Pengaruh Sistem Pengadilan Mutu Kantor Akuntan Publik Terhadap Pekerjaan Lapangan Audit

Gratis

1
10
92
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh supervisi, konsultasi dan inspeksi dalam pekerjaan lapangan audit denganmenggunakan metode simple random sampling dalam pemilihan responden. Nilai determinasi yang telah disesuaikan (adjusted R Square) adalah sebesar 0.662,berarti variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 66,2 % dan selebihnya dijelaskan oleh variabel lain.

KATA PENGANTAR

  Yahya Hamja MM, sebagai pembimbing I, yang telah memberikan perhatian dan waktunya bagi penulis dengan segalaprofesionalitas dan kesabaran, semoga segala kebaikan dan ketulusan yang bapak berikan menjadi amal shaleh. Untuk teman-temanjunior FEIS, tetap pertahankan juara rektor cup basket kita!!, regenerasi terus anggota tim futsal dan basket ekonomi untuk menjadi yang terbaikdiantara yang baik, jalankan terus semua kegiatan yang telah kita lakukan(DEKAN CUP, FUSHION, SAMAN, FACTORY, FEUI CUP, REKTOR CUP, dan lainnya).

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran ke – 1 Kuesioner Penelitian …………………………… 74 Lampiran ke – 2 Hasil Try Out Uji Validitas dan Uji Reliabilitas data Try Out …………………………………… 81 Lampiran ke – 3 Tabulasi data Try Out …………………………… 83 Lampiran ke – 4 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas data Non Try Out ………………………………… 84 Lampiran ke – 5 Hasil Uji Regresi Linier Berganda ………………… 86 Lampiran ke – 6 Tabulasi data Non Try Out ………………………… 91 Lampiran ke – 7 Tabel “t” dan Tabel “r” ....................................... 94 Lampiran ke – 8 Tabel “F” ………………………………………… Lampiran ke – 9 Daftar KAP yang diberikan kuesioner ……….... 96

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Saat ini lingkungan dan ukuran bisnis entitas suatu perusahaan telah

  Penelitian bersifat deskriptif yang bertujuan memberikangambaran mengenai faktor-faktor yang menentukan kualitas audit Dari penelitian tersebut maka terdapat beberapa kesimpulan yang dihasilkan, diantaranya mengenai faktor pengalaman audit dan faktorketerlibatan pimpinan KAP mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit dengan faktor keterlibatan pimpinan KAP yangberpengaruh paling signifikan terhadap kualitas audit. Tujuan dari penelitian ini ialahuntuk mendapatkan bukti empiris hubungan tindakan supervisi yang disarankan AECC (Accounting Education Change Commision) dalam Issues Statement No.4 dengan kepuasan kerja akuntan pemula di Indonesia dan apakah terdapat perbedaan pelaksanaan tindakan supervisi terhadap akuntan pemula dan perbedaan kepuasan kerja akuntan pemuladi KAP besar dan KAP kecil.

B. Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian diatas, maka variabel yang digunakan peneliti dibatasi pada supervisi, konsultasi dan inspeksi sebagai variabel independendan pekerjaan lapangan audit sebagai variabel dependen. Bagaimana pengaruh supervisi, konsultasi, dan inspeksi secara keseluruhan dalam sistem pengendalian mutu kantor akuntan publikterhadap pekerjaan lapangan audit?

C. Tujuan dan Manfaat

  Untuk mengetahui apakah supervisi, konsultasi, dan inspeksi dalam sistem pengendalian mutu kantor akuntan publik berpengaruh secarakeseluruhan terhadap pekerjaan lapangan audit. Bagi Mahasiswa dan PembacaMemberikan informasi dan gambaran mengenai pentingnya penerapan sistem pengendalian mutu kantor akuntan publik dalam pekerjaanlapangan audit serta sebagai salah satu sarana bahan bacaan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Auditing

  Auditor eksternal (auditor independen) ialah auditor yang bekerja secaraindependen atau biasa sebagai praktisi audit yang bekerja pada kantor Dalam auditing, terdapat banyak tahap pekerjaan yang harus dilalui oleh auditor untuk memperoleh hasil akhir yang maksimal denganmelaksanakan pekerjaan audit secara sistematis. Peristiwa ekonomi yang dimaksud dari definisi audit tersebut merupakan segala jenis informasi yang terkandung dalam laporankeuangan, laporan operasi intern, dan laporan biaya maupun pendapatan Dalam mengaudit, auditor menentukan tingkat kesesuaian laporan klien dengan kriteria standar yang telah dtetapkan dalam StandarProfesional Akuntan Publik (SPAP, 2001).

B. Sistem Pengendalian Mutu

  Dalam pemenuhan tanggung jawab tersebut, KAP wajib Dalam merumuskan suatu kebijakan dan prosedur pengendalian mutu,KAP harus memperhatikan terhadap beberapa faktor penting yaitu mengenai ukuran kantor yang dimiliki, tingkat otonomi yang diberikankepada personel dan kantor-kantor cabangnya, sifat praktik yang dijalankan, struktur organisasi kantor, dan pertimbangan atas biaya denganmanfaat yang akan diperoleh olen kantor akuntan publik. Tindakan tersebut antara lain meliputi penetapan tanggung jawab langsung kepada beberapa staf dan personel untuk melaksanakan suatuprosedur tertentu, melakukan komunikasi atas kebijakan dan prosedur pengendalian mutu yang telah ditetapkan kepada semua staf dan personelkantor akuntan publik, dan mewajibkan semua personel pada setiap tingkat organisasi untuk mematuhi kebijakan tersebut, serta melakukanpemantauan terhadap efektifitas pelaksanaan sistem pengendalian mutu 4.

C. Pekerjaan Lapangan Audit

  Ketika auditor mengumpulkan bukti tentang kewajaran penyajian laporan keuangan, ia juga menggunakan pengetahuan yang diperoleh dalamproses audit untuk menentukan apakah terdapat jasa bernilai tambah lain yang mungkin bermanfaat bagi manajemen dan dewan direksi. Untuk Inspeksi, dilakukan agar segala bentukpekerjaan lapangan audit itu telah dipastikan sesuai dengan aturan pekerjaan lapangan audit yang berlaku, sehingga inspeksi bersifat untuk meninjaukembali terhadap pekerjaan lapangan audit yang telah dilakukan.

D. Kerangka Pemikiran

  Penelitian ini mengkaji pengaruh sistem pengendalian mutu kantor akuntan publik, yang dimana supervisi sebagai (X1), konsultasi sebagai (X2),dan inspeksi sebagai (X3) terhadap pekerjaan lapangan audit sebagai (Y). Karena jawaban yang diberikan masih didasarkan pada teori yangrelevan, tidak berdasar pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data (Sugiyono, 2005), dengan kata lain rumusan hipotesismerupakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, karena masih perlu dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian yang akan dilakukan dirancang untuk meneliti pengaruh

  Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 1999:73), sedangkan populasi merupakan keseluruhankelompok orang, kejadian, atau hal minat yang ingin peneliti investigasi. Alasan penulis menggunakan metode tersebut karena sampel dari penelitian ini ialah auditor eksternal yang terdapat dalam kantor akuntanpublik, yang dimana auditor eksternal ini bisa mencakup auditor senior, auditor junior maupun staf auditor, sehingga pada saat penelitian dilakukan,sampel yang telah diberikan daftar pertanyaan (kuesioner) memiliki tingkatan dan kesempatan yang sama dalam menjawab.

D. Metode Analisis

  Analisis ini bertujuan untuk menentukan keeratan hubungan antara variabel supervisi (X ), 1 konsultasi (X 2 ), dan inspeksi (X 3 ) dengan pekerjaan lapangan audit (Y). Analisis Regresi BergandaPeneliti menggunakan analisis regresi berganda karena ingin mengetahui bagaimana variabel dependen dapat diprediksikan melalui 1 2 3 Dimana: Y = Pekerjaan lapangan audit (Variabel Terikat) a = Konstanta, harga Y bila X = 0b = Koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel terikat (Y) yang didasarkanpada variabel bebas (X).

1 Dengan kriteria sebagai berikut:

  Jika nilai probabilitas > 0,05 dan nilai t table lebih besar dari pada t hitung maka H diterima dan H alternative ditolak, yangberarti tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai probabilitas, jika nilai probabilitas > 0,05 dan nilai f tabel lebih besar dari nilai f hitungmaka H diterima dan H alternatif ditolak, yang berarti tidak ada pengaruh signifikan secara serentak variabel independen terhadap 2 3) Koefisien Determinasi (R )Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur persentase variasi variabel terikat yang dijelaskan oleh semua variabelbebasnya.

2 Nilai R yang mendekati 1 berarti variabel independen memberikan

hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen (Ghozali, 2005:83).

E. Operasional Variabel Penelitian

  Supervisi (X1)Supervisi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu bentuk pengarahan yang dilakukan oleh auditor terhadap tim pelaksana audit,sehingga meyakinkan bahwa tim pelaksana audit memahami terhadap pekerjaan audit yang akan dilakukan. Konsultasi (X2)Konsultasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu aktivitas untuk memberikan keyakinan memadai bahwa semuapersonel akan memperoleh informasi sesuai yang dibutuhkan dari orang yang memiliki pengetahuan, dan kompetensi yang memadai.

B. Hasil Uji Instrumen Penelitian

  Dari hasil nilai tolerance dan nilai VIF, maka hasil uji regresi ini tidak terjadi korelasi antar variabel yang berarti tidak terjadimultikolinieritas, dan model regresi ini menerima H dan menolakH 1 , karena untuk semua nilai tolerance masih dibawah 0,9 dan untuk nilai VIF juga masih dibawah 10. Maka untuk variabel konsultasi, nilai t hitung lebih besar daripada nilai t tabel ( 4,522 > 1,6567) dan nilaisignifikansinya lebih kecil dari alpha (0,000 < 0,05), yang dapat diartikan bahwa variabel konsultasi memiliki pengaruh yangsignifikan terhadap pekerjaan lapangan audit dan H 1 diterima dalam pengujian ini.

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh variabel independen

  Tindakan konsultasi dalam pekerjaan lapangan audit mempunyai hasil signifikansi uji t sebesar 0.000, karena hasil uji t signifikansinyadibawah 0.05 maka hipotesisnya menolak Ho dan menerima H 1 yang artinya tindakan konsultasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pekerjaan lapangan audit. Tindakan inspeksi dalam pekerjaan lapangan audit mempunyai hasil signifikansi uji t sebesar 0.026, karena hasil uji t signifikansinyadibawah 0.05 maka hipotesisnya menolak Ho dan menerima H 1 yang artinya tindakan inspeksi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pekerjaan lapangan audit.

B. Implikasi dan Saran

  Variabel supervisi mempunyai pengaruh positif dan signifikan yang berarti pekerjaan lapangan audit yang dilakukan oleh auditor akanberjalan lebih efektif dan efisien jika tindakan supervisi diterapkan dalam kantor akuntan publik. Variabel inspeksi mempunyai pengaruh positif dan signifikan yang berarti pekerjaan lapangan audit yang dilakukan oleh auditor akanberjalan lebih efektif dan efisien jika tindakan inspeksi diterapkan dalam kantor akuntan publik.

DAFTAR PUSTAKA

  “Analisa Hubungan Tindakan Supervisi dan Budaya OrganisasiTerhadap Kinerja Individual Akuntan Yunior di Kantor Akuntan Publik dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening”. “Evaluasi Atas Penerapan Sistem Pengendalian Mutu pada KAP H dan M”.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (92 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
598
18
Pengaruh Sistem Pengadilan Mutu Kantor Akuntan Publik Terhadap Pekerjaan Lapangan Audit
1
10
92
Pengaruh Due Professionalm Care dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
0
12
40
Pengaruh Risiko Materialitas Terhadap Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit (Survey Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung)
1
10
36
Pengaruh Pengalaman Auditor dan Independensi Auditor Terhadap Audit Judgment (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
14
42
30
Pengaruh Masa Perikatan Audit Dan Skeptisisme Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Di KOta Bandung)
0
14
83
Pengaruh Profesionalisme Auditor Dan Fee Audit Terhadap Kualitras Audit (studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Di Kota Bandung)
4
36
82
Pengaruh Independensi Auditor Dan Kinerja Auditor Terhadap Kualitas Audit (survei Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung)
0
7
70
Pengaruh Pengalaman Dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Beberapa Kantor Akuntan Publik Di Bandung)
1
13
157
Pengaruh Fee Audit dan Profesionalisme Auditor Terhadap Kualitas Audit (Survei Pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
0
3
1
Analisis Pengaruh Kompetensi Dan Tekanan Anggaran Waktu Terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung
2
64
150
Pemilihan Sampling Audit Dan Implementasi Audit Berbasis Risiko Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik di Bandung)
6
32
80
Pengaruh Fee Audit dan Tekanan Anggaran Waktu Audit Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Kota Bandung yang terdaftar di IAPI)
1
10
37
Pengaruh Perilaku Disfungsional Auditor dan Masa Perikatan Audit Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik di Bandung yang Terdaftar di BAPEPAM-LK)
0
8
60
Pengaruh Fee Audit dan Independensi Terhadap Kualitas Audit (Studi Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik Yang Berada di Bandung)
2
15
43
Show more