Agenda media dalam pemberitaan pemilu presiden 2014 pada Koran Sindo

Gratis

5
99
142
3 years ago
Preview
Full text
AGENDA MEDIA DALAM PEMBERITAAN PEMILU PRESIDEN 2014 PADA KORAN SINDO Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I) Oleh : Nur Laily NIM : 1110051000024 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 M/ 1435 H ABSTRAK Nur Laily 1110051000024 Agenda Media Dalam Pemberitaan Pemilu Presiden 2014 pada Koran Sindo Penelitian ini mengenai pemberitaan pemilu presiden 2014 di Koran Sindo. Koran Sindo memperoleh The 5th Indoensia Print Media Awards (IPMA) 2014 di Bengkulu. Koran ini merupakan koran Nasional peringkat ketiga dari Kompas, dan Jawa Pos, termasuk koran yang memberikan ruang terbanyak mengenai pemilu presiden sebanyak 2-3 halaman. Sindo memberikan kolom terbanyak mengenai hal politik khususnya tentang pemilu Presiden. Ini terkait dengan level agenda media dimana Koran Sindo memprioritaskan berita pemilu Presiden selama tiga minggu pada tanggal 13 Juni 2014 hingga 5 Juli 2014. Permasalahan ini menarik untuk diteliti untuk mengungkapkan agenda media dibalik berita hasil produksi Koran Sindo. Berita-berita yang diagendakan Koran Sindo kemudian mempengaruhi kecendrungan dalam pemilihan berita. Berdasarkan konteks diatas terdapat dua rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana politik redaksional Koran Sindo terhadap pemberitaan dua pasangan capres dan cawapres pada pemilu Presiden 2014? 2) Bagaimana karakteristik pesan yang diagendakan Koran Sindo dalam pemberitaan pasangan capres dan cawapres pada pemilu Presiden 2014? Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan mewawancarai wakil Pemimpin Redaksi Koran Sindo dan wartawan harian Koran Sindo. Paradigma penelitian ini konstruktivis dan teknik analisisnya adalah model framing Zhondang Pan dan Gerald M Kosicki. Teori yang digunakan oleh peneliti adalah teori Agenda Setting. Terdapat tiga bagian dari teori ini yaitu agenda media, agenda publik, dan agenda kebijakan. Salah satu agenda yang peneliti gunakan adalah agenda media, dimana media memberikan tekanan dan pengaruh terhadap khalayak dengan menonjolkan berita pemilu Presiden 2014 secara terus-menerus sehingga khalayak tertarik untuk terus mengikuti berita tersebut. Penentuan agenda ini digunakan guna menghimpun kekuatan opini publik terhadap salah satu calon kandidat presiden dan wakil presiden. Peneliti menemukan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Berdasarkan wawancara peneliti dengan pihak wapemred dan wartawan Koran Sindo kedekatan Hary Tanoesoedibjo sebagai pemilik media dengan Prabowo memberikan pengaruh besar terhadap frekuensi dan konten berita pada Koran Sindo. 2) Karakteristik pesan Koran Sindo berdasarkan teknik analisis model Zhondang Pan baik dari segi analisis sintaksis, skrip, tematik dan retoris berita cenderung kepada sosok Prabowo-Hatta, misalnya saja dengan penggunaan headline seperti “Dukungan SBY Perkuat Prabowo-Hatta” dan “Rustriningsih siap menangkan Prabowo”. Headline merupakan aspek wacana berita dengan tingkat kemenonjolan yang tinggi yang menunjukkan kecendrungan berita. Dengan demikian, berita yang diagendakan Koran Sindo sejalan dengan politik redaksionalnya. Politik redaksional tidak terlepas dari campur tangan kebijakan pemilik media juga pemimpin redaksi. Sehingga Koran Sindo lebih menonjolkan dan menekankan pada pemberitaan Prabowo-Hatta dibandingkan dengan kandidat calon nomor 2, yaitu Jokowi-JK. Keyword: Koran Sindo, politik redaksional, agenda media, dan framing. iv ABSTRAK Nur Laily Agenda Media Dalam Pemberitaan Pemilu Presiden 2014 pada Koran Sindo Berawal dari asumsi media bahwa adanya korelasi yang kuat antara apa yang diagendakan oleh media massa dan apa-apa yang menjadi agenda publik menjadi akan semakin berpengaruh terhadap pemberitaan di media massa menjelang maupun akhir masa kampanye pemilu presiden, tak dapat dipungkiri jika kemudian asumsi media ini juga yang diterapkan oleh Koran Sindo. Penentuan agenda yang digunakan guna menghimpun kekuatan opini publik terhadap salah satu calon kandidat tertentu. Meski Sindo belum lama terbit, namun Sindo merupakan salah satu koran di Indonesia dengan pembaca terbanyak kedua setelah Kompas. Agar pemberitaan menjadi menarik, media tidak saja mengemas berita apa adanya. Namun, alasan framing dan juga politik redaksional yang kemudian akan sangat berpengaruh terhadap pemberitaan. Berdasarkan konteks di atas tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana politik redaksional Koran Sindo terhadap pemberitaan dua pasangan capres dan cawapres pada pemilu presiden 2014? Kemudian, bagaimana berita yang diagendakan Koran Sindo selama pemilu Presiden 2014? Politik redaksional Koran Sindo menyebabkan adanya hubungan antara kebijakan redaksional dengan kelayakan berita bagi Sindo. Kebijakan inilah yang kemudian menjadi pondasi dasar bagi awak media Sindo dalam mencari, menulis, mengedit, dan menyajikan berita di Koran Sindo. Teori yang digunakan oleh peneliti adalah teori agenda setting. Teori ini menjelaskan bahwa apa yang dianggap penting oleh media, maka akan dianggap penting juga oleh khalayak. sebagaimana pernyataan McCombs dan Shaw, bahwa ada korelasi antara kuat dan signifikan antara apa yang diagendakan oleh media massa dengan apa yang menjadi agenda publik. Dalam teknik analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis framing dengan model framing Zhondang Pan dan Gerald M Kosicki, dan juga melakukan sesi wawancara dengan beberapa awak media Sindo. Berdasarkan teknik analisis yang digunakan, peneliti menemukan fakta bahwa cara pengemasan berita koran Sindo lebih banyak menonjolkan dan menekankan pada pemberitaan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai kandidat calon presiden nomor 1. Hal ini sejalan dengan kebijakan redaksional koran Sindo sendiri, bahwasanya kedekatan antara owner sebagai salah satu pendukung Prabowo-Hatta memberikan porsi berita berlebih dibandingkan dengan kandidat calon nomor 2, yaitu Jokowi-JK. Koran Sindo sebagai salah satu komunikator massa di Indonesia, sebaiknya tetaplah menjadikan diri sebagai wadah pendidikan moral dan politik untuk bisa menjadi netral, independen, dan pelaksana kontrol yang efektif. Mengurangi kecendrungan media terhadap politik tertentu dengan cara memperlihatkan sisi ketokohan, kharisma sosok kandidat calon presiden secara berimbang, tanpa mengesampingkan pemberitaan kandidat calon lainnya merupakan hal yang penting guna membentuk kondisi pencitraan politik yang sehat, sehingga menjadi faktor yang turut mempengaruhi perubahan perilaku pemilih. Keyword: Koran Sindo, politik redaksional, agenda media, dan framing. iv KATA PENGANTAR Bismillahirrahmaanirrahiim Alhamdulillahirabbil‟alamiin atas keharibaan saya ucapkan dengan rasa syukur dan nikmat iman yang telah diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan contoh tauladan dan sunnah yang diajarkannya telah membawa umatnya dari zaman jahiliah ke zaman yang lebih bermoral dan berbudaya seperti saat ini. Segala upaya dan kemampuan atas motivasi dan karunia-Nya akhirnya saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Berbagai hambatan, tekanan, dan kesulitan telah saya lewati. Ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan sekaligus pembelajaran saya bahwa untuk mencapai kesuksesan itu tidak mudah, butuh proses jatuh bangun, keringat, dan kesakitan. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ungkapan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada : 1. Prof. Dr. Komarudin Hidayat, selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Dr. Arief Subhan, M. A, selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Suparto, M. Ed., Ph.D, selaku Wakil Dekan (Wadek) I, Drs. Jumroni, M.Si, selaku Wakil Dekan (Wadek) II, Dr. Sunandar, M. Ag., selaku Wakil Dekan (Wadek) III. 3. Rachmat Baihaky, M.A., selaku Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang telah berbagi ilmu dan motivasi untuk terus belajar dan Fita Fathurokhmah, M. Si., selaku Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. v 4. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si., selaku dosen pembimbing saya yang telah meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan nasihat, saran, berbagi ilmu, memberikan motivasi dari awal proposal skripsi sampai dengan hasil skripsi ini. 5. Ellies Sukmawati, ST, M.Si., selaku dosen Pembimbing Akademik dan seluruh Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah membantu hal administrasi perkuliahan. 6. Skripsi ini saya dedikasikan untuk Muhammad Salim, Almarhum Bapak saya yang tidak akan pernah bisa menyaksikan anaknya menjadi wisudawati. 7. Kepada Maysaroh, Mamah tercinta sekaligus ayah, sahabat, dan teman berbagi dalam segala kondisi apapun, baik suka maupun duka, dan Uwa Saer sebagai sumber dorongan, semangat, dan inspirasi yang begitu berarti dan tiada henti, hingga terselesaikannnya skripsi ini. 8. Adik-adik tersayang, Abu Akhfas, Siti Khofifah dan Siti Khodijah yang telah banyak memberikan kebahagiaan dan arti hidup. 9. Guru terhormat, Ibu Dzaroh dan Buya Bisyri Imam yang telah memberikan ajaran terbaik sepanjang masa. 10. Kepada Bazis Unit Administrasi Kota Jakarta Pusat yang telah memberikan tempat bagi saya untuk bisa merasakan pengalaman kerja, terkhusus bagi Bang Yayat yang tidak pernah lelah dibuat repot. 11. Keluarga besar KPI, terkhusus ichi KPI A 2010 : Nabila, Vina, Thalita, Fera, Dina, Inda, Haen, Dwita, Destri, Ulfa, Kiki, Mariam, Laskar KKN vi CABE (Cari Berkah), keluarga besar IKPA BBPP BAZIS, terkhusus para BPH, Segenap korwil dan kadiv yang luarbiasa, teman-teman IKPA Unit Jakpus yang begitu hebat khususnya Hasbi, dan Keluarga besar Ma‟had Shighor Al-Islamy Al-Dauly, Ihya Shofos, IKAMASHI, IPNU & IPPNU Cirebon, kakak sekaligus pendorong semangat, Bang Fani, Kak Tony, Kak Ayank, Mba Wery, Aa Nana yang telah memberikan dukungan baik moril maupun material, dan sahabat lainnya yang tak dapat disebutkan namanya satu persatu. Saya mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam penelitian. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Jakarta, September 2014 Nur Laily vii DAFTAR ISI ABSTRAK . iv KATA PENGANTAR . v DAFTAR ISI. vii DAFTAR GAMBAR DAN TABEL . x BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Batasan dan Rumusan Masalah . 10 1. Pembatasan Masalah . 10 2. Perumusan Masalah . 11 C. Tujuan Penelitian . 11 D. Manfaat Penelitian . 11 E. Kerangka Berpikir . 12 F. Metodologi Penelitian . 17 1. Metode Penelitian . 17 2. Paradigma Penelitian . 18 3. Subjek dan Objek Penelitian . 19 4. Tahapan Penelitian . 19 a. Teknik Pengumpulan Data . 19 b. Analisis Data . 21 c. Teknik Analisis Data . 22 d. Teknik penulisan . 28 G. Tinjauan Pustaka . 28 H. Sistematika Penulisan . 30 BAB II. LANDASAN TEORI A. Teori Agenda Setting . 32 1. Konsep Agenda Media . 32 2. Unsur-unsur Agenda Setting . 38 3. Tipe Agenda Setting . 39 4. Agenda Setting Media Dalam Pembingkaian Pesan . 40 B. Politik Redaksi Media . 44 1. Definisi Politik Redaksi . 44 2. Aspek Politik Redaksi . 46 C. Konstruksi Sosial Realitas Berita . 52 D. Berita . 53 1. Definisi Berita . 53 2. Jenis-jenis Berita . 56 3. Nilai Berita . 57 4. Kategori Berita . 59 viii E. Pemilu Presiden . 61 1. Asas Pemilu Presiden . 61 2. Mekanisme Pemilu Presiden . 64 BAB III. BAB IV. GAMBARAN UMUM A. Profil Koran Sindo . 68 B. Logo Koran Sindo . 71 C. Visi dan Misi Koran Sindo . 71 1. Visi Koran Sindo . 71 2. Misi Koran Sindo . 72 D. Profil Pembaca . 74 E. Struktur Redaksi Koran Sindo . 75 HASIL TEMUAN DAN ANALISIS DATA A. Politik Redaksional Koran Sindo dalam Pemberitaan 2 (Dua) Pasangan Capres-Cawapres 2014 . 78 B. Agenda Media Koran Sindo dalam Pembingkaian Pesan (Framing) Berita Kedua Pasangan Capres-Cawapres 2014 . 85 1. Bingkai (Framing) Koran Sindo Edisi Kamis, 3 Juli 2014 . 88 2. Bingkai (Framing) Koran Sindo Edisi Jumat, 4 Juli 2014 . 98 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . 110 B. Saran . 111 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ix DAFTAR TABEL 1. Model Framing Zhondang Pan dan Gerald M Kosicki . 23 2. Jenis Berita . 56 3. Nilai Berita . 57 4. Analisis Sintaksis Berita 1 . 88 5. Analisis Skrip Berita 1 . 93 6. Analisis Tematik Berita 1 . 94 7. Analisis Retoris Berita 1 . 96 8. Analisis Sintaksis Berita 2 . 98 9. Analisis Skrip Berita 2 . 101 10. Analisis Tematik Berita 2 . 102 11. Analisis Retoris Berita 2 . 104 x DAFTAR GAMBAR 1. Skema Berpikir . 16 2. Proses Analisis Data Kualitatif . 22 3. Logo Koran Sindo . 71 4. Struktur Koran Sindo . xi 76 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perhelatan pesta demokrasi akan selalu diwarnai dengan aroma persaingan. Setiap partai menyiapkan diri untuk memamerkan dan menunjukkan kepada masyarakat luas akan eksistensi keberadaan partai, salah satunya yaitu melalui pemberitaan di media massa. Maka, tidak dapat kita pungkiri akan terjadi banyak peristiwa di tengah-tengah masyarakat. kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Politisasi media televisi di Indonesia: studi pemberitaan tvOne terhadap Pilpres 2014)
4
18
113
WACANA RUU PEMILU 2009 DALAM PEMBERITAAN DI MEDIA MASSA
0
39
185
Konstruksi Pemberitaan Media Online Sindonews.com dalam Pengumuman Hasil Pemilu Capres dan Cawapres 2014 Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Di Media Online (Konstruksi Pemberitaan Media Online Sindonews.com dalam Pengumuman Hasil Pemilu Capres dan Caw
0
2
16
PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DI MEDIA ONLINE (Konstruksi Pemberitaan Media Online Sindonews.com dalam Pengumuman Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Di Media Online (Konstruksi Pemberitaan Media Online Sindonews.com dalam Pengumuman Hasil Pemi
0
2
13
PENDAHULUAN Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Di Media Online (Konstruksi Pemberitaan Media Online Sindonews.com dalam Pengumuman Hasil Pemilu Capres dan Cawapres 2014 Tanggal 22 Juli 2014 Sampai Tanggal 21 Agustus 2014).
0
3
39
DAFTAR PUSTAKA Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Di Media Online (Konstruksi Pemberitaan Media Online Sindonews.com dalam Pengumuman Hasil Pemilu Capres dan Cawapres 2014 Tanggal 22 Juli 2014 Sampai Tanggal 21 Agustus 2014).
0
2
4
Pemberitaan Pemilihan Presiden 2014 oleh LPP RRI Bandung pada Segmen Dinamika Pemilu.
0
0
2
Pemberitaan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Surat Kabar Selama Masa Kampanye Pemilu 2014 (Studi Mengenai Pemberitaan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam Harian Kompas, Suara Merdeka, dan Solopos Pada Masa Kampanye Pemilu 2014).
0
0
18
PEMBERITAAN MEDIA MASA DALAM KAMPANYE PEMILIHAN UMUM PRESIDEN.
0
0
17
KONGLOMERAT MEDIA SEBAGAI ELITE POLITIK: WACANA DALAM PEMBERITAAN HARY TANOESODIBJO DI KORAN SINDO | Rosalia | Jurnal e-Komunikasi 1754 3384 1 PB
0
0
11
peneliti pusriskel bidang arkeologi maritim dalam headline koran sindo
0
0
3
KEPEMILIKAN DAN BINGKAI MEDIA (ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN JOKO WIDODO SEBAGAI KANDIDAT CALON PRESIDEN PADA KORAN SINDO) | Kurniasari | Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna 1 SM
1
3
22
Konstitusionalitas Pemilu 2014 SINDO pdf
0
0
4
KREDIBILITAS MEDIA DALAM PEMBERITAAN IMPLEMENTASI KAWASAN EKONOMI KHUSUS KOTA BATAM Survei Koran Harian Batam Pos, Tribun Batam, Sindo Batam, Haluan Kepri, dan Pos Metro
0
0
18
AGENDA MEDIA MENGENAI PILPRES PEMILU 2014 Analisis Isi Terhadap Pemberitaan Mengenai Setatus Pencalonan Jokowi Dalam Surat Kabar Kompas
0
0
21
Show more