Feedback

Relokasi Pasar Tradisional Meranti Dan Pembangunan Jalan Baru ( Studi Kasus di Pasar Tradisional Meranti Kelurahan Sei Putih Timur II Kecamatan Medan Petisah kotamadya Medan)

Informasi dokumen
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK RELOKASI PASAR TRADISIONAL MERANTI DAN PEMBANGUNAN JALAN BARU ( Studi Kasus di Pasar Tradisional Meranti Kelurahan Sei Putih Timur II Kecamatan Medan Petisah) Skripsi: DIAJUKAN OLEH: POPPY JUWITA SARI (070901050) Departemen Sosiologi Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan 2011 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN SOSIOLOGI LEMBAR PERSETUJUAN Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan oleh: NAMA : POPPY JUWITA SARI NIM : 070901050 DEPARTEMEN : SOSIOLOGI JUDUL : RELOKASI PASAR TRADISIONAL MERANTI DAN PEMBANGUNAN JALAN BARU ( Studi Kasus di Pasar Tradisional Meranti Kelurahan Sei Putih Timur II Kecamatan Medan Petisah kotamadya Medan) Dosen Pembimbing Ketua Departemen Dto. Dto. Dra.Lina Sudarwati, M.Si NIP : 196603181989032001 Dra.Lina Sudarwati, M.Si NIP : 196603181989032001 Dekan Dto. Prof.Dr.Badaruddin, M.Si NIP : 19680525199203100 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Pasar Tradisional merupakan pasar yang memiliki banyak keunggulan yang tidak dapat terpisahkan dari kegiatan masyarakat. Dalam Kegiatan Pasar Tradisional Keberadaan pedagang kaki lima sebagai pelaku kegiatan ekonomi marginal (marginal economic activities), biasanya memberikan kesan yang kurang baik terhadap kondisi fisik kota. Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) pada saat ini memiliki permasalahan yang sangat dilematis. Hal ini disebabkan karena pada satu sisi PKL mampu mengatasi masalah pengangguran secara keseluruhan, namun disisi lain PKL mengakibatkan terganggunya aspek ketertiban umum yang menjadi salah satu syarat ideal suatu kota, Membangun dan menggusur menjadi dua hal yang tak terpisahkan dalam perkembangan kota dewasa ini. Adapun penggusuran yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan nilai estetika kota. Dan untuk kota Medan pengggusuran Pasar Tradisional didasarkan pada peraturan daerah (Perda) Kota Medan nomor 31 tahun 1993 mengenai larangan berjualan diatas badan jalan, trotoar, dsb. Namun pada realitanya Di kota Medan penerapan peraturan daerah No.31.Tahun 1993 belum dapat dilaksanakan dengan sepenuhnya. Adapun upaya penggusuran tersebut banyak menuai kegagalan karena mendapatkan penolakan yang cukup keras dari para pedagang yang disebabkan oleh beberapa faktor. Banyak pedagang yang telah direlokasikan kembali ke lokasi semula Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif Pendekatan kualitatif dimaksudkan untuk mendeskripsikan masalah yang terjadi pada proses relokasi pasar tradisional yang terjadi di Pasar Tradisional Meranti. Dalam pengambilan data peneliti menggunakan teknik berupa observasi dimana peneliti mengamati secara langsung kegiatan di Pasar Tradisional Meranti. Data yang diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dengan menggunakan panduan wawancara (interview guide). Cara ini digunakan guna mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian, kemudian dianalisis untuk diinterpretasikan. Informan dalam penelitian ini adalah para pedagang yang berdagang di Pasar Tradisional Meranti. Baik para pedagang yang berada di lokasi Pasar Tradisional Meranti lama dan Pasar Tradisional Meranti Baru. Dalam penelitian ini masyarakat yang berada di sekitar lokasi Pembangunan Jalan Baru dan Pasar Tradisonal Meranti, serta Pengelola PD.Pasar Meranti Baru juga menjadi informan. Melalui data yang telah diperoleh diketahui bahwa Relokasi Pasar Meranti dilaksanakan dikarenakan adanya pembangunan jalan baru yang berada di Gang,Warga dengan tujuan sebagai alternatif kemacetan kota Medan. Dan relokasi tersebut berdasarkan (Perda) Kota Medan nomor 31 tahun 1993. adapun proses Relokasi dan Pembangunan Jalan Baru tersebut menuai banyak protes dari para pedagang. Para pedagang direlokasikan ke lokasi Pasar Meranti yang baru namun sebagian dari mereka kembali ke lokasi semula. Hal ini dikarenakan proses pembangunan jalan yang tersendat, letak pasar baru tidak strategis dan ukuran kios yang tidak proporsional. Melalui hasil analisis saya pembangunan jalan melalui penggusuran ini tidak sejalan dengan prisip pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan. Karena dalam hal Relokasi Pasar Tradisional Meranti ini pedagang banyak yang mendapatkan penurunan pendapatan baik yang berada di lokasi lama maupun baru.lebih khusus untuk pedagang di lokasi baru mengalami penurunan yang sangat drastic dikarenakan masih beroperasinya Pasar yang lama dan membuat Pasar Meranti Baru menjadi sepi oleh pengunjung. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan perkuliahan dan juga dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “ RELOKASI PASAR TRADISIONAL MERANTI DAN PEMBANGUNAN JALAN BARU ( Studi Kasus di Pasar Tradisional Meranti Kelurahan Sei Putih Timur II Kecamatan Medan Petisah kotamadya Medan) ”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar sarjana dari Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Shalawat dan salam juga disampaikan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat manusia dari alam kebodohan kealam yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Dalam penulisan skripsi ini penulis banyak mengalami hambatan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan materi penulisan. Namun, berkat pertolongan dan kehendak Allah SWT yang selalu memberi kekuatan, ketabahan dan keyakinan kepada penulis dan juga seluruh teman dan saudara yang selalu memberikan dukungan pada saat penulis mengalami kesulitan, hingga akhirnya skripsi ini dapat selesai. Selama penulisan skripsi ini, penulis banyak menerima bantuan, kritikan, saran, motivasi serta dukungan dan doa dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Ibu Dra. Lina Sudarwati, M.Si selaku Ketua Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang sekaligus menjadi Dosen Universitas Sumatera Utara Pembimbing saya. Saya ucapkan terima kasih atas kesediaan waktu beliau dalam membimbing saya mulai sari awal penulisan Proposal hingga kepada Sidang Meja Hijau. Motivasi, nasehat dan ide-ide terbaik tidak bosan diberikannya kepada saya. Walau Ditengah-tengah aktivitasnya yang padat ia selalu berikan bimbingan kepada saya dengan sabar. Meskipun beberapa kali hanya bimbingan melalui tulisan, tetapi ia selalu berikan bimbingan terbaik kepada saya yang beberapa kali tidak bisa bimbingan secara tatap muka dengannya. 2. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan juga merupakan dosen pembimbing Akademik (dosen wali) saya yang selalu memberikan nasehat dan dukungan setiap semesternya. Mulai dari awal perkuliahan dalam kelas hingga pada penyelesaian penulisan skripsi. 3. Bapak Drs. T. Ilham Saladin, M.Sp selaku sekretaris Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara sekaligus sebagai anggota penguji (reader) dalam ujian komprehensif dan terima kasih juga kepada beliau yang telah membantu saya dalam berbagai urusan akademik. 4. Bapak dan Ibu Dosen Departemen Sosiologi FISIP USU yang telah mendidik dan membimbing penulis selaku mahasiswa sosiologi FISIP USU mulai dari awal perkuliahan sampai penulis menyelesaikan perkuliahannya. 5. Seluruh staf administrasi FISIP USU khususnya Departemen Sosiologi, kepada Kak Feny dan Kak Bety saya ucapkan terima kasih atas segala bantuannya di dalam administrasi akademik saya mulai dari awal perkuliahan sampai dengan sidang Meja Hijau. Universitas Sumatera Utara 6. Terima kasih yang tak terhingga saya ucapkan kepada orang tua saya, yaitu ayah saya Syaifuddin Nst yang selalu memberikan motivasi setiap harinya kepada saya dalam penyelesaian skripsi dan doa yang yang tak pernah henti kepada saya. Opy ucapkan Terima kasih yang terdalam buat Mama (Momy) tersayang yaitu Hadijah Nst, yang selalu memberikan bantuan waktu dalam penyelesaian skripsi saya. Memberikan bantuan dalam segala bentuk yang tak terhingga dan tak ternilai. Dengan doa dan senyum manisnya lah saya mampu untuk menyelesaikan perkuliahan ini sampai dengan selesai. 7. Kepada adindaku tersayang Yuriko Putri Nst dan Bella Syafira Nst, Kak py ucapkan Terima Kasih yang terdalam pada kalian berdua. Kalian yang selalu membantuku dalam beberapa penulisan dan pengetikan mulai dari awal perkuliahan sampai dengan selesai. Diatas senyum manis kalian berdualah diriku tetap mampu tegar untuk menyelesaikan skripsiku, meskipun segala rintangan dan hambatan selalu menghadang. Dengan senyum dan tawa kalian berdualah yang membuat diriku semakin semangat untuk meyelesaikan kuliah. Karena harapanku kalian harus mampu untuk menjadi lebih dari pada diriku.dan terima kasih juga kepada keponakanku Maya Lestari yang selalu menghiburku. 8. Kepada saudara-saudaraku t, Wak Mahmud, Wak Yus, Wak alan, Wo Emi, Bang Mamad, Ade, Bang Ano, dan saudara-saudaraku yang lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungan dan doanya. 9. Kepada Sahabat-Sahabat terbaikku.yang selalu memberikanku motivasi dan hiburan kepada diriku. Selalu memberikan senyuman dan dukungan kepada Penulis dikala penulis sedang merasa jenuh. Khususnya buat sahabatku Alumni SMP N 19 Medan Universitas Sumatera Utara yaitu Maya, Ayu, Wani, Chika, dan Ewin serta sahabat-sahabat lainnya yang tak bisa disebutkan satu persatu terima kasih untu kalian semua atas dukungan dan doanya nya. 10. Kepada sahabat-sahabat tersayang yaitu Fatma mutia.terima kasih sekali kepada ia yang telah setia menjadi sahabat terbaikku mulai dari awal perkuliahan sampai dengan sekarang. Ia telah memberikan banyak pertolongan dalam bentuk motivasi dan arahan-arahan dalam penyelesaian skripsi. Dan terima kasih juga saya ucapkan kepada Dini sahputri dan Zulhaijjah yang juga selalu membantu diriku dalam permasalahan kuliah dan penyelesaian skripsi serta doa dan motivasi mereka . 11. Kepada teman-teman seperjuangan stambuk 2007, Aini, Mimi, Yaya, Rini, Niska, Tina, Ayu, Ester, Evi, Harisan, Leo, Aspipin, Jefri, Andry, Adrian, Bonny, Dino, Emby, Hadi, Martinus, Neko, Royan, Indra, Helen, Irna, Lona, Lena, Lia, Tari, Maya, Marlina, Mutiara, Nanda, Novi, Nynda, Santi, Ridwan, Roma, Rozi, Yani, Desti dan teman-teman lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu terima kasih atas semuanya. 12. Kepada Seseorang yang selalu menyemangatkan hati dan memberikan nasehat dan doa dalam penulisan skripsi ini. Terima kasih kepada Nofriyanto yang tak hentinya memberikan spirit. Terima kasih juga saya ucapkan kepada rekan-rekan kerja yang telah membantu saya ketika saya izin bekerja untuk keperluan perkuliahan, yaitu Pak Marwan, Pak Indra, Pak Hatta, Abah, Kak Tina, Kak Ratih, Kak Nur dan Kak Ely. 13. Kepada seluruh informan penelitian yang telah meluangkan waktunya serta memberikan informasi yang sesuai dengan permasalahan penelitian sehingga penulis bisa memperoleh data yang menjadi sumber informasi dan bahan penelitian. Universitas Sumatera Utara Penulis menyadari tidak akan mampu untuk membalas segala kebaikan yang telah diberikan, karena tanpa peran kalian semua penulis tidak akan mampu menyelesaikan skripsi ini. Semoga segala kebaikan dan ketulusan ini diberi Rahmat dan Hidayah dari Allah SWT. Penelitian ini juga jauh dari kata sempurna, namun penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi seluruh pembaca. Semoga penelitian ini dapat menjadi pedoman untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan Pasar Tradisional. Medan, 07 Agusutus 2011 (Poppy Juwita Sari) Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman Lembar Persetujuan Lembar Pengesahan ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang . 1 1.2. Rumusan Masalah 5 1.3. Tujuan Penelitian . 5 1.4. Manfaat Penelitian 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Keberadaan Pedagang Kaki Lima Sebagai Salah Satu Bentuk Sektor Informal 2.2. Dilematis Pasar Tradisonal antara Pembangunan dan Penggusuran. 2.3. Kebijakan Pemerintah Kota Medan Terkait dengan Pedagang Kaki Lima 2.4 Dimensi Sosial Budaya Terkait dengan Permasalahan Pedagang Kaki Lima16 2.5. Pelibatan Masyarakat Marginal dalam Perencanaan Pembangunan yang Pertisipatif dan Berkelanjutan 2.6 Efektivitas Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima 2.7. Pembangunan Jalan 2.8. Teori Fenomenolog 2.9. Definisi Konsep . 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian . 21 3.2. Lokasi Penelitian 21 3.3. Unit Analisis dan Informan 22 3.3.1. Unit Analisis 22 Universitas Sumatera Utara 3.3.2. Informan . 22 3.4. Teknik Pengumpulan Data . 23 3.4.1. Teknik Pengumpulan Data Primer . 23 3.4.2. Teknik Pengumpulan Data Sekunder . 24 3.5. Interpretasi Data . 24 3.6. Keterbatasan Penelitian . 25 BAB IV DESKRIPSI LOKASI DAN PROFIL INFORMAN 4.1. Nilai Historis Pasar Meranti 4.2. Deskripsi Wilayah Pasar Meranti 4.3. Keadaan Demografi 4.3.1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin 4.3.2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia 4.3.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian 4.3.5 Penduduk Berdasarkan Keturunan 4.4.2 Sarana Umum Kelurahan Sei Putih Timur II 4.4. Letak dan Kondisi Pasar Meranti 4.5 Profil Informan BAB V TEMUAN INTERPRETASI DATA 5.1. Proses Pembangunan Jalan Baru 5.2. Proses relokasi Pasar Meranti 5.2.1. Para Pedagang yang telah direlokasikan kembali ke lokasi semula 5.2.2 Alasan Para Pedagang tidak mau direlokasikan 5.3. Pasar Meranti dan Pengelolanya 5.3.1 Kios dan Pedagang di Pasar Meranti 5.3.2 Kepemilikan kios oleh Pemerintah dan Swasta 5.3.4. Pengelola Pasar dan Wewenangnya Universitas Sumatera Utara 5.4 Pendapat Walikota Medan mengenai Relokasi Pasar Meranti 5.5 Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang 5.5.1. Hubungan Sosial Para Pedagang 5.5.2. Penurunan Tingkat Pendapatan Para Pedagang Paska Relokasi di Pasar Meranti Lama dan Baru Pasca Relokasi 5.5.3. Kondisi Sosial di Lingkungan Masyarakat sekitar Pembangunan Jalan baru 5.5.4. Kondisi Sosial di Lingkungan Masyarakat sekitar Pasar Meranti Baru 5.5.5. Kondisi Sosial di Lingkungan Masyarakat sekitar Pasar Meranti Lama 5.6 Relokasi Pasar Meranti Dilema antara Pembangunan Penataan kota dan kepentingan ekonomi Pedagang 1.5.1. Prinsip Pembangunan yang Partispatif pada Relokasi Pasar Meranti dan Pembangunan Jalan baru 1.5.2. Prinsip Pembangunan yang Berkelanjutan pada Relokasi Pasar Meranti dan Pembangunan Jalan baru 5.6.3. Kesadaran dan pengetahuan para pedagang dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan bersih 5.7. Keefektifan Pembangunan Jalan Baru 5.8. Harapan Masyarakat dan Para Pedagang dalam Hal Relokasi Pasar Meranti dan Pembangunan Jalan Baru BAB VI PENUTUP 6. Kesimpulan 6.1. Saran Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Pasar Tradisional merupakan pasar yang memiliki banyak keunggulan yang tidak dapat terpisahkan dari kegiatan masyarakat. Dalam Kegiatan Pasar Tradisional Keberadaan pedagang kaki lima sebagai pelaku kegiatan ekonomi marginal (marginal economic activities), biasanya memberikan kesan yang kurang baik terhadap kondisi fisik kota. Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) pada saat ini memiliki permasalahan yang sangat dilematis. Hal ini disebabkan karena pada satu sisi PKL mampu mengatasi masalah pengangguran secara keseluruhan, namun disisi lain PKL mengakibatkan terganggunya aspek ketertiban umum yang menjadi salah satu syarat ideal suatu kota, Membangun dan menggusur menjadi dua hal yang tak terpisahkan dalam perkembangan kota dewasa ini. Adapun penggusuran yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan nilai estetika kota. Dan untuk kota Medan pengggusuran Pasar Tradisional didasarkan pada peraturan daerah (Perda) Kota Medan nomor 31 tahun 1993 mengenai larangan berjualan diatas badan jalan, trotoar, dsb. Namun pada realitanya Di kota Medan penerapan peraturan daerah No.31.Tahun 1993 belum dapat dilaksanakan dengan sepenuhnya. Adapun upaya penggusuran tersebut banyak menuai kegagalan karena mendapatkan penolakan yang cukup keras dari para pedagang yang disebabkan oleh beberapa faktor. Banyak pedagang yang telah direlokasikan kembali ke lokasi semula Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif Pendekatan kualitatif dimaksudkan untuk mendeskripsikan masalah yang terjadi pada proses relokasi pasar tradisional yang terjadi di Pasar Tradisional Meranti. Dalam pengambilan data peneliti menggunakan teknik berupa observasi dimana peneliti mengamati secara langsung kegiatan di Pasar Tradisional Meranti. Data yang diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dengan menggunakan panduan wawancara (interview guide). Cara ini digunakan guna mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian, kemudian dianalisis untuk diinterpretasikan. Informan dalam penelitian ini adalah para pedagang yang berdagang di Pasar Tradisional Meranti. Baik para pedagang yang berada di lokasi Pasar Tradisional Meranti lama dan Pasar Tradisional Meranti Baru. Dalam penelitian ini masyarakat yang berada di sekitar lokasi Pembangunan Jalan Baru dan Pasar Tradisonal Meranti, serta Pengelola PD.Pasar Meranti Baru juga menjadi informan. Melalui data yang telah diperoleh diketahui bahwa Relokasi Pasar Meranti dilaksanakan dikarenakan adanya pembangunan jalan baru yang berada di Gang,Warga dengan tujuan sebagai alternatif kemacetan kota Medan. Dan relokasi tersebut berdasarkan (Perda) Kota Medan nomor 31 tahun 1993. adapun proses Relokasi ramai tersebut. Universitas Sumatera Utara 2. Nama : Ana (nama samaran) Umur : 30 Tahun Pekerjaan : Pedagang Jenis Kelamin : Perempuan Ana adalah salah satu informan biasa dalam penelitian ini. Informan adalah pedagang yang berjualan di pasar ramai. Informan sudah 5 tahun berdagang di pasar ramai tersebut. Adapun barang-barang dagangan yang dijual informan adalah pakaian-pakaian dan celana untuk wanita. Informan mengaku bahwa selama ini mayoritas pembelinya adalah dari etnis Cina, namun tidak jarang juga etnis pribumi yang berbelanja di pasar tersebut. Biasanya etnis pribumi berbelanja ketika menjelang hari-hari besar keagamaan atau hari raya seperti lebaran ataupun natal. Informan sendiri mengakau memiliki pelanggan tetap yang berasal dari etnis pribumi. Informan mengaku selama memberikan pelayanan kepada pembeli ia tidak pernah membedakan antara etnis yang Cina ataupun etnis pribumi. Hanya saja ketika berkomunikasi dengan sesama etnisnya ia selalu menggunakan bahasa Cina. informan mengaku alasan ia menggunakan bahasa tersebut agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar karena bahasa tersebut adalah bahasa sehari-hari yang digunakannya. Informan mengaku penggunaan bahasa yang digunakannya adalah agar lebih memperat hubungan dengan para pembeli yang berasal dari etnis yang sama. Informan mengatakan bahwa tidak hanya pedagang dan pembeli etnis Cina saja yang menggunakan bahasa daerah namun pedagang dan pembeli lainnya yang berasaladari suku yang sama juga menggunakan bahasa yang sama di pasar tersebut seperti suku padang dan batak karo. Hal ini disebabkan karena selain etnis Cina yang Universitas Sumatera Utara mendominasi pasar ramai tersebut, suku padang dan batak karo juga terdapat di pasar tersebut. Informan mengaku kunci keberhasilannya dalam berdagang adalah karena pelayanan yang diberikannya. Informan dalam berdagang tidak hanya sendirian melainkan dibantu oleh orang lain. Orang-orang yang membantu informan dalam berdagang umumnya berasal dari etnis pribumi. Peneliti melihat hubungan antara para pedagang dan pembantunya sangat akrab. Ini terlihat sesekali mereka bercanda dalam melayani pembelinya. Peneliti melihat bahwa pembantu-pembantu para pedagang di pasar ramai ini banyak berasal dari etnis pribumi. Hal ini juga menyebabkan peneliti dapat dengan mudah untuk mendapatkan informasi dari pedagang etnis Cina. Namun banyak juga usaha-usaha perdagangan di pasar tradisional ramai yang dibantu oleh para keluarga. Universitas Sumatera Utara 4.3. Interpretasi Data Penelitian 4.3.1. Profil Etnis Cina Keberhasilan orang Cina dalam bidang perdagangan sering kali menimbulkan berbagai pertanyaan. Banyak yang bertanya bagaimana orang Cina bisa begitu sukses dalam bidang perdagangan dan ekonomi. Padahal, banyak di kalangan pedagang Cina yang berasal dari keluarga yang miskin. Kebanyakan dari mereka hijrah dari negara Cina hanya membawa baju yang melekat di badan dan tidak mempunyai apa-apa termasuk harta benda serta pendidikan. Kebanyakan dari mereka tidak pernah mengecapa pendidikan secara formal dan bahkan buta huruf. Namun mereka berhasil muncul sebagai pedagang yang sukses dan kaya raya. Banyak orang Cina menjadi kaya kaya di luar negeri dan bukan di negara asal mereka. Ekonomi Asia Tenggara rata-rata dikuasai dan didominasi oleh orang Cina. kedatangan mereka pada awalnya bertujuan mencari makan. Namun pad akhirnya, mereka yang memberi makan dan membuka kesempatan kepada penduduk setempat. (Wan Seng, 2007 : 69) Penguasaan ekonomi oleh orang Cina di Indonesia, Malaysia, Brunei, Thailand, Singapore dan Filipina sudah bukan menjadi rahasia lagi. Dominasi mereka dalam ekonomi di negra-negara tersebut sering menimbulkan perasaan tidak puas hati dikalangan pribumi. Kehadiran orang Cina membuat iri hati dan dicurigai. Dalam kebanyakan kasus, orang Cina sering disalahakan sebagai penyebab kemiskinan, kemunduran dan kemelaratan bangsa-bangsa lain. Hali ini tidak seharusnya terjadi karena hal ini tidak memberikan gambaran yang benar tentang orang Cina. baik disadari ataupun tidak. Orang Cina tidak menjadi kaya dan meguasai ekonomi dalam Universitas Sumatera Utara sekejap mata. Proses ini memakan waktu yang panjang dan terjadi secara evolusi selama bertahun-tahun. Orang Cina mulai dari bawah. Dari yang tadinya tidak mempunyai apa-apa akhirnya menjadi orang terkaya dan berhasil. Semuanya itu tidak diperoleh secara magic (seperti sulap). Tidak ada magic dalam keberhasilan perdagangan orang Cina. mereka seperti bangsa-bangsa lain juga, mau tidak mau ikut berusaha dan bersaing. Mereka menahan diri untuk tidak tidur dan berhemat. Mereka mengambil resiko untuk dapat memajukan perdagangan. Perdagangan Cina juga mengalami masa jatuh bangun. Kadang kala, mereka rugi dan di lain waktu untung. Orang Cina berhasil bukan karena faktor keturunan. Jika dikatakan pandai, bangsa lain juga pandai. Dalam beberapa hal, penduduk asal dan penduduk sekitar sebenarnya mempunyai lebih banyak kelebihan dibandingkan orang Cina. Ada beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang Cina, diantaranya adalah kemiskinan, perasaan kurang aman, survival (kemampuan bertahan hidup) di tempat orang, tidak ada pilihan, dan ajaran falsafah yang mereka dapat sejak kecil. Menurut beberapa pengamat sosial, kekuatan yang memotivasi dan mendorong orang Cina untuk berkecimpung dalam kegiatan perdagangan adalah ajaran konfusianisme. Ajaran itu mengutamakan ketaatan kepada ibu bapak dan pengorbanan kepada orang yang lebih tua. Pengorbanan dan penghormatan kepada orang tua dan yang lebih tua usianya merupakan salah satu ajaran yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar sesama keluarga. Karena menurut etnis Cina diantara orang inilah yang mempunyai keharusan untuk saling tolong menolong Universitas Sumatera Utara dalam dunia perdagangan. Hubungan ini selalu diusahakan agar terjalin dengan saling mendukung sesama anggota keluarga dalam menghadapai pedagang asing. Ajaran konfusianisme juga menekankan pentingnya menjaga keturunan., orang Cina disarankan memiliki keturunan laki-laki. Dalam sistem sosial orang Cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Mereka juga akan mewarisi harta dan kekayaan keluarga. Anak laki-laki memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga martabat dan nama baik keluarga. Mereka harus berusaha mengharumkan nama keluarga dan memuliakan keturunannya. Salah satu cara menunjukkan rasa hormat kepada orang tua dan mengangkat martabat keluarga adalah dengan menjadi kaya, kekayaan dapat membeli kemewahan dan menjadikan seseorang dihormati dan dipandang mulia. Satu-satunya cara untuk menjadi kaya adalah adalah dengan menduduki jabatan tinggi dalam kerajaan. Namun, sejak runtuhnya dinasti Cina kuno, kesempatan menjadi kaya melalui cara ini dapat dikatakan tertutup. Satu-satunya cara untuk menjadi kaya adalah dengan berdagang. Dengan kekayaan, keluarga akan hidup senang dan ini adalah salah satu cara orang Cina membalas jasa ibu bapak mereka. Meskipun kasih sayang dan kepatuhan tidak dapat dinilai dengan uang. Kekayaan akan dapat memberikan kebahagian dan meningkatkan status sosial keluarga dalam masyarakat. Menjadi kaya dan sukses dalam perdagangan atau pendidikan menjadi jalan bagi orang Cina untuk membalas segala pengorbanan serta jasa ibu bapaknya. Sejak kecil, ibu bapak orang Cina memberikan anjuran kepada anak-anak mereka agar berhasil dan menjadi kaya. Mereka menanamkan minat berdagang dengan harapan anak-anak mereka dapat hidup mandiri. Universitas Sumatera Utara Orang Cina tidak suka mendapat gaji. Golongan yang mendapat gaji tidak memiliki kedudukan sosial yang tinggi dalam masyarakat. Orang Cina dianjurkan berdagang meskipun hanya kecil-kecilan. Pendapatannya mungkin lebih kecil dibandingkan mereka yang mendapatkan gaji, tetapi akan dianggap lebih baik dibandingkan bekerja pada orang lain. Berdagang sendiri berarti seseorang dapat menjadi bos dan tuan. Bekerja dengan orang, sampai kapan pun akan dianggap sebagi kuli. Orang yang berdagang dikatakan berani dan hanya orang yang beranilah yang mermilki kesempatan menjadi kaya dan sukses. Orang yang berdagang mendapatkan kedudukan yang istimewa dalam masyarakat Cina. keadaan ini menjelaskan mengapa orang Cina suka berdagang dibandingklan bekerja di kerjaan ataupun pabrik. Rahasia kesuksesan dagang orang Cina adalah karena tidak membatasi diri dalam menggeluti bidang perdagangan. Uang tidak pernah dijadikan sebagai penghalang. Asal ada kemauan, di situ pasti ada jalan. Yang terpenting adalah harus bersabar, tabah dan sanggup menderita untuk hidup susah. Bidang perdagangan bukanlah bidang yang mudah dan menuntut seseorang bekerja lebih keras dan lama jika dibandingkan mereka yang mendapat gaji. Mereka berusaha memajukan perdagangan, karena lebih keras mereka bekerja, lebih banyak keuntungan yanga akan diperoleh. Sebagai tauke dan pemilik perdaganagan, mereka mempunyai kekuasaan untuk membuat keputusan dan menentukan arah perdagangan. Untung dinikmati sendiri. Jika rugi akan PT Raja Grafindo Persada. Kuswartojo. Tjuk. 1999. Gelar Nalar Prof. Hasan Poerbo Lingkungan Binaan untuk Rakyat. (penyunting): Pusat Penelitian Lingkungan Hidup ITB bekerjasama dengan Yayasan AKATIGA. Limbong, Dayat. 2006. Penataan Lahan Usaha PK-5: Ketertiban VS Kelangsungan Hidup. Yogyakarta: Pustaka Bangsa Press. Moleong, J Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya. Nazir, Mohammad. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia. O’Hara, Philip Anthony. 2001. Encyclopedia of Political Economy. London: Routlledge. Poloma, Margaret M. 2000. Sosiologi Kontemporer. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Rahardjo, Satjipto. 1996. Ilmu Hukum. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. Ritzer, George. 2005. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sarman, Mukhtar dan Sajogyo. 2000. Masalah Penanggulangan Kemiskinan. Jakarta: Puspa Swara. Suwarsono dan Alvin Y. So. 1994. Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta: LP3ES Waluyo. 2000. Studi tentang Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima di Kota Surakarta. Surakarta: Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret. Zuraida, Desiree dan Jufrina Rizal (Penyunting). 1993. Masyarakat dan Manusia dalam Pembangunan (Pokok-Pokok Pikiran Selo Sumardjan). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Universitas Sumatera Utara Sumber Lain Majalah dan Koran Anonimous. Tanggal 27 Januari 2004. Pedagang K-5 Datangi DPRD dan Balaikota Medan Protes Penggusuran Pedagang. Medan: Harian Sinar Indonesia Baru. Fakhrulloh, Zudan Arif. 2002. Hukum yang Humanis Partisipatoris sebagai Sarana Pemberdayaan Sektor Informal. Jakarta: Pusat Pengkajian Hukum dan Keadilan Vol 2 No 1. Internet Indra. Pasar Tradisional di Tengah Kepungan Pasar Modern. http://indrakh.wordpress.com/2007/09/03/pasar-tradisional-di-tengah-kepunganpasar-modern/ diakses tanggal 20-12-2010 pukul 13.10 Kurniawan, Teguh. Isu dan Masalah dalam Upaya Menggali Potensi Pajak/Retribusi Daerah dari Sektor Informal. http://blog.ui.edu/teguh1 diakses tanggal 12-092010 pukul 11.57 Rahma. Pasar modern dan Pasar Tradisional. http://njiee.blogspot.com/2010/04/pasartradisional.html diakses tanggal 12-12-2010 pukul 14.10 Okan. Perubahan social dan pembangunan di bidang pekerjaan social. http://setanflorescreativity.blogspot.com/2010/11/perubahan-sosial-danpembangunan.html diakses tanggal 28-01-2011 pukul 11.50 Puspitasari, Nindiyah. Pasar Modern dan Pasar Tradisional. http://nindiyahpuspitasari.blogspot.com/2010/05/pasar-modern-dan-pasartradisional.html diakses tanggal 28-01-2011 pukul 12.35 Setiawan, Guruh. Perkantoran dan Pertokoan Wajib Sediakan Lahan untuk Pedagang Kaki Lima. http://www.poskota.co.id/headline/2011/01/10/perkantoran-danpertokoan-wajib-sediakan-lahan-buat-kaki-lima diakses tanggal 19-05-2011 pukul 13.50 Yulianto, Hendi. Studi Implementasi Pengaturan dan Pembainaan PKL dalam Program Relokasi PKL di Wilayah Kecamatan Semarang Timur. http://eprints.undip.ac.id/7652/1/D2A002034_Hendi_yulianto.pdf diakses tanggal 14-03-2011 pukul 12.50 http://ssantoso.blogspot.com/2008/07/konsep-sektor-informal-pedagang-kaki_28.html Diakses tanggal 09-12-2010 pukul 11.40 http://gordonstevensijabat.wordpress.com/2009/03/27/sosiologi-pembangunan/ tanggal 22-12-2010 pukul 11.00 diakses Universitas Sumatera Utara PANDUAN WAWANCARA (INTERVIEW GUIDE) Panduan wawancara pedagang di Pasar Yuka Profil informan a. Nama : b. Usia : c. Jenis kelamin : d. Status : e. Suku bangsa : f. Agama : g. Pendidikan : h. Alamat : i. Pekerjaan : j. Lama masa pekerjaan : k. Penghasilan perbulan : l. : Jumlah tanggungan Profil pedagang 1. Kapan pertama kalinya anda berdagang? 2. Apa yang anda rasakan ketika pertama kali berdagang? 3. Apakah usaha berdagang ini merupakan sumber mata pencaharian utama saudara? Kalau tidak sebutkan usaha yang lainnya! 4. Mengapa anda memilih usaha berdagang ini sebagai sumber mata pencaharian utama saudara? Universitas Sumatera Utara 5. Apakah pendapatan anda dari berdagang ini bisa memenuhi kebutuhan keluarga anda? Lokasi berdagang 6. Apakah anda membayar pajak selama berdagang di tempat ini? Jika iya, pungutan apa saja? 7. Mengapa anda memilih lokasi ini sebagai tempat berjualan? 8. Bagaimana cara anda menarik perhatian pembeli? 9. Adakah kendala yang saudara alami selama berjualan di sini? - Jika ada, kendala apa itu? - Bagaimana cara anda mengatasi kendala tersebut? 10. Pernahkah anda mengalami kerugian selama berjualan di sini? - Apa penyebabnya? - Bagaimana cara anda mensiasati kerugian tersebut? Kebijakan pemerintah terkait dengan relokasi pasar 11. Apakah anda tahu tentang Perda Kota Medan No 31 Tahun 1993 tentang Pemakaian Tempat Berjualan? Universitas Sumatera Utara 12. Bagaimana tanggapan anda tentang kebijakan pemerintah seperti masalah penggusuran atau relokasi terutama terkait dengan relokasi Pasar Yuka ini? - Bagaimana tanggapan anda tentang lokasi pasar yang menjadi tempat tujuan relokasi? - Bagaimana tanggapan anda tentang bangunan pasarnya? 13. Siapa yang melakukan proses relokasi? 14. Apakah anda setuju dengan kebijakan pemerintah tersebut? 15. Apa sebenarnya harapan anda dari proses relokasi tersebut? 16. Mengapa anda kembali ke lokasi awal yaitu Pasar Yuka ini? 17. Di lokasi pasar yang baru apakah anda mendapatkan kios ataukah anda hanya menyewa? 18. Adakah keuntungan yang saudara peroleh dari proses relokasi? 19. Adakah kerugian yang saudara peroleh dari proses relokasi? 20. Apa persoalan yang yang paling menonjol pada saat proses relokasi? 21. Adakah persoalan yang masih belum selesai sampai sekarang ini? 22. Apa sebenarnya hambatan bagi saudara dalam proses relokasi ini? Universitas Sumatera Utara 23. Menurut anda apa sebenarnya penyebab dari gagalnya prose relokasi pasar ini? Upaya pemerintah dalam proses relokasi 24. Apakah anda pernah diajak rapat oleh pemerintah sebelum dilaksanakannya proses relokasi? 25. Apakah ada sosialisasi dari pemerintah terkait dengan proses relokasi? 26. Terkait dengan lokasi pasar yang baru, apakah lebih dulu pasar tersebut yang dibangun ataukah ada pemberitahuan kepada pedagang terlebih dahulu bahwasanya ke tempat tersebut lah lokasi pasar yang baru akan berdiri? 27. Adakah konfik yang terjadi pada saat proses relokasi maupun pasca relokasi? 28. Bagaimana pendapat anda agar proses relokasi ini tidak mengalami kegagalan? 29. Menurut anda seperti apa idealnya relokasi pasar itu? 30. Kalau harus tetap pindah dari lokasi ini, lokasi mana yang menurut anda cocok menjadi tujuan relokasi? Universitas Sumatera Utara Panduan wawancara kepada aparat pemerintahan Profil informan a. Nama : b. Usia : c. Jenis kelamin : d. Status : e. Suku bangsa : f. Agama : g. Pendidikan : h. Alamat : i. : Pekerjaan 1. Apa alasan yang paling mendasar dari pemindahan lokasi Pasar Yuka ke lokasi yang sudah disediakan oleh pemerintah? 2. Apakah ada kebijakan pemerintah yang mengatur tentang perelokasian pasar tradisional seperti Pasar Yuka tersebut? 3. Menurut anda apa penyebab dari gagalnya proses relokasi tersebut? 4. Apa sebenarnya yang menjadi kendala dalam proses relokasi? 5. Mengapa sampai muncul masalah pedagang yang telah direlokasi kembali ke lokasi awal mereka berdagang? 6. Apakah pemerintah pernah memberikan sosialisasi kepada pedagang mengenai proses relokasi? Universitas Sumatera Utara 7. Apakah pemerintah pernah melakukan survey kepada para pedagang untuk mengetahui keinginan-keinginan mereka terkait dengan proses relokasi? 8. Apa tahapan-tahapan yang dilakukan pemerintah dalam upaya relokasi? 9. Bagaimana pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam proses relokasi pasar tersebut, apakah menggunakan top down approach ataukah bottom up approach? 10. Lalu bagaimana dengan pendekatan yang partisipatif, apakah ada di dalam proses relokasi pasar ini? 11. Terkait dengan lokasi pasar yang baru, apakah lebih dulu pasar tersebut yang dibangun ataukah ada pemberitahuan kepada pedagang terlebih dahulu bahwasanya ke tempat tersebut lah lokasi pasar yang baru akan berdiri? 12. Apakah pemerintah mempunyai alternative lain untuk mengatasi kegagalan dari proses relokasi tersebut? Universitas Sumatera Utara DOKUMENTASI PADA SAAT PENELITIAN Gambar 1 Aktifitas Pasar Yuka yang berada di jalan masuk ke perumahan Komplek Yuka Gambar 2 Pasar Yuka yang berada di persimpangan jalan dan sering menyebabkan kemacetan Universitas Sumatera Utara Gambar 3 Pasar Martubung tempat tujuan relokasi Gambar 4 Pasar Martubung yang tampak terbengkalai karena proses relokasi yang gagal Universitas Sumatera Utara Gambar 5 Aktifitas Pasar Yuka yang tampai ramai oleh pedagang dan juga pengunjung Gambar 6 Suasana di Pasar Martubung yang terlihat sepi dari aktifitas pasar dan banyak kios yang tutup Universitas Sumatera Utara Gambar 7 Penleiti sedang mewawancarai salah satu pedagang di Pasar Yuka Gambar 8 Peneliti sedang mewawancara salah satu pedagang di Pasar Yuka Universitas Sumatera Utara
Relokasi Pasar Tradisional Meranti Dan Pembangunan Jalan Baru ( Studi Kasus di Pasar Tradisional Meranti Kelurahan Sei Putih Timur II Kecamatan Medan Petisah kotamadya Medan)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Relokasi Pasar Tradisional Meranti Dan Pembangunan Jalan Baru ( Studi Kasus di Pasar Tradisional Meranti Kelurahan Sei Putih Timur II Kecamatan Medan Petisah kotamadya Medan)

Gratis