Feedback

Prevalensi dan Distribusi Geographic Tongue pada Pasien RSGMP FKG USU

Informasi dokumen
PREVALENSI DAN DISTRIBUSI GEOGRAPHIC TONGUE PADA PASIEN RSGMP FKG USU SKRIPSI Disusun Oleh : NAMA : FARAH SAUFIKA NIM : 080600032 FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, skripsi ini telah selesai disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi. Dalam penulisan skripsi ini penulis telah banyak mendapat bimbingan dan pengarahan serta bantuan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat: 1. Prof. Nazruddin, drg.,Sp.Ort.,Ph.D selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Sumatera Utara Medan. 2. Sayuti Hasibuan, drg.,Sp.PM selaku dosen pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktu dan memberikan bimbingan, petunjuk, dan pengarahan serta saran dalam penulisan skripsi ini. 3. M.Zulkarnain, drg.,M.Kes selaku dosen pembimbing akademik penulis yang telah begitu banyak membantu, membimbing, dan memberi nasihat yang berharga selama penulis menjalani masa studi di perkuliahan. 4. Ayahanda dr.H. Salmin Oemar B.,Sp.A dan Ibunda Hj.Dian Meutia Ningsih serta Denis Boy Salim dan sahabatku dr. Ade Irma Hasibuan dan adikkuFildzah Universitas Sumatera Utara Atirah atas kasih sayang, doa restu serta dukungan moral maupun materil yang diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalam penulisan skripsi ini dan penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi di kemudian hari. Akhir kata penulis mengharapkan semoga hasil karya atau skripsi ini dapat memberikan sumbangan pikiran yang berguna bagi fakultas, pengembangan ilmu dan masyarakat. Medan,2 Mei 2015 Penulis, ( Farah Saufika ) NIM: 080600032 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN TIM PENGUJI SKRIPSI KATA PENGANTA . DAFTAR ISI . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR TABEL . BAB 1 PENDAHULUAN . 1.1 LatarBelakang . 1.2 RumusanMasalah . 1.3 TujuanPenelitian . 1.4 Manfaatpenelitian . BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA . 2.1 Lidah . 2.1.1 AnatomiLidah Normal . 2.1.2 FungsiLidah . 2.1.3 KelaianandanLesiLidah . 2.2 Geographic Tongue . 2.2.1 DefenisidanEpidemiologi . 2.2.2 EtiologidanPredisposisi . 2.2.2.1 Genetik . 2.2.2.2 DefisiensiNutrisi . 2.2.2.3 Psikosomatik . 2.2.2.4 Hormonal . 2.2.2.5 Atopy . 2.2.2.6 Psoriasis danPenyakit Reiter’s . 2.2.2.7 InfeksiJamurdanBakteri . 2.2.2.8 Fissure Tongue . 2.2.2.9 IbuHamildanMenyusui . 2.2.2.10 Alergi . 2.2.3 GambaranKlinisGeographic Tongue . vi viii x xi 1 1 2 3 3 4 4 4 6 6 7 8 9 9 9 9 10 10 10 11 11 11 12 12 Universitas Sumatera Utara 2.2.4 Diagnosa . 2.2.5 DifferensialDiagnosa . 2.2.6 Perawatan . BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN . 3.1 JenisPenelitian . 3.2 LokasidanWaktuPenelitian . 3.3 PopulasidanSampel . 3.3.1 Populasi . 3.3.2 Sampel . 3.3.3 KriteriaInklusidanEksklusi . 3.4 IdentifikasiVariabelPenelitian . 3.4.1 VariabelBebas . 3.4.2 VariabelTerikat . 3.4.3 VariabelTakTerkendali . 3.5 DefenisiOperasional . 3.6 AlatdanBahanPenelitian . 3.6.1 Alat . 3.6.2Bahan . 3.7 MetodePengambilan Data . 3.8 AlurPengolahan Data . 3.9 Pengolahan Data danAnalisa Data . 3.9.1 Pengolahan Data . 3.9.2 Analisa Data . 3.10 EtikaPenelitian . BAB 4 HASIL PENELITIAN . BAB 5 PEMBAHASAN . BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN . 6.1 Kesimpulan . 6.2 Saran . DAFTAR PUSTAKA . LAMPIRAN 14 15 17 21 21 21 22 22 22 23 23 23 23 23 24 24 24 24 25 25 28 28 28 28 30 34 38 38 38 39 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Karakteristik pasien pengunjung RSGM FKG USU . 2. Distribusi dan frekuensi adatidaknyaGeographic Tongue . 3. Distribusi dan Frekuensi pasien yang menderitaGeographic Tongueberdasarkanjeniskelamin . 4. Distribusi dan Frekuensi pasien yang menderitaGeographic Tongueberdasarkankelompokumur . 5. Distribusi dan Frekuensi pasien yang menderitaGeographic Tongueberdasarkanlokasi . 6. Distribusi dan Frekuensi pasien yang menderitaGeographic Tongueberdasarkankeluhan . 30 31 31 32 33 33 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Bagian-bagianLidah . 2. Geographic Tongue . 3. Geographic Tonguepadalidah orang dewasa . 4. Geographic Tonguepadaanak-anak . 5. Acute atrophic candidiasis . 6. Lichen planustipeatrophic . 7. Eritoplakia . 5 8 13 13 16 16 17 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN PERSETUJUAN Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan tim penguji skripsi Pembimbing : Sayuti Hasibuan, drg.,Sp.PM NIP. 19700915 199701 1 001 Medan,. Tanda tangan . Universitas Sumatera Utara TIM PENGUJI SKRIPSI Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan tim penguji pada tanggal . TIM PENGUJI KETUA : 1. Sayuti Hasibuan, drg., Sp. PM ANGGOTA : 1. Aida Fadhilla Darwis, drg. 2. Indri Lubis, drg. Universitas Sumatera Utara FakultasKedokteran Gigi USU Departemen Penyakit Mulut Tahun 2015 Farah Saufika Prevalensi dan Distribusi Geographic tongue pada Pasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. xi + 46 halaman Geographic tongue adalah suatu kondisi inflamasi akut rekuren yang berhubungan dengan bentuk tidak teratur, warna kemerahan yang terjadi pada daerah lidah yang mengalami hilangnya papila dan penipisan epitel, biasanya dikelilingi oleh suatu zona papila dangkal, beregenerasi warnanya lebih putih dari permukaan lidah disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan distribusi Geographic tongue pada pasien RSGMP FKG USU dan untuk mengetahui gejala apakah yang dirasakan pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deksriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 pasien yang mengunjungi RSGM FKG USU, dan tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-probability sampling: purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan dari 100 subjek penelitian diperoleh 11 pasien yang menderita Geographic tongue. Berdasarkan jenis kelamin, penyakit Geographic tongue lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin perempuan dari pada jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan kelompok umur Geographic tongue lebih banyak dijumpai pada usia 16-26 tahun. Berdasarkan lokasi, bagian lidah yang paling sering dijumpai Geographic tongue Universitas Sumatera Utara adalah pada bagian dorsal lidah. Sedangkan berdasarkan ada atau tidaknya keluhan, sebagian besar subjek penelitian mengaku tidak ada keluhan. Dari hasil penelitian ini didapatkan prevalensi Geographic tongue adalah 11% yang secara relatif konsisten dengan penelitian sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa perbedaan sampel serta karakteristik populasi penelitian di RSGM FKG USU tidak jauh berbeda dengan penelitian pada populasi barat, dan negara Asia lainnya. Daftar rujukan : 23 (1992 – 2013) Universitas Sumatera Utara FakultasKedokteran Gigi USU Departemen Penyakit Mulut Tahun 2015 Farah Saufika Prevalensi dan Distribusi Geographic tongue pada Pasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. xi + 46 halaman Geographic tongue adalah suatu kondisi inflamasi akut rekuren yang berhubungan dengan bentuk tidak teratur, warna kemerahan yang terjadi pada daerah lidah yang mengalami hilangnya papila dan penipisan epitel, biasanya dikelilingi oleh suatu zona papila dangkal, beregenerasi warnanya lebih putih dari permukaan lidah disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan distribusi Geographic tongue pada pasien RSGMP FKG USU dan untuk mengetahui gejala apakah yang dirasakan pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deksriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 pasien yang mengunjungi RSGM FKG USU, dan tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-probability sampling: purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan dari 100 subjek penelitian diperoleh 11 pasien yang menderita Geographic tongue. Berdasarkan jenis kelamin, penyakit Geographic tongue lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin perempuan dari pada jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan kelompok umur Geographic tongue lebih banyak dijumpai pada usia 16-26 tahun. Berdasarkan lokasi, bagian lidah yang paling sering dijumpai Geographic tongue Universitas Sumatera Utara adalah pada bagian dorsal lidah. Sedangkan berdasarkan ada atau tidaknya keluhan, sebagian besar subjek penelitian mengaku tidak ada keluhan. Dari hasil penelitian ini didapatkan prevalensi Geographic tongue adalah 11% yang secara relatif konsisten dengan penelitian sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa perbedaan sampel serta karakteristik populasi penelitian di RSGM FKG USU tidak jauh berbeda dengan penelitian pada populasi barat, dan negara Asia lainnya. Daftar rujukan : 23 (1992 – 2013) Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lidah adalah massa otot rangka yang ditutupi membran dengan struktur yang bervariasi sesuai daerahnya. Gambaran anatomi lidah normal terdiri dari beberapa bagian antara lain korpus lingua, radiks lingua, sulkus terminalis, foramen sekum, dorsal lingua, permukaan sublingual lingua, dan mukosa dorsal lidah. Mukosa dorsal lidah ini terbagi menjadi 3 bagian yakni 2/3 depan, 1/3 belakang, dan indra perasa. Pada bagian 2/3 depan tersebut terdapat 4 jenis papila tersebut yaitu, papila filiformis, papila fungiformis, papila foliata dan papila sirkumvalata.1 Pergerakan lidah tidak saja penting untuk memandu makanan di dalam mulut sewaktu kita mengunyah dan menelan, tetapi juga berperan penting untuk berbicara. Lidah juga dapat mencerminkan kondisi kesehatan individu sehingga digunakan sebagai indikator untuk mengetahui kesehatan oral maupun kesehatan umumnya. Hal ini bisa dilihat dari perubahan warna lidah individu. Normalnya lidah berwarna merah muda, namun ada beberapa perubahan warna pada lidah yang dapat mengindikasikan adanya suatu gangguan tertentu pada kesehatan seseorang.1,2 Lidah dapat mengalami kelainan-kelainan yang bersifat kongenital maupun yang didapat, salah satu kelainan tersebut adalah Geographic tongue, yaitu suatu kondisi inflamasi akut rekuren yang berhubungan dengan bentuk tidak teratur, warna kemerahan yang terjadi pada daerah lidah yang mengalami hilangnya papila dan penipisan epitel, biasanya dikelilingi oleh suatu zona papila yang dangkal, beregenerasi warnanya lebih putih daripada permukaan lidah sekelilingnya.3 Geographic tongueumumnya menimbulkan keluhan pada individu berupa sensasi terbakar ringan pada lidah, perih dan sakit ketika memakan makanan pedas atau ketika meminum minuman berkarbonasi, alkohol, dan merokok. 3 Beberapa penelitian menemukan hasil yang bervariasi mengenai prevalensi Geographic tongue.Honarmanddkk pada tahun 2013 adalah sebesar 7,8%,4Shulman JDdkk pada tahun Universitas Sumatera Utara 2005adalah sebesar 1,0%-2,5%,5Bird JAdkk pada tahun 2003 adalahh sebesar 1-14%,6Darwazehdkk pada tahun 2011 adalah sebesar 4,8%,7 dan F. Mojarradpada tahun 2008adalah sebesar 27%7.8 Penelitian tentang Geographic tonguetelah banyak dilakukan diberbagai negara namun untuk diwilayah kota Medan pengetahuan orang tentang penyakit ini masih rendah. Oleh karena itu peneliti merasa perlu untuk dilakukan penelitiantentang prevalensi dan distribusiGeographic tonguepada pasien yang berkunjung keRSGM FKG USU, sehingga kedepannya dapat dijadikan referensiuntuk menangani pasien Geographic tonguebagi dokter gigi di kota Medan khususnya dan di provinsi Sumatera Utara umumnya. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Berapakah prevalensi Geographic tongue pada pasien RSGM FKG USU? 2. Bagaimana distribusi Geographic tongue pada pasien RSGM FKG USU? 3. Apakah gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien RSGM FKG USU yang mengalami Geographic tongue? 1.3 Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui berapa prevalensi Geographic tongue pada pasien RSGM FKG USU 2. Untuk mengetahui distribusi Geographic tongue pada pasien RSGM FKG USU 3. Untuk mengetahui gejala apakah yang dirasakan pasien Geographic tonguedi RSGM FKG USU 1.4 Manfaat Penelitian Dengan mengetahui prevalensi Geographic tongue pada pasien RSGM FKG USU, maka diharapkan : 1. Dokter gigi dan calon dokter gigi dapat memberikan perawatan terhadap kesehatan rongga mulut yang sebaik-baiknya secara menyeluruh termasuk lidah. Universitas Sumatera Utara 2. Sebagai data awal bagi peneliti-peneliti untuk menelaah lebih lanjut mengenai Geographic tongue pada pasien RSGM FKG USU. 3.Dokter gigi dan calon dokter gigi dapat memberikan edukasi kepada pasien agar lebih memperhatikan kesehatan rongga mulutnya. Universitas Sumatera Utara BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lidah Lidah adalah kantung mukosa yang berisi otot yang memiliki dasar atau radiks yang cekat dan korpusyang bergerak serta ujung yang dapat memiliki bentuk dan posisi yang bermacam-macam. Korpus lidah yang mengandung otot intrinsik dan ekstrinsik merupakan otot terkuat di dalam tubuh. Lidah dipersarafi oleh nervus hipoglossus( nervus XII ).1,2,6 2.1.1 Anatomi Lidah Normal Lidah terletak di dasar mulut dan melekat pada tulang hyoid. Dorsal lidah mempunyai permukaan konveks dengan suatu sulkus median. Pada bagian posterior sulkus tersebut model studi dengan 77 sampel setiap tahunnya. 3.4.1 Kriteria Inklusi Rekam medik dan model studi yang lengkap di departemen ortodonsia RSGMP FKG USU tahun 2009-2013 Rekam medik dan model studi dalam keadaan baik Rekam medik dan model studi milik pasien dalam periode gigi bercampur Rekam medik dan model studi milik pasien yang gigi molar satu permanennya sudah erupsi sempurna 3.4.2Kriteria Eksklusi Rekam medik tidak lengkap Model studi yang rusak 3.5 Variabel Penelitian 1. Usia 2. Jenis kelamin 3.Maloklusi berdasarkan klasifikasi Angle : Maloklusi Klas I Maloklusi Klas II 35 Maloklusi Klas II divisi 1 Maloklusi Klas II divisi 2 Maloklusi Klas II subdivisi Maloklusi Klas III Maloklusi Klas III subdivisi 4. Bentuk-bentuk umum maloklusi : Crowding Spacing Crossbite anterior Crossbite posterior Overjet normal Overjet berlebih (protrusi) Overbite normal Deep bite Open bite Edge to edge 3.6 Definisi Operasional 1. Rekam medik adalah catatan medis pasien di departemen ortodonsia RSGMP FKG USU tahun 2009-2013 2. Model studi adalah model cetakan gigi rahang atas dan rahang bawah pasien di departemen ortodonsia RSGMP FKG USU tahun 2009-2013 sebelum perawatan 3. Usia adalah usia yang tercatat dalam rekam medik pasien yang datang ke departemen ortodonsia RSGMP FKG USU tahun 2009-2013 4. Jenis kelamin adalah jenis kelamin yaitu laki-laki atau perempuan yang tercatat pada rekam medik pasien yang datang ke departemen ortodonsia RSGMP FKG USU tahun 2009-2013 36 5. Maloklusi Klas I adalah maloklusi menurut klasifikasi Angle berdasarkan relasi molar satu permanen dimana cusp mesiobukal molar satu permanen rahang atas beroklusi pada bukal groove molar satu permanen rahang bawah 6. Maloklusi Klas II adalah maloklusi menurut klasifikasi Angle berdasarkan relasi molar satu permanen dimana cusp mesiobukal molar satu permanen rahang atas beroklusi dengan ruang diantara cusp mesiobukal molar satu permanen rahang bawah dan dengan bagian distal premolar dua rahang bawah ataupun cusp mesiobukal molar satu permanen rahang atas berada lebih mesial dari bukal groove molar satu permanen rahang bawah 7. Maloklusi Klas II divisi 1 adalah maloklusi yang memiliki relasi molar Klas II tetapi memiliki karakteristik adanya proklinasi atau labioversi insisivus rahang atas 8. Maloklusi Klas II divisi 2 adalah maloklusi yang memiliki relasi molar Klas II tetapi memiliki karakteristik adanya inklinasi lingual atau lingoversi gigi insisivus sentralis rahang atas dan insisivus lateral rahang atas yang lebih ke labial ataupun mesial sehingga overlap pada insisivus sentralis 9. Maloklusi Klas II subdivisi adalah maloklusi yang memiliki hubungan molar Klas II hanya pada satu sisi rahang sedangkan sisi rahang yang lain memiliki hubungan molar Klas I 10. Maloklusi Klas III adalah maloklusi menurut klasifikasi Angle berdasarkan relasi molar satu permanen dimana cusp mesiobukal molar satu permanen rahang atas beroklusi dengan ruang interdental diantara molar satu dan molar dua permanen rahang bawah ataupun cusp mesiobukal molar satu permanen rahang atas berada lebih distal dari bukal groove molar satu permanen rahang bawah 11. Maloklusi Klas III subdivisi adalah maloklusi yang memiliki hubungan molar Klas III hanya pada satu sisi rahang sedangkan sisi rahang yang lain memiliki hubungan molar Klas I 12. Crowding adalah keadaan gigi berjejal pada studi model yang dilihat secara visual dengan adanya gigi yang tidak pada susunan yang seharusnya (malalignment) ataupun adanya gigi yang tumpang tindih dengan gigi lain 37 13. Spacing adalah keadaan gigi bercelah pada studi model yang dilihat secara visual adanya celah antara satu gigi dengan gigi lain akibat adanya gigi dengan morfologi yang abnormal, kebiasaan buruk (dilihat dalam rekam medik pasien), premature loss dan supernumerary teeth 14. Crossbite anterior adalah keadaan dimana gigi anterior atas terdapat sebelah lingual gigi anterior bawah baik yang melibatkan 1 gigi maupun lebih 15. Crossbite posterior adalah keadaan dimana gigi posterior atas terdapat sebelah lingual dari gigi posterior bawah baik yang melibatkan 1 gigi atau lebih dan unilateral maupun bilateral 16. Overjet normal adalah jarak horizontal antara insisivus sentralis atas dan insisivus sentralis bawah ketika model dioklusikan dengan ukuran normal 2-4 mm yang diukur menggunakan penggaris 17. Overjet berlebih (protrusi) adalah keadaan dimana jarak overjet lebih dari ukuran normal (lebih dari 4 mm) yang diukur dengan menggunakan penggaris 18. Overbite normal adalah jarak vertikal antara tepi insisal insisivus atas ke tepi insisal insisivus bawah ketika model dioklusikan dengan ukuran normal 2-4 mm yang diukur dengan menggunakan penggaris 19. Deep bite adalah keadaan dimana jarak overbite lebih dari normal (lebih dari 4 mm) yang diukur dengan menggunakan penggaris 20. Open bite adalah keadaan dimana tidak terdapat jarak vertikal antara gigi pada rahang atas dan bawah ataupun tepi insisal insisivus atas tidak berkontak dengan tepi insisal insisivus rahang bawah 21. Edge to edge adalah keadaan dimana tepi insisal gigi insisivus rahang atas bertemu dengan tepi insisal gigi insisivus rahang bawah sehingga tidak terdapat overjet dan overbite 3.7 Alat dan Bahan Penelitian a. Alat : Pensil Pulpen 38 Penggaris Penghapus Form pemeriksaan rekam medik dan model studi b. Bahan : Rekam medik pasien Model studi pasien 3.8 Metode Pengumpulan Data 1. Pengumpulan data dilakukan di klinik S-1 departemen ortodonsia RSGMP FKG USU Medan dengan mengambil sampel berupa rekam medik dan model studi pasien sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. 2. Pengambilan data melalui rekam medik dan model studi dikelompokkan berdasarkan tahun rekam medik dan model studi tersebut dibuat yang dimulai dari tahun terendah yaitu tahun 2009. 3. Data-data pasien yang datang ke klinik S-1 departemen ortodonsia RSGMP FKG USU seperti nama, usia dan jenis kelamin dicatat pada form pemeriksaan berdasarkan yang tertera pada rekam medik pasien. Jumlah sampel yang diamati peneliti per hari adalah 10 sampel. 4. Setelah itu, dilakukan pengamatan terhadap model studi setiap pasien sesuai dengan informasi yang peneliti butuhkan seperti yang tertera pada form pemeriksaan yaitu melihat maloklusi berdasarkan klasifikasi Angle dan bentuk-bentuk umum maloklusi lainnya. 5. Untuk pengamatan overjet dan overbite, dibutuhkan pengukuran terlebih dahulu menggunakan penggaris dan kemudian hasilnya dicatat pada form pemeriksaan. 6. Setelah dilakukan pengamatan pada seluruh sampel dan seluruh data yang dibutuhkan sudah terkumpul, dilakukan analisis data dan kemudian didapatkan hasil penelitian. 39 3.9 Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data penelitian ini dilakukan secara komputerisasi dengan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Analisa data pada penelitian ini dilakukan setelah pemeriksaan rekam medik dan model studi selesai. Dilakukan uji deskriptif untuk menganalisis prevalensi dan frekuensi maloklusi berdasarkan klasifikasi Angle maupun bentuk umum maloklusi dan uji Chi Square untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan distribusi maloklusi pada pasien di departemen ortodonsia RSGMP FKG USU tahun 2009-2013 berdasarkan jenis kelamin. 3.10 Etika Penelitian Penelitian ini telah mendapat persetujuan (ethical clearance) dari Komisi Etik Fakultas Kedokteran USU. Etika dalam penelitian ini mencakup kerahasiaan (confidentiality) dimana data yang terkumpul dalam penelitian ini dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. BAB 4 HASIL PENELITIAN 40 Penelitian ini dilakukan di departemen Ortodonsia RSGMP FKG USU Medan dengan menggunakan data sekunder yaitu melalui pengamatan data pada rekam medik dan model studi pasien yang dirawat di departemen Ortodonsia RSGMP FKG USU tahun 2009-2013 sebanyak 385 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan metode purposive sampling dengan jumlah 77 sampel setiap tahun. Jumlah sampel berdasarkan jenis kelamin adalah 146 laki-laki dan 239 perempuan. Berdasarkan hasil pengamatan dan pencatatan data sampel tersebut, dilakukan uji statistik deskriptif untuk mengetahui distribusi maloklusi berdasarkan klasifikasi Angle dalam bentuk frekuensi dan persentase serta uji Chi-Square untuk mengetahui apakah ada perbedaan distribusi maloklusi berdasarkan jenis kelamin (Tabel 3). Tabel 3. Distribusi maloklusi berdasarkan klasifikasi Angle pada pasien di departemen Ortodonsia RSGMP FKG USU tahun 2009-2013 Maloklusi (klasifikasi Angle) Total (n = 385) n% Klas I 160 41,6 Klas II divisi 1 71 18,4 Klas II divisi 2 18 4,7 Klas II subdivisi 103 26,8 Klas III 11 2,9 Klas III subdivisi 22 5,7 Keterangan : n % = frekuensi = persentase Laki-laki (n = 146) n% 66 45,2 23 15,7 5 3,4 38 26,0 5 3,4 9 6,2 Perempuan (n = 239) n% 94 39,3 48 20,1 13 5,43 65 27,1 6 2,5 13 5,4 Nilai P 0,256 0,288 0,364 0,801 0,601 0,766 Tabel 3 Loh P. Basic guides in orthodontic diagnosis. San Juan, Metro Manila, 1999; 52-60. 27. Nanda RS. The contributions of craniofacial growth to clinical orthodontics. Am J Orthod Dentofac Orthop 2000; 117:553-5. 28. Chen F, Terada K, Hanada K. A special method of predicting mandibular growth potential for Class III malocclusion. Angle Orthod 2005; 75: 187-91. 29. Mito T, Sato K, Mitani H. Predicting mandibular growth potential with cervical vertebral bone age. Am J Orthod Dentofac Otrhop 2003; 124: 173-7. Universitas Sumatera Utara Lampiran 1 Skema Variabel Variabel tergantung Variabel bebas Foto sefalometri lateral Foto panoramik Variabel terkendali - Usia 9-15 tahun Tidak menderita sakit sistemik yang serius Belum pernah mendapat perawatan ortodonti Tidak ada gigi permanen yang dicabut Kondisi gigi geligi normal tidak ada 3.8 Definisi operasional yang impaksi dan transposisi Subyeklidah: tidak pernah mengalami trauma 3.8.1 Dimensi Vertebra servikalis 2,3,4 Kalsifikasi gigi kaninus, premolar pertama dan kedua mandibula kiri Variabel tidak terkendali Ras Waktu pengambilan foto Universitas Sumatera Utara Lampiran 2 Alur penelitian Sampel : 70 orang Usia : 8-15 tahun Jenis kelamin: Perempuan, laki-laki Sefalogram lateral Panoramik Tingkatan maturasi Vertebra servikalis Vertebra servikalis ketiga Tingkatan kalsifikasi gigi geligi Gigi Kaninus Gigi Premolar 1 Gigi Premolar 2 Universitas Sumatera Utara Lampiran 3 Jadwal Penelitian No Waktu Pelaksanaan Kegiatan 1 Penelusuran kepustakaan 2 Pembuatan proposal 3 Seminar proposal 4 Pengambilan data 2 xxxx xx 3 4 5 xx xxx x di xxxx lapangan 5 Penulisan laporan tesis 6 Seminar hasil 7 1 Perbaikan dan penyerahan xx x x laporan Universitas Sumatera Utara Lampiran 4 Hasil Pengukuran Sampel Oneway Descriptives Umur kronologis N 1 2 3 4 5 6 Total Mean 10,00 8,94 9,69 10,68 11,75 14,00 10,63 1 17 13 19 12 8 70 Std. Deviation . 1,029 1,032 1,204 ,754 ,756 1,835 Std. Error . ,250 ,286 ,276 ,218 ,267 ,219 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Upper Bound . . 8,41 9,47 9,07 10,32 10,10 11,26 11,27 12,23 13,37 14,63 10,19 11,07 Minimum 10 7 8 9 11 13 7 Maximum 10 11 11 13 13 15 15 Test of Homogeneity of Variances Umur kronologis Levene Statistic 1,160a df1 df2 4 Sig. ,337 64 a. Groups with only one case are ignored in computing the test of homogeneity of variance for Umur kronologis. ANOVA Umur kronologis Between Groups Within Groups Total Sum of Squares 166,277 66,066 232,343 df 5 64 69 Mean Square 33,255 1,032 F 32,216 Sig. ,000 Means Plots Universitas Sumatera Utara 14 Mean of Umur kronologis 13 12 11 10 9 8 1 2 3 4 5 6 Maturitas skaletal Nonparametric Correlations (all) Correlations Spearman's rho Maturitas skaletal Kalsifikasi Kaninus Kalsifikasi premolar 1 Kalsifikasi premolar 2 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Maturitas skaletal 1,000 . 70 ,814** ,000 70 ,808** ,000 70 ,806** ,000 70 Kalsifikasi Kalsifikasi Kalsifikasi Kaninus premolar 1 premolar 2 ,814** ,808** ,806** ,000 ,000 ,000 70 70 70 1,000 ,928** ,910** . ,000 ,000 70 70 70 ,928** 1,000 ,960** ,000 . ,000 70 70 70 ,910** ,960** 1,000 ,000 ,000 . 70 70 70 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). USE ALL. COMPUTE filter_$=(sex = 1). VARIABLE LABEL filter_$ 'sex = 1 (FILTER)'. VALUE LABELS filter_$ 0 'Not Selected' 1 'Selected'. FORMAT filter_$ (f1.0). FILTER BY filter_$. EXECUTE . NONPAR CORR /VARIABLES=cv3 kkan kpre1 kpre2 /PRINT=SPEARMAN TWOTAIL NOSIG /MISSING=PAIRWISE . Universitas Sumatera Utara Nonparametric Correlations (perempuan) Correlations Spearman's rho Maturitas skaletal Kalsifikasi Kaninus Kalsifikasi premolar 1 Kalsifikasi premolar 2 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Maturitas skaletal 1,000 . 54 ,774** ,000 54 ,767** ,000 54 ,766** ,000 54 Kalsifikasi Kalsifikasi Kalsifikasi Kaninus premolar 1 premolar 2 ,774** ,767** ,766** ,000 ,000 ,000 54 54 54 1,000 ,905** ,881** . ,000 ,000 54 54 54 ,905** 1,000 ,938** ,000 . ,000 54 54 54 ,881** ,938** 1,000 ,000 ,000 . 54 54 54 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). USE ALL. COMPUTE filter_$=(sex = 2). VARIABLE LABEL filter_$ 'sex = 2 (FILTER)'. VALUE LABELS filter_$ 0 'Not Selected' 1 'Selected'. FORMAT filter_$ (f1.0). FILTER BY filter_$. EXECUTE . NONPAR CORR /VARIABLES=cv3 kkan kpre1 kpre2 /PRINT=SPEARMAN TWOTAIL NOSIG /MISSING=PAIRWISE . Universitas Sumatera Utara Nonparametric Correlations (Laki-laki) Correlations Spearman's rho Maturitas skaletal Kalsifikasi Kaninus Kalsifikasi premolar 1 Kalsifikasi premolar 2 Maturitas skaletal 1,000 . 16 ,923** ,000 16 ,888** ,000 16 ,888** ,000 16 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Kalsifikasi Kalsifikasi Kalsifikasi Kaninus premolar 1 premolar 2 ,923** ,888** ,888** ,000 ,000 ,000 16 16 16 1,000 ,969** ,969** . ,000 ,000 16 16 16 ,969** 1,000 1,000** ,000 . . 16 16 16 ,969** 1,000** 1,000 ,000 . . 16 16 16 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). CROSSTABS /TABLES=kkan kpre1 kpre2 BY sex /FORMAT= AVALUE TABLES /CELLS= COUNT ROW COLUMN TOTAL /COUNT ROUND CELL . Crosstabs Case Processing Summary N Kalsifikasi Kaninus * Jenis kelamin Kalsifikasi premolar 1 * Jenis kelamin Kalsifikasi premolar 2 * Jenis kelamin Valid Percent Cases Missing N Percent N Total Percent 70 100,0% 0 ,0% 70 100,0% 70 100,0% 0 ,0% 70 100,0% 70 100,0% 0 ,0% 70 100,0% Universitas Sumatera Utara Kalsifikasi Kaninus * Jenis kelamin Crosstabulation Kalsifikasi Kaninus e f g h Total Count % within Kalsifikasi Kaninus % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi Kaninus % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi Kaninus % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi Kaninus % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi Kaninus % within Jenis kelamin % of Total Jenis kelamin Prempuan Laki-laki 5 6 Total 11 45,5% 54,5% 100,0% 9,3% 7,1% 18 37,5% 8,6% 4 15,7% 15,7% 22 81,8% 18,2% 100,0% 33,3% 25,7% 17 25,0% 5,7% 2 31,4% 31,4% 19 89,5% 10,5% 100,0% 31,5% 24,3% 14 12,5% 2,9% 4 27,1% 27,1% 18 77,8% 22,2% 100,0% 25,9% 20,0% 54 25,0% 5,7% 16 25,7% 25,7% 70 77,1% 22,9% 100,0% 100,0% 77,1% 100,0% 22,9% 100,0% 100,0% Universitas Sumatera Utara Kalsifikasi premolar 1 * Jenis kelamin Crosstabulation Kalsifikasi premolar 1 d e f g h Total Count % within Kalsifikasi premolar 1 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 1 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 1 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 1 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 1 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 1 % within Jenis kelamin % of Total Jenis kelamin Prempuan Laki-laki 4 5 Total 9 44,4% 55,6% 100,0% 7,4% 5,7% 14 31,3% 7,1% 3 12,9% 12,9% 17 82,4% 17,6% 100,0% 25,9% 20,0% 13 18,8% 4,3% 2 24,3% 24,3% 15 86,7% 13,3% 100,0% 24,1% 18,6% 13 12,5% 2,9% 2 21,4% 21,4% 15 86,7% 13,3% 100,0% 24,1% 18,6% 10 12,5% 2,9% 4 21,4% 21,4% 14 71,4% 28,6% 100,0% 18,5% 14,3% 54 25,0% 5,7% 16 20,0% 20,0% 70 77,1% 22,9% 100,0% 100,0% 77,1% 100,0% 22,9% 100,0% 100,0% Universitas Sumatera Utara Kalsifikasi premolar 2 * Jenis kelamin Crosstabulation Kalsifikasi premolar 2 d e f g h Total Count % within Kalsifikasi premolar 2 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 2 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 2 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 2 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 2 % within Jenis kelamin % of Total Count % within Kalsifikasi premolar 2 % within Jenis kelamin % of Total Jenis kelamin Prempuan Laki-laki 6 5 Total 11 54,5% 45,5% 100,0% 11,1% 8,6% 10 31,3% 7,1% 3 15,7% 15,7% 13 76,9% 23,1% 100,0% 18,5% 14,3% 16 18,8% 4,3% 2 18,6% 18,6% 18 88,9% 11,1% 100,0% 29,6% 22,9% 13 12,5% 2,9% 2 25,7% 25,7% 15 86,7% 13,3% 100,0% 24,1% 18,6% 9 12,5% 2,9% 4 21,4% 21,4% 13 69,2% 30,8% 100,0% 16,7% 12,9% 54 25,0% 5,7% 16 18,6% 18,6% 70 77,1% 22,9% 100,0% 100,0% 77,1% 100,0% 22,9% 100,0% 100,0% CROSSTABS /TABLES=kkan kpre1 kpre2 BY cv3 /FORMAT= AVALUE TABLES /CELLS= COUNT ROW COLUMN TOTAL /COUNT ROUND CELL . Crosstabs [DataSet0] E:\ABDUL JALIL A A\DATAPPDS07\Ira Orto\Data Ira Orto 12-1010.sav Universitas Sumatera Utara
Prevalensi dan Distribusi Geographic Tongue pada Pasien RSGMP FKG USU Geographic tongue TINJAUAN PUSTAKA HASIL PENELITIAN Prevalensi dan Distribusi Geographic Tongue pada Pasien RSGMP FKG USU Identifikasi Variabel Penelitian Defenisi Operasional Alat dan Bahan Penelitian .1 Metode Pengumpulan Data Alur Penelitian Data Jenis Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel PEMBAHASAN Prevalensi dan Distribusi Geographic Tongue pada Pasien RSGMP FKG USU Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Prevalensi dan Distribusi Geographic Tongue pada Pasien RSGMP FKG USU

Gratis