Korelasi antara konformitas kelompok sebaya dengan hubungan interpersonal dalam keluarga pada remaja

Gratis

0
5
81
3 years ago
Preview
Full text
KORELASI ANTARA KONFORMITAS KELOMPOK SEBAYA DENGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL DALAM KELUARGA PADA REMAJA Oleh: SITI ROFl'AH NIM. 102070026064 ' Skripsi diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Psikologi ' FAKULTAS PSIKOLOGI UN!VERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1427 H / 2006 M KORELASI ANTARA KONFORMITAS KELOMPOK SEBAYA DENGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL DALAM KELUARGA PADA REMAJA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk Memenuhi Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S. Psi.) Oleh: SITI ROFl'AH NIM. 102070026064 Di Bawah Bimbingan Pembimbing I, \hJ;t Liany Luzvinda, M. Si. FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1427 H / 2006 M I HALAMANPENGESAHAN Skripsi yang berjudul "KORELASI ANTARA KONFORMITAS KELOMPOK SEBAYA DENGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL DALAM KELUARGA PADA REMAJA" telah diujikan dalam sidang Munaqasyah Fakulfas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 22 November 2006. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperolel1 gelar Sarjana Psikologi (S. Psi.). Jakarta, 22 November 2006 Sidang Munaqasyah M. Si. 50215938 Anggota Penguii 11, Ora. H'. Nett NIP. 150 rtati. M. Si. 5938 Pembimbing I, \ ' t't.llt£.J-t b。ュ「セョァ@ MOセ^ krl;cii, Ph.D NIP. 150326891 MOTTO: ''Jrai orang-orang yang 6eriman, pefifiara(afi dirimu cfan k,§(uargamu dari api nerak,a yang 6afian 6akg,rnya acfa(afi manusia cfan 6atu" ---- QS. At-Tahriim (66) : 6 ---- "Tiacfa suatu pem6erian pun yang (e6ifi utama dari orang tua k.§pacfa anak,nya, se(ain penclicfik,an yang 6aik," ----- Hadist Riwayat Hakim --- , L 7(}l p 0.01 ). (G) Daftar bacaan: 35 buku (1980 - 2006), 4 Website, 1 Jurnal IUTA PENGANTAR HBZAMG^NI|セiF@ Alhamdulillahirobbil 'aa/amiin, itulah kata-kata yang pertama kali terucap tatkala skripsi ini telah terselesaikan. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga skripsi yang berjudul "Korelasi Antara Konformitas Kelompok Sebaya. Dengan Hubungan Interpersonal Dalam Keluarga Pada Remaja", merupakan tugas akhir yang harus dipenuhi untuk mencapai gelar Sarjana Psikologi (S.Psi) dapat tersusun tepat pada waktu yang telah ditentukan. Shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. karena Beliaulah kita bisa terangkat pada derajat yang lebih tinggi. Skripsi ini dilatarbelakangi adanya kecenderungan remaja rnelakukan konformitas dengan teman-teman sebaya sehingga remaja lebih sering bersarna teman-temannya dari pada dengan keluarganya clan remaja yang lebih konfrom dengan teman-teman sebayanya akan menyebabkan hubungan interpersonal dalam keluarga menjadi renggang. Hubungan konformitas kelompok sebaya dengan hubungan interpersonal dalam keluarga dari hasil penelitian ini rnenunjukkan hubungan yang negatif. Dengan terselesaikannya skripsi ini merupakan langkah awal menuju langkah-langkah selanjutnya untuk kehidupan yang sesungguhnya, dimana pada dunia ini mernpakan tempat untuk mengaktualisasikan diri. Diuji dan menguji, menuntut dan dituntut kesabaran dalarn menjalankan kehidupan ini. Kepasrahan dalam menerima semua kehendak dan ketentuan Allah. Penulis ucapkan terirna kasih atas do'a dan dukungannya, semoga rahmat dan karunia Allah senantiasa melimpahi kita. Kelancaran pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi ini tidak lepas dari arahan, bimbingan, dorongan, dan bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu, dengan hati yang tulus penulis rnengucapkan terima kasih yang setinggitingginya khususnya kepada : 1. Kedua orang tuaku tercinta H. Abdul Rosyid dan Hj. Siti Aminah yang telah mendidik dan membimbing kami dengan kasih sayang, perhatian yang tak terhingga. 2. Suamiku tercinta H. Achmad Sofyan yang telah memberikan semangat, dukungan dan perhatiannya. Semoga keluarga kita mencapai sukses dunia akhirat. 3. Oekan Fakultas Psikologi lbu Ora. Hj. Netty Hartati, M.Si, beserta dewan dekanat dan civitas akademika Psikologi yang tidak penulis sebutkan satu persatu. 4. Bapak Ors. Sulistiyono, M.Si., selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, ilmu, pengalaman dan semangat dalam memotivasi'penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini. 5. lbu liany Luzvinda, M.Si selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, ilmu, dan semangat dalam memotivasi penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini, semoga apa yang bapak dan ibu lakukan menjadi ·amal ibadah dihadapan Allah Swt. 6. Kepada teman-temanku yang berada di sekolah Madrasah Aliyah Negeri 4 Model Jakarta terima kasih atas kesediaannya untuk menjadi subyek dalam penelitian ini, dan sahabat-sahabatku yang terbaik dikelas 0. Penulis menyadari masih terdapat kelemahan dan kekurangan dalam skripsi ini untuk itu mohon dimaklumi karena tak ada gading yang tak retak. Semoga hasil penelitian ini memberi manfaat yang sebanyak-banyaknya kepada para pembaca. Jaka1ia, November 2006 Penulis Siti Rofi'ah DAFTAR ISi HALAMAN JUDUL . HALAMAN PERSETUJUAN . ii HALAMAN PENGESAHAN . iii MOTTO . iv DEDIKASI . v ABSTRAK . vi KAT A PENGANTAR. viii DAFTAR ISi . DAFTAR TAB EL . セN@ x xiv DAFTAR GAMBAR . xvii DAFTAR LAMPIRAN . xviii BAB 1 PENDAHULUAN . 1 - 10 1.1. Latar Belakang Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 1.2. ldentifikasi Masalah . 6 1.3. Pembatasan dan Perumusan Masalah . 7 1.3.1. Pembatasan masalah . 7 1.3.2. Perumusan masalah . 8 1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian . 8 1.4.1. Tujuan penelitian . 8 BAB 2 1.4.2. Manfaat penelitian . . . . . . . . . . 8 1.5. Sistematika Penulisan. 9 KAJIAN PUSTAKA. 11 - 48 2.1. Remaja. . . . . . . . . . . . . . . . 11 2.1.1. · Pengertian dan batasan usia remaja. . . . . . . . . 11 2.1.2. Perkembangan masa remaja. 13 2.1.3. Kebutuhan Remaja . 18 2.2. Kelompok Sebaya. . . . . . . . . . . . . . . . 20 2.2.1. Pengertian kelompok sebaya. . . . . . . . . . . . . . 20 2.2.2. Fungsi kelompok sebaya . 21 2.2.3. Struktur dalam kelompok sebaya. 23 2.2.4. Faktor-faktor yang menyebabkan remaja diterima dan ditolak dalam kelompok sebaya. 25 2.3. Konformitas. 27 2.3.1. Pengertian konformitas . 27 2.3.2. Jenis konformitas. 30 2.3.3. Keadaan yang mendorong terjadinya konformitas . 32 2.4. Hubungan Interpersonal . . 36 2.4.1. Pengertian hubungan interpersonal. 36 2.4.2. Keefektifan hubungan interpersonal. 37 2.4.3. Teori-teori hubungan interpersonal. 38 2.4.4. Tahapan-tahapan hubungan interpersonal. 41 2.4.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan ·interpersonal . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 43 2.5. Kerangka Berpikir . 46 2.6. Hipotesis Penelitian . . . . 48 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 49- 67 3.1. Jen is Penelitian . . . 49 3.1.1. Pendekatan penelitian . . 49 3.1.2. Metode penelitian . 50 3.2. Variabel Penelitian . . 50 3.2.1. Definisi konseptual. . . . . . . . . . . . . . . . . 51 3.2.2. Definisi operasional variabel . 51 3.2.2.1. lndikator perilaku konformitas . . 52 3.2.2.2. lndikator hubungan interpersonal . 53 3.3. Pengambilan Sampel. 54 3.3.1. Populasi dan sampel . 54 3.3.2. Teknik pengambilan sampel . 55 3.4. Teknik Pengumpulan Data. 56 3.5. lnstrumen Penelitian . 57 3.5.1. Skala konformitas kelompok sebaya . . 57 3.5.2. Skala hubungan interpersonal. 60 BAB 4 BAB 5 3.6. Teknik Uji lnstrumen . . . 62 3.6.1. Uji validitas skala . 62 3.6.2. Uji reliabilitas ska la . . . . . . . . . 63 3.7. Teknik Analisis Data. 64 3.8. Prosedur Penelitian. . 65 PRESENTASI DAN ANALISIS DATA . 68- 89 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian. 68 4.2. Presentasi dan Analisis Data. 83 4.2.1. Uji instrumen penelitian . 83 4.2.2. Uji persyaratan . . 84 4.2.3. Uji hipotesis ····················································'··················· 88 4.2.4. Uji signifikansi . . . . . 89 KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN . 90 - 94 5.1. Kesimpulan . . . 90 5.2. Diskusi . . . 91 5.3. Saran . . . . . 93 DAFTAR PUSTAKA-. 95 - 97 LAMPIRAN . 98 - 122 DAFTAR TABEL Tabel 3.1. Pengambilan sampel . 55 Tabel 3.2. Bobot nilai. 57 Tabel 3.3. Blue print skala konformitas kelompok sebaya. 58 Tabel 3.4. Blue print penelitian ska la konformitas kelompok sebaya . . 59 Tabel 3.5. Blue print skala hubungan interpersonal. 60 Tabel 3.6. Blue print penelitian skala hubungan interpersonal. 61 Tabel 4.1. Gambaran subyek berdasarkan usia dan jenis kelamin . 68 Tabel 4.2. Gambaran subyek berdasarkan tingkatan kelas. 69 Tabel 4.3. Gambaran subyek berdasarkan urutan anak . 69 Tabel 4.4. Gambaran subyek berdasarkan pekerjaan orang tua. 70 Tabel 4.5. Gambaran subyek berdasarkan jumlah teman kelompok. 70 Tabel 4.6. Gambaran subyek berdasarkan aktivitas bersama teman kelompok . 71 Tabel 4.7. Statistik skor konformitas kelompok sebaya laki-laki . 72 Tabel 4.8. lnterperetasi skor konformitas kelompok sebaya laki-laki. 72 Tabel 4.9. Kategorisasi konformitas kelompok sebaya laki-laki. 73 Tabel 4.10. Statistik skor konformitas kelompok sebaya perempuan. 73 Tabel 4.11. lnterpretasi skor konformitas kelompok sebaya perempuan . 73 Tabel 4.12. Kategorisasi konformitas kelompok sebaya perempuan . 74 Tabel 4.13. Kategorisasi tingkat konformitas kelompok sebaya berdasarkan usia . 74 Tabel 4.14. Kategorisasi tingkat konformitas kelompok sebaya berdasarkan jenis kelamin . 75 Tabel 4.15. Kategorisasi tingkat konformitas kelompok sebaya berdasarkan tingkatan kelas. 75 Tabel 4.16. Kategorisasi tingkat konformitas kelompok sebaya berdasarkan urutan anak. . . . . . 76 Tabel 4.17. Kategorisasi tingkat konformitas kelompok sebaya berdasarkan pekerjaan orang tua. . . . . . . . . . . . . 76 Tabel 4.18. Kategorisasi tingkat konformitas kelompok sebaya berdasarkan jumlah teman dalam kelompok. . . . . . . . . . . . . . . 77 Tabel 4.19. Statistik skor hubungan interpersonal laki-laki. . . . . . 77 Tabel 4.20. lnterpretasi skor hubungan interpersonal laki-laki . . 78 Tabel 4.21. Kategorisasi hubungan interpersonal laki-laki . 78 Tabel 4.22. Statistik skor hubungan interpersonal perempuan. 79 kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

perbedaan masing-masing faktor yang mempengaruhi konformitas kelompok sebaya pada remaja berdasarkan ipe kepribadian
1
12
118
Hubungan antara konformitas kelompok sebaya dengan kenakalan pada remaja awal siswa MTS al Hidayah Depok
0
12
119
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA Hubungan Antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri Pada Remaja.
0
2
17
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA Hubungan Antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri Pada Remaja.
0
2
11
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA Hubungan Antara Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Smk Al-Islam Surakarta.
1
7
20
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA Hubungan Antara Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Smk Al-Islam Surakarta.
0
4
16
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA Hubungan Antara Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Merokok Pada Remaja SMK AL-Islam Surakarta.
5
30
19
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU AGRESI PADA REMAJA Hubungan antara Konformitas dengan Perilaku Agresi pada Remaja.
0
3
23
Hubungan antara konformitas kelompok teman sebaya dengan resiliensi pada remaja awal.
1
4
194
SOP KOORDINASI DAN KOMUNIKASI ANTARA P
0
0
1
Analisa hubungan antara kepuasan konsume
0
0
15
Analisis Hubungan Antara Pemanfaatan Fas
0
0
11
BEBERAPA ASPEK PENTING DALAM HUBUNGAN AN
0
0
13
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Konformitas Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri RemajaHubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Konformitas Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri Remaja
0
0
9
Hubungan antara konformitas kelompok teman sebaya dengan resiliensi pada remaja awal - USD Repository
0
1
192
Show more