.3 Keterbatasan Penelitian

  Adapun pihak tersebut adalah Satuan KerjaPerangkat Daerah (SKPD) Kota Medan seperti Biro Hukum Walikota Medan selaku regulator, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Medan, DinasPerindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu(BPPT) Kota Medan, Akademisi Ekonomi, konsumen Indomaret atau eceran dan pedagang eceran. Pidato pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen pada FakultasEkonomi (FE) UM, Kamis, 28 April 2011, di akses pada 18 November2014) Undang-Undang Permendag Nomor 53 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penataan dan PembinaanPusat Perbelanjaan, dan Toko Modern Peraturan Walikota Medan Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Toko Modern.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Dampak Pembentukan Kota Gunungsitoli Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Madula Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli
1
47
122
Dampak Jejaring Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Eceran (Studi Korelasi di Kelurahan Padang Bulan, Kota Medan)
22
232
208
Dampak Kehadiran Rumah Kreatif Binjai Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga Di Kelurahan Tanah Seribu Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai
3
85
86
udi Online (Studi Etnografi Pada Mahasiswa Penjudi Online di Pasar 1, Padang Bulan, Medan)
1
89
121
Analisis Dampak Kemacetan Terhadap Sosial Ekonomi Pengguna Jalan Di Kota Medan (Studi Kasus: Area Simpang Pos)
27
126
68
Kondisi Kehidupan Sosial Ekonomi Buruh Harian Lepas di Kelurahan Muliorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang
7
122
122
Dampak Program Bank Sampah Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan
24
214
112
Jaringan Sosial Dan Moral Ekonomi Pedagang Pekanan (Studi Kasus Terhadap Pedagang Etnis Minang Yang Berjualan Di Perkebunan Wilayah Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan)
7
91
169
Persepsi Masyarakat Terhadap ”Kesemrawutan” Transportasi Di Kota Medan (Studi Deskriptif Pada Masyarakat Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru)
3
40
80
Dampak Pembangunan Objek Wisata Ancol Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai)
16
184
142
Analisis Pendapatan Pedagang Eceran Beberapa Harian Umum di Kota Madya Medan.
0
16
82
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kapitalisme 2.1.1 Pengertian Kapitalisme - Dampak Jejaring Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Eceran (Studi Korelasi di Kelurahan Padang Bulan, Kota Medan)
0
0
15
BAB I PENDAHULUAN - Dampak Jejaring Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Eceran (Studi Korelasi di Kelurahan Padang Bulan, Kota Medan)
0
0
23
Dampak Jejaring Indomaret Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Eceran (Studi Korelasi di Kelurahan Padang Bulan, Kota Medan)
0
0
14
Dampak Kehadiran Rumah Kreatif Binjai Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga Di Kelurahan Tanah Seribu Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai
0
0
14
Show more