Sistem Jaringan Komputer Pada PT. Pupuk Kujang Cikampek

Gratis

2
27
71
2 years ago
Preview
Full text
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan Perkembangan teknologi saat ini semakin cepat berkembang di berbagai aspek membuat segala sesuatu lebih mudah, cepat dan akurat. Hal ini tentu saja harus seimbang dengan Sumber Daya Manusia (SDM), serta harus di dukung dengan adanya pembelajaran yang lebih untuk memahami dan mengerti perkembangan apa saja yang dirasakan di era globalisasi ini. Salah satu diantaranya perkembangan ilmu dan teknologi di bidang teknologi informasi, alangkah baiknya infrastruktur yang ada untuk mendukung layanan data yang lebih cepat, akurat dan real-time / online setiap saat, ini sangat membantu sekali khususnya untuk menunjang kebutuhan informasi yang berguna untuk berbagai pihak, secara praktisi di salah satu PERSERO (PT. Pupuk Kujang Cikampek) adanya jaringan komunikasi yang membentang di wilayah sekitar kawasan PT. Pupuk Kujang Cikampek memberikan nilai lebih untuk akses informasi maupun data. Adanya mata kuliah KP (Kerja Praktek) yang di masukan dalam kurikulum UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia) di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Jurusan Management Informatika sangatlah memberi nilai lebih, sehingga dapat menambah ilmu dan pengetahuan selain itu dapat mengetahui keadaan nyata di lapangan. Kerja praktek membantu pula untuk menambah pengalaman dan menambah kesiapan mahasiswa untuk kelak berkecimpung di dunia kerja yang sebenarnya. Pelaksanaan Program Kerja Praktek adalah sebagai perwujudan kebijaksanaan dalam proses yang dilaksanakan pada dua tempat yaitu di kampus (UNIKOM) dan di dunia kerja (PT. 1 2 Pupuk Kujang Cikampek). Kerja praktek adalah suatu cara penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang memadukan kegiatan belajar melalui bekerja langsung pada bidang serta lingkungan yang sesungguhnya. 1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah Adapun masalah yang akan dibahas dalam laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah mengenal lebih jauh tentang sistem jaringan yang ada di PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK meliputi kegiatan yang ada di bagian IT. Yang dalam hal ini penulis mencoba menganalisa bagaimana sistem jaringan komputer yang sebenarnya berjalan pada perusahaan tersebut. 1.3 Batasan Masalah Dalam hal ini penulis, membatasai masalah menjadi terperinci yaitu bagaimana pemanfaatan sistem jaringan komputer yang lebih baik bagi PT. PUPUK KUJANG agar meningkatkan kinerja perusahaan menjadi perusahaan yang berbasis teknologi informasi yang memadai. Mengingat jaringan komputer yang ada di PT. PUPUK KUJANG sudah sangat memumpuni 1.4 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek Maksud dan tujuan dilaksanakannya Kerja Praktek (KP) di PT. Pupuk Kujang Cikampek adalah sebagai sarana untuk melatih mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dibangku kuliah kedalam dunia kerja, melatih kemampuan, displin, tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa agar 3 siap dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Secara spesifik maksud kerja praktek sebagai berikut: i. Mempersiapkan mental untuk siap menghadapi dunia kerja yang sebenarnya. ii. Mengetahui keadaan nyata dilapangan dunia kerja yang sebenarnya, khususnya di bidang Teknik Informatika. iii. Mengasah pola pikir untuk berfikir lebih realistik dalam menghadapi tantangan dunia kerja. iv. Menambah wawasan ilmu serta teknologi yang ada di instansi terkait sebagai acuan perkembangan teknologi yang ada di salah satu Badan Usaha Milik Negara yaitu di PT. Pupuk Kujang Cikampek. Secara spesifik tujuan kerja praktek sebagai berikut: i. Memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menerapkan dan mengembangkan ilmu yang telah di dapat selama study di UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia) di dunia kerja nyata (PT Pupuk Kujang Cikampek). ii. Untuk memenuhi salah satu mata kuliah di UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia) yang berusaha mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja nyata yaitu Kerja Praktek. iii. Agar mahasiswa dapat lebih mengenal situasi dan kondisi dunia kerja, baik di dunia usaha, dunia industri, dan lain sebaginya. iv. Mengembangkan diri baik dari segi mental maupun sikap profesionalisme dalam bekerja di dunia nyata. 1.5 Sistem Pelaksanaan Kerja Praktek Pelaksanaan Kerja Praktek bertempat di : 4 Perusahaan : PT. Pupuk Kujang Cikampek Alamat : Jl. Ahmad Yani No.39 Dawuan Cikampek, Kabupaten Karawang. Bagian : Biro Teknologi ( TI ) Waktu : 5 Juli 5 agustus 2010 Metode penelitian dilakukan dengan 3 cara yaitu: i. Pengamatan ( Observasi ) Melakukan penelitian dari data data serta infrastruktur yang ada, baik dari segi internal Gedung Pusat ( GPA ), maupun gedung lain meskipun tidak secara keseluruhan. ii. Wawancara Selain melakukan pengamatan, metode penelitian pun dilakukan dengan cara bertanya langsung kepada pembimbing praktek di tempat kerja. iii. Metode Literatur Melakukan study pustaka dengan cara mengumpulkan data yang sudah ada di perusahaan, dokumen-dokumen perusahaan, buku-buku dan sumber-sumber lainnya (buku). 5 Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek No aktifitas 1 2 3 4 Mempelajari tatatertib Membuat badge tanda pengenal pengenal praktek Mengenal ruang lingkup biro IT Mempelajari cara kerja biro IT 5 6 7 8 9 Penjelasan mengenai jaringan secara keseluruhan Penjelasan server-server jaringan Penjelasan backbon jaringan Penjelasan hardware jaringan Pengumpulan data 10 11 12 13 14 Pengenalan software aplikasi IFS Penjelasan software aplikasi IFS Penjelasan software aplikasi IFS Penjelasan software aplikasi IFS Pengumpulan data 15 16 17 18 Pengumpulan data Pengumpulan data Pelengkapan data Penyusunan data Waktu Juni-Juli I II III IV BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Jaringan Widerhold (2002 : 12) Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer, software dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. 2.2 Jenis Jenis Jaringan A. LAN (Local Area Network) Sebuah Lan, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relative kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau tiap tiap ruangan pada sebuah sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar 200 m. Gambar 2.1 Contoh Jaringan LAN Sember (http://fadel05.tripod.com/network/jaringan.html) B. MAN (Metropolitan Area Network) 6 7 Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar gedung dalam suatu daerah (wilayah seperti provinsi atau Negara bagian). Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu : jaringan beberapa kantor cabang sebuah bank di dalam sebuah kota besar yang dihubungkan antara satu dengan yang lainnya. Gambar 2.2 Contoh Jaringan MAN Sumber (http://fadel05.tripod.com/network/jaringan.html) A. WAN (Wide Area Network) WAN adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optik, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas 26 negara lain. 8 Gambar 2.3 Contoh Jaringan WAN Sumber (http://fadel05.tripod.com/network/jaringan.html) Tabel 2.1 Perbedaan Jarak Yang Dipakai dalam Jaringan Nilai nilai yang terdapat pada atas, tabel di bukan merupakan nilai mutlak bagi jarak yang menghubungkan antar computer, karena jarak tersebut bisa saja lebih pendek tergantung kondisi area suatu wilayah. 2.3 Hardware Jaringan Komputer 2.3.1 Kabel Ada beberapa tipe (jenis) kabel yang banyak digunakan dan menjadi standar dalam penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer. Kabel sebelumnya harus lulus uji kelayakan sebelum dipasarkan dan digunakan. kabel ini 9 Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, oleh karena itulah dibuat pengenalan kabel. Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum dan sering di pakai untuk LAN, yaitu coaxial dan twisted pair (UTP unshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair). i. Coaxial Cable Dikenal dua jenis tipe kabel coaxial yang dipergunakan buat jaringan 28thernet, yaitu: ii. Thick coaxial cable (kabel koaksial gemuk ) Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata 10 rata 12mm. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard 29thernet atau thick 29thernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan Cuma disebut sebagai yellow cable karena warnanya yang kuning. iii. Thin coaxial cable (kabel koaksial kurus ) Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan dikalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Jenis yang banyak di gunakan RG-8 atau RG-9 dengan impedansi 75 ohm. Jenis kabel untuk televisi juga termasuk jenis coaxial dengan impedansi 75 ohm. Namun untuk perangkat jaringan, kabel jenis coaxial yang dipergunakan adalah (RG-58) yang telah memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata- rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna hitam. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet. 10 Gambar 2.4 2.4 Contoh Kabel Thin Coaxial Sumber (http://yudi.ohlo http://yudi.ohlog.com/kabel g.com/kabel-coaxial.oh33706.html coaxial.oh33706.html) coaxial.oh33706.html iv. Twisted Pair Cable Se Selain kabell koaksial, Ethernet E juga ga dapat men enggunakan jenis j kabell lain yaknii UTP (U (Unshielded T Twisted Pair air) dan STP P ((Shielded Twisted Tw Pair). ir). Kabel UTP TP atau STP P yang y biasa di gunakan adalah kabel yang ter terdiri diri dari 4 pasang kabel yang terpilin. Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel ini , hanya digunakan 4 buah saja yang digunakan untuk dapat mengirim dan menerima data (Ethernet). Perangkat pperangkat lain la yang ber erkenaan den engan penggu gunaan jeniss kabel ini ad adalah konektor RJ-45 RJ 45 dan HUB. Gambar 2.5 2.5 Contoh Kabel Twisted Pair Sumber (http://yudi.ohlog.com/kabel http://yudi.ohlog.com/kabel http://yudi.ohlog.com/kabel-utp..html ..html) 11 Kabel UTP (kategori 5) dan konektor RJ-45 standar EIA/TIA 568 menjelaskan spesifikasi kabel UTP sebagai aturan dalam instalasi jaringan komputer. EIA/TIA menggunakan istilah kategori untuk membedakan beberapa tipe kabel UTP, kategori untuk twisted pair (hingga saat ini), yaitu: Tabel 2.2 Spesifikasi Kabel Type Cable Keterangan UTP Analog, Biasanya digunakan diperangkat telephone pada Category 1 jalur ISDN (Integrated Service Digital Network), juga untuk menghubungkan modem dengan line telephone. Tabel 2.2 Spesifikasi Kabel (lanjutan) Type Cable Keterangan UTP Bisa mencapai 4 Mbits (sering digunakan pada topologi Category 2 token ring) UTP/ STP 10 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi Category 3 token ring 10 BaseT) UTP/ STP 16 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi Category 4 token ring) UTP/ STP Bisa mencapai 100 Mbits data transfer atau 22 db (sering Category 5 digunakan pada topologi star atau tree) ethernet 10 Mbps, fast Ethernet 100 Mbps, token ring 16 Mbps 12 UTP/ STP 1 Gigabit Ethernet (1000Mbps), jarak 100m Category 5e STP 2,5 Gigabit Ethernet, menjangkau jarak hingga 100m, Category 6 atau 10 Gbps (Gigabit Ethernet) 25 meter, 20,2 db Up to 155 Mhz atau 250 Mhz STP Gigabit Ethernet 20,8 db (Gigabit Ethernet) Up to 200 Category 7 MHz atau 700 MHz Ada dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan local, ditambah satu jenis pemasangan khusus untuk cisco router, yakni: 1. Straight Through Cable 2. Cross Over Cable dan 3. Roll Over Cable 1. Straight Through Cable Untuk pemasangan jenis ini, biasanya digunakan untuk menghubungkan beberapa unit komputer melalui konektor Hub/ Switch yang berfungsi sebagai konsentrator maupun repeater. 13 Gambar 2.6 Straight through Cable T56B Sumber (ID.wikipedia.org) Penggunaan kabel UTP model Straight Through pada jaringan local akan membentuk topologi star (bintang) atau tree (pohon) dengan Hub/Switch sebagai pusatnya. Jika sebuah Hub/Switch tidak berfungsi, maka seluruh komputer yang terhubung dengan Hub/Switch tersebut tidak dapat saling berhubungan. Penggunaan Hub/Switch harus sesuai dengan kecepatan dari Ethernet card yang digunakan pada masing masing komputer. Karena perbedaan kecepatan pada NIC dan Hub/Switch berarti kedua perangkat tersebut tidak dapat saling berkomunikasi sacara maksimal. Gambar 2.7 Pemasangan Straight Through Cable dengan SWITCH Sumber (http://riksaonline.co.cc/penggunaan-kabel- straight -dan- crossed /) Penggunaan Straight Through Cable a. PC Hub b. PC Switch 14 c. Hub Hub d. Switch Modem e. Switch Router 2. Cross Over Cable Berbeda dengan pemasangan kabel lurus (Straight Through), penggunaan kabel menyilang ini digunakan untuk komunikasi antar komputer (langsung tanpa konektor), atau dapat juga digunakan untuk meng-casecade Hub/Switch jika diperlukan. Sekarang ini ada beberapa jenis Hub/Switch yang dapat di-cascade tanpa harus menggunakan kabel menyilang (Cross Over), tetapi juga dapat menggunakan kabel lurus. Gambar 2.8 Cross Over Cable dan Penggunaanya Sumber (id.wikipedia.org) 3. Roll Over Cable 15 Pada sistem CISCO, ada satu cara pemasangan kabel UTP, yang digunakan untuk menguhubungkan sebuah terminal (PC) dan modem ke console Cisco Router atau console switch managible, cara ini disebut dengan Roll Over. Kabel Roll Over tersebut sebelumnya terkoneksi dengan DB-25 atau DB-9 Adapter sebelum ke terminal (PC). Anda dapat mengenali sebuah kabel roll over dengan melihat kedua ujung kabel. Dimana warna kabel dari sisi yang satu akan berbalik pada sisi kabel di ujung yang lain. Misalnya kabel putih orange yang berada pada pin 1 ujung kabel A, akan berada pada pin 8 ujung kabel B. Gambar 2.9 Roll-Over Cable dari Console Switch ke PC Sumber (http://riksaonline.co.cc/penggunaan-kabel- straight -dan- crossed / ) Penggunaan kabel roll-over a. PC console router b. PC console switch managible c. Router v. modem Fiber Optic Cable Kabel yang memiliki inti serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar terminal, sering dipakai sebagai saluran BACKBONE karena kehandalannya 16 yang tinggi dibandingkan dengan coaxial cable atau UTP. Karakteristik dari kabel ini tidak terpengaruh oleh adanya cuaca dan panas. Gambar 2.10 Konektor dan Kabel Fiber Optik Sumber (http://delima-pomeee.blogspot.com/2010/04/fiber-optic.html) Kemampuan Kabel Serat Optik (FO) Fiber optik menunjukan kualitas tinggi untuk berbagai macam aplikasi, hal ini disebabkan: a. Dapat mentransmisi bit rate yang tinggi. b. Tidak sensitif pada gangguan elektromagnetik. c. Memiliki bit eror rate (kesalahan) kecil. d. Reliabilitas lebih baik dari kabel koaksial. Kondisi dan tempat pemasangan kabel FO a. Di wilayah kota, terdapat banyak lekukan dan saluran yang biasanya dipenuhi oleh kabel lain, sehingga pemasangan infrastruktur baru selalu 17 dibuat dalam jumlah kecil, sehingga radius belokan fiber dan kabel diusahakan tetap kecil. b. Kabel terpasang dalam bermacam macam kondisi, seperti: diluar, di bawah tanah, di udara, dalam ruangan. Konsekuensinya banyak kondisi ternal, mekanikal dan tekanan lain yang harus diterima. c. Hindari kondisi banyaknya penyambungan, sehingga tidak memerlukan teknisi yang terlatih dan persiapan yang mudah. d. Jangan sampai terjadi banyak tekukan dan kebocoran jacket pelindung yang bisa menyebabkan kebocoran cahaya. e. Biaya jalur koneksi global harus menjadi lebih rendah. Berikut ini merupakan table standarisasi kabel dari IEEE untuk kabel jenis coaxial, UTP/STP maupun Fiber Optik. Tabel 2.4 Tipe Standarisasi Kabel 2 Sumber (http://delima-pomeee.blogspot.com/2010/04/fiber-optic.html) 18 2.3.2 Ethernet Card/ Network Interface Card (Network Adapter) Kartu jaringan Ethernet biasanya dibeli terpisah dengan komputer, kecuali network adapter yang sudah onboard. Komputer macintosh juga sudah mengikutkan kartu jaringan Ethernet di dalamnya. Kartu jaringan Ethernet model 10Base umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel coaxial ataupun kabel twisted pair, jika didesain untuk kabel coaxial konektornya adalah BNC, dan bila didesain untuk kabel twisted pair maka akan punya port konektor RJ-45. Beberapa kartu jaringan Ethernet kadang juga punya konektor AUI. Semua itu dikoneksikan dengan coaxial, twisted pair, ataupun dengan kabel fiber optik. Gambar 2.11 Network Interface Card (dari atas ke bawah konektor RJ-45, konektor AUI, dan konektor BNC Sumber (http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_jaringan) 2.3.3 Hub dan Switch (Konsentrator) 19 Sebuah konsentrator (Hub atau Switch) adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel kabel network dari tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi bintang, kabel twisted pair dating dari sebuah workstation masuk kedalam hub atau switch. Hub dan Switch mempunyai banyak lubang port RJ-45 yang dapat di pasang konektor RJ-45 dan terhubung ke sejumlah komputer. Beberapa jenis hub dapat dipasang bertingkat (stackable) hingga 4 susun. Biasanya hub atau switch memiliki jumlah lubang sebanyak 4 port, 8 port, 16 port, sampai 24 port. Gambar 2.12 beberapa komputer yang terhubung melalui hub/switch Sumber (http://www.rezafauzi.com/2009/05/pengertian-topologi-jaringan.html) Switch merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafic data lebih baik bila di bandingkan hub. Saat ini telah terdapat banyak tipe switch yang managible, selain dapat mengatur trafic data juga dapat di beri IP Address. 2.3.4 Repeater Fungsi utama repeater yaitu untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang 20 sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain. Dengan cara ini jarak antara kabel dapat di perjauh. Penggunaan repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol physical layer yang sama antara segmen segmen kabel tersebut misalnya repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10 BASE2. Gambar 2.13 Penggunaan Repeater antara dua segmen Sumber (http://www.total.or.id/info.php?kk=repeater) 2.3.5 Bridge Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas dari pada repeater. Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda. Misalnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband. Bridge mampu memisahkan sebagian dari trafic karena mengimplementasikan mekanisme frame filtering. Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut sebagai store and forward. Walaupun demikian broadcast trafic yang di bangkitkan dalam LAN tidak dapat di filter oleh bridge. 21 Terkadang pertumbuhan network sangat cepat sehingga diperlukan jembatan untuk itu. Kebanyakan bridge dapat mengetahui masing masing alamat dari tiap segmen komputer pada jaringan sebelahnya dan juga pada jaringan tiap yang lain disebelahnya pula. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur. Bridge juga dapat digunakan untuk mengkoneksi network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula. Bridge dapat mengetahui alamat masing 2.3.6 masing komputer di masing masing sisi jaringan. Router Sebuah router mampu mengirimkan data / informasi dari satu jaringan ke jaringan yang lain yang berbeda, router hampir sama dengan bridge, meski tidak lebih pintar di bandingkan bridge, namun pengembangan perangkat router saat ini sudah mulai mencapai bahkan melampaui batas tuntutan teknologi yang diharapkan. Router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal. Router mengetahui alamat masing masing komputer dilingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridge dan router lainnya. Gambar 2.14 Cisco Router perspektif dari belakang 22 Sumber (http://www.sysneta.com/d-link-dir-412-mobile-wireless-router) Router juga dapat mengetahui keseluruhan jaringan dengan melihat sisi mana yang paling sibuk dan bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih /clean. Router memiliki kemampuan, diantaranya: 1. Router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan internet. 2. Router akan mencarikan alternative jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet. 3. Mengatur jalur sinyal secara effisien dan dapat mengatur data yang mengalir diantara dua buah protocol. 4. Dapat mengatur aliran data diantara topologi jaringan liniear Bus dan Star. 5. Dapat mengatur aliran data melewati kabel fiber optic, kabel coaxial, atau kabel twisted pair. Simbol 2.15 Simbol Network Device Sumber (http://www.eunyusuf.wordpress.com/simbol_jaringan.html) 2.4 Topologi Jaringan 23 Topologi jaringan atau arsitektur jaringan adalah gambaran perencanaan hubungan antar komputer dalam Local Area Network, yang umumnya menggunakan kabel (sebagai media transmisi), dengan konektor, Ethernet card dan perangkat pendukung lainnya. Ada beberapa jenis topologi yang sering terdapat pada hubungan komputer pada jaringan local area, seperti : 2.4.1 Topologi Bus Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, dimana sepanjang kabel tersebut terdapat node node. Signal dalam kabel dengan topologi ini dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah collision terjadi. Keuntungan : a. Murah, karena tidak memakai banyak media, kabel yang dipakai sudah umum (banyak tersedia dipasaran) b. Setiap komputer dapat saling berhubungan langsung. Kerugian : a. Sering terjadi hang / crass talk, yaitu bila lebih dari satu pasang memakai jalur diwaktu yang sama, harus bergantian atau di tambah relay. 2.4.2 Topologi Ring 24 Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node node. Signal mengalir dalam dua arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision, sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan data yang sangat cepat. Semua komputer saling tersambung membentuk lingkaran (seperti bus tetapi ujung ujung bus disambung). Data yang dikirim diberi address tujuan sehingga dapat menuju komputer yang dituju. Tiap station (komputer) dapat diberi repeater (transceiver) yang berfungsi sebagai: 1. Listen State Tiap bit dikirim kembali dengan mengalami delay waktu. 2. Transmisi State Bila bit yang berasal dari paket lebih besar dari ring maka repeater akan mengembalikan ke pengirim. Bila terdapat beberapa paket dalam ring, repeater yang tengah memancarkan, menerima bit dari paket yang tidak dikirimnya harus menampung dan memancarkan kembali. 3. Bypass State Berfungsi untuk menghilangkan delay waktu dari station yang tidak aktif. Keuntungan : a. Kegagalan koneksi akibat gangguan media, dapat diatasi dengan jalur lain yang masih terhubung. b. Penggunaan sambungan point to point membuat transmission error dapat diperkecil. Kerugian : 25 a. Data yang dikirim bila malalui banyak komputer, transfer data menjadi lambat. 2.4.3 Topologi Star Karakteristik dari topologi jaringan ini adalah node (station) berkomunikasi langsung dengan station lain melalui central node (hub/switch), traffic data mengalir dari node ke central node dan diteruskan ke node (station) tujuan. Jika salah satu segmen kabel putus, jaringan lain tidak akan terputus. Keuntungan : a. Akses ke station lain (client atau server) cepat. b. User dapat lebih banyak dibanding topologi bus, maupun ring. c. Hub / switch dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah jumlah station yang terkoneksi di jaringan. d. Dapat menerima workstation baru selama port di centralnode (hub/switch) tersedia. e. Hub / switch bertindak sebagai konsentrator. Kerugian : 2.5 Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, maka semua komunikasi akan di tunda, dan koneksi akan dilanjutkan/ dipersilahkan dengan cara random, apabila hub/ switch mendetect tidak ada jalur yang sedang dipergunakan oleh node lain. 2.4.4 Topologi Tree / Hierarchical (Hirarki) 26 Tidak semua station mempunyai kedudukan yang sama. Station yang kedudukannya lebih tinggi menguasai station yang berada di bawahnya, sehingga jaringan sangat tergantung dengan station yang kedudukannya lebih tinggi (hierarchical topology) dan kedudukan station yang sama disebut peer topology. 2.4.5 Topologi Mesh dan Full Connected Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya. Topologi mesh ini merupakan teknologi khusus (ad hock) yang tidak dapat dibuat dengan pengkabelan, karena sistemnya yang rumit, namun dengan teknologi wireless topologi ini sangat memungkinkan untuk diwujudkan (karena dapat dipastikan tidak akan ada kabel yang berseliweran). Biasanya untuk memperkuat sinyal transmisi data yang dikirimkan, ditengah tengah (area) antar komputer yang kosong di tempatkan perangkat radio (air point) yang berfungsi seperti repeater untuk memperkuat sinyal sekaligus bisa mengatur arah komunikasi data yang terjadi. BAB III PROFIL PERUSAHAAN 3.1 Tinjauan Umum Perusahaan Pemerintah pada masa Repelita pertama (sekitar tahun 1960an) telah mengalahkan pembangunan disegala sektor, baik di bidang pangan maupun industri. Hal ini ditindaklanjuti dengan usaha peningkatan produksi pertanian menuju swasembada pangan. Oleh karena itu dilakukan berbagai usaha perbaikan hasil di bidang pertanian, baik secara intersifikasi maupun ektensifikasi. Perbaikan secara intensifikasi didukung dengan pemberian pupuk secara teratur. Dengan demikian pemerintah berusaha agar kebutuhan pupuk sekaligus meningkatkan pembangunan disektor industri. Pada waktu itu kebutuhan pupuk urea hanya dipasok dari pabrik PUSRI I, yang ternyata tidak mencukupi. Berdasarkan surat keptusan No. 16/1975 tertanggal 17 April 1975, pelaksanaan proyek pabrik pupuk kujang Jawa Barat dialihkan dari Departemen Pertambangan ke Departemen Perindustrian. Pada tanggal 19 Juni 1975 lahirlah PT. Pupuk Kujang, sebuah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di lingkungan departemen Perindustrian. Menyusul kebijaksanaan Presiden ini maka pada bulan April 1975 Mentri Perindustrian mengeluarkan SK NO. 25/M/SK/4/1975 Mentri Perindustrian membentuk tim penyelesaian proyek pupuk Jawa Barat dengan Dirjen Industri Kimia sebagai ketua team, yaitu Ir. A. Salmon Mustafa sebagai pimpinan proyek, dan Ir. Didi Suwardi sebagai pimpinan lapangan. Pemilihan Cikampek sebagai lokasi proyek pupuk Jawa Barat adalah dengan pertimbangan : i. Dekat dengan sumber bahan baku gas alam lepas pantai Cilamaya. ii. Dekat dengan Waduk Jatiluhur sebagai sumber tenaga listrik dan sumber air. iii. Terdapat jaringan transportasi darat (kereta api dan jalan raya). 27 28 iv. Berada di daerah pemasaran pupuk, karena daerah Karawang dan sekitarnya adalah daerah pertanian. Proyek yang dibiayai dari pinjaman kegiatan Iran sebesar us $200 juta dalam bentuk two step loan, termasuk biaya gas transmission dari Cilamaya ke Cikampek. Disamping itu juga dibiayai dari dana rupiah dalam bentuk Penyertaan Modal Pemerintah sebesar Rp. 38.102.970.000,-, sehingga total investasi sebesar Rp. 124.785.537.000,-, dengan debt to equity ratio sebesar fifty fifty. Proyek pabrik pupuk urea ini mulai dibangun pada awal Juli 1976 oleh kontraktor utama Kellogg Overseas Corperation (KOC) USA untuk unit ammonia dari Toyo Enggenering Corporation (TEC) Japan untuk unit area dan pembangunan pabrik urea Pupuk Kujang ini berjalan lancar, sehingga pada tanggal 7 November 1978, 3 bulan lebih cepat dari jadwal, pabrik sudah mulai berproduksi dengan kapasitas 570.000 ton/tahun. Pada tanggal 12 Desember 1978, Presiden Republik Indonesia Soeharto berkenan untuk meresmikan pembukaan pabrik dan pada tanggal 1 April 1979 serta PT. Pupuk Kujang mulai dengan operasi komersial. 3.1.1 Bentuk dan Badan Hukum Perusahaan Guna mengelola pabrik pupuk urea yang akan dibuat dari proyek pupuk Jawa Barat, perlu di bentuk sebuah badan hukum (PERSERO). Maka keluarlah peraturan pemerintah RI No.19 tahun 1975 2 juni 1975 yang mengatur pendirian badan hokum (PERSERO) tersebut. Untuk memperoleh nama bagi badan hukum (PERSERO) tersebut Mentri Perindustrian telah meminta pertimbangan Gubernur Jawa Barat Bapak Aang Kunaefi dan mengajukan nama nama alternative, yaitu : Pupuk Indonesia, Pupuk Nusantara, Pupuk Jawa Barat, Pupuk Pajajaran, Pupuk Siliwangi, Pupuk Karawang, Pupuk Cikampek, Pupuk Dawuan. 29 Bapak Aang Kunaefi yang baru menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada saat itu menyarankan nama Badan Hukum (PERSERO). Tersebut menggunakan nama Pupuk Kujang , dan saran ini diterima baik oleh Mentri perindustrian pada saat itu. Tanggal 9 Juni 1975 dibentuk PT. Pupuk Kujang (PERSERO) dengan Akte Notaris Sulaiman Ardjasasmita S. H. No. 19 dan keluar pula surat Keputusan Mentri Keuangan dengan No. 1372/MK/IV/II/1975 tanggal 28 November 1975 mengangkat Dewan Komisaris PT. Pupuk Kujang (PERSERO) : 1. Drs. Irzan Tanjung, MA. Dari Departemen Keuangan sebagai Presiden Komisaris. 2. Drs. Syahbudin Arifin dari Departemen Luar Negeri Sebagai Komisaris. 3. Ir. Agil Dahlan dari Departemen Luar Negeri sebagai Komisaris. Sedangkan SK Mentri Keuangan NO. 616/MK/IV/6/1975 tanggal 5 Juni 1975 dan NO. 147/MKM/77 tanggal 20 Mei 1977 mengangkat : 1. Ir. A. Salmon Mustafa sebagai Presiden Direktur. 2. Ir. Didi Suwardi sebagai Direktur Teknik. 3. Drs. Soekarwadi Kartowardojo sebagai Direktur Finek. 4. Brigjen L. I Anwar sebagai Direktur Umum. 3.1.2 Bidang Pekerjaan Perusahaan Bahan baku utama dalam proses produksi Urea adalah Gas Alam, Air, dan Udara. Ketiga bahan baku tersebut diolah menghasilkan Nitrogen (N2), Hidrogen (H2), dan Karbon Dioksida (CO2). Pabrik ini terdiri dari unit Ammonia dan unit Urea. Ammonia diproduksi dalam pabrik Ammonia yang merupakan hasil reaksi gas Nitrogen dan Hidrogen. 30 Tahap selanjutnya, Ammonia dan Karbon Dioksida diproses di pabrik urea yang menghasilkan butiran urea dengan diameter 1 2 mm. Pabrik Ammonia dirancang oleh Kellogg Overseas Corporation dari Amerika Serikat sedangkan proses pembuatan urea oleh Toyo Enggineering Corporation dari Jepang. a. Penyediaan Air Baku Untuk penyediaan air baku pabrik telah membangun Stasiun Pompa Air, yakni daerah Parungkadali, Bendung Curug dan di Cikao sebelah hilir Jatiluhur. Untuk mengalami masalah kekurangan air telah dibuat 8 kolam penampungan air yang bertempat di sekitar kawasan pabrik. Jumlah air yang dibutuhkan adalah 9000 m3 / jam. b. Penyediaan Gas Alam Untuk penyediaan gas ala mini Pertamina mengambil dari tiga tempat sebagai sumbernya yaitu Offshore : Arco dan L. Parigi di lepas pantai Cilamaya sekitar 70 Km dari kawasan pabrik dan sumber gas alam di Mundu Kabupaten Indramayu. Dengan penyediaan gas alam ini telah dipasang pipa bawah tanah sepanjang 114 Km, sedangkan Stasiun Meterannya dibangun di sekitar kawasan pabrik. Jumlah gas alam yang diperlukan 60 MMSCF/hari. c. Industri Peralatan Pabrik PT. Pupuk Kujang telah mengembangkan industry peralatan pabrik untuk Fabrikasi peralatan pabrik bagi keperluan industry pupuk dan industri kimia lainnya. Kapasitas produksi 500/tahun. d. Unit Produksi i. Unit Pembangkit Listrik 31 Satu unit Gas Turine generator Kap. 15 Mw. Tiga unit Diesel Standby Generator Kap. 750 Kw/Unit. Satu Diesel Emergency Kap. 375 Kw. ii. Unit Penjernihan Air Menghasilkan berbagai jenis kualitas air untuk keperluan antara lain : Air pendingin, kapasitas 573 m3/jam. Air minum kapasitas 75 m3/jam. Air pemadam kebakaran. Air bebas mineral untuk umpan ketel Pembangkit Uap kapasitas 180 Ton/jam. iii. Unit Pembangkit Uap Unit ini terdiri dari satu unit Waste Heat Boiler kapasitas 97 Ton/jam. Dua unit Package Boiler kapasitas 100 Ton/jam/unit. iv. Unit Ammonia Unit ini menghasilkan Ammonia dengan kapasitas terpasang 1.000 Ton/hari, menghasilkan 330.000 ton/tahun, serta menghasilkan Karbon Dioksida dan Hidrogen. v. Unit Urea Ammonia dan Karbon Dioksida yang diperoleh dari unit Ammonia kemudian diproses di unit urea yang menghasilkan butiran urea dengan kapasitas terpasang 1.725 ton/hari atau 570.000 ton/tahun. vi. Unit Pengantongan Urea butiran yang dihasilkan Unit Urea disalurkan ke unit pengantongan melalui Belt Convenyor. Disini urea butiran dikemas dalam karung plastik dengan berat masing masing 50 Kg untuk kemudian dipasarkan. 32 3.2 Sruktur Organisasi Perusahaan Prinsip organisasi perusahaan PT. Pupuk Kujang adalah sebagai berikut : 1. Susu sunan organisa isasi adalah susunan su pem mbagian tuga gas atau peker erjaan untukk mencapai tu tujuan perusahaan. 2. Untu tuk mencapai ai tujuan terse sebut dan tang n g g u n g jaw aabb direksi dide idelegasikan kepada k pembbantu yang terdiri dari unit unit a. Tugas pokok organisasi adalah sebagai berikut : 1. Untuk Un mencap capai tujuan perusahaan, p , bbaik dalam jangka w akt ktu penyelesa esaian pebangu gunan pabrik, maupun maupun dalam jangka waktu lama. 2. Berusaha Be men encapai targe rget produksi, si, distribusid idan rehabilit litasi sebagaim aimana ditetap tapkan dalam rapat unsur unsur organisasi PT. Pupuk Kujang terdiri atas : 1. Unsur Pimpinan 2. Unsur Pembantu Pimpinan 3. Pelaksanaan Operasional 4. Unsur Penunjang BIRO TEKNOLOGI INFORMASI Stru ktur STAFF ADMINISTRASI Org anis asi BAGIAN OPERASIONAL BAGIAN BANTUAN TEKNIS BAGIAN PENGEMBANGAN SISTEM Biro IT BIDANG PEMELIHARAAN & OPERASIONAL KOMPUTER BIDANG DATABASE ADMINISTRATOR & JARINGAN 33 Direktur Utama Unsur pimpinan dalam hal ini adalah Dewan Direksi yang berasa di bawah Direktur Utama terdiri atas : a. Direktur Produksi b. Direktur Teknik dan Pengembangan c. Direktur Keuangan d. Direktur Sumber Daya Manusia & Umum Disamping membawahi keempat direksi tersebut, Direktur Utama juga sebagai komando langsung terhadap unit unit kerja (Biro Ketenagakerjaan) yang terdiri dari : a. Satuan Pengawasan Intern b. Sekertaris Perusahaan c. Kompartemen Produksi d. Kompartemen Teknik dan Pelayanan Jasa e. Kompartemen Administrasi Keuangan f. Kompartemen SDM dan Umum 1. Direktur Produksi Direktur Produksi adalah salah satu direksi yang berada dibawah komando Direktur Utama, yang sekaligus menaungi unit seperti berikut : a. Biro Pengawasan Proses b. Biro Inspeksi unit kerja atau biro biro ketenaga kerjaan 34 c. Biro Keselamatan dan Lingkungan Hidup d. Biro Material e. Divisi produksi 1 f. Divisi Produksi 1 B g. Divisi Pemeliharaan 2. Direktur Teknik dan Pengembangan Unit kerja dan pelaksana dibawah komando Direktorat dan Teknik adalah sebaga berikut : a. Biro Sistem dan Manajemen b. Biro Pengadaan c. Biro Pengembangan d. Divisi Konstruksi e. Biro Rancang Bangun f. Divisi Industri Peralatan Pabrik g. Divisi Jasa Pelayanan Pabrik 3. Direktur Keuangan Unit kerja dan pelaksanaan yang bertanggung jawab langsung dibawah komando direktur teknik dan pengembangan adalah : a. Biro Pemasaran b. Kantor Pupuk Kujang Jakarta c. Biro Anggaran d. Biro Keuangan e. Biro Akutansi 35 f. Biro teknologi Informasi g. Biro Asministrasi Perusahaan 4. Direktur Sumber Daya manusia dan Umum Unit kerja dan pelaksanaan atau operasi yang bertanggung jawab langsung di bawah komando direktur sumber daya manusia dan umum, yang terdiri dari : a. Biro Ketenagakerjaan b. Biro Pendidikan dan Latihan c. Biro Umum BAB IV ANALISIS JARINGAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1 Jadwal Kerja Praktek Pelaksanaan kerja praktek di PT. Pupuk Kujang Cikampek dimulai 5 juni 210 sampai dengan 05 Juli 2010. 4.2 Hasil Analisis Kerja Praktek Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam proses mengolah informasi. Baik itu mencari, mengirim dan menerima informasi dalam waktu yang selektif dan seefisien mungkin tanpa harus ke sumber informasi. Pada mulanya sistem informasi di PT. PUPUK KUJANG hanay terdapat di unit pengendali pabrik dan kantor pusat serta beberapa tempat lainnya. Pemakainnya pun terbatas hanya pada bagian-bagian tertentu saja, namun seiringdengan perkembangan jaman dan teknologi informasi serta kebutuhan pabrik yang terus meningkat meka komputerisasi di lingkungan PT. PUPUK KUJANG semakin ditingkatkan dan menjadi kebutuhan utama dalam mengelola segala bidang yang berkaitan dengan produksi pabrik, sehingga dengan adanya peningkatan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan sistem tata kerja pabrik yang lebih berkualitas, aman, cepat dan efisien. 4.2.1 Jaringan LAN PT. PUPUK KUJANG 36 37 Untuk lebih memudahkan dalam pekerjaan maka komputerisasi di PT. PUPUK KUJANG dihubungkan dengan suatu jaringan lokal atau biasa disebut dengan LAN (local area network). Jaringan ini menghubungkan semua komputer yang ada dilingkungan PT. PUPUK KUJANG menjadi satu kesatuan dalam sutu wilayah intern, sistem operasi jaringan yang dipakai adalah client-server alasan ini disebabkan karena jaringan di PT. PUPUK KUJANG merupakan jaringan yang mempunyai wilayah jangkauan cukup besar dengan kebutuhan-kebutuhan besar sehinggga dibutuhkan sistem distribusi jaringan yang benar-benar kuat, aman, cepat dan tingkat kesalahan yang relatif kecil. Banyaknya komputer yang akan terhubung menjadi alasan penting dalam penggunaan client-server di PT. PUPUK KUJANG ini. Jaringan komputer di PT. PUPUK KUJANG tidak hanya terhubung dalam wilayah lokal saja, untuk mencapai tujuan usaha yang lebih baik dengan dunia luar maka PT. PUPUK KUJANG menghubungkan system jaringan komputernya hingga ke wilayah global (internet). Jaringan komputer LAN di PT. PUPUK KUJANG terdiri dari beberapa unsur penting mulai dari hardware dan software sereta komponen pendukung lainnya. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut : 4.2.1.1 Server Yang Dimiliki Karena PT. PUPUK KUJANG merupakan sebuah organisasi yang besar dengan kebutuhan-kebutuhan besar maka PT. PUPUK KUJANG menyediakan beberapa server yang terpisah sesuai dengan fungsi-fungsi kebutuhan , server-server yang dimiliki dan digunakan PT. PUPUK KUJANG diantaranya adalah : 38 1. Main server aplication Server ini digunakan untuk menjalankan dan menyediakan program aplikasi IFS yang merupakan media pendistribusian dan penghitungan dalam kegiatan produksi di PT. PUPUK KUJANG. 2. Replikasi server server ini merupakan back up keseluruhan dari main server PT. PUPUK KUJANG. 3. File server Digunakan untuk memudahkan manajemen data dan pencarian file serta back up data. Serta sebagai media penyimpanan data di dalam jarigan PT. PUPUK KUJANG. 4. Web server Digunakan sebagai host PT. PUPUK KUJANG yang pada aplikasi Web dalam jaringan internet maupun intranet (LAN) sekaligus untuk menyimpan dan mengirimkan dokumen HTML (Hyper Text Markup Language). 5. Mail Server Digunakan sebagai pusat surat elektronik (e-mail) dalam lingkungan jaringan local (LAN) PT. PUPUK KUJANG maupun jaringan public (internet). Pengguna server e-mail ini bertujuan untuk memudahkan koordinasi antara bagian dalam satu jaringan local maupun publik. Sesuai dengan kegunaannya maka server ini dibagi menjadi dua bagian yaitu mail internal dan mail external. Mail internal digunakan untuk distribusi e-mail di dalam jaringan local saja, sedangkan mail external digunakan hingga ke jaringan 39 publik. Penggunanya pun disesuaikan dengan sistem operasi yang dipakai oleh masing-masing client. 6. Absensi Server ini digunakan sebagai pencatat data kehadiran per hari para karyawan PT. PUPUK KUJANG. Karyawan yang masuk dan keluar akan selalu terdata dalam komputer. Pencatatan dilakukan oleh semua karyawan setiap akan masuk ataupun keluar dengan manggunakan kartu identitas yang sudah diberikan oleh perusahaan dengan cara menggesekan kartu tersebut ke sebuah mesin mirip ATM. Mesin tersebut akan langusng mendata setiap kartu yang masuk ke dalam komputer dan mencatatnya sesuai waktu pada saat kartu tersebut digesekan. 7. Eprocment Digunakan untuk kepentingan pelanggan seperi penjualan produk, penunjang bahan baku produksi yang berasal dari perusahaan-perusahaan lain, serta untuk memantau stock barang disetiap gudang yang tersebar di daerah jawa barat dan sekitarnya. 8. SMS server (Mailing Stock) Digunakna untuk kepentingan pengecekan suata barang (pupuk) di dalam gudanggudang cabang PT. PUPUK KUJANG diluar daerah dan ditempat lainnya dengan hanya menggunakan SMS via ponsel. Sehingga seorang karyawan dapat mengetahui berapa jumlah barang yang tersedia (yang masuk dan keluar) disebuah gudang penyimpanan ataupun di distributor-distributor langsung dari ponselnya. 40 Server server tersubut membentuk sebuah jaringan intranet dimana server-server bertindak sebagai penyedia fasilitas yang dibutuhkan oleh workstation (client) dalam jaringan PT. PUPUK KUJANG. Pusat server berada di gedung GPA (Gedung Pusat Administrasi) tepatnya diruang 1.A45 Biro Teknologi informasi lantai 4 HUB PPFO GPA Lantai 5 100MBps UTP Cat.5 F.O Module ROUTERS Server : 1. Main Server 2. WEB Server 3. Mail server 4. File server 5. Eprochment 6. Mobile Server 7. Absensi PPFO : Patch Panel Fiber Optic Gedung CR101K Gedung Pemasaran PPFO PPFO HUB 100 MBps F.O Multimode(outdoor) Gedung Pengantongan PPFO HUB HUB HUB Lantai 2 Gedung Maintenance Office HUB PPFO PPFO GPA Lantai 4 HUB HUB GPA Lantai 3 HUB GPA Lantai 2 100MBps F.O Multimode (indoor) MODEM RADIO Lantai 1 Lantai 2 Lingkup ini hanya memakai kecepatan 10MBps UTP HUB Lantai 1 HUB PPFO HUB HUB HUB HUB Gudang Gudang Gudang GPA Lantai 1 Gambar 4.1 Skema Network Jaringan PT.PUPUK KUJANG Koperasi 41 Koneksi radio Poin to multi poin Frekuensi 3,3 GHz INTERNET Internet Bandwidth 64KBps GPA Network sisi INDOSATnet Fiber Optic Multimode SERVER Pusat Server GPA Lantai 4 Maintenance office CR101K Pemasaran Pengantongan Koperasi Network sisi PT. PUPUK KUJANG Gambar 4.2 Topologi Jaringan PT. PUPUK KUJANG 4.2.1.2 Topologi Jaringan PT. PUPUK KUJANG Topologi jaringan yang digunakan PT. PUPUK KUJANG adalah topologi star(bintang), karena setiap komputer client terhubung langsung dengan server menggunakan Hub, dimana HUB tersebut berfungsi sebagai konsentrator antara server dan workstation 4.2.2 Perangkat Keras (Hardware) A. NIC (Network Interface Card) NIC (network interface card) adalah sebuah kartu jaringan yang digunakan menghubungkan komputerdengan media tranmisi (kabel). Dalam jaringan pada PT. 42 PUPUK KUJANG umumnya NIC yang digunakan adalah NIC yang terdapat pada modherboard (onvoard) B. Hub dan Switch Untuk penambahan node atau client dalam jaringan maka digunakanlah HUB sebagai media penghubungnya. Model Hub yang dipakai adalah 3COM dengan tipe-tipe sebagai berikut : 1. 3COM 4400TX 2. 3COM 3300TX 3. 3COM 3300FX (untuk model fiber optik) 4. 3COM 1100TX 5. 3COM OC16TP C. KABEL UTP (unshielded twisted pair) cat5 untuk sambungan NIC ethernet dan Fiber Optic untuk fiber channel multi node D. MODEM Modem yang digunakan pada PT. PUPUK KUJANG adalah modem ADSL. Dimana PT. PUPUK KUJANG mempunyai 2 provider yaitu speddy dan ASTinet. E. Bridge/ Cisco Router 2081. Untuk koneksi jaringan agr lebih cepat 4.2.3 Perangkat Lunak (Software) 43 a. Komputer server Untuk sistem operasi servernya (network operating system) menggunakan Windows Server 2000, Microsoft Windows NT server dan Redhat linux V5.1 b. Komputer client Sistem operasi yang dipakai oleh komputer-komputer workstation di PT. PUPUK KUJANG mengambil dari vendor Microsoft, diantaranya adalah Microsoft Windows NT, Microsoft Windpws 95, Microsoft Windows 98, Microsoft Windows 2000, Microsoft WindowsXP profesional SP1 dan SP2 dan Microsoft Windows7. 4.2.4 Pengkabelan Jaringan PT. PUPUK KUJANG memiliki beberapa server, server-server ini saling berhubungan dalam satu jaringan dan membentuk sebuah jaringan internet, yaitu jaringan local yang memiliki lebih dari satu server sebagai penyedia layanan untuk clientnya. Penggunaan server dalam jumlah lebih dari satu ini dimaksudkan agar server tidak terlalu banyak beban dalam menjalankan sistem untuk clientnya, karena PT. PUPUK KUJANG merupakan perusaan besar dengan beban pekerjaan besar, sehingga dengan adanya server-server tersebut akan sangat membantu dalam pekerjaan terutama yang berhubungan langsung dengan jaringan dan komputer. Jalur-jalur fiber optic yang masuk ke gedung kemudian dihubungkan ke HUB untuk kemudian diteruskan ke masing-masing komputer workstation di dalam gedung. Penggunaan kabel fiber optic ini tidak hanya untuk penyambungan jarak jauh dan luar 44 (outdoor space) saja, ada juga yang menggunakan fiber optic walau jaraknya dekat sekalipun dan berada didalam gedung (indoor), seperti pada penyambungan gedung GPA, HUB di tiap lantai dihubunkan dengan menggunakan fiber optic, hal ini dimaksud agar kinerja jaringan di tempat tersebut lebih cepat dan aman karena gedung GPA merupakan gedung pusat dengan beban pekerjaan yang lebih banyak menggunakan jaringan dibandingkan dengan yang lainnya, dengan rata-rata pemakaian jaringan hampir 90% tiap harinya. Gambar 4.3 Blok Diagram Jaringan PT. PUPUK KUJANG Kabel-kabel fiber optic tersebut kemudian dihubungkan ke HUB utama ditiap gedung (menggunakan converter FO), kemudian dihubungkan ke tipa-tiap komputer client (biro) dengan menggunakan kabel UTP, variasi kecepatan kabel UTP berkisar antara 10 Mbps sampai 100Mbps. 45 Penyambungan antara HUB ke HUB di beberapa gedung yang letaknya cukup jauh menggunakan kabel fiber optic, sedangkan untuk penghubungan jarak dekat serta serta penghubungan dari HUB ke komputer client menggunakan kabel UTP. Namun ada beberapa diantaranya yang tetap memakai kabel UTP untuk penyambungan dari HUB ke HUB tapi dengan syarat kabel tidak boleh lebih dari 100 meter, hal ini dikarenakan pada efektivitas dan kinerja UTP yang hanya dapat bekerja dengan baik pada jarak maksimal 100 meter. Beberapa biro yang terdapat di ke 6 gedung tersebut dan sudah terintegrasi dengan jaringan diantaranya sebagai berikut : 1. Biro Akuntansi 2. Biro Anggaran 3. BAPP (Biro Administrasi Perusahaahn Patungan ) 4. Biro Pendidikan dan Latihan (Diklat) 5. Humas 6. Biro Inspeksi Safety 7. Divisi IPP (industri pelayanan pabrik) 8. Divisi JPP (jasa pelayanan pabrik) 9. Biro keuangan 10. KKP KLH (bagian keselamatan lingkungan hidup) 11. Divisi keuangan IB 12. Divisi kujang 2000/1A 46 13. Biro material 14. Divisi pemasaran 15. Divisi pemeliharaan 16. Biro pengawasan proses 17. Biro pengadaan 18. Biro pengembangan 19. Personalia 20. Kompartemen produksi 21. Sekretaris perusahaan 22. Sisman (Sistem Managemen) 23. Siudin01 (sistem upah digital nusantara) 24. SPI (satuan pengawas intern) 25. Biro teknologi informasi 26. Biro Hukum dan Tata usaha Satu divisi dapat mewakili beberapa biro, begitu pula dalam beberapa biro dapat mewakili beberapa staf biro bawahannya dalam suatu kompartemen sehingga dalam suatu biro terdapat beberapa komputer client yang terhubung. Namun tidak semua biro dapat mewakili bawahannya, ada beberapa diantaranya yang tidak memiliki bawahan dan hanya ada satu hubungan (satu komputer) saja dalam satu jaringannya. 47 8 3 25 14 2 15 4 1 18 FO 17 6 5 2 1 1 10 = Fiber Optic = Jalan 19 20 21 Gambar 4.4 gambar network jaringan PT.PUPUK KUJANG Semua biro saling berhubungan dan bersama-sama menggunakan jaringan seperti : mengirim dan menerima pesan lewat e-mail, menggunakan aplikasi-aplikasi yang tersedia dalam jaringan, copy data dari dan ke komputer lain. Download data dan aplikasi dari komputer lain, bersama-sama dapat menggunakan printer dan perangkat lainnya dalam jaringan, dll berikut ini adalah tempat biro di PT. PUPUK KUJANG : 1.a. Gedung GPA Lt1 Sekretaris pemasaran Biro komunikasi Biro Keuangan Kantor Bersama Ruang Tunggu Vendor dan Tamu Ruang Kabag Perlengkapan Asisten PKC Ruang Kabag Pengadaan Staf KKAK Ruang Payrol 48 Gambar 4.5 network cable gedung GPA lt1 2.a. Gedung GPA lt 2 Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan Kepala Kompartemen SDM dan Umum Biro Anggaran Divisi Pemasaran Biro Akuntansi Biro Ketanaga Kerjaan Staf Personalia Gambar 4.6 network cable gedung GPA lt2 3.a. Gedung GPA Lt.3 Direksi Ruang rapat Lt.3 49 Gambar 4.7 network cable gedung GPA lt.3 4.a. Gedung GPA Lt.4 Kepala Kopartemen Teknik dan Pelayanan Jasa Biro Teknolgi Informasi Biro Pengadaan Biro Administrasi Perusahaan Patungan Ruang rapat Lt.4 Gambar 4.8 network cable gedung GPA lt.4 5.a. Gedung GPA Lt.5 Satuan Pengawasan Intern Biro Pengawasan Financial Biro Pengawasan Operasional 50 Biro Hukum dan Tata usaha Gambar 4.9 network cable gedung GPA lt.5 6.a. Gedung MO Lt 1 Laboraturium PPM Perbengkelan Staf Direktur Produksi Inspeksi Teknik IIP Gudang (Adm) Gudang (Kabag) Gudang (Recieving) Gudang (bulk material) 51 Gambar 4.10 network cable gedung MO lt.1 7.a. Gedung MO Lt.2 General Enginering Biro Pengadaan Proses Staf KKP Staf Direktur Tekbang Kepala Divisi Pemeliharaan Kepala Kompartemen Produksi Kepala IPP Biro Rancang Bangun Biro Material Gambar 4.11 network cable 52 gedung MO lt.2 8.a. Gedung pemasaran Administrasi pemasaran Kepala Bagian Rencana dan Evaluasi Pemasaran Kepala Bagian Sarana dan Distribusi Kepala Divisi Pemasaran Gambar 4.12 network cable gedung pemasran 9.a. Gedung Pengantongan Ruang Kabag Pemeliharaan Lapangan Ruang Proses Enginering Kepala Divisi Produksi Kepala NH3 (Amonia) Kabag Urea 53 Gambar 4.13 Network Cable Gedung Prngantongan 10.a. Gedung KPK (Koperasi Pupuk Kujang) Staf koperasi Gambar 4.14 Network Cable Gedung KPK 4.2.5 Pemakaian Jaringan Komputer Pada awal di saat jaringan komputer PT. PUPUK KUJANG dibangun pemakaiaannya hanay terfokus pada sistem aplikasi IFS dan e-mail saja. Sistem aplikasi IFS dibangun unuk mengatasi masalah-masalah produksi mulai dari pendataan bahan 54 baku sampai hasil produksi yang diperoleh meliputi keuntungan dan kerugian dari hasil produksi di perusahaan, serta digunakan untuk sistem managemen keuangan perusahaan. Sedangkan pemakaian e-mail sebagai fasilitas komunika

Dokumen baru

Download (71 Halaman)
Gratis