Pemanfaatan media sosial oleh karyawan Transcorp dalam mencari informasi tentang partai politik islam

Gratis

0
12
203
2 years ago
Preview
Full text
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL OLEH KARYAWAN TRANSCORP DALAM MENCARI INFORMASI TENTANG PARTAI POLITIK ISLAM SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Islam. (S.Kom.i) Oleh SENDY DARLIS ALDITYA NIM : 1110051000173 FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI JAKARTA 2014 PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL OLEH KARYAWAN TRANSCORP DALAM MENCARI INFORMASI TENTANG PARTAI POLITIK ISLAM LEMBAR PERNYATAAN Assalamualaikum, Wr.Wb Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah penyusun skripsi dengan judul “Pemanfaatan Media oleh Karyawan Transcorp dalam mencari informasi tentang Partai Politik Islam” dengan ini menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini adalah benar-benar murni hasil karya asli peneliti, tanpa adanya duplikasi hasil karya orang lain. 2. Adapun apabila peneliti mengutip tulisan dan karya ilmiah orang lain, peneliti telah mencantumkanya dalam referensi, baik footnote ataupun daftar pustaka. 3. Apabila dikemudian hari terjadi hal-hal yang merugikan orang lain, atau terbukti peneliti menduplikasi karya orang lain, peneliti siap menerima konsekuensinya dan sanksi akademis yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Demikian lembar pernyataan ini dibuat, diharapkan dapat dipergunakan dengan semestinya. Terima kasih . Wassalamualaikum, Wr.Wb Jakarta, 21 September 2014 Peneliti, Sendy Darlis Alditya NIM 1110051000173 Nama : SENDY DARLIS ALDITYA 11100051000173 Pemanfaatan Media Sosial Oleh Karyawan Transcorp Dalam Mencari Informasi Tentang Partai Politik Islam ABSTRAK Pemanfaatan media sosial dewasa ini sangatlah berkembang pesat, bermacam jejaring sosial, blog dan situs memberikan informasi kepada khalayak luas baik pengetahuan umum berupa informasi dan tak terkecuali tentang pengetahuan politik sendiri kepada masyarakat khususnya tentang Partai Islam dan secara khusus kepada Karyawan/i Transcorp. Merujuk latar belakang diatas perlu kiranya kita membahas lebih dalam mengenai pemanfaatan media sosial dalam peningkatan pengetahuan politik karyawan. Adapun pertanyaan utamanya adalah bagaimana media sosial memberikan manfaat besar kepada karyawan dan karyawati Transcorp? Lalu bagaimanakah sumbangsih media sosial terhadap pengetahuan politik karyawan tentang Partai Islam khususnya dalam Pemilu 2014? Dewasa ini media sosial banyak memberikan manfaat kepada masyarakat luas tak terkecuali para karyawan dan karyawati Transcorp, informasi dalam berbagai macam blog dan jejaring sosial serta berita-berita baik umum dan politik banyak di tampilkan dalam sosial media. Beberapa media sosial yang memberikan informasi kepada khalayak luas seperti google, twitter, facebook, dan blog. Teori yang digunakan adalah teori konvergensi simbolik Ernest Bourmann dan teori naratif Walter Fisher, menurut teori ini teori konvergensi simbolik kekuatan komunikasi di balik penciptaan kesadaraan umum (realitas simbolik) yang disebut sebagai visi retoris. Visi retoris ini menyediakan sebuah bentuk drama dalam bentuk cara pandang, ideologi dan paradigma berpikir.dan teori naratif bahwa orang pada dasarnya adalah seorang pencerita telah diadopsi oleh banyak displin ilmu berbeda termasuk sejarah, biologi, antropologi, sosiologi, filsafat, psikologi dan teknologi. Sumbangsih media sosial terhadap pengetahuan politik karyawan tentang partai islam dalam pemilu 2014 berupa informasi-informasi penting yang dalam setiap posting dalam media sosial bertema fantasi dan bersimbol guna merangsang pemikiran seseorang untuk memahami beragai informasi dari berbeda-beda dan bermacam sudut pandang guna berkonvergensi untuk satu tujuan yaitu pengetahuan khusunya pengetahuan politik tentang Partai Islam dalam Pemilu 2014 kepada karyawan dan karyawati Transcorp. Informasi yang ada dalam media sosial berupa perkembangan politik, isu-isu, foto, dan beberapa video tentang peristiwa politik khususnya tentang Partai Islam. Pemanfaatan media sosial sangatlah beragam dalam kaitanya dengan pengetahuan politik, masyarakat dapat mudah memahami informasi politik bila terjadi konvergensi dalam memahami suatu informasi dalam dunia politik dan berkaitan erat dengan Partai Islam guna memberikan sumbangsih manfaat untuk pemilu 2014. Kata kunci: Media Sosial, Konvergensi, Partai Islam, dan Pemilu. i KATA PENGANTAR Bissmilahirohmanirahim Alhamdulilah Puji dan Syukur saya panjatkat atas kehadirat Allah Swt atas segala rahmat, hidayah serta karunia pertolonganya, sehingga penulis skripsi ini dapat terselesaikan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Strata Satu Komunikasi Islam. Shalawat dan salam tak lupa saya haturkan kepada junjungan besar baginda Nabi Muhammad Saw sosok teladan umat islam dalam segala perilaku yang berorientasi kemulian hidup di dunia dan akhirat. Penulisan Skripsi ini adalah didasarkan pada hasil penelitian di dunia pekerjaan sebagai mana penulis ingin mengetahui Tingkat Pengetahuan dan Pemahaman Karyawan/i Pada Partai Islam dalam Pemilu 2014 Alhamdulilah saya dapat menyelesaikan tugas akhir Skripsi ini dengan baik yang berjudul “Pemanfaatan Media Sosial Oleh Karyawan Transcorp Dalam Mencari Informasi Tentang Partai Politik Islam ” . Perasaan bahagia, haru dan sedih berbaur menjadi satu atas terselesaikanya skripsi ini. Penyelesaian Skripsi ini terwujud atas bantuan, bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak. Dengan segala hormat dan ungkapan bahagia penulis mengucapkan Terima Kasih Kepada: 1. Bapak Dr. H. Arif Subhan, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, kepada Bapak Drs. Wahidin Saputra, M.A selaku Pudek I, Bapak ii Drs. H. Mahmud Djalal, M.A selaku Pudek II dan Bapak Drs. Study Rizal LK, M.A selaku Pudek III. 2. Bapak Rahmat Baihaky, M.Si dan Ibu Fita Faturahmah, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. 3. Bapak Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan banyak ilmu dan meluangkan waktunya dengan sabar, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 4. Seluruh Dosen dan Civitas akademika Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah memberikan kontribusi ilmu dan moril sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. 5. Pimpinan dan Staff Perpustakaan Utama dan Perpustakaan fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah banyak memberikan kemudahan kepada peneliti. 6. Keluarga Besar tercinta Ibunda Dyah Purnamawati yang telah berjuang besar dalam membimbing dan membesarkan penulis sehingga dapat berbakti kepada beliau. Kesederhanaan dan kejujuran beliau tanamkan kepada penulis agar menjadi seorang laki-laki yang bertanggung jawab kepada diri sendiri , keluarga dan lingkungan yang telah membantu membesarkan penulis. 7. Ade Adrian dan Yuliastuti selaku orang tua kedua penulis yang senantiasa mendukung dan membimbing dalam meraih gelar sarjana ini . dukungan dan semangat selalu mereka berikan tanpa hentinya untuk penulis dapat meraih citacita yang dapat membanggakan orang tua dan keluarga besar. iii 8. Keluarga di rumah Zhafira , Omar , Aqmar , Mba yani dan Setiawan yang selalu menjadi pendukung dan semangat dalam menjalani kegiatan. 9. Teman-teman seperjuangan KPI angkatan 2010 terutama KPI F yang telah bersama-sama berjuang dan menimba ilmu dengan berbagai suka dan duka. Rendy, Kahfy, Yusra,Fahmi,Aris,Rizza, Zia,Sony,Della, Maria dan semua teman -teman KPI F. 10. Sahabat Terbaik, Amanda Firmansyah dan Hanif Maharsitama terima kasih buat diskusi dan pengalaman akan masa depan dan hal-hal gokil yang sering kita bicarakan. 11. Sahabat Special, Inna Ali Usholiha yang selalu menjadi teman cerita paling mengerti satu sama lain dan satu pemikiran terhadap jalan hidup dan masa depan Terima Kasih beb. 12. Dan Wanita Special dalam menemani hari-hari penulis baik senang maupun duka, Monica Azalia Islami terima kasih atas dukungan,perhatian dan kasih sayang yang diberikan sehingga penulis dapat meraih gelar strata satu ini. 13. Terakhir, kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya namun telah ikut berpartisipasi membantu dan mendoa’kan penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, penulis mengucapkan banyak-banyak Terima Kasih. Pada akhirnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan kepada para pembaca pada umumnya. Dan juga semoga semua perhatian, motivasi dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis mendapat iv imbalan dan pahala yang setimpal dari Allah SWT. Semoga Allah menuntun ke jalan yang lurus yaitu jalan yang engkau ridhoi dan bukan jalan yang engkau murkai. Amin yaa Robbal’alamin. Jakarta, 9 April 2014 Sendy Darlis Alditya NIM 11100051000173 v DAFTAR ISI ABSTRAK . . i KATA PENGANTAR. . ii DAFTAR ISI. . vi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. .1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah. .15 1. Pembatasan Masalah. 15 2. Perumusan Masalah. .16 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian.16 1. Tujuan Penelitian. .16 2. Manfaat Penelitian. .16 D. Metedologi Penelitian.17 1. Metode Penelitian. .17 2. Tempat dan Waktu Penelitian. 18 3. Subjek dan Objek Penelitian. 19 4. Teknik Pengumpulan Data. 19 5. Teknik Analisis Data. 20 E. Tinjauan Pustaka. 23 F. Sistematika Penulisan. 24 BAB II KAJIAN TEORITIS A. Teori Konvergensi Simbolik. 26 vi B. Konseptualisasi Media Sosial. .39 C. Konseptualisasi Komunikasi Politik. .47 D. Konseptualisasi Partai Politik. .60 E. Konseptualisasi Pemilu. .71 BAB III GAMBARAN UMUM PT. TELEVISI TRANSFORMASI INDONESIA (TRANS TV) A. Sejarah Terbentuknya Perusahaan.76 B. Visi dan Misi TRANS TV. .79 C. Semangat TRANS TV. .80 D. Corporate Social Responsibility. .81 E. Struktur Kepegawaian dan Kepengurusan Perusahaan. .82 F. Program-program Acara. .85 BAB IV ANALISIS HASIL TEMUAN A. Pemanfaatan Media Sosial yang Dilakukan Oleh Karyawan/i Transcorp. .86 B. Analisis Penggunaan Media Sosial Karyawan Transcorp dalam Kaitanya dengan Teori Konvergensi Simbolik. .103 C. Pengetahuan Politik Tentang Partai Islam.129 D. Interpretasi Hasil Penelitian. 140 DAFTAR PUSTAKA. .153 LAMPIRAN vii 1 BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di masa Globalisasi saat ini sangat menuntut seluruh lapisan masyarakat aktif dan belajar dalam menyikapi kemajuan zaman. Baik dalam dan luar negeri setiap warga negara sudah berperan dalam kemajuan arus informasi. Munculnya media-media informasi seperti televisi, radio, koran, majalah, dan internet menjadikan sarana informasi terhadap masyarakat semakin mudah diakses dan terima oleh seluruh lapisan masyarakat. Khalayak dapat mengetahui segala sesuatu di luar sana secara cepat melalui media tersebut. Salah satu perkembangan media massa yang berpengaruh di masyarakat pada era globalisasi ini adalah internet yang merupakan singkatan dari interconnection-networking yaitu sebuah sistem jaringan global antar komputer atau PC yang saling menghubungkan antara satu dengan yang lain di seluruh penjuru dunia. Adapun standart yang digunakan tersebut Internet Protocol Suite (TCP/IP). Komputer yang terhubung ke internet dapat melakukan aktifitas pertukaran data dengan cepat.1 Dengan adanya media internet, masyarakat yang ingin mengetahui sebuah peristiwa atau informasi di lingkunganya dapat mengaksesnya dengan mudah. Hal itu disebabkan karena media internet mempunyai jaringan yang luas dan bersifat masal sehingga masyarakat yang membaca tidak hanya dari individual saja tapi 1 Tabroni, Roni, Komunikasi Era Multimedia , Definisi Internet (Bandung: Simbiosa, 2012), h.153. 2 sudah mencakup jumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan pembaca sehingga besar pula pengaruh media internet yang mana akan sangat terlihat dipermukaan masyarakat.2 Seiring cepatnya arus globalisasi saat ini semakin luas dan berkembang dengan cepat, tak terkecuali di dunia maya atau internet, dunia yang luas tak terbatas dengan segala sesuatunya bermunculan di dalamnya. Lalu ada dampak positif dan ada pula dampak negatif yang terkandung di dalamnya. Tofller dan Gun mengambarkan bahwa sistem komunikasi komputer akan meningkatkan partisipasi secara luas dan pemerataan dalam kehidupan sosial dengan mengizinkan untuk mengakses informasi secara mudah. Artinya sudah tidak ada batasan dalam menerima atau mengakses internet baik kalangan muda dan dewasa dapat dengan mudah masuk dalam segala aspek dan sosial. Berikut kelebihan yang dimiliki media internet, antara lain:3 1. Menembus batas wilayah, ruang dan waktu. Artinya dimanapun , kapanpun dan siapapun dapat mengakses internet jarak bukan menjadi penghalang dan waktu tidaklah menjadi masalah. 2. Memperluas akses memperoleh informasi global. Artinya dapat mendapatkan informasi dari mana asalnya dan mengakses sampai kepelosok hingga mendapatkan informasi teraktual dari kejadian yang ada di dunia. 2 Budyatna, Muhammad, Jurnalistik Teori dan Praktek (Bandung: Rosda, 2006), cet-3, h. 27. Tabroni, Roni, Komunikasi Era Multimedia , Definisi Internet (Bandung: Simbiosa, 2012), 3 h.153. 3 3. Meningkatkan kemampuan untuk berserikat secara bebas. Artinya tidak ada lagi halangan dalam berkelompok atau masuk kedalam sebuah komunitas dalam dunia internet, kita dapat dengan bebas terjun masuk didalamnya. 4. Mengancam tatanan yang telah mapan, seperti otokrasi. Artinya tidak adalagi batasan dalam berpendapat dan kita bebas masuk dan berdemokrasi dalam tatanan umum. 5. Memiliki kecepatan perkembangan dan penyebaran yang sulit dibatasi. Artinya aktualisasi yang selalu terkini dan kecepatan dalam apa yang terjadi di sekitar selalu cepat dan dapat kita peroleh dengan cepat. Mengingat kedudukan media massa dalam perkembangan masyarakat sangatlah penting, dan seiring berjalanya waktu terlahir adanya New Media atau media baru yang membuat suatu inovasi kratif dalam menciptakan sebuah situs-situs jejaring sosial atau Social Network yang bersumber dari adanya internet. Akses internet dapat digunakan berbagai macam, seperting Browsing untuk mencari informasi, membuat tulisan dalam artiket atau blog yang dapat pula menghasilkan uang dengan menjadi Blogger, bertukar fikiran dalam forum-forum media, dan tentunya saling berinterkasi dan bersilaturahmi dengan Social Network seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path dan Tumblr.4 Social Media menjadi sangat berpengaruh di era Globalisasi belakangan ini dalam kurun 1 dekade kebelakang. Social Media menjadi sangat dominan dalam 4 Sabrina, Nadia, Media Massa Massa Kini , www.Kuliahkomunikasi.com, di akses tanggal 4 april 2014 pukul 20.00 wib. 4 arus informasi dan pengetahuan di kalangan masyarakat dunia dan Indonesia pada khususnya. Segala berita, fenomena dan hiburan mudah ditemukan dalam Social Media. Dalam Wikipedia Social Media didefinisikan sebagai sebuah media online di mana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, social network (jejaring sosial), wiki forum, dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.5 Sementara itu Anthony Mayfield dalam bukunya “What is Social Media” mendefinisikan sosial media sebagai suatu kelompok jenis baru dari media yang mencakup karakter-karakter seperti: keterbukaan, partisipasi, percakapan, komunitas dan saling terhubung. Sedangkan jejaring sosial merupakan situs di mana kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP negeri 2 Jember kelas VIII E dengan 31 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berupa tiga soal PISA konten Space and Shape unit Shape yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Soal PISA dan pendoman penskoran yang digunakan adalah sebagai berikut : AMATI GAMBAR BERIKUT 1. Mana diantara gambar-gambar diatas yang memiliki daerah terluas. Apa alasanmu? 2. Jelaskan cara untuk memperkirakan luas gambar C 3. Jelaskan cara untuk memperkirakan keliling gambar C Pedoman Penskoran: Soal 1 Skor Penuh (1) : Bentuk B, didukung dengan penalaran yang masuk akal. B merupakan daerah terluas karena dua bangun yang lain akan dimuat di dalamnya. B. karena tidak memiliki lekukan di dalamnya yang mengurangi luas daerahnya. Sedangkan A dan C memiliki Gap/celah. B, karena merupakan lingkaran penuh, sedangkan bangun yang lain seperti lingkaran dengan beberapa bagian yang hilang, sehingga mengurangi luasnya. B, karena tidak memiliki daerah terbuka Dll. Tidak ada Skor (0): B, tanpa disertai alasan yang masuk akal Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 2: Skor Penuh (2): Dengan cara yang masuk akal. Menggambar petak-petak yang memuat bangun tersebut dan menghitung petak yang menutupi bangun tersebut. Jika lebih dari setengahnya, maka petak tersebut dihitung satu petak Memotong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mengatur potongan-potongan tersebut menjadi bentuk persegi/persegi panjang kemudian menhitung sisi-sisinya lalu menentukan luasnya. Membangun bentuk 3D dengan alas berdasarkan bentuk tersebut, dan mengisinya dengan air. Hitung volume air yang digunakan dan kedalaman air pada model. Luas dapat ditentukan dengan volume air dibagi kedalaman air pada model Dengan membagi bangun ke dalam beberapa bentuk bangun datar beraturan. Kemudian dihitung luasnya dan dijumlahkan. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Skor sebagian (1) : Membuat lingkaran yang memuat bentuk tersebut, kemudian mengurangkan luas lingkaran dengan luas diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Namun siswa tidak menyebutkan bagaimana untuk mengetahui luas daerah diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Alasan-alasan lain yang masuk akal, namun kurang detail atau kurang jelas. Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 3: Skor Penuh (1): Dengan cara yang masuk akal. Rentangkan seutas tali pada pinggir bentuk tersebut, kemudian mengukur panjang tali yang digunakan. Potong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, gabungkan bagian-bagian tersebut hingga membentuk garis, lalu tentukan panjangnya. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Sumber : diadaptasi dari Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. Selanjutnya, skor siswa yang didapat akan dimasukkan dan diolah dengan program komputer Ministep (Winstep Rasch) untuk mengestimasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space yang diberikan berdasarkan analisis model Rasch. Soal 1 dan 3 menggunakan penskoran model dikotomus (Benar/Salah), sedangkan soal 2 menggunakan penskoran model politomus (Partial Credit Model). Skor mentah tersebut dikonversi menjadi nilai logit. Semakin tinggi nilai logit siswa dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan kemampuan siswa yang semakin tinggi. Semakin tinggi nilai logit soal dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan semakin tinggi tingkat kesulitan soal. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara keseluruhan skor siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space berbeda-beda Pada tabel 1 menampilkan skor mentah yang diperoleh siswa. Soal 1 mampu dijawab dengan benar oleh 17 siswa, soal 2 terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1, sedangkan soal 3 terdapat 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar Tabel 1. Skor Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Shape and Space NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 1 01AT 1 0 1 17 17MW 1 0 0 2 02AO 0 0 0 18 18NA 0 0 0 3 03AN 0 0 0 19 19NR 1 0 0 NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 4 04CA 0 0 0 20 20NA 1 2 0 5 05EA 1 0 0 21 21NS 0 0 0 6 06FY 1 1 1 22 22RR 0 0 1 7 07IN 1 1 0 23 23RF 0 0 0 8 08IE 1 0 0 24 24RA 0 0 0 9 09JN 1 1 0 25 25RW 0 0 0 10 10KH 1 1 1 26 26RL 0 0 0 11 11KT 1 0 0 27 27SA 0 0 0 12 12MI 1 1 0 28 28TA 1 2 0 13 13MA 0 0 0 29 29VT 0 0 1 14 14MR 1 1 0 30 30ZN 1 0 0 15 15MR 1 0 0 31 31PA 1 0 0 16 16MS 0 0 0 Selanjutnya skor siswa dengan pemodelan Rasch diolah dengan menggunakan program komputer ministep (Winstep Rasch). Berikut ditampilkan hasil statistic dari analisis model Rasch: Gambar 1. Tampilan Summary Statistics hasil pengolahan data ministep. Tampilan summary statistics diatas memberikan info tentang kualitas responden/siswa secara keseluruhan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Dari tampilan hasil pengolahan diatas diperoleh Person measure = – 0.10 logit dengan tidak mengikutsertakan Extrem Person (Responden/siswa yang mempuyai skor 0) yang kurang dari logit 0,0. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa kurang dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space yang diberikan. Dengan mengikutsertakan siswa dengan ekstrem skor tentunya nilai person measure akan semakin kecil yaitu – 1.52 logit. Semakin tinggi nilai logit diatas 0.0 logit, semakin tinggi kemampuan siswa. Gambar 2. Tampilan Item Measure hasil pengolahan data ministep. Dari gambar 2, soal no 2 mempunyai nilai logit tertinggi yaitu +1.47 logit ini menunjukkan soal no 2 merupakan soal yang paling sulit dijawab oleh siswa, soal no 3 mempunyai nilai logit = 1.40 logit, dan soal no 1 mempunyai nilai logit = -2.87 logit. Soal 2 dan 3, nilai logit keduanya lebih dari 0.0 logit menunjukkan kedua soal ini merupakan kategori soal sulit. Dari tabel 1 menunjukkan untuk soal no 2 hanya terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1. Untuk soal no 3 hanya 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar. Sedangkan soal 1 mempunyai nilai -2.87 logit yang kurang dari 0.0 logit menunjukkan soal yang relatif mudah dikerjakan siswa, dari 31 siswa terdapat 17 siswa yang mampu menjawab dengan benar. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut : (1) Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space berdasarkan analisis model Rasch masih kurang. Rata-rata nilai logit siswa - 1,52 logit yang kurang dari 0.0 logit. (2) Dari ketiga soal yang diujikan, dua soal dikategorikan sebagai soal sulit, dan 1 soal relatif mudah dikerjakan siswa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti mengemukakan saran-saran sebagai berikut : (1) Bagi pendidik, siswa hendaknya sering diberikan soal-soal non rutin atau soal-soal pemecahan masalah seperti soal-soal PISA dalam pembelajaran matematika dikelas, baik sebagai tugas maupun ulangan harian. Hal ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. (2) Bagi peneliti lain, penggunaan Item Respon Theory (IRT) dalam hal ini Rasch Model dapat dijadikan alternatif dalam pengolahan data penelitian kuantitatif untuk mengatasi kelamahan teori tes klasik, karena Rasch Model telah memenuhi lima prinsip model pengukuran. DAFTAR PUSTAKA Aini, R.N. & Siswono, T.Y.E. 2014. Analisis Pemahaman Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Pada PISA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika MATHEdunesa, vol 2, no 3, hal.158-164 BSNP Depdiknas.2006. Standar Isi Mata Pelajaran Matematika SD/MI dan SMP/MTs (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006). Jakarta: BSNP Depdiknas OECD. 2013. PISA 2012 Results in Focus. www.oecd.org OECD.2009. Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. www.oecd.org OECD.2015. PISA 2015 Draft Mathematics Framework. www.oecd.org Setiawan, H.,Dafik., dan Lestari, S.D.N. 2014. Soal Matematika Dalam PISA Kaitannya Dengan Literasi Matematika Dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Prosiding Seminar Nasional Matematika, Universitas Jember, 19 November 2014, hal.244-251. Shiel, G et al.2007. PISA mathematics: a teacher’s guide. Dublin :Department of Education and Science. Sulastri, R., et al.2014. Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah Menyelesaikan Soal PISA Most Difficult Level. Jurnal Didaktik Matematika, Vol. 1, No. 2, September 2014, hal.13-21. Sumintono, B. & Widhiarso, W.2014. Aplikasi Model Rasch Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Cimahi:Trim Komunikata Publishing House Wardhani, Sri dan Rumiyati. 2011. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP: Belajar dari PISA dan TIMSS. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penggunaan media sosial (facebook dan twitter)terkait dengan pencarian informasi kesehatan oleh Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
15
103
100
Kebebasan informasi menurut undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbuakaan informasi publik dalam perspektif hukum islam
1
4
104
Komunikasi pemasaran politik partai Islam: studi kritis strategi PKS dalam pemilu legislatif
0
11
188
Kepemimpinan karismatik: studi tentang kepemimpinan politik Megawati Soekarno Putri dalam partai demokrasi Indonesia perjuangan
1
72
99
Cendikiawan dan politik: faktor pendorong pengamat politik masuk ke dalam partai politik
1
12
119
Eksistensi partai Golkar dalam politik lokal : studi kasus dewan pimpinan daerah partai Golkar kabupaten Simalungun tahun 2004-2009
1
6
127
Tijauan islam tentang etika politik Soeharto
0
17
101
Pragmatisme partai islam : studi tentang perekrutan calon legislatif artis oleh Partai Persatuan Pembangunan
2
7
99
Kepemilikan media dalam mencitrakan partai politik: analisis wacana kritis berita partai politik nasional Demokrat dalam kolom Indonesia memilih harian umum Media Indonesia
0
4
98
Pemanfaatan media sosial oleh karyawan Transcorp dalam mencari informasi tentang partai politik islam
0
12
203
Perancangan media informasi tentang Tari Katumbiri
5
49
29
Perancangan media informasi tentang fotografi art nude
1
9
1
Perancangan media informasi tentang cara pengolahan bayam
5
44
85
Perancangan buku media informasi tentang pendidikan seks dalam keluarga
1
12
54
Penggunaan media sosial (facebook dan twitter)terkait dengan pencarian informasi kesehatan oleh Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
1
2
14
Show more