HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DENGAN EMOTION FOCUS COPING KARYAWAN OUTSOURCING

Gratis

3
55
21
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DENGAN EMOTION FOCUS

  COPING KARYAWAN OUTSOURCING SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DENGAN EMOTION FOCUS

  COPING KARYAWAN OUTSOURCING SKRIPSI Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

KATA PENGANTAR

  Segala puji syukur Kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan hidayah- Nya, penulis diberi kemudahan untuk menyelesaikan skripsi ini yang bejudul “Hubungan antara Job Insecurity dengan Emotion Focus Coping Karyawan

  Outsourcing ”, sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Psikologi

  di Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis sangat berharap segala sesuatu yang telah penulis lakukan demi menyelesaikan tugas akhir ini mendapat limpahan berkah dan ridho dari Allah SWT.

  Dalam proses penyelesaian skripsi ini penulis mendapatkan banyak bantuan dan motivasi yang sangat berharga dari berbagai pihak, tanpa bantuan dan motivasi dari mereka penulis tidak mungkin dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Oleh karena itu dalam kesempatan ini dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada :

  6. Amma dan kakak – kakakku tercinta, amma dj, kak ida, kak fuad, kak fara, kak mues, yang selalu memberikan dukungan, motivasi, dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

  7.

  “Phino-Q”, terima kasih telah menjadi motivator dan terus mengkritikku, serta memberikan semangat hingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini.

  8. Annis, One, Winda, Ami, Inda tanpa H, Yudish, terima kasih atas semangat yang kalian berikan dan terima kasih telah menjadi sahabat terbaikku selama ini.

  9. Gigit, befris, fara terima kasih telah menjadi teman diskusi yang menyenangkan sehingga penulis tidak terlalu stres saat menyelesaikan skripsi ini.

  10. Teman-teman angkatan 2008 khususnya kelas E yang selalu memberikan semangat sehingga penulis terdorong untuk menyelesaikan skripsi ini.

  11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah banyak memberikan bantuan pada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

DAFTAR ISI

  Halaman

KATA PENGANTAR

  i ……………………………………………………...

  INTISARI

  iii …………………………………………………………………….

DAFTAR ISI

  iv …………………………………………………………………

  

DAFTAR TABEL ........................................................................................... vi

  vii

  DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………..

  BAB I PENDAHULUAN A.

  1 Latar Belakang Masalah …………………………………..

  B.

  6 Rumusan Masalah ………………………………………… C.

  7 Tujuan Penelitian ………………………………………….

  D.

  7 Manfaat Penelitian ………………………………………..

  BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

  8 Emotion Focus Coping …………………………………….

  B.

  12

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ………………………………………………. 34 B. Hasil Analisis Data ………………………………………….. 36 C. Pembahasan…………………………………………………. 36 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ………………………………………………… 41 B. Saran – saran ……………………………………………….. 41 DAFTAR PUSTAKA

  ………………………………………………………… 43

  LAMPIRAN

  …………………………………………………………………… 46

  

DAFTAR TABEL

  Nomor Tabel Halaman

Tabel 3.1 : Blue print skala emotion focus coping

  …………………… 26

Tabel 3.2 : Skala penilaian emotion focus coping

  ……………………. 27

Tabel 3.3 : Analisa kesahihan skala job insecurity

  …………………… 28

Tabel 3.4 : Analisa kesahihan skala emotion focus coping

  …………… 29

Tabel 3.5 : Uji reliabilitas aspek skala job insecurity

  …………………. 30

Tabel 3.6 : Uji reliabilitas skala emotion focus coping

  ……………….. 31 Tabel 4.7

  : Tabulasi silang jenis kelamin dan usia responden………... 34 Tabel 4.8

  : Tabulasi silang jenis kelamin dan pendidikan responden… 34 Tabel 4.9

  : Tabulasi silang jenis kelamin dan lama bekerja…………… 35

Tabel 4.10 : Kategori T Score emotion focus coping

  ………………… 35

Tabel 4.11 : Kategori T Score job insecurity

  ………………………….. 35

Tabel 4.12 : Hasil pengujian product momen

DAFTAR LAMPIRAN

  Halaman LAMPIRAN 1 Skala job insecurity dan emotion focus coping

  ……. 46 LAMPIRAN I I Data kasar try out

  …………………......................... 55 LAMPIRAN III

  Data uji validitas dan reliabilitas…………………... 73 LAMPIRAN IV

  Data kasar penelitian ………………………………. 90 LAMPIRAN V Data hasil analisis korelasi product moment

  ………. 109 LAMPIRAN VI Surat ijin pene litian…………………………………. 113

  

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi DR. (1992). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik.

  Jakarta : PT. RinekaCipta

  

Approaches to coping with stres. Diakses tanggal 7 Februari 2012 dari

  Ashford, S., Lee, C., Bobko, P. (1989). Content, causes, and consequences of job

  insecurity : a theory - based measure and subtantive test. Academy

  Management Journal Vol 32 No 4. 803-829 Anastasi, A dan Urbina, S. (1997). Tes psikologi jiid 1. Jakarta: PT. Prenhallindo

  Azwar, Saifudin Dr, M.A. (1995). Sikap manusia

  • – teori dan pengukurannya,

  Yogyakarta :PustakaPelajar Azwar, Saifudin Dr, M.A. (1997). Reliabilitas dan validitas, Yogyakarta : Pustaka

  Pelajar Azwar, Saifudin Dr, M.A. (1998). Metode penelitian, Yogyakarta : Pustaka Pelajar Kallat, James W, Shiota, Michelle N. (2007). Emotion, Belmont USA : Thomson Higher Education

  Kerlinger, F.N. (2004). Asas

  • – asas penelitian behavioural, Yogyakarta : Gajah

  Mada University Press Mc. Crae, Robert, R., (1984). Situational determinants of coping responses : loses, threat, and challenge. Journal of Personality and Social Psychology, 46.

  (4), 919-928. Abstrak diakses 15 Maret 2012 dari

  

  Nugraha, Adhian. (2010). Analisis pengaruh ketidakamanan kerja dan kepuasan

  kompensasi terhadap kinerja karyawan (Skripsi, Fakultas Ekonomi

  Universitas Diponegoro, Semarang) Ogden, J. (2007). Health psychology, New York USA : Open University Press

  Pradiansyah, A. (1999). Menciptakan komunikasi dan sistem SDM yang terpadu:

  upaya mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, Manajemen

  Usahawan Indonesia, 2, 7-11. Diakses tanggal 14 Maret 2012 dari

  

  

Ribuan tenaga kerja outsourcing sektor perbankan akan menganggur. Diakses

  tanggal 2 Januari 2012 da Smet, Bart. (1994). Psikologi kesehatan, Jakarta : PT. Grasindo

  Utami, Dian. (2008). Hubungan antara job insecurity dengan kepuasan kerja

  karyawan outsourcing (Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia,

  Depok) Winarsunu, Tulus. (2009). Statistik dalam penelitian psikologi dan pendidikan.

  Malang : UMM Press

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Interaksi manusia dengan lingkungannya sering kali menimbulkan berbagai

  macam masalah mulai dari standar kebutuhan hidup yang terus meningkat, membuat manusia terus berusaha memenuhi kebutuhannya, namun usaha memenuhi kebutuhannya itu sering kali menemui hambatan yang menyebabkan manusia cenderung mengalami tekanan psikologis.

  Tekanan psikologis yang terlalu besar dapat mempengaruhi tingkat kemampuan seseorang dalam menghadapi lingkungannya, manusia yang mengalami tekanan psikologis yang tinggi bisa merasakan kecemasan yang berlebihan jika mereka mengalami tekanan.

  Ketika tekanan psikologis terjadi pada diri seseorang, perilaku coping

  2

  Salah satu jenis strategi Coping yang digunakan oleh individu adalah emotion

  

focused coping yang merupakan strategi coping dimana individu memberi respon

terhadap situasi stres dengan cara mengatur respon emosionalnya.

  Menurut Smet (1994) emotion focused coping digunakan untuk mengatur respon emosional terhadap stres dan tekanan, pengaturan ini melalui perilaku individu dengan meniadakan faktor

  • – faktor yang tidak menyenangkan melalui strategi kognitif. Bila individu tidak mampu mengubah situasi tekanan maka individu akan cenderung untuk mencoba mengatur emosinya.

  Papalia, Olds, dan Feldman (2009) menjelaskan bahwa emotion focused

  

coping terkadang disebut juga sebagai coping meredakan (palliative coping),

  ditujukan agar individu “merasa lebih baik” dengan mengatur respon emosi pada situasi yang menimbulkan stres untuk meredakan akibat fisik dan psikologis. Tipe

  

coping ini terjadi jika seseorang menyimpulkan bahwa tidak ada hal yang bisa

  dilakukan mengenai situasi itu sendiri. Salah satu strategi yang berpusat pada emosi adalah mengalihkan perhatian dari masalah, menyerah, dan menyangkal bahwa ada

  3

  menurunkan stres yang dirasakan. Sehingga penggunaan penghindaran emosional sebagai salah satu strategi untuk memoderasi pengaruh ketidakpastian kerja pada stres yang dirasakan cenderung lebih besar dan dikaitkan dengan tingkat stres yang . lebih tinggi terutama dalam kondisi ketidakpastian kerja

  Selain itu Mc.Crae (1984) menemukan ada perbedaan dalam menggunakan mekanisme coping dalam situasi yang berbeda. Pada situasi kehilangan seseorang atau pekerjaan yang tidak dapat diubah, individu sering menggunakan mekanisme

coping ekspresi perasaan (emotion focused coping dan kepercayaan atau iman.

Sedangkan mekanisme seperti berfikir positif, fatalitism dan mencari pertolongan lebih sering digunakan bila menghadapi situasi yang mengandung ancaman.

  Hasil penelitian Billing dan Moos (1984) menemukan korelasi antara jenis kelamin dan perilaku coping. Walaupun secara umum respon-respon coping antara pria dan wanita hampir sama, tapi ada perbedaan kecendrungan wanita lebih sering menggunakan penyaluran emosi (emotion dischange coping) daripada pria sehingga dalam menggunakan pola perilaku coping, wanita lebih dipengaruhi oleh emosi

  4

  Menurut Greenhalgh dan Rosenblatt (1984) job insecurity merupakan ketidakberdayaan seseorang / perasaan kehilangan kekuasaan untuk mempertahankan

  .

  keterkaitan yang diinginkan dalam kondisi situasi kerja Ketidakpastian keberlanjutan kontrak kerja dapat menimbulkan job insecurity pada tenaga kerja yang akhirnya mengarahkan dan mempengaruhi tenaga kerja untuk berperilaku tertentu. Selain itu adanya job insecurity pada diri karyawan ternyata berakibat pada psikologis karyawan. Salah satu gangguan atau hambatan tersebut adalah kondisi lingkungan pekerjaan yang tidak mendukung, karena adanya ketidakpastian dan kekhawatiran tentang keberlanjutan pekerjaan di dalam perusahaan tersebut. Tidak jarang hal seperti ini diikuti dengan kondisi seseorang yang memiliki kecocokkan dan keterikatan dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Di satu pihak mereka ingin terus berada di dalam perusahaan tersebut, sedangkan di pihak lain mereka merasa bahwa pekerjaan dan keberadaannya dalam perusahaan tersebut terancam.

  Job insecurity pada dasarnya selalu dikaitkan dengan kesejahteraan pekerja,

  komplain kesehatan mental dan fisik, serta sikap kerja (Hellgren, et al., 1999),

  5

  tingkat pengangguran yang dialami oleh suatu negara. Tahap kedua adalah job

  

insecurity pada tingkat perusahaan, ketika secara ekonomis kondisi perusahaan

dinyatakan tidak stabil, ancaman yang nyata tentang job insecurity belum jelas.

  Periode ini seringkali disebut chronic insecurity. Tahap ketiga adalah job insecurity akut pada tingkat individu, ketika ancaman yang dipersepsikan menjadi kenyataan dan downsizing benar-benar menjadi kenyataan. Tahap keempat adalah antisipasi kehilangan pekerjaan, saat pemecatan telah direncanakan. Pada tiap fase yang berbeda akan memberikan pengaruh secara psikologis yang berbeda serta diperlukan strategi coping yang berbeda. Greenhalgh dan Rosenblatt (1984) mengatakan job

  

insecurity dapat mengakibatkan rasa takut, kehilangan kemampuan, dan kecemasan

(Setiawan & Hadiyanto, 2010).

  Job insecurity ini banyak dialami oleh karyawan

  • – karyawan yang berstatus pekerja kontrak atau outsourcing. Dalam concise oxford dictionary, outsourcing (alih daya) diartikan sebagai pemindahan atau pendelegasian beberapa proses bisnis kepada suatu badan penyedia jasa, dimana badan penyedia jasa tersebut melakukan

  6

  diperpanjang diperusahaan tersebut. Hal ini menyebabkan tidak adanya job security (rasa aman dalam bekerja) dan menimbulkan job insecurity bagi tenaga kerja outsourcing (rasa ketidakamanan dalam bekerja).

  Ditambahkan pula dalam sebuah situs berita bisnis online vibiznew- banking.com (2012, 2 Januari ) menguraikan bahwa ribuan tenaga kerja outsourcing yang bekerja di sektor perbankan saat ini masih belum jelas nasibnya. Pada 2013 mereka terancam menganggur dikarenakan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 13/52/PBI/20011 tanggal 9 desember 2011 lalu. Menurut Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi) Wisnu Wibowo, PBI tersebut menjadi tanda tanya bagi ribuan pekerja customer service, customer relation, dan teller yang selama ini dipakai bank. "Pasalnya dengan berlakunya PBI tersebut pegawai

  

outsourcing kontraknya saat ini hanya satu tahun saja, dan hanya boleh diperpanjang

  setahun lagi, tahun berikutnya tidak boleh lagi. Artinya secara kasar 2013 nanti nasib pekerja outsourcing masih tanda tanya," kata Wisnu. Ketidakpastian kerja ini disebabkan oleh masa kerja yang ditentukan berdasarkan kontrak kerja yang telah

  7 C. Tujuan Penelitian

  Adapun penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk meneliti hubungan antara job insecurity dengan emotion focused coping pada karyawan outsourcing.

  D. Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis.

1. Manfaat teoritis

  a. Memperluas pengetahuan penulis dalam masalah manajemen sumber daya manusia, khususnya tentang job insecurity dan emotion focused coping karyawan.

  b. Menjadi referensi untuk penelitian-penelitian berikutnya yang relevan 2. Manfaat praktis

  a. Bagi pimpinan perusahaan, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan dan memberdayakan peranan

Dokumen baru