Feedback

Analisis Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utar

Informasi dokumen
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM S1 EKSTENSI MEDAN ANALISIS PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA SKRIPSI Oleh: JOHANNA AGNES O SIMANJUNTAK 060521118 MANAJEMEN Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan 2010 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Johanna Agnes O Simanjuntak, (2010). Analisis Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara, dibawah bimbingan DR. Elisabeth Siahaan, SE, MEc, Ketua Departemen Manajemen: Prof. DR. Ritha F. Dalimunthe, SE, Msi, Penguji I: Dra. Komariah Pandia, Msi, Penguji II: Dra. Friska Sipayung, Msi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis struktur organisasi yang mempengaruhi disiplin kerja karyawan pada Kantor PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan metode slovin, dengan membagikan kuesioner pada seluruh karyawan di Kantor PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara. Metode analisis yang dipergunakan adalah metode analisis deskriptif dan Analisis Regresi Linier Sederhana, pengujian Signifikan Parsial dan pengujian Determinasi. Hasil penelititan ini menunjukkan adanya variabel sstruktur organisasi berpengaruh terhadap disiplin kerja karyawan dengan koefisien regresi sebesar 0,205 dan koefisien determinasi sebesar 0,138. Nilai koefisien sebesar 0,138 menunjukkan bahwa struktur organisasi mampu menjelaskan disiplin kerja karyawan sebesar 13,8% pada PT PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara, sedangkan sisanya sebesar 86,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian Kata kunci: Struktur Organisasi dan Disiplin Kerja Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kasih dan anugerahNya yang telah diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Departemen Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang dapat membangun untuk menjadikan skripsi ini lebih baik lagi. Dengan segala kerendahan hati, penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak. Penulis telah banyak mendapatkan bimbingan, nasihat, dan dorongan dari berbagai pihak selama perkuliahan hingga penulisan skripsi ini. Dalam kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Drs. John Tafbu Ritonga, Mec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Prof. DR. Ritha F. Dalimunthe, SE, Msi, selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Dra. Nisrul Irawati, MBA, selaku Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 4. DR. Elisabeth Siahaan, SE, Mec, selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan, dan saran kepada penulis. 5. Dra. Komariah Pandia, Msi, selaku Penguji I yang telah banyak memberikan arahan untuk memperbaiki skripsi ini. 6. Dra. Friska Sipayung, Msi, selaku penguji II yang juga memberikan arahan untuk memperbaiki skripsi ini. 7. Seluruh Dosen dan Staff Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara untuk segala jasa-jasanya selama perkuliahan. 8. Bapak Manajer perusahaan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara, yang telah banyak membantu penulis memperoleh data-data yang diperlukan untuk penulisan skripsi ini. Universitas Sumatera Utara 9. Seluruh staff setiap divisi di kantor PT PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara atas kerjasamanya dalam pengisian kuesioner dan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh penulis untuk penulisan skripsi ini. 10. Orangtuaku yang terkasih. T. Simanjuntak dan M. br. Sembiring, adikku dan saudara-saudaraku, yang telah memberikan dukungan dana, semangat dan doa, aku sangat mengasihi semua. 11. Kakakku Rini Metia dan abangku yang telah memberikan semangat, doa dan mengajari aku dalam penulisan skripsi ini. 12. Teman-temanku Sisca, Rini, Tery, Aan, Ratna, Coya dan semua teman-teman di Fakultas Ekonomi, terimakasih buat semangat dan doanya. Penulis mengucapkan terima kasih dan semoga Tuhan Yang Maha Besar memberikan anugerah dan KasihNya atas cinta kasih, jerih payah, dan jasa-jasa mereka. Medan, April 2010 Penulis Johanna Agnes O Simanjuntak Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK. i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . iii DAFTAR TABEL . iv DAFTAR GAMBAR . v BAB I PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang Penelitian . 1 B. Perumusan Masalah. 6 C. Tujuan dan Manfaaat Penelitian . 7 D. Kerangka Konseptual . 7 E. Hipotesis . 9 F. Metode Penelitian. 9 1. Batasan Operasional . 9 2. Defenisi Operasional . 10 3. Lokasi dan Waktu Penelitian . 12 4. Populasi dan Sampel. 12 5. Jenis Data . 15 6. Skala dan Pengukuran Variabel . 15 7. Teknik Pengumpulan Data. 16 8. Uji Validitas dan Uji Reabilitas . 16 9. Metode Analisis Data . 17 BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu . 19 B. Struktur Organisasi. 19 1. Pengertian Struktur Organisasi . 19 2. Unsur-unsur Struktur Organisasi. 21 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi . 25 4. Manfaat Struktur Organisasi . 26 C. Disiplin Kerja . 28 1. Pengertian Disiplin Kerja . 26 2. Tujuan Pembinaan Disiplin Kerja . 30 3. Unsur-unsur Disiplin Kerja . 30 4. Pelaksanaan Disiplin Kerja . 30 5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja. 33 BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan. 37 B. Bidang Kegiatan Perusahaan . 40 C. Struktur Organisasi Perusahaan . 41 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif . 47 1. Karateristik Responden. 47 2. Distribusi Jawaban responden. 49 B. Uji Validitas dan Reliabilitas . 60 C. Metode Regresi Liniear Sederhana . 64 Universitas Sumatera Utara D. Pengujian Hipotesis . 1. Uji t . 2. Uji Koefisien determinan . BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . B. Saran . DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 65 65 66 68 69 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.1 Laporan Laba Rugi. 4 Tabel 1.2 Rekapitulasi Absensi Karyawan. 5 Tabel 1.3 Identifikasi Variabel Penelitian. 12 Tabel 1.4 Jumlah Sampel . 14 Tabel 4.2 Karateristik Responden Berdasarkan Usia . 48 Tabel 4.3 Karateristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan . 48 Tabel 4.1 Karateristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. 47 Tabe 4.4 Karateristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja 49 Tabel 4.5 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Spesialisasi Pekerjaan. 49 Tabel 4.6 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Spesialisasi Pekerjaan. 50 Tabel 4.7 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Spesialisasi Pekerjaan. 50 Tabel 4.8 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Departementalisasi. 51 Tabel 4.9 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Departementalisasi. 52 Tabel 4.10 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Departementalisasi. 52 Tabel 4.11 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Sentralisasi. 53 Tabel 4.12 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Sentralisasi. 53 Tabel 4.13 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Formalisasi. 54 Tabel 4.14 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Formalisasi. 54 Tabel 4.15 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Rantai Komando. 55 Tabel 4.16 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Rantai Komando. 55 Tabel 4.17 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Rantai Komando. 56 Tabel 4.18 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Rentang kendali. 56 Tabel 4.19 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Rentang kendali. 57 Tabel 4.20 Pernyataan Responden Terhadap Variabel sikap. 57 Tabel 4.21 Pernyataan Responden Terhadap Variabel sikap. 58 Tabel 4.22 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Norma. 58 Tabel 4.23 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Norma. 59 Tabel 4.24 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Tanggung Jawab. 59 Tabel 4.25 Pernyataan Responden Terhadap Variabel Tanggung Jawab. 60 Tabel 4.26 Validitas Instrumen Penelitian. 61 Tabel 4.27 Validitas Instrumen Penelitian. 62 Tabel 4.28 Reliabilitas Instrumen penelitian. 63 Tabel 4.29 Regresi Liniear sedarhana coefficients a. 64 Tabel 4.30 Hasil t hitung . 66 Tabel 4.31 Identifikasi Determinan Model Summary. 66 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Gambar 3.1 Struktur Organisasi Halaman 9 46 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Johanna Agnes O Simanjuntak, (2010). Analisis Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara, dibawah bimbingan DR. Elisabeth Siahaan, SE, MEc, Ketua Departemen Manajemen: Prof. DR. Ritha F. Dalimunthe, SE, Msi, Penguji I: Dra. Komariah Pandia, Msi, Penguji II: Dra. Friska Sipayung, Msi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis struktur organisasi yang mempengaruhi disiplin kerja karyawan pada Kantor PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan metode slovin, dengan membagikan kuesioner pada seluruh karyawan di Kantor PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara. Metode analisis yang dipergunakan adalah metode analisis deskriptif dan Analisis Regresi Linier Sederhana, pengujian Signifikan Parsial dan pengujian Determinasi. Hasil penelititan ini menunjukkan adanya variabel sstruktur organisasi berpengaruh terhadap disiplin kerja karyawan dengan koefisien regresi sebesar 0,205 dan koefisien determinasi sebesar 0,138. Nilai koefisien sebesar 0,138 menunjukkan bahwa struktur organisasi mampu menjelaskan disiplin kerja karyawan sebesar 13,8% pada PT PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara, sedangkan sisanya sebesar 86,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian Kata kunci: Struktur Organisasi dan Disiplin Kerja Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan elemen yang penting dalam perusahaan. Meskipun telah ditemukan teknologi baru, sumber daya alam yang baik dan modal yang memadai perusahaan tidak akan dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan faktor tersebut jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya tergantung pada bagaimana sumber daya manusia itu bekerja, berprilaku dan menjalankan tugasnya dengan baik. Pencapaian hasil yang memuaskan akan dapat diperoleh dengan menerapkan disiplin dalam bekerja, karena disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Upaya menerapkan disiplin dapat dilakukan dengan mendorong karyawan untuk mengikuti aturan-aturan yang berlaku di dalam organisasi sehingga dapat mencegah penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan yang dapat menghambat jalannya pekerjaan. Pimpinan harus memiliki disiplin kerja yang baik dan menerapkannya kepada karyawan agar struktur organisasi berfungsi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kedisiplinan (Fathoni, 2006) adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kesadaraan adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Kesediaan adalah suatu sikap, Universitas Sumatera Utara tingkah laku dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik yang tertulis maupun tidak. Kedisiplinan dapat diartikan bilamana karyawan datang dan pulang tepat waktunya, mengajarkan semua pekerjaannya dengan baik, mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kedisiplinan harus ditegakkan dalam suatu organisasi perusahaan karena tanpa dukungan disiplin karyawan yang baik, maka sulit perusahaan untuk mewujudkan tujuannya. Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan perusahaan mencapai tujuan. Stuktur organisasi adalah serangkaian elemen yang dapat digunakan untuk membentuk suatu organisasi (Griffin, 2004:322). Menurut Wursanto (2005:108) struktur organisasi adalah sebagai suatu pola jaringan hubungan antara berbagai macam jabatan dan para pemegang jabatan. Setiap orang yang bekerja dalam organisasi secara jelas akan mengetahui kedudukan dan wewenangnya, tugas dan fungsi serta tanggung jawabnya, sistem komunikasi dan bagaimana sistem kontrol dilaksanakan. Dengan adanya struktur organisasi sebagai wadah kerjasama dari beberapa orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, karyawan akan mengetahui apa yang harus dilakukannya dan kepada siapa dia bertanggung jawab atas pelaksanaan kerja dari struktur organisasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Suatu organisasi perlu mengetahui batas tugas, tanggung jawab dan wewenang dan selanjutnya dapat bekerja sama dengan baik. Penyusunan organisasi yang baik, dapat ditetapkan kegiatan apa yang diperlukan dan dilakukan oleh setiap orang. Struktur organisasi diatur dan dikoordinasikan dengan menugaskan orang-orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat dengan memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada setiap orang sesuai dengan Universitas Sumatera Utara jabatannya masing-masing. Pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab oleh setiap orang yang bekerja dalam suatu perusahaan sesuai jabatannya masingmasing akan meningkatkan disiplin kerja. Disiplin kerja dapat dilihat sebagai sesuatu yang besar manfaatnya, baik bagi kepentingan organisasi maupun bagi para karyawan. Disiplin kerja bagi organisasi akan menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas, sehingga diperoleh hasil yang optimal. Disiplin kerja bagi karyawan akan diperoleh suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan menambah semangat kerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Karyawan yang memiliki disiplin kerja tinggi melaksanakan tugasnya dengan penuh kesadaran serta dapat mengembangkan tenaga dan pikirannya semaksimal mungkin demi terwujudnya tujuan organisasi. PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak dibidang penyediaan, pengadaan dan penyaluran tenaga listrik kepada masyarakat atau pelanggan. PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utara struktur organisasi merupakan kesatuan kerangka organisasi yang telah ditetapkan untuk proses manajerial, sistem dan pola tingkah laku yang muncul dan terjadi di dalam praktek penyelenggaraan organisasi dan manajemen. Struktur organisasi PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera diterima. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Uji Secara Simultan/Serempak (Uji - F) Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan (serempak) terhadap varibel terikat. Bentuk pengujian adalah sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara a. H0 : b1 = b2 = 0, (disiplin dan kompetensi kerja tidak memiliki pengaruh secara serempak terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumut) b. Ha : b1 = b2 ≠ 0, (disiplin dan kompetensi kerja memiliki pengaruh secara serempak terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumut) Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1. Ho diterima jika F hitung < F tabel pada α = 5% 2. Ha diterima jika F hitung > F tabel pada α = 5% 2) Uji Secara Parsial/Individual (Uji t) Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial (individual) menerangkan variasi variabel dependen. Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut : a. Ho : b1 = 0, (disiplin dan kompetensi kerja tidak memiliki pengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumut) b. Ha : b1 ≠ 0, (disiplin dan kompetensi kerja memiliki pengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumut) Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1. Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5% 2. Ho diterima jika t hitung > t tabel pada α = 5% Universitas Sumatera Utara 3) Pengujian Goodness of Fit (R2) Koefisien Goodeness of Fit atau koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel – variabel bebas dalam menerangkan variasi variabel terikat. Koefisien determinasi (R2) ini berkisar antara nol sampai dengan satu ≤(0R 2 ≤ 1), dimana semakin tinggi R2 (mendekati 1) berarti variabel – variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat dan apabila R2 = 0 menunjukkan variabel bebas secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel terikat. Universitas Sumatera Utara BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Sejarah ketenagalistrikan diIndonesia dimulai pada akhir abad ke 19 ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik tersebut berkembang untuk kepentingan umum, diawali dengan perusahaan swasta Belanda yaitu NV, NIGM yang memperluas usahanya dari hanya di bidang gas ke bidang tenaga listrik. Selama perang dunia II berlangsung, perusahaan-perusahaan listrik tersebut dikuasai oleh Jepang dan setelah kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, perusahaan – perusahaan listrik tersebut direbut oleh pemuda-pemuda pada bulan September 1945 dan diserahkan kepada Pemerintah. Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas, dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik hanya sebesar 157,5 MW saja. Tanggal 1 Januari 1961 Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPUPLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas. Tanggal 1 Januari 1965, BPU-PLN dibubarkan dan dibentuk 2 perusahaan swasta yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola gas. Saat itu listrik kapasitas pembangkit tenaga listrik PLN sebesar 300 MW. Universitas Sumatera Utara Tahun 1972, Pemerintah Indonesia menetapkan status Perusahaan Listrik Negara sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Tahun 1990 melalui Peraturan Pemerintah No. 17, PLN ditetapkan sebagai pemegang kuasa usaha tenagalistrikan.Tahun 1992, pemerintah memberikan kemampuan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan tenaga listrik. Sejalan dengan kebijakan diatas, pada bulan Juni 1994 status PLN dalihkan dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). a. Daerah Eksploitasi I Menjadi Eksploitasi II Sebagai tindak lanjut dari pembentukan PLN Eksploitasi I Sumatera Utara tersebut, maka dengan keputusan Direksi PLN No. KPTS 009/DIRPLN/66 tanggal 14 April 1966, PLN Eksploitasi I dibagi menjadi empat cabang dan satu sector, yaitu Cabang Medan, Binjai, Sibolga, P. Siantar (Berkedudukan diTebing Tinggi).PP No. 18 tahun 1972 mempertegas kedudukan PLN sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dengan hak, wewenang dan tanggung jawab membangkitkan, menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik ke seluruh Wilayah RI. Dalam SK Menteri tersebut PLN EKsploitasi I Sumatera Utara diubah menjadi PLN Eksploitasi I Sumatera Utara diubah menjadi PLN Eksploitasi II Sumatera Utara.Kemudian menyusul Peraturan Menteri PUT No. 013./PRT/75 yang merubah PLN Eksploitasi menjadi PLN II Wilayah Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara b. Dari Perum menjadi Persero Dengan keluarnya peraturan pemerintah No. 23 / 1994 tanggal 16 Juni 1994 maka diterapkan status PLN sebagai persero. Adapun yang melatarbelakangi perubahan status tersebut adalah untuk mengantisipasi kebutuhan listrik yang terus meningkat dewasa ini. Dimana pada abad 21 nanti, PLN tidak dapat tidak harus mampu menghadapi tantangan yang ada. PLN harus mampu menggunakan tolak ukur Internasional, dan harus mampu berswadaya tinggi, dengan manajemen yang berani transparan, terbuka desentralisasi, profit center dan cost center. Untuk mencapai tujuan PLN meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong perkembangan industri pada PJPT II yang tanggung jawabnya cukup besar dan berat, kerjasama dan hubungan yang harmonis dengan instansi dan lembaga yang terkait perlu dibina dan ditingkatkan terus. c. Pemisahan Wilayah, Pembangkitan dan Penyaluran Perkembangan kelistrikan di Sumatera Utara terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang begitu pesat, hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan, perkembangan fasilitas kelistrikan, kemampuan pasokan listrik dan indikasi-indikasi pertumbuhan lainnya. Untuk mengantisipasi pertumbuhan dan perkembangan kelistrikan Sumatera Utara dimasa-masa mendatang serta sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa kelistrikan, maka berdasarkan Surat Keputusan Nomor 078.K/023/DIR/1996 tanggal 8 Agustus 1996 dibentuk organisasi baru di bidang Universitas Sumatera Utara jasa pelayanan kelistrikan yaitu PT. PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera Bagian Utara. Dengan pembentukan Organisasi baru PT. PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera Bagian Utara yang terpisah dari PT. PLN (Persero) Wilayah II, maka fungsi-fungsi pembangkitan dan penyaluran yang sebelumnya dikelola PT. PLN (Persero) Wilayah II berpisah tanggung jawab pengelolaan ke PLN Pembangkitan dan Penyaluran Sumbagut. Sementara itu, PT. PLN (Persero) Wilayah II berkonsentrasi pada distribusi dan penjualan tenaga listrik. Pada 2003 PT. PLN (Persero) Wilayah II Berubah Menjadi PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara. 4.1.2 Visi Misi dan Motto Perusahaan Visi dari perusahaan PT. PLN adalah diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani. Misi dari PT. PLN adalah: a. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada keppuasan pelanggan, anggota perusahaan, dan pemegang saham b. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. c. Mengupayakan agar tenga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. d. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan Universitas Sumatera Utara MOTTO Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik (Electricity for a Better Life) 4.1.3 Fungsi dan Tugas Masing-Masing Bagian 1. General Manager Bertanggung jawab atas pengelolaan usaha melalui optimalisasi seluruh sumber daya secara efisien, efektif, dan sinergis; pengelolaan pengusahaan pembangkitan, pendistribusian dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai secara efisien, meningkatkan mutu dan keandalan serta pelayanan pelanggan; dan memastikan terlaksananya Good Corporatet Governance (GCG) di PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara. Rincian tugas pokok sebagai berikut : a. Melakukan kegiatan pengusahaan pembangkitan (skala kecil) secara efisien, hemat energy, handal dan ramah lingkungan b. Mengusulkan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Wilayah Sumatera Utara c. Memastikan progam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Wilayah Sumatera Utara dilaksanakan sesuai penetapan direksi d. Menetapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan pengusahaan pembangkitan, penditribusian dan penjualan tenaga listrik Wilayah Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara e. Menjamin pengelolaan kegiatan pengusahaan pembangkitan, pendistribusian dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang baik dalam upaya peningkatan pelayanan pelanggan f. Mengelola sistem manajemen kinerja unit dan manajemen mutu kinerja 55.865 5.581 10.009 Sig. Sumber: Hasil Data Penelitian,Mei (2009) 2. Uji Koefisien Determinasi (R2) Universitas Sumatera Utara Pengujian koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien determinan berkisar antara nol sampai satu ≤(0R 2 ≤ 1). Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dan demikian sebaliknya. Tabel 4.10 Model Summaryb Model 1 R .345a R Square .119 Adjusted R Square .356 Std. Error of the Estimate 2.36248 a. Predictors: (Constant), IO b. Dependent Variable: kinerja Sumber : Hasil data penelitian, Mei (2009) Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, nilai R2 yang diperoleh sebesar 0,356 seperti pada Tabel 4.10 nilai Adjusted R Square. Untuk melihat kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat dengan cara menghitung Koefisien Determinasi (KD) = R2 x 100%, sehingga diperoleh KD = 35,6%. Universitas Sumatera Utara Angka tersebut menunjukkan bahwa sebesar 35,6% kinerja (variabel terikat) dapat dijelaskan oleh variabel iklim organisasi. Proporsi dari nilai ini dapat dikatakan tinggi, dan juga signifikan (Sig = 0,002). Sisanya sebesar 0,644 atau 64,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Koefisien Determinasi pada penelitian ini adalah 35,6%. Ini menunjukkan bahwa iklim organisasi sebagai variabel bebas dapat menjelaskan kinerja sebagai variabel terikat sebesar 35,6% pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan artinya dengan adanya iklim organisasi seperti kebijakan dan peraturan perusahaan, tingkat efekivitas komunikasi, hubungan antara karyawan dan tingkat partisipasi pimpinan dapat meningkatkan kinerja karyawan seperti kualitas, kuantitas kerja, dan pemanfaatan waktu dengan baik. Sedangkan sisanya sebesar 64,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di ikutsertakan dalam penelitian ini. Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan, koefisien bertanda positif (+). Artinya ada pengaruh signifikan antara iklim organisasi dengan kinerja sehingga jika iklim organisasi tinggi maka kinerja juga tinggi. 2. Berdasarkan hasil uji koefisien Determinasi diperoleh nilai sebesar 0,356. Hal ini menjelaskan bahwa 35,6% variabel terikat yaitu kinerja dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu iklim organisasi dan sisanya 64,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di ikutsertakan dalam penelitian ini, seperti umpan balik, desain pekerjaan, gaya kepemimpinan, orientasi kerja, gairah pekerjaan, dll B. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi, maka saran yang dapat diberikan penulis adalah sebagai berikut : 1. PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan sebaiknya meningkatkan iklim organisasi sebab iklim organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Universitas Sumatera Utara 2. PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan lebih meningkatkan Kebijakan yang diberlakukan perusahaan dan meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan dan atasan, karena kebijakan yang diberlakukan perusahaan dan komunikasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. 3. Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel atau faktor lain dalam menganalisis Kinerja Karyawan. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Amir. P, dkk. 2006, Pengantar Ilmu Komunikasi, Cetakan Pertama, Pustaka Bangsa Press : Medan. Corrado, Frank. M, 2004, Berkomunikasi Dengan Karyawan, Cetakan Pertama, PPM : Jakarta. Effendy, O. Uchjana, 2006, Ilmu Komunikasi, PT. Remaja Rosdakarya Offset : Bandung. Elita, 2002, Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pengairan Provinsi Sumatera Utara, Skripsi, Medan. Panuju, Redi, 2001, Komunikasi Organisasi, Pustaka Pelajar Offset : Yogyakarta. Pratisto, Arif 2004, Cara Mudah Mengatasi Masalah Statistik dan Rancangan Percobaan dengan SPSS 12, PT. Elex Media Komputindo : Jakarta. Purwanto, Joko, 2003, Komunikasi Bisnis, Edisi 2, Erlangga : Jakarta. Robbins, P. Stephen, 2003, Perilaku Organisasi, Edisi 2, PT. Indeks Kelompok Gramedia : Jakarta. Mulya Maesa,2008, Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Gairah Kerja Karyawan Pada PT.BCA, Tbk, Medan Universitas Sumatera Utara, Medan Sugiyono, 2006, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta : Bandung. Putra Rizky, 2008, Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Bank Sumut Cabang Utama Medan, Universitas Sumatera Utara, Medan Tisnawati, Ernie dan Saefullah, Kurniawan, 2006, Pengantar Manajemen, Kencana : Jakarta. Umar, Husein, 2008, Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan, PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta. Wiludjeng, Sri, 2007, Pengantar Manajemen, Graha Ilmu : Yogyakarta. Wursanto, Lg, 2005, Dasar-Dasar Ilmu Organisasi, Andi Offset : Yogyakarta. Universitas Sumatera Utara KUESIONER Saya adalah mahasiswa yang sedang melakukan penelitian di PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi skripsi saya guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi dengan mencari tahu sejauh mana iklim organisasi mempengaruhi kinerja karyawan. Untuk itu saya sangat membutuhkan bantuan dari Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner yang saya berikan ini sebagai data penelitian saya. I. CARA PENGISIAN KUESIONER : 1. Mohon memberi tanda cheklist () pada jawaban yang Bapak / Ibu angap paling sesuai. 2. Mohon mengisi bagian yang membutuhkan jawaban tertulis. 3. Setiap pertanyaan hanya akan membutuhkan satu jawaban saja. 4. Setelah melakukan pengisian, mohon Bapak / Ibu mengembalikan kepada yang menyerahkan kuesioner. II. IDENTITAS RESPONDEN Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan Usia : Masa kerja : III. PERTANYAAN Bagian I ( Iklim Organisasi ) 1.Bagaimana menurut Bapak/Ibu fasilitas yang telah diberikan perusahaan kepada anda Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Alasan : 2.Bagaimana menurut Bapak/Ibu peraturan yang diberlakukan perusahaan bagi karyawan Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Alasan : 3.Bgaimana menurut bapak/ibu kebijakan yang diberlakukan perusahaan bagi karyawan? Universitas Sumatera Utara Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Alasan : 4.Bagaimana menurut Bapak/Ibu tingkat komunikasi Anda dengan seluruh karyawan di perusahaan Sangat Baik Alasan Baik Cukup Buruk Sangat Buruk : 5.Bagaimana menurut bapak/ibu interaksi antar karyawan di perusahaan? Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Alasan : 6.Bagaimana menurut bapak/ ibu hubungan antar karyawan di perusahaan? Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Alasan : 7.Sebaik apa Bapak/Ibu mengenal seluruh karyawan perusahaan Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Alasan : 8.Bagaimana menurut Bapak/Ibu perhatian rekan-rekan terhadap kesulitan yang anda alami Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Alasan : 9.Bagaimana menurut Bapak/ibu frekuensi pendampingan pimpinan melakukan pekerjaan? Sangat Baik Baik Cukup Buruk selama Sangat Buruk Universitas Sumatera Utara Alasan : 10.Bagaimana menurut bapak/ibu bantuan yang diberikan kepada anda melakukan pekerjaan? Sangat Baik Baik Cukup Buruk selama Sangat Buruk Alasan : Bagian II ( Kinerja Karyawan ) 1. Bapak/Ibu menyelesaikan beban kerja tanpa harus dibantu Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Alasan : 2. Bapak/Ibu menangani beban kerja sebagaimana ditugaskan Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Alasan : 3. Bapak/Ibu dalam bekerja akurat, jarang membuat kesalahan Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Alasan : 4. Bapak/Ibu tepat waktu menyelesaikan pekerjaan Sangat Setuju Alasan Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju : 5. Bapak/Ibu tidak menunda pekerjaan Universitas Sumatera Utara Sangat Setuju Alasan Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju : 6. Bapak/Ibu sadar akan kehadiran dan ketepatan waktu Sangat Setuju Alasan Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju : 7. Bapak/Ibu bekerja sama baik dengan karyawan lain Sangat Setuju Alasan Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju : 8. Bapak/Ibu bekerja sama baik dengan atasan Sangat Setuju Alasan Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju : 9. Bapak/Ibu jarang melakukan kesalahan dalam pekerjaan Sangat Setuju Alasan Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju : 10. Bapak/Ibu cepat memperbaiki jika ada pekerjaan yang salah Universitas Sumatera Utara Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Universitas Sumatera Utara
Analisis Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utar Bagian Komersial Bagian Keuangan Bagian SDM dan Administrasi Batasan Operasional Defenisi Operasional Variabel Bebas X Variabel tidak bebas Y Daerah Eksploitasi I menjadi Eksploitasi II Eksploitasi II Menjadi Wilayah II Dari PERUM Menjadi PERSERO Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi Hipotesis Penelitian Terdahulu Bidang Kegiatan perusahaan Uji Validitas dan Reliabilitas. 1. Karakteristik responden berdasarkan usia responden Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan Karakteristik responden berdasarkan lama bekerja Latar Belakang Penelitian Analisis Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utar Lokasi dan Waktu Penelitian Skala Pengukuran Variabel Teknik Pengumpulan Data Koefisien Determinan R² Manajer Cabang Bagian Distribusi Bagian Pemasaran Metode Regresi Linear Sederhana Kesimpulan Pengertian Struktur Organisasi Struktur Organisasi Perumusan Masalah Kerangka Konseptual Populasi Sampel Populasi dan Sampel Tujuan dan kemampuan Unsur-unsur Disiplin Kerja Tujuan Pembinaan Disiplin Kerja Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Unsur-Unsur Struktur Organisasi. Struktur Organisasi Variabel Disiplin kerja sebagai Variabel Y Variabel struktur organisasi sebagai Variabel X
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. PLN (PERSERO) Wilayah Sumatera Utar

Gratis