PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KINERJA PERUSAHAAN DAERAH (STUDI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) WAY RILAU)

Gratis

6
55
167
2 years ago
Preview
Full text

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

  Di era otonomi daerah ini, pembangunan daerah berperan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional dilaksanakan berdasarkan prinsipotonomi daerah dan pengaturan sumberdaya nasional yang memberikan kesempatan bagi peningkatan demokrasi dan juga kinerja daerah untukmeningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju masyarakat madani yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurut Akadun (2007: 131), berbagai permasalahan yang menggelayutiBUMN/BUMD, termasuk masih banyaknya perusahaan yang tidak sehat dan kurang sehat; multiperan yang harus dimainkan BUMN/BUMD; masalahadmnistratif subtantif dan teknis penunjang; dan kinerja keuangan yang masih rendah; serta laporan manajemen yang sering mengalami keterlambatanmenjadi alasan faktual untuk menggulirkan Good Corporate Governance(GCG) dalam pengelolaan perusahaan.

B. Rumusan Masalah

  Apakah tata kelola PDAM Way Rilau sudah sesuai dengan prinsip-prinsip 10 2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketercapaian prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam tata kelola PDAM Way Rilau?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Secara PraktisHasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan yang berkaitan dengan optimalisasi Perusahaan Daerah dalam peningkatankontribusi pendapatan asli daerah. Sehingga, ke depannya dapat dimanfaatkan bagi masyarakat akademisi dan masyararakat luas,khususnya bagi PDAM Way Rilau dalam pengembangan perusahaan dan pengambilan kebijakan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

  Badan usaha milik daerah (BUMD) adalah suatu badan yang dikelola oleh daerah untuk menggali potensi daerah, yang bertujuanuntuk menambah pendapatan asli daerah yang berguna untuk pembangunan daerah tersebut. Sebagai daerah otonom, pemerintah daerah harus dapat membiayai rumah tangganya sendiri denganmengandalakan pendapatan asli daerah, salah satu aset daerah adalahBadan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mempunyai tujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya yang nantinya akan diberikan sebagiankepada pemerintah dalam hal peningkatan pendapatan asli daerah.

B. Tinjauan Tentang Kinerja

  Prestasi kerja yang diharapkan adalah prestasi standar yang disusun sebagai acuan sehingga dapat melihatkinerja karyawan sesuai dengan posisinya dibandingkan dengan standar yang dibuat. Dalampernyataannya, manajemen yang baik, hendaknya menganut pendekatan kesisteman dengan model masukan-proses-keluaran; sehingga ketigapendekatan tersebut di atas dengan berbagai interaksinya dengan lingkungan dapat dikelola secara terintegrasi dan bersifat holistic, karena 17Manfaat Sistem Manajemen Kinerja antara lain: a.

C. Tinjauan Tentang Good Corporate Governance (GCG)

  117/2002 adalah keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan 28Prinsip kewajaran dapat diwujudkan dengan adanya setiap kebijakan dari perusahaan yang memberi kesempatan yang samabagi semua pegawai dan adanya sistem pengelolaan karyawan yang berbasis kompetensi. Sedangkan menurut Joedo dan Nugroho (2006: 49), yang menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang menjadipermasalahan dalam pengelolaan perusahaan daerah, yaitu manajemen yang tidak cukup propesional, budaya perusahaanyang tidak sesuai, dan lingkungan strategis yang seringkali menjadi tambahan beban bagi perusahaan daerah, berikutpenjelasannya.

C. Tinjauan Tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD)

  Hasil Retribusi DaerahHasil Retribusi Daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran/ pemakaian atau memperoleh pekerjaan, usaha atau milik daerah bagiyang berkepentingan atau karena jasa yang diberikan oleh daerah, dengan kata lain retribusi daerah adalah pungutan yang dilakukansehubungan dengan sumberjasa atau fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah secara langsung dan nyata kepada pembayar. Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan KekayaanDaerah Lainnya yang dipisahkanPerusahaan daerah adalah perusahaan yang modal usahanya seluruh atau sebagian berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan dandiatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

III. METODE PENELITIAN

A. Tipe Penelitian

  Aktivitas dalam penelitian kualitatif dilakukan dalam latar alamiah, hal ini dingkapkan oleh Denzin dan Lincoln dalam Moleong (2005:5) yang menyatakanbahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalanmelibatkan berbagai metode yang ada. Dalam penelitian kualitatif, data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang sekedar terlihat, terucap,tetapi data yang mengandung makna dibalik yang terlihat dan terucap tersebut.

B. Fokus Penelitian

  Oleh karena itu dibutuhkan sistempengukuran yang mampu menyerap semua dimensi strategis dan operasional perusahaan dan juga dibentuknya pusat informasi (Akadun, 2007: 158). Internal Efisiensi operasi dan pelayanan, jumlah produk rusak, Operating Activties sklus waktu, tingkat pemakaian kapasitas, ketepatan pemakaian tenaga kerja dan vahan baku, ketepatan persediaan, jumlah persediaan yang dikembalikan,jumlah tagihan yang diragukan.

5. Customer relation Kepuasan pelanggan 6

  Sumber Data Menurut Lofland dan Lofland dalam Moleong (2005) sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan yang didapat dariinforman melalui wawancara, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Dokumen-dokumenSumber data ini merupakan berbagai dokumen yang ada hubungannya dengan upaya optimalisasi PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung.

E. Proses dan Teknik Pengumpulan Data

  Ketika Berada di Lokasi Penelitian (Getting Along)Dalam tahap ini, peneliti berusaha melakukan hubungan secara pribadi yang akrab dengan subjek penelitian, mencari informasi dan berbagai 51berbagai informasi yang diterima serta fenomena yang diamati. Wawancara yaitu mengumpulkan data primer dengan jalan mewawancarai sumber-sumber data dengan mengajukan beberapapertanyaan yang berkaitan dengan Upaya-upaya pemaksimalan kinerja PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung.

F. Teknik Analisis Data

  Data yang diperoleh dilokasi penelitian (data lapangan) dituangkan dalam uraian laporan yang lengkap dan terperinci. Dalam penelitianini, penyajian data yang sering digunakan untuk menyajikan data adalah dengan teks naratif yang mendeskripsikan langsung mengenai hasiltemuan yang didapat peneliti melalui teknik wawancara.

G. Teknik Keabsahan Data

  Kriteria derajat kepercayaan diperiksa dengan beberapa teknik pemeriksaan, yaitu :a) Triangulasi Triangulasi berupaya untuk mengecek kebenaran data dan membandingkan dengan data yang diperoleh dengan sumber lain, 56dan dengan metode yang berlainan. Kecukupanreferensial dalam penelitian ini dilakukan dengancara mengumpulkansemua data yang berhubungan dengan penelitian ini untuk menguji kembali data ada.

c) Keteralihan (transferability)

  Untuk mengetahui dan memastikanapakah hasil penelitian ini benar atau salah, peneliti selalu mendiskusikannya dengan pembimbing secara bertahap mengenai data-data yang didapat di lapangan mulai dari proses penelitian sampai pada taraf kebenaran data yang didapat. Untuk menjaminkepastian bahwa penelitian ini objektif, peneliti dalam hal ini melakukan pemeriksaan secara cermat bersama dengan pembimbing terhadapkepastian asal-usul data, logika penarikan kesimpulan dari data dan derajat ketelitian serta telaah terhadap kegiatan peneliti tentangkeabsahan data.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Pada subbab ini akan dipaparkan data-data primer maupun sekunder terkait dengan penerapan prinsip-prinsip GCG pada PDAM Way Rilau Kota BandarLampung. Penjelasan lebih lanjut akan peneliti sajikan secara menyeluruh pada uraian dibawah ini:

1. Tata Kelola PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung

  Pertumbuhan ekonomi misalnya, didorong oleh kebijakan pemerintah yang berupaya melakukan investasi dan menarik investor, mendorongperkembangan teknologi, atau menghasilkan tenaga kerja yang dibutuhkan Setiap BUMN/BUMD dicanangkan untuk menghasilkan laba selain berfungsi untuk mensejahterahkan masyarakat. Bahkan sebagian besarBUMN/BUMD menghasilkan laba yang tidak sebanding dengan modal yang Kedua, pemimpin BUMN/BUMD yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat harus peka.

a) Aspek Keuangan

  Data yang peneliti dapatkan mengatakan bahwa kondisi keuanganPDAM Way Rilau selama tahun 2007 dan 2008 secara umum dari tahun ke tahun mengalami kerugian yang cukup besar. E, PDAM Way Rilau tidak lagi memberikan sumbangan terhadap PAD Kota BandarLampung, beliau mengatakan: “PDAM Way Rilau sudah tidak pernah menyumbangkan dana terhadap PAD Kota Bandar Lampung, yang pertama karenasetelah peristiwa kebakaran besar tahun 2007, dana yang ada padaPDAM Way Rilau difokuskan untuk membenahi infrastuktur yang rusak dan keluarnya Surat Edaran Mendagri No.

I. Aktiva

Aktiva lancar 10.466 11.639Aktiva tetap 25.163 22.806 Lanjutan Tabel 5.1 Laporan Neraca Perusahaan PDAM Way RilauUraian 2007 2008

II. Pasiva

  Md dari Dinas Pekerjaan Umum Kota BandarLampung, terkait dengan hutang yang dimiliki PDAM Way Rilau beliau mengatakan bahwa: “Pemerintah sudah melakukan yang seharusnya, yaitu membantu PDAM mencari pinjaman dan tiap tahunpemerintah suplai terus dana dari APBD untuk membantu kinerja perusahaan. E sebagai Direktur Umum mengatakanbahwa: “Saat ini penjadwalan hutang PDAM Way Rilau sampai dengan tahun 2013 telah melakukan penyusunan laporanpenjadwalan hutang, adapun prosedur penjadwalan hutang telah dilakukan dengan dukungan seperti administrasi surat-surat permohon dan PDAM tentang penjadwalan hutang yang ditujukan kepada Direktur Pengelolaan penerusanpinjaman di Departemen Keuangan, namun sampai saat ini belum berhasil”.

RUGI BERSIH (18.135,96) (9.175,02)

  E terkait dengan manajemen perusahaan adalah: “Dalam hal manajemen PDAM masih mengalami beberapa kendala yaitu kurangnya kinerja beberapa bidang di PDAMdalam melaksanakan tugasnya, hal ini berakibat pada pembacaan meter yang tidak akurat karena akurasipembacaan meter yang tidak tepat dan pemindahan meter air yang sedang dibenahi juga menyebabkan hal sedemikianitu ”. Laporan pendapatan yang harus dikerjakan contoh nya seperti pendapatanpenjualan air diakui berdasarkan rekening tagihan air yang diterbitkan pada bulan yang bersangkutan dan uang airtangki yang diterima; pendapatan sambungan baru dan pendapatan penjualan non air lainnya diakui seluruhnyasebagai pendapatan tahun berjalan; pendapatan denda atas ”.

b) Aspek Teknis dan Operasional

  Sistem yang digunakan ada yang langsung dari sumur bor ke pelanggan dan ada yang darisumur bor ditampung di reservoir seperti di perumahan Bukit Masalah pada sumber air terkadang menyebabkan pelayanan yang diberikan oleh PDAM Way Rilau menjadi terganggu, air seringtidak mengalir dan air juga terkadang kotor sehingga tidak layak konsumsi. Ternyata tidak semua sumber air yang dimiliki PDAM Way Rilau sudah dimanfaatkan sebagai sumber air baku, menurut keteranganKepala Sub Bagian Sumber air dan Transmisi, Harun Al Rasyid, beliau menjelaskan bahwa: “Permasalahan tentang terlambatnya aliran air yang mengalir ke rumah-rumah karena tidak semua sumber air Way Kuripan yang dimanfaatkan PDAM sebagai air baku.

c) Aspek Kelembagaan

  E, bahwa: “BPKP itu suatu badan yang memonitor dan mengawasi berjalannya manajemen PDAM yang cenderungmenghakimi perusahaan, seharusnya kan BPKP sebagaiBadan yang melaksanakan fungsi pengawasan, dan membantu PDAM dalam meningkatkan kinerjaperusahaannya, disamping sebagai penghubung antara PDAM dan pemilik”. M anggota Badan Pengawas Kinerja Perusahan, mengemukakan bahwa: “Kurangnya etos kerja yang ada pada PDAM Way Rilau disebabkan karena beberapa hal seperti sistem penempatanpegawai yang tidak jelas pedomannya, sistem promosi jabatan dan kenaikan pangkat yang belum jelas dan bisa jugadisebabkan kurangnya penghargaan atas pegawai-pegawai berprestasi dan sanksi-sanksi bagi mereka yang melanggar ”.

B. Pembahasan

Sub bab ini akan peneliti bahas mengenai hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bagian di atas menggunakan teori-teori yang penelitigunakan pada tinjauan pustaka. Berikut adalah penjelasannya:

1. Kesesuaian Tata Kelola PDAM Way Rilau dengan prinsip-prinsip Good

  Transparansi berhubungan dengan kualitasinformasi yang disampaikan perusahaan dan dapat diwujudkan antara lain: (1) mengembangkan sistem akutansi yang berbasisstandar akuntasi dan penerapan terbaik yang menjamin adanya laporan keuangan dan pengungkapan yang berkualitas; (2)pengembangan Teknologi Informasi (TI) dan Sistem Informasi Pada PDAM Way Rilau, prinsip transparansi belum tercapai hal ini dibuktikan sistem pelaporan keuangan yang kurang baik. Olehkarena itu pendidikan dan pelatihan yang diberikan hendaknya Dengan adanya prinsip kewajaran yang menuju pada keadilan maka seluruh aset perusahaan dapat dikelola dengan baik dan hati-hati, yang memberi perlindungan terhadap praktik korupsi yang merugikan perusahaan, memonitor dan menjamin perlakuan yangadil terhadap beragam kepentingan dalam perusahaan.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tata Kelola PDAM Way Rilau

  Akibat utama kelemahan manajemen yang ada pada PDAM Way Rilau adalah kelemahan dalam penyusunan corporate planning, kurangnya Manajemen planning, organizing, leading dan controlling adalah fungsi- fungsi manajemen yang harus dihayati dan dipraktekkan oleh perusahaannegara dan daerah sebagaim organisasi. Padahal perusahaan harus mengembangkan sistem akutansi yang berbasis standar akutansi dan penerapan terbaik yang menjamin adanya laporankeuangan dan pengungkapan yang berkualitas, tidak hanya mengandalkan sistem akutansi yang telah ada.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil analisis terkait dengan tata kelola PDAM Way Rilau yang dilihat dari 3 (tiga) aspek yaitu aspek keuangan, aspek teknis danoperasional, dan aspek kelembagaan maka dapat disimpulkan bahwa tata kelola PDAM Way Rilau masih jauh kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Ketiga, kurangnyakompetensi sumber daya manusia perusahaan yang disebabkan banyaknya pegawai-pegawai perusahaan yang memiliki basis pendidikan yang sangatjauh berbeda dengan bidang yang dijabat.

B. Saran

  PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung harus berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalamtata kelola perusahaannya sebagai bagian dari reiventing manajemen yaitu(a) Transparansi, perusahaan harus menyediakan informasi yang lengkap, benar dan tepat waktu kepada seluruh stakeholders terutama informasiyang berkaitan dengan keuangan, kepegawaian dan kinerja perusahaan. Melakukan revisi terhadap Corporate Plan yang dimiliki oleh perusahaan agar visi, misi dan program-program kerja perusahaan lebih mengacupada pencapaian prinsip-prinsip Good Corporate Governance di dalam tata kelola PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung.

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012

   Alokasi dana untuk meningkatkan kualitas SDM  Rasio karyawan terhadap pelanggan 8.3 / 1000 Masih ada jabatan yangbelum sesuai dengan tingkat pendidikan/keahlian. Regional (UMR) P  P2 0,0417 2 0,083 2 0,0417 2 0,083 Pertumbuhan ekonomi Kota  Pertumbuhan ekonomi Bandar Lampung meningkat tajam dari 3,82% tahun 2002 menjadi 6,96% tahun 2004 Kenaikan BBM dan TDL A 4 0,0833 -1 -0,083 Berpengaruh terhadap kenaikan biaya listrik, biaya kimia dan bahan bakar 2.

3. ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT

  3/bln/SR P 2 0,0417 3 0,125  Rata-rata 25  Pola pemakaian air P4 0,0833 2 0,167 masyarakat untuk  Minat menjadi pelanggan PDAM Minat menjadi pelanggan PDAM cukup tinggi. P 3 0,0625 3 0,188 Rata-rata pendapatan per bulan  Kondisi ekonomi masyarakat Rp.

4. ASPEK GEOGRAFI DAN LINGKUNGAN

 Pengrusakan hutan dan perubahan fungsi hutan Penyedotan air tanah Topografi dan lokasi daerah pemukiman  Penurunan kuantitas dan kualitas air baku Belum ada ketentuan PEMDA yang mengatur pembatasan penggunaan air bawah tanah oleh kalangan niaga, industri dan pariwisata Kondisi topografi yang berbukit dan datar tidak menguntungkan karena membutuhkan sistem perpompaan A A A 4 2 2 0,08330,0417 0,0417

5 ASPEK DUKUNGAN DARI PEMERINTAH DAERAH DAN DPRD

4 2 0,08330,0417 1 1 0.0830.042 T o t a l 48 1.00 0,125  Dukungan kenaikan Tarif dari Pem dan DPRD Bantuan APBD untuk pendanaan program investasi  Ada cukup dukungan Ada bantuan dana dari APBD namun belum memadai P P

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

ANALISIS BIAYA MODAL PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) BANYUWANGI
0
5
24
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) JEMBER
3
86
21
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) JEMBER
1
16
21
ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN BERDASARKAN KOMITMEN ORGANISASI, PENGENDALIAN INTERN DAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE
0
28
4
ANALISIS PENERAPAN PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN BANYUWANGI
0
15
1
ANALISIS PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA ORGANISASI PERUSAHAAN
0
12
11
UPAYA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BATU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KEPADA PELANGGAN
0
3
1
KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN NGAWI DALAM RANGKA PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
1
9
1
ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA KEDIRI PERIODE 2009-2013
3
31
18
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2011-2013)
1
24
19
EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA PROBOLINGGO DALAM PERSPEKTIF BALANCED SCORECARD
1
25
10
EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA PROBOLINGGO DALAM PERSPEKTIF BALANCE SCORECARD
0
5
18
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KINERJA PERUSAHAAN DAERAH (STUDI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) WAY RILAU)
6
55
167
PELAKSANAAN PELAYANAN AIR BERSIH OLEH PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) WAY RILAU DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG
18
83
57
PROSEDUR IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA PERUSAHAAN DAERAH PDAM KABUPATEN BANTUL Agus Abdurahman
0
0
13
Show more