Feedback

Uji Statistik Komparasional IPK Mahasiswa Baru Tahun 2007 Antara Jalur Ujian Tulis Dan Jalur Unggulan Sekolah Di FMIPA Universitas Sumatera Utara

Informasi dokumen
UJI STATISTIK KOMPARASIONAL IPK MAHASISWA BARU TAHUN 2007 ANTARA JALUR UJIAN TULIS DAN JALUR UNGGULAN SEKOLAH DI FMIPA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SKRIPSI SRI MARCELINA SINAGA 070803019 PROGRAM STUDI SARJANA MATEMATIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PENGHARGAAN Puji dan syukur Penulis Ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah dan rahmat-Nya Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi syarat meraih gelar sarjana pada Jurusan Matematika FMIPA Universitas Sumatera Utara. Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Bapak Drs. Open Darnius, M.Sc selaku pembimbing I dan Bapak Drs. Pangeran Sianipar, MS selaku pembimbing II yang telah banyak memberi masukan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. Ucapan terimakasih kepada Bapak Prof. DR. Tulus, M.Si, Ph.D dan Ibu Dra. Mardiningsih, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Matematika FMIPA Universitas Sumatera Utara, Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, semua dosen Departemen Matematika FMIPA USU. Ucapan terimakasih kepada orang tua penulis Bapak (Alm) Sy S. Sinaga, Ibu M. Girsang dan kakak (Lisbeth, Susi, Elly, Ibob) yang banyak memberikan dukungan dan dorongan kepada penulis. Ucapan terimakasih juga kepada temanteman stambuk 2007 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu dan Ashereje (Astri, Sanhot, Malem, Ida, Rina) dan Janriwan Boy yang memberikan bantuan dan dorongan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa akan membalasnya. Medan, Juli 2011 Penulis Sri Marcelina Sinaga Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Telah diadakan komparasi penerimaan mahasiswa baru antara jalur ujian tulis dan jalur unggulan sekolah dengan menggunakan sampel indeks prestasi kumulatif tahun pertama mahasiswa S1 reguler FMIPA Universitas Sumatera Utara jurusan Biologi, Fisika, Matematika, Kimia dan Ilkom angkatan tahun 2007. Hasil uji statistik komparasional menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa melalui penerimaan mahasiswa baru jalur ujian tulis dan penerimaan mahasiswa baru jalur unggulan sekolah atau dengan kata lain mahasiswa jalur ujian tulis lebih berprestasi dibandingkan dengan mahasiswa jalur unggulan sekolah dengan taraf signifikan 0,05. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Has held a comparison between the new admissions written test and track the path leading to the school using a sample of first year cumulative IPK regular S1 majoring in Mathematics and Natural Sciences University of North Sumatra, Biology, Physics, Mathematics, Chemistry and Computer Science class of 2007. The results of statistical tests komparasional showed that there was can difference in learning achievement of students through the admission line written examination and admission to the school winning track significant level of 0,05. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Persetujuan Pernyataan Penghargaan Abstrak Abstract Daftar Isi Daftar Tabel BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Batasan Masalah 1.4 Tinjauan Pustaka 1.5 Tujuan Penelitian 1.6 Metode Penelitian BAB 2 Landasan Teori 2.1 Pengertian Statistika 2.2 Kegunaan Statistika 2.3 Metode Statistik Parametrik 2.4 Skala Pengukuran Data 2.5 Distribusi Frekuensi 2.6 Langkah-langkah Distribusi Frekuensi 2.7 Pengertian Teknik Analisis Komparasional ii iii iv v vi vii x 1 1 3 4 4 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 BAB 3 Analisis dan Pengujian Data 14 Universitas Sumatera Utara 3.1 Data Hasil Survey 14 3.2 Analisis Data Dalam Tabel Interval 17 3.2.1 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Biologi 21 3.2.2 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Biologi 22 3.2.3 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Fisika 22 3.2.4 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Fisika 23 3.2.5 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Matematika 24 3.2.6 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Matematika 25 3.2.7 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Kimia 26 3.2.8 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Kimia 27 3.2.9 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Ilkom 27 3.2.10 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Ilkom 28 3.3 Pengujian Data 29 3.3.1 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Biologi 30 3.3.2 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Biologi 31 3.3.3 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Fisika 32 3.3.4 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Fisika 33 3.3.5 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Matematika 35 3.3.6 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Matematika 36 3.3.7 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Kimia 37 3.3.8 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Kimia 38 Universitas Sumatera Utara 3.3.9 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Ilkom 3.3.10 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Ilkom 3.4 Komparasi (perbandingan) Mean IPK Mahasiswa Tiap Jurusan 3.5 Analisis Data IPK JUT Semua Departemen 3.6 Analisis Data IPK JUS Semua Departemen 40 41 42 44 51 BAB 4 Kesimpulan dan Saran 4.1 Kesimpulan 4.2 Saran Daftar Pustaka Lampiran 55 55 55 DAFTAR TABEL Universitas Sumatera Utara Tabel 3.1 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Biologi Tabel 3.2 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Fisika Tabel 3.3 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Matematika Tabel 3.4 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Kimia Tabel 3.5 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Ilkom Tabel 3.6 Data Interval IPK Mahasiswa Biologi JUT Tabel 3.7 Data IPK Mahasiswa Biologi JUS Tabel 3.8 Data interval IPK Mahasiswa Fisika JUT Tabel 3.9 Data IPK Mahasiswa Fisika JUS Tabel 3.10 Data Interval IPK Mahasiswa Matematika JUT Tabel 3.11 Data IPK Mahasiswa Matematika JUS Tabel 3.12 Data Interval IPK Mahasiswa Kimia JUT Tabel 3.13 Data IPK Mahasiswa Kimia JUS Tabel 3.14. Data Interval IPK Mahasiswa Ilkom JUT Tabel 3.15 Data IPK Mahasiswa Ilkom JUS Tabel 3.16 Perbandingan Mean IPK Mahasiswa Tiap Jurusan Tabel 3.17 Data IPK Mahasiswa JUT Semua Departemen Tabel 3.18 Data Interval IPK Mahasiswa JUT Tabel 3.19 Data IPK Mahasiswa JUS Semua Departemen Tabel 3.20 Data Interval IPK Mahasiswa JUS Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Telah diadakan komparasi penerimaan mahasiswa baru antara jalur ujian tulis dan jalur unggulan sekolah dengan menggunakan sampel indeks prestasi kumulatif tahun pertama mahasiswa S1 reguler FMIPA Universitas Sumatera Utara jurusan Biologi, Fisika, Matematika, Kimia dan Ilkom angkatan tahun 2007. Hasil uji statistik komparasional menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa melalui penerimaan mahasiswa baru jalur ujian tulis dan penerimaan mahasiswa baru jalur unggulan sekolah atau dengan kata lain mahasiswa jalur ujian tulis lebih berprestasi dibandingkan dengan mahasiswa jalur unggulan sekolah dengan taraf signifikan 0,05. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Has held a comparison between the new admissions written test and track the path leading to the school using a sample of first year cumulative IPK regular S1 majoring in Mathematics and Natural Sciences University of North Sumatra, Biology, Physics, Mathematics, Chemistry and Computer Science class of 2007. The results of statistical tests komparasional showed that there was can difference in learning achievement of students through the admission line written examination and admission to the school winning track significant level of 0,05. Universitas Sumatera Utara Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak awal pendiriannya, Universitas Sumatra Utara (USU) dipersiapkan menjadi pusat pendidikan tinggi di Kawasan Barat Indonesia. Sewaktu didirikan pada tahun 1952, USU merupakan sebuah Yayasan, kemudian beralih status menjadi PTN pada tahun 1957, dan selanjutnya berubah menjadi PT-BHMN pada tahun 2003. USU memiliki visi menjadi University for Industry (UfI), dengan misi: (1) mempersiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat bermoral dengan kemampuan akademik dan professional untuk menerapkan, mengembangkan, dan memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni; (2) mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan seni terutama pada kerjasama berbasis industri, dan pengembangan aplikasinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional; dan (3) mendukung pengembangan masyarakat sipil yang demokratis melalui peran USU sebagai suatu kekuatan moral yang otonom untuk mencapai kemampuan yang kuat dalam lingkungan kompetisi global melalui pengelolaan secara profesional sumber daya manusia, memperluas partisipasi dalam pembelajaran, memenuhi kebutuhan nasional dalam pembelajaran, dan memodernisasi cara pembelajaran. Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatra Utara (USU) memiliki 14 fakultas, salah satunya adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Pada saat ini Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatra Utara (USU) memiliki mahasiswa tugas belajar dan mahasiswa umum. Mahasiswa tugas belajar berasal dari pegawai negeri sipil yang direkomendasikan oleh instansinya untuk menempuh pendidikan di FMIPA USU, sedangkan mahasiswa umum berasal dari lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk menggali ilmu sesuai dengan minat masing – masing. (http://www.usu.ac.id/profil.html. Diakses tanggal 21 Februari, 2011 17:45) . Belum meratanya mutu pendidikan khususnya ditingkat SMA/MA menyebabkan lulusan SMA/MA dari beberapa daerah selalu kalah dalam persaingan yang semakin ketat untuk memperebutkan tempat di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun melalui jalur ujian tulis. Sebagian siswa dari sekolah-sekolah yang mutu pendidikannya masih tertinggal sebenarnya memiliki kemampuan akademik yang tidak kalah dibandingkan dengan siswa dari SMA/MA yang mutu pendidikannya sudah maju. Hanya saja tingkat pendidikan menengah yang dilaluinya tidak cukup memberikan bekal untuk dapat bersaing dalam perebutan tempat di perguruan tinggi khususnya di PTN. Menyadari hal tersebut maka USU membuka Jalur Unggulan Sekolah dan Jalur Ujian Tulis. Penerimaan mahasiswa baru jalur ujian tulis adalah penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi berdasarkan nilai hasil ujian tulis yang diselenggarakan oleh USU. Penerimaan mahasiswa baru jalur unggulan sekolah adalah penerimaan mahasiswa baru melalui pengiriman langsung siswa kelas tiga SLTA dan diseleksi berdasarkan nilai raport. Dalam penelitian ini akan dibandingkan apakah ada perbedaan yang signifikan antara indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa melalui penerimaan jalur ujian tulis dan jalur unggulan sekolah. IPK adalah indeks prestasi yang dihitung berdasarkan jumlah keseluruhan beban kredit yang diambil mulai dari semester pertama sampai dengan semester yang terakhir, dikalikan dengan bobot prestasi tiap – tiap mata kuliah kemudian dibagi dengan beban kredit yang diambil. Universitas Sumatera Utara IPK = IPK = Jumlah SKS semua mata kuliah yang dijalani mulai dari semester pertama sampai dengan yang terakhir. Ni = Bobot prestasi mata kuliah ke i. Ki = Jumlah mata kuliah yang diambil . Penulis mengambil data IPK mahasiswa sebagai perbandingan karena melalui IPK penulis dapat mengetahui mahasiswa jalur mana yang prestasi dan kualitasnya paling baik. Dan oleh karena indeks prestasi merupakan salah satu alat ukur keberhasilan mahasiswa, secara akademis hipotesis yang digunakan adalah : H1 : Hipotesis alternatif Ada perbedaan IPK yang signifikan dan prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui jalur ujian tulis (JUT) dan mahasiswa yang diterima dari jalur unggulan sekolah (JUS). H0 : Hipotesis nihil Tidak ada perbedaan IPK yang signifikan dan prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui jalur ujian tulis (JUT) dan mahasiswa yang diterima dari jalur unggulan sekolah (JUS). Sebagai sampel, digunakan indeks prestasi kumulatif (IPK) tahun pertama mahasiswa FMIPA USU jurusan Matematika angkatan tahun akademik 2007. 1.2. Perumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan kualitas mahasiswa dalam menempuh proses pembelajaran antara mahasiswa jalur ujian tulis (JUT) dan jalur unggulan sekolah (JUS) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatra Utara (USU). Universitas Sumatera Utara 1.3. Batasan Masalah Dasar penulis dalam membandingkan ini hanya berdasarkan indeks prestasi kumulatif saja yaitu indeks prestasi kumulatif mahasiswa S1 reguler jurusan Biologi, Fisika, Matematika, Kimia dan Ilkom melalui jalur ujian tulis dan jalur unggulan sekolah dalam menempuh proses pembelajaran, dalam hal ini tidak termasuk jalur mandiri 1.4. Tinjauan Pustaka 1. Uji Statistik Kegunaan uji statistik adalah untuk menguji apakah ada perbedaan dan hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lainnya. Uji statistik dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu uji statistik parametrik dan uji statistik nonparametrik. Uji statistik parametrik menetapkan adanya syarat – syarat tertentu tentang parameter populasi, misalnya mean, variansi. Pengujian hipotesis tersebut didasarkan pada anggapan bahwa sampel acak diambil dari populasi normal. Jika penyimpangan dari kenormalan kecil, maka uji masih cukup baik. 2. Pengujian Hipotesis Menurut Danapriatna (2004, hal 16 ) Pengujian hipotesis adalah suatu dugaan atau jawaban terhadap permasalahan yang sifatnya sementara yang artinya belum tentu benar atau salahnya dan masih perlu dibuktikan kenyataannya. Macam – macam hipotesis : 1. hipotesis nol (H0) adalah suatu hipotesis yang dirumuskan dengan harapan akan ditolak dalam proses pengujian hipotesis. Umumnya menggunakan kata kunci sama dengan (=). Universitas Sumatera Utara 2. Hipotesis alternatif (Ha) adalah suatu hipotesis yang dirumuskan oleh peneliti atau hipotesis penelitian yang merupakan lawan dari hipotesis nol dan diharapkan diterima dalam proses pengujian hipotesis. Hipotesis ini dapat berupa , . Langkah – langkah Pengujian Hipotesis 1. Menetapkan hipotesis nol dan alternatifnya ( H0 dan Ha) 2. Menggunakan taraf nyata ( ) 0,05 karena pengumpulan dan pengujian data baru pertama sekali dilakukan sehingga penyimpangan yang diperbolehkan dari rata-rata sebenarnya adalah sebesar 5% dan pengukur yakin bahwa data yang diperoleh itu benar sebesar 95%. 3. Menetapkan kriteria uji berdasarkan titik kritisnya. 4. Melakukan perhitungan statistik disesuaikan dengan jenis analisis yang dipilih. 5. Pengambilan keputusan dengan mengacu pada kriteria uji dan hasil perhitungan pada langkah 4. 6. Penarikan kesimpulan berdasarkan langkah 5 dan 1. 3. Hipotesis Komparasional Menurut Rihandoyo (2009) hipotesis komparasional merupakan dugaan terhadap perbandingan nilai dua sampel atau lebih. Tujuan komparasional ini untuk menguji hipotesis dan menarik kesimpulan mengenai ada tidaknya perbedaan yang signifikan di antara variabel yang sedang diteliti. Komparasional dapat dilakukan dengan dua atau lebih sampel dan setiap komparasional dapat berupa sampel berhubungan dan sampel tidak berhubungan. Untuk menguji hipotesis dua sampel berhubungan bila datanya berbentuk interval digunakan test-t atau t-test sampel berpasangan. Test-t atau t-test adalah alah satu test statistik yang dipergunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis nihil yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Universitas Sumatera Utara 1.5. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar yang nyata antara mahasiswa yang berasal dari jalur ujian tulis dan mahasiswa yang berasal dari jalur unggulan sekolah 1.6. Metode Penelitian Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data IPK mahasiswa semester I sampai semester VII angkatan tahun 2007 S1 reguler jurusan Matematika, Fisika,Biologi, Kimia dan Ilkom FMIPA USU yang datanya diambil dari dekanat. Kemudian data ini akan diolah melalui langkah – langkah berikut : 1. Penyusunan data : mengecek data IPK mahasiswa yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis penelitian. 2. Klasifikasi data : mengelompokkan data berdasarkan IPK mahasiswa JUS dan mahasiswa JUT untuk memudahkan pengujian hipotesis. 3. Pengolahan data : menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menggunakan Uji t- test. 4. Interpretasi hasil pengolahan data : setelah analisis data, langkah selanjutnya adalah menginterpretasi hasil analisis dan akhirnya penarikan kesimpulan. Syarat interpretasi adalah tidak melenceng dari hasil analisis dan masih dalam batas kerangka penelitian. Universitas Sumatera Utara Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Statistik Menurut Sudjana (1989,hal:2) statistik adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data yang disusun dalam tabel yang menggambarkan suatu persoalan. Anto Dayan (1988) menyatakan bahwa metode statistik merupakan bidang pengetahuan yang sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Metode berkembang sejajar dengan penemuan penting oleh para matematisi dan statistik guna menjawab persoalan-persoalan yang dilakukan oleh para peneliti ilmiah. Mason (1974,hal:1) menyatakan statistik merupakan suatu ilmu tentang pengumpulan, penyusunan, penganalisaan dan penafsiran data dalam bentuk angka untuk tujuan pembuatan suatu keputusan yang lebih baik di dalam menghadapi ketidakpastian. Sujono (1989,hal:2) statistik adalah kata yang dipakai untuk menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam bentuk tabel atau diagram yang melukiskan suatu persoalan. Universitas Sumatera Utara 2.2. model yang menjelaskan respon dari masing-masing variabel. Pada persamaan (2.11), {𝑛𝑛𝑖𝑖++ }, {𝑛𝑛+𝑗𝑗 +} dan {𝑛𝑛++𝑘𝑘 } merupakan koefisien dari masing-masing parameter dan jika {𝑛𝑛𝑖𝑖++ }, {𝑛𝑛+𝑗𝑗 +} dan {𝑛𝑛++𝑘𝑘 } berdiri sendiri tanpa diikuti oleh parameter-parameter maka {𝑛𝑛𝑖𝑖++ }, {𝑛𝑛+𝑗𝑗 +} dan {𝑛𝑛++𝑘𝑘 } adalah statistik cukup. Beberapa statistik cukup sesuai model sebagai berikut: Tabel 2.5 Statistik Cukup Minimal pada Model Loglinier Universitas Sumatera Utara Model Statistik Cukup Minimal (𝐴𝐴, 𝐵𝐵, 𝐶𝐶) {𝑛𝑛𝑖𝑖++}, {𝑛𝑛+𝑗𝑗 +}, {𝑛𝑛++𝑘𝑘 } (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐶𝐶) {𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖 +}, {𝑛𝑛++𝑘𝑘 } (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐵𝐵𝐵𝐵) {𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖 +}. {𝑛𝑛+𝑗𝑗𝑗𝑗 } (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐵𝐵𝐵𝐵) {𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖 +}, {𝑛𝑛𝑖𝑖+𝑘𝑘 }, {𝑛𝑛+𝑗𝑗𝑗𝑗 } Sumber: Agresti (2002) Menurut Agresti (2002), nilai harapan pada suatu model merupakan penyelesaian menggunakan persamaan likelihood. Derivatif persamaan likelihood terhadap parameter-parameternya masing-masing disama dengankan nol sehingga diperoleh statistik cukup sama dengan nilai harapan. Misalkan untuk model 𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴 = 0. Derivatif (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐵𝐵𝐵𝐵). Log likehood persamaan (2.10) dengan 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖𝐴𝐴𝐴𝐴 = 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 persamaan log likelihood 1. Derifatif L(m) terhadap 𝜇𝜇 ∂L(m) 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐴𝐴𝐴𝐴 = 𝑛𝑛 − � � � 𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒�𝜇𝜇 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝐵𝐵 + 𝜆𝜆𝐶𝐶𝑘𝑘 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 � ∂𝜇𝜇 𝑖𝑖 𝑗𝑗 𝑘𝑘 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐴𝐴𝐴𝐴 Karena ln�𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 � = 𝜇𝜇 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝐵𝐵 + 𝜆𝜆𝐶𝐶𝑘𝑘 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐴𝐴𝐴𝐴 exp�𝜇𝜇 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝐵𝐵 + 𝜆𝜆𝐶𝐶𝑘𝑘 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 � = 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 diperoleh ∂L(m) = 𝑛𝑛 − � � � 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 ∂𝜇𝜇 𝑖𝑖 𝑗𝑗 𝑘𝑘 0 = 𝑛𝑛 − � � � 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑖𝑖 𝑗𝑗 𝑘𝑘 𝑛𝑛 = � � � 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑖𝑖 𝑛𝑛 = 𝑚𝑚 � +++ 𝑗𝑗 𝑘𝑘 (2.12) 2. Derifatif L(m)terhadap 𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 ∂L(m) 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐴𝐴𝐴𝐴 = 𝑛𝑛𝑖𝑖++ − � � 𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒�𝜇𝜇 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝐵𝐵 + 𝜆𝜆𝐶𝐶𝑘𝑘 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 � ∂𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 𝑗𝑗 𝑘𝑘 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐴𝐴𝐴𝐴 Karena ln�𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 � = 𝜇𝜇 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝐵𝐵 + 𝜆𝜆𝐶𝐶𝑘𝑘 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 𝑌𝑌𝑌𝑌 𝑋𝑋𝑋𝑋 exp�𝜇𝜇 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑋𝑋 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑌𝑌 + 𝜆𝜆𝑘𝑘𝑍𝑍 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 � = 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 Universitas Sumatera Utara diperoleh ∂L(m) = 𝑛𝑛𝑖𝑖++ − � � 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 ∂𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 𝑗𝑗 𝑘𝑘 𝑗𝑗 𝑘𝑘 0 = 𝑛𝑛𝑖𝑖++ − � � 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑛𝑛𝑖𝑖++ = � � 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑗𝑗 𝑘𝑘 𝑛𝑛𝑖𝑖++ = 𝑚𝑚 � 𝑖𝑖++ semua 𝑖𝑖 (2.13) Menggunakan cara yang sama untuk 𝜆𝜆𝑗𝑗𝐵𝐵 . 𝐴𝐴𝐴𝐴 3. Derifatif L(m)terhadap 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 ∂L(m) 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐴𝐴𝐴𝐴 𝐵𝐵 𝐴𝐴 𝐶𝐶 𝐴𝐴𝐴𝐴 = 𝑛𝑛𝑖𝑖+𝑘𝑘 − � 𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒𝑒�𝜇𝜇 + 𝜆𝜆𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗 + 𝜆𝜆𝑘𝑘 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 � ∂𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑗𝑗 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐴𝐴𝐴𝐴 Karena ln�𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 � = 𝜇𝜇 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝐵𝐵 + 𝜆𝜆𝐶𝐶𝑘𝑘 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 𝐵𝐵𝐵𝐵 𝐴𝐴𝐴𝐴 exp�𝜇𝜇 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝐴𝐴 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝐵𝐵 + 𝜆𝜆𝐶𝐶𝑘𝑘 + 𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 + 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 � = 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 diperoleh ∂L(m) 𝐴𝐴𝐴𝐴 = 𝑛𝑛𝑖𝑖+𝑘𝑘 − � 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 ∂𝜆𝜆𝑖𝑖𝑖𝑖 0 𝑗𝑗 = 𝑛𝑛𝑖𝑖+𝑘𝑘 − � 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑛𝑛𝑖𝑖+𝑘𝑘 = � 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑗𝑗 𝑗𝑗 𝑛𝑛𝑖𝑖+𝑘𝑘 = 𝑚𝑚 � 𝑖𝑖+𝑘𝑘 semua 𝑖𝑖 dan 𝑘𝑘 (2.14) 𝐵𝐵𝐵𝐵 Menggunakan cara yang sama untuk 𝜆𝜆𝑗𝑗𝑗𝑗 . Berdasarkan model (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐵𝐵𝐵𝐵) tersebut, terlihat nilai harapan mempunyai kesamaan dengan total marginal observasi data 𝐴𝐴𝐴𝐴 dan 𝐵𝐵𝐵𝐵. 2.12 Estimasi Frekuensi Harapan Model Loglinier Tiga Dimensi Universitas Sumatera Utara Menyelesaikan persamaan likelihood pada model (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐵𝐵𝐵𝐵) berdasarkan bentuk peluangnya yaitu: 𝜋𝜋𝑖𝑖+𝑘𝑘 𝜋𝜋+𝑗𝑗 𝑘𝑘 untuk semua 𝑖𝑖, 𝑗𝑗 dan 𝑘𝑘 𝜋𝜋𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = 𝜋𝜋++𝑘𝑘 (2.15) Bukti: Diketahui 𝜋𝜋(𝐴𝐴𝐴𝐴) = 𝜋𝜋(𝐵𝐵)𝜋𝜋(𝐴𝐴|𝐵𝐵) Jika 𝐴𝐴 dan 𝐵𝐵 bebas bersyarat 𝐶𝐶 berlaku, 𝜋𝜋(𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴) = 𝜋𝜋(𝐶𝐶)𝜋𝜋(𝐴𝐴𝐴𝐴|𝐶𝐶) = 𝜋𝜋(𝐶𝐶)𝜋𝜋(𝐴𝐴|𝐶𝐶)𝜋𝜋(𝐵𝐵|𝐶𝐶) = 𝜋𝜋(𝐶𝐶) = 𝜋𝜋(𝐴𝐴𝐴𝐴) 𝜋𝜋(𝐵𝐵𝐵𝐵) 𝜋𝜋(𝐶𝐶) 𝜋𝜋(𝐶𝐶) 𝜋𝜋(𝐴𝐴𝐴𝐴)𝜋𝜋(𝐵𝐵𝐵𝐵) 𝜋𝜋(𝐶𝐶) Dengan mengaitkan pada tabel kontingensi 𝐼𝐼 × 𝐽𝐽 × 𝐾𝐾 diperoleh: 𝜋𝜋𝑖𝑖+𝑘𝑘 𝜋𝜋+𝑗𝑗 𝑘𝑘 𝜋𝜋𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = untuk semua 𝑖𝑖, 𝑗𝑗 dan 𝑘𝑘 𝜋𝜋++𝑘𝑘 𝑚𝑚 𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑛𝑛 Nilai harapan multinomial pada 𝑛𝑛 observasi yaitu 𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = 𝑛𝑛. 𝜋𝜋𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 atau 𝜋𝜋𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = dimana �𝑚𝑚𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = 𝑚𝑚 𝑖𝑖+𝑘𝑘 𝑚𝑚 +𝑗𝑗𝑗𝑗 𝑚𝑚 ++𝑘𝑘 �. Persamaan likelihood pada (2.12) , (2.13) , dan (2.14) menspesifikasi bahwa estimasi maksimum likelihood yaitu 𝑚𝑚 � 𝑖𝑖+𝑘𝑘 = 𝑛𝑛𝑖𝑖+𝑘𝑘 , 𝑚𝑚 � +𝑗𝑗𝑗𝑗 = 𝑛𝑛+𝑗𝑗𝑗𝑗 dan 𝑚𝑚 � ++𝑘𝑘 = 𝑛𝑛++𝑘𝑘 . Oleh karena estimasi maksimum likelihood pada persamaan parameter adalah persamaan yang sama pada estimasi maksimum likelihood pada parameter tersebut, 𝑚𝑚 � 𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = 𝑚𝑚 � 𝑖𝑖+𝑘𝑘 𝑚𝑚 � +𝑗𝑗𝑗𝑗 𝑛𝑛𝑖𝑖+𝑘𝑘 . 𝑛𝑛+𝑗𝑗𝑗𝑗 = 𝑚𝑚 � ++𝑘𝑘 𝑛𝑛++𝑘𝑘 (2.16) Keterangan : 𝑚𝑚 � 𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = frekuensi harapan 𝐽𝐽 𝑛𝑛𝑖𝑖+𝑘𝑘 = ∑𝑗𝑗 =1 𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = jumlah marginal pada variabel baris ke 𝑖𝑖 dan layer ke 𝑘𝑘 𝑛𝑛+𝑗𝑗𝑗𝑗 = ∑𝐼𝐼𝑖𝑖=1 𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = jumlah marginal pada variabel kolom ke 𝑗𝑗 dan layer ke 𝑘𝑘 𝐾𝐾 𝑛𝑛++𝑘𝑘 = ∑𝑘𝑘=1 𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = jumlah marginal pada variabel layer ke 𝑘𝑘 𝑛𝑛 𝐽𝐽 𝐾𝐾 = 𝑛𝑛+++ = ∑𝐼𝐼𝑖𝑖=1 ∑𝑗𝑗 =1 ∑𝑘𝑘=1 𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = jumlah seluruh nilai observasi ke 𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 Universitas Sumatera Utara Nilai estimasi harapan disesuaikan dengan model masing-masing. 2.13 Uji Kebaikan Khi Kuadrat (Chi Squared Goodness of Fit Tests) Menurut Saefuddin, dkk (2013) distribusi khi kuadrat digunakan sebagai uji kebaikan pengepasan (goodness of fit test). Statistik uji ini bertujuan menghitung jumlah kuadrat selisih antara nilai harapan dengan nilai observasi. Menurut S. Michael agar pengujian hipotesis dengan chi-kuadrat dapat digunakan dengan baik, maka hendaknya memenuhi asumsi sebagai berikut: 1. Random sampling tidak diperlukan, asalkan sampel tidak bias. Namun, yang terbaik cara untuk memastikan sampel tidak bias adalah pilihan acak. 2. Pengamatan bersifat independen. Asumsi penting untuk chi square adalah pengamatan yang independen. 3. Mutually exclusive baris dan kolom pada variabel katagorik yang termasuk dalam pengamatan. 4. Uji chi square tidak dapat dilakukan ketika katagori tumpang tindih atau tidak termasuk pada pengamatan. 5. Nilai harapan yang besar. Uji chi square untuk perkiraan yang terbaik ketika nilai harapan cukup besar dengan syarat tidak ada nilai harapan yang kurang dari 1 dan tidak lebih dari 20% dari nilai yang diharapkan kurang dari 5. Jika ditemukan data demikian maka dilakukan penggabungan katagori. Pada pengujian chi square dengan banyak katagori, bila terdapat lebih dari satu nilai harapan kurang dari 5 maka nilai-nilai harapan tersebut dapat digabungkan dengan konsekuensi jumlah kategori akan berkurang dan informasi yang diperoleh juga berkurang. � 𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 , statistik uji pearson chi square Jika nilai observasi 𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 dan nilai harapan 𝑚𝑚 𝜒𝜒 2 untuk tabel kontingensi tiga dimensi yaitu: 2 𝐼𝐼 𝐽𝐽 𝐾𝐾 𝜒𝜒 = � � � 𝑖𝑖=1 𝑗𝑗 =1 𝑘𝑘=1 (𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 − 𝑚𝑚 � 𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 )2 𝑚𝑚 � 𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 (2.17) Universitas Sumatera Utara Statistika alternatif untuk menguji kebaikan pengepasan adalah uji likelihood ratio square 𝐺𝐺 2 yaitu: 𝐼𝐼 𝐽𝐽 𝐾𝐾 𝐺𝐺 2 = 2 � � � 𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 𝑙𝑙𝑙𝑙 � 𝑖𝑖=1 𝑗𝑗 =1 𝑘𝑘=1 𝑛𝑛𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 � 𝑚𝑚 � 𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 (2.18) 2 2 2 2 Jika 𝜒𝜒ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 > 𝜒𝜒𝛼𝛼;𝑑𝑑𝑑𝑑 atau 𝐺𝐺ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 > 𝜒𝜒𝛼𝛼;𝑑𝑑𝑑𝑑 maka tolak 𝐻𝐻0 . 𝐻𝐻0 adalah hipotesis nol model yang ingin diuji. Taraf signifikansi (𝛼𝛼 ) yang digunakan 𝛼𝛼 = 0,05. Nilai harapan dan derajat bebas disesuaikan dengan model yang diuji. Derajat bebas adalah banyaknya sel dalam tabel kontingensi dikurangi banyaknya parameter yang ditaksir dalam model. Tabel 2.6 Derajat Kebebasan Model Derajat Kebebasan (𝐴𝐴, 𝐵𝐵, 𝐶𝐶) 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼 − 𝐼𝐼 − 𝐽𝐽 − 𝐾𝐾 + 2 (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐶𝐶) (𝐾𝐾 − 1)(𝐼𝐼𝐼𝐼 − 1) (𝐵𝐵𝐵𝐵, 𝐴𝐴) (𝐼𝐼 − 1)(𝐽𝐽𝐽𝐽 − 1) (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐵𝐵) (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐵𝐵𝐵𝐵) (𝐽𝐽 − 1)(𝐼𝐼𝐼𝐼 − 1) 𝐽𝐽(𝐼𝐼 − 1)(𝐾𝐾 − 1) (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐵𝐵𝐵𝐵) 𝐾𝐾(𝐼𝐼 − 1)(𝐽𝐽 − 1) (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐵𝐵𝐵𝐵) (𝐼𝐼 − 1)(𝐽𝐽 − 1)(𝐾𝐾 − 1) (𝐴𝐴𝐴𝐴, 𝐴𝐴𝐴𝐴) (𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴𝐴) Sumber: Agresti (2002) 𝐼𝐼(𝐽𝐽 − 1)(𝐾𝐾 − 1) 0 Menurut Agresti (2002), nilai 𝜒𝜒 2 atau 𝐺𝐺 2 yang besar menunjukkan kesesuian yang rendah antara frekuensi pengamatan dengan frekuensi harapan atau model diuji kurang sesuai, dan sebaliknya. Menurut Saefuddin, dkk (2009) nilai 𝜒𝜒 2 atau 𝐺𝐺 2 yang kecil menunjukkan kesesuaian yang tinggi antara nilai observasi dengan nilai harapan, dan semakin besar nilai 𝜒𝜒 2 atau 𝐺𝐺 2 menunjukkan ketaksesuaian antara nilai observasi dengan nilai pengamatan yang berarti tertolaknya 𝐻𝐻0 . Universitas Sumatera Utara 2.14 Uji Independensi Uji independensi adalah uji untuk melihat ada tidaknya hubungan antar dua atau lebih variabel katagorik suatu hasil observasi. Pada tabel tiga dimensi dengan peluang gabungan �𝜋𝜋𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 � pada tiga variabel respon, hipotesis nol statistik independen adalah 𝐻𝐻0 : 𝜋𝜋𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 = 𝜋𝜋𝑖𝑖++𝜋𝜋+𝑗𝑗 +𝜋𝜋++𝑘𝑘 untuk semua 𝑖𝑖, 𝑗𝑗 dan 𝑘𝑘 ( tidak ada hubungan antara ketiga variabel) Statistik uji independensi yang digunakan adalah uji pearson chi square 𝜒𝜒 2 dan statistik alternatif yaitu uji likelihood ratio square 𝐺𝐺 2 . Menurut Kazmier (2005) independensi mengimplikasikan bahwa pengetahuan terhadap katagori yang menjadi dasar penggolongan observasi dalam hal satu variabel tidak ada dampaknya pada probabilitas masuknya variabel yang lain ke dalam salah satu dari beberapa katagori. Ketika tiga variabel terlibat, frekuensi yang diamati dimasukkan ke dalam tabel klasifikasi tiga arah yaitu tabel kontingensi tiga dimensi 𝐼𝐼 × 𝐽𝐽 × 𝐾𝐾 , di mana 𝐼𝐼 mengindikasi jumlah baris, 𝐽𝐽 mengindikasi jumlah kolom, dan 𝐾𝐾 mengindikasi jumlah layer. Jika hipotesis nol tentang independensi ditolak untuk data-data tersebut, hal ini mengindikasikan bahwa dua variabel tersebut saling terikat atau dependen dan hal ini berarti terdapat hubungan antar keduanya. Berdasarkan hipotesis tentang independensi dari ketiga variabel, nilai yang diharapkan yang terkait dengan setiap sel dalam tabel kontingensi harus proporsional dengan nilai total yang diamati melalui intra muscular 126 Memberikan obat melalui buccal 127 Memberikan obat melalui sublingual 128 Memberikan obat melalui kulit 129 Memberi penyuluhan tentang obatobatan 130 Mengkaji efek samping obat 131 Kolaborasi efek samping obatobatan 132 Melakukan persiapan dan memberikan obat-obatan kemoterapi/steroid sesuai program 133 Observasi tanda-tanda vital 134 Observasi adanya tanda-tanda perdarahan internal/eksternal 135 Mengukur VP (Venus Pressure) 136 Mengukur CVP (Central Venus Pressure) 137 Merawat CVP 138 Monitor tanda-tanda asites/edema 139 Melakukan rekam jantung 140 Menginterpretasikan hasil rekam jantung 141 Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan diagnostik 142 Menyiapkan dan melakukan stress exercise 143 Menyiapkan dan melakukan perawatan pre, intra dan post klien dialisa (haemo/peritoneal) 144 Menyiapkan dan melakukan perawatan klien terpasang SB tube 145 Memeriksa status neurologik (GCS) Universitas Sumatera Utara Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan Kebutuhan Aktivitas Kebutuhan Psikososial dan Spiritual 146 Menyiapkan dan menggunakan tempat pembuangan alat-alat dan bahan bekas/sisa (disposal infeksius) 147 Menggunakan sarung tangan 148 Menggunakan jas pelindung, jas operasi dan apron/celemek 149 Melakukan teknik cuci tangan 150 Menggunakan tutup kepala dan masker 151 Melakukan teknik pengikatan bagi klien gelisah 152 Penggunaan bantal pasie 153 Memasang pengaman pada tempat tidur 154 Memindahkan klien dari dan ke tempat tidur 155 Mengubah posisi fowler (semi) 156 Mengubah posisi lateral 157 Mengubah posisi Sim 158 Mengubah posisi litotomi 159 Mengubah posisi orthopnea 160 Mengubah posisi trendenlemberg 161 Membantu klien dari posisi berbaring ke posisi duduk ditempat tidur 162 Membantu pasien dari posisi berbaring ke kursi roda 163 Membantu klien jalan dengan menggunakan alat bantu 164 Melatih ROM exercise 165 Membantu dan melatih ambulasi 166 Memberikan pendidikan kesehatan tentang aktivitas dan latihan 167 Mengajarkan body mekanik yang tepat 168 Mengajarkan body alignment yang tepat 169 Melaksanakan pengkajian tentang kebutuhan konsep diri 170 Menggunakan grup sebagai system pendukung dan aktivitas 171 Menggunakan grup sebagai psikoterapis 172 Melaksanakan pengajaran Universitas Sumatera Utara Kebutuhan Interaksi Sosial komunikasi asertif 173 Mengajarkan teknik penguatan/koping 174 Mengajarkan teknik komunikasi terapeutik interpersonal 175 Melakukan teknik-teknik untuk menjadi pendengar aktif 176 Memfasilitasi lingkungan yang asertif 177 Melaksanakan cara menghargai system nilai dan keyakinan klien 178 Melaksanakan cara-cara untuk memfasilitasi klien yang sedang berduka 179 Melakukan teknik-teknik peningkatan konsep diri 180 Memfasilitasi klien terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual, sentuhan terapeutik, bimbingan rohani 181 Membantu klien mengenal dan menerima kenyataan yang mengalami gangguan konsep diri 182 Mengobservasi perilaku/pikiranpikiran yang tidak realistis 183 Melaksanakan terapi kelompok 184 Melaksanakan interaksi sosial terapeutik 185 Melaksanakan teknik untuk menginterupsi sikap antisosial 186 Melaksanakan terapi modalitas 187 Melaksanakan manajemen konflik 188 Melaksanakan manajemen stress 189 Melaksanakan manajemen klien menarik diri 190 Melaksanakan manajemen klien depresi 191 Melaksanakan manajemen klien agresif 192 Melaksanakan manajemen pasien mania 193 Melakukan teknik komunikasi klien marah 194 Melakukan berbagai teknik orientasi Universitas Sumatera Utara Kebutuhan Kehilangan Kebutuhan Seksual 195 Mempersiapkan klien dilakukan psikoterapi 196 Melakukan observasi perilaku bunuh diri 197 Melakukan observasi perilaku halusinasi 198 Mengajar dalam berpikir realistis 199 Mengajar klien mengenal perasaannya 200 Membimbing klien dalam mengekspresikan pikiran/perasaan waham 201 Membimbing dalam mengurangi perilaku manipulasi 202 Melaksanakan teknik komunikasi terapeutik sesuai fase kehilangan 203 Melatih dalam menimbulkan rasa empati 204 Melaksanakan perawatan menjelang ajal 205 Melaksanakan perawatan pasien meninggal 206 Melatih perasaan saling percaya perawat dan klien 207 Melatih komunikasi asertif 208 Melakukan cara/teknik untuk menciptakan lingkungan privasi 209 Mengajarkan pola seksualitas yang sehat 210 Mengajarkan perubahan fisiologis kehamilan 211 Mengajarkan pendidikan seks pada setiap usia 212 Mengajarkan cara pemilihan kontrasepsi 213 Menciptakan hubungan terapeutik dalam mendiskusikan masalah seks 214 Memperkenalkan alat-alat bantu dalam pemenuhan kebetuhan seks 215 Melaksanakan rujukan masalah seksual 216 Menerima konseling masalah seksual Universitas Sumatera Utara Kebutuhan Lingkungan Sehat Kebutuhan Ibu Hamil 217 Menyediakan objek yang menunjang kesehatan lingkungan 218 Memodifikasi stimulus lingkungan yang sehat 219 Menjaga stabilitas lingkungan 220 Melakukan kolaborasi dan fasilitasi dalam menciptakan lingkungan yang sesuai standar 221 Memberikan pendidikan kesehatan tentang parameter/indikator kesehatan lingkungan 222 Melakukan control infeksi/pencegahan infeksi nasokomial 223 Melaksanakan manajemen teknik isolasi penyakit infeksi 224 Melaksanakan manajemen teknik isolasi dalam rangka pemberian kemoterapi 225 Melakukan pemeriksaan ibu hamil 226 Memberi penyuluhan tentang nutrisi ibu hamil 227 Memberi penyuluhan tentang perawatan payudara 228 Memberi penyuluhan tentang senam hamil 229 Memberi penyuluhan tentang imunisasi 230 Memberi penyuluhan tentang kebersihan diri 231 Memberi penyuluhan tentang persiapan persalinan 232 Memberi penyuluhan tentang perawatan bayi 233 Mendengar denyut jantung janin 234 Memonitor keadaan janin 235 Menyiapkan pemeriksaan USG system reproduksi 236 Melakukan tes kehamilan (HCG test) 237 Melaksanakan konsultasi rujukan kehamilan bila terjadi kehamilan patologis 238 Memenuhi kebutuhan ibu hamil Universitas Sumatera Utara Kebutuhan Ibu Melahirkan Kebutuhan Bayi Baru Lahir Kebutuhan dengan komplikasi 239 Menerima konsultasi kehamilan 240 Melakukan pemeriksaan fisik ibu melahirkan 241 Melakukan persalinan kala I keadaan normal 242 Mengobservasi his 243 Mengobservasi jalan lahir 244 Mengisi partograf 245 Melakukan persalinan kala II 246 Melakukan induksi 247 Melakukan episiotomi 248 Menjahit episiotomi 249 Melakukan persalinan kala III 250 Melakukan persalinan kala IV 251 Melaksanakan manjemen nyeri 252 Melaksanakan ikatan tali kasih (bounding attachment) ibu dan bayi 253 Merawat bayi segera lahir 254 Memotong dan mengikat tali pusat 255 Menolong persalinan dengan tindakan khusus 256 Melaksanakan rujuk persalinan 257 Menerima konsultasi persalinan 258 Menilai apgar score 259 Melakukan pemeriksaan fisik bayi baru lahir 260 Memandikan bayi 261 Memakaikan pakaian bayi 262 Mengatur suhu kamar dan tempat tidur bayi 263 Merawat tali pusat 264 Mengajarkan ibu merawat tali pusat 265 Mengajarkan ibu cara menyusui (ASI) 266 Mengajarkan ibu melakukan masase payudara 267 Melakukan stimulasi tumbuh kembang bayi 268 Melakukan resusitasi jantung paru pada bayi 269 Melaksanakan rujukan bayi baru lahir 270 Menerima konsultasi bayi baru lahir 271 Melakukan pemeriksaan fisik ibu Universitas Sumatera Utara Post Partum 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 Kebutuhan Keperawatan Keluarga 283 284 285 286 287 288 299 290 Kebutuhan Keperawatan Komunitas 291 292 293 294 295 296 297 post partum Mengukur tinggi fundus uteri Melakukan observasi lokhea Melakukan observasi perineum Melakukan pendidikan kesehatan pada ibu post partum Melakukan perawatan payudara Melakukan perawatan vulva Melakukan perawatan perineum Melaksanakan keperawatan “post partum blues” Memberikan penyuluhan kesehatan tentang KB Memberikan alat kontrasepsi Melaksanakan konsultan ibu post partum yang bermasalah Melakukan pengkajian keperawatan keluarga Melaksanakan analisis data dan merumuskan diagnosa keperawatan keluarga Merencanakan tindakan keperawatan keluarga Melakukan pendidikan kesehatan pada keluarga Memberikan konsultasi keperawatan Melaksanakan keperawatan gerontik Melakukan evaluasi keperawatan keluarga Melakukan dokumentasi keperawatan keluarga Melakukan pengkajian keperawatan komunitas Melaksanakan analisis data dan merumuskan diagnosa keperawatan komunitas Merencanakan tindakan keperawatan komunitas Memberikan penyuluhan keperawatan komunitas Melaksanakan keperawatan kesehatan kerja Melaksanakan usaha kesehatan sekolah Penemuan kasus kelompok dan Universitas Sumatera Utara masyarakat 298 Memberantas penyakit menular 399 Melaksanakan imunisasi dimasyarakat 300 Melakukan evaluasi keperawatan komunitas 301 Melakukan pendokumentasian komunitas Universitas Sumatera Utara DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : Jessi Ayumi Tempat/Tanggal Lahir : Lubuk Pakam/14 Nopember 1988 Agama : Islam Alamat : Jln. Jamin Ginting Gg. Haji Arif, Medan Riwayat Pendidikan : 1. SDN 101900Lubuk Pakam (1995-2001) 2. SLTPN 1 Lubuk Pakam (2001-2004) 3. SMAN 1 Lubuk Pakam (2004-2007) 4. D III USU (2007-2010) 5. Mahasiswa S1 Fakuktas Keperawatan USU (2010) Universitas Sumatera Utara
Uji Statistik Komparasional IPK Mahasiswa Baru Tahun 2007 Antara Jalur Ujian Tulis Dan Jalur Unggulan Sekolah Di FMIPA Universitas Sumatera Utara
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Uji Statistik Komparasional IPK Mahasiswa Baru Tahun 2007 Antara Jalur Ujian Tulis Dan Jalur Unggulan Sekolah Di FMIPA Universitas Sumatera Utara

Gratis