Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir

 3  51  100  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN DI KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI

  Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana respon masyarakat terhadap PNPM-MP yang dilihat dari 3 variabel yaitu persepsi,sikap dan partisipasi. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menerima program danmerasakan dampak langsung dari program serta yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 98 orang dan instrument yang digunakan adalah angket.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasihNya, penelitian ini dapat penulis rangkumkan dengan baik, walaupun penulis sadaribahwa hasil penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan pengetahuan, waktu dan kemampuan yang penulis miliki. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menerima program danmerasakan dampak langsung dari program serta yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 98 orang dan instrument yang digunakan adalah angket.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

  Sebagai langkah awal, pelaksanaan PNPM tahun 2007 dimulai dengan dua program pemberdayaan masyarakat yang dinilai cukup besar danefektif, yaitu Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang menjadi dasar bagi pengembangan PNPM di perdesaaan, dan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan(P2KP), yang menjadi dasar bagi pengembangan PNPM di perkotaan. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) merupakan salah satu proyek pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan yang bertumpupada peningkatan harkat dan martabat manusia yang lebih mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat miskin serta kelompok masyarakat yang kurang mampu.

1.2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka perumusan masalah yang dikemukan dalam penelitian ini adalah Bagaimana respon masyarakat terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir. Secara praktis, memberikan data dan informasi yang berguna bagi semua kalangan terutama mereka yang secara serius mengamati pelaksanaan PNPM, sertamemberikan masukan khususnya bagi masyarakat daerah di tempat penelitian ini dilaksanakan agar dapat terus meningkatkan keberhasilan pelaksanaan PNPM.

1.5. Sistematika Penulisan

  BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan teori, uraian dan konsep yang berkaitan dengan masalah penelitian, kerangka pemikiran, defenisi konsep dan defenisi operasional. BAB VI : PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan dan saran penulis yang penulis berikan sehubungan dengan penelitian yang dilakuka n.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Respon

  Respon merupakan suatu tingkah laku atau sikap yang berwujud baik sebelum pemahaman yang mendetail, penilaian, pengaruh atau penolakan, suka atau tidak sertapemanfaatan pada suatu fenomena tertentu. Menurut Louis Thursone, respon merupakan jumlah kecenderungan dan perasaan, kecurigaan, dan prasangka, pra pemahaman yang mendetail, rasa takut, ancaman dankeyakinan tentang suatu hal yang khusus.

2.2. Masyarakat

  Masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang atau dengan sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain ( Shadily, 1993 : 47 ). Pengaruh dan pertalian kebatinan yang terjadi dengan sendirinya disini menjadi unsur yang sine qua non (yang harus ada) dalam masyarakat, bukan hanya menjumlahkan adanya orang – orang saja, diantara mereka harus ada pertalian satu sama lain.

2.2.1. Masyarakat dan Jenisnya

  Pengorbanan disini dimaksudkan menahannafsu atau kehendak sewenang– wenang, untuk mengutamakan kepentingan dan keamanan bersama, dengan paksa berarti tunduk kepada hukum–hukum yang telah ditetapkan (negaradan sebagainya) dengan sukarela berarti menurut adaptasi dan berdasarkan keinsyafan akan persaudaraan dalam kehidupan bersama itu. Masyarakat alam (nature) yaitu yang terjadi dengan sendirinya suku, golongan, yang bertalian karena darah atau keturunan, umumnya yang masih sederhana sekalikebudayaanya dalam keadaan terpencil atau tak mudah berhubungan dengan dunia luar ; dan 2.

2.2.2. Asal Masyarakat

  Bermacam–macam penyelidikan dijalankan, untuk mendapat jawaban tentang asal masyarakat, tetapi tidak satupun yang dapat ditegaskan benar semua, Pendapat hanyamerupakan kira–kira dan pandangan saja antara lain, orang berkesimpulan bahwa manusia tidak dapat hidup seorang diri, hidup dalam gua dipulau sunyi umpamanya selalu ia akantertarik kepada hidup bersama dalam masyarakat, karena: a. Aristoteles berpendapat, bahwa manusia ini adalah zoon politikon, yaitu mahluk sosial yang hanya menyukai hidup berkelompok atau sedikitnya mencari temanuntuk hidup bersama lebih suka dari pada hidup sendiri.

2.2.3. Pengembangan Masyarakat

  Berdasarkan pada jenis tantangan dan kesulitan yang berbeda dan spesifik pada masyarakat tertentu, menuntut adanya arah kegiatan yang berbeda, oleh sebab itu prosespengembangan masyarakat perlu memperhatikan karakteristik dan perkembangan masyarakat lokal. Perencanaan itu merupakan proses untuk menentukan, menemukan danmemperjelas arti dari suatu masalah, meningkatkan hakekat ruang lingkup masalah, mempertimbangkan berbagai upaya yang diperlukan guna penanggulangannya, memilihupaya yang kiranya dapat dilaksanakan serta mengadakan yang sesuai dengan upaya yang telah dipilih.

2.2.4. Model-model Pengembangan Masyarakat

  Pengembangan Masyarakat TotalPengembangan masyarakat total adalah proses yang ditujukan untuk menciptakan kemajuan sosial dan ekonomi bagi masyarakat melalui partisipasi aktif serta inisiatif anggotamasyarakat itu sendiri. Perencanaan SosialPerencanaan sosial disini menunjuk pada proses pragmatis untuk menentukan keputusan dan menetapkan tindakan dalam memecahkan masalah sosial tertentu sepertikemiskinan, pengangguran, kenakalan remaja, kebodohan, kesehatan masyarakat yang buruk, dan lain-lain.

2.2.5. Pemberdayaan masyarakat

  Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya pemerintah untuk mendorong akselerasi penurunan angka kemiskinan yang berbasis partisipasi yang diharapkan dapat menciptakanproses penguatan sosial yang dapat mengantar masyarakat yang madani, sejahtera, berkeadilan serta berlandaskan iman dan taqwa (Sumodiningrat, 2009 : 60). Sebagai tujuan pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hal yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial, yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan ataumempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun sosial seperti memiliki kepercayaan diri, mampumenyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya (Suharto, 2005 : 60) .

2.3. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP)

2.3.1. Latar Belakang

  Mulai tahun 2007, Pemerintah Indonesia mencanangkan Program NasionalPemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan,PNPM Mandiri Perkotaan, serta PNPM Mandiri wilayah khusus dan desa tertinggal. Berdasarkan visi, misi dan strategi yang dikembangkan, maka PNPM-MP lebih menekankan pentingnya pemberdayaan sebagai pendekatan yang dipilih.

2.3.2. Tujuan PNPM-MP

  Tujuan umum PNPM-MP adalah meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilankeputusan dan pengelolaan pembangunan. Meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan kelompok perempuan, dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan,pemantauan dan pelestarian pembangunan; 2.

2.3.3 Prinsip Pokok PNPM-MP

  Transparansi dan akuntabel, yaitu masyarakat harus memiliki akses yang memadai terhadap segala informasi dan proses pengambilan keputusan, sehingga pengelolaankegiatan dapat dilaksanakan secara terbuka dan dipertanggung-gugatkan, baik secara moral, teknis, legal maupun administrasi. Prioritas, yaitu pemerintah dan masyarakat harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan untuk pengentasan kemiskinan, kegiatan mendesak dan bermanfaat bagisebanyak-banyaknya masyarakat, dengan mendayagunakan secara optimal berbagai sumber daya yang terbatas.

2.3.4. Prinsip Lain PNPM-MP

  Bertumpu pada pembangunan manusia, yaitu setiap kegiatan diarahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia seutuhnya. Demokratis, yaitu pengambilan keputusan pembangunan dilakukan secara musyawarah dan mufakat dengan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakatmiskin.

2.4. Sasaran PNPM-MP

  Program ini didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara Negara (APBN), Pelaksanaan kegiatan PNPM-MP tersebut merupakan tahap dari seluruh rencana yang telah disepakati dalam pertemuan Musyawarah Antar Desa (MAD) dimana dalam pertemuantersebut dilakukan untuk menetapkan usulan dan hal yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat serta rapat-rapat persiapan pelaksanaan. Apabila ada bagian pekerjaan yang belum mampu dikerjakan oleh masyarakat sendiri, masyarakat dapat mendatangkan tenaga trampil atau ahli dari luar sepanjang disepakatidalam musyawarah daerah dan kebutuhan tersebut di atas harus diperhitungkan dalam rancangan anggaran belanja kegiatan.

2.4.4. Pemberdayaan Masyarakat dan Proses Pembangunan

  Hal ini Dalam program pemberdayaan masyarakat harus diperhatikan bahwa masyarakat setempat yang mempunyai tempat tinggal tetap dan permanen biasanya mempunyai ikatansolidaritas yang tinggi sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya, adanya perasaan saling memerlukan di antara mereka, perasa, demikian yang pada dasarnya merupakan perasaankomuniti. Karena modal sosial merupakan sesuatu yang membuatmasyarakat bersekutu untuk mencapai tujuan bersama atas dasar kebersamaan dan didalamnya diikat oleh nilai-nilai dan norma-norma yang tumbuh dan dipatuhi.

2.5. Kesejahteraan Sosial

2.5.1. Defenisi Kesejahteraan Sosial

  Kemiskinan, kesehatan yang buruk, penderitaan dan disorganisasi sosial telah ada dalam sejarah kehidupan umat manusia, namunmasyarakat yang industrial dari abad ke-19 dan 20 ini menghadapi begitu banyak masalah sosial sehingga lembaga-lembaga insani yang sama seperti keluarga, ketetanggaan, gereja,dan masyarakat setempat tidak mampu lagi mengatasinya secara memadai. AFridlander mendefenisikan : “Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari usaha-usaha dan lembaga-lembaga sosial yang ditujukan untuk membantu individu maupun kelompokdalam mencapai standart hidup dan kesehatan yang memuaskan serta untuk mencapai relasi perseorangan dan sosial yang dapat memungkinkan mereka mengembangkankemampuan-kemampuannya secara penuh untuk mempertinggi kesejahteraan mereka selaras dengan kebutuhan-kebutuhan keluarga dan masyarakat”.

2.5.2. Pengertian Kesejahteraan Sosial Secara yuridis konsepsional, pengertian kesejahteraan sosial termuat dalam UU No

  11 Tahun 2009 tentang ketentuan-ketentuan pokok kesejahteraan sosial sosial, pasal 1 ayat 1 adalah sebagai berikut :“Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapatmelaksanakan fungsi sosialnya.”. Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial tersebut dilaksanakan berbagai upaya, program dan kegiatan yang disebut “Usaha Kesejahteraan Sosial” baik yang dilaksanakanpemerintah maupun masyarakat.

2.6. Kerangka Pemikiran

  Masalah sosial adalah situasi yang dinyatakan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai oleh warga masyarakat yang cukup signifikan, dimana mereka sepakatdibutuhkannya suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut. Masyarakat juga hidup dan bekerja sama dalam waktuyang relatif lama dan saling berinteraksi menurut sistem adat istiadat, hukum, agama maupun sosial budaya yang bersifat kontiniu dan juga terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

2.7. Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional

2.7.1. Defenisi Konsep

  Masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang atau dengan sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu samalain. Pemberdayaan masyarakat yakni upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan yang dalam kondisi tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkapkemiskinan dan keterbelakangan.

2.7.2. Defenisi Operasional

  Defenisi operasional merupakan seperangkat petunjuk atau kriteria atau operasi yang lengkap tentang apa yang harus diamati dan bagaimana mengamatinya dengan memilikirujukan-rujukan empiris. Operasional mengenai PNPM-MP yang akan diukur berhubungan dengan respon masyarakat terhadap program, tingkat kepuasan terhadap PNPM-MP, pengetahuanmasyarakat mengenai PNPM-MP, serta tingkat keterlibatan masyarakat terhadap program itu sendiri.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Tipe Penelitian Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu suatu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan objek penelitian (seseorang,lembaga, masyarakat, dan lain – lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta – fakta yang tampak atau sebagaimana adanya ( Nawawi, 1998 : 73). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu membuat gambaran secara menyeluruh tentang bagaimana respon masyarakat terhadap Program Nasional PemberdayaanMasyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.

3.3. Populasi dan Sampel

3.3.1. Populasi

  Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakatKecamatan Simanindo yang terdiri 16 desa yang berjumlah 19.912 jiwa dan terdiri dari 5219 rumah tangga sebagai unit analisisnya. Maduma 868 242 Karena jumlah populasi melebihi dari 1000 orang, maka dalam penelitian ini pengambilan sampel memakai teknik pemakaian sampel Taro Yamane yang menggunakan rumus sebagaiberikut : Sampel adalah wakil dari populasi yang dianggap representative atau memenuhi syarat untuk menggambarkan keseluruhan dari populasi yang diwakilinya ( Arikunto, 1998 : 120 ).

3.3.2. Sampel

n = N

2 N . d + 1

  Keterangan : n : jumlah sampelN : jumlah populasi d : presisi (tingkat penarikan sampel ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 95%)Menurut rumus Taro Yamane diatas, maka : n = 5219 2 5219 (10%) + 1 n = 52195219 . Desa Garoga : 262 x 98 = 16 rumah tangga1640 Berdasarkan penarikan sampel diatas maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Desa Tomok 45 rumah tangga, Desa Parmonangan 11 rumah tangga, DesaPardomuan 8 rumah tangga, Desa Huta Ginjang 18 rumah tangga dan Desa Garoga 16 rumah tangga yang dibagi dari 1640 rumah tangga.

3.4. Tehnik Pengumpulan Data

  Studi kepustakaan Tehnik pengumpulan data atau informasi yang menyangkut masalah yang diteliti dengan mempelajari dan menelaah buku, majalah, surat kabar, dan majalah yang adakaitannya dengan masalah yang diteliti. Studi lapangan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh melalui kegiatan penelitian dengan turun langsung ke lokasi penelitian untuk mencari fakta yang berkaitandengan masalah yang diteliti, yaitu : 1.

3.5. Tehnik Analisa Data

  Skala ini sering disebut sebagai summated scale yang berisi sejumlah pernyataan dengan kategori respon, ditentukan alternatif kategori respon atau satu seri item respon (compiling possible scale item) yang mengekspresikan luas jangkauan sikap dari ekstrem positif ke ekstrem negatif untuk direspon oleh responden (Silalahi, 2009 : 229). Tabulasi, yaitu dengan menggunakan tabel tunggal untuk mengetahui jawaban dan skor dari masalah yang diteliti.

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 4.1.Sejarah Kecamatan Simanindo. Kecamatan Simanindo dulu merupakan bagian dari Kabupaten Toba Samosir. Terjadinya pemekaran Kabupaten Toba Samosir menyebabkan Kecamatan Simanindo menjadi bagian dari kabupaten baru, yaitu Kabupaten Samosir. Kecamatan Simanindo merupakan kecamatan dengan tipologi Pemukiman Perdesaan

  yang masyarakatnya sangat dinamis dengan berbagai aktifitas yang beragam. Hal ini terlihat dari cukup banyaknya program yang dilaksanakan di Kecamatan Simanindo ini,seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.

4.2. Letak dan Batas Wilayah

  Kecamatan Simanindo adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Samosir yang mempunyai orbitasi sebagai berikut:Jarak ke ibu kota kabupaten : 45 kmLama tempuh ke ibu kota kabupaten : 2 jam Lama tempuh diukur dengan alat transportasi sepeda motor yang digunakan oleh peneliti. Keadaan Geografis 2 Luas keseluruhan dari Kecamatan Simanindo adalah seluas 94.87 km dengan karekteristik masyarakat yang majemuk, dan merupakan daerah dengan tipologi pemukiman perdesaan.

4.4.1. Luas dan Wilayah Penggunaan Lahan

  2 Luas keseluruhan dari Kecamatan Simanindo adalah seluas 94.87 km (19820 Ha) dengan penggunaan wilayah seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 4.1 Penggunaan Lahan Kecamatan Simanindo No Penggunaan Lahan Luas (Ha) 1 Luas pemukiman 466 2 Luas perkebunan 316 3 Luas persawahan 548 4 Luas tanah kering 8357 Jumlah9687 Sumber : Profil Kecamatan Simanindo 2009Data Tabel 4.1 menunjukkan bahwa penggunaan lahan yang paling luas adalah lahan untuk tanah kering. Sementara, untuk penggunaaan lahan persawahan berada pada posisikedua dalam penggunaan lahan oleh masyarakat, dimana luas persawahan ini cukup besar mempengaruhi pendapatan masyarakat sekitar.

4.4.2. Pembagian Wilayah

  Komposisi Penduduk Berdasarkan jenis Kelamin Jumlah penduduk Kecamatan Simanindo pada bulan Mei 2009 adalah : 1. Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama Komposisi penduduk Kecamatan Simanindo dilihat berdasarkan agama disajikan pada tabel dibawah ini : Tabel 4.2Komposisi Penduduk Kecamatan Simanindo Berdasarkan Agama No Agama Jumlah (jiwa) Persentase (%) 1 Islam 56 0,3 2 Kristen 19852 99,7 Jumlah 19912 100Sumber : Profil Kecamatan Simanindo 2009 Mayoritas agama yang ada di Kecamatan Simanindo adalah Kristen, yaitu berjumlah 19852 jiwa atau sebesar 99,7 %.

4.4.5. Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur

  Jumlah penduduk dalam usia lanjut yang cukup banyak di Kecamatan Simanindo dikarenakan sedikitnya penduduk yang berusia 15-24 tahun dan 25-49 tahun. Hal itudisebabkan karena penduduk yang berusia produktif tersebut lebih memilih untuk keluar dari daerah atau merantau ketimbang tinggal di kampung halamannya.

4.4.8. Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa

  Tabel 4.6 Komposisi Penduduk Kecamatan Simanindo Berdasarkan Suku Bangsa Sumber : Profil Kecamatan Simanindo 2009Berdasarkan Tabel 4.6, ternyata mayoritas suku bangsa terbanyak adalah suku batak yaitu sebanyak 19.736 penduduk atau 99,12%. Jalan aspal provinsi sepanjang + 104 km Sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan masyarakat Kecamatan Simanindo antara lain:a.

4.5. Sarana dan Prasarana Kecamatan Simanindo

  Sarana Rumah Ibadah Tabel 4.7 Sarana Rumah Ibadah di Kecamatan Simanindo No Rumah Ibadah Jumlah (unit) 1 Mushola 1 2 Gereja 54 Jumlah 55 Sumber : Profil Kecamatan Simanindo 2009 Terdapat 54 unit gereja dan 1 unit mushola di Kecamatan Simanindo ini. Sarana Pendidikan Tabel 4.8 Sarana Pendidikan di Kecamatan Simanindo No Tingkat Pendidikan Jumlah (unit) 1 TK 1 2 SD 36 3 SMP 4 4 SMA 1 5 SMK 2 Jumlah 44 Sumber : Profil Kecamatan Simanindo 2009 Sarana pendidikan bagi masyarakat Kecamatan Simanindo sudah cukup memadai, hal ini terlihat dari jumlah sekolah yang ada di setiap jenjang pendidikan.

4.5.3. Sarana Kesehatan

  Sarana Olah Raga Adapun sarana olahraga yang mendukung kegiatan masyarakat di KecamatanSimanindo antara lain : Tabel 4.11 Sarana Olah Raga Kecamatan Simanindo No Agama Jumlah (unit) 1 Lapangan bola kaki 2 Jumlah 2 Sumber : Profil Kecamatan Simanindo 2009 Dilihat dari tabel 4.11, sarana olah raga sangat kurang memadai bagi masyarakatKecamatan Simanindo. Lembaga Kemasyarakatan Tabel 4.12 Lembaga Kemasyarakatan Kecamatan Simanindo No Lembaga Kemasyarakatan Jumlah (unit) 1 PKK 1 2 Organisasi bapak-bapak 3 3 LKMD 1 Jumlah 5 Sumber : Profil Kecamatan Simanindo 2009 Masyarakat Kecamatan Simanindo juga memiliki lembaga kemasyarakatan yang mereka bentuk sebagai wadah bersosialisasi, baik itu organisasi profesi, ataupun lembagakemasyarakatan yang berhubungan dengan keagamaan.

KASI PELAYANAN

  PEMERINTAHAN KASI PMD/K TRANTIBUMUM KESRA R. Manullang L.

L.SITUMORANG

H.Purba KELURAHAN DESA Keterangan:PEP = Perencanaan, Evaluasi dan PelaporanPMD/K KESRA = Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan Kesejahteraan Rakyat

BAB V ANALISA DATA Setelah data-data terkumpul, selanjutnya adalah menganalisa data. Penelitian ini

  dilakukan terhadap masyarakat yang menjadi sasaran penerima manfaat ataupun yang merasakan langsung dampak dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat MandiriPerdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir yaitu dengan menyebarkan kuisioner dan wawancara kepada 98 orang koresponden. Analisa data ini adalah menyangkut respon masyarakat terhadap Program NasionalPemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.

5.1. Karakteristik Identitas Responden

  Jumlah98 100 57 41,8358,17 41 2 Laki- laki Perempuan 1 No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jumlah ini hampir berimbang dengan responden yang berusia >49 tahun yaitu sebanyak 35 orang (35,71 %) dan responden yang berusia 25 - 39 tahun sebanyak 25 orang (25,51%). Tabel 5.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga No Jumlah Anggota Keluarga Frekuensi Persentase (%) 1 l- 4 Orang 58 59,18 2 5- 8 Orang40 40,82 Jumlah 98 100 Sumber: Hasil Kuesioner 2010Melalui Tabel 5.6, maka dapat diketahui bahwa responden yang memiliki jumlah anggota keluarga 1- 4 orang merupakan jumlah terbanyak yaitu 58 orang (59,18%), kemudianresponden yang mempunyai jumlah anggota keluarga 5- 8 orang sebanyak 40 orang (40,82%).

5.2.1. Persepsi

  Tabel 5.10 Distribusi Responden Tentang Tujuan PNPM-MP No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1 Mengetahui 91 92,85 2 Kurang Mengetahui 6 6,12 3 Tidak Mengetahui 1 1,02 Jumlah 98 100 Sumber: Hasil Kuesioner 2010Hasil dari Tabel 5.10 menunjukkan bahwa responden yang mengetahui tujuan dari program PNPM-MP sebanyak 91 orang (92,85%), yang kurang mengetahui tujuan dariprogram PNPM-MP sebanyak 6 orang (6,12%), dan yang tidak mengetahui tujuan dariPNPM-MP sebanyak 1 orang (1,02%). Hal ini dapat kita lihat dari distribusi responden yang mengatakan bahwa ada 96 orang (97,95%) yang menjawab bahwa pihak PNPM-MP menjelaskan tujuan dan sasaran dari tiap-tiap program, dan hanya 2 orang(2,05) yang menjawab bahwa pihak PNPM-MP kurang menjelaskan tentang tujuan dan sasaran dari tiap-tiap program.

5.2.2. Sikap

  Hal ini sesuai dengan teori yang dibuat oleh peneliti pada bab sebelumnya yaitu teori rangsang balas (stimulus respon theory) yang disebut juga sebagai teori penguat yang dapat digunakan untuk menerangkan berbagai gejala tingkah laku sosial dan sikap. Tabel 5.17 Distribusi Responden Tentang PNPM-MP jika dihentikan disetiap desa No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1 Kurang Setuju 42 42,85 2 Tidak Setuju 56 57,15 Jumlah 98 100 Sumber: Hasil Kuesioner 2010Berdasarkan tabel 5.17 diatas menerangkan bahwa responden yang tidak setuju apabila program PNPM-MP dihentikan programnya di setiap desa ada sebanyak 56 orang (57,15%) dan ada 42 orang (42,85%) yang kurang setuju apabila program PNPM-MP dihentikan programnya.

5.2.3 Partisipasi

  MP No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) Sumber : Hasil Kuesioner 2010Menurut tabel diatas menerangkan bahwa yang pernah ikut serta dalam rapat dan penyuluhan PNPM-MP sebanyak 88 orang (89,79%) dan yang menjawab tidak pernahsebanyak 10 orang (10,21%). Jumlah 98 100 10 88 3 TerlibatKurang terlibatTidak sama sekali 2 1 PNPM-MP No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) Sumber : Hasil Kuesioner 2010 Menurut tabel 5.22 menjelaskan bahwa responden yang terlibat aktif dalam pengawasan ada sebanyak 86 orang (87,75%), yang kurang terlibat dalam pengawasan adasebanyak 11 orang (11,22%) dan tidak terlibat sama sekali ada sebanyak 1 orang (1,03%).

5.3.2. Sikap Responden Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan

  Terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi munculnya respon positif dari responden yaitu karena responden merasa dengan adanya PNPM-MP ini, pemerintahmemiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat yang kurang mampu. Responden yang memiliki sikap netral sebanyak 0 orang (0%) dan juga responden Sikap masyarakat termasuk respon positif atau negatif, dapat dianalisis dengan memberikan nilai 1 pada respon positif, nilai 0 pada respon netral, dan nilai -1 pada responnegatif, lalu dibagi dengan jumlah responden keseluruhan.

5.3.3. Partisipasi Responden Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan

  Data hasil pengukuran ada pada tabel berikut : Tabel 5.25 Partisipasi Responden PNPM-MP No Kategori Jumlah (Orang) Persentase (%) 1 Positif 93 94,89 2 Netral 5 5,11 Jumlah 98 100 Sumber: Hasil Kuesioner 2010 Tabel 5.26 menunjukkan bahwa terdapat 93 orang orang (94,89%) responden memiliki partisipasi yang positif terhadap Program Nasional Masyarakat Mandiri Perdesaan. Responden yang berpartisipasi dengan netral sebanyak 5orang (5,11%), hal ini menunjukka n bahwa responden mengerti, memahami, dan mengetahui arti, tujuan, dan manfaat PNPM-MP, akan tetapi mereka jarang memberikan partisipasi dalammemenuhi aturan dalam kegiatan yang ada.

BAB VI PENUTUP

6.1. Kesimpulan

  Persepsi Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa responden memiliki persepsi yang positif terhadap PNPM dengan nilai 0,91. Berdasarkan hasil dari ketiga variabel diatas dapat dilihat nilai rata- rata – rata respon masyarakat adalah positif dengan nilai 0,95 (berada diantara 0,33 sampai dengan 1).

6.2. Saran

  Kepada pemerintah aparatur desa dan Kecamatan Simanindo agar tetap melaksanakan dan mendukung, karena program ini bertujuan untuk mendukung program pemerintahdalam pemgembangan masyarakat yang lebih baik. Kepada Penerima Program PNPM-MP dan masyarakat yang merasakan danpakPNPM-MP secara langsung diharapkan tidak tergantung pada program ini saja, tetapi dapat menggunakan program ini sebagai kesempatan yang membantu mereka dalammemenuhi kebutuhan sehari- hari dan juga dalam meningkatkan kehidupan mereka.

DAFTAR PUSTAKA

  Psikologi Sosial dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Dasar-dasar Pemikiran, Jakarta : PT. Analisis Kebijakan Publik : Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial.

Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Defenisi Operasional Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional 1. Defenisi Konsep Karakteristik Identitas Responden ANALISA DATA Keadaan Geografis Lembaga Kemasyarakatan Sistem Pemerintahan Kelompok Sasaran Pelaksanaan PNPM-MP Pemberdayaan Masyarakat dan Proses Pembangunan Kerangka Pemikiran TINJAUAN PUSTAKA Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Luas dan Wilayah Penggunaan Lahan Pembagian Wilayah Komposisi Penduduk Berdasarkan jenis Kelamin Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama Masyarakat dan Jenisnya Asal Masyarakat Model-model Pengembangan Masyarakat. Pemberdayaan masyarakat Partisipasi Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan PNPM-MP Persepsi. Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan PNPM-MP Persepsi Responden Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Sarana Rumah Ibadah Tabel 4.7 Sarana Pendidikan Tabel 4.8 Sarana Kesehatan Tabel 4.9 Sarana Air Bersih Tabel 4.10 Sikap Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan PNPM-MP Sikap Responden Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan. Partisipasi Responden Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan. Tehnik Analisa Data METODE PENELITIAN Tipe Penelitian Lokasi Penelitian Tehnik Pengumpulan Data Tujuan PNPM-MP Prinsip Pokok PNPM-MP
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional P..

Gratis

Feedback