Feedback

PERANCANGAN DAN ANALISIS ALAT UJI GETARAN PAKSA MENGGUNAKAN FFT (FAST FOURIER TRANSFORM)

 19  183  19  2017-02-14 20:59:24 Report infringing document
Informasi dokumen
PERANCANGAN DAN ANALISIS ALAT UJI GETARAN PAKSA MENGGUNAKAN FFT (FAST FOURIER TRANSFORM) TUGAS AKHIR Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Mesin Disusun Oleh : ADI VERIY WEDIYANTO 06510055 FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011 HALAMN JUDUL PERANCANGAN DAN ANALISIS ALAT UJI GETARAN PAKSA MENGGUNAKAN FFT (FAST FOURIER TRANSFORM) TUGAS AKHIR Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Mesin Disusun Oleh : ADI VERIY WEDIYANTO 06510055 FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011 LEMBAR PERSEMBAHAN Bismillahirrohmanirrohim Kupersembahakn tugas akhirku ini untuk ; Kedua Orang Tuaku yang tiada pernah bosan mendoakanku dan memeberikan semangat selalu, ucapan terimakasihku mungkin jauh dari pengorbanan yang telah Bapak dan Ibu berikan kepadaku. Semoga amal perbuatan Bapak dan Ibu selalu dicatat menjadi amal kebaikan oleh ALLAH SWT. Buat kakak – kakakku yaitu Adi Santoso dan Kurnia Fitri terima kasih untuk dukungannya selama ini. Buat keluarga KBku yang selalu memberikan keramaian buatku. Terima kasih semuanya karena dengan keramaian kalian saya bisa selalu tersenyum. Buat teman-temanku semua, terima ksaih atas dukungannya. Yang terakhir bibit – bibit generasi bangsa. Agar menjadi sebuah inspirasi dan semangat untuk pengembangan dalm bidang iptek , Dan semoga dirido’i oleh alloh swt. Perancangan Dan Analisa Alat Uji Getaran Paksa Menggunakan FFT ( Fast Fourier Transform ) Oleh : Adi Veriy Wedi Yanto 06510055. Pembimbing I : Budiono, S.Si, MT Pembimbing II : Moh. Jufri, ST, MT Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang. ABSTRAKSI Alat uji getaran akibat massa unbalance pada plat ditumpu sederhana menggunakan sistem software matlab adalah analisa alat uji getaran dimana kemudian dijadikan suatu sarana yang dapat menunjang pada perkuliahan, tanpa meniggalakan segi ketelitian dan keprisisian pengamatan sehingga memenuhi standar ketika dipakai menganalisa suatu permasalahan. Disamping itu mengingat pentingnya sebuah metode dalam sebuah perancangan maka digunakanlah metode Pahl dan Beitz dalam metode perancangan ini. Dengan metode pahl dan beitz melalui 4 fase yaitu,Perencanaan dan penjelasan tugas,Perancangan konsep produk, dan Perancangan bentuk produk. Kemudian didapatlah sebuah konsep produk yang memenuhi criteria yang dibutuhkan yaitu alat uji getaran dari preliminary layout yang dibuat, kemudian dihasilkan definitive layout yang siap dilakukan perancangan detail dan perhitungan. Dari perancangan detai kemudian dibuat sebuah alat uji getaran, dalam pengujian alat uji getaran ini menggunakan sistem akuisis data dengan software matlab. Dari pengujian alat ini, akan didapatkan data frekuensi alami atau frekuensi pribadi yang ditampilkan dalam bentuk singanl. Kata kunci : Getaran, alat uji, FFT ( Fast Fourier Transform ),Frekuensi Pribadi Design And Analysis Of Forced Vibration Test Equipment Use FFT ( Fast Fourier Transform ) By: Adi Veriy Wedi Yanto 06510055. Mentors I: Budiono, S. Si, MT Advisor II: Moh. Jufri, ST, MT Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Malang ABSTRACT Vibration test equipment due to mass unbalance on the simply supported plate using matlab software system is the analysis of vibration test equipment which then turned into a means to support the lecture, without leaving accurate observations in terms of accuracy and thus meet the standards when used to analyze a problem. Besides, considering the importance of a method in a design of the Pahl and Beitz method is used in this design method. By Pahl and Beitz method through four phases, namely, Planning and explanation of tasks, design of product concepts, and design of product form. Then didapatlah a product concept which meets the required criteria of vibration test equipment from the preliminary layout are made, then the resulting layout is ready to be definitive design details and calculations. From design then created a vibration test equipment, vibration test equipment in testing this using a data acquisition system with matlab software. From testing this tool, will get the natural frequency or frequency data are displayed in the form of personal singanl. Key words: Vibration, test equipment, FFT ( Fast Fourier Transform ), Private Frequency KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb Alhamdulillah, atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya Tugas Akhir ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW dan keluarga, sahabat, serta pengikutnya hingga akhir zaman. Selanjutnya penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak . Tugas Akhir ini dapat terwujud atas bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Kedua orang tuaku tercinta, yang jasa-jasa mereka tidak dapat terwakilkan dengan tulisan. Jazaahumullahu khoiron katsiiro.amien. 2. Budiono, Ssi. MT. dan Moh. Jufri, ST, MT yang telah dengan sabar membimbing penulis dalam menempuh perkuliahan serta penyusunan Tugas Akhir. 3. Seluruh dosen Teknik mesin yang telah sabar membimbing penulis selama masa kuliah. 4. Kakak-kakakku yang telah memberikan dukungan selama ini. 5. Keluarga KB saya yang selalu memberi dukungan yaitu, Erick Toyib, Cucu Recha dan Cucu Retno. 6. Teman – teman Teknik Mesin Angkatan 2006 terima kasih semuanya. 7. Temen – kos saya yang selalu meramaikan kosan dan temen saya yang bernama Faridha yang selalu memberi dukungan. Terima kasih semuanya. 8. Temen-temen lab Fisika,Sience Think n anak-anak Polban. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Penulis berharap tugas akhir ini berguna bagi semua pihak khususnya untuk pengembangan sistem control dan automatisasi industri yang berkembang saat ini. Wassalamu’alaikum Wr.Wb Malang, 23 November 2011 Penulis DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL . i POSTER . ii LEMBAR PENGESAHAN . iii LEMBAR KONSULTASI/ASISTENSI . iv LEMBAR SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT . v LEMBAR PERSEMBAHAN. . vi ABSTRAKSI INDONESIA . vii ABSTRAKSI INGGRIS . viii KATA PENGANTAR . ix DAFTAR ISI . x DAFTAR GAMBAR . xi BAB I PENDAHULUAN . 1 Latar Belakang . 1 Rumusan Masalah . 2 Batasan Masalah . 2 Tujuan . 2 Metode . 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA . 4 Getaran Atau Vibrasi . 4 Pengelompokan getaran . 5 2.2.1 Getaran Bebas dan Getaran Paksa . 5 2.2.2 Getaran Teredam dan Tak Teredam . 6 2.2.3 Getaran Deterministic Dan Random . 7 Perangkat Analisis Sinyal Getaran . 8 2.3.1 Sensor Getaran . 8 Microkontroler . 10 2.4.1 Pengertian Mikrokontroler . 10 Jenis Program yang Digunakan . 13 2.5.1 Matlab . 13 2.5.1.1 Pengertian Matlab . 13 2.5.1.2 Sejarah Matlab . 14 2.5.1.3 Sintaksis . 15 2.5.1.4 Variabel . 16 2.5.1.5 Vektor/Matrik . 17 2.5.1.6 Semicolons . 20 2.5.1.7 Grafik . 20 2.5.1.8 Struktur . 23 2.5.1.9 Fungsi Handles . 23 2.5.2 Fast Fourier Transform (FFT) . 24 BAB III 2.5.2.1 Pengertian Fast Fourier Transform (FFT) . 24 2.5.2.2 Definisi dan Kecepatan . 25 2.5.2.3 Algoritma . 27 METODOLOGI PERANCANGAN . 39 Diagram Alir Perancangan Alat Uji Getaran Paksa . 39 Perancangan dan Penjelasan Aalat Uji Getaran Paksa . 39 Perancangan Konsep Alat Uji Getaran Paksa . 41 Perancangan Bentuk . 41 Rancangan Mekanik . 41 Perancangan Perangkat Lunak . 44 Matlab R2010a . 45 Perancangan Sistem . 47 BAB IV PEMBAHASAN . 48 Penjelasan Desai Konstruksi . 49 Perhitungan Permodelan . 52 Permodelan Sofware . 53 Data Hasil Pengamatan . 53 BAB V PENUTUP . 58 Kesimpulan. 58 Saran . 58 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Macam – Macam Getaran Gambar 2.2 Grafik Tiga Dimensi Dapat Dibuat Dengan Menggunakan Fungsi Surf, Plot3 atau Mesh Gambar 2.3 Grafik 3D Sinus Gambar 2.4 Grafik 3D Cosinus Gambar 3.1 Balok Ditumpu Sederhana Gambar 3.2 Desain Alat Uji Getaran Paksa Gambar 3.3 Sistem Pengambilan Data Gambar 4.1 Motor Dengan Piringan Tak Seimbang Ditumpu Sederhana Gambar 4.2 Pemodelan Dari Gambar Gambar 4.3 Grafik Accelerometer dengan V=1.2520 RPS Gambar 4.4 Grafik Accelerometer dengan V=8.4715 RPS Gambar 4.5 Grafik Accelerometer dengan V=10.0041 RPS Gambar 4.6 Grafik Amplitudo Gambar 4.7 Grafik Frekuensi DAFTAR PUSTAKA Away Abdia Gunaidi, (2006), Matlab Programming,Informatika, Bandung Sewoyo Trihono, Ir, MT, Satuan Acara Perkuliahan Universitas Muhammadiyah Malang, UMM Popov. E.P. (1996), Mekanika Teknik (Mechanics Of Material), Erlangga, Jakarta Popov.E.P.(1996), Mekanika Teknik (Mechainics Of Material) Kunci Jawaban, Erlangga, Jakarta. http://en.wikipedia.org/wiki/Fast_Fourier_transform http://www.scribd.com/doc/21883526/Pengenalan-Matlab BAB I PENDAHULAUAN 1.1. Latar Belakang Getaran adalah suatu gerak bolak-balik di sekitar kesetimbangan. Kesetimbangan di sini maksudnya adalah keadaan dimana suatu benda berada pada posisi diam jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut. Getaran mempunyai amplitudo (jarak simpangan terjauh dengan titik tengah) yang sama. Getaran akan terjadi pada suatu sistem mesin bila suatu sistem mesin mendapat gangguan dan getaran yang timbul juga berlebihan. Bila frekuensi operasinya menghampiri atau sama dengan salah satu frekuensi alamiah, yang selanjutnya disebut dengan frekuensi pribadi dari sistem tersebut. Dan bila hal ini terjadi maka getaran amplitudo getaran akan semakin bertambah atau membesar dan akan menyebabkan semakin besarnya getaran pada sistem tersebut. Bagi seorang engginer mengetahui apa itu frekuensi pribadi dan bagaimana cara mengatasinya merupakan suatu keharusan. Apabila dalam merancang suatu mesin frekuensi pribadinya tidak diketahui maka akan berakibat fatal pada mesin yang dirancangnya. Untuk mengetahui hal tersebut diperlukan suatu alat peraga untuk menunjang dalam menganalalisa frekuensi pribadi. Jadi kami merancang alat peraga tersebut untuk memudahkan seoarang enggir untuk mengetahui dan menganalisa frekuensi pribadi. 1 Alat tersebut berupa alat peraga dengan system hambalan. System kerja alat tersebut ada;ah dengan cara motor yang diletakkan daitas sebuah plat besi akan berputar. Plat tersebut akan bergetar yang disebabkan oleh motor yamng berputar. Untuk mendapatkan datanya kami menggunakan accelerometer sebagai sensornya. Dan untuk mengolah data tersebut kami menggunakan metode FFT (fast fourier transaform) sebagai bahasa pemrogramannya karena data yang dianalisa berupa suatu frekuensi. Dengan metode ini maka akan lebih mudah untuk mengetahui menganalisa frekuensi pribadinya. 1.2. Rumusan Masalah Bagaimana menganalisis suatu getaran paksa dengan menggunakan FFT ( fast fourier transform ) sebagai aplikasinya. 1.3. Batasan Masalah Untuk mencapai tujuan di atas, maka perlunya ada batasan massalah. Adapun batasan masalahnya adalah sebagai berikut : Alat uji yang dirancang adalah alat uji getaran paksa. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa FFT (Fast Fourier transform). Program MATLAB yang dibuat langsung dilakukan percobaan pada alat uji getaran paksa. 2 Program langsung akan menganlisis getaran yang terjadi pada alat uji getaran paksa. 1.4. Tujuan a. Merancang alat uji getaran paksa untuk mempermudah pengambilan data. b. Merancang program untuk mempermudah menganalisis getaran yang terjadi pada alat tersebut. 1.5. Metode Metodologi yang digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir ini adalah : a. Studi Literatur mengenai getaran paksa. b. Studi Literatur mengenai MATLAB dan FFT (Fast Fourier transform).Studi proses, yaitu mengamati dan mempelajari secara langsung tentang proses yang terjadi pada alat uji getaran paksa serta parameter yang mempengaruhi. c. Pengambilan data dan anilisis dengan menggunakan FFT (Fast Fourier transform). d. Kesimpulan. 3 kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
PERANCANGAN DAN ANALISIS ALAT UJI GETARAN PAKSA MENGGUNAKAN FFT (FAST FOURIER TRANSFORM)
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Fast Fourier Transform Fft

Fast Fourier Transform

Alatspektrofotometer Fourier Transform

Upload teratas

PERANCANGAN DAN ANALISIS ALAT UJI GETARAN PAKSA MENGGUNAKAN FFT (FAST FOURIER TRANSFORM)

Gratis