Feedback

Perencanaan Dan Pengawasan Beban Operasional Pada PT. PLN (Persero) UPT Medan

Informasi dokumen
TUGAS AKHIR PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BEBAN OPERASIONAL PADA PT. PLN (Persero) UPT MEDAN Diajukan Oleh : WINDA SITI HARDIATMA 082102087 PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERSETUJUAN TUGAS AKHIR NAMA : WINDA SITI HARDIATMA NIM : 082102087 PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI JUDUL : PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BEBAN OPERASIONAL PADA PT PLN ( PERSERO ) UPT MEDAN Tanggal : . 2011 Pembimbing ( Drs. Sucipto, MM, Ak) NIP : 19511025 198203 1 001 Tanggal : . 2011 Ketua Program Studi Diploma III Akuntansi ( Drs. Rustam, M.Si, Ak ) NIP : 19511114 198203 1 002 Tanggal :. 2011 Dekan ( Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec ) NIP :19550810 198303 1 004 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani, serta kesabaran hati sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas akhir ini.Dan tak lupa shalawat beriring salam penulis hadiahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam yang gelap gulita ke alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan saat ini. Pembuatan serta penulisan tugas akhir ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya bantuan dan dukungan baik material maupun spiritual dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada kedua orang tua tercinta, Ayahanda Muslich dan Ibunda Susriwati dalam mencurahkan cinta dan kasih, doa dan semangat serta dukungan baik material dan spiritual. Penulis menyadari sepenuhnya tanpa bimbingan dan petunjuk dari dosen pembimbing dan pihak lain, maka sulit bagi penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara 2. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, selaku Ketua Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. Sucipto, MM, Ak, selaku Dosen pembimbing penulis yang telah meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 4. Kepada semua dosen dan staf pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yanhg telah banyak membantu penulis selama menjalani masa perkuliahan. 5. Bapak Pimpinan PT PLN (Persero) UPT Medan yang telah memberikan izin kepada penulis untuk mengadakan riset dalam rangka penyelesaian tugas akhir. 6. Seluruh staf PT PLN (Persero) UPT MEDAN yang sudah banyak membantu penulis dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam tugas akhir ini. 7. Kepada Abang tercinta Syahril M. Noer, dan Adik tersayang Adinda Syahputra yang telah memberikan doa dan semangat dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 8. Teman-teman penulis yang banyak memberikan masukan, motivasi serta semangat dalam menyelesaikan tugas akhir ini, khususnya untuk Ratih dan Dhara terimakasih atas persahabatan yang indah ini, semoga hubungan ini terjaga sampai kita tua nanti. Universitas Sumatera Utara 9. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Lita,Ayu,Ami yang telah memberikan perhatian selama ini dan bersedia menyediakan waktu buat melepaskan penat sejenak. 10. Teman-teman Grup 18, Icha, Sari, Ridho, Rose, Defri yang telah banyak membantu selama proses magang berlangsung, dan teman-teman angkatan 2008, khususnya Grup B yang telah banyak membantu dan menemani penulis dalam menjalani masa perkuliahan. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna dikarenakan adanya keterbatasan kemampuan dan pengetahuan penulis, karena itu penulis memohon maaf atas segala kesalahan dan hal-hal yang kurang berkenan di hati pembaca. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi sempurnanya tugas akhir ini. Akhir kata, penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Medan, 28 Juni 2011 Penulis Winda Siti Hardiatma Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . i DAFTAR ISI . iv BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Perumusan Masalah . 4 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian . 5 D. Rencana Penulisan . 6 E. Sistematika Penulisan . 7 BAB II : PT PLN (PERSERO) UPT MEDAN A. Sejarah Ringkas Perusahaan . 9 B. Visi, Misi, Motto, Nilai-nilai perusahaan, dan Makna logo . 11 Visi . 11 Misi . 11 Motto . 12 Nilai-nilai Perusahaan . 12 Makna Logo. 14 C. Struktur Organisasi . 15 D. Job Description . 16 E. Kinerja Usaha Terkini. 23 F. Rencana Kegiatan . 24 BAB III : ANALISIS DAN EVALUASI Universitas Sumatera Utara A. Klasifikasi Beban Operasional . 25 B. Perencanaan Beban Operasional . 26 C. Perencanaan Baban Operasional Perusahaan. 29 D. Pengawasan Beban Operasional . 30 E. Pengawasan Beban Operasional Perusahaan . 32 F. Penyimpangan Beban Operasional. 33 G. Penyimpangan Beban Operasional Perusahaan . 34 BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan. 36 B. Saran . 37 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam menjalankan aktivitasnya, setiap perusahaan memiliki tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Tujuan perusahaan bukan hanya untuk memperoleh laba maksimal dengan pengorbanan tertentu untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan namun lebih mengedepankan untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah bagaimana perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin,sehingga dapat mencapai keuntungan yang maksimal.Oleh karena itu,untuk mencaapi tujuan tersebut maka diperlukan perencanaan dan pengawasan yang baik.Perencanaan dan pengawasan tersebut harus disusun secara teliti,penuh pertimbangan,serta disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan perusahaan pada saat itu. Perencanaan dan pengawasan kegiatan yang dilaksanakan suatau perusahaan harus memadai dengan besarnya perusahaan tersebut.Kegiatan-kegiatan dalam perusahaan semacam ini merupakan kegiatan yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain.Sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan yang lainnya.Kegagalan pelaksanaan salah satu kegiatan akan mempunyai akibat terhadap kegiatan yang lain dalam suatu bagian,atau bahkan dengan bagian lain yang ada di perusahaan itu. Universitas Sumatera Utara Dari pernyataan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sebelum perusahaan melakukan operasinya,pimpinan perusahaan tersebut harus terlebih dahulu merumuskan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan dan hasil apa yang akan dicapai di masa yang akan datang, serta bagaimana melaksanakannya.Sehingga dengan adanya rencana tersebut,maka aktivitas akan dapat terlaksana dengan baik.Dengan demikian, perencanaan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Perencanaan disusun sebagai dasar berdasarkan atas pelaksanaan kegiatan perusahaan.Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta masa lalu dengan prakiraan masa lalu dengan kejadian yang akan terjadi di masa mendatang untuk merumuskan aktivitas yang akan dilakukan pada periode perencanaan yang dimaksud yang dianggap perlu untuk untuk mencapai hasil yang diinginkan. Perencanaan dianggap sebagai suatu kumpulan keputusan yang mencakup hal-hal yang berhubungan dengan keadaan di masa yang akan dating.Oleh karena itu, perencanaan harus mempunyai kemampuan melakukan pilihan-pilihan terbaik yang dapat dilaksanakan untuk menghindari kegagalan. Perencanaan selalu diikuti dengan pengawasan.Pengawasan berarti mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan dengan maksud mengevaluasi prestasi kerja, apakah dapat ditemukan efesiensi atau apakah para manager pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan serta menerapkan tindakantindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana.Pengawasan juga Universitas Sumatera Utara dimaksudkan untuk menilai sampai sejauh mana prinsip efisiensi telah tercapai dalam melaksanakan kegiatan serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.Dengan demikian, tujuan pengawasan bukanlah mencari kesalahan, akan tetapi mencegah dan memperbaiki kesalahan, sehingga menjamin tercapainya tujuan-tujuan perusahaan. Cara yang dilakukan dalam pengawasan yaitu membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan standard atau rencananya, serta melakukan perbaikanperbaikan bilamana terjadinya penyimpangan.Jadi, dengan pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang direncanakan. Pada PT. PLN (Persero) UPT Medan, untuk melaksanakan kegiatan operasionalnya terlebih dahulu melakukan perencanaan terhadap beban yang mungkin terjadi di lapangan yang ditujukan pada masing-masing bagian yang akan menggunakan beban tersebut. Perencanaan ini dimulai dengan mengambil keputusan apa yang disajikan dan dibutuhkan oleh tiap bagian dalam perusahaan yang dilakukan dengan mengumpulkan data-data perusahaan mengenai situasi dan kondisi di masa yang akan datang dengan melihat hasil operasional tahun lalu. Pengawasan terhadap beban operasional diperlukan agar perencanaan yang telah disusun dan dijalankan oleh tiap-tiap bagian perusahaan pada PT. PLN (Persero) UPT Medan sesuai dengan yang diharapkan, serta dapat membandingkan kegiatan operasional dan prestasi yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan apakah dapat ditemukan efisiensi beban operasional dan kinerja perusahaan. Universitas Sumatera Utara Perencanaan dan pengawasan diperlukan untuk mengetahui apakah terjadi penyimpangan pada PT PLN ( Persero ) UPT Medan. Analisa terhadap penyimpangan harus dilakukan, karena tidak ada gunanya mengetahui adanya suatu keadaan yang kurang baik tanpa melakukan tindakan perbaikan terhadap keadaan tersebut. Namun demikian, hal-hal yang telah sesuai dengan anggaran juga harus tetap diwaspadai terhadap adanya kemungkinan kesesuaian yang disengaja untuk menutupi kesalahan yang sebenarnya terjadi. PT PLN (Persero) UPT Medan menggunakan anggaran dimana pada awal periode ditentukan jenis anggaran beban operasional untuk setiap jenis beban yang kemudian didistribusikan untuk setiap jenis bagian yang fungsional. Dalam hal ini, PT PLN (Persero) UPT Medan melakukan pengawasan melalui prosedur serta catatan yang berkaitan dengan pengamanan harta kekayaan dan catatan-catatan finansial lainnya.Kadang kala terjadi selisih atau salah pencatatan transaksi yang menyebabkan terjadinya penyimpangan beban operasional. Bertitik tolak dari uraian diatas nyatalah terlihat betapa pentingnya perencanaan dan pengawasan dalam suatu perusahaan.Hal ini mendorong penulis tertarik untuk memilih topik tugas akhir dengan judul : “PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BEBAN OPERASIONAL PADA PT. PLN ( Persero ) UPT MEDAN”. B. Perumusan Masalah Universitas Sumatera Utara Sebelum diadakan analisa terhadap data-data yang diperoleh melalui perosedur-prosedur ilmiah agar menghasilkan pembahasan yang lebih focus, terarah, dan sistematis sesuai dengan judul tugas akhir ini, maka terlebih dahulu akan dirumuskan masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini, yaitu : “Apakah penyusunan perencanaan dan pengawasan beban operasional yang dilakukan PT PLN ( Persero ) UPT Medan berjalan dengan baik dan efisien ?” C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan penelitian bagi penulis : a. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai perencanaan dan pengawasan beban operasional yang diterapkan pada perusahaan. b. Untuk mengetahui apakah perencanaan dan pengawasan yang dilakukan dapat meningkatkan efisiensi perusahaan. c. Untuk mengetahui apakah perencanaan dan pengawasan telah dilakukan dengan efektif pada perusahaan. d. Untuk mengetahui tindakan-tindakan yang diambil perusahaan untuk menanggulangi masalah yang timbul dalam kegiatan operasi perusahaan. Manfaat penelitian bagi penulis : a. Bagi penulis dapat menambah pengetahuan tentang perusahaan dan aktivitasnya secara kongkret. Universitas Sumatera Utara b. Bagi Perusahaan dapat digunakan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk perencanaan serta pengawasan terhadap beban operasional perusahaan pada masa yang akan datang sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan guna mendukung kemajuan perusahaan. c. Bagi Pembaca dapat berguna sebagai bahan pembanding dan informasi bagi pihak lain yang berkepentingan dalam melakukan penelitian pada masa yang akan datang. D. Rencana Penulisan Jadwal Survey/Observasi Survey/observasi dilakukan setelah peneliti selesai mengikuti magang di Fakultas Ekonomi USU. Berikut ini akan diuraikan jadwal survey peneliti. MINGGU KE NO KEGIATAN 1 1 Mengurus SKS bersih. 2 Mengajukan surat permohonan judul. 3 Mengurus surat riset 4 Mengantar surat izin risat ke perusahaan 5 Mengambil surat balasan riset dari 2 3 4 perusahaan 6 Meminta data ke perusahaan mengenai Universitas Sumatera Utara sejarah ringkas perusahaan, struktur organisasi, uraian tugas (job description), dan kinerja usaha terkini 7 Melakukan wawancara kepada staff perusahaan mengenai perencanaan dan pengawasan beban operasional perusahaan. E. Sistematika Penulisan Pembahasan dalam skripsi minor ini menyangkut bagaimana perencanaan dan pengawasan terhadap beban operasional yang terjadi pada perusahaan yang diteliti. Guna mengarahkan pada tujuan penulisan skripsi ini, maka penulis memaparkan sistematika pembahasan yang terbagi menjadi empat bab, dimana masing-masing bab terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini merupakan pengantar dari penulisan yang mencakup apa yang menjadi alasan pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika pembahasan. BAB II : PT. PLN (Persero) UPT MEDAN Pada bab ini penulis memaparkan tentang gambaran umum perusahaan yang meliputi sejarah singkat dan struktur organisasi perusahaan, Universitas Sumatera Utara perencanaan dan pengawasan beban operasional yang mencakup pengertian dan penggolongan beban operasional, perencanaan beban operasional, pengawasan beban operasional, serta penyimpangan beban operasional yang terjadi. BAB III : ANALISA DAN EVALUASI Pada bab ini penulis akan menganalisa data yang diperoleh dari penelitian berdasarkan teori yang ada serta mengevaluasi hasil analisa yang diuraikan, yaitu tentang proses perencanaan dan pengawasan beban operasional, serta penyimpangan anggaran beban operasional terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh PT. PLN (Persero) UPT MEDAN. BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini, penulis mencoba menyimpulkan hasil penelitian yang didapat dengan menganalisa data yang tersedia serta memberikan saran yang dianggap penting untuk perbaikan dimasa yang akan datang bagi perusahaan. Universitas Sumatera Utara BAB II PT PLN ( Persero ) UPT MEDAN A. Sejarah Ringkas Perusahaan Listrik mulai dikenal di Indonesia pada akhir abad ke-19 yaitu pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Pada saat itu penyediaan tenaga listrik di negara kita dikelola oleh beberapa perusahaan salah satunya adalah NV OGEM ( Overzeese Gase dan Electritiest Maathappy ) yang berpusat di negara Belanda, sedangkan di Indonesia berpusat di Jakarta. Tiga puluh tahun kemudian (1923) listrik mulai ada di Medan. Sentralnya dibangun di pertapakan kantor PLN cabang Medan yang sekarang di jalan listrik no 12 Medan, dibangun oleh NV NIGEM/OGEM, yaitu salah satu perusahaan swasta Belanda. Kemudian menyusul pembangunan listrik di Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan 1924, Tebing Tinggi 1927, Sibolga, Berastagi, dan Tarutung 1929, Tanjung Balai 1931, Labuhan Bilik 1936, dan Tanjung Tiram 1937. Masa penjajahan Jepang hanya mengambil alih pengelolaan perusahaan listrik milik swasta Belanda tanpa mengadakan penambahan mesin dan perluasan jaringan. Daerah kerjanya dibagi menjadi perusahaan listrik Sumtera, perusahaan listrik Jawa dan seterusnya sesuai struktur organisasi pemerintahan tentara Jepang waktu itu. Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, dikumandangkanlah Kesatuan Aksi Karyawan Perusahaan Listrik di seluruh penjuru tanah air untuk mengambil alih perusahaan listrik bekas milik swasta Belanda dari tangan Jepang. Perusahaan listrik Universitas ditentukan berdasarkan spesialisasi tugas. Wewenang dari puncak pimpinan dilimpahkan sepenuhnya kepada bawahannya dalam bidang pekerjaan sepanjang yang menyangkut bidang kerjanya. PT PLN (Persero) UPT Medan dipimpin oleh seorang Manager yang membawahi asisten manajer bagian yang terdiri dari : 1. Asisten manajer perencanaan dan evaluasi, 2. Asisten manajer pemeliharaan, 3. Asisten manajer administrasi dan umum. Struktur organisasi PT PLN (Persero) UPT Medan dapat dilihat pada Lampiran. Beban yang telah disetujui tersebut merupakan besarnya beban yang dialokasikan perusahaan sebagai pedoman kinerja perusahaan. C. Job Description Adapun uraian tugas dari PT PLN ( Persero ) UPT Medan adalah: 1. Manajer a) Identitas jabatan Sebutan jabatan Kode jabatan Jenis jabatan Pohon profesi : Manajer unit pelayanan transmisi medan :: Manajerial : Pemeliharan Penyaluran 14 Sub pohon profesi : Pemeliharaan Transmisi dan Gardu Induk Jenjang jabatan : Manajer Dasar Grade : System 2-1 dan Optimization 1-4 Unit kerja : Unit Pelayanan Transmisi. PT. PLN (Persero) P3B Sumatera Jabatan atasan langsung : General Manajer b) Tujuan Jabatan Merumuskan sasaran kerja UPT Medan, mengarahkan dan mengkordinasi dan mengevaluasi pekerjaan bawahan, mengkaji dan, mengendalikan RAO/UAI/AT serta memeriksa laporan bawahan secara periodik serta membina hubungan kerja baik sesama PLN sekitar maupun instasnsi pemerintah agar pelaksanaan rencana kerja dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan tercapainya sasaran kinerja perusahaan. c) Tanggung jawab utama 1. Merumuskan sasaran kerja upt medan berdasarkan target yang telah ditetapkan kantor induk (P3B Sumatera), 2. Menentukan SOP sesuai instruksi P3BS untuk pedoman kerja UPT, 3. Mengendalikan anggaran biaya melalui laporan cash control agar anggaran dapat dipergunakan sesuai dengan rencana kerja, 4. Mengkordinasi hasil penyusunan RAO/UAI sebagai usulan ke kantor induk sesuai dengan ketentuan, 5. Mengevaluasi hasil pelaksanaan dan memantau penerapan sistem baru dalam rangka peningkatan efisensi, 15 6. Mengambil keputusan mengenain hal-hal yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan transmisi dan gardu induk, 7. Membina hubungan kerja dengan instansi terkait dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas, 8. Membuat keputusan untuk tender pengandaan baraang dan jasa sesuai KEPRES dan wewenang yang diberikan kantor induk untuk kelancaran operasional dalam menjaga keandalam sistem, 9. Membina dan mengarahkan bawahan berdasarkan bidang tugasnya sesuai dengan sasaran kerja, 10. Membuat laporan berkala sesuai dengan bidang tugasnya, 11. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang sesuai dengan kewajiban dan tanggung jawab pokoknya. d) Wewenang jabatan 1. Menandatangani persetujuan pembayaran (bukti kas) baik kepada pegawai maupun kepada pihak ketiga (rekanan) sesuai dengan buktibukti pembayaran yang sah, 2. Mengesahkan dan menandatangaani nota pembukuan ke unit lain, 3. Menilai kinerja bawahan, 4. Menyetujui dan menandatangani surat permohonan cuti pegawai pada bidangnya, 5. Mengesahkan dan menandatangani pembayaran kepda pihak ketiga (Rekanan) dengan nilai s/d Rp . juta, untuk pengadaan barang/jasa berdasarkan RAB yang sudah dievaluasi asmen enjinring dan disetujui oleh General Manajer, 16 6. Menyetujui/menandatangani dafatar penghasilan dan pembayaran hak pegawai yang diterbitkan oleh seksi SDM & Diklat, 7. Menandatangani Cheque/Giro bank, untuk pengambilan uang, pembayaran kepada rekanan bersama dengan Asisten Manager Keu Sdm & Adm. 2. Asisten Manajer Perencanaan dan Evaluasi a) Identitas Jabatan Sebutan Jabatan : Asisten Manajer Rencana dan Evaluasi Kode Jabatan :- Pohon Profesi : Pemeliharaan Penyaluran Sub Pohon Profesi : Pemeliharaan Transmisi dan Gardu Induk Jenis Jabatan : Supervisori Jenjang Jabatan : Supervisori Atas Grade : Specific 1-3 s/d System 1-4 Unit Kerja : Unit Pelayanan Transmisi PT PLN (Persero) P3B Sumatera Jabatan Atas Lngsung : Manajer UPT b) Tujuan Jabatan Merencanakan dan mengevaluasi Operasi Sistem, pemeliharaan peralatan Gardu Induk, Jaringan, Proteksi, meter, SCADA dan Telekomunikasi serta melaksanakan assesmen kondisi sistem transmisi dan Pengelolaan Sarana Sistem Informasi untuk mencapai terget Kinerja Unit. c) Tanggung jawab utama 1. Menyusun rencana kegiatan Bidang Rencana & Evaluasi Unit untuk kelancaran pelaksanaan tugas, 17 2. Mengkoordinir pelaksanaan asesmen kondisi sistem transmisi untuk pembuatan rencana kerja pemeliharaan / perbaikan / penggantian peralatan Gardu Induk, jaringan, proteksi, meter, kontrol, dan SCADATEL, 3. Memberikan rekomendasi hasil asesmen untuk perbaikan kinerja peralatan, 4. Menyusun usulan rencana pengembangan dan perbaikan instalasi penyaluran yang dilengkapi dengan justifikasi Teknis dan Enterprise Risk Management (ERM) untuk memenuhi kelayakan operasi dan investasi, 5. Menyusun RKA (Rencana Kerja Anggaran) dan TMP (Tingkat Mutu Pelayanan) Unit untuk diusulkan ke Region, 6. Merencanakan jadwal dan mengevaluasi pemeliharaan peralatan Gardu Induk, Jaringan, proteksi, meter, kontrol, dan SCADATEL untuk mencapai target kinerja, 7. Menyusun usulan target dan realisasi kinerja (angka-angka usaha, realisasi pemeliharaan dan EDP) untuk dilaporkan ke Region, 8. Memeriksa data dan fisik serah terima instasi baru sebagai dasar untuk pembuatan berita acara serah terima ke Region, 9. Membina dan mengembangkan kompetensi SDM melalui Coaching, Mentoring, Counseling dan Knowledge Management untuk memenuhi kebutuhan kompetensi jabatan, 10. Menyusun laporan berkala sesuai bidang tugasnya sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, 18 11. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan langsung sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dan atau kompetensinya. d) Wewenang Jabatan 1. Menyusun RKA unit, 2. Merekomendasikan hasil asesmen, 3. Merencanakan jadwal pemeliharaan, 4. Merekomendasikan tindak lanjut sesuai hasil evaluasi kinerja Operasi Sistem, Operasi dan pemeliharaan peralatan transmisi, proteksi, meter, kontrol, dan SCADATEL, 5. Mengelola sarana sistim informasi dan pemeliharaan 3. Asisten Manajer Pemeliharaan a) Identitas Jabatan Sebutan Jabatan : Asisten Manajer Operasi dan Pemeliharaan Kode Jabatan :- Pohon Profesi : Pemeliharaan Penyaluran Sub Pohon Profesi : Pemeliharaan Instalasi Jenis Jabatan : Supervisori Jenjang Jabatan : Supervisori Atas Grade : Specific 1-3 s/d system 1-4 Unit Kerja : Bagian Operasi dan Pemeliharaan Unit Pelayanan Transmisi PT PLN (Persero) P3BS Jabatan Atasan Langsung : Manajer UPT 19 b) Tujuan Jabatan Mengelola operasi dan pemeliharaan penyaluran tenaga listrik serta keandalan sistem penyaluran untuk mendukung kinerja perusahaan. c) Tangung jawab utama 1. Mengelola pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharan (O&M) instalasi Transmisi dan Gardu Induk, Proteksi Scadatel, Instalasi Sipil dan lingkungan guna pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan, 2. Mengendalikan realisasi hasil pemeliharaan instalasi Transmisi dan Gardu Induk untuk keperluan operasi (SE 032 dan Suplemennya), 3. Mengendalikan pemeriksaan fisik dan spesifikasi teknik instalasi terpasang yang akan diserahkan proyek berdasarkan kontrak, 4. Menentukan persyaratan operasi pada instalasi (baru/lama) meliputi hasil uji peralatan, koordinasi setting rele proteksi dan sertifikasi laik operasi guna memastikan pengoperasian instalasi dengan baik dan aman, 5. Mengendalikan dan menindaklanjuti gangguan operasi/peralatan instalasi di Unit Tragi, 6. Membuat usulan pengembangan instalasi untuk keandalan operasi, 7. Mengkoordinir pembuatan dan pemutakhiran Buku Petunjuk Pengoperasian Gardu Induk dan Instruksi kerja peralatan sebagai pedoman operasi, 8. Mengusulkan pelatihan sesuai kebutuhan dibidang Operasi dan Pemeliharaan 20 d) Wewenang Jabatan 1. Menyusun jadwal pemeliharaan Transmisidan Gardu Induk, 2. Membuat laporan gangguan kerusakan dan data Operasi, 3. Mengevaluasi laporan dari unit TRAGI dan Supervisor di bagian OP- HAR, 4. Menandatangani ijin cuti bawahannya, 5. Memantau pekerjaan pemeliharaan Transmisi dan Gardu Induk, 6. Melakukan penilaian SMUK di Bagian OP-HAR 4. Asisten Manajer Administrasi dan Keuangan a) Identitas Jabatan Sebutan Jabatan : Asisten Manajer Administrasi dan Keuangan Kode Jabatan :- Pohon Profesi : Manajemen Keuangan Sub Pohon Profesi : Manajemen Keuangan Jenis Jabatan : Supervisori Jenjang Jabatan : Supervisori Atas Grade : Specific 1-3 s/d system 1-4 Unit Kerja : Bagian Administrasi dan Keuangan Unit Pelayanan Transmisi PT PLN (Persero) P3BS Jabatan Atasan Langsung : Manajer UPT b) Tujuan Jabatan Mengendalikan, mengelola fungsi kerja secara terus-menerus diawasi dan jika manajemen ingin tetap berada dalam batas-batas keteraturan yang telah digariskan, hasil nyata dari setiap kegiatan debandingkan dengan rencana dan bila terdapat perbedaan besar akan diambil tindakan perbaikan ” (Maltz dan Usry, 2003 : 5). Dari defenisi tersebut, pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses penetapan pekerjaan, menilai dan mengoreksi dengan maksud agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana. Pengawasan beban operasional diperlukan untuk membandingkan kegiatan operasional dan prestasi yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan apakah dapat ditemukan efisiensi beban operasional dan kinerja perusahaan. Pengawasan terhadap beban operasional tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya perencanaan yang telah digariskan terlebih dahulu. Untuk mendapatkan pengawasan yang baik terhadap beban operasional perlu diperhatikan hal-hal berikut ini : a. Biaya yang dikeluarkan harus disetujui oleh pihak yang berwenang dan biaya tersebut memang benar-benar diperlukan. b. Biaya yang terjadi merupakan tanggung jawab pengawasan yang memberi wewenang. E. Pengawasan Beban Operasional Perusahaan Untuk mendapatkan pengawasan yang baik terhadap beban operasional PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan telah memperhatikan hal-hal berikut ini : a. Biaya yang dikeluarkan harus disetujui oleh pihak yang berwenang dan biaya tersebut memang benar-benar diperlukan. b. Biaya yang terjadi merupakan tanggung jawab pengawasan yang memberi wewenang. Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh penulis berkaitan dengan pengawasan beban operasional tersebut, penulis beranggapan bahwa perusahaan telah melaksanakan pengawasan dengan cukup baik. Hal ini dilihat dari laporan laba-rugi perusahaan pada akhir periode dimana dapat dilihat keefisienan dari program yang ada, kerena hal tersebut juga dijadikan dasar bagi penyusunan beban operasional untuk periode yang akan datang. Selain itu, pengawasan beban operasional PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan diawasi oleh General Manajer dan Bagian Keuangan dan tidak ada suatu sistem pengawasan khusus yang digunakan oleh PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan dalam pengawasannya. PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan menggunakan anggaran dimana pada awal periode ditentukan jenis anggaran beban operasional untuk setiap jenis beban yang kemudian didistribusikan untuk setiap jenis bagian yang fungsional. Dalam hal ini, PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan melakukan pengawasan melalui prosedur serta catatan yang berkaitan dengan pengamanan harta kekayaan dan catatan-catatan finansial lainnya. F. Variance Beban Operasional Selisih (variance) merupakan suatu sinyal. Variance yang besar, baik menguntungkan maupun tidak menguntungkan, sebaiknya diinvestigasi dan dianalisis. Suatu variance dapat disebabkan oleh kejadian acak yang tidak diharapkan akan terulang kembali, atau oleh masalah sistematis yang dapat diperbaiki. Analisa variance melibatkan penggunaan hubungan antara dua variabel yang masing-masing terdiri dari rangkaian data untuk memantau sebab-sebab terjadinya selisih. Analisa variance digunakan secara luas dalam laporan keuangan dan sering diaplikasikan apabila terdapat perbedaan antara realisasi tahun berjalan dengan realisasi tahun lalu, serta selisih antara realisasi dengan anggaran, dimana anggaran diperlakukan sebagai dasar perbandingan. Variance beban operasional dapat diartikan sebagai selisih yang diperoleh dari perbandingan antara perencanaan anggaran dengan realisasi beban operasional yang terjadi. Perbedaan tersebut dapat terjadi dalam dua kemungkinan yaitu : a. Selisih yang menguntungkan (Favorable Variance) Selisih yang menguntungkan terjadi apabila perencanaan beban lebih besar dibandingkan dengan realisasinya. b. Selisih yang tidak menguntungkan (Unfavorable Variance) Selisih yang tidak menguntungkan terjadi apabila realisasi beban lebih besar dibandingkan dengan perencanaannya. Kemudian selisih beban yang terjadi akan dianalisa sehingga dapat diketahui hal-hal yang menyebabkan selisih tersebut terjadi dan diputuskan tindakan koreksi yang harus diambil. G. Variance Beban Operasional Perusahaan Selisih-selisih beban operasional yang dianggarkan dengan yang terealisasi yang terjadi pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan adalah sebagai berikut : a. Beban Pemeliharaan pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp. 40.190.500.000,- realisasinya sebesar Rp. 40.187.291.758,- dengan selisih sebesar Rp. 3.208.242,-. Sedangkan Beban Pemeliharaan pada tahun 2012 dianggarkan sebesar Rp. 39.150.000.000 realisasinya sebesar Rp. 39.143.804.812,- dengan selisih sebesar Rp. 6.195.188,-. b. Beban Pegawai pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp. 48.980.000.000,- realisasinya sebesar Rp. 48.985.963.721,- dengan selisih sebesar Rp. 5.963.721,-. Sedangkan Beban Pegawai pada tahun 2012 dianggarkan sebesar Rp. 33.000.000.000,- realisasinya sebesar Rp. 33.003.944.358,- dengan selisih sebesar Rp. 3.944.358,-. c. Beban ADM Umum dan Niaga pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp. 27.595.000.000,- realisasinya sebesar Rp. 27.592.066.923,- dengan selisih sebesar Rp. 2.933.077,-. Sedangkan Beban ADM Umum dan Niaga pada tahun 2012 dianggarkan sebesar Rp. 22.040.191.914,- realisasinya sebesar Rp. 22.036.191.914,dengan selisih sebesar Rp. 4.000.000,-. Dari perbandingan antara anggaran dengan realisasi di atas, dapat dilihat bahwa dari beban pemeliharaan pada tahun 2012 dapat diperoleh keuntungan sebesar Rp. 6.195.188,- Dari beban pegawai pada tahun 2012 dapat diperoleh kerugian sebesar Rp. 3.944.358,- Sedangkan dari beban administrasi umum dan niaga pada tahun 2012 dapat diperoleh keuntungan sebesar Rp. 4.000.000,-. Berdasarkan analisa yang dilakukan penulis berkaitan dengan pengawasan beban operasional terhadap pelaksanaan kegiatan pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan, penulis beranggapan bahwa secara umum PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan mengalami realisasi yang lebih kecil dibandingkan dengan perencanaan anggarannya. Realisasi yang lebih kecil tersebut mengakibatkan adanya selisih yang menguntungkan (favorable variance). Hal ini dapat menunjukkan bahwa perencanaan dan pengawasan yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan dapat dikatakan telah berjalan dengan efektif dan efisien. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, baik yang bersifat teoritis maupun dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan, maka dapat diambil kesimpulan antara lain : 1. Perencanaan beban operasional pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan yang dilakukan melalui perumusan kegiatan berupa perencanaan dan pengawasan beban operasional telah dilaksanakan dengan baik yang dalam penyusunannya melibatkan Manajer dan Tim RKA ( Rencana Kerja Anggaran ), dimana anggaran tersebut disusun untuk satu periode akuntansi. 2. Dalam pengawasan beban operasional PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan melakukan pengawasan melalui prosedur serta catatan yang berkaitan dengan pengamanan harta kekayaan dan catatan-catatan finansial lainnya telah dilaksanakan dengan cukup baik. 3. Variance yang terjadi antara realisasi dengan anggaran kemungkinan disebabkan karena kurangnya perencanaan yang matang oleh manajemen untuk menghadapi perubahan beban operasional yang terjadi di lapangan atau terdapatnya pengawasan beban operasional perusahaan yang kurang memadai terhadap biaya yang ada. B. Saran Dalam hal ini, penulis akan mencoba untuk memberikan sedikit saran yang mungkin akan bermanfaat bagi kepentingan perusahaan di masa yang akan datang. Adapun saran yang penulis kemukakan antara lain : 1. PT PLN ( Persero ) Wilayah Sumatera Utara Area Medan sebaiknya menggunakan analisa yang lebih luas lagi dalam merencanakan anggaran beban operasional dengan memperhatikan factor ekstern dan intern perusahaan. 2. Dalam merencanakan beban operasional sebaiknya menggunakan data yang tepat dan akurat, sehingga apabila terjadi penyimpangan yang dirasa merugikan dapat diminimalisi rdengan segera. DAFTAR PUSTAKA Bastian, Indra. 2006 . Sistem Akuntansi Sektor Publik. Edisi 2, Cetakan Pertama, Penerbit Salemba, Jakarta. Carter, William K dan Milton F. Usry. 2004 . Akuntansi Biaya. Penerjemah : Krista, Buku I, Edisi Ketiga Belas, Salemba Empat, Jakarta. Maltz, Adolf dan Milton F. Usry. 2003 . Akuntansi Biaya : Perencanaan dan Pengendalian, Penerjemah : Gunawan Hutauruk, Jilid I, Edisi Kedelapan, Erlangga, Jakarta. Narafin, M. 2000. Penganggaran Perusahaan, Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta. Supriyono, R.A. 2002. Sistem Pengendalian Manajemen, Buku 2, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta. Syafri, M. Sofyan. 2001. Budgeting : Penganggaran Perencanaan Lengkap, Cetakan Pertama, PT. Pustaka Quantum, Jakarta.
Perencanaan Dan Pengawasan Beban Operasional Pada PT. PLN (Persero) UPT Medan General Manager Kepala Audit Internal Klasifikasi Beban Operasional Perencanaan Beban Operasional Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Manajer Bidang Perencanaan Manajer Bidang Operasi Manajer Bidang SDM, Administrasi dan Keuangan Proyek Pembangkit Pengawasan Beban Operasional ANALISA DAN EVALUASI Pengawasan Beban Operasional Perusahaan Penyimpangan Beban Operasional Perencanaan Beban Operasional Perusahaan Perumusan Masalah Tujuan dan Manfaat Penelitian Rencana Penulisan Jadwal SurveyObservasi Sejarah Ringkas Perusahaan PT PLN Persero UPT MEDAN Struktur Organisasi Kinerja Usaha Terkini Rencana Kegiatan Visi, Misi, Motto, Nilai-nilai Perusahaan dan Makna Logo Perencanaan Dan Pengawasan Beban Operasional Pada Pt Pln Persero Upt Medan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Perencanaan Dan Pengawasan Beban Operasional Pada PT. PLN (Persero) UPT Medan

Gratis