Analisis Kandungan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi pada Cangkang Kapsul Keras yang Mengandung Vitamin A Menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction

Gratis

0
12
80
2 years ago
Preview
Full text
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA ANALISIS KANDUNGAN GELATIN BABI DAN GELATIN SAPI PADA CANGKANG KAPSUL KERAS YANG MENGANDUNG VITAMIN A MENGGUNAKAN REAL-TIME POLYMERASE CHAIN REACTION SKRIPSI FATHIYAH NIM: 1111102000022 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA JULI 2015 UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA ANALISIS KANDUNGAN GELATIN BABI DAN GELATIN SAPI PADA CANGKANG KAPSUL KERAS YANG MENGANDUNG VITAMIN A MENGGUNAKAN REAL-TIME POLYMERASE CHAIN REACTION Skripsi Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi FATHIYAH NIM: 1111102000022 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA JULI 2015 ABSTRAK Nama : Fathiyah Program Studi : Farmasi Judul : Analisis Kandungan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi pada Cangkang Kapsul Keras yang Mengandung Vitamin A Menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction Vitamin A termasuk salah satu vitamin yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Salah satu bentuk sediaan vitamin A yang beredar di Indonesia adalah kapsul keras. Bahan utama untuk membuat cangkang kapsul keras adalah gelatin. Sumber gelatin yang digunakan adalah gelatin sapi dan gelatin babi. Penggunaan gelatin babi menimbulkan kekhawatiran konsumen tentang kehalalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada atau tidaknya kandungan gelatin babi dan gelatin sapi pada 5 sampel produk cangkang kapsul keras menggunakan RealTime Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). DNA gelatin pada cangkang kapsul keras diisolasi menggunakan kit komersial. Isolat DNA yang didapat diamplifikasi menggunakan RT-PCR sebanyak 65 siklus. Hasil kurva amplifikasi menggunakan primer sapi menunjukkan bahwa semua kontrol positif DNA sapi dan sampel E dapat teramplifikasi. Sedangkan hasil kurva amplifikasi menggunakan primer babi menunjukkan bahwa kontrol sampel positif DNA babi, serta sampel A, sampel C, dan sampel E mengalami amplifikasi. Dengan demikian, dari 5 sampel yang diuji, terdapat 2 sampel cangkang kapsul keras yang berasal dari gelatin babi, 1 sampel yang berasal dari gelatin sapi dan gelatin babi, dan 2 sampel yang belum teridentifikasi. Kata Kunci : gelatin, cangkang kapsul keras, kit komersial, Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) v UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ABSTRACT Name : Fathiyah Major : Pharmacy Title : Analysis of Porcine and Bovine Gelatin in Hard Shell Capsule Containing Vitamin A Using Real-Time Polymerase Chain Reaction Vitamin A is a vitamin which is widely consumed by Indonesian people. One of vitamin A dosage form in Indonesia is hard capsules. The material component of hard shell capsule is gelatin. The sources of gelatin that used were bovine and porcine gelatins. The used of porcine gelatin raised consumer’s attention about the halal. The aims of this study were to analyze the presence of bovine and porcine gelatin in 5 samples of hard shell capsule by using Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). DNA of gelatin in hard shell capsules were isolated by using commercial kit. The isolated DNA were amplified by using RT-PCR in 65 cycles. The beef primer amplification curve showed that all of positive control beef DNA and sample E can be amplified. While the pork primer amplification curve showed that all of positive control pork DNA, sample A, sample C, and sample E can be amplified. It can be concluded from 5 samples of hard shell capsule that there were 2 samples which derived from porcine gelatin, 1 sample derived from bovine and porcine gelatin, and 2 samples were not identified yet. Keyword : gelatin, hard shell capsule, commercial kit, Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) vi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur bagi kehadirat Allah SWT yang senantiasa mencurahkan segala rahmat-Nya kepada kita semua, khususnya penulis, dalam menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Kandungan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi pada Cangkang Kapsul Keras yang Mengandung Vitamin A Menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction”. Shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada junjungan Nabi Muhammad saw., teladan bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menempuh ujian akhir guna mendapatkan gelar Sarjana Farmasi (S. Far) pada Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Selesainya penelitian dan penyususnan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus dan sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Dr. Arief Sumantri, SKM, M.Kes., selaku Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Bapak Yardi, M. Si., Ph.D. Apt., selaku Ketua Prodi Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pembimbing Akademik Farmasi 2011 A. 3. Ibu Zilhadia, M.Si. Apt., selaku Pembimbing I dan Ibu Ofa Suzanti Betha, M. Si., Apt. selaku Pembimbing II yang sangat baik telah memberikan ilmu, nasehat, waktu, tenaga, pikiran, dukungan, serta kesabaran dalam membimbing selama proses penelitian sampai penulisan skripsi, sehingga penulis dapat menjadi lebih baik. 4. Kedua orang tua, ayahanda tercinta Ahmad Farid Yahya dan ibunda tercinta Intan Assegaf, yang selalu ikhlas memberikan dukungan moral, material, nasehat, serta doa yang tiada pernah putus di setiap waktu dan selalu vii UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendengarkan segala keluh kesah penulis hingga penulis dapat menyelesaikan studi di Farmasi FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 5. Kakak-kakak tersayang Mohamad Wildan Yahya, Zakiyah Yahya, dan Zainal Abidin Yahya, yang selalu memberikan dukungan, nasehat, dan semangat kepada penulis hingga penulis dapat menyelesaikan studi di Farmasi FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Juga kepada 2 keponakan tersayang, Nur Karimah Shahab dan Ahmad Zain Shahab yang selalu memberikan keceriaan bagi penulis. 6. Ahmad Arif Yahya yang selalu memberikan doa, dukungan, semangat, motivasi, dan waktu untuk mendengarkan keluh kesah penulis. Serta memberikan keceriaan bagi penulis disetiap waktu. 7. Bapak dan Ibu staf pengajar, serta karyawan yang telah memberikan ilmu pengetahuan, bimbingan, dan bantuan selama penulis menempuh pendidikan di Farmasi FKIK UIN Jakarta. 8. Teman-teman Farmasi 2011 “Effervesent” yang telah menemani dan memberikan kenangan tak terlupakan selama penulis menempuh pendidikan di Farmasi FKIK UIN Jakarta, khususnya Farmasi 2011 AC yang telah bersama-sama menjalani proses kuliah dalam 1 kelas selama 3.5 tahun. 9. Kak Rahmadi, Kak Liken, Kak Eris, Kak Lisna, Kak Tiwi, Mbak Rani, Kak Walid, dan Kak Yaenap yang telah banyak membantu penulis melakukan penelitian di laboratorium. 10. Teman-teman seperjuangan PCR, Rian Hidayat, yang telah meluangkan waktunya untuk bekerja sama, berdiskusi, memberikan masukan, pikiran, beribet-ribet ria bersama, dan membantu penulis dalam mengerjakan penelitian sampai penyelesaian skripsi ini. Serta Kak Ifah, Kak Yanti, dan Kak Sulaiman yang selalu memberikan masukan, waktu untuk berdiskusi ditengah kesibukannya, dan semua bantuan berharga bagi penulis selama sebelum memulai skripsi sampai selesainya skipsi ini. 11. Tim Roche Indonesia, Bapak Deka dan Mbak Helen, yang telah memberikan masukan dan bantuan selama penulis melakukan penelitian. Serta Mbak Ayu dari BPPT, yang telah meluangkan waktu untuk membantu penulis dalam melakukan penelitian. viii UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 12. Sahabat tersayang, Qurry, Santi, dan Dana yang telah memberikan warna bagi penulis selama kuliah di Farmasi FKIK UIN Jakarta. Terimakasih atas dukungan, semangat, doa, perhatian, dan persahabatan yang kalian berikan. Serta Fitri, Herlina, Ghina, Henny, Diyah, Cobi, Nana, Athiyyah, dan Rhesa yang telah membantu dan menemani saat penelitian. Semua kenangan bersama kalian tak akan terlupakan. 13. Dan kepada semua pihak yang telah membantu penulis selama ini yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu. Semoga semua bantuan yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun akan penulis nantikan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan selanjutnya. Jakarta, 8 Juli 2015 Penulis ix UIN Syarif Hidayatullah Jakarta x UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ii LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING iii HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI iv ABSTRAK v ABSTRACT vi KATA PENGANTAR vii HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI x DAFTAR ISI xi DAFTAR TABEL xiii DAFTAR GAMBAR xiv DAFTAR LAMPIRAN xv DAFTAR SINGKATAN xvi DAFTAR ISTILAH xvii BAB I. PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Hipotesis 1.4. Tujuan Penelitian 1.5. Manfaat Penelitian 1 3 4 4 4 TINJAUAN PUSTAKA 5 2.1. Vitamin A 2.2. Kapsul 2.2.1. Jenis Kapsul 2.2.2. Komponen Pembuatan Kapsul 2.2.3. Cara Penyimpanan Kapsul 2.3. Gelatin 2.3.1. Komposisi dan Struktur Kimia 2.3.2. Tipe Gelatin 2.3.3. Stabilitas 2.3.4. Karakteristik Kimia dan Fisika Gelatin 5 6 7 9 10 10 11 13 14 15 BAB II. xi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta BAB III. BAB IV. BAB V. 2.3.5. Pengaruh Sifat Kimia dan Fisik 2.3.6. Aplikasi Penggunaan Gelatin 2.4. Deoxyribunucleic Acid (DNA) 2.5. Isolasi DNA 2.6. Spektrofotometer UV untuk Pemeriksaan DNA 2.7. Polymerase Chain Reaction (PCR) 2.7.1. Komponen PCR 2.7.2. Tahapan PCR 2.7.3. Real-Time PCR 15 17 18 19 21 21 22 24 27 METODE PENELITIAN 29 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian 3.2. Alat dan Bahan 2.1.1. Alat 2.1.2. Bahan 3.3. Tahapan Penelitian 3.4. Prosedur Kerja 3.4.1. Pembuatan Cangkang Kapsul Simulasi Menggunakan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi 3.4.2. Pengumpulan Sampel 3.4.3. Identifikasi Gelatin pada Cangkang Kapsul Keras Sampel 3.4.4. Isolasi DNA Kontrol dan Sampel 3.4.5. Pemeriksaan Kadar dan Kemurnian Isolat DNA Menggunakan Spektrofotometer UV 3.4.6. Pemeriksaan Spesifisitas Primer dan Probe 3.4.7. Amplifikasi DNA Menggunakan Real-Time PCR 3.4.8. Analisis Data 29 29 29 29 30 31 31 31 32 32 34 35 35 36 HASIL DAN PEMBAHASAN 38 4.1. Analisis Lembar Cangkang Kapsul Keras Simulasi 4.2. Proses Identifikasi Gelatin pada Cangkang Kapsul Keras Sampel 4.3. Proses Isolasi DNA 4.4. Analisis Hasil Isolat DNA 4.5. Amplifikasi Menggunakan Real-Time PCR 38 KESIMPULAN DAN SARAN 49 5.1. Kesimpulan 5.2. Saran 49 49 39 40 42 44 DAFTAR PUSTAKA 50 LAMPIRAN 55 xii UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Rekomendasi Asupan Vitamin A 6 Tabel 2.2. Kandungan Asam Amino Dalam Gelatin 12 Tabel 3.1. Urutan Basa Primer dan TaqMan Probe 30 Tabel 3.2. Formulasi Lembar Cangkang Kapsul Keras 31 Tabel 3.3. Identitas Sampel yang berasal dari Produsen yang Berbeda 32 Tabel 3.4. Pengaturan Program Amplifikasi pada LightCycler® 480 Real-Time PCR 36 Tabel 4.1. Hasil Kemurnian dan Kadar Isolat DNA yang Diperoleh 43 Tabel 6. Spesifikasi High Pure PCR Template Preparation Kit 56 Tabel 7. Campuran Pereaksi PCR Mix untuk Setiap Isolat DNA 59 xiii UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Cangkang Kapsul Keras 7 Gambar 2.2. Berbagai Ukuran Kapsul Keras 8 Gambar 2.3. Asam Amino-Asam Amino Penyusun Gelatin 12 Gambar 2.4. Struktur Triple-Helix Gelatin 13 Gambar 2.5. Pengaruh Pemanasan atau Pendinginan Terhadap Struktur Gelatin 16 Gambar 2.6. Struktur dan Komponen Penyusun DNA 18 Gambar 2.7. Spektrofotometri UV untuk Pemeriksaan DNA 21 Gambar 2.8. Tahapan Proses PCR 25 Gambar 2.9. Kerja Fluorescent Dye dan Quencher pada Real-Time PCR 28 Gambar 2.10. Bentuk Kurva Real-Time PCR 28 Gambar 4.1. Lembar Cangkang Kapsul Keras Simulasi (a) Sapi dan (b) Babi 38 Gambar 4.2. Hasil Pengujian Sumber Bahan Baku Cangkang Kapsul 39 Gambar 4.3. Reaksi yang Terjadi pada Proses Identifikasi Gelatin 40 Gambar 4.4. Hasil Amplifikasi Isolat DNA sampel menggunakan Primer Sapi 45 Gambar 4.5. Hasil Amplifikasi Isolat DNA sampel menggunakan Primer Babi 47 xiv UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Alur Kerja 55 Lampiran 2. Spesifikasi Kit Isolasi DNA 56 Lampiran 3. Uji Spesifikasi Primer Sapi Menggunakan BLAST NCBI 57 Lampiran 4. Uji Spesifikasi Primer Babi Menggunakan BLAST NCBI 58 Lampiran 5. Campuran Reaksi PCR Mix untuk Amplifikasi DNA 59 Lampiran 6. Perhitungan Pembuatan Larutan Primer dan Probe 60 Lampiran 7. Perhitungan Tm (Temperature Melting) Primer 61 Lampiran 8. Gambar Peralatan yang Digunakan dalam Penelitian 62 xv UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DAFTAR SINGKATAN BB : Binding Buffer BHQ-1 : Black Hole Quencher-1 BLAST : Basic Local Alignment Search Tool BLASTn : Nucleotide Basic Local Alignment Search Tool Cp : Crossing Point dATP : Deoxyadenosine Triphosphate dCTP : Deoxycytidine Triphosphate dGTP : Deoxyguanosine Triphosphate DNA : Deoxyribonucleic Acid dNTP : Deoxynucleotide Triphosphate dTTP : Deoxythymidine Triphosphate EB : Elution Buffer EDTA : Ethylenediaminetetraacetic acid FAM : Fluorescein Amidite IRB : Inhibitor Removal Buffer mtDNA : DNA Mitokondria NCBI : National Center for Biotechnology Information NTC : No Template Control RNA : Ribonucleic Acid RT-PCR : Real-Time Polymerase Chain Reaction TLB : Tissue Lysis Buffer Tm : Temperature Melting WB : Washing Buffer xvi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DAFTAR ISTILAH BLAST : Program untuk menganalisis kesejajaran sekuen query (DNA atau protein) dengan sekuen DNA atau protein pada database di NCBI. Blastn : Salah satu variasi dari program BLAST untuk menganalisis kesejajaran nukleotida query dengan nukleotida pada database di NCBI Cp : Fraksi jumlah siklus dimana tingkat amplifikasi yang tercermin dari adanya flouresensi mencapai threshold (ambang) Threshold : Garis penanda siklus awal dari reaksi PCR, yaitu saat sinyal fluoresensi berada pada tingkat terendah NCBI : Suatu institusi milik United States National Library of Medicine yang berperan sebagai sumber informasi perkembangan biologi molekuler. Query : Sekuen yang dimasukkan ke dalam program BLAST untuk diketahui kesejajarannya Tm : Temperatur dimana 50% untai ganda DNA terpisah xvii UIN Syarif Hidayatullah Jakarta BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Vitamin A merupakan nutrien esensial yang bersifat larut lemak yang dibutuhkan oleh tubuh manusia Vitamin ini berfungsi untuk sistem penglihatan, pertumbuhan dan perkembangan, dan menjaga integritas sel epitel, fungsi imun, dan reproduksi (WHO, 2001). Vitamin A biasa dikonsumsi oleh anak-anak, dewasa, dan lansia untuk menjaga kesehatan mata dan memperkuat sistem kekebalan tubuh (Karnadi, 2014). Selain itu, vitamin A juga dikonsumsi oleh ibu hamil untuk perkembangan embrio (Hornstra et. al, 2005). Penggunaan vitamin A di Indonesia terus meningkat. Cakupan pemberian vitamin A ini meningkat dari 71,5 persen pada tahun 2007 menjadi 75,5 persen pada tahun 2013 (Karnadi, 2014). Hal ini disebabkan karena terdapat banyak kasus defisiensi vitamin A yang terjadi, seperti kebutaan dan kematian ibu hamil. Setiap tahunnya, terdapat 250.000 – 500.000 anak yang mengalami kebutaan akibat kekurangan vitamin A di Indonesia. Selain itu, terdapat 9352 ibu yang meninggal di Indonesia pada tahun 2013 (Tempo, 2014). Salah satu bentuk sediaan vitamin A yang beredar di Indonesia adalah kapsul. Kapsul adalah bentuk sediaan padat, dimana ia berisi satu bahan obat atau lebih dan/atau bahan inert lainnya yang dimasukkan ke dalam cangkang atau wadah kecil. Bahan utama untuk membuat cangkang kapsul keras adalah gelatin (Rabadiya, 2013; Ansel, 2008). Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen, yaitu komponen protein utama pada kulit, tulang, kulit jangat, dan jaringan penghubung dari tubuh binatang. Gelatin digolongkan sebagai turunan protein, karena didapat dari proses hidrolisis dan tidak terdapat di alam (Domb et. al, 1997). Kebutuhan dunia terhadap gelatin sangat besar. Laporan terakhir menunjukkan bahwa produksi gelatin dunia setiap tahunnya adalah sekitar 326.000 ton (Shyni et. al., 2013). 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2 Gelatin dapat dimanfaatkan diberbagai sektor industri, yaitu sektor industri makanan, farmasi, dan fotografi. Dalam industri makanan, gelatin dapat digunakan sebagai gelling agent pada gummy, penstabil pada marshmallow, pencegah kristalisasi gula pada manisan, pemberi bentuk dan pengikat pada daging, emulgator pada produk susu, dan lain-lain. Dalam industri farmasi, gelatin digunakan sebagai komponen pada cangkang kapsul keras dan kapsul lunak, granulasi, penyalut tablet, dan enkapsulasi. Penggunaan gelatin pada berbagai sediaan farmasi diperkirakan sebesar 17% dari konsumsi gelatin di dunia (Gelatin Manufacturers Institute of America, 2012). Gelatin yang digunakan dapat berasal dari berbagai sumber, yaitu kulit babi 44%, kulit sapi 28%, tulang sapi 27%, dan lainnya (misal gelatin ikan) 1% (Shyni et. al., 2013). Kulit babi memegang persentase paling besar karena bahan baku babi lebih banyak dan harganya lebih murah jika dibandingkan dengan sapi (Aisyah et. al, 2014). Penggunaan gelatin yang berasal dari babi dan sapi sebagai bahan baku ini menimbulkan masalah bagi seorang muslim yang merupakan agama mayoritas yang banyak dianut oleh penduduk di dunia, yaitu 22.43%. Mayoritas penduduk di Indonesia pun beragama Islam, yaitu dengan jumlah 1.6 Milyar penduduk pada tahun 2010 (Riaz dan Caundry, 2004; Republika, 2014). Agama Islam menjelaskan dalam Alqur’an dan Hadits bahwa salah satu sumber makanan yang diharamkan adalah babi dan turunannya. Surat Alqur’an yang menjelaskan tentang hal kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisa Aspergillus fumigatus dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Kultur Pada Sputum Penderita Batuk Kronis
2
78
88
Perbandingan Metode Kit Komersial dan SDS untuk Isolasi DNA Babi dan DNA Sapi dari Simulasi Cangkang Kapsul Keras untuk Deteksi Kehalalan Menggunakan Real-Time PCR (Polymerase Chain reaction)
2
11
82
Aplikasi Metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis) untuk Mengidentifikasi Sumber Gelatin pada Kapsul Keras
1
9
59
Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT
7
64
107
Perbandingan antara Metode SYBR Green dan Metode Hydrolysis Probe dalam Analisis DNA Gelatin Sapi dan DNA Gelatin Babi dengan Menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR)
1
62
90
Analisis Cemaran Daging Babi Pada Kornet Sapi di Wilayah Ciputat dengan Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR)
2
12
72
Deteksi DNA Babi dan DNA Sapi dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR)
1
8
66
Deteksi DNA Gelatin Sapi Dan Gelatin Babi Pada Simulasi Gummy Vitamin C Menggunakan Real -Time PCR Untuk Analisis Kehalalan
1
11
70
Analisis Cemaran Daging Babi pada Produk Bakso Sapi yang Beredar di Wilayah Ciputat Menggunakan Real- Time Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan Metode Hydrolysis Probe.
1
49
86
Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT
4
22
107
Aplikasi Metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis) untuk Mengidentifikasi Sumber Gelatin pada Kapsul Keras
1
18
59
Analisis Kandungan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi pada Cangkang Kapsul Keras yang Mengandung Vitamin A Menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction
0
12
80
Analisa Profil Protein Gelatin Sapi dan Gelatin Babi Gummy Vitamin C Menggunakan Metode SDSPAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis)
2
21
79
Deteksi Mutasi Gen Gyrase A Porphyromonas Gingivalis Resisten terhadap Ciprofloxacin berdasarkan teknik Polymerase Chain Reaction Detection of Gyrase A Mutation of Porphyromonas Gingivalis gene resistant to Ciprofloxacin by using Polymerase Chain Reaction
0
0
10
Perbandingan Metode SYBR Green dan Hydrolysis Probe dalam Analisis DNA Gelatin Sapi dan Babi Menggunakan Real Time PCR
0
0
8
Show more