Feedback

Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir

Informasi dokumen
RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN DI KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memenuhi Gelar Sarjana Sosial Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Disusun Oleh: ARI JUNIKO SIALLAGAN NIM : 060902013 DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL Nama : ARI JUNIKO SIALLAGAN NIM : 060902013 ABSTRAK Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir (Skripsi terdiri dari 6 bab, 95 halaman, 39 tabel, 4 lampiran serta 18 kepustakaan) Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Di Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Setelah program ini berjalan, sedikit banyak masyarakat yang mengalami dampak positif secara langsung. Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana respon masyarakat terhadap PNPM-MP yang dilihat dari 3 variabel yaitu persepsi, sikap dan partisipasi. Penelitian ini dilaksanakan pada kecamatan Simanindo Kabupaten Samoisr. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menerima program dan merasakan dampak langsung dari program serta yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 98 orang dan instrument yang digunakan adalah angket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil ini didukung oleh wawancara dan observasi dilapangan. Data yang diperoleh dari penelitian ini ditabulasikan dalam tabel tunggal kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat diketahui bahwa respon masyarakat terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan adalah positif. Hal ini dapat dilihat dari tiga variable yaitu persepsi, sikap dan partisipasi. Berdasarkan hasil dari tiga variabel tersebut, rata-rata respon masyarakat terhadap PMPN-MP adalah positif, dimana nilai untuk persepsi yaitu 0,91, sikap dengan nilai 1 dan partisipasi dengan nilai 0,94. Kata kunci : Respon, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Universitas Sumatera Utara UNIVERSITY OF NORTHERN SUMATRA FACULTY OF SOCIAL SCIENCE AND POLITICAL SCIENCE SCIENCE DEPARTMENT OF SOCIAL WELFARE Name : ARI JUNIKO SIALLAGAN NIM : 060902013 ABSTRACT Community Response Against the National Program for Community Empowerment in Rural Districts Self Simanindo Samosir regency (Thesis consists of 6 chapters, 95 pages, 39 tables, 4 appendix and 18 literature) Indonesia has the problem of poverty and unemployment. In Indonesia, one of the efforts made to improve the effectiveness of poverty reduction and job creation is the National Community Empowerment Program Mandiri. Once the program is running, slightly more people who have a positive impact directly. The problems discussed in this essay is to see firsthand how the public response to the PNPM-MP visits of 3 variables, namely the perception, attitude and participation. The research was conducted on sub Simanindo Samoisr District. The total population in this study are all people who receive the program and felt the direct impact of the program and that the samples in this study were 98 people and the instrument used was a questionnaire. The method used is descriptive method. These results are supported by interviews and field observations. Data obtained from this study are tabulated in a single table and then analyzed. Based on the research and data analysis, it can be seen that the public response to the National Program for Community Empowerment Rural Self is positive. This can be seen from the three variables that is the perception, attitude and participation. Based on the results of these three variables, the average public response to PMPN-MP is positive, where the value is 0.91 for the perception, attitude and participation with a value of 1 with a value of 0.94. Keywords: Response, the National Program for Community Empowerment Rural Self Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasihNya, penelitian ini dapat penulis rangkumkan dengan baik, walaupun penulis sadari bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan pengetahuan, waktu dan kemampuan yang penulis miliki. Maka dengan segala kerendahan hati, penulis mohon untuk adanya perbaikan dan penyempurnaan tulisan ini, yang tentunya mengharapkan koreksi dan saran dari segenap pembaca sekalian. Skripsi ini berjudul “Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir ”, yang merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan studi pada program strata satu (S-1), Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. Dengan segala keterbatasan penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi penulis khususnya, pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan pembaca tentunya. Pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan bisa selesai tanpa bantuan, perhatian bahkan kasih sayang dari berbagai pihak yang bersifat moril maupun materil, maka dengan segala kerendahan hati penulis menghaturkan terimakasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M. Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Hairani Siregar, S.Sos. M.SP, selaku Ketua Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara 3. Bapak Agus Suriyadi S.Sos, M.Si selaku Dosen Pembimbing penulis yang tidak pernah bosan-bosannya membimbing, memberikan saran, kritik, bahkan semangat kepada penulis untuk menyusun skripsi ini dengan sebaik-baiknya. 4. Seluruh staf administrasi seperti Kak Zuraida, Kak Deby yang telah setia ada di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial dalam memberikan informasi dan mempersiapkan segala kebutuhan penulis. 5. Seluruh staf pengajar FISIP USU, khususnya Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial yang telah membimbing dan mengajar penulis selama masa perkuliahan. 6. Kepada Pak”uda” Camat Simanindo, ito Dormian Siallagan dan seluruh pegawai dan staf di Kecamatan Simanindo serta perangkat desa yang ada di Kecamatan Simanindo atas bantuannya kepada peneliti selama melakukan penelitian di Kecamatan Simanindo. 7. Kedua orang tuaku, Bapak SL.Siallagan dan Ibu R.Sibagariang yang telah merawat penulis dengan penuh kasih sayang serta telah banyak mengorbankan waktu dan materi yang tak terhitung nilainya guna keberhasilan penulis dalam meraih cita-cita. 8. Kepada abangku Frans dan adikku Lia untuk dukungan dan pengertiannya selama penulis berada dalam proses penyelesaian skripsi. 9. Seluruh keluarga besar Siallagan dan Sibagariang yang selalu memberi dukungan yang luar biasa, terlebih di saat penyelesaian skripsi ini. 10. Buat sahabat seperjuangan, Ananta, Edo, Manuk, Rahmad, Fenny, Irene, Lista, Sando, Halim, Anul, Pandu, Dicky, Nobel, Rijal, Rio’07 dan yang lainnya yang tidak dapat dipersebutkan satu persatu, makasi buat kebersamaan kita selama ini. 11. Seluruh stambuk 2006, baik yang sedang berjuang untuk tamat maupun yang sudah tamat, semoga kita dapat menjaga persahabatan untuk membangun jaringan, dan saling mendukung satu sama lain. Universitas Sumatera Utara 12. Seluruh kawan-kawan seperjuangan selama jadi pengurus PEMA FISIP USU, Lintang, Bobby, Kumkum, Kokom, Wallad, Tika, Selvi, Titin, Tino Antro, Suci, Dody”KPU”, Zikri, Bembeng dan seluruh kawan-kawan yang tidak dapat juga dipersebutkan satu persatu, makasi kawan-kawan buat kebersamaannya. What I care, I live on my own!! 13. Seluruh kawan-kawan di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, baik yang masih aktif berkuliah maupun yang sudah menjadi alumni. 14. Seluruh responden yang telah membantu penulis selama ini dalam menjalankan penelitian. Penulis ucapkan banyak terima kasih atas data dan informasinya. 15. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, namun banyak membatu dan memberikan dorongan moril maupun materil bagi terselesainya penulisan skripsi ini, penulis ucapkan banyak terima kasih. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Akan tetapi penulis telah semaksimal mungkin berusaha memberikan yang terbaik. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik yang benar-benar membangun, agar skripsi ini dapat menjadi lebih baik lagi. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak yang membutuhkannya. Dan semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi perlindungan, kesehatan, dan berkatNya kepada kita semua. Medan, Maret 2011 Penulis (Ari Juniko Siallagan) Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.i ABSTRAK.ii DAFTAR ISI.iii DAFTAR GAMBAR.iv DAFTAR TABEL.v BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian. 9 1.3.2 Manfaat Penelitian. 9 1.4 Sistematika Penulisan. 11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Respon . 12 2.2 Masyarakat 2.2.1 Masyarakat dan jenisnya . 14 2.2.2 Asal Masyarakat . 15 2.2.3 Pengembangan Masyarakat . 16 2.2.4 Model-model Pengembangan Masyarakat . 20 2.2.5 Pemberdayaan Masyarakat . 21 2.3 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Universitas Sumatera Utara 2.3.1 Latar belakang . 23 2.3.2 Tujuan PNPM-MP . 25 2.3.3 Prinsip Pokok PNPM-MP . 26 2.3.4 Prinsip lain PNPM-MP . 28 2.4 Sasaran PNPM-MP 2.4.1 Lokasi Sasaran . 28 2.4.2 Kelompok Sasaran . 28 2.4.3 Pelaksanaan PNPM-MP . 29 2.4.4 Pemberdayaan Masyarakat dan Prosesnya . 30 2.5 Kesejahteraan Sosial 2.5.1 Defenisi Kesejahteraan Sosial . 31 2.5.2 Pengertian Kesejahteraan Sosial . 33 2.6 Kerangka Pemikiran . 34 2.7 Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional 2.7.1 Defenisi Konsep . 37 2.7.2 Defenisi Operasional . 38 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian . 40 3.2 Lokasi Penelitian . 40 3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi . 41 3.3.2 Sampel . 42 3.4 Tehnik Pengumpulan Data . 45 Universitas Sumatera Utara 3.5 Tehnik Analisa Data . 46 BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 4.1 Sejarah Kecamatan Simanindo . 50 4.2 Letak dan Batas Wilayah . 50 4.3 Keadaan Geografis . 51 4.4 Keadaan Demografis 4.4.1 Luas dan Wilayah Penggunaan lahan . 51 4.4.2 Pembagian Wilayah . 52 4.4.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin . 53 4.4.4 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama . 53 4.4.5 Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur . 54 4.4.6 Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan . 55 4.4.7 Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan . 56 4.4.8 Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa . 57 4.5 Sarana dan Prasarana Kecamatan Simanindo . 58 4.5.1 Sarana Rumah Ibadah . 58 4.5.2 Sarana Pendidikan . 59 4.5.3 Sarana Kesehatan . 60 4.5.4 Sarana Air Bersih . 60 4.5.5 Sarana Olah Raga . 61 4.5.6 Lembaga Kemasyarakatan . 61 4.5.7 Sistem Pemerintahan . 62 Universitas Sumatera Utara BAB V ANALISA DATA 5.1 Karakteristik Identitas Responden. 65 5.2 Respon Masyarakat Terhadap PNPM-MP 5.2.1 Persepsi . 71 5.2.2 Sikap . 76 5.2.3 Partisipasi . 79 5.3 Analisa Data Kuantitatif Responden Terhadap PNPM-MP. 84 5.3.1 Persepsi Responden Terhadap PNPM-MP . 86 5.3.2 Sikap Responden Terhadap PNPM-MP . 88 5.3.3 Partisipasi Responden Terhadap PNPM-MP . 89 BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan. 92 6.2 Saran. 93 DAFTAR PUSTAKA LEMBARAN KUESIONER LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 1 Cakupan Wilayah PNPM-MP di Indonesia . 8 Tabel 3 Komposisi Penduduk.42 Tabel 4.1 Penggunaan Lahan Kecamatan Simanindo .52 Tabel 4.2 Komposisi Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin .53 Tabel 4.3 Komposisi Penduduk berdasarkan Umur .54 Tabel 4.4 Komposisi Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan . 55 Tabel 4.5 Komposisi Penduduk berdasarkan Pekerjaan .56 Tabel 4.6 Komposisi Penduduk berdasarkan Suku Bangsa .57 Tabel 4.7 Sarana Rumah Ibadah . 58 Tabel 4.8 Sarana Pendidikan .59 Tabel 4.9 Sarana Kesehatan .60 Tabel 4.10 Sarana Air Bersih . 60 Tabel 4.11 Sarana Olah Raga .61 Tabel 4.12 Lembaga Kemasyarakatan .61 Tabel 5.1 Karakteristik Responden berdasarkan Umur .65 Tabel 5.2 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin .66 Tabel 5.3 Karakteristik Responden berdasarkan Agama .66 Universitas Sumatera Utara Tabel 5.4 Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan .67 Tabel 5.5 Karakteristik Responden berdasarkan Suku .68 Tabel 5.6 Karakteristik Responden berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga . 68 Tabel 5.7 mengembangkan kelembagaan kerja sama antar desa. Berdasarkan visi, misi dan strategi yang dikembangkan, maka PNPM-MP lebih menekankan pentingnya pemeberdayaan sebagai pendekatan yang dipilih. Melalui PNPM-MP dihrapkan masyarakat dapat menuntaskan tahapan pemberdayaan yaitu tercapainya kemandirian dan keberlanjutan, setelah tahapan pembelajaran dilakukan melalui PPK. 2.4.2. Tujuan PNPM-MP Tujuan umum PNPM-MP adalah meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan. Tujuan khususnya meliputi : 1. Meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan kelompok perempuan, dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian pembangunan; 2. Melembagakan pengelolaan pembangunan partisipatif dengan pendayagunaan sumber daya lokal; 3. Mengembangkan kapasitas pemerintah desa memfasilitasi pengelolaan pembangunan partisipatif; 4. Menyediakan prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi yang diprioritaskan oleh masyarakat; 5. Melembagakan pengelolaan dana bergulir; Universitas Sumatera Utara 6. Mendorong terbentuk dan berkembangnya Badan Kerja Sama Desa (BKAD); 7. Mengembangkan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan kemiskinan perdesaan. 2.4.3 Prinsip Pokok PNPM-MP Dalam pelaksanaannya, PNPM-MP menekankan prinsip-prinsip pokok SiKOMPAK, yang terdiri dari : 1. Transparansi dan akuntabel, yaitu masyarakat harus memiliki akses yang memadai terhadap segala informasi dan proses pengambilan keputusan, sehingga pengelolaan kegiatan dapat dilaksanakan secara terbuka dan dipertanggung-gugatkan, baik secara moral, teknis, legal maupun administrasi. 2. Desentralisasi, yaitu kewenangan pengelolaan kegiatan pembangunan sektoral dan kewilayahan kepada Pemerintah Daerah atau masyarakat sesuai dengan kapasitasnya. 3. Keberpihakan pada orang miskin, yaitu semua kegiatan yang dilaksanakan mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat miskin dan kelompok yang kurang beruntung. 4. Otonomi, yaitu masyarakat diberi kewenangan secara mandiri untuk berpartisipasi dalam menentukan dan mengelola kegiatan pembangunan secara swakelola. 5. Partisipasi, yaitu masyarakat terlibat secara aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan pembangunan dan secara gotong royong menjalankan pembangunan. Universitas Sumatera Utara 6. Prioritas, yaitu pemerintah dan masyarakat harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan untuk pengentasan kemiskinan, kegiatan mendesak dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya masyarakat, dengan mendayagunakan secara optimal berbagai sumber daya yang terbatas. 7. Kesetaraan dan keadilan gender, yaitu laki-laki dan perempuan mempunyai kesetaraan dalam perannya di setiap tahap pembangunan dan dalam menikmati secara adil manfaat kegiatan pembangunan tersebut. 8. Kolaborasi, yaitu semua pihak yang berkepentingan dalam penanggulangan kemiskinan didorong untuk mewujudkan kerjasama dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam penanggulangan kemiskinan. 9. Keberlanjutan, yaitu setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga di masa depan, dengan menjaga kelestarian lingkungan. 2.4.4. Prinsip Lain PNPM-MP 1. Bertumpu pada pembangunan manusia, yaitu setiap kegiatan diarahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia seutuhnya. 2. Demokratis, yaitu pengambilan keputusan pembangunan dilakukan secara musyawarah dan mufakat dengan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat miskin. Universitas Sumatera Utara 2.5. Sasaran PNPM-MP 2.5.1. Lokasi Sasaran Pada tahun 2009, lokasi sasaran PNPM-MP meliputi seluruh kecamatan perdesaan di Indonesia yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Untuk tahun 2008, ketentuan pemilihan lokasi sasaran berdasarkan ketentuan : a. Kecamatan-kecamatan yang tidak termasuk kategori “kecamatan yang bermasalah dalam PPK” b. Kecamatan-kecamatan yang diusulkan oleh pemerintah daerah dalam skema kontribusi pendanaan. 2.5.2. Kelompok Sasaran a. Rumah Tangga Miskin (RTM) di perdesaan b. Kelembagaan masyarakat di perdesaan c. Kelembagaan pemerintah local. 2.5.3. Pelaksanaan PNPM-MP Pelaksanaan PNPM-MP berada di bawah binaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri. Program ini didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara Negara (APBN), Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dana hibah dari sejumlah bantuan dan pinjaman dari Bank Dunia. Pelaksanaan kegiatan PNPM-MP tersebut merupakan tahap dari seluruh rencana yang telah disepakati dalam pertemuan Musyawarah Antar Desa (MAD) dimana dalam pertemuan tersebut dilakukan untuk menetapkan usulan dan hal yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat serta rapat-rapat persiapan Universitas Sumatera Utara pelaksanaan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini perlu diperhatikan hal-hal penting sebagai berikut, yaitu : 1. Masyarakat merupakan pemilik kegiatan, sehingga keputusan pelaksanaan dan tanggung jawab ada pada masyarakat. 2. Masyarakat desa mendapatkan prioritas untuk turut bekerja dalam pelaksanaan kegiatan, terutama bagi RTM. 3. Apabila ada bagian pekerjaan yang belum mampu dikerjakan oleh masyarakat sendiri, masyarakat dapat mendatangkan tenaga trampil atau ahli dari luar sepanjang disepakati dalam musyawarah daerah dan kebutuhan tersebut di atas harus diperhitungkan dalam rancangan anggaran belanja kegiatan. 4. Penggunaan dana sesuai dengan rencana dan kegiatan agar mencapai hasil yang memuaskan serta selesai tepat waktu. 2.5.4. Pemberdayaan Masyarakat dan Proses Pembangunan Melalui PNPM-MP, masyarakat tidak dijadikan objek melainkan subjek dari proses perubahan. Masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pembanguan, ini merupakan prinsip pembangunan yang berpusat pada rakyat. Perlunya restrukturisasi dalam system pembangunan social pada tingkat mikro (masyarakat lokal, kelembagaan) dan mikro (kebijakan) untuk mendukung prinsip pembangunan yang berpihak pada rakyat. Hal ini berimlikasi pada perlunya restrukturisasi system pembangunan social pada tingkat mikro, meso dan makro agar masyarakat lokal (tingkat mikro) dapat mengembangkan potensinya tanpa mengalami hambatan yang bersumber dari faktor-faktor eksternal pada struktur mikro dan makro. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya mempersiapkan Universitas Sumatera Utara masyarakat seiring dengan upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan. Dalam program pemberdayaan masyarakat harus diperhatikan bahwa masyarakat setempat yang mempunyai tempat tinggal tetap dan permanen biasanya mempunyai ikatan solidaritas yang tinggi sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya, adanya perasaan saling memerlukan di antara mereka, perasa, demikian yang pada dasarnya merupakan perasaan komuniti. Dalam program pemberdayaan masyarakat penting juga diperhatikan modal sosial yang dimiliki masyarakat setempat. Karena modal sosial merupakan sesuatu yang membuat masyarakat bersekutu untuk mencapai tujuan bersama atas dasar kebersamaan dan di dalamnya diikat oleh nilai-nilai dan norma-norma yang tumbuh dan dipatuhi. Situasi ini akan menjadi kunci bagi keberhasilan program pemberdayaan yang terdapat dalam suatu daerah. 2.6. Kegiatan Simpan Pinjam untuk Kelompok Perempuan (SPP) 2.6.1. Pengertian SPP SPP merupakan salah satu bentuk kegiatan dari PNPM-MP yaitu pemberian permodalan untuk kelompok perempuan yang mempunyai kegiatan simpan pinjam. 2.6.2. Tujuan dan Ketentuan a. Tujuan Umum Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi kegiatan simpan pinjam perdesaan, kemudahan akses pendanaan usaha skala mikro, pemenuhan kebutuhan pendanaan sosial dasar dan memperkuat Universitas Sumatera Utara kelembagaan kegiatan kaum perempuan dan mendorong penanggulangan rumah tangga miskin. b. Tujuan Khusus 1) Mempercepat proses pemenuhan kebutuhan pendanaan usaha ataupun sosial dasar. 2) Memberikan kesempatan kaum perempuan meningkatkan ekonomi rumah tangga pendanaan peluang usaha. 3) Mendorong penguatan kelembagaan simpan pinjam oleh kaum perempuan. c. Ketentuan Dasar 1) Kemudahan, artinya masyarakat miskin dengan mudah dan cepat mendapatkan pelayanan pendanaan kebutuhan tanpa syarat agunan. 2) Terlembagaan, artinya dana kegiatan SPP disalurkan melalui kelompok yang sudah mempunyai tata cara dan prosedur yang sudah baku dalam pengelolaan simpanan dan pengelolaan pinjaman. 3) Keberdayaan, artinya proses pengelolaan didasari oleh keputusan yang professional oleh kaum perempuan dengan mempertimbangkan pelestarian dan pengembangan dana bergulir guna meningkatkan kesejahteraan. 4) Pengembangan, artinya setiap keputusan pendanaan harus berorientasi pada peningkatan pendapatan sehingga meningkatkan pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. 5) Akuntabilitas, artinyadalam melakukan 0,33 sampai dengan 1) 5.3.2 Sikap Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Pengukuran respon selanjutnya dilihat dari sikap masyarakat terhadap PNPM MP di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Variabel sikap masyarakat terhadap PNPM MP (V2) merupakan hasil xcv rata-rata ∑skor variabel sikap: jumlah sub variabel sikap. Jumlah sub variabel persepsi ada 9 sub variabel, sehingga rata-rata V1= ∑ skor variabel : 9 (lihat lampiran). Data pemberian skor ada pada table berikut: Tabel 5.25 Sikap Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan No Jawaban Responden 1 Positif 80 80,80 2 Netral 8 8,08 3 Negatif 11 11,11 99 100,00 Jumlah Frekwensi Persentase Sumber: Kuisioner, 2010 Dari tabel 5.25 dapat dilihat sebanyak 80 orang responden atau (80,80%) memiliki sikap positif terhadap PNPM MP, jal ini dapat terlihat dari tanggapan masyarakat yang menganggap bahwa program ini sangat menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini dapat dilihat ketika tim pelaksanaan atau anggota dari PNPM MP menyampaikan informasi tentang program ini, mudah dimengerti sehingga masyarakat tertarik dan setuju dengan pelaksanaan PNPM MP. Responden yang memiliki sikap netral sebanyak 8 orang atau (8,08%) hal ini dikarenakan masyarakat kurang memahami bagaimana PNPM MP, sehingga masyarakat tersebut kurang menyukai dan menerima program tersebut. Persepsi responden terhadap program juga mempengaruhi sikap menyetujui atau tidak adanya PNPM MP. Responden yang memiliki sikap negatif terhadap PNPM MP sebanyak 11 orang atau (11,11%) sedikitnya jumlah responden yang memiliki sikap negatif menunjukkan bahwa PNPM MP ini bisa diterima dengan baik dan sudah banyak diterapkan di masyarakat. Begitu juga dengan cara penyampaian xcvi oleh petugas dari PNPM MP tentang apa saja yang ada di program tersebut sangat menarik sehingga masyarakat setuju dengan pelaksanaan program tersebut. Sikap masyarakat termasuk respon positif atau negatif dapat dianalisis dengan memberikan nilai 1 pada respon positif, nilai 0 untuk respon netral dan nilai -1 untuk respon negatif, lalu dibagi dengan jumlah total responden. Hasil akhir kemudian dikelompokkan apakah termasuk sikap positif atau negatif dengan adanya batasan nilai pada skala likert. Persepsi positif : 80 x 1 = 80 Persepsi netral : 8 x 0 = 0 Persepsi negatif : 11 x -1= -11 + = 69/99 = 0,69 (persepsi positif karena berada diantara 0,33 sampai dengan 1) 5.3.3 Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Data hasil pemberian skor variabel persepsi terhadap PNPM MP di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir ini merupakan variabel awal dalam mengukur respon. Hasil skor variabel persepsi (V3) merupakan hasil rata-rata ∑skor variabel persepsi: jumlah sub variabel persepsi. Jumlah sub variabel persepsi ada 3 sub variabel, sehingga rata-rata V3= ∑ skor variabel : 3 (lihat lampiran). Data pemberian skor ada pada table berikut: xcvii Tabel 5.26 Persepsi Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan No Jawaban Responden Frekwensi 1 Positif 59 59,59 2 Netral 11 11,11 3 Negatif 29 29,29 99 100,00 Jumlah Persentase Sumber: Kuisioner, 2010 Tabel 5.26 menunjukkan bahwa 59 0rang atau sebesar (59,59%) memiliki partisipasi yang positif terhadap PNPM MP di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, hal ini dikarenakan bahwa responden ikut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan PNPM MP sedangkan responden yang netral sebanyak 11 orang atau (11,11%) sedangkan responden yang bersikap negatif sebanyak 29 orang atau (29,29%) hal ini dapat kita lihat karena banyak juga masyarakat yang tidak mau tau dengan apa yang ada didesa mereka. Partisipasi masyarakat termasuk respon positif atau negatif dapat dianalisis dengan memberikan nilai 1 pada respon positif, nilai 0 untuk respon netral dan nilai -1 untuk respon negatif, lalu dibagi dengan jumlah total responden. Hasil akhir kemudian dikelompokkan apakah termasuk sikap positif atau negatif dengan adanya batasan nilai pada skala likert. Persepsi positif : 59 x 1 = 59 Persepsi netral : 11 x 0 = 0 Persepsi negatif : 29 x -1= -29+ xcviii = 30/99 = 0,30 (persepsi Netral karena berada diantara -0,33 sampai dengan 0,33) xcix BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan Dari hasil data, maka dapat disimpulkan bahwa respon masyarakat Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan dapat dilihat dari tiga variable berikut: 1. Persepsi Berdasarkan hasil analisa data dapat diketahui bahwa responden memiliki persepsi yang positif terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dengan nilai 0,72 2. Sikap Berdasarkan hasil analisa data dapat diketahui bahwa responden memiliki sikap yang positif terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dengan nilai 0,69 3. Partisipasi Berdasarkan hasil analisa data dapat diketahui bahwa responden memiliki partisipasi yang netral terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dengan nilai 0,30 4. Maka dapat dilihat secara rata-rata responden masyaakat adalah positif dengan nilai (0,72 + 0,69 + 0,30) / 3 = 0,57 c 6.2 Saran Berdasarkan kesimpulan, saran yang dapat diberikan penulis sebagai masukan bagi pembaca yaitu: 1) Diharapkan bagi lembaga tetap mempertahankan, memelihara dan lebih meningkatkan kualitas pelayanan lembaga terhadap program yang telah ada dan memaksimalkan seluruh sumber-sumber yang ada demi tercapainya tujuan program, adapun yang menjadi alas an saran ini karena respon dari warga masyarakat terhadap program ini juga kebutuhan untuk meningkatkan social ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat secara keseluruhan. 2) Disarankan agar pihak lembaga lebih giat lagi menggalang kerja sama yang baik dengan pihak pemerintah maupun swasta agar penanganan keluarga miskin yang sudah menjadi penomena social dan membutuhkan perhatian yang lebih pada masa sekarang ini dapat lebih teratasi. 3) Kepada masyarakat agar ikut serta berpartisipasi pada program-program yang ditawarkan oleh pemerintah sebagai innovator PNPM MP, karena partisipasi warga masyarakat adalah untuk meningkatkan wawasan masing-masing anggota warga binaan. ci DAFTAR PUSTAKA Bungin, Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Kencana Prenada Media Group: Jakarta. Suryanto, Bagong dan Sutinah. 2005. Metode Penelitian Soaial: Berbagai Alternatif Prenada Media: Jakarta. Pendekatan. Gittinger, J, Price. 2005. Analisa Ekonomi Proyek-proyek Pembangunan. Universitas Indonesia Press: Jakarta. Kadariah. 2007. Ekonomi Perencanaan. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Jakarta. Universitas Indonesia: Arikunto, Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian sosial, Bumi Aksara, Jakarta. Sumanto, 1990, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Perpustakaan.Yogyakarta: Penerbit Andi Offset Yogyakarta. Adi, Isbandi Rukminto, 1994, Psikologi, Pekerjaan Sosial dan Ilmu Kesejahteraan dasar Pemikiran. PT Raja Grafindo Pesada: Jakarta. Sosial: Dasar- Sismuddjito. 2004, Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Pemberdayaan Komunitas. Vol 3, No 3. Hlm 134. RPJMN. 2004-2009. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004Grafika: Jakarta. Tentang 2009. Snar Siagian, Matias: Suriadi, Agus. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan CSR Persfektif Sosial. FISIP USU Press: Medan Pekerjaan Sumber-sumber lain: http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi- masalah-kemiskinan diakses tanggal 29 September 2010 Pukul 15:25Wib http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18279/4/ChapterI.pdf September 2010 Pukul 11:00) Diakses http://www.duniaesai.com/direktori/esai/37-ekonomi/114-mengapa-kemiskinan-dimenjadi-masalah-berkelanjutan.html diakses pada tanggal 18/09/2010 cii tanggal indonesia- 21 http://www.menkokesra.go.id/content/view/6294/39/ diakses tanggal 24 September 2010 Pukul wib 11:00 http://www.pnpmmandiri.org/index.php?option=com_content&task=view&id=417&Item id=143 Diakses tanggal 15 September 2010 Pukul 15: 15 WIB http://www.pnpm-mandiri-org/image/stories/pedum-final.pdf diakses tanggal 18 September 2010 Pukul: 13.15wib http://www.blogspot.com/2009/10/pnpm-mandiri-dilanjutkan-hingga-2014.html diakses tanggal September 2010 pukul 1:00 WIB http://upkpuncu.blogspot.com/2010/08/pnpm-bantu-rakyat-miskin-tingkatkan.html 15 September 2010 Pukul: 22:00 WIB 20 diakses tanggal http://pih.depkominfo.go.id/default.aspx?page=detail_konten&jenis_konten=2&id_konte n=62 tanggal 24 September 2010 Pukul: 21:13 WIB Diakses http://puspen.depdagri.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1513:pnp m-mandiriperdesaan-dan-perubahan-sosial&catid=1:latest-news&Itemid=76 diakses tanggal 06 Oktober 2010 Pukul 13: 15 WiB. ciii
Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir

Gratis