Pendekatan Ilmiah pada Materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit dalam Meningkatkan Keterampilan Elaborasi

Gratis

0
66
187
2 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK PENDEKATAN ILMIAH PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN ELABORASI Oleh GAMILLA NURI UTAMI Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pendekatan ilmiah terhadap keterampilan siswa dalam mengelaborasi pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Bandar Lampung semester genap Tahun 2013-2014 dengan kelas X2 dan X3 sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Efektivitas pendekatan ilmiah ditunjukkan oleh perbedaan n-Gain yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata nGain keterampilan siswa dalam mengelaborasi untuk kelas kontrol dan eksperimen masing-masing 0,47 dan 0,65. Berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan uji-t, disimpulkan bahwa secara statistik rata-rata n-Gain keterampilan siswa dalam mengelaborasi pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit pada kelas yang diterapkan pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah lebih tinggi Gamilla Nuri Utami daripada rata-rata n-Gain keterampilan siswa dalam mengelaborasi pada kelas yang diterapkan pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran materi larutan elektrolit dan nonelektrolit menggunakan pendekatan ilmiah efektif dalam meningkatkan keterampilan elaborasi. Kata kunci: elektrolit dan nonelektrolit, keterampilan elaborasi, pendekatan ilmiah iii RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 21 November 1992 sebagai putri kedua dari lima bersaudara buah hati Bapak Ir. H. Yose Sebastian, M.Si dan Ibu Hj. Firganefi, S.H.,M.H. Pendidikan formalnya dimulai di SD Negeri 2 Perumnas Way Halim diselesaikan tahun 2004, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 2 Bandar Lampung tahun 2007, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 3 Bandar Lampung tahun 2010. Tahun 2010, terdaftar sebagai Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Lampung melalui jalur Tes SNMPTN. Sejak semester pertama hingga semester tujuh, penulis mendapatkan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Penulis pernah menjadi asisten praktikum Kimia Dasar tahun 2011 dan Dasar-Dasar Pemisahan Analitik tahun 2013. Pada akhir semester lima, penulis mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Jakarta – Surabaya – Yogyakarta – Bandung, kemudian pada akhir semester enam mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Pesisir Selatan dan juga Kuliah Kerja Nyata Kependidikan Teritegrasi (KKN-KT) di Desa Biha, Kec.Pesisir Selatan, Kab. Pesisir Barat. PERSEMBAHAN Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin, dengan rasa syukur yang begitu besar kepada Allah SWT, karya sederhana ini kudedikasikan teruntuk:  Papa Ir. H. Yose Sebastian, M.Si dan Mama Hj. Firganefi, S.H., M.H. sosok inspiratif luar biasa yang telah memberikan curahan kasih sayangnya yang tak terhingga sampai saat ini. Terimakasih untuk segala bentuk pengorbanan, perjuangan maha hebat, jerih payah tanpa kenal lelah, ilmu yang tak ternilai, cucuran keringat yang tak terbayar, serta do’a yang tak pernah putus. Semoga ananda dapat membahagiakan dan membanggakan mama dan papa.  Uda Taufik Nugraha Agassi, S.TP., dan adik-adikku, Tarissa Niswatun Aunillah, Prima Qonitha Rahmah, sebagai pelipur lara yang telah membagi suka, cita, canda, tawa, dan senantiasa menyemangati juga mendukungku serta adik lakilakiku satu-satunya, (alm) M. Rahmadi Ryosfinanda yang InsyaAllah akan menjadi tameng bagiku di akhirat kelak.  Seluruh keluarga besar tercinta dan sahabat-sahabat yang kusayangi pendengar keluh kesah sekaligus super motivator yang telah memberi goresan warnawarni keceriaan, pengalaman hidup berharga, dan coretan kisah indah yang akan selalu abadi dalam ingatan.  Almamater yang telah mendewasakanku, Universitas Lampung MOTO Syukur itu pangkal bahagia; bersyukurlah untuk hal kecil, maka akan kamu dapatkan hal yang jauh lebih besar (Gamilla Nuri Utami) Life is like riding a bicycle; keep your balance and you can stay riding on (Gilang Santoso) Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia (Nelson Mandela) SANWACANA Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga terselesaikannya skripsi yang berjudul “Pendekatan Ilmiah pada Materi Larutan Elektrolit Dan Nonelektrolit Dalam Meningkatkan Keterampilan Elaborasi”. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah pada Rasullullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta umat-Nya yang senantiasa istiqomah di jalan-Nya. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan FKIP Unila. 2. Bapak Drs. Caswita, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA. 3. Ibu Dr. Noor Fadiawati, M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Kimia serta Pembimbing I, terima kasih atas kesediaannya memberi bimbingan dan motivasi di sela-sela kesibukan. 4. Ibu Dr. Ratu Betta Rudibyani, M.Si. selaku Pembimbing Akademik serta Pembimbing II, terima kasih atas kesediaan dan kesabarannya memberi bimbingan dan motivasi, sudi menjadi tempat berbagi. 5. Ibu Dra. Nina Kadaritna, M.Si. selaku Pembahas, terima kasih atas kritik dan saran untuk perbaikan skripsi. 6. Dosen-dosen Program Studi Pendidikan Kimia dan segenap civitas akademik Jurusan Pendidikan MIPA, terima kasih atas ilmu yang telah Bapak/Ibu berikan. 7. Bapak Drs. Hi. Ahyauddin, M.Pd. selaku Kepala Sekolah, atas izin yang diberikan untuk melaksanakan penelitian, Ibu Dra. Silmiawati sebagai Guru Mitra atas waktu yang diberikan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian, kak Ralek Pirdana selaku laboran yang telah banyak membantu selama kegiatan praktikum, dan seluruh Siswa, Guru dan staf SMA Negeri 5 Bandar Lampung atas kerjasama dan bantuannya selama penelitian. 8. Mama dan Papa yang dimuliakan Allah SWT, atas restu dan doa untuk kelancaran penelitian dan keberhasilan mengenyam studi ini. 9. Uda Aci, Ica, Qonita atas semangat dan keceriaannya sebagai pelipur lara. 10. Sinta dan Cicha, tim skripsi yang kompak. Terimakasih atas kerjasamanya. 11. Ali, Dhila, Echy, Frida, Heru, Kenia, Sinta, Wiwit, terimakasih untuk persahabatan yang indah selama ± 4 tahun ini. Kebersamaan yang telah kita lalui tidak akan pernah terlupakan. 12. Om An, Bang Adek, Iki, Ifa, Aini, Abang, Tara, Farhan, Robby, Ayu, Eka, Ferry, serta teman-teman P.Kimia „10, ChemsBee, Soul Society, keluarga Walang Sangit Biha, Hafara Family, atas dukungan dan motivasinya, serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan berupa rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Akhirnya, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Bandarlampung, Penulis, Juli 2014 Gamilla Nuri Utami xii DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xvii I. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 A. Latar Belakang .................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian ................................................................................ 5 D. Manfaat Penelitian .............................................................................. 5 E. Ruang Lingkup Penelitian.................................................................... 6 II. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 7 A. Pembelajaran Konstruktivisme ........................................................... 7 B. Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) ............................................ 9 C. Kemampuan Berpikir Kreatif ............................................................. 17 D. Konsep ................................................................................................ 21 E. Kerangka Pemikiran ............................................................................ 24 F. Anggapan Dasar .................................................................................. 26 G. Hipotesis Penelitian ............................................................................ 26 xiii III. METODOLOGI PENELITIAN ................................................................. 27 A. Populasi dan Sampel ........................................................................... 27 B. Jenis dan Sumber Data ........................................................................ 28 C. Metode dan Desain Penelitian ............................................................ 28 D. Variabel Penelitian .............................................................................. 29 E. Instrumen Penelitian dan Validitasnya ................................................ 29 F. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ......................................................... 31 G. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis .................................... 32 IV. HASIL PENELITIAN, TEMUAN, DAN PEMBAHASAN ............... 39 A. Hasil Penelitian dan Analisis Data ................................................ 39 B. Temuan dan Pembahasan .............................................................. 47 V. SIMPULAN DAN SARAN ................................................................. 64 A. Simpulan ....................................................................................... 64 B. Saran ............................................................................................. 64 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 65 LAMPIRAN ...................................................................................................... 67 1. Analisis SKL-KI-KD-Indikator .......................................................... 68 2. Silabus Eksperimen ............................................................................. 76 3. RPP Eksperimen ................................................................................. 95 4. LKS ..................................................................................................... 114 5. Kisi-Kisi Soal Pretes dan Soal Postes .................................................. 139 6. Soal Pretes ........................................................................................... 146 7. Soal Postes .......................................................................................... 149 xiv 8. Rubrik Penilaian Soal Pretes dan Soal Postes ..................................... 152 9. Data Penilaian Afektif.......................................................................... 159 10. Rubrik Penilaian Perilaku .................................................................... 165 11. Data Penilaian Psikomotor ................................................................... 169 12. Data Observasi Kinerja Guru ............................................................... 171 13. Data Pemeriksaan Jawaban Pretes dan Postes ..................................... 177 14. Data Nilai Pretes, Nilai Postes dan n-Gain .......................................... 185 15. Perhitungan .......................................................................................... 186 16. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian .............................. 197 xv iii DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Perilaku Siswa dalam Keterampilan Kognitif Kreatif ............................... 18 2. Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif ...................................................... 20 3. Analisis Konsep Materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit .................... 22 4. Desain Penelitian ........................................................................................ 28 5. Nilai-nilai uji normalitas terhadap nilai pretes ............................................ 41 6. Nilai-nilai uji homogenitas terhadap nilai pretes ........................................ 42 7. Nilai-nilai uji kesamaan dua rata-rata terhadap nilai pretes ........................ 42 8. Nilai-nilai uji normalitas terhadap nilai n-Gain .......................................... 45 9. Nilai-nilai uji homogenitas terhadap nilai n-Gain ...................................... 45 10. Nilai-nilai uji perbedaan dua rata-rata terhadap nilai n-Gain ..................... 46 ANALISIS SKL-KI-KD SKL Dimensi Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain KI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2.Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan KD 1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi Indikator 1.1.1. Mensyukuri keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME sehingga manusia dengan pemikiran kreatifnya dapat menggolongkan larutan kedalam larutan elektrolit dan nonelektrolit 2.1.1 Antusias dalam melakukan percobaan daya hantar listrik larutan 2.1.2 Banyak bertanya. 2.1.3 Mengemukakan pendapat. 2.1.4 Disiplin dalam melakukan kegiatan pembelajaran maupun diskusi dalam kelompok. 2.1.5 Ulet dalam mencari sumber pengetahuan yang mendukung Indikator keterampilan Lampiran 1 68 69 sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi 2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan penyelesaian masalah elektrolit dan nonelektrolit 2.1.6 Jujur dalam menggunakan data percobaan untuk menyimpulkan pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit 2.1.7 Teliti dalam mengolah dan menganalisis data percobaan untuk membedakan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit 2.1.8 Kritis dalam merancang percobaan 2.1.9 Kreatif dalam merancang percobaan 2.1.10 Bertanggung jawab Dimensi Pengetahuan Memiliki pengetahuan 3. Memahami, menerapkan, Menganalisis pengetahuan 3.8 Menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit 2.2.11 Bekerjasama dalam melakukan percobaan dan mengerjakan LKS dalam materi elektrolit dan nonelektrolit 3.8.1. Menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit 3.8.2. Menjelaskan pengertian larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah 1. Mampu memahami serta menanggapi suatu masalah 70 faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain. faktual, berdasarkan daya konseptual, hantar listriknya prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.8.3. Menjelaskan penyebab larutan elektrolit 2. Mampu memberikan banyak dapat menghantarkan arus listrik jawaban dalam suatu masalah, 3.8.4. Menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit. 3.8.5. Menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit kuat dan lemah 1. mampu memberikan gagasan jawaban secara bervariassi 2. Mampu mengembangkan gagasan mengenai suatu masalah 3.8.6. menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar 1.mampu mencetuskan banyak jawaban 2.mampu mengenali larutan elektrolit dan nonelektrolit 3.8.7. menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit yang berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 1.mampu menanggapi suatu masalah 2.mampu mencetuskan banyak jawaban yang bervariasi 3.mampu mengembangkan gagasan dari suatu masalah 4.mampu mengenali larutan elektrolit yang berupa senyawa ion dan senyawa kovalen 71 Dimensi Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya. 4.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.8 Merancang, 1. melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk mengetahui sifat larutan elektrolit dan 2. larutan nonelektrolit 3. 4. 5. 6. 7. Mengamati fenomena alam mengenai 1. Mampu menghasilkan gagasan daya hantar listrik dari beberapa larutan. yang bervariasi 2. Mampu mendeteksi suatu fenomena yang diamati Mengidentifikasi jenis-jenis larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Merumuskan masalah dari fenomena tersebut Merumuskan hipotesis percobaan dari fenomena tersebut. 1. Mampu mendeteksi suatu masalah. 2. Mampu mengemukakan gagasan yang bervariasi terhadap suatu masalah. Menentukan variabel bebas,terikat,dan kontrol untuk percobaan daya hantar listrik larutan. Mengendalikan variabel bebas,terikat,dan control untuk percobaan daya hantar listrik larutan. 1. Mampu menghasilkan jawaban yang bervariasi 2. Mampu mendeteksi suatu masalah 3. Mampu memperkaya gagasan suatu masalah Menyusun prosedur sederhana secara garis besar berdasarkan rancangan variabelnya. 1. Mampu menghasilkan gagasan yang bervariasi 72 8. Melakukan percobaan daya hantar listrik larutan. 9. Mengamati nyala lampu dan gelembung 1.Mampu mendeteksi dan gas yang terjadi pada larutan yang diuji. memahami suatu masalah. Membandingkan nyala lampu dan gelembung gas yang terjadi pada larutan yang diuji. 10. 11. 12. 13. 14. Mengelompokkan larutan-larutan yang termasuk larutan elektrolit dan nonelektrolit. Mengelompokkan larutan-larutan yang termasuk larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah. 2. Mampu mendeteksi suatu masalah 3. Mampu memperkaya gagasan suatu masalah 1. Mampu mengenali suatu masalah. 2. Mampu mengembangkan gagasan suatu masalah Mengidentifikasi sifat-sifat larutan yang 1. Mampu mengenali suatu termasuk larutan elektrolit dan masalah. nonelektrolit. 2. Mampu mengembangkan Mengidentifikasi sifat-sifat larutan yang gagasan suatu masalah termasuk larutan elektrolit kuat dan 3. Mampu menghasilkan gagasan 73 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. lemah. Menyimpulkan pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Menyimpulkan pengertian larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah berdasarkan data hasil percobaan. yang bervariasi Mengamati gambar NaCl dalam bentuk 1. Mampu mengemukakan padatan,lelehan dan larutan. gagasan yang bervariasi Mengamati perbedaan nyala lampu pada 2. Mampu mengenali dan larutan,lelehan, dan padatan NaCl mendeteksi suatu masalah Membedakan kebebasan pergerakan 3. Mampu mengembangkan ion-ion NaCl dalam bentuk padatan dan gagasan dari suatu masalah larutan Menyimpulkan bahwa hanya larutan dan lelehan NaCl yang dapat menghantarkan arus listrik,sedangkan padatannya tidak. Mengamati gambar submikroskopis sebaran ion-ion NaCl sebelum dan setelah dicelupkan elektroda Mengamati gambar bahwa ada bagian elektron yang mengalir dari anoda 1. Mampu mengemukakan gagasan yang bervariasi 2. Mampu mengenali dan mendeteksi suatu masalah 74 23. 24. 25. 26. 27. 28. menuju katoda Mengamati gambar bahwa ion-ion positif akan menuju katoda dan ion-ion negatif menuju anoda. Mengamati pergerakan ion yang menyebabkan lampu menyala dan timbul gelembung gas. Membandingkan gambar submikroskopis larutan gula dengan larutan NaCl Membandingkan nyala lampu yang ditimbulkan oleh larutan gula dengan larutan NaCl Menyimpulkan penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. 3. Mampu mengembangkan gagasan dari suatu masalah Mengamati gambar submikroskopis senyawa kovalen dan ion 1. Mampu mengemukakan gagasan yang bervariasi 2. Mampu mengenali dan mendeteksi suatu masalah 3. Mampu mengembangkan gagasan dari suatu masalah 75 29. Mengidentifikasi bahwa larutan 1. Mampu mengemukakan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan jawaban yang bervariasi senyawa kovalen polar terhadap suatu masalah 2. Mampu mengembangkan gagasan suatu masalah. 30. Menganalisis jenis ikatan yang terdapat 1. Mampu mengemukakan gagasan yang bervariasi pada larutan elektrolit 2. Mampu mengenali dan Mengelompokkan larutan elektrolit mendeteksi suatu masalah berdasarkan jenis ikatannya. 3. Mampu mengembangkan gagasan dari suatu masalah 31. 32. Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 1.Mampu mengemukakan jawaban yang bervariasi terhadap suatu masalah. Mata Pelajaran : Kimia Nama Sekolah : SMA Negeri 5 Bandar Lampung Kelas/Semester : X (Eksperimen)/Genap Kompetensi Inti 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Kompetensi Inti 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Kompetensi Inti 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humanoria dengan wawasan kemanuasiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian , serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. Kompetensi Inti 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. Lampiran 2 SILABUS EKSPERIMEN 77 Kompetensi Dasar 1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. Materi Pokok • Larutan elektrolit dan nonelektrolit di alam Indikator 1.1.1 Mensyukuri • keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME sehingga manusia dengan pemikiran kreatifnya dapat menggolongkan larutan kedalam larutan elektrolit dan nonelektrolit. Pembelajaran Penilaian Diberi LKS yang Observasi berisi contoh • Sikap ilmiah dalam melakukan fenomena percobaan dan larutan elektrolit presentasi, dalam kehidupan misalnya: sehari-hari mengatur alat dan sehingga siswa bahan, merangkai mampu alat uji elektrolit mengungkapkan tester, kebesaran Tuhan menggunakan YME elektroda, berdasarkan menguji tiap-tiap fenomena larutan, tersebut. mengamati perubahan yang terjadi dan menuliskan hasil pengamatan, membereskan dan membersihkan alat dan bahan, bekerja lebih cepat dan Alokasi Waktu 6x45 menit Sumber Belajar • Buku kimia SMA kelas X, Michael Purba, Erlangga. • Lembar kerja Siswa • Animasi/ powerpoint 78 Kompetensi Dasar Materi Pokok 2.1Menunjukkan • Daya hantar perilaku ilmiah listrik larutan (memiliki rasa • Penyebab ingin tahu; larutan objektif; jujur; elektrolitdapat teliti; cermat; menghantarkan tekun; hatiarus listrik hati; • Sifat dan jenis bertanggung larutan jawab; terbuka; elektrolit kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan Indikator 2.1.1 Antusias dalam Pembelajaran • melakukan percobaan daya hantar listrik larutan 2.1.2 Banyak bertanya. • Melalui kegiatan praktikum dan diskusi dalam kelompok, siswa menunjukkan sikap antusias sebagai wujud rasa ingin tahu dalam mempelajari materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Melalui pengamatan suatu percobaan, gambar submiroskopis, Penilaian melakukan lebih banyak dibandingkan orang lain, menunjukkan sikap antusias, disiplin, teliti, ulet, kritis, kreatif dan bertanggung jawab dan sebagainya. Tes tertulis uraian Pemahaman tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit , penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik , sifat dan jenis larutan elektrolit Alokasi Waktu Sumber Belajar 79 Kompetensi Dasar percobaan dan berdiskusi Materi Pokok Indikator Pembelajaran siswa banyak mengajukan pertanyaan sebagai wujud rasa ingin tahu dalam materi larutan elektrolit dan nonelektrolit 2.1.3 Mengemukakan pendapat. • Melalui kegiatan diskusi dalam kelompok atau presentasi didepan kelas, siswa mengajukan banyak pendapat menyampaikan hasil pemikiran kreatif dalam mempelajari materi elektrolit dan nonelektrolit Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 80 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator 2.1.4 Disiplin dalam Pembelajaran • Melalui kegiatan pembelajaran maupun diskusi kelompok, siswa menunjukkan sikap disiplin dalam mempelajari materi larutan elektrolit dan nonelektrolit • Melalui kegiatan diskusi, siswa menunjukkan sikap ulet dalam mencari berbagai sumber yang mendukung dalam penyelesaian suatu masalah dalam mempelajari larutan elektrolit dan nonelektrolit melakukan kegiatan pembelajaran maupun diskusi dalam kelompok. 2.1.5 Ulet dalam mencari sumber pengetahuan yang mendukung penyelesaian masalah elektrolit dan nonelektrolit Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 81 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator 2.1.6 Jujur dalam Pembelajaran • Melalui kegiatan praktikum, siswa menunjukkan sikap jujur dalam menuliskan hasil pengamatan sesuai dengan percobaan daya hantar listrik larutan • Melalui kegiatan praktikum, siswa menunjukkan sikap teliti dalam mengamati dan menuliskan hasil pengamatan sesuai dengan percobaan daya hantar listrik larutan menggunakan data percobaan untuk menyimpulkan pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit 2.1.7 Teliti dalam mengolah dan menganalisis data percobaan untuk membedakan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 82 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator 2.1.8 Kritis dalam Pembelajaran • Melalui kegiatan merancang percobaan, siswa kritis dalam merancang percobaan daya hantar listrik larutan • Melalui kegiatan merancang percobaan, siswa kreatif dalam merancang percobaan daya hantar listrik larutan • Melalui kegiatan pembelajaran dikelas, siswa bertanggung jawab dalam menyelesaikan suatu masalah merancang percobaan 2.1.9 Kreatif dalam merancang percobaan 2.1.10Bertanggung jawab Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 83 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pembelajaran atau tugas yang diberikan oleh guru dalam materi larutan elektrolit dan nonelektrolit 2.2 Menghargai • Daya hantar kerja listrik larutan individu dan • Penyebab kelompok larutan dalam elektrolitdapat aktivitas menghantarkan sehari-hari arus listrik sebagai wujud • Sifat dan jenis implementasi larutan melaksanakan elektrolit percobaan dan melaporkan hasil percobaan 3.8 Menganalisis sifat larutan elektrolit dan • Melalui kegiatan diskusi dalam kelompok atau praktikum, siswa bekerjasama dalam menyelesaikan suatu permasalahan . 3.8.1. Menjelaskan • pengertian larutan elektrolit Melalui percobaan dan pengamatan data 2.2.1 Bekerjasama dalam melakukan percobaan dan mengerjakan LKS dalam materi elektrolit dan nonelektrolit Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 84 Kompetensi Dasar larutan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya Materi Pokok Indikator Pembelajaran dan nonelektrolit. hasil percobaan daya hantar listrik untuk menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan nonelektolit, elektrolit kuat dan elektrolit lemah, menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit, menyebutkan contoh-contoh larutan elektolit kuat dan elektrolit lemah 3.8.2. Menjelaskan pengertian larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah 3.8.3. Menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit. 3.8.4. Menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit kuat dan lemah 3.8.5. Menjelaskan penyebab larutan elektrolit dapat menghatarkan arus listrik • Melalui pengamatan suatu gambar mengenai daya hantar listrik Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 85 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pembelajaran dan gambar submikroskopis sebaran ion dalam padatan,lelehan ,dan larutan NaCl serta gambar submikroskopis sebaran molekul gula dan daya hantar listriknya, untuk menjelaskan penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. 3.8.6. Menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa • Melalui pengamatan suatu gambar submikroskopis senyawa Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 86 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pembelajaran kovalen polar kovalen dan ion, untuk menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar dan menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 3.8.7. Menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit yang berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulk an serta menyajikan hasil 4.8.1 Mengamati fenomena alam mengenai daya hantar listrik dari beberapa larutan 4.8.2 Mengidentifikasi jenis-jenis larutan • Diberikan fenomena alam berupa aki , dan diberikan suatu informasi mengenai larutan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 87 Kompetensi Dasar percobaan untuk mengetahui sifat larutan elektrolit. Materi Pokok Indikator yang dapat menghantarkan arus listrik. 4.8.3 Merumuskan masalah dari fenomena tersebut 4.8.4 Merumuskan hipotesis percobaan dari fenomena tersebut. 4.8.5 Menentukan variabel bebas,terikat,dan kontrol untuk percobaan daya hantar listrik larutan. 4.8.6 Mengendalikan variabel bebas,terikat,dan kontrol untuk percobaan daya hantar listrik larutan. Pembelajaran elektrolit dan nonelektrolit , untuk menjelaskan fenomena alam daya hantar listrik, mengidentifika si jenis larutan, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, menentukan variabel, dan merancang percobaan sederhana. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 88 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pembelajaran 4.8.7 Menyusun prosedur sederhana secara garis besar berdasarkan rancangan variabelnya. 4.8.8 Melakukan percobaan daya hantar listrik larutan. 4.8.9 Mengamati nyala lampu dan gelembung gas yang terjadi pada larutan yang diuji. 4.8.10 Membandingkan nyala lampu dan gelembung gas yang terjadi pada larutan yang diuji. • Melalui percobaan daya hantar listrik dan pengamatan data hasil percobaan daya hantar listrik , untuk menyimpulkan pengertian larutan larutan elektrolit dan nonelektrolit , serta elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 89 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator 4.8.11 Mengelompokkan larutan-larutan yang termasuk larutan elektrolit dan nonelektrolit. 4.8.12 Mengelompokkan larutan-larutan yang termasuk larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah. 4.8.13 Mengidentifikasi sifat-sifat larutan yang termasuk larutan elektrolit dan nonelektrolit 4.8.14 Mengidentifikasi sifat-sifat larutan yang termasuk larutan elektrolit kuat dan lemah. 4.8.15 Menyimpulkan pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 90 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pembelajaran berdasarkan data hasil percobaan. 4.8.16 Menyimpulkan pengertian larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah berdasarkan data hasil percobaan. 4.8.17 Mengamati gambar NaCl dalam bentuk padatan,lelehan dan larutan. 4.8.18 Mengamati perbedaan nyala lampu pada larutan,lelehan, dan padatan NaCl 4.8.19 Membedakan kebebasan pergerakan ionion NaCl dalam bentuk padatan, lelehan dan • Melalui pengamatan suatu gambar submikroskopis sebaran ion larutan dan lelehan NaCl dan ion-ion NaCl dalam bentuk kristal (padatan) , untuk menyimpulkan bahwa hanya lelehan dan larutan NaCl Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 91 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pembelajaran larutan. 4.8.20 Menyimpulkan bahwa hanya larutan dan lelehan NaCl yang dapat menghantarkan arus listrik. 4.8.21 Mengamati gambar submikroskopis sebaran ion-ion NaCl sebelum dan setelah dicelupkan elektroda 4.8.22 Mengamati gambar bahwa ada bagian elektron yang mengalir dari anoda menuju katoda yang dapat menghantarkan arus listrik sedangkan padatan tidak. • Melalui pengamatan gambar submikroskopis sebaran ion-ion NaCl sebelum dan setelah dicelupkan elektroda, untuk menjelaskan larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik . Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 92 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator 4.8.23 Mengamati gambar bahwa ion-ion positif akan menuju katoda dan ionion negatif menuju anoda. 4.8.24 Mengamati pergerakan ion yang menyebabkan lampu menyala dan timbul gelembung gas. 4.8.25 Membandingkan gambar submikroskopis larutan gula dengan larutan NaCl. 4.8.26 Membandingkan nyala lampu yang ditimbulkan oleh larutan gula dengan larutan NaCl Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 93 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pembelajaran 4.8.27 Menyimpulkan penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. 4.8.28 Mengamati • gambar submikroskopis senyawa kovalen dan ion. 4.8.29 Mengidentifikasi bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 4.8.30 Menganalisis jenis ikatan yang terdapat pada larutan elektrolit. 4.8.31 Mengelompokkan larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatannya Melalui pengamatan suatu gambar submikroskopis senyawa kovalen dan senyawa ion , untuk menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 94 Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 4.8.32 Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. Guru Mitra Bandar Lampung, Peneliti, Dra. Silmiawati NIP. 19630624 198803 2 003 Gamilla Nuri Utami NPM 1013023042 Mengetahui, Kepala SMAN 5 Bandarlampung Drs. Hi. Ahyauddin, M.Pd. NIP. 19631213 199001 1 001 Januari 2014 Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN A. Identitas Satuan Pendidikan : SMA Negeri 5 Bandarlampung Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X (Eksperimen)/Genap Materi Pembelajaran : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Alokasi Waktu : 6 x 45 menit B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Kompetensi Dasar : 1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas seharihari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi. 2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan 3.8. Menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya. 96 4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk mengetahui sifat larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Indikator : 1.1.1 Mensyukuri keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME sehingga manusia dengan pemikiran kreatifnya dapat menggolongkan larutan kedalam larutan elektrolit dan nonelektrolit. 2.1.1 Antusias dalam melakukan percobaan daya hantar listrik larutan 2.1.2 Banyak bertanya. 2.1.3 Mengemukakan pendapat. 2.1.4 Disiplin dalam melakukan kegiatan pembelajaran maupun diskusi dalam kelompok. 2.1.5 Ulet dalam mencari sumber pengetahuan yang mendukung penyelesaian masalah elektrolit dan nonelektrolit 2.1.6 Jujur dalam menggunakan data percobaan untuk menyimpulkan pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit 2.1.7 Teliti dalam mengolah dan menganalisis data percobaan untuk membedakan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit 2.1.8 Kritis dalam merancang percobaan 2.1.9 Kreatif dalam merancang percobaan 2.1.10 Bertanggung jawab 2.2.1 Bekerjasama dalam melakukan percobaan dan mengerjakan LKS dalam materi elektrolit dan nonelektrolit 3.8.1 Menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit 3.8.2 Menjelaskan pengertian larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah 3.8.3 Menjelaskan penyebab larutan elektrolit dapat menghatarkan arus listrik 3.8.4 Menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit. 3.8.5 Menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit kuat dan lemah 97 3.8.6 Menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar 3.8.7 Menyebutkan contoh-contoh larutan elektrolit yang berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 4.8.1 Mengamati fenomena alam mengenai daya hantar listrik dari beberapa larutan 4.8.2 Mengidentifikasi jenis-jenis larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. 4.8.3 Merumuskan masalah dari fenomena tersebut 4.8.4 Merumuskan hipotesis percobaan dari fenomena tersebut. 4.8.5 Menentukan variabel bebas,terikat,dan kontrol untuk percobaan daya hantar listrik larutan. 4.8.6 Mengendalikan variabel bebas,terikat,dan control untuk percobaan daya hantar listrik larutan. 4.8.7 Menyusun prosedur sederhana secara garis besar berdasarkan rancangan variabelnya. 4.8.8 Melakukan percobaan daya hantar listrik larutan. 4.8.9 Mengamati nyala lampu dan gelembung gas yang terjadi pada larutan yang diuji. 4.8.10 Membandingkan nyala lampu dan gelembung gas yang terjadi pada larutan yang diuji. 4.8.11 Mengelompokkan larutan-larutan yang termasuk larutan elektrolit dan nonelektrolit. 4.8.12 Mengelompokkan larutan-larutan yang termasuk larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah. 4.8.13 Mengidentifikasi sifat-sifat larutan yang termasuk larutan elektrolit dan nonelektrolit. 4.8.14 Mengidentifikasi sifat-sifat larutan yang termasuk larutan elektrolit kuat dan lemah. 4.8.15 Menyimpulkan pengertian larutan berdasarkan data hasil percobaan. elektrolit dan nonelektrolit 98 4.8.16 Menyimpulkan pengertian larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah berdasarkan data hasil percobaan. 4.8.17 Mengamati gambar NaCl dalam bentuk padatan,lelehan dan larutan. 4.8.18 Mengamati perbedaan nyala lampu pada larutan,lelehan, dan padatan NaCl 4.8.19 Membedakan kebebasan pergerakan ion-ion NaCl dalam bentuk padatan, lelehan dan larutan. 4.8.20 Menyimpulkan bahwa hanya larutan dan lelehan NaCl yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan padatannya tidak. 4.8.21 Mengamati gambar submikroskopis sebaran ion-ion NaCl sebelum dan setelah dicelupkan elektroda 4.8.22 Mengamati gambar bahwa ada bagian elektron yang mengalir dari anoda menuju katoda 4.8.23 Mengamati gambar bahwa ion-ion positif akan menuju katoda dan ion-ion negatif menuju anoda. 4.8.24 Mengamati pergerakan ion yang menyebabkan lampu menyala dan timbul gelembung gas. 4.8.25 Membandingkan gambar submikroskopis larutan gula dengan larutan NaCl. 4.8.26 Membandingkan nyala lampu yang ditimbulkan oleh larutan gula dengan larutan NaCl. 4.8.27 Menyimpulkan penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. 4.8.28 Mengamati gambar submikroskopis senyawa kovalen dan ion. 4.8.29 Mengidentifikasi bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 4.8.30 Menganalisis jenis ikatan yang terdapat pada larutan elektrolit. 4.8.31 Mengelompokkan larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatannya. 4.8.32 Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 99 C. Tujuan Pembelajaran 1. Diberikan suatu wacana mengenai fenomena air aki dalam kehidupan sehari-hari. 2. Berdasarkan poin 1, siswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis fenomena yang terjadi berdasarkan wacana yang diberikan. 3. Berdasarkan poin 1 dan 2, siswa dapat menemukan masalah dari fenomena pada wacana yang diberikan. 4. Diberikan informasi mengenai materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. 5. Berdasarkan poin 4, siswa dapat menentukan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan daya hantar listrik larutan secara kritis dan kreatif 6. Berdasarkan penjelasan guru, siswa diminta untuk menentukan variabel bebas,terikat, dan kontrol. 7. Berdasarkan informasi pada poin 4, siswa diminta untuk merancang percobaan sederhana untuk menguji apakah suatu larutan dapat menghantarkan listrik atau tidak. 8. Diberikan alat dan bahan percobaan daya hantar listrik, siswa melakukan percobaan daya hantar listrik larutan secara antusias,teliti,jujur, dan mampu bekerjasama dengan baik. 9. Berdasarkan poin 8, siswa dapat mengamati nyala lampu dan gelembung gas pada larutan yang diuji. 10. Berdasarkan poin 8, siswa dapat mengelompokkan larutan yang temasuk larutan elektrolit dan nonelektrolit 11. Berdasarkan poin 8, siswa diminta untuk mengamati percobaan dan dapat mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit. 12. Berdasarkan poin 8, siswa diminta untuk menyimpulkan pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit. 13. Berdasarkan poin 8, siswa diminta untuk menyimpulkan pengertian larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah. 14. Diberikan gambar submikroskopis larutan NaCl, lelehan NaCl, dan padatan NaCl serta nyala lampu yang ditimbulkan oleh ketiganya. 100 15. Berdasarkan poin 14, siswa diminta untuk mengamati perbedaan nyala lampu yang ditimbulkan oleh larutan, lelehan, dan padatan NaCl. 16. Berdasarkan poin 14, siswa diminta untuk membedakan kebebasan pergerakan ion-ion NaCl dalam bentuk padatan, lelehan, dan larutannya. 17. Berdasarkan poin 14, siswa diminta untuk menyimpulkan bahwa hanya larutan dan lelehan NaCl yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan padatannya tidak. 18. Diberikan gambar submikroskopis larutan NaCl dan larutan gula sebelum dan setelah dicelupkan elektroda. 19. Berdasarkan poin 18, siswa diminta untuk mengamati sebaran ion-ion NaCl sebelum dan sesudah dicelupkan elektroda. 20. Berdasarkan poin 18, siswa diminta untuk mengamati bagian elektron yang mengalir dari anoda menuju katoda. 21. Berdasarkan poin 18, siswa diminta untuk mengamati pergerakan ion yang menuju katoda dan anoda. 22. Berdasarkan poin 18, siswa diminta untuk mengamati pergerakan ion yang menyebabkan lampu menyala dan timbul gelembung gas. 23. Berdasarkan poin 18, siswa diminta untuk membandingkan gambar submikroskopis larutan gula dengan larutan NaCl. 24. Berdasarkan poin 18, siswa diminta untuk membandingkan nyala lampu yang ditimbulkan oleh larutan gula dengan larutan NaCl. 25. Berdasarkan poin 18, siswa diminta untuk menyimpulkan penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. 26. Diberikan gambar submikroskopis senyawa ion dan senyawa kovalen. 27. Berdasarkan poin 26, siswa diminta untuk mengidentifikasi bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 28. Berdasarkan poin 26, siswa diminta untuk menganalisis jenis ikatan yang terdapat pada larutan elektrolit. 29. Berdasarkan poin 26, siswa diminta untuk mengelompokkan larutan elektrolit berdasarkan jenis ikatan. 30. Berdasarkan poin 26, siswa diminta untuk menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. 101 D. Materi Pembelajaran Berdasarkan kemampuannya menghantarkan arus listrik, larutan dibedakan menjadi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit merupakan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit dapat mengalirkan arus listrik karena adanya ion-ion yang bebas bergerak. Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik karena tidak mengandung ion-ion bebas. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik melalui larutan. Sementara itu, berdasarkan kekuatannya menghantarkan arus listrik, larutan elektrolit dibagi menjadi elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Larutan elektrolit yang memiliki daya hantar yang kuat disebut larutan elektrolit kuat. Contohnya larutan garam dapur, larutan asam sulfat dan larutan natrium hidroksida. Larutan elektrolit yang memiliki daya hantar yang lemah disebut larutan elektrolit lemah. Contohnya asam cuka dan larutan amoniak, sedangkan larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Contohnya larutan gula, larutan urea, larutan alkohol, dan larutan glukosa. Larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar. Senyawa ion terdiri atas ion-ion. Jika senyawa ini dilarutkan, ion-ion dapat bergerak bebas sehingga larutan dapat menghantarkan listrik. Namun, Kristal senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik sebab dalam bentuk kristal ionion tidak dapat bergerak bebas karena terikat sangat kuat. NaCl adalah senyawa ion, dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion, tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat, sehingga tidak bebas bergerak. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik, tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam 102 keadaan lelehan atau larutan, maka ion-ionnya akan bergerak bebas, sehingga dapat menghantarkan listrik. Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam air, ion-ion yang tersusun rapat dan terikat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di selasela butir-butir ion tersebut (proses hidasi) yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam larutan. NaCl (s) + air(l) Na+(aq) + Cl-(aq) Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen non polar misalnya : F2, Cl2, Br2, I2, CH4 dan kovalen polar misalnya : HCl, HBr, HI, NH3. Dari hasil percobaan, hanya senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan arus listrik. Senyawa kovalen polar antara molekul-molekul polar yang terjadi tarik menarik sangat kuat sehingga dapat memutuskan salah satu ikatan dan membentuk ion. Asam yang termasuk elektrolit jenis ini, contohnya asam klorida (HCl). E. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran : Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) F. Media dan Sumber Belajar 1. Lembar Kerja Siswa (LKS) 2. Buku-Buku Kimia SMA Kelas X 3. Media animasi/powerpoint 103 G. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Penilaian oleh Pengamat Kegiatan 1 PENDAHULUAN • Guru mengkondisikan siswa untuk dapat mengikuti pelajaran dengan baik. • Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. • Mengajukan pertanyaan yang membuka wawasan siswa dan mengembangkan rasa ingin tahu siswa : “apakah kalian pernah melihat suatu cairan dapat menghantarkan arus listrik ?” • Mengelompokkan siswa secara heterogen berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan akademik serta membagikan LKS. KEGIATAN INTI (Penggalan 1) Mengamati • Diberikan suatu fenomena yang terjadi dalam kehidupan seharihari, siswa diminta memahami fenomena yang berupa wacana tersebut dengan teliti. • Guru mengajukan pertanyaan : “Kalian yang sering berkendara menggunakan sepeda motor, tahu tidak apa yang membuat motor bisa berjalan?” “Sepeda motor biasanya menggunakan aki sebagai alat penghimpun tenaga listrik. Di dalam aki terdapat larutan atau zat kimia yang dapat menghantarkan arus listrik yaitu H2SO4. Air aki inilah yang dapat menghidupkan mesin motor, menyalakan lampu sign, dan membunyikan klakson.” 2 3 4 104 Penilaian oleh Pengamat Kegiatan 1 • Siswa melaksanakan diskusi (mengemukakan pendapat dengan banyak jawaban) mengenai hal-hal yang yang tidak dipahami dan bekerjasama dalam kelompok untuk mengemukakan beragam pertanyaan. Menanya • Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya. “Tuliskan hal-hal yang tidak kalian pahami berdasarkan fenomena tersebut (dalam bentuk pertanyaan)!” • Siswa melaksanakan diskusi (mengemukakan pendapat dengan banyak jawaban) dan bekerjasama dalam kelompok untuk menuliskan pertanyaan-pertanyaan pada kolom yang tersedia. Kemungkinan siswa bertanya: 1. Mengapa air aki dapat menghidupkan mesin motor? 2. Selain air aki, adakah larutan lain yang dapat menghantarkan arus listrik? Mencoba • Siswa diberikan informasi mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit. • Guru mengajukan pernyataan: “Kalian telah mengidentifikasi larutan dapat bersifat asam, basa, dan netral. Rancanglah suat

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Efek Larutan Elektrolit Dan Temperatur Terhadap Sifat Ntc/Ptc Karbon Tempurung Kelapa, Karbon N.330 Dan Grafit
3
64
76
Penerapan Pendekatan Inkuiri Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Larutan Asam Basa
0
7
230
Keterampilan Bertanya Guru dalam Meningkatkan Aktivitas belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah Tsanawiyah At-taqwa 06 Bekasi.
0
9
196
Pengaruh Penerapan Media ICT pada PBL Terhadap Hail Belajar Pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
0
12
0
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Materi Larutan elektrolit dan Larutan Non elektrolit
6
22
215
Model Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Berpikir Orisinil pada Materi Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit
1
25
198
Pendekatan Ilmiah pada Materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit dalam Meningkatkan Keterampilan Elaborasi
0
66
187
Analisis Keterampilan Berpikir Lancar pada Materi Larutan Elektrolit dan Non-elektrolit Menggunakan Inkuiri Terbimbing
0
46
169
Pendekatan Ilmiah pada Materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit dalam Meningkatkan Keterampilan Fleksibilitas
0
5
187
Perbandingan Penggunaan Media Realia dan Media Gambar terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Sub Materi Protista Mirip Tumbuhan
1
20
58
Efektivitas Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran Larutan Elektrolit dan Non-elektrolit dalam Meningkatkan Keterampilan Menganalisis Argumen
3
52
58
Efektivitas Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit dalam Meningkatkan Keterampilan Menginduksi dan Mempertimbangkan Hasil Induksi
0
15
55
Efektivitas Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran Larutan Elektrolit dan Non-elektrolit dalam Meningkatkan Keterampilan Menjawab Pertanyaan Klarifikasi
0
5
55
Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Reaksi Redoks dalam Meningkatkan Keterampilan Menjawab Pertanyaan Klarifikasi
0
4
43
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis
0
0
6
Show more