STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Gratis

6
77
70
3 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Oleh Feryco Candra Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII SMP antara siswa yang pembelajarannya menggunakan media pembelajaran interaktif model drill and practice dibandingkan dengan media pembelajaran model tutorial dan model simulasi. Serta perbandingan Keterampilan Proses Sains siswa antara siswa yang diterapkan media pembelajaran interaktif model tutorial dibandingkan dengan siswa yang diterapkan media pembelajaran model simulasi dalam pembelajaran Fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kuasi Eksperimen dengan sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIIIa,VIIIb dan kelas VIIIc SMP N 12 Bandar Lampung dengan desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan tes objektif pilihan jamak untuk pretest dan posttest dan pengujian hipotesis menggunakan one way anova sedangkan pada Keterampilan Proses sains Analisis data KPS menggunakan data skor observasi pada proses pembelajaran dan pengujian hipotesis menggunakan uji independent sample T-test. Feryco candra Berdasarkan skor rata-rata N-gain diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada kelas Driil dan Practice 0,76 (kategori tinggi), Kelas tutorial rata-rata N-Gain sebesar 0,61 (kategori sedang) sedangkan pada kelas Simulasi, diketahui rata-rata N-gain sebesar 0,68 (kategori tinggi). Hasil uji hipotesis menunjukan terdapat perbedaan hasil belajar yang berarti pada kelas driil dan practice dengan kelas tutorial. Pada aspek KPS diperoleh rata-rata skor KPS siswa pada kelas Tutorial sebesar 59,8 dan kelas simulasi sebesar 65, 8 dan keduanya mendapat kategori baik didukung dengan uji independent sample T-test, dari Tabel didapat nilai t hitung (equal variance assumed) adalah -0,831 dan t Tabel sebesar 1.998 maka Nilai thitung < t Tabel (-0,831 < 1,998) dan P value (0,409 > 0,05) maka Ho diterima Oleh karena nilai t hitung < t Tabel (-0,831 < 1,998) dan P value (0,409 > 0,05) maka Ho diterima, artinya bahwa tidak ada perbedaan antara rata-rata skor KPS kelas tutorial dengan rata-rata skor KPS kelas simulasi. Kata kunci: KPS, Model Drill And Practice, Multimedia Interaktif, Model Tutorial, Model Simulasi, SMP, Hasil Belajar, Media Pembelajaran. STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (skripsi) Oleh FERYCO CANDRA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 STUDI PERBANDINGAN EFEKTIFITAS MODEL MEDIA TIK DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR (Studi pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA UTAMA 2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2001/2012) Oleh FERYCO CANDRA Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Oleh Feryco Candra Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 Judul Skripsi : STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DITINJAU DARI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Nama Mahasiswa : Feryco Candra Nomor Pokok Mahasiswa : 0743022025 Program Studi : Pendidikan Fisika Jurusan : Pendidikan MIPA Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing Dr. Hi. Agus Suyatna, M.Si. . NIP. 19600821 198503 1 004 Viyanti, S.Pd. M.Pd. NIP. 19800330 200501 2 001 2. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA Dr. Caswita, M.Si. NIP. 19671004 199303 1 004 MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Ketua : Dr. Hi. Agus Suyatna, M.Si. Sekretaris : Viyanti, S.Pd. M.Pd. Penguji Bukan Pembimbing : Dr. Abdurrahman, M.Si. 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. NIP. 19600315 198503 1 003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi: Agustus 2012 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Banjit, Kecamatan Banjit Kabupaten Waykanan, pada tanggal 11September 1988, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Asran Hadi dan Rumlah. Jenjang pendidikan dimulai di Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Argomulyo, Banjit diselesaikan pada tahun 2001. Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Banjit, diselesaikan pada tahun 2004. Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Banjit, diselesaikan pada tahun 2007. Tahun 2007 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru jalur non-Reguler. Tahun 2009, penulis melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Pada tahun 2011 penulis melaksanakan praktek mengajar melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA UTAMA 2 Bandar Lampung. MOTTO ”Jangan pernah sesekali menggampangkan sesuatu karena kita tidak tahu kedepannya nanti seperti apa” (Fery) Kata Bijak ”hidup itu adalah pilihan, setiap yang bernyawa pasti akan memilih meskipun pilihan itu bagus atau buruk itulah pilihan kita maka kita harus memilih dan jika kita tidak memilih maka kita seperti orang tidak bernyawa " SANWACANA Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat kasih karunia dan rahmat-Nya skripsi ini dapat diselesaikan. Skripsi dengan judul “Perbandingan Hasil Belajar Dan Keterampilan Proses Sains Ditinjau Dari PenggunaanModel Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika di Universitas Lampung. Dengan selesainya skripsi ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : 1. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan FKIP Universitas Lampung. 2. Bapak Dr. Caswita, M.Si. Selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA. 3. Bapak Dr. Hi. Undang Rosidin, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika 4. Bapak Dr. Hi. Agus Suyatna, M.Si. Selaku Pembimbing I, sekaligus Pembimbing Akademik dengan perhatian yang besar telah memberikan didikan, bimbingan, dan motivasi selama penulis menyelesaikan pendidikan S1 di prodi P. Fisika FKIP Unila 5. Ibu Viyanti, S.Pd. M.Pd. Selaku Pembimbing II, atas kesediaan dan keikhlasannya memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi yang diberikan selama penyusunan skripsi ini. 6. Bapak Dr. Abdurrahman, M.Si. Selaku Pembahas atas keikhlasannya memberikan motivasi, saran dan kritik kepada penulis dalam proses penyusunan skripsi ini. 7. Bapak dan Ibu Dosen serta Staf Jurusan Pendidikan MIPA. 8. Bapak Drs. Hi. Zaid Jaya, M.M.Pd. Selaku Kepala SMP N 12 Bandar Lampung atas bantuan dan kerja samanya selama penelitian berlangsung. 9. Ibu Rima Susiana, S.Pd. Selaku guru mitra dan murid - murid kelas VIIIa,VIIIb dan VIIIc SMP N 12 Bandar Lampung atas bantuan dan kerjasamanya selama penelitian berlangsung. 10. Siswa-siswi kelas VIIIa,VIIIb dan VIIIc SMP Negeri 12 Bandar Lampung 11. Bapak dan Ibu Guru serta Staf SMP N 12 Bandar Lampung. 12. Pustekom, edukasi net, edu media, arifin dan semua yang ada dalam programprogram driil and practice, tutorial dan program simulasi atas program yang telah dibuat. 13. Teman-teman seperjuangan di Pendidikan Fisika NR 2007, arif, cahyo, bayu, anamaria, sandi coy, ika, ecy, nelawati, esti, dedo, iza, masda, yevi, jupe, adoy, dwi w, dwi f, syafri, nizom, nopi, raden, erla, netty, yudi, dan semua nya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 14. Kakak serta adik tingkat Pendidikan Fisika yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 15. Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa membalas semua kebaikan kalian. Akhir kata, penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari sempurna. Penulis sangat berharap skripsi ini bisa bermanfaat dan berguna bagi kita semua terkhusus bagi pembaca. Bandar Lampung, 15 Agustus 2012 Feryco Candra v DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ..................................................................................................... v DAFTAR TABEL ............................................................................................ x DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xi I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ....................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................. 6 C. Tujuan Penelitian .................................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian ................................................................................ 7 E. Ruang Lingkup Penelitian .................................................................... 7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis .................................................................................... 9 1. Media Pembelajaran ........................................................................... 2. Media Pembelajaran Berbasis TIK dan Penggunaannya .................... 3. Keterampilan Proses Sains .................................................................. 4. Hasil Belajar ....................................................................................... 9 11 18 27 B. Kerangka Pemikiran .............................................................................. 29 C. Anggapan Dasar dan Hipotesis .............................................................. 32 1. Anggapan Dasar .................................................................................. 32 2. Hipotesis Tindakan ............................................................................ 32 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian ................................................................................ 33 B. Sampel Penelitian .................................................................................. 33 vi C. Desain Penelitian .................................................................................... 33 D. Variabel Penelitian ................................................................................. 34 E. Instrumen Penelitian .............................................................................. 34 F. Analisis Instrumen .................................................................................. 34 1. Uji Validitas ......................................................................................... 35 2. Uji Reliabilitas ..................................................................................... 36 G. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 37 H. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis ... .................................... 41 1. Analisis data ........................................................................................ 41 2. Pengujian Hipotesis ............................................................................. 42 a. Uji Normalitas ................................................................................. 42 b. Uji Hipotesis ................................................................................... 43 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian .................................................................................... 47 1. Tahapan Pelaksanaan ....................................................................... 47 a. Kelas Driil dan Practice ............................................................... 47 b. Kelas Simulasi .............................................................................. 49 c. Kelas Tutorial ............................................................................... 52 2. Hasil Uji Coba Instrumen ................................................................. 54 Uji Validitas dan Reliabilitas ..................................................... 54 3. Data Hasil Penelitian ......................................................................... 56 a. Data Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif Hasil ....................... 56 b. Data KPS Penilaian Proses....... ............................................... 57 4. Pengujian Hipotesis ......................................................................... 59 a. Uji One Way Anova Pada Hasil Belajar................................... 59 b. Hasil Uji Independent sample T-test ............................................ 61 B. Pembahasan .......................................................................................... 63 1. Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif ............................................... 63 2. Keterampilan Proses Sains ............................................................. 66 vii V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ............................................................................................. 69 B. Saran ................................................................................................... 69 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1. Diagram Alur Kerangka Penelitian ............................................................. 73 2. Analisis Standar Isi (Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar) ........... 74 3. Kisi-Kisi Soal Freetest dan Postest ............................................................. 76 4. Lembar Freetest dan Postest........................................................................ 79 5. Rubrikasi Penilaian ..................................................................................... 82 6. Format Lembar Penilaian Keterampilan Proses Sains ................................ 85 7. Silabus Model media Pembelajaran TIK .................................................... 87 8. RPP Model Media Pembelajaran Driil dan Practice .................................. 89 9. RPP Model Media Pembelajaran Tutorial .................................................. 101 10. RPP Model Media Pembelajaran Simulasi ............................................... 105 11. LKK Alat-alat Optik Mata Model Media Simulasi.................................. 109 12. LKS Alat-alat Optik Pada LUP media tutorial ......................................... 115 13. Data Hasil Uji Validitas Soal Hasil Belajar .............................................. 123 14. Data Hasil Uji Reliabilitas Soal Hasil Belajar .......................................... 127 15. Data Freetest Hasil Belajar Kelas Driil Dan Practice .............................. 128 16. Data Posttest Hasil Belajar Kelas Driil Dan Practice .............................. 129 17. Data Rekapitulasi Hasil Belajar Kelas Driil Dan Practice ....................... 130 18. Data Freetest Hasil Belajar Kelas Tutorial ............................................... 131 viii 19. Data Posttest Hasil Belajar Kelas Tutorial ............................................... 132 20. Data Rekapitulasi Hasil Belajar Kelas Tutorial ........................................ 133 21. Data Freetest Hasil Belajar Kelas Simulasi .............................................. 134 22. Data Posttest Hasil Belajar Kelas Simulasi .............................................. 135 23. Data Rekapitulasi Hasil Belajar Kelas Simulasi ....................................... 136 24. Data Penilaian Proses KPS Kelas Tutorial................................................ 137 25. Data Penilaian Proses KPS Kelas Simulasi .............................................. 138 26. Data Hasil Uji Normalitas N-Gain hasil Belajar Media TIK .................... 139 27. Data Hasil Uji Normalitas Rata-Rata Skor KPS Siswa ............................ 140 28. Data Hasil Uji One Way Anova Hasil Belajar ........................................... 141 29. Data Hasil Independent Sample T-test KPS ............................................. 144 30. Surat Izin Penelitian .................................................................................. 146 31. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian .................................... 147 32. Daftar Hadir Seminar Proposal ................................................................. 148 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Tahapan Dalam Model Learning Cycle 5E ........................................ 17 2.2 Kerangka Pemikiran Penelitian ........................................................... 28 3.1 Desain Eksperimen One-Group Pretest-Posttest Design ................... 32 3.2 Paradigma Pemikiran .......................................................................... 32 4.1 Grafik Persentase Rata-rata KPS Siswa ............................................... 68 4.2 Grafik Persentase Rata-rata Penguasaan Konsep................................. 72 xi DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2.1 Keterampilan Proses Sains .................................................................. 21 2.2 Keterampilan Proses Sains dan Indikatornya ...................................... 22 3.1 Format tabel data KPS siswa (non-test) .............................................. 38 3.2 Format tabel data Pretest model media TIK (Test) ............................. 40 3.3 Format tabel data Posttest model media TIK (Test)............................ 40 3.4 Format tabel data rekapitulasi N-gain model media TIK .................... 41 4.1 Hasil Uji Validitas Soal ....................................................................... 55 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Soal .................................................................. 55 4.3 Perolehan Skor hasil Belajar Siswa ..................................................... 56 4.4 Perolehan Skor KPS Siswa.................................................................. 58 4.5 Hasil Uji Normalitas Skor KPS ........................................................... 58 4.6 Deskriptives hasil uji one way anova hasil belajar.............................. 59 4.7 Test of Homogeneity of Variances Hasil belajar ................................ 59 4.8 Anova Hasil belajar ............................................................................. 60 4.9 . Multiple comparisons Bonferroni Hasil Belajar ................................. 61 4.10 Independent Sample T-test .................................................................. 62 PERSEMBAHAN Allhamdulillahirrobiil’alamin, Teriring do’a dan rasa syukur kehadirat Allah SWT, ku persembahkan karya sederhana ini sebagai tanda cinta dan kasih yang tulus dan mendalam kepada: Bapak dan Ibu tercinta dengan ketulusan do’a, keringat, dan air mata serta kasih sayang yang tak pernah putus, senantiasa membimbing, mengarahkan dan memberikan semangat optimis untuk mewujudkan cita-cita demi keberhasilan serta kebahagiaanku. untuk adik-adik dan sedulur (M. rinaldi, riki rahmadi, dan kamangan pangcik gak ibungan serta uwak an) yang menjadikanku lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak, kalian adalah yang tebaik yang kumiliki. Serta seseorang yang selalu memberiku semangat, motivasi do’a dan dukungannya untuk menjadi yang terbaik serta mengisi hari-hariku dengan keceriaan Ku ucapkan terimakasih atas do’a dan dukungannya kepada keluarga besar dan semua teman-teman seperjuangan di Program Studi Pendidikan Fisika NR 2007, Para pendidik yang ku hormati dan Almamater tercinta ☻ SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah: Nama : Feryco Candra NPM : 0743022025 Fakultas/Jurusan : KIP/P MIPA Program Studi : Pendidikan Fisika Alamat : : Jl. Hari Moerdani Gg Mawar no 97 Pasar Banjit Kec Banjit Kab Waykanan Menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka. Bandar Lampung, 14 Agustus 2012 Yang Menyatakan, Feryco Candra NPM. 0743022025 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Disaat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang dengan sangat pesat, semua itu dapat kita lihat dari mudahnya seseorang dalam bertukar informasi dan berkomunikasi satu sama lain, bahkan tanpa terasa tidak ada pembatas diantara mereka. Perkembangan teknologi dan informasi kini semakin banyak dikembangkan dan dimanfaatkan diberbagai bidang dan aspek kehidupan guna untuk menjadikan kehidupan yang lebih baik dan mudah dalam pengerjaan tugas-tugas yang dilakukan oleh manusia. Salah satu bidang yang mendapat manfat dari teknologi informasi ini adalah pendidikan pembelajaran yang ada di sekolah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan sekolah pada umumnya tergantung dari bagaimana seorang guru atau pendidik itu memberikan pembelajaran dengan baik, model-model pembelajaran yang dilakukan hendaknya dapat memicu kreativitas siswa sehingga siswa dapat berpikir lebih kritis lagi. Jika siswa sudah berpikir lebih kritis maka proses pembelajaran itu tidak akan jenuh atau vakum pada suatu permasalahan saja, maka dari itu guru dituntut untuk dapat menguasai berbagai strategi belajar, tujuannya yaitu supaya siswa tidak menjadi jenuh, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, guru yang 2 monoton terpaku pada satu permasalahan saja dapat mengakibatkan siswa jenuh dan sulit sekali masuk kedalam pikiran siswa. Perkembangan teknologi komputer membawa banyak perubahan pada sebuah program aplikasi seharusnya didesain terutama pada upaya menjadikan teknologi ini mampu memanipulasi keadaan sesungguhnya. Penekanannya terletak pada upaya yang berkesinambungan untuk memaksimalkan aktifitas belajar mengajar sebagai interaksi kognitif antara siswa, materi subjek, dan instruktur (dalam hal ini komputer yang diprogramkan). Sistem-sistem komputer dapat menyampaikan pembelajaran secara langsung kepada para siswa melalui cara berinteraksi dengan mata pelajaran yang diprogramkan kedalam sistem, inilah yang disebut pengajaran dengan bantuan komputer. Model media TIK dapat menjadi pilihan strategi pembelajaran yang dapat dilakukan guru pasalnya bahwa komputer dapat mengurangi adanya rintangan pola pikir siswa. Model drill and practice dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penyediaan latihanlatihan soal untuk menguji kemampuan penampilan siswa melalui kecepatan menyelesaikan soal-soal latihan yang diberikan program. Melalui model drill and practice akan ditanamkan kebiasaan tertentu dalam bentuk latihan. Dengan latihan yang terus menerus, maka akan tertanam dan kemudian akan menjadi kebiasaan maka dengan sendirinya hasil belajar siswa dan keterampilan proses sainsnya akan meningkat. Sedangkan model tutorial merupakan suatu program komputer yang pola dasarnya mengikuti pengajaran berprogram tipe 3 bercabang di mana informasi atau mata pelajaran disajikan dalam unit-unit kecil, lalu disusul dengan pertanyaan. Respon siswa dianalisis oleh komputer (diperbandingkan dengan jawaban yang diintegrasikan oleh pembuat program), dan umpan baliknya yang benar diberikan. Model tutorial dalam program pembelajaran dengan bantuan komputer ditujukan sebagai pengganti manusia yang proses pembelajarannya diberikan lewat teks atau grafik pada layar yang menyediakan poin-poin pertanyaan atau permasalahan, jika respon siswa benar, komputer akan bergerak pada pembelajaran berikutnya, jika respon siswa salah komputer akan mengulangi pembelajaran sebelumnya atau bergerak pada salah satu bagian tertentu. Dan pada model yang terakhir yaitu model simulasi model ini pada dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya. Model simulasi ini terbagi ke dalam empat kategori yaitu: Fisik, Situasi, Prosedur, dan Proses dimana masing-masing kategori tersebut digunakan sesuai dengan kepentingan tertentu keempat ketegori ini dapat memacu keterampilan proses siswa dan juga dengan sendirinya hasil belajar siswa akan meningkat. Sering model media TIK yang ada di sekolah pada umumnya kurang berjalan dengan baik mungkin dikarenakan guru kurang melengkapi instrumeninstrumen yang ada contohnya rubrikasi penilaian, rpp, atau pun juga lembar kerja kelompok maka pembelajaran menggunakan media TIK kurang efektif, 4 otomatis semua itu berpengaruh pada keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Media TIK yang tidak ideal seperti itu mungkin banyak ditemui di sekolah-sekolah dan menjadikan media TIK kurang efektif penggunaanya. Idealnya media TIK itu secara umum terpenuhi semua pembelajaran penggunaannya dari rpp sampai pada penilaian observasi serta lembar kerja kelompok untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan ini terjadi sikap saling menyatukan informasi antara satu dengan yang lainnya. Setiap anggota kelompok berhadapan dengan permasalahan yang harus dilakukan dengan saling membantu antar anggota kelompok secara kompak. Dari hasil kerja kelompok ini menjadi keputusan yang termuat dalam file menjadi suatu hasil diskusi. Program ini dapat dilakukan menjadi kegiatan diskusi kelompok seperti kelas tradisional. Guru dapat memimpin diskusi kelompok yang merancang siswa untuk pengambilan keputusan dan diskusi dalam kelas dengan hanya menggunakan satu komputer. Pembelajaran berbantuan komputer terkait langsung dengan pemanfaatan komputer dalam kegiatan pembelajaran dalam dan luar kelas, baik secara individu maupun secara kelompok. diartikan sebagai bentuk pembelajaran yang menempatkan komputer dalam peran guru, dimana siswa berinteraksi secara langsung dengan komputer dan kontrol sepenuhnya ditangan siswa sehingga memungkinkan siswa belajar sesuai kemampuan dan memilih materi pembelajaran sesuai kebutuhannya. 5 Keterampilan proses yang mencakup ranah kognitif juga akan sangat mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa dari hal itu keterampilan proses sains harus senantiasa dilatihkan berulang kepada siswa, keterampilan proses ini juga sangat penting dilatihkan karena akan membuat siswa dengan sendirinya menemukan informasi-informasi yang dibutuhkan memiliki keterampilan ini pula siswa akan lebih memahami pembelajaran yang akan dilakukan karena tidak hanya pengetahuan yang didapat siswa tetapi bagaimana proses itu terjadi serta ditemukan sendiri oleh siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains sangat penting untuk dipelajari dan ditingkatkan karena siswa diajak bukan sekedar menghapal bahan pembelajaran tetapi juga melihat atau melakukan proses bagaimana sains ditemukan. Di atas sudah disebutkan hasil belajar siswa rendah itu banyak faktor yang menyebabkannya , antara lain adalah kurang keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, selain itu juga model media pembelajaran yang kurang efektif untuk siswa aktif dalam mencari informasi-informasi yang ada. Bagaimana hasil belajar siswa meningkat jika model pembelajaran membuat siswa tidak terfokus pada pembelajaran yang dilakukan seorang pendidik. Untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan di atas diperlukan model media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa dan juga untuk meningkatkan hasil belajar yang diperoleh siswa model media TIK dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa dan 6 juga meningkatkan hasil belajar siswa dari itu berdasarkan latar belakang masalah tersebut, telah dilakukan penelitian dengan judul “Studi Perbandingan Hasil Belajar Dan Keterampilan Proses Sains Ditinjau Dari Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi “. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar pada siswa SMP yang pembelajarannya menggunakan media TIK driil and practice,simulasi, dan tutorial? 2. Apakah terdapat perbedaan Keterampilan Proses Sains pada siswa SMP yang pembelajarannya menggunakan media TIK simulasi dan tutorial? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dikemukakan maka tujuan penelitan ini adalah: 1. Untuk mengetahui perbedaan Hasil Belajar pada siswa SMP yang pembelajarannya menggunakan media TIK driil and practice, simulasi, dan tutorial. 2. Untuk mengetahui perbedaan Keterampilan Proses Sains pada siswa SMP yang pembelajarannya menggunakan media TIK simulasi dan tutorial. 7 D. Manfaat Penelitian Penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat, manfaat itu dapat berguna bagi siapa saja di antaranya: 1. Bagi Siswa dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa agar siswa mampu untuk berkarya lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Dan juga agar pembelajaran itu lebih menarik dan tidak menjenuhkan. 2. Bagi Guru memperoleh informasi media TIK yang paling efektif untuk pembelajaran IPA di SMP/MTS. 3. Bagi Peneliti dapat memberi alternatif jawaban untuk mengatasi permasalahan pembelajaran yang mungkin muncul saat mengajar kelak. Serta memberi pengalaman baru mengenai penerapan pembelajaran pada saat peneliti terjun kelapangan secara langsung. E. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah: 1. Media Drill and pactice adalah penyediaan latihan-latihan soal yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit, latihanlatihan soal yang dikerjakan oleh siswa tersebut dapat dilakukan berulangulang. 2. Media Simulation merupakan program komputer yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya. 8 3. Media Tutorial merupakan suatu program komputer yang pola dasarnya mengikuti pengajaran berprogram tipe bercabang di mana informasi atau mata pelajaran disajikan dalam unit-unit kecil, lalu disusul dengan pertanyaan. 4. Keterampilan proses sains (KPS) yang diamati adalah: keterampilan mengamati, merumuskan hipotesis, melakukan percobaan, menginterpretasi data, berkomunikasi. 5. Penggunaan multimedia interaktif TIK dalam pembelajaran ini hanya terbatas pada mendeskripsikan alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari pada SMP/MTS. 6. Hasil belajar adalah kemampuan atau keberhasilan kognitif siswa dalam mempelajari materi yang disampaikan yang dinyatakan dalam bentuk nilai setelah posttest. 7. Penelitian ini pada siswa SMP N 12 Bandar Lampung Semester genap tahun pelajaran 2011/2012. 8. Materi pokok yang diberikan pada penelitian ini adalah alat-alat optik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 9 II . TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Media Pembelajaran Media pembelajaran memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan keamauan siswa sehingga mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa (Angkowo & Kosasih, 2007: 34) Pada umumnya kata ”media” adalah bentuk jamak dari ”medium” yang berasal dari bahasa latin ”medius” yang berarti ”tengah”. Media berasal dari kata medium (latin) yang berarti perantara atau pengantar.Dalam bahasa Indonesia kata ”medium” dapat diartikan sebagai ”antara” atau ”sedang”. Pengertian media mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber pemberi pesan dan penerima pesan. Menurut Gerlach dan Ely (Arsyad, 2005: 3) mengatakan bahwa: Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung 10 diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Intinya adalah media pembelajaran itu menjadi sarana yang paling penting bagi guru untuk lebih meningkatkan hasil belajar siswa dengan media pembelajaran siswa lebih aktif dalam pembelajaran, siswa bisa berkolaborasi mencari pengetahuan-pengetahuan yang mereka belum tahu dan itu juga membentuk sikap tanggung jawab kepada teman jika kelompok mendapat nilai yang tidak mencapai standar. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar atau dibaca. Media merupakan bagian dari komponen metodologi pengajaran yang berfungsi sebagai sumber dan membantu metode pengajaran yang sedang dilakukan (Sudjana dan Rivai, 2001:. 21). Sesuatu dapat dikatakan sebagai media pendidikan atau media pembelajaran, apabila media tersebut digunakan untuk menyalurkan/ menyampaikan pesan dengan tujuan-tujuan pembelajaran yang diharapkan, seperti dikemukakan Brigs (1970) yang dikutip oleh sadiman (1996: 50) bahwa ”media pembelajaran adalah segala sesuatu alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.” Sudjana dan Rivai (2003: 87) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu: 1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. 2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran 11 3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran 4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan dan lain-lain. Media pembelajaran yang dipakai oleh guru baik fisik atau non fisik hendaknya dapat dilihat, didengar dan dibaca memungkinkan siswa untuk cepat menerima pesan-pesan yang disampaikan oleh media pembelajaran yang dibuat oleh guru karena jika pesan yang disampaikan oleh media tidak sampai ke siswa maka dapat dikatakan sia-sia lah media yang dibuat oleh guru. 2. Media Pembelajaran Berbasis TIK dan Penggunaannya Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah Komputer dan LCD Proyektor. Sadiman (1996:83) mengatakan bahwa: Ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu media jadi karena merupakan komoditi perdagangan yang terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai (media by utilization) dan media rancangan yang perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu. 12 Dari pernyataan tersebut di atas dapat dikategorikan bahwa media komputer dan LCD Proyektor meupakan media rancangan yang mana didalam penggunaannya sangat diperlukan perancangan khusus dan didesain sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan. Perangkat keras (hard ware) yang difungsikan dalam menginspirasikan media tersebut adalah menggunakan satu unit komputer lengkap yang sudah terkoneksikan dengan LCD Proyektor. Dengan demikian media ini hendaknya menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran khususnya Fisika. Arifin (2007:35) menjelaskan secara singkat mengenai beberapa model pembelajaran berbasis komputer tersebut, yaitu sebagai berikut: 1) Model drill and practice Model drill and practice dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penyediaan latihan-latihan soal yang bertujuan untuk menguji kemampuan penampilan siswa melalui kecepatan menyelesaikan soal-soal latihan yang diberikan program. Melalui model drill and practice akan ditanamkan kebiasaan tertentu dalam bentuk latihan. Dengan latihan yang terus menerus, maka akan tertanam dan kemudian akan menjadi kebiasaan. Selain itu untuk menanamkan kebiasaan, model ini juga dapat menambah kecepatan, ketetapan, kesempurnaan dalam melakukan sesuatu serta dapat pula dipakai sebagai suatu cara mengulangi bahan yang 13 telah disajikan. Model ini berasal dari model pembelajaran Herbart, yaitu model asosiasi dan ulangan tanggapan. Melalui model ini maka akan memperkuat tanggapan pelajaran pada siswa. Pelaksanaannya secara mekanis untuk mengajarkan berbagai mata pelajaran dan kecakapan, terutama pelajaran teknologi fisika yang memerlukan adanya pengulangan dan latihan yang terus menerus. Adapun karakteristik Model Drill and Practice menurut Arifin (2007:35) secara umum adalah: a. Adanya penyajian masalah-masalah dalam bentuk latihan soal pada tingkat tertentu b. Siswa mengerjakan soal-soal c. Adanya feedback d. Evaluasi dan Remedial Tujuan dari pembelajaran melalui CBI model drill and practice pada dasarnya memberikan kondisi latihan (exercise) dan mengingat kembali (recall) mengenai informasi dari materi pembelajaran atau informasi tertentu dalam waktu yang telah ditentukan. 2) Model tutorial Model tutorial CBI merupakan suatu program komputer yang pola dasarnya mengikuti pengajaran berprogram tipe bercabang di mana informasi atau mata pelajaran disajikan dalam unit-unit kecil, lalu disusul dengan pertanyaan. Respon siswa dianalisis oleh komputer (diperbandingkan dengan jawaban yang diintegrasikan oleh pembuat program), dan umpan baliknya yang 14 benar diberikan. Tutorial dalam program pembelajaran dengan bantuan komputer ditujukan sebagai pengganti manusia yang proses pembelajarannya diberikan lewat teks atau grafik pada layar yang menyediakan poin-poin pertanyaan atau permasalahan, jika respon siswa benar, komputer akan bergerak pada pembelajaran berikutnya, jika respon siswa salah komputer akan mengulangi pembelajaran sebelumnya atau bergerak pada salah satu bagian tertentu. Adapun tahapan pembelajaran dengan bantuan komputer model tutorial menurut Arifin (2007:35) secara umum adalah sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. h. Pengenalan Penyajian informasi/materi Pertanyaan dan respon-respon jawaban Penilaian respon Pemberian balikan respon Pengulangan Segment pengaturan pelajaran Penutup Tujuan dari pembelajaran melalui CBI model tutorial ini adalah untuk memberikan “kepuasan” atau pemahaman secara tuntas (Mastery) kepada siswa mengenai materi atau bahan pelajaran yang sedang dipelajarinya. 3) Model simulasi Model simulasi dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya. 15 Model simulasi terbagi ke dalam empat kategori yaitu: Fisik, Situasi, Prosedur, dan Proses dimana masing-masing kategori tersebut digunakan sesuai dengan kepentingan tertentu. Secara umum tahapan materi program CBI simulasi menurut Arifin (2007:35) adalah sebagai berikut: a. b. c. d. e. Pengenalan Penyajian Informasi Simulasi 1 Simulasi 2, dan seterusnya Penutup Tujuan dari pembelajaran melalui CBI model simulasi berorientasi pada upaya dalam memberikan pengalaman nyata kepada siswa melalui peniruan suasana. Beberapa keuntungan menggunakan komputer dalam pengajaran seperti diungkapkan oleh Sudjana dan Rivai (2003:137) yaitu: a. Cara kerja baru dengan menggunakan komputer akan b. c. d. e. f. membangkitkan motivasi kepada siswa untuk belajar Warna, musik dan grafis animasi dapat menambah kesan realisme dapat merangsang untuk mengadakan latihan, kegiatan laboratorium, simulasi dan sebagainya Respon pribadi yang cepat dalam kegiatan belajar siswa akan menghasilkan penguatan yang tinggi Kemampuan memori memungkinkan penampilan siswa yang telah lampau direkam dan dipakai dalam merencanakan langkah-langkah selanjutnya di kemudian hari Kesabaran, kebiasaan pribadi yang diprogram melengkapi suasana sikap yang lebih positif, terutama berguna sekali untuk siswa yang lamban Rentang pengawasan guru diperlebar sejalan dengan reformasi yang disajikan dengan mudah yang diatur oleh guru dan membantu pengawasan lebih dekat kepada kontak langsung dengan para siswa Sementara itu, Arsyad (2005:54) mengemukakan beberapa kekuatan komputer yang digunakan untuk tujuan-tujuan pendidikan sebagai berikut: 16 a. b. c. d. e. Komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran, karena ia dapat memberikan iklim yang lebih bersifat afektif dengan cara yang lebih individual, tidak pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan intsruksi, seperti yang diinginkan program yang digunakan. Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna, dan musik yang dapat menambah realisme. Kendali berada di tangan siswa sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaannya. Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan suatu program pengajaran memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perseorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat dipantau. Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan, peralatan lain seperti Compact Disk, Video Tape, dan lain-lain dengan program pengendali dari komputer. Jadi dapat disimpulkan bahwa keuntungan-keuntungan menggunakan media komputer itu lebih banyak untuk meningkatkan baik hasil belajar siswa maupun keterampilan proses sains siswa, 1 contoh yang dapat diambil yaitu dengan komputer lebih berwarna, musik dan grafis animasi dapat menambah kesan realisme dapat merangsang untuk mengadakan latihan, kegiatan laboratorium, simulasi dan sebagainya sehingga pembelajaran fisika menjadi lebih menarik dan serasa mudah untuk dipelajari dan juga siswa tidak merasa lagi belajar tetapi serasa sedang menonton pertunjukan artis didepan panggung dengan perangkat teknologi yang canggih tentunya. Program komputer yang dipakai dalam penelitian ini adalah program makromedia flash dan mozila firefox karena program yang ditampilkan atau dibuat menyatu dengan website yang ada tetapi kebanyakan program yang digunakan adalah program makromedia flash deskripsi dari program ini adalah sesuai dengan tujuannya memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui 17 penyediaan latihan-latihan soal untuk menguji kemampuan penampilan siswa melalui kecepatan menyelesaikan soal-soal latihan maka program dari driil and practice ini yaitu hanya sekumpulan soal-soal latihan yang dapat dikerjakan oleh siswa secara berulang-ulang sampai siswa paham akan soal yang ditampilkan oleh program komputer. Kemudian pada model media tutorial yaitu suatu program komputer yang pola dasarnya mengikuti pengajaran berprogram tipe bercabang di mana informasi atau mata pelajaran disajikan dalam unit-unit kecil, lalu disusul dengan pertanyaan program tutorial ini memberikan suatu pengajaran singkat lengkap dengan soal-soal yang ada untuk dipelajari oleh siswa cara kerjanya adalah respon siswa dianalisis oleh komputer (diperbandingkan dengan jawaban yang diintegrasikan oleh pembuat program), dan umpan baliknya yang benar diberikan. Dan untuk program simulasi program ini menggunakan program makromedia flash program pembelajaran yang di unduh itu mendekati suasana yang sebenarnya dan dapat di ubah-ubah posisi jarak antara mata dan lensa jika materi pembelajaran yang di ajarkan adalah alat-alat optik dan pada mikroskop misalnya letak bayangan benda dapat berubah-ubah sesuai kehendak pengendali komputer sesuai dengan tujuan model media simulasi yaitu model simulasi berorientasi pada upaya dalam memberikan pengalaman nyata kepada siswa melalui peniruan suasana. . 18 3. Keterampilan Proses Sains Menurut Herlen dalam Indrawati (1999:3) keterampilan proses (prosess-skill) sebagai proses kognitif termasuk didalamnya juga interaksi dengan isinya (content). Lebih lanjut Indrawati (1999:3) mengemukakan bahwa “Keterampilan Proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip atau teori , untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu penemuan (falsifikasi)”. Jadi Keterampilan proses sains merupakan keterampilan-keterampilan yang dimiliki siswa untuk mencapai pengetahuan. Keseluruhan keterampilan ilmiah ini mencakup keterampilan kognitif, manual, dan sosial. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Rustaman, (2003:3) bahwa “keterampilan proses sains melibatkan keterampilan-keterampilan kognitif, manual dan sosial”. Keterampilan kognitif atau intelektual jelas terlibat karena dalam proses pembelajaran sains menggunakan pikirannya untuk menentukan tindakantindakan apa saja yang harus diambil. Keterampilan manual terlibat dalam keterampilan proses sains karena salah satu keterampilan merancang alat dan bahan serta melakukan percobaan, dalam merancang alat dan menggunakan alat inilah keterampilan manual siswa terlibat. Selain keterampilan kognitif dan manual, keterampilan sosial tentunya terlibat, karena dalam pembelajaran yang menggunakan keterampilan proses sains, tentunya siswa harus berinteraksi satu sama lain dalam mengemukakan hasil 19 temuannya maupun dalam mengemukakan gagasan hingga diperoleh hasil yang benar. Dalam beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains adalah keterampilan yang melibatkan keterampilan kognitif, manual dan sosial dan diperlukan dalam kerja ilmiah yaitu untuk membuktikan suatu hukum atau suatu hipotesis melalui eksperimen. Keterampilan proses sains sangat penting dilatihkan dan dikembangkan dalam pembelajaran, karena dengan memiliki keterampilan proses sains siswa akan lebih memahami apa yang dipelajari, karena siswa tidak hanya sekedar memperoleh pengetahuan, akan tetapi menemukan pengetahuan itu sendiri. Alasan pentingnya melatihkan/mengembangkan keterampilan proses sains dalam pembelajaran sains menurut Indrawati (1999:28) adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) Membantu siswa belajar mengembangkan pikirannya, Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan, Meningkatkan daya ingat, Memberikan kepuasan instrinstik bila anak telah melakukan sesuatu, Membantu siswa mempelajari konsep-konsep sains. Adapun alasan lain pentingnya melatihkan/mengembangkan keterampilan proses sains dalam pembelajaran sains menurut Semiawan (1992:14-15) bahwa terdapat empat alasan mengapa pendekatan keterampilan proses sains diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari, yaitu: 1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung semakin cepat sehingga tidak mungkin lagi guru mengajarkan semua konsep dan fakta pada siswa, 2) Adanya kecenderungan bahwa siswa lebih memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh yang konkret, 20 3) Penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bersifat mutlak 100 %, tapi bersifat relatif, 4) Dalam proses belajar mengajar, pengembangan konsep tidak terlepas dari pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik Selain itu juga, hasil telaah ahli pendidikan IPA menunjukan bahwa perolehan dan pengembangan suatu gagasan tidak dapat berlangsung dari luar anak seperti ceramah guru atau dari paksaan dan tekanan orang tua. Akan tetapi, hanya dapat terjadi dari dalam anak sendiri , yaitu dari pikiran anak. Fungsi guru selama pembelajaran hanya berperan sebagai fasilitator (pemberi kemudahan belajar). Anak sendirilah yang harus membangun gagasan/pengetahuan . Untuk keperluan ini, mungkin saja mereka harus menafsirkan kembali informasi, menyusun kesimpulan baru, atau menguji beberapa gagasan alternatif. Dengan kata lain, senantiasa aktif menggunakan dan menerapkan keterampilan proses sepanjang hayatnya, terutama untuk dimanfaatkaan selama pengembaraannya untuk mengeksplorasi alam sekitar. Dengan demikian, alangkah pentingnya melatihkan keterampilan proses sains pada pembelajaran karena dengan keterampilan proses sains siswa belajar siswa menjadi lebih bermakna sehingga siswa akan mudah dalam mempelajari konsep-konsep sains dan lebih bisa memahami daripada sekedar menghafal. Akan tetapi terdapat beberapa hal yang mempengaruhi keterampilan proses sains yang dituntut untuk dimiliki siswa. Hal-hal yang berpengaruh terhadap keterampilan proses sains, diantaranya yaitu perbedaan kemampuan siswa secara genetik, kualitas guru serta perbedaan strategi guru dalam mengajar. 21 Keterampilan proses sains terdiri dari beberapa keterampialn, keterampilanketerampilan tersebut saling terkaitan dan berkesinambungan dalam suatu proses pembelajaran sains sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Adapun jenis keterampilan-keterampilan yang termasuk keterampilan proses sains menurut Nuh (2010), ditunjukan pada tabel 2.1 sebagai berikut: Tabel 2.1: Keterampilan Proses Sains No 1 Jenis Keterampilan Proses Sains Mengamati 2 Menafsirkan pengamatan 3 Meramalkan 4 Menggunakan alat bahan Menerapkan konsep 5 dan Sub Keterampilan Proses Sains 1.1. 1.2. 1.3. 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. 3.1. 1.1. 1.1. 1.2. 6 Merencanakan penelitian 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 7 Berkomunikasi 7.1. 7.2. 7.3. 8 Mengajukan 8.1. 8.2. 8.3. Menggunakan indera Mengumpulkan fakta yang relefan Mencari pe

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANGUIDED INQUIRY DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS
0
12
64
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI METODE EKSPERIMEN INKUIRI DENGAN VERIFIKASI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS
3
11
57
PERBANDINGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR FISIKA ANTARA MODEL INKUIRI ILMIAH TEKNIK PICTORIAL RIDDLE DENGAN PEMBELAJARAN ARIAS
2
9
64
STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MODEL MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) (SIMULASI, TUTORIAL DAN VIDEO) DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS)
1
9
57
STUDI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODEL MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR
0
7
61
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERVISI SETS PADA KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR
6
31
106
EFEK MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK.
0
2
26
PEMBELAJARAN KUANTUM DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MOTIVASI BELAJAR
0
12
170
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA.
0
0
34
PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR.
0
0
12
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN SIKAP ILMIAH.
3
3
120
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MELALUI METODE EKSPERIMEN DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPTIKA GEOMETRI
0
1
11
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI METODE EKSPERIMEN INKUIRI DENGAN VERIFIKASI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS
0
0
11
Meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran berbasis inkuiri
0
1
9
Penerapan Model Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah Lingkungan terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Keterampilan Proses Sains Siswa
0
0
6
Show more