Sejarah Rumah Sakit Petumbukan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang (1905-2002).

 0  49  94  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

SEJARAH RUMAH SAKIT PETUMBUKAN KECAMATAN GALANG KABUPATEN DELI SERDANG ( 1905 – 2002 ) Skripsi Sarjana Dikerjakan O L E H NAMA : OKKY ZULINDRA N I M : 070706007 DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Alhamdulillah akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Sejarah Rumah Sakit Petumbukan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang (1905-2002)“, meskipun banyak hambatan, tantangan dan aral melintang yang datang silih berganti. Penulis menyadari sepenuhnya, masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, untuk itu dengan segalakerendahan hati penulis mengharapkan kritik, saran, dan masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaan atau perbaikan di kemudian hari.

DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Alhamdulillah akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Sejarah Rumah Sakit Petumbukan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang (1905-2002)“, meskipun banyak hambatan, tantangan dan aral melintang yang datang silih berganti. Penulis menyadari sepenuhnya, masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, untuk itu dengan segalakerendahan hati penulis mengharapkan kritik, saran, dan masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaan atau perbaikan di kemudian hari.

UCAPAN TERIMA KASIH

  Kedua Orangtua penulis, Papa tersayang Yan Suherman dan Mama tercintaKomarsih yang telah mendidik, membesarkan, merawat, mendo’akan, dan membimbing Ananda dari lahir sampai saat ini, walau jarak memisahkan selamalebih kurang 4 tahun dan sering juga Ananda bikin Papa-Mama sedih dan kecewa. Dirhamsyah Tousa, Bapak Zakaria Bono, dan Bapak Kanaya selaku informan kunci yang telah banyak memberikan bantuan dan informasi yangbermanfaat kepada penulis selama penelitian ini berlangsung.

BAB II I RUMAH SAKIT PETUMBUKAN PADA MASA PT. PERKEBUNAN V (1980-1996)

  3.1 Surat Keputusan Menteri Pertanian No.22/Kpts/Um/1/1980 tentangPengalihan Status Rumah Sakit Perkebunan menjadi Rumah Sakit PNP/PTP 36 3.2 Surat Keputusan Direksi PT. 05.7/Kpts/5/1980 tentangPengalihan Rumah Sakit Gabungan Petumbukan menjadi Rumah Sakit Perkebunan PT.

BAB IV RUMAH SAKIT PETUMBUKAN PADA MASA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA 3 (1996-2002)

  Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah pertama, menjelaskan sejarah dan awal berdirinyaRumah Sakit Petumbukan mulai dari periode Serdang Doctor Fonds Hospitaal sampaiGabungan Rumah Sakit Petumbukan (1905-1980), kedua menjelaskan perkembanganRumah Sakit Petumbukan saat periode PT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yaitu Heuristik (pengumpulan data), Kritiksumber baik itu kritik ekstern maupun kritik intern, interpretasi (menyimpulkan kesaksian/data yang dipercaya dari bahan yang ada), dan yang terakhir adalahhistoriografi (penulisan dan pengkisahan sejarah).

4. Verkaufs Vertrag

  Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah pertama, menjelaskan sejarah dan awal berdirinyaRumah Sakit Petumbukan mulai dari periode Serdang Doctor Fonds Hospitaal sampaiGabungan Rumah Sakit Petumbukan (1905-1980), kedua menjelaskan perkembanganRumah Sakit Petumbukan saat periode PT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yaitu Heuristik (pengumpulan data), Kritiksumber baik itu kritik ekstern maupun kritik intern, interpretasi (menyimpulkan kesaksian/data yang dipercaya dari bahan yang ada), dan yang terakhir adalahhistoriografi (penulisan dan pengkisahan sejarah).

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Yayasan ini bersifat sosial dan tugas utamanya adalah untuk menjamin kesehatan para kuli yang sedang sakit yang berasal dari perkebunan anggota yayasan ini. Situasi menjadi semakin memburuk ketika adanya Surat Keputusan MenteriPertanian Nomor tahun 1980 yang menginstruksikan agar Rumah Sakit GabunganPerkebunan dialihkan kepada PT.

1.2 Rumusan Masalah

  Agar Sejarah Rumah Sakit Petumbukan ini tidak hilang begitu saja karena peranannya yang cukup besar dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang adadi daerah Petumbukan dan sekitarnya. Mudah-mudahan dengan adanya penelitian yang bersifat deskriptif-naratif tentangSejarah Rumah Sakit Petumbukan ini dapat menjadi pemicu penelitian-penelitian berikutnya mengenai berbagai hal tentang rumah sakit ini.

9 Karang. Mengenai sejarah rumah sakit ini, meskipun ada sedikit dibahas, tetapi tidak

  KeizerinaDevi dalam bukunya yang berjudul “Poenale Sanctie: Studi tentang Globalisasi Ekonomi dan Perubahan Hukum di Sumatera Timur (1870-1950)” menjelaskan bahwa beberapa hak kuli-kuli kontrak (buruh perkebunan) yang harus dipenuhi oleh perusahaan perkebunan (onderneming) adalah fasilitas perumahan dan kesehatan. Buku inisangat membantu penulis dalam melakukan penelitian mengenai kondisi kesehatan para buruh perkebunan hingga dibangun rumah-rumah sakit di beberapa perkebunan(onderneming) dan tentu saja salah satunya adalah Rumah Sakit Petumbukan yang menjadi objek penelitian penulis.

11 Rumah Sakit

  Selain itu juga ada pembahasan mengenai pasien, mulai dari definisi pasien, hak dan kewajiban pasien, dan lain-lain. Saat itu pengobatan menjadi tanggung jawab tukang-tukang bedah, karenaKompeni tidak memiliki banyak tenaga medis: dokter dan perawat yang terdidik secara akademis.

13 Belanda dulu yang dibutuhkan oleh penulis

  Penulis jadi mengetahui gambaran umum mengenai rumah sakit, seluk beluk, jenis-1112 Tjandra Yoga Aditama, Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Jakarta: UI Press, 2003, hlm. Dalmy Iskandar, Rumah Sakit, Tenaga Kesehatan, dan Pasien, Jakarta: Sinar Grafika, 1998, hlm.

1.5 Metode Penelitian

  Proses yang digunakan dalam hal ini adalah dengan melakukan library research (penelitian kepustakaan/ studi literatur) yaitu mengumpulkansejumlah sumber tertulis baik itu yang primer maupun sekunder, bentuknya dapat berupa 15 arsip, laporan, majalah, dan buku-buku yang berkaitan dengan objek yang dikaji. Dikarenakan minatnya dalam mengoleksi dokumen- dokumen penting, sehingga arsip mengenai Rumah Sakit Petumbukan ini menjadi sangatpenting dan banyak memberikan informasi bagi penulis dalam melakukan penelitian ini.

BAB II DARI SERDANG DOCTOR FONDS HOSPITAAL PETOEMBOEKAN SAMPAI GABUNGAN RUMAH SAKIT PETUMBUKAN (1905 – 1980) Rumah Sakit PT. Perkebunan Nusantara 3 Petumbukan Sungei Karang Galang

  Oleh sebab itu, karena rumah sakit ini pernah beberapa kali berganti nama dan masyarakat sekitar punlebih sering menyebutnya dengan Rumah Sakit Petumbukan, maka dalam penelitian skripsi ini juga digunakan nama Rumah Sakit Petumbukan. Pada bab ini akan diuraikanbagaimana kondisi rumah sakit ini pada masa-masa awal berdirinya, dan adanya perjanjian jual beli antara OK.

2.1 Letak

  Di sebelah Barat, rumah sakit ini berbatasan dengan Sungai Batu Gingging yang juga merupakan batas alam dengan DesaKelapa Satu, sebelah Utara hingga Timur dengan Dusun 2 dan Dusun 4 Desa Pisang Pala, dan sebelah Selatan dengan Dusun 5 Desa Pisang Pala. Rumah Sakit Petumbukan dikelilingi oleh beberapa desa yang ada di sekitarnya, di antaranya Pisang Pala, Petumbukan, Kelapa Satu, Petangguhan, Tanjung Siporkis, danSungei Karang yang berada di Kecamatan Galang, serta Ujung Rambe dan Sialang diKecamatan Bangun Purba.

2.2 Awal Berdiri (1905 – 1913)

  Itulah yang menjadi sebab awalnya rumah sakit inidisebut Serdang Doctor Fonds Hospitaal – Petoemboekan, atau Rumah Sakit YayasanDokter Serdang – Petoemboekan. Meskipun sudah didirikan sejak tahun 1905, rumah sakit ini baru selesai dibangun dan rampung 8 tahun sesudahnya, yakni pada tahun 1913, dan juga baru mulai beroperasidi tahun yang sama.

22 Sumatera Timur saat itu

  Isi dari perjanjian tersebut adalah sebagaiberikut: “Datoe Orang kaja Taoesa Wakil dari Batak Timor dan dia poenja bini bini sama anak boleh dapat selamanja obat dan Toelongan kaloe sakit dari Teoen Doctor 25jang ada di Petoemboekan.” Pada awal berdirinya, pimpinan dan tenaga medis di Rumah Sakit Petumbukan merupakan keturunan Eropa. Bangunan-bangunan tersebut, di antaranya Rumah Dokter, Rumah Dobi, dan Bangunan 27 Rumah Sakit Utama yang konstruksi bangunan dan lanskapnya bergaya Eropa.

2.3.1 Sarana dan Prasarana yang dibangun pada masa Serdang Doctor Fonds Hospitaal

  Pada periode 1913 atau awal beroperasinya Rumah Sakit Petumbukan tidak banyak dibangun fasilitas atau pun sarana prasarana pendukung di rumah sakit ini. Hanyaada sarana pelengkap yang dibangun di rumah sakit ini yaitu tangki air sejumlah 1 unit 32 dan sumur batu sebanyak 4 unit yang keduanya sama-sama dibangun pada tahun 1926.

33 Eropa ke orang Jepang. Hal ini erat kaitannya dengan pendudukan Jepang di Indonesia yang terjadi rentang waktu 1942-1945

  Sarana dan prasarana tersebut, antara lain Rumah Karyawan Menengah sebanyak 2 2 3 unit dengan luas lahan 201 m , Bangunan Pos Jaga sejumlah 1 unit seluas 16 m , 2 Kamar Mayat sejumlah 1 unit dengan luas lahan 134 m , Kamar Mesin sejumlah 1 unit 2 dengan luas 140 m , dan Ruang Laundry (Dobi) sejumlah 1 unit dengan luas lahan 96 2 34 m . U) sejumlah 1 unit dengan luas lahan 225 m , 2 Dapur sejumlah 1 unit dengan luas lahan 250 m , dan Rumah Staf Asisten Kepala 2 35 sebanyak 4 unit dengan luas lahan 940 m .

2.3.2 Struktur Organisasi Serdang Doctor Fonds Hospitaal

  LaboratoriumDari bagan atau struktur organisasi Rumah Sakit Petumbukan di atas, dapat diketahui bahwa Dokter Pemimpin adalah yang paling tinggi jabatannya di Rumah Sakit 36 Petumbukan dan bertugas mengatur manajemen di rumah sakit ini. Di Bagian Umum diisi oleh sumber daya manusia yang berasal dari bidang non- medis dan bertugas mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan tata usaha danadministrasi rumah sakit dan urusan rumah tangga di rumah sakit.

2.3.3 Tenaga Medis Serdang Doctor Fonds Hospitaal

  Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, tenaga medis yang mengabdi di rumah sakit ini kebanyakan adalah bangsa Eropa. Beberapa dokter berkebangsaan Eropa yangpernah bertugas di Rumah Sakit Petumbukan, di antaranya dr.

40 Bru Lang (perawat berkebangsaan Cina). Saat periode ini tenaga medis memang diisi

  oleh orang-orang Eropa, tetapi untuk bagian-bagian administrasi, rumah tangga dalamRumah Sakit Petumbukan banyak diisi oleh warga pribumi. Sebagai contohnya adalah kerani, juru masak (koki), tukang cuci dan setrika (dobi), dan lain sebagainya.

2.3.4 Pasien-pasien dan Bentuk Pelayanan

  SidonegeriRumah Sakit Petumbukan pada masa Serdang Doctor Fonds Hospitaal sudah melayani pasien di luar perkebunan-perkebunan yang bergabung, yakni dengan menerimabeberapa orang keluarga OK. Karena pada awal berdirinya ada sebuah perjanjian yang mengikat pihak Rumah Sakit Petumbukan agar memberikanpengobatan dan perawatan secara cuma-cuma kepada keluarga OK.

2.4 Periode Gabungan Rumah Sakit Petumbukan (1950 – 1980)

2.4.1 Sarana dan Prasarana yang dibangun pada Periode Gabungan Rumah Sakit Petumbukan

  Mengenai pembangunan sarana dan prasarana baru di Rumah Sakit Petumbukan tahun 1980, akhir dari periode Gabungan Rumah Sakit Petumbukan hanya dibangun 46 sarana pelengkap berupa Sumur Batu sejumlah 1 unit. Pada tahun 1965 Gabungan Rumah Sakit Petumbukan menyodorkan konsep baru kepada ahli waris yang bunyinya: Gabungan Rumah Sakit Petumbukan menyanggupi dan mengikat diri akan memberikan pengobatan cuma-cuma 47 kepada ahli waris dibatasi 10 orang tiap bulan.

48 Maret 1913. Pihak ahli waris OK. Tousa menyatakan bahwa perjanjian jual beli tanah

  Yang dimaksud pengobatan secara cuma-cuma adalah pemeriksaan dokter atau mantri di Rumah Sakit Petumbukan; pengobatan dengan obat-obat yang tersedia diRumah Sakit Petumbukan; pemberian obat-obat yang tersedia di Rumah SakitPetumbukan atas resep dokter yang bekerja di Rumah Sakit Petumbukan; opname dalamRumah Sakit Petumbukan dalam kelas A dan B penerimaannya menurut peraturan- peraturan pegawai anggota Gabungan Rumah Sakit Petumbukan. Pengobatan danperawatan di luar Rumah Sakit Petumbukan walaupun atas saran dokter Rumah Sakit Petumbukan tidak ditanggung oleh Gabungan Rumah Sakit Petumbukan.

2.4.3 Perkebunan yang menjadi anggota Gabungan Rumah Sakit Petumbukan

  Ada pasien yang berasal dari perkebunan anggota GabunganRumah Sakit Petumbukan, dan ada juga yang merupakan masyarakat umum. Saat periode ini dapat diambil rata-rata jumlah pasien yang dirawat per harinya diRumah Sakit Petumbukan berjumlah 54 orang, sedangkan poliklinik yang merawat staf dan karyawan rata-rata per harinya berjumlah lebih kurang 40 orang.

2.4.4 Struktur Organisasi Gabungan Rumah Sakit Petumbukan

  Sejak nasionalisasi seluruh perusahaan dan aset-aset milik Belanda termasuk juga perkebunan oleh Pemerintah Indonesia tahun 1957, Rumah Sakit Petumbukan berangsur-angsur dikelola oleh orang Indonesia, baik dokter, perawat maupun tenaga medis lainnya. Dokter-dokter berkebangsaan Indonesia yang pernah bertugas selama periode ini di Rumah Sakit Petumbukan adalah: dr.

52 Hutapea. Saat periode ini sudah banyak orang Indonesia yang bergabung menjadi karyawan di Rumah Sakit Petumbukan

  Karyawan Umum seluruhnya berjumlah 15 orang, yang bertugas mengurusi segala hal yang ada di Rumah Sakit Petumbukan sesuai dengan perintah atasan. Tenaga Honorer, yang terdiri dari: Dokter Gigi yang bertugas memeriksa pasien yang memiliki keluhan terkait dengan gigi dan mulut.

BAB II I RUMAH SAKIT PETUMBUKAN PADA MASA PT. PERKEBUNAN V SEI KARANG (1980 – 1996) Pada tahun 1980 pengelolaan Rumah Sakit Petumbukan beralih dari Gabungan Rumah Sakit Petumbukan ke PT. Perkebunan V. Bab ini akan menceritakan mengenai

  Menteri Pertanian jugamenegaskan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pembinaan Rumah Sakit Ada beberapa Rumah Sakit Gabungan Perkebunan di Wilayah I yang statusnya dialihkan menjadi Rumah Sakit Perkebunan PNP/PTP, berkaitan dengan Surat Keputusan54 Arsip milik (Alm.) H. Dengan diserahkannya pengelolaan Rumah Sakit – Rumah Sakit Gabungan yang disebutkan di atas, maka wewenang dan tanggung jawab pengelolaan beralih kepada PT.

3.3 Peralihan dari Gabungan Rumah Sakit Petumbukan ke Rumah Sakit PT. Perkebunan V

  Serah terima ini dilakukan olehKetua Pengurus Gabungan Rumah Sakit Petumbukan kepada Direktur Utama PT. Perkebunan V yang berlangsung di Operation Room Kantor Inspeksi PN/ PT.

57 Perkebunan Wilayah-I Medan. Dalam acara serah terima tersebut diperoleh keputusan

  1980 tersebut, segala tugas, wewenang dan tanggung jawab Rumah Sakit Petumbukan berada di bawah naungan PT. Perkebunan V adalah sebagai berikut: Rumah Tempat TinggalPegawai Staf di antaranya Rumah Dokter 1 unit, Rumah Kepala Tata Usaha 2 unit,Rumah Asisten Medis 3 unit, Rumah Bidan dan Asisten Apoteker 4 unit.

59 Air Rumah Dokter

  Di Kamar Apotik terdapat 1 buah Timbangan Obat 1000 gr, 1 buah Timbangan Obat 250 gr, 1 buahTimbangan Obat 50 gr, 1 buah Meja Besar, 1 buah Rak, 2 buah Lemari Obat, 2 buah 61 Meja Tulis 2 kursi, 1 buah Meja Biasa, 1 buah Lemari Kecil, dan 2 Penggiling Obat. Di dalam Kamar Operasi terdapat 1 buah Sterilisator Elektrik, 1 buah MejaOperasi naik turun, 3 buah Meja Beroda untuk instrumen, 1 buah Standart Beroda untuk tempat Tremonal, 2 buah Meja Kecil untuk Tempat Baskom, 1 buah Lemari Kaca untukinstrumen, 1 buah Lemari Kecil, 1 set Alat Verband Tremonal, 1 buah Lampu TLDouble, 1 buah Kompor Api Butterfly, 1 buah Kursi Perobatan Gigi.

62 Kursi Besi, dan 2 Meja Kecil berkaca

  Di dalam Kantor Kepala Tata Usaha terdapat 2 Mesin Tik Underwood, 5 set MejaTulis, 1 buah Meja Bulat dan Kursi, 2 buah Rak File, 2 buah Lemari 2 pintu & 3 pintu, 1 buah Lemari Pendek, 1 buah Lemari Pakaian Jati, 1 buah Tempat Bukui, 1 buah MejaKaca. Di dalamLaboratorium terdapat 3 buah Mikroskop Redabud, 1 buah Centrefage Glotris, 1 buahCentrefage tangan, 1 buah Timbangan badan 110 kg, 1 buah Meja Marmer, 1 buahLemari Meja & alat rak, 2 buah Kursi, 1 buah Ukuran Tinggi, 1 buah Hemoglobin Meter, 64 1 buah Termometer, dan 2 Meja Kecil.

66 Papan, dan 1 Lemari tembok

  Di dalam Ruang VII terdapat 14 buah Plang, 12 tilam, 15 tilam bayi, 19 bantal, 14 buah Meja Pasien, 5 buah Kursi, 2 buah Veniles besi dan tilam, 2 buah Lemari Pakaian, 2buah Meja Bayi, 4 buah Kapas & 4 tilam bayi, 4 buah Schroom kain, 2 buah Meja untuk mandi bayi, 1 buah Lemari Besar berkaca, 4 buah Meja, 1 buah Standart Baskom, 1 buahTimbangan Bayi, 1 buah Rak Kartu, 2 buah Boks Bayi (15 kotak), 1 buah Boks Bayi &Tilam, dan 1 buah Lampu Standart. Di dalam Gudang Pakaian dan Pencucian(Dobi) terdapat 1 buah Mesin Jahit Singer & Sangku, 1 buah Plang, 2 buah LemariRendah, 1 buah Lemari Besar/ Kecil, 3 buah Rak Kain, 2 buah Kursi, 1 buah MejaSetrika, 1 buah Meja Lipat Kain, 1 buah Setrika Listrik, dan 1 buah Meja Panjang.

3.4 Reaksi Ahli Waris OK. Tousa terhadap Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 22/Kpts/Um/1/1980 dan Surat Keputusan Direksi PT. Perkebunan V Nomor 05.7/Kpts/5/1980

  Tousa70 Pada saat terjadi peralihan dari Gabungan Rumah Sakit Petumbukan ke Rumah Sakit PT. Tousa yang terletak di Desa Pisang Pala Kecamatan Galang, yang selama ini digunakan sebagai pertapakan Rumah Sakit Petumbukan.

3.5 Uraian Tugas Manajemen Rumah Sakit PT. Perkebunan V Petumbukan

  Kebun-kebun atau Perusahaan lain yang sebelum ini telah terdaftar menjadi anggota dari Rumah Sakit Gabungan Perkebunan Petumbukan yaitu : c. Perkebunan V Dokter PemimpinAsisten Personalia Kepala Perawatan Asisten TataKebun UsahaDinas Sipil Ruangan-ruangan Administrasi (Pembukuan) Medical Record Gudang MaterialPoliklinik Umum Gudang UmumKebidanan BedahRontgen Kandungan, Ginjal, PenyakitDalam, Paru-paru, dan Gizi Dari bagan organisasi di atas terlihat Dokter Pemimpin merupakan jabatan tertinggi di rumah sakit ini, ia mengepalai seluruh bagian dan bertugas mengatur seluruhbawahannya.

78 Dalam, Paru-paru, dan Gizi

  Selanjutnya yaitu Asisten Tata Usaha yang tugasnya adalah mengurusi segala hal yang berkaitan dengan surat menyurat dan administrasi. Sementara itu, Gudang Umum bertugas untuk menyimpan barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi, seperti peralatan medis yang sudah rusak, surat- 79 surat, dan lain sebagainya.

3.6 Pembangunan Sarana dan Prasarana selama Periode PT. Perkebunan V

  Masih di tahun yang sama dibangun pula sarana pelengkap berupa jalan aspal di kompleks Rumah Sakit Petumbukan sejumlah 1 jalur dengan 80 panjang ± 500 m.7879 Ibid.80 Ibid. 2 seluas 804 m , Rumah Karyawan Umum Tahap I sebanyak 8 unit dengan luas lahan 880 2 2 m , Rumah Karyawan Umum Tahap II sebanyak 2 unit dengan lahan seluas 220 m , 2 Rumah Krani sebanyak 2 unit dengan luas lahan 220 m , Bangunan Koperasi dan Gudang 2 masing-masing sejumlah 1 unit menempati lahan seluas 175 m , dan Tempat Parkir 2 81 sepeda motor sejumlah 1 unit dengan luas lahan 70 m .

2 Kawat Berduri seluas ± 4000 m , Pondasi Patria Komatsu P.L. 70 dan Pondasi Mesin

  Di tahun 1987 ada penambahan 2 bangunan baru yaitu Musholla sejumlah 1 unit dengan luas lahan 52 m dan Koridor 2 sejumlah 1 unit menempati lahan seluas 265 m . Pada tahun 1989 dibangun Asrama Putri sejumlah 1 unit dengan luas lahan 235 2 2 m dan sarana pelengkap berupa Parit Batu seluas 200 m .

83 Cerucuk sungai sejumlah 1 set

  8182 Ibid. Ibid.

BAB IV RUMAH SAKIT PETUMBUKAN PADA MASA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA 3 (1996 – 2002) Bab ini akan menguraikan tentang Rumah Sakit Petumbukan pada masa peralihan

  Perkebunan Nusantara 3 terhadap Rumah Sakit Petumbukan dan sarana prasarana apa saja yang dibangun pada periode ini. Kemudian akan dijelaskan juga mengenai sengketakepemilikan lahan yang terjadi di tanah pertapakan antara Rumah Sakit Petumbukan dengan ahli waris OK.

4.1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tanggal 14 Februari 1996 tentang Peleburan Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perkebunan

  Perkebunan V yang masing-masing didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1971, Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1971, dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1971 yang dilebur dalam satu Perusahaan Perseroan (Persero) baru dengan nama Perusahaan Perseroan (Persero)PT. Perkebunan Nusantara 3 maka Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1971, Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1971, dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1971 dinyatakan tidak berlaku lagi.

84 Negara Republik Indonesia, Moerdiono

  Perkebunan III rumah sakitnya adalah Rumah Sakit MembangMuda, Rumah Sakit Aek Nabara, dan Rumah Sakit Torgamba. Perkebunan Nusantara 3, yang saat itu lebih memprioritaskan pembangunan di Rumah Sakit Utama yaitu Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi.

89 Farida Siregar (2000-2002). Saat dr. Farida Siregar menjabat terjadilah eksekusi Rumah

  Sakit Petumbukan, sehingga saat itu dilaksanakan serah terima Rumah Sakit Petumbukan beserta bangunan-bangunan ikutannya kepada ahli waris OK. Tousa.

4.4 Sengketa Lahan antara PT. Perkebunan Nusantara 3 dengan ahli waris OK

  87 Tousa dan Putusan Mahkamah Agung88 Wawancara dengan Sri M. Dirhamsyah Tousa: Data Bangunan dan Sarana Rumah Sakit Petumbukan.

90 Tanah Merah, Kecamatan Galang. Surat kuasa yang secara khusus untuk melaksanakan

  dan menyelesaikan sampai tuntas proses penyelesaian masalah Rumah Sakit Petumbukan antara ahli waris OK. Tousa agar segala yang berhubungan dengan sengketa Rumah Sakit Petumbukan dapat diselesaikan secara baik-baik atau dengan cara kekeluargaan.

4.5 Eksekusi dan Akibat Penutupan Rumah Sakit Petumbukan

  Perkebunan Nusantara 3 (dahulu PT. Perkebunan V),Pemohon Kasasi II Direktur/ Pimpinan Rumah Sakit PT. Perkebunan Nusantara 3(dahulu PT. Perkebunan V) dan Pemohon Kasasi III Menteri Pertanian RepublikIndonesia.

92 Terbanding II

  Dalam pokok perkara mengabulkan gugatan Penggugat/ Pembanding Sebagian; 2 menyatakan bahwa sebidang tanah seluas ± 108.400 m yang diatasnya berdiri RumahSakit Petumbukan terletak di Desa Pisang Pala Kecamatan Galang Kabupaten DeliSerdang Provinsi Sumatera Utara adalah milik ahli waris OK. Perkebunan Nusantara 3 (dahulu PT. Perkebunan V) beralamat di Petumbukan,Kecamatan Galang yang diwakili oleh Direktur Utama beralamat di Jalan Sei SikambingMedan dalam hal ini diwakili oleh kuasa hukumnya, Advokat, bertempat tinggal di JalanPemuda No.

93 Pisang Pala Kecamatan Galang

  Pihak Termohon Eksekusi menyerahkan kepada Pemohon Eksekusi melalui 2 Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, objek terperkaranya yaitu tanah seluas ± 108.400 km yang terletak di Dusun III Desa Pisang Pala, Kecamatan Galang, Kabupaten DeliSerdang, dengan batas-batasnya antara lain: sebelah Utara dengan Jalan Umum; sebelahSelatan dengan Sungai Batu Gingging; sebelah Timur dengan Jalan Umum dan Sungai; dan sebelah Barat dengan Jalan Umum. Selain bangunan Rumah Sakit Petumbukan dan ikutannya seperti yang disebutkan dalam tabel di atas, ada juga Bangunan Pendukung yang dibangun oleh PT.

BAB V KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

  Perkebunan V (1980-1996) saat terjadi peralihan dari Gabungan Rumah Sakit Petumbukan ke PT. Rumah sakit ini juga mengalami proses hukum dan ditutup pada tahun 2002 seiring dengan Putusan Mahkamah Agung RepublikIndonesia yang memenangkan pihak ahli waris OK.

5.2 Saran

  2) Verkaufs Vertrag.3) Laporan Serah Terima Rumah Sakit Perkebunan Petumbukan.4) Surat Keputusan Menteri Pertanian RI No.22/Kpts/Um/1/1980 tentang Pengalihan Status Rumah Sakit Gabungan Perkebunan menjadi Rumah Sakit Perkebunan PNP/PTP.5) Surat Keputusan Direksi PT. Perkebunan V No.05.7/Kpts/5/1980 tentang Pengalihan Rumah Sakit Gabungan Petumbukan menjadi Rumah Sakit Perkebunan PT.

DAFTAR INFORMAN

  Nama : Zakaria BonoUmur : 94 tahun Pekerjaan : Mantan Kerani/ Administrasi di Rumah Sakit PetumbukanAlamat : Desa Pisang Pala Dusun V 3. Nama : KanayaUmur : 79 tahunPekerjaan : Mantan Dobi di Rumah Sakit PetumbukanAlamat : Desa Pisang Pala Dusun 4.

Sejarah Rumah Sakit Petumbukan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang (1905-2002). Akibat dibentuknya PT. Perkebunan Nusantara 3 terhadap Manajemen Eksekusi dan Akibat Penutupan Rumah Sakit Petumbukan Latar Belakang Sejarah Rumah Sakit Petumbukan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang (1905-2002). Letak Sejarah Rumah Sakit Petumbukan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang (1905-2002). Metode Penelitian Sejarah Rumah Sakit Petumbukan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang (1905-2002). Pembangunan Sarana dan Prasarana selama Periode PT. Perkebunan V Peralihan dari Gabungan Rumah Sakit Petumbukan ke Rumah Sakit PT. Periode Gabungan Rumah Sakit Petumbukan 1950 – 1980 Reaksi Ahli Waris OK. Tousa terhadap Surat Keputusan Menteri Pertanian Rumusan Masalah Tujuan dan Manfaat Penelitian Tinjauan Pustaka Sarana dan Prasarana yang dibangun pada masa Serdang Doctor Fonds Hospitaal Sarana dan Prasarana yang dibangun saat periode PT. Perkebunan Sengketa Lahan Struktur Organisasi Serdang Doctor Fonds Hospitaal Surat Keputusan Direksi PT. Perkebunan V Nomor: 05.7Kpts51980 Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 22KptsUm11980 tentang Tenaga Medis Serdang Doctor Fonds Hospitaal Pasien-pasien dan Bentuk Pelayanan Uraian Tugas Manajemen Rumah Sakit PT. Perkebunan V Petumbukan
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Sejarah Rumah Sakit Petumbukan Kecamatan Gala..

Gratis

Feedback