Analisis pengaruh kesadaran dan kepatuhan wajib pajak terhadap kinerja kantor pelayanan pajak (KPP) dengan pelayanan wajib pajak sebagai variabel intervening di kpp medan timur

 8  46  93  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

ANALISIS PENGARUH KESADARAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK TERHADAP KINERJA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) DENGAN PELAYANAN WAJIB PAJAK SEBAGAI

  Populasi penelitian adalah Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan PajakMedan Timur yang berjumlah 6.854 Wajib Pajak Badan di tiga Kecamatan yaituKecamatan Medan Perjuangan, Kecamatan Medan Timur dan Kecamatan MedanTembung, dengan jumlah sample sebanyak 99 Wajib Pajak Badan. Kepatuhan Wajib Pajak yang di ukur dengan : tingkat tarif, struktur sanksi, terdeteksi oleh hukum, moralitaspenyeludupan, persepsi dan sikap, besarnya denda, sikap terhadap pemerintah, penegak hukum, sistem perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kinerja KPPMedan Timur.

VARIABEL INTERVENING DI KPP MEDAN TIMUR TESIS

  Populasi penelitian adalah Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan PajakMedan Timur yang berjumlah 6.854 Wajib Pajak Badan di tiga Kecamatan yaituKecamatan Medan Perjuangan, Kecamatan Medan Timur dan Kecamatan MedanTembung, dengan jumlah sample sebanyak 99 Wajib Pajak Badan. Kepatuhan Wajib Pajak yang di ukur dengan : tingkat tarif, struktur sanksi, terdeteksi oleh hukum, moralitaspenyeludupan, persepsi dan sikap, besarnya denda, sikap terhadap pemerintah, penegak hukum, sistem perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kinerja KPPMedan Timur.

KATA PENGANTAR

  Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat, hidayah, karunia dan anugrah yang diberikan-Nya sehingga penulis dapatmenyelesaikan tesis ini yang berjudul “analisis pengaruh kesadaran dan kepatuhan wajib pajak terhadap kinerja kantor pelayanan pajak (KPP) dengan pelayanan wajibpajak sebagai variabel intervening di kpp medan timur”. Populasi penelitian adalah Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan PajakMedan Timur yang berjumlah 6.854 Wajib Pajak Badan di tiga Kecamatan yaituKecamatan Medan Perjuangan, Kecamatan Medan Timur dan Kecamatan MedanTembung, dengan jumlah sample sebanyak 99 Wajib Pajak Badan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Masih adakah optimisme bahwa penerimaan Negara dari sektor pajak dan bukan pajak mampu menutupi rencana pengeluaran masing- masinglembaga Negara dan masyarakat di tahun 2011.( Arles 2010) Penerimaan pajak yang ditarget sebesar 839,5 triliun atau mencapai 77 % dari total pendapatan Negara dan hibah masih belum digdaya untuk menutupipembelanjaan APBN. Apakah ada pengaruh yang signifikan kepatuhan wajib pajak Badan yang diukur dengan Tingkat tarif, Struktur sanksi, Terdeteksi oleh hukum, Moralitaspenyeludupan, Persepsi dan sikap, Besarnya denda, Sikap terhadap pemerintah dan Sistem perpajakan terhadap pelayanan Wajib Pajak ?

1.5. Originalitas Penelitian

  Penelitian ini merupakan penelitian relasional yang akan menguji hubungan kesadaran, pelayanan, dan kepatuhan wajib pajak dengan kinerja KPP Medan Timur,dan merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Suryadi (2006). Perbedaan penelitian ini, dengan yang dilakukan oleh Suryadi objek penelitian di wilayah Jawa Timur tahun 2006 dengan data sekunder sedangkan variabel yangpetelitian ini menggunakan data primer dan objek penelitian di Kantar Pelayanan Pajak Medan Timur serta periode waktu penelitian tahun 2010.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Dasar Pajak

  Pengertian pajak menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 1 ayat 1 adalah :Kontribusi kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secaralangsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 3) Asas Convenience of Payment, yaitu menekankan pentingnya saat dan waktu yang tepat dalam memenuhi kewajibanperpajakannya yaitu pada saat Wajib Pajak menerima penghasilan yang sudah memenuhi syarat objektifnya.

2.2 Kesadaran Wajib Pajak

  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Kesadaran Wajib Pajak dalam membayar pajak merupakan perilaku Wajib Pajak berupa pandangan atauperasaan yang melibatkan pengetahuan, keyakinan dan penalaran disertai kecenderungan untuk bertindak sesuai stimulus yang yang diberikan oleh sistem danketentuan pajak tersebut. Wajib Pajak yang tidak memahami peraturan perpajakan secara jelas cenderung akan menjadi Wajib Pajak yang tidak taat, dan sebaliknyasemakin paham Wajib Pajak terhadap peraturan perpajakan, maka semakin paham pula Wajib Pajak terhadap sanksi yang akan diterima bila melalaikankewajiban perpajakannya.

2.3 Pelayanan Wajib Pajak

  Studi Singh (2005) juga menunjukkan bahwa semakin Wajib Pajak merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah, Wajib Pajak akan merasaberkewajiban untuk patuh terhadap hukum, termasuk hukum perpajakan. Layanan dengan lisan dilakukan oleh petugas-petugas di bidang hubungan masyarakat (humas), bidang layanan informasi dan bidang-bidang lain yangtugasnya memberikan penjelasan atau keterangan kepada siapapun yang memerlukan.

a. Pelayanan Sepenuh Hati

  Pelayanan sepenuh hati adalah pelayanan yang berasal dari dalam sanubari, yakni tempat bersemayamnya emosi-emosi, watak, keyakinan-keyakinan, nilai-nilai, sudut pandang dan perasaan-perasaan (Patton, dalamBoediono, 1999). Menitikberatkan pada kebutuhan pada konsumen dan perasaan mereka terhadap produk dan duta-duta perusahaan, sertamembangun hubungan dan sikap saling menghargai dengan konsumen.

b. Pelayanan Publik

  Pelayanan publik adalah pelayanan yang dilakukan oleh birokrasi pemerintah atau lembaga lain yang tidak termasuk badan usaha swasta, yangtidak berorientasi pada laba (profit). Komunikasi (communication) memberikan informasi kepada pelanggan dalam bahasa yang dapat dimengerti, dan selalu mendengarkan sarandan keluhan pelanggan, yang meliputi : a.

2.4 Kepatuhan Wajib Pajak

  Dalam pengertian yang lebih rinci, Hasseldine ( dalamNasucha, 2004) mengemukakan bahwa kepatuhan adalah melaporkan semua harta kekayaan Wajib Pajak yang tercatat pada waktu yang ditentukan dan pengembalianlaporan pertenggungjawaban pajak yang akurat, sesuai dengan kode pemasukanm peraturan dan penerapan keputusan pengadilan pada waktu dilakukan pencatatan. Pendekatan PsikologisPendekatan ini menyatakan perilaku kepatuhan pajak dipengaruhi oleh faktor-faktor cara pandang seseorang mengenai moralitas penyeludupanpajak yang berkaitan dengan ide dan nilai-nilai yang dimilikinya, persepsi dan sikap terhadap probablitas kemungkinan terdeteksi, besarnya dendadan lain-lain, perubahan kebiasaan, kerangka subjektif atas keputusan pajak.

2.5 Pengertian Kinerja

  (Jewell & Marc : 1998) mengatakan bahwa penilaian kinerja adalah proses yang digunakan organisasi untuk menilai sejauh mana Donnelly, Gibson and Ivancevich dalam Veithzal Rivai (2005) kinerja induvidu pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor : (a) harapan mengenaiimbalan; (b) dorongan; (c) kemampuan; kebutuhan dan sifat; (d) persepsi terhadap tugas; (e) imbalan internal dan eksternal; (f) persepsi terhadap tingkatimbalan dan kepuasan kerja. Menurut Ruky (2004), pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan menilai tingkat pencapaian target, inisiatif, loyalitas dan kerjasama dalam kelompok,disiplin dan kepatuhan, kesadaran atau pengembangan diri dan peningkatan pengetahuan.

2.6. Tinjauan Penelitian Terdahulu

  Penelitian ini merupaka replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Suryadi( 2006 ) kesadaran Wajib Pajak yang diukur dari persepsi Wajib Pajak, pengetahuan perpajakan, karakteristik Wajib Pajak dan penyuluhan perpajakan "tidakberpengaruh signifikan " terhadap kinerja penerimaan pajak. Tabel 2.1 Review Peneliti Terdahulu NoNama PenelitiJudul Peneliti VariabelPeneliti Hasil Penelitian 1 Suryadi(2006) Model Hubungan Kausal Kesadaran,Pelayanan, Kepatuhan Wajib Pajak danPengaruhnya Terhadap KinerjaPenerimaan Pajak Kasadaran, Pelayanan, kepathuanWajib Pajak, Hasil penelitian menunjukkan,kesadaran Wajib Pajak yang diukur dan persepsi WajibPajak, pengetahuan perpajakan, karakteristik Wajib Pajak danpenyuluhan perpajakan "tidak berpengaruh signifikan 2 MariaKaranta,(2000) et.

BAB II I KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

3.1. Karangka Konsep

  Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Dari gambaran kerangka konseptual 3.1, dapat diuraikan bahwa konstruk endogen simbol eta ( ) kinerja KPP diperkirakan semakin tinggi atau rendahdipengaruhi oleh beberapa konstruk eksogen simbol ksi ( ) kesadaran wajib pajak , kepatuhan wajib pajak, dan pelayanan wajib pajak sebagai variabel inetrpeningdengan uraian sebagai berikut : b. Semakin tinggi Kesadaran Wajib Pajak, dan Kepatuhan Wajib Pajak maka semakin tinggi Kinerja KPP melalui Pelayanan.

3.2. Hipotesis Penelitian

  Hipotesis 1H 1 : ‘Kesadaran Wajib Pajak Badan yang di ukur dengan Persepsi, Tingkat pengetahuan dan Kondisi keuangan mempengaruhi pelayanan Wajib Pajak”. Hipotesis 2H : “Kepatuhan Wajib Pajak Badan yang di ukur dengan Tingkat tarif, Struktur 1 sanksi, Terdeteksi oleh hukum, Moralitas penyeludupan, Persepsi dan sikap, Besarnya denda, Sikap terhadap pemerintah dan Sistem perpajakanmempengaruhi pelayanan Wajib Pajak”.

1 Responsivitas, Kompetensi, Tata krama, Kredibilitas, Keamanan, Akses, Komunikasi dan Perhatian pada pelanggan mempengaruhi Kinerja KPP”

  Hipotesis 4H 1 : “Kesadaran dan kepatuhan Wajib Pajak Badan mempengaruhi terhadap pelayanan sebagai variabel intervening”. Hipotesis 5H 1 : “Kepatuhan Wajib Pajak Badan dan pelayanan mempengaruhi secara silmultan terhadap Kinerja KPP”.

BAB IV METODE PENELITIAN

  Jenis Penelitian Penelitian ini menekankan pada upaya memberikan bukti empiris dan mendiskripsikan atau memberikan gambaran yang jelas tentang kesadaran, dankepatuhan wajib pajak terhadap kinerja Kantor Pelayanan Pajak dengan pelayanan sebagai variabel intervening di KPP Medan Timur., maka sumber data utama yangdipergunakan adalah data primer. Dari keseluruhan wajib pajak yang akanmenjadi populasi ini adalah wajib pajak badan berjumlah 6.854 Wajib Pajak Badan.

4.4. Metode Pengumpulan Data

  Data kesadaran wajib pajak dan Kepatuhan wajib pajak (variabeleksogen) terhadap kinerja KPP (variabel endogen) dengan pelayanan wajib pajak(variabel intervening), dari responden digunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dalam bentuk jawaban tertutup. Tujuan pengujian instrumen penelitian Kuesioner yang sudah diuji coba akan dibagikan langsung oleh peneliti keWajib pajak badan yang menjadi sampel penelitian dan diberi waktu tenggang selama satu minggu.

4.5. Defenisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel

4.5.1. Defenisi Operasional

  Kesadaran wajib pajak (X 1 ) Kesadaran wajib pajak adalah perilaku atau sikap terhadap suatu objek yang melibatkan anggapan dan perasaan serta kecenderungan untuk bertindak sesuai stimulus (rangsangan) tersebut yang melibatkan pengetahuan, keyakinan dan penalaran yang diberikan oleh sistem dan ketentuan pajak tersebut yang diukur dengan persepsi, tingkat pengetahuan dan kondisi keuangan. Pelayanan Wajib pajak (variabel Intervening)Pelayanan wajibpajak adalah suatu aktivitas atau serangkaian yang bersifat tidak kasat mata yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumendengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan konsumen atau pelanggan yang diukur dengan Tangible, Reliabelitas, Responsivitas, Kompetensi, Tata krama, Kredibilitas, Keamanan, Akses, Komunikasi dan Perhatian pada pelanggan.

4.8. Analsis Structural Equation Modelling (SEM)

  Solimun (2002) mengemukakan bahwa di dalam SEM peneliti dapat melakukan tiga kegiatan sekaligus, yaitu pemeriksaan validitas dan reliabilitas instrumen (setaradengan analisis faktor konfirmatori), pengujian model hubungan antar variabel laten (setara dengan analisis path), dan mendapatkan model yang bermanfaat untuk prediksi (setara dengan model struktural atau analisis regresi). Koefisien jalur dihitung dengan membuat Dalam hal ini dua persamaan structural eguation modelling adalah : 1 2 β βKeterangan : 1 X 2 X Z = PelayananX1 = KesadaranX2 = Kepatuhanβ1,β2 = Koefisien regresiHubungan langsung terjadi jika satu variabel dengan variabel lainnya tanpa ada variabel ketiga yang memediasi (intervening) hubungan kedua variabel tadi.

3 Z+

β βKeterangan :Y = Kinerja KPPZ = Pelayanan 4 X 2 + e X 2 = Kesadaran e = error 3 , 4 = Koefisien regresi β β

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Analisis Staistik Deskriptif

5.1.1.1 Uji Validitas

  Setelah diketahui indikator dari tiap variabel laten yang memenuhi persyaratan tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mengukur indikator pada tiap-tiap variabellaten dalam model pengukuran untuk mengetahui tingkat konvergensi dari indikator masing - masing variabel laten. dari Skweness Value pada variabel berada di bawah ±2,58 dan itu berarti asumsi normalitas terpenuhi dan data layak untuk digunakan dalam estimasi selanjutnya.

5.1.1.4. Uji Multikolinieritas

  Terlihat dari determinant of sample covariance matrix 1,1752e+001 dan angka ini jauh dari nol. Hasil pengujian reliabilitas pada semua konstruk laten dengan construct reliability atau composite reliabilitry dan extracted variance menunjukkan hasil yang reliabel yang ditunjukkan dengan semua nilai construct reliability di atas 0,7 dan variance extracted di atas 0,5.

5.1.2 Analisis Confirmatory

  Dari ketiga indikator kesadaran Wajib Pajak yaitu : “persepsi, tingkat pengetahuan dan kondisi keuangan” kontribusi Kesadaran Wajib Pajak yangdisumbangkan terhadap persepsi dan kondisi keuangan sebesar 0,96, atau 96 persen Variabel yang diajukan sebagai indikator Kepatuhan adalah Tingkat tarif,Struktur sanksi, Terdeteksi oleh hukum, Moralitas penyeludupan, Persepsi dan sikap,Besarnya denda, Sikap terhadap pemerintah, Penegak hukum, keadilan dan sistem perpajakan. Untuk mengetahui variabel yang dapat digunakan sebagai indikator kepatuhan wajib pajak dapat diamati dari nilai confirmatori faktor analysis 2 dibawah ini adalah : Tingkat tarif Wajib Pajak = 0,82 x Kepatuhan Wajib Pajak, dengan error variance sebesar (0,68) artinya kontribusi Kepatuhan Wajib Pajak terhadap tingkattarif Wajib Pajak sebesar 0,82 atau 82 persen.

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian

  Gambar 5 digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dimana tingkat kesadaran Wajib Pajak yang di ukur dengan : persepsi, tingkat pengetahuan,dan kondisi keuangan berpengaruh terhadap pelayanan Wajib Pajak yang di ukur dari: input, output, outcomes benefits dan impact yang ditunjukkan dengan koefisienjalur (regresi terstandar) sebesar 0,67 dengan nilai p = 0,001. Dari hasil tersebut dapat dijelaskan bahwa hipotesis kedua diterima, yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif kepatuhan Wajib Pajak terhadap pelayananWajib Pajak dengan kemungkinan terjadi kesalahan sebesar 0,001.

5.3. Perbandingan Dengan Peneliti Sebelumnya

  Sedangkan di dalam penelitian ini hasil menunjukkan bahwa : Kesadaran Wajib Pajak yang diukur dari persepsi Wajib Pajak, pengetahuan perpajakan, karakteristik Wajib Pajak dan penyuluhan Wajib Pajak tidakberpengaruh signifikan terhadap kinerja penerimaan pajak sebesar 0,016 dengan nilai p = 0,984. Pelayanan perpajakan yang diukur dari ketentuan perpajakan, kualitasSDM dan sistem informasi perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja penerimaan pajak sebesar 0,083 dan nilai p = 0,858 dengan kemungkinanterjadi kesalahan sebesar 0,858 Kepatuhan Wajib Pajak yang diukur dari pemeriksaan pajak, penegakan hukum dan kompensasi pajak berpengaruh signifikan terhadap kinerja penerimaanpajak sebesar 0,933 dan nilai p = 0,007.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Sampel dalam penelitian ini dibatasi pada Wajib Pajak Badan di KantorPelayanan Pajak Medan Timur sehingga tidak bisa mengenerasilasi hasil penelitian secara keseluruhan yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini tidak memberikan kontribusi secara rinci dan signifikan peranan pelayanan Wajib Pajak yang memberikan besar terhadap kinerja KPPMedan Timur.

RIWAYAT HIDUP

  Sekolah Pascasarjana Magister Sains Akuntansi Ilmu Ekonomi USU Lampiran 1SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN Bapak / Ibu Wajib Pajak yang kami hormati, Dalam rangka memperoleh data untuk penelitian dengan judul “AnalisisKesadaran, Pelayanan, Kepatuhan Wajib Pajak terhadap Kinerja KPP Medan Timur”, kami mohon untuk mengisi kuesioner berikut ini. Efisiensi dan efektivitas untuk mendukung 14 peningkatan penerimaan negara dari sektorpajak diupayakan Ditjen Pajak melalui perbaikan yang berkelanjutanEfisiensi dan efektivitas Ditjen Pajak 15 ditingkatkan dengan mengurangi tumpangtindih penyelenggaraan fungsi organisasi/ unit kerja.

Analisis pengaruh kesadaran dan kepatuhan wajib pajak terhadap kinerja kantor pelayanan pajak (KPP) dengan pelayanan wajib pajak sebagai variabel intervening di kpp medan timur Analisis Confirmatory Hasil Penelitian Defenisi Operasional Defenisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel Instrumen Penelitian Analsis Structural Equation Modelling SEM Jenis Penelitian Lokasi Penelitian Populasi dan Sampel Metode Pengumpulan Data Kepatuhan Wajib Pajak TINJAUAN PUSTAKA Kesadaran Wajib Pajak TINJAUAN PUSTAKA Kesimpulan Keterbatasan Saran KESIMPULAN DAN SARAN Pelayanan Sepenuh Hati Pelayanan Publik Pelayanan Wajib Pajak TINJAUAN PUSTAKA Pembahasan Hasil Penelitian HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengertian Dasar Pajak Fungsi Pajak Asas- asas Pemungutan Pajak Pengertian Kinerja TINJAUAN PUSTAKA Perbandingan Dengan Peneliti Sebelumnya Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Tinjauan Penelitian Terdahulu TINJAUAN PUSTAKA Uji Normalitas Analisis Staistik Deskriptif Uji Validitas Uji Reabilitas Uji Validitas Uji Reliabilitas Uji Normalitas
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis pengaruh kesadaran dan kepatuhan waj..

Gratis

Feedback