Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang dalam pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini

 4  108  83  2017-02-28 19:59:06 Report infringing document
MANAJEMEN MASJID IBNU SINA PAMULANG DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN DAKWAH PADA ANAK USIA DINI Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I.) Disusun Oleh Lutfi Saefullah NIM: 104053002019 JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H./2008 M. - 37 - 38 MANAJEMEN MSJID IBNU SINA PAMULANG DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN DAKWAH PADA ANAK USIA DINI Skripsi Diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I.) Disusun Oleh Lutfi Saefullah NIM: 104053001920 Di Bawah Bimbingan Drs. Muhammad Sungaidi, MA Nip.150.282.640 JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H./2008 M. 39 PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi berjudul MANAJEMEN MASJID IBNU SINA PAMULANG DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN DAKWAH PADA ANAK USIA DINI telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 22 September 2008. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) pada Program Studi Manajemen Dakwah. Jakarta, 22 September 2008 SIDANG MUNAQASYAH Ketua Merangkap Anggota, Dr. Murodi, MA NIP: 150.254.102 Sekretaris Merangkap Anggota, Drs. Cecep Castrawijaya, MA NIP: 150.287.029 Penguji I Penguji II Drs. Hasanuddin Ibnu Hibban, MA NIP: 150.270.815 M. Hudri, MA NIP: 150.289.437 Pembimbing Drs. Muhammad Sungaidi, MA NIP: 150.282.640 40 LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya nyatakan bahwa: 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ciputat, 22 September 2008 Lutfi Saefullah 41 ABSTRAK Lutfi Saefullah Dengan judul Manajemen Organisasi Masjid Ibnu Sina Pamulang Dalam Kegiatan Dakwah Masjid sering kali hanya difungsikan sebagai tempat ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba kepada Tuhannya dengan harapan mendapatkan pahala dan keridhaan-Nya. Akan tetapi bila kita melihat kembali sejarah Rasulullah SAW. masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, tetapi masjid juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Misalnya seperti pendidikan, sosial, ekonomi, militer, pengajian agama, dan musyawarah. Namun pada kenyataannya masih banyak dari kalangan masyarakat yang menganggap bahwa masjid hanya sebagai tempat untuk melakukan ibadah-ibadah yang sifatnya ritual saja. Sehingga sangat disayangkan sekali ketika mereka menganggap bahwa masjid hanya berfungsi sebagai tempat untuk melakukan ibadah saja. Padahal masjid dapat difungsikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Maka dari itu, sangat relevan sekali apabila Manajemen Organisasi Masjid Ibnu Sina Pamulang Dalam Kegiatan Dakwah diangkat sebagai karya ilmiah. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana Manajemen Organisasi Masjid Ibnu Sina Pamulang Dalam Kegiatan Dakwah. Melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan judul skripsi. Masjid Ibnu Sina Pamulang adalah masjid yang tidak hanya saekedar difungsikan sebagai tempat untuk melakukan ibadah yang sifatnya ritual saja. Akan tetapi, Masjid Ibnu Sina Pamulang ini difungsikan sebagai tempat pembinaan ummat. Karena Masjid Ibnu Sina Pamulang memiliki beberapa program kegiatan. Yang mana dengan adanya program-program kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta keimanan jamaah kepada Allah SWT. Semoga dengan manajemen organisasi yang dilakukan masjid ibnu sina pamulang dalam kegiatan dakwah dapat mencapai harapan yang diinginkan dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, amin. 42 KATA PENGANTAR Puji serta syukur penulis sanjungkan kehariban Allah SWT. Sang Maha Pencipta alam semesta, Penguasa alam jagat raya, Maha Rahman dan Rahim yang telah memberikan anugerah serta taufiq-Nya kepada semua mahkluk-Nya. Dengan anugerah dan taufiq-Nyalah penulis diberikan nikmat sehat jasmani maupun rohani. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW. seorang pejuang Islam nan sejati pendobrak kebathilan bagi kaumnya serta penegak panji-panji Islam di permukaan bumi ini. Dengan selesainya penulisan skripsi ini, banyak sekali cobaan dan ujian yang penulis lalui serta tidak mudah untuk menghadapinya baik yang sifatnya eksternal maupun internal. Akan tetapi dengan niat yang tulus dan ketekunan serta dengan usaha yang gigih agar cepat terselesaikannya skripsi ini maka “Alhamdulillah” sujud syukurku pada-Mu. Penulis ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan saran, bantuan, bimbingan, pelayanan, dan motivasi dalam proses penyusunan skripsi ini hingga tuntas pada waktunya, khususnya kepada yang terhormat : 1. Dr. Murodi, M.A, selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi beserta pembantu. 2. Drs. Hasanuddin Ibnu Hiban, MA. selaku Ketua Jurusan Manajemen Dakwah dan Drs. Cecep Castrawijaya, MA. selaku Sekretaris Jurusan Manajemen Dakwah. 43 3. Drs. M. Sungaidi, MA. selaku pembimbing skripsi. Dengan kesabaran dan pengarahanya beliau mampu memberikan motivasi kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi tahun ini. 4. Kepada seluruh Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang telah memberikan ilmunya kepada penulis, dengan tidak mengurangi rasa hormat penulis tidak menyebutkan satu persatunya, semoga Allah membalas jasa mereka semua. 5. Perpustakaan Dakwah dan Komunikasi dan Perpustakaan UIN Syahid Jakarta, yang sering dijadikan penulis tempat mencari dan mendapatkan informasi tentang berbagai ilmu pengetahuan. 6. Yang tercinta Ibunda (Juju) dan Ayahanda (Mamat) yang telah banyak berjasa dalam kehidupan penulis sehari-hari, yang senantiasa sabar dan ikhlas dalam memberikan motivasi, yang tidak hentinya dalam memberikan kasih sayang dan didikan, yang selalu memberikan dukungan dengan moril dan materil, yang selalu memanjatkan do’a kepada Allah SWT untuk kebahagiaan anaknya degan apa harus ku balas jasa mereka? Tanpa mereka ku takkan menjadi seperti sekarang ini. 7. Seluruh My Family Yang telah memberikan motivasi khusunya Pak Oyo, Ma Oyoh yang senantiasa memberikan saran dan pengarahan kepada penulis dalam menghadapi masalah. Dan adik-adikku (Siti Amaliyah, Amarullah, dan Fithriah) banyak-banyaklah membaca, karena dengan membaca kita dapat mengetahui apa yang orang lain tidak ketahui. 8. Teman-teman MD angkatan 2004, khususnya Yosef Saifullah dan Abdul Syukur semoga persahabatan kita tidak akan luntur untuk selama-lamanya, 44 Zaki Mubarok, Ayi Aminudin Rasyid, H. Humaidi Al-Ayubi, Faturrahman, Saeful Huda, Aang Jalaluddin, Ika Fitriyanti, Dini Nurani, Siti Badriyah dan semua yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu atas kebersamaan, susah dan senang, tawa dan canda yang senantiasa mengobati rasa jenuh. 9. Teman-teman sependeritaan dan seperjuangan di IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), khususnya PK. Dakwah dan Komunikasi, ASTRA, ASTRI dan Cabang Ciputat. Dan kepada kakak-kakak yang selalu memberikan motivasi serta inspirasi, yakni kak Mansur, kak Medi, kak Indra, kak Rahmat, Dzikril, kak Ema. 10. Untuk semua pengurus Masjid Ibnu Sina Pamulang khususnya kepada Bapak Aep Saifullah, Bapak Sa’dullah Baihaqi, dan Bapak Sis Eko Warsono. Penulis ucapkan terimah kasih banyak atas semuanya. Akhirnya, hanya kepada Allah SWT jualah penulis serahkan, semoga semua jasa baik mereka mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Harapan penulis mudah-mudahan karya yang sederhana ini bermanfa’at bagi para pembaca, amin. Ciputat, 10 Juni 2008 Penulis 45 DAFTAR ISI ABSTRAK.i KATA PENGANTAR.ii DAFTAR ISI .v BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah .1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah .4 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian .4 D. Metodologi Penelitian .5 E. Tinjauan Pustaka .8 F. Sistematika Penulisan .9 BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Manajemen 1. Pengertian Manajemen 11 2. Unsur-unsur Manajemen .13 3. Fungsi-fungsi Manajemen .15 B. Masjid 1. Pengertian Masjid .19 2. Fungsi Masjid .21 3. Peranan Masjid .22 4. Ruang Lingkup Masjid .24 C. Kegiatan Dakwah 46 1. Pengertian Kegiatan Dakwah .28 2. Ruang Lingkup Kegiatan Dakwah 30 D. Anak Usia Dini 1. Pengertian Anak Usia Dini .33 2. Pendidikan Akhlak Anak Usia Dini .34 BAB III GAMBARAN UMUM MASJID IBNU SINA PAMULANG A. Sejarah berdirinya Masjid Ibnu Sina Pamulang 37 B. Visi dan Misi .38 C. Struktur Organisasi Masjid Ibnu Sina Pamulang .38 D. Program kegiatan Masjid Ibnu Sina Pamulang .42 E. Sarana dan Prasarana Masjid Ibnu Sina Pamulang .53 BAB IV ANALISIS MANAJEMEN MASJID IBNU SINA PAMULANG DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN DAKWAH PADA ANAK USIA DINI A. Bagaimanakah Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang.56 B. Bagaimanakah Pengembangan Kegiatan Dakwah Pada Anak Usia Dini .64 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .67 B. Saran .68 DAFTAR PUSTAKA.69 LAMPIRAN 47 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini umat Islam terus menerus mengupayakan pembangunan masjid, baik di kota-kota besar, kota kecil maupun pelosok pedesaan. Bahkan hampir di setiap lingkungan perkantoran, di kampus-kampus, di lingkungan pusat kegiatan ekonomi, baik di kantor-kantor pemerintah maupun kantor-kantor swasta berdiri dengan megah masjid-masjid dengan berbagai bentuk dan gaya arsitektur.67 Masjid merupakan tempat disemaikannya berbagai nilai kebajikan dan kemaslahatan umat. Baik yang berdimensi ukhrawi maupun duniawi. Semuanya bisa berjalan dan sukses jika dirangkum dalam sebuah garis kebijakan manajemen masjid. Namun dalam kenyataannya, fungsi masjid yang berdimensi duniawiyah kurang memiliki peran yang maksimal dalam pembangunan umat dan peradaban Islam.68 Oleh karena itu, masjid harus difungsikan sebagai wadah untuk menampung berbagai kegiatan sosial dan bukan hanya tempat untuk ibadah ritual saja. Masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban umat Islam. Sejarah telah membuktikan multi fungsi peranan masjid tersebut. Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pengajian keagamaan, pendidikan militer dan fungsi67 Nana Rukmana D.W., Masjid dan Dakwah (Jakarta: Al-Mawardi Prima, 2002), cet.1, h. 1. Muhammad Zen, dkk., Dakwah “Jurnal Kajian Dakwah dan Komunikasi” (Jakarta: Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007), h. 253-254. 68 48 fungsi sosial-ekonomi lainnya.69 Sebagaimana makna atau arti dari kata masjid itu sendiri yaitu tempat sujud.70 Masjid selian tempat ibadah dapat pula difungsikan sebagai tempat kegiatan masyarakat Islam, baik yang berkenaan dengan sosial keagamaan, sosial kemasyarakatan maupun yang berkenaan dengan sosial ekonomi, sosial budaya, sosial politik.71 Di zaman Rasulullah saw. masjid mempunyai fungsi sebagai tempat peribadatan, pusat kegiatan masyarakat dan pusat kebudayaan. Dari masjid itulah Rasulullah saw. melaksanakan bimbingan Islam dan pembinaan kepada masyarakat, bagaimana melakukan untuk mengamalkan fungsi hidup manusia sebagai hamba dan khalifah Allah dalam kehidupan masyarakat. Allah berfirman dalam al-Qur’an surat at-Taubah ayat 18 ☺ ☺ ☺ Artinya : “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, Maka 69 Qurais Shihab, Wawasan Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 1998), h. 462. Sidi Ghazalba, Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1989), cet. 5, h. 126. 71 Bachrun Rifa’i dan Fakhruroji, Manajemen Masjid Mengoptimalkan Fungsi Sosial Ekonomi Masjid (Bandung: Benang Merah Press, 2005), h. 35. 70 49 merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” 72 Masjid sebagai pusat ibadah dan kebudayaan Islam, dapat digunakan untuk melakukan pembinaan umat dan mengembangkan dakwah dalam peningkatan kualitas umat dan sebagai pusat kebudayaan.73 Hal ini terbukti pada zaman keemasan Islam, umat muslim telah berhasil menjadikan masjid sebagai markas pelaksanaan hubungan antara manusia dengan Allah SWT (ibadah) dan hubungan antara manusia dengan manusia atau muamalah yang berlangsung sampai abad 13 M.74 Maka dalam hal ini masjid harus berperan sebagai wadah pemersatu yang memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat atas dasar persamaan agama, dan ukhuwah Islamiyah. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan mutu / kualitas kegiatan masjid khususnya kegiatan pembinaan umat melalui berbagai kegiatan dakwah.75 Masjid dan dakwah Islamiyah merupakan dua faktor yang erat sekali hubungannya satu sama lain, saling isi mengisi di antara keduanya, kalau diumpamakan laksana gudang dengan barangnya. Dengan demikian masjid yang didirikan di dalam suatu lokasi tertentu harus dapat berperan sebagai tempat/media dakwah Islamiyah. Dakwah itu pada dasarnya meliputi berbagai aspek kegiatan, termasuk di dalamnya masalah sosial, budaya, pendidikan dan 72 Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an, 1983/1984), h. 280. 73 Ghazalba, Masjid Sebagai Pusat Ibadah, h. 236. 74 Ahmad M. Saepuddin, Masjid, Pemuda Dan Masyarakat, Mimbar Ulama, XI, 23 (Januari, 1987), h. 49. 75 Rukmana, Masjid dan Dakwah, h. 57. 50 sebagainya. Oleh karenanya dakwah ini dipandang penting sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan syiar Islam dan kehidupan beragama dalam masyarakat. Kegiatan-kegiatan dakwah melalui masjid sebenarnya tercakup pula kegiatankegiatan dalam rangka pembinaan umat.76 Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang Dalam Pengembangan Kegiatan Dakwah Pada Anak Usia Dini”. B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah Dari latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka penulis membatasi masalah yang akan diteliti hanya pada “Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang Dalam Pengembangan Kegiatan Dakwah Pada Anak Usia Dini” 2. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah yang akan diformulasikan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut : a) Bagaimana manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang ? b) Bagaimana pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini ? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian 76 Ibid., h. 51-52. 51 Berdasarkan pada pokok permasalahan yang telah dirumukan tersebut, maka ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dari penulisan skripsi ini, antara lain : a) Untuk mengetahui manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang. b) Untuk mengetahui pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini di Masjid Ibnu Sina Pamulang. 2. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut : Pertama Akademis : - Memberikan kontribusi keilmuan tentang manajemen masjid. - Menambah dan memperkaya khazanah keilmuan manajemen dakwah khususnya dan umumnya para mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Kedua Praktis : - Menambah wawasan bagi peneliti dan pembaca dalam rangka mengimplementasikan manajemen masjid dalam kegiatan dakwah. - Sebagai bahan acuan dalam rangka pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini di Masjid Ibnu Sina Pamulang khususnya dan masjid-masjid yang lain pada umumnya. D. Metodologi Penelitian Adapun penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu dengan melakukan penelitian yang menghasilkan data-data dari orang yang diamati. Bogdan dan Taylor dalam 52 bukunya Lexy J. Moleong mendefinisikan pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data-data berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang, prilaku orang yang dapat diamati secara langsung.77 Sedangkan teknis analisis dalam penulisan skripsi adalah deskripsi analisis. Pendekatan deskripsi digunakan untuk menggambarkan tentang manajemen masjid Ibnu Sina Pamulang dalam pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini. 1. Waktu dan Tempat Penelitian a. Waktu Penelitian Waktu penelitian skripsi ini dilaksanakan bulan Juni 2008 sampai bulan Juli 2008. b. Tempat Penelitian Masjid Ibnu Sina Pamulang blok Aj. Sektor I Kelurahan Pondok Panda Kec. Pamulang Kab. Tanggerang. Telp.021-74705045 Fax: 021-7431766. 2. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan ketekunan pengamatan, yaitu mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitannya dengan proses analisis yang konstan atau tentatif.78 Dalam hal ini penulis akan mengamati secara langsung ke lokasi penelitian di Masjid Ibnu Sina Pamulang untuk memperoleh data-data yang diinginkan. Sehingga adanya relevansi dengan persoalan yang sedang diteliti. 77 Lexy J. Moleong, kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags
Manajemen Masjid

Permasalahan Pada Anak Usia Dini

Studi Kasus Pada Anak Usia Dini

Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang dalam pen..

Gratis

Feedback