Sistem Kerja Pompa Sentrifugal Terhadap Keterpasangan Kopling Di Unit Pompa Pabrik Mini PTKI – Medan

Gratis

7
100
71
2 years ago
Preview
Full text

KARYA AKHIR SISTEM KERJA POMPA SENTRIFUGAL TERHADAP KETERPASANGAN KOPLING DI UNIT POMPA PABRIK MINI PTKI – MEDAN Karya akhir ini untuk Melengkapi Salah Satu Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Oleh :

INDRA BAKTI 075203021 PROGRAM DIPLOMA IV TEKNOLOGI INSTRUMENTASI PABRIK DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

SISTEM KERJA POMPA SENTRIFUGAL TERHADAP KETERPASANGAN KOPLING DI UNIT POMPA PABRIK MINI PTKI MEDAN

  PROGRAM DIPLOMA IV TEKNOLOGI INSTRUMENTASI PABRIK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012 ABSTRAK Pompa sentrifugal adalah termasuk kedalam jenis pompa tekanan mekanis, dimana pompa jenis ini memiliki impeller yang berfungsi untukmengangkat fluida dari tempat rendah ketempat yang lebih tinggi atau dari tekanan yang lebih rendah ke tekanan yang lebih tinggi. Adapun masalah – masalah yang timbul pada peralatan ini adalah karena kurang memperhatikan hal – hal yang menyangkut pengaturan jarakcelah kopling pada pompa sehingga menyebabkan kerusakan pada karet baut pengikat kopling.

KATA PENGANTAR

  51 ABSTRAK Pompa sentrifugal adalah termasuk kedalam jenis pompa tekanan mekanis, dimana pompa jenis ini memiliki impeller yang berfungsi untukmengangkat fluida dari tempat rendah ketempat yang lebih tinggi atau dari tekanan yang lebih rendah ke tekanan yang lebih tinggi. Adapun masalah – masalah yang timbul pada peralatan ini adalah karena kurang memperhatikan hal – hal yang menyangkut pengaturan jarakcelah kopling pada pompa sehingga menyebabkan kerusakan pada karet baut pengikat kopling.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Dalam usaha untuk dapat menggunakan fasilitas produksi agar menjamin kelancaran operasi produksi dalam suatu pabrik maka dibutuhkankegiatan – kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang meliputi kegiatan pengecekan, pelumasan, pembersihan dan perbaikan atas kerusakan –kerusakan yang ada serta penggantian suku cadang atau komponen – komponen yang terdapat dalam fasilitas tersebut. Pemeliharaan peralatan yang digunakan pada pabrik – pabrikindustri adalah hal yang penting untuk menjaga agar peralatan itu terhindar dari atau jangan sampai rusak.

1.2 Maksud dan Tujuan

  1.3 Batasan Masalah Untuk mendapatkan hasil pembahasan yang maksimal, maka penulis perlu membatasi masalah yang akan dibahas, adapun batasan masalahdalam Karya Akhir ini adalah: 1. Studi literatur: Mengambil bahan – bahan dari buku – buku referensi, jurnal, artikel dan website yang dapat menunjang penyusunan karyaakhir.

1.5 Sistematika Penulisan

  Dalam penulisan dan penyusunan Karya Akhir ini, maka penulis membuat sistematika penulisan yang diharapkan akan mempermudahdan memahami maksud yang ingin disampaikan kepada pembaca. BAB 4: HASIL RISET DAN PEMBAHASAN Bab ini menjelaskan tentang spesifikasi motor penggerak, pompa sentrifugal, kopling, prosedur pengoperasian atau menjalankan pompa sentrifugal (p – 9), pengujian kerja pompa sentrifugal (p-9), pembahasan,dan pemeliharaan dari Pompa sentrifugal terhadap keterpansangan kopling.

BAB 5 : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran yang dapat diambil

BAB 2 LANDASAN TEORI

penulis dari pengamatan dilapangan dan pada waktu penulisan karya akhir.

2.1 Teori Dasar

  Pompa adalah mesin atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untukmengalirkan cairan dari daerah bertekanan rendah kedaerah yang bertekanan tinggi dan juga sebagai penguat laju aliran pada suatu sistem jaringanperpipaan. Akibat tekanan yang rendah pada sisi isap pompa maka fluida akan naik dari kedalaman tertentu, sedangkan akibat tekanan yang tinggi pada sisi discharge akan memaksa fluida untuk naik sampai pada ketinggian yang diinginkan.

2.2 Pengertian Pompa Sentrifugal

  Daya yang diterima oleh pompaPp = x V x I x cos ø x DGMP…..................................( 2.5 ) Diamana: Pp = daya yang diberikan motor pada pompaV = TeganganI = Arus DGMP = Daya guna motor pompa 5. Daya guna kerja / performance kerja pompa (DGKP)DGKP = 100 %....................( 2.6 ) x Akibat dari putaran impeller yang menimbulkan gaya sentrifugal, maka zat cair akan mengalir dari tengah impeler keluar lewat saluran diantara sudu - sudu dan meninggalkan impeler dengan kecepatan yang tinggi.

2.3 Klasifikasi Pompa sentrifugal

  Bentuk kontruksi dari impeller: impeller yang digunakan dalam pompa sentrifugal dapat berupa open impeller, semi – open impeller,atau close impeller. Pompa yang memilikisatu suction inlet disebut single – suction pump sedangkan untuk 4.

2.4 Bagian – Bagian Utama Pompa Sentrifugsl

  Dalam pengoperasian pompa sentrifugal ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan agar pompa dapat bekerja dengan baik dan dapatbertahan lama. Adapun bagian – bagian utama pompa sentrifugal tersebut antara lain: 2.4.1 Rumah Pompa Sentrifugal Rumah Pompa Sentrifugal dapat dilihat pada Gambar 2.3.

F. Casing

  Casing merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller danmengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single stage). ImpellerImpeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontiniu, sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosonganakibat perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya.

I. Wearing Ring

  Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara memperkecil celah antara casing dengan impeller. Diccharge NozzleDischarge nozzle adalah saluran cairan keluar dari pompa dan berfungsi juga untuk meningkatkan energi tekanan keluar pompa.

2.4.2 Impeller

  Impeller adalah bagian penting pompa sentrifugal dimana terjadi perubahan energi mekanis berupa putaran menjadi kecepatan, aliran impeller akan diputar oleh motor penggerak pompa, menyebabkan aliran akanberputar dan gerakan aliran akan mengikuti impeller dan keluar dengan kecepatan yang besar. Hal ini akan dipergunakan untuk mengatasi head loses dan beban lainnya pada instalasi pompa jika head pada instalasi pipa ternyata masih lebih besar dari head maksimum yang dihasilkan pompa maka aliran tidakakan sampai tujuan akhir instalasi pipa.

2.4.3 Seal Pompa Seal pompa berfungsi mengatasi terjadinya kebocoran pada pompa

  Kebocoran dapat berupa keluarnya minyak pelumas dari pompa, pembocoran yang berlebihan dapat mengganggu terjadinya kerja pompa,bahkan dapat merusak bagian – bagian pompa lainnya. Adapun bentuk – bentuk dari seal pompa dapat dilihat pada Gambar 2.15.

2.5. Rotameter

  Rotameter merupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur debit aliran air, dimana rotameter yang digunakan adalah rotameter dengankapasitas debit air sepuluh ton per jam. Gambar 2.16 Alat Ukur Rotameter 2.6 Kopling Kopling adalah suatu suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari penggerak keporos yang digerakkan secarapasti tanpa serjadi slip, dimana sumbu poros terletak pada suatu garis lurus.

2.7.1 Kopling Tetap

  Kopling tetap adalah suatu komponen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak keporos yang digerakkansecara pasti (tanpa terjadi slip) dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada suatu garis lurus atau dapat sedikit berbeda sumbunya. Selain itu kopling ini juga dapat meredam tumbukan dan getaran yang terjadi pada transmisi,meskipun terjadi kesalahan pada pemasangan poros, dalam batas tertentu kopling ini dapat meneruskan dengan daya yang halus.

2.7.2 Kopling Tidak Tetap

  Kopling tidak tetap adalah suatu komponen mesin yang menghubungkan poros yang digerakkan dan poros penggerak, denganputaran yang sama dalam meneruskan daya serta dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut baik dalam keadaan diam maupun berputar. Kopling cakar persegi dapat meneruskan momendalam dua arah putaran, tetapi tidak dihubungkan dalam keadaan berputar, tetapi hanya baik untuk satu arah putaran saja, namun karena timbulnyatumbukan yang besar jika dihubungkan dalam keadaan berputar, maka cara yang menghubungkannya hanya boleh dilakukan jika poros penggerakmempunyai putaran kurang lebih dari 50 rpm.

2.8 Bagian – Bagian Utama Kopling

2.8.1 Poros

  Poros gabungan antara pemutar dan pendukungPoros pemutar berfungsi sebagai poros yang menerima daya yang diberikan oleh motor listrik, kemudian daya tersebut diteruskan keroda gigidan selanjutnya diteruskan kebatang ulir. Poros yang semata – mata dibebani puntir penampang yang tegak lurus pada sumbu panjang poros, karena itu jarang terdapat penampang ini,disamping puntir hampir selalu dibebani gaya lengkung dan gaya putus geser.

2.8.2 Pasak

  Pasak pada umumnya dapat digolongkan atas beberapa macam, menurut letaknya pada poros maka pasak dapat dibedakan antara pasaktelena, pasak rata, pasak benam, dan pasak singgung pada umumnya 2.8.3 Baut Pengikat Kopling Baut pengikat kopling berfungsi untuk mengikat suatu elemen mesin yang terdapat pada pada suatu mesin. Gambar 2.24 Baut Pengikat 2.8.4 Karet Ban Baut Pengikat Kopling Karet ban pengikat kopling berfungsi untuk mencegah terjadinya slip dari poros ke poros yang digerakkan sehingga dapat mencegah rugi – rugidaya putaran pada suatu mesin.

BAB 3 SISTEM KERJA POMPA SENTRIFUGAL DAN KOPLING

3.1 Sitem Kerja Pompa Sentrifugal

  Didalam ruangan ini impeller berputar yang mempunyai sudu-sudu, yang merupakan salahsatu unsur utama pompa yang menerima tekanan mekanis melalui suatu as (shaft) yang digerakkan oleh pemutar. Sebagian hasil dari perputaran impeller yangsangat cepat kecepatannya, sehingga cairan yang mengalir di dalamnya menjadi bertambah cepat dan pada tahap ini cairan tersebut memperoleh energi kecepatan.

3.2 Sistem Kerja Kopling

  Kemudian daya putaran dipindahkan ke plat gesek yang ditekan oleh plat dengan gaya tekan dari gaya pegas matahari. Kopling tidak bekerja jika gaya yang diberikan pada tuas pendorong dimana melalui tuas ini sleve bergerak kekiri menekan bantal aksial sertapegas matahari menggunakan pegas pembawa, jika bergerak kekanan yang mengakibatkan hubunyan dengan Fly Wheel terputus.

3.3 Pokok Permasalahan

  Apabila dalam suatu kerja kopling yang telah mengalami penurunan daya yang telah mengakibatkan rugi – rugi daya yang besar maka efektifitaskerja dari suatu peralatan suatu pabrik tersebut akan menurun yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada peralatan sehingga peralatantidak bekerja secara normal dan juga peralatan yang sudah tua. Untuk dapat memaksimalkan penanggulangan terhadap gangguan – gangguan yang terjadi maka yang utama perlu diketahui adalah sistem kerjadari peralatan tersebut, yakni kopling itu sendiri, sehingga prosedur kerjanya dapat disusun dengan rapi.

BAB 4 HASIL RISET DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL RISET

  Arus : 4.2 Ampere Sesuai dengan hasil riset dan pengamatan yang dilakukan dilapangan pada pompa sentrifugal jenis pompa – 9 diperoleh data sebagai berikut: 4.1.1 Data Teknis Pompa – 9 g. Model : 50 X 40 IFWM 4.1.2 Data Teknis Motor Penggerak 4.1.3 Data Teknis Kopling a.

4.1.4.1 Menjalankan (persiapan menjalankan dan memulai menjalankan)

  Pengamanan motor listrik penggerak pompa pada harga yang benarc. Operasi menjalankan pompa telah dapat dimulai sesuai menurut petunjuk/perintah ruang kendali 2.

4.1.5 Perhitungan kerja (performance) pompa – 9

a. Data operasi pompa untuk debit air = 0 ton/jam

  Daya yang diberikan motor pada pompa:P = x V x I x cos ø = 1,73 x 380 x 3,2 x 0,80 = 1682,9 W= 1,682 Kw 2. Daya yang diterima oleh pompa:Pp = x V x I x cos ø x DGMP = 1,73 x 380 x 3,2 x 0,80 x 76,45 %= 1279,04 W= 1,279 Kw 5.

b. Data operasi pompa untuk debit air = 2 ton/jam

  Daya yang diberikan motor pada pompa:P = x V x I x cos ø = 1,73 x 380 x 3,3 x 0,80= 1735,53 W= 1,735 Kw 2. Daya yang diterima oleh pompa:Pp = x V x I x cos ø x DGMP = 1,73 x 380 x 3,3 x 0,80 x 78,86 %= 1353,71 W= 1,353 Kw 5.

c. Data operasi pompa untuk debit air = 4 ton/jam

  Daya yang diberikan motor pada pompa:P = x V x I x cos ø = 1,73 x 380 x 3,4 x 0,80= 1788,12 W= 1,788 Kw 2. Daya yang diterima oleh pompa:Pp = x V x I x cos ø x DGMP = 1,73 x 380 x 3,4 x 0,80 x 81,27 %= 1448,37 W= 1,448 Kw 5.

d. Data operasi pompa untuk debit air = 6 ton/jam

  Daya yang diberikan motor pada pompa:P = x V x I x cos ø = 1,73 x 380 x 3,5 x 0,80= 1840,72 W= 1,840 Kw 2. Daya yang diterima oleh pompa:Pp = x V x I x cos ø x DGMP= 1,73 x 380 x 3,5 x 0,80 x 83,6 % = 1527,79 W= 1,527 Kw 5.

e. Data operasi pompa untuk debit air = 8 ton/jam

  Daya yang diberikan motor pada pompa:P = x V x I x cos ø = 1,73 x 380 x 3,6 x 0,80= 1893,31 W= 1,893 Kw 2. Daya yang diterima oleh pompa:Pp = x V x I x cos ø x DGMP = 1,73 x 380 x 3,6 x 0,80 x 86,04 %= 1628,24 W= 1,628 Kw 5.

f. Data operasi pompa untuk debit air = 10 ton/jam

  Daya yang diberikan motor pada pompa:P = x V x I x cos ø = 1,73 x 380 x 3,7 x 0,80= 1945,90 W= 1,945 Kw 2. Daya yang diterima oleh pompa:Pp = x V x I x cos ø x DGMP= 1,73 x 380 x 3,7 x 0,80 x 88,40 % = 1712,39 W= 1,712 Kw 5.

4.2 PEMBAHASAN

  Pembahasan suatu keterpasangan peralatan hal yang harus dipelajari, harus diketahui untuk meningkatkan proses produksi dalam suatu industri. Penggunaan peralatan yang optimal sangat dipengaruhi oleh daya kerja dari suatu ketepasangan peralatan.

4.2.1 Pengaturan Jarak Celah Kopling Pada Pompa Sentrifugal

  Adapun pengaturan yang dilakukan untuk mengatur jarak celah kopling pada pompa adalah sebagai berikut: 1. Mengatur Jarak CelahPengaturan jarak celah ini dilakukan dengan menggunakan Fille Gauge, yang mana pengaturan jarak celah ini sudah menpunyai batas ketentuan jarak celah yang diijinkan dari jarak celah kopling yaitu 2 mm sampai 5 mm.

4.2.2 Pemeliharaan Pompa Sentrifugal Pada Kopling

  Bagi tiap perusahaan industri agar fasilitas perawatan seperti mesin – mesin produksi selalu dalam keadaan baik dan agar dapat menggunakan Pemeliharaan merupakan suatu bentuk kegiatan untuk menjaga peralatan dan mengadakan perbaikan – perbaikan atau penyesuaian danpergantian – pergantian yang diperlukan bagi peralatan agar terdapat suatu kegiatan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yangdirencanakan. Pencegahan atau PebaikanPencegahan atau perbaikan cara pemeliharaan peralatan dengan cara mengganti elemen peralatan yang rusak, sehingga peralatandapat kembali dioperasikan dengan baik, dengan cara seperti ini kerusakan dapat dicegah supaya tidak merambat keelemen yanglainnya pada peralatan tersebut.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Setelah penulis melakukan riset / pengamatan di lapangan pabrik miniPTKI Medan, yang membahas tentang sistem kerja pompa sentrifugal terhadap keterpasangan kopling maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Pemeriksaan yang terus-menerus terhadap pompa dan kopling adalah salah satu faktor pendukung untuk mencapai tujuan pemakaian yanglebih baik dan menunjang kelancaran pengoperasian dari suatu perusahaan atau industri.

5.2 Saran

  Adapun saran yang dapat penulis sampaikan, untuk mendapatkan operasi pompa dan kopling yang baik serta untuk meningkatkan umur pemakaian daripompa dan kopling maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Sebagai bahan masukan serta lebih meningkatkan pengetahuan mekanik terhadap pemeliharaan perawatan dan dengan cepatmendeteksi gangguan dan kerusakan yang terjadi pada peralatan, maka disarankan:a.

DAFTAR PUSTAKA

  Drs, Dasar – Dasar Teknik Mesin,J akarta; Rineka Cipta,1984[ 2 ] G. ING (1982), Elemen – Elemen Mesin, edisi kedua, Jakarta; Erlangga.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisa Getaran pada Poros Pompa Sentrifugal Sistem Penyambungan Kopling Sabuk untuk Monitoring Kondisi
12
86
121
Perancangan Pompa Sentrifugal dengan Kapasitas 100m3 /jam dan Head Pompa 44m untuk Suplai Air Barometrik Condenser
97
460
77
Sistem Pemeliharaan Dan Cara Pengaturan Safety Valve (Katub Pengaman Tekanan) Pada Peralatan Di Pabrik Mini PTKI Medan
31
203
81
Sistem Kerja Pompa Sentrifugal Terhadap Keterpasangan Kopling Di Unit Pompa Pabrik Mini PTKI – Medan
7
100
71
Kemampuan Kerja Operasi Pompa Torak (Reciprocating) Terhadap Kapasitas Yang Dihasilkan Di Pabrik Mini PTKI Medan.
13
111
75
Sistem Kerja Mesin Pendingin Dengan Menggunakan Refrigran (R22) Untuk Menurunkan Suhu Udara Hasil Kompresor Menjadi Udara Instrument Di Pabrik Mini PTKI Medan
0
53
75
Menghitung Laju Ariran Fluida Jenis Head Flow Meter Pada Sistem Rangkaian Perpipaan Dengan Menggunakan Control Valve Air To Open Di Pabrik Mini PTKI – Medan
14
100
56
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal dan Analisa Numerik Menggunakan Perangkat Komputer CFD Fluent 6.1.22 Pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve closed 50%
9
80
120
Perancangan Instalasi Pompa Sentrifugal dan Analisa Numerik Menggunakan Program Komputer CFD Fluent 6.1.22 pada Pompa Sentrifugal Dengan Suction Gate Valve closed 75%
9
91
119
Analisa Performance Pompa Sentrifugal Terhadap Kapasitas Aliran
109
436
70
Sistem Kerja Differential Transmitter Electric Untuk Mengukur Level Air Pada Tangki D1 Di Pabrik Mini PTKI Medan
3
76
52
Kajian Eksperimental Susunan Pompa Secara Pararel Terhadap Karakteristik Vibrasi Pompa Sentrifugal Satu Tingkat
1
29
195
Optimasi Desain Impeller Pompa Sentrifugal Menggunakan Pendekatan CFD
1
1
6
Rancang Bangun Unit Kontrol Pompa Pada Sistem Pompa Listrik Tenaga Angin
0
0
6
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Analisa Getaran pada Poros Pompa Sentrifugal Sistem Penyambungan Kopling Sabuk untuk Monitoring Kondisi
1
1
25
Show more