Uji Statistik Komparasional IPK Mahasiswa Baru Tahun 2007 Antara Jalur Ujian Tulis Dan Jalur Unggulan Sekolah Di FMIPA Universitas Sumatera Utara

 1  38  74  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

  UJI STATISTIK KOMPARASIONAL IPK MAHASISWA BARU TAHUN 2007 ANTARA JALUR UJIAN TULIS DAN JALUR UNGGULAN SEKOLAH DI FMIPA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SKRIPSI SRI MARCELINA SINAGA 070803019 PROGRAM STUDI SARJANA MATEMATIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  

PENGHARGAAN

  Puji dan syukur Penulis Ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah dan rahmat-Nya Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi syarat meraih gelar sarjana pada Jurusan Matematika FMIPA Universitas Sumatera Utara.

  Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Bapak Drs. Open Darnius, M.Sc selaku pembimbing I dan Bapak Drs. Pangeran Sianipar, MS selaku pembimbing II yang telah banyak memberi masukan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. Ucapan terimakasih kepada Bapak Prof. DR. Tulus, M.Si, Ph.D dan Ibu Dra. Mardiningsih, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Matematika FMIPA Universitas Sumatera Utara, Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, semua dosen Departemen Matematika FMIPA USU. Ucapan terimakasih kepada orang tua penulis Bapak (Alm) Sy S. Sinaga, Ibu M. Girsang dan kakak (Lisbeth, Susi, Elly, Ibob) yang banyak memberikan dukungan dan dorongan kepada penulis. Ucapan terimakasih juga kepada teman- teman stambuk 2007 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu dan Ashereje (Astri, Sanhot, Malem, Ida, Rina) dan Janriwan Boy yang memberikan bantuan dan dorongan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa akan membalasnya.

  Medan, Juli 2011 Penulis

  Sri Marcelina Sinaga

  ABSTRAK

  Telah diadakan komparasi penerimaan mahasiswa baru antara jalur ujian tulis dan jalur unggulan sekolah dengan menggunakan sampel indeks prestasi kumulatif tahun pertama mahasiswa S1 reguler FMIPA Universitas Sumatera Utara jurusan Biologi, Fisika, Matematika, Kimia dan Ilkom angkatan tahun 2007. Hasil uji statistik komparasional menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa melalui penerimaan mahasiswa baru jalur ujian tulis dan penerimaan mahasiswa baru jalur unggulan sekolah atau dengan kata lain mahasiswa jalur ujian tulis lebih berprestasi dibandingkan dengan mahasiswa jalur unggulan sekolah dengan taraf signifikan 0,05.

  

ABSTRACT

  Has held a comparison between the new admissions written test and track the path leading to the school using a sample of first year cumulative IPK regular S1 majoring in Mathematics and Natural Sciences University of North Sumatra, Biology, Physics, Mathematics, Chemistry and Computer Science class of 2007. The results of statistical tests komparasional showed that there was can difference in learning achievement of students through the admission line written examination and admission to the school winning track significant level of 0,05.

  DAFTAR ISI Persetujuan ii Pernyataan iii Penghargaan iv Abstrak v Abstract vi Daftar Isi vii Daftar Tabel x

BAB 1 Pendahuluan

   1

  1.1 Latar belakang

  1

  1.2 Perumusan Masalah 3

  1.3 Batasan Masalah

  4

  1.4 Tinjauan Pustaka

  4

  1.5 Tujuan Penelitian

  6

  1.6 Metode Penelitian

  6 BAB 2 Landasan Teori

   7

  2.1 Pengertian Statistika

  7

  2.2 Kegunaan Statistika

  8

  2.3 Metode Statistik Parametrik

  8

  2.4 Skala Pengukuran Data

  9

  2.5 Distribusi Frekuensi

  9

  2.6 Langkah-langkah Distribusi Frekuensi

  10

  2.7 Pengertian Teknik Analisis Komparasional

  10 BAB 3 Analisis dan Pengujian Data

   14

  3.1 Data Hasil Survey

  14

  3.2 Analisis Data Dalam Tabel Interval

  17

  3.2.1 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Biologi 21

  3.2.2 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Biologi 22

  3.2.3 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Fisika 22

  3.2.4 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Fisika 23

  3.2.5 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Matematika 24

  3.2.6 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Matematika 25

  3.2.7 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Kimia 26

  3.2.8 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Kimia 27

  3.2.9 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Ilkom 27

  3.2.10 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Ilkom 28

  3.3 Pengujian Data

  29

  3.3.1 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Biologi 30

  3.3.2 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Biologi 31

  3.3.3 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Fisika 32

  3.3.4 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Fisika 33

  3.3.5 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Matematika 35

  3.3.6 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Matematika 36

  3.3.7 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Kimia 37

  3.3.8 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Kimia 38

  3.3.9 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Ilkom 40

  3.3.10 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Ilkom 41

  3.4 Komparasi (perbandingan) Mean IPK Mahasiswa Tiap 42 Jurusan

  3.5 Analisis Data IPK JUT Semua Departemen 44

  3.6 Analisis Data IPK JUS Semua Departemen 51

BAB 4 Kesimpulan dan Saran

   55

  4.1 Kesimpulan

  55

  4.2 Saran

  55 Daftar Pustaka

  Lampiran DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen BiologiTabel 3.2 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen FisikaTabel 3.3 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen MatematikaTabel 3.4 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen KimiaTabel 3.5 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen IlkomTabel 3.6 Data Interval IPK Mahasiswa Biologi JUTTabel 3.7 Data IPK Mahasiswa Biologi JUSTabel 3.8 Data interval IPK Mahasiswa Fisika JUTTabel 3.9 Data IPK Mahasiswa Fisika JUSTabel 3.10 Data Interval IPK Mahasiswa Matematika JUTTabel 3.11 Data IPK Mahasiswa Matematika JUSTabel 3.12 Data Interval IPK Mahasiswa Kimia JUTTabel 3.13 Data IPK Mahasiswa Kimia JUSTabel 3.14. Data Interval IPK Mahasiswa Ilkom JUTTabel 3.15 Data IPK Mahasiswa Ilkom JUSTabel 3.16 Perbandingan Mean IPK Mahasiswa Tiap JurusanTabel 3.17 Data IPK Mahasiswa JUT Semua DepartemenTabel 3.18 Data Interval IPK Mahasiswa JUTTabel 3.19 Data IPK Mahasiswa JUS Semua DepartemenTabel 3.20 Data Interval IPK Mahasiswa JUS

  ABSTRAK

  Telah diadakan komparasi penerimaan mahasiswa baru antara jalur ujian tulis dan jalur unggulan sekolah dengan menggunakan sampel indeks prestasi kumulatif tahun pertama mahasiswa S1 reguler FMIPA Universitas Sumatera Utara jurusan Biologi, Fisika, Matematika, Kimia dan Ilkom angkatan tahun 2007. Hasil uji statistik komparasional menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa melalui penerimaan mahasiswa baru jalur ujian tulis dan penerimaan mahasiswa baru jalur unggulan sekolah atau dengan kata lain mahasiswa jalur ujian tulis lebih berprestasi dibandingkan dengan mahasiswa jalur unggulan sekolah dengan taraf signifikan 0,05.

  

ABSTRACT

  Has held a comparison between the new admissions written test and track the path leading to the school using a sample of first year cumulative IPK regular S1 majoring in Mathematics and Natural Sciences University of North Sumatra, Biology, Physics, Mathematics, Chemistry and Computer Science class of 2007. The results of statistical tests komparasional showed that there was can difference in learning achievement of students through the admission line written examination and admission to the school winning track significant level of 0,05.

Bab 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Sejak awal pendiriannya, Universitas Sumatra Utara (USU) dipersiapkan menjadi pusat pendidikan tinggi di Kawasan Barat Indonesia. Sewaktu didirikan pada tahun 1952, USU merupakan sebuah Yayasan, kemudian beralih status menjadi PTN pada tahun 1957, dan selanjutnya berubah menjadi PT-BHMN pada tahun 2003.

  USU memiliki visi menjadi University for Industry (UfI), dengan misi: (1) mempersiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat bermoral dengan kemampuan akademik dan professional untuk menerapkan, mengembangkan, dan memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni; (2) mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan seni terutama pada kerjasama berbasis industri, dan pengembangan aplikasinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional; dan (3) mendukung pengembangan masyarakat sipil yang demokratis melalui peran USU sebagai suatu kekuatan moral yang otonom untuk mencapai kemampuan yang kuat dalam lingkungan kompetisi global melalui pengelolaan secara profesional sumber daya manusia, memperluas partisipasi dalam pembelajaran, memenuhi kebutuhan nasional dalam pembelajaran, dan memodernisasi cara pembelajaran.

  Universitas Sumatra Utara (USU) memiliki 14 fakultas, salah satunya adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Pada saat ini Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatra Utara (USU) memiliki mahasiswa tugas belajar dan mahasiswa umum. Mahasiswa tugas belajar berasal dari pegawai negeri sipil yang direkomendasikan oleh instansinya untuk menempuh pendidikan di FMIPA USU, sedangkan mahasiswa umum berasal dari lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk menggali ilmu sesuai dengan minat masing

  • – masingkses tanggal

  21 Februari, 2011 17:45) .

  Belum meratanya mutu pendidikan khususnya ditingkat SMA/MA menyebabkan lulusan SMA/MA dari beberapa daerah selalu kalah dalam persaingan yang semakin ketat untuk memperebutkan tempat di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun melalui jalur ujian tulis.

  Sebagian siswa dari sekolah-sekolah yang mutu pendidikannya masih tertinggal sebenarnya memiliki kemampuan akademik yang tidak kalah dibandingkan dengan siswa dari SMA/MA yang mutu pendidikannya sudah maju. Hanya saja tingkat pendidikan menengah yang dilaluinya tidak cukup memberikan bekal untuk dapat bersaing dalam perebutan tempat di perguruan tinggi khususnya di PTN. Menyadari hal tersebut maka USU membuka Jalur Unggulan Sekolah dan Jalur Ujian Tulis.

  Penerimaan mahasiswa baru jalur ujian tulis adalah penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi berdasarkan nilai hasil ujian tulis yang diselenggarakan oleh USU. Penerimaan mahasiswa baru jalur unggulan sekolah adalah penerimaan mahasiswa baru melalui pengiriman langsung siswa kelas tiga SLTA dan diseleksi berdasarkan nilai raport.

  Dalam penelitian ini akan dibandingkan apakah ada perbedaan yang signifikan antara indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa melalui penerimaan jalur ujian tulis dan jalur unggulan sekolah. IPK adalah indeks prestasi yang dihitung berdasarkan jumlah keseluruhan beban kredit yang diambil mulai dari semester pertama sampai dengan semester yang terakhir, dikalikan dengan bobot prestasi tiap

  • – tiap mata kuliah kemudian dibagi dengan beban kredit yang diambil.
IPK =

  IPK = Jumlah SKS semua mata kuliah yang dijalani mulai dari semester pertama sampai dengan yang terakhir. N i = Bobot prestasi mata kuliah ke i. K i = Jumlah mata kuliah yang diambil . Penulis mengambil data IPK mahasiswa sebagai perbandingan karena melalui IPK penulis dapat mengetahui mahasiswa jalur mana yang prestasi dan kualitasnya paling baik. Dan oleh karena indeks prestasi merupakan salah satu alat ukur keberhasilan mahasiswa, secara akademis hipotesis yang digunakan adalah : H

  1 : Hipotesis alternatif

  Ada perbedaan IPK yang signifikan dan prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui jalur ujian tulis (JUT) dan mahasiswa yang diterima dari jalur unggulan sekolah (JUS). H : Hipotesis nihil Tidak ada perbedaan IPK yang signifikan dan prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui jalur ujian tulis (JUT) dan mahasiswa yang diterima dari jalur unggulan sekolah (JUS).

  Sebagai sampel, digunakan indeks prestasi kumulatif (IPK) tahun pertama mahasiswa FMIPA USU jurusan Matematika angkatan tahun akademik 2007.

1.2. Perumusan Masalah

  Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan kualitas mahasiswa dalam menempuh proses pembelajaran antara mahasiswa jalur ujian tulis (JUT) dan jalur unggulan sekolah (JUS) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatra Utara (USU).

  1.3. Batasan Masalah

  Dasar penulis dalam membandingkan ini hanya berdasarkan indeks prestasi kumulatif saja yaitu indeks prestasi kumulatif mahasiswa S1 reguler jurusan Biologi, Fisika, Matematika, Kimia dan Ilkom melalui jalur ujian tulis dan jalur unggulan sekolah dalam menempuh proses pembelajaran, dalam hal ini tidak termasuk jalur mandiri

  1.4. Tinjauan Pustaka

1. Uji Statistik

  

Kegunaan uji statistik adalah untuk menguji apakah ada perbedaan dan hubungan antara

  satu variabel dengan variabel yang lainnya. Uji statistik dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu uji statistik parametrik dan uji statistik nonparametrik. Uji statistik parametrik menetapkan adanya syarat

  • – syarat tertentu tentang parameter populasi, misalnya mean, variansi. Pengujian hipotesis tersebut didasarkan pada anggapan bahwa sampel acak diambil dari populasi normal.

  Jika penyimpangan dari kenormalan kecil, maka uji masih cukup baik.

2. Pengujian Hipotesis

  Menurut Danapriatna (2004, hal 16 ) Pengujian hipotesis adalah suatu dugaan atau jawaban terhadap permasalahan yang sifatnya sementara yang artinya belum tentu benar atau salahnya dan masih perlu dibuktikan kenyataannya. Macam

  • – macam hipotesis :

  1. ) adalah suatu hipotesis yang dirumuskan dengan harapan akan ditolak dalam

  hipotesis nol (H proses pengujian hipotesis. Umumnya menggunakan kata kunci sama dengan (=).

  2. Hipotesis alternatif (Ha) adalah suatu hipotesis yang dirumuskan oleh peneliti atau hipotesis penelitian yang merupakan lawan dari hipotesis nol dan diharapkan diterima dalam proses pengujian hipotesis. Hipotesis ini dapat berupa , <, dan >.

  Langkah

  • – langkah Pengujian Hipotesis

  1. Menetapkan hipotesis nol dan alternatifnya ( H dan Ha) 2.

  Menggunakan taraf nyata ( ) 0,05 karena pengumpulan dan pengujian data baru pertama

  sekali dilakukan sehingga penyimpangan yang diperbolehkan dari rata-rata sebenarnya adalah sebesar 5% dan pengukur yakin bahwa data yang diperoleh itu benar sebesar 95%.

  3. Menetapkan kriteria uji berdasarkan titik kritisnya.

  4. Melakukan perhitungan statistik disesuaikan dengan jenis analisis yang dipilih.

  5. Pengambilan keputusan dengan mengacu pada kriteria uji dan hasil perhitungan pada langkah 4.

  6. Penarikan kesimpulan berdasarkan langkah 5 dan 1.

3. Hipotesis Komparasional

  Menurut Rihandoyo (2009) hipotesis komparasional merupakan dugaan terhadap perbandingan nilai dua sampel atau lebih. Tujuan komparasional ini untuk menguji hipotesis dan menarik kesimpulan mengenai ada tidaknya perbedaan yang signifikan di antara variabel yang sedang diteliti. Komparasional dapat dilakukan dengan dua atau lebih sampel dan setiap komparasional dapat berupa sampel berhubungan dan sampel tidak berhubungan. Untuk menguji hipotesis dua sampel berhubungan bila datanya berbentuk interval digunakan test-t atau t-test sampel berpasangan. Test-t atau t-test adalah alah satu test statistik yang dipergunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis nihil yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama tidak terdapat perbedaan yang signifikan.

  1.5. Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar yang nyata antara mahasiswa yang berasal dari jalur ujian tulis dan mahasiswa yang berasal dari jalur unggulan sekolah

  1.6. Metode Penelitian

  Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data IPK mahasiswa semester I sampai semester VII angkatan tahun 2007 S1 reguler jurusan Matematika, Fisika,Biologi, Kimia dan Ilkom FMIPA USU yang datanya diambil dari dekanat. Kemudian data ini akan diolah melalui langkah

  • – langkah berikut : 1.

  Penyusunan data : mengecek data IPK mahasiswa yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis penelitian.

  2. Klasifikasi data : mengelompokkan data berdasarkan IPK mahasiswa JUS dan mahasiswa JUT untuk memudahkan pengujian hipotesis.

  3. Pengolahan data : menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menggunakan Uji t- test.

  4. Interpretasi hasil pengolahan data : setelah analisis data, langkah selanjutnya adalah menginterpretasi hasil analisis dan akhirnya penarikan kesimpulan. Syarat interpretasi adalah tidak melenceng dari hasil analisis dan masih dalam batas kerangka penelitian.

Bab 2 LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Statistik

  Menurut Sudjana (1989,hal:2) statistik adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data yang disusun dalam tabel yang menggambarkan suatu persoalan. Anto Dayan (1988) menyatakan bahwa metode statistik merupakan bidang pengetahuan yang sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Metode berkembang sejajar dengan penemuan penting oleh para matematisi dan statistik guna menjawab persoalan-persoalan yang dilakukan oleh para peneliti ilmiah.

  Mason (1974,hal:1) menyatakan statistik merupakan suatu ilmu tentang pengumpulan, penyusunan, penganalisaan dan penafsiran data dalam bentuk angka untuk tujuan pembuatan suatu keputusan yang lebih baik di dalam menghadapi ketidakpastian. Sujono (1989,hal:2) statistik adalah kata yang dipakai untuk menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam bentuk tabel atau diagram yang melukiskan suatu persoalan.

  2.2. Kegunaan Statistik Kegunaan statistik dalam penelitian menurut Guilford, adalah sebagi berikut : 1.

  Satatistik memaksa peneliti untuk menganut tata pikir dan tata kerja yang defenitif dan

  eksak 2.

  Statistik menyediakan cara-cara meringkas data kedalam bentuk yang lebih banyak artinya

  lebih mudah mengerjakannya 3.

  Statistik memberi dasar-dasar untuk menarik kesimpulan melalui proses-proses yang

  mengikuti tata kerja yang dapat diterima oleh ilmu pengetahuan 4.

  Statistik memberi landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang bagaimana suatu gejala

  akan terjadi dalam kondisi-kondisi yang telah diketahui 5.

  Statistik memungkinkan peneliti menguraikan sebab akibat yang mudah dan rumit, yang tanpa statistik akan merupakan peristiwa yang membingungkan.

  Statistik dapat dipelajari dengan seksama secara sistematis, maksudnya tidak setengah- setengah. Begitu juga suatu peristiwa dapat disimpulkan berdasarkan hubungan sumber dari peristiwa itu dengan akibat yang terjadi.

2.3 Metode Statistik Parametrik

   Statistik parametrik adalah suatu uji yang modelnya menetapkan adanya syarat-syarat

  tertentu (asumsi-asumsi) tentang variabel random atau populasi yang merupakan sumber sampel penelitian. Statistik parametrik lebih banyak digunakan untuk menganalisis data yang berskala interval dan rasio dengan dilandasi asumsi tertentu seperti normalitas (Usman dan Purnomo, 2005).

  Kebanyakan cara pengujian hipotesis didasarkan pada anggapan bahwa sampel acak diambil dari populasi normal. Kebanyakan uji tersebut masih dapat diandalkan bila penyimpangannya dari kenormalan hanya sedikit, terutama sekali bila ukuran sampelnya besar. Statistik parametrik ini merupakan teknik statistika dimana dilakukan pengumpulan data, pengolahan serta penganalisaan terhadap data yang diperoleh sehingga nantinya dapat dilakukan suatu kesimpulan.

  2.4. Skala Pengukuran Data

  Skala pengukuran data adalah suatu skala yang digunakan untuk mengklasifikasikan variabel yang akan diukur supaya tidak terjadi kesalahan dalam menentukan analisis data dan langkah-langkah selanjutnya. Adapun macam-macam skala pengukuran antara lain sebagai berikut:

  1. Skala nominal yaitu skala yang paling sederhana disusun berdasarkan jenis (kategorinya) atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan satu karakteristik dengan karakteristik lainnya.

  2. Skala ordinal yaitu skala yang didasarkan pada ranking dari jenjang yang lebih tinggi sampai jenjang yang terendah

  3. Skala interval yaitu skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang mempunyai bobot yang sama

  4. Skala ratio yaitu skala yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama

  2.5. Distribusi Frekuensi

  Distribusi frekuensi adalah penyusunan suatu data mulai dari angka yang terkecil sampai dengan angka yang terbesar dan membagi banyaknya data tersebut ke dalam beberapa kelas. Dengan kata lain distribusi frekuensi adalah pengelompokan data ke dalam beberapa kelas dan kemudian dihitung banyaknya pengamatan yang masuk kedalam tiap kelas. Maksud pengelompokan data kedalam distribusi frekuensi adalah untuk memudahkan dalam penyajian data, mudah dipahami dan dibaca sebagai bahan informasi untuk perhitungan dalam membuat tabel.

  Komponen tabel distribusi frekuensi terdiri dari interval kelas, batas kelas, titik tengah kelas, frekuensi kelas.Adapun keterangan masing-masing komponen tersebut adalah sebagai berikut: a. Interval kelas adalah sejumlah nilai variabel yang ada dalam batas kelas

  b. Batas kelas adalah suatu nilai yang membatasi antara satu kelas dengan kelas yang lain

  c. Titik tengah kelas adalah nilai yang terdapat di tengah interval kelas

  2.6. Langkah-langkah Distribusi Frekuensi

  Langkah-langkah distribusi frekunsi kelas dalam data kelompok adalah sebagai berikut: 1.

  Menetukan rentang (R) kelas dengan rumus:

  R = data tertinggi

  • – data terendah 2.

  Menentukan banyak interval kelas dengan menggunakan rumus sturges dengan rumus k = 1

  • 3,3 log n dimana k adalah banyaknya kelas dan n adalah jumlah data

  3. Menentukan panjang kelas dengan rumus: Panjang kelas (i) =

  4. Selanjutnya daftar diselesaikan dengan menggunakan harga-harga yang telah dihitung

  2.7 Pengertian Teknik Analisis Komparasional

  Teknik analisis komparasional adalah salah satu tehnik analisis kuantitatif atau salah satu teknik analisis statistik yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis mengenai ada tidaknya perbedaan antarvariabel yang sedang diteliti. Jika perbedaan itu memang ada, apakah perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti atau signifikan Dalam penelitian komparasional dilakukan perbandingan antar dua variabel, yaitu apakah secara signifikan dua variabel yang sedang dibandingkan memang berbeda atau perbedaan itu terjadi semata-mata terjadi karena kebetulan saja, oleh karena itu penulis menggunakan Test-t sebagai alat ujinya. Dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  Langkah 1 Data dari sampel JUT disebut data variabel I dan sampel JUS disebut data variabel II.

  Tabel 1. Data Variabel I No Variabel Frekuensi

  1 X

  1.1 - X

2.1 f

  1

  2 X - X f

  2.1

  2.2

  2

  3 X - X f

  3.1

  3.2

  3

  4 X

  4.1 - X

4.2 f

  4

  5 X

  5.1 - X

5.2 f

  5 N = f

  I Tabel 2. Data Variabel II

  No Variabel Frekuensi

  1 X

  1 f

  1

  2 X

  2 f

  2

  • 3

  f

  3

  4 f

  • 4

  5 X n f

  5 N = f

  II Dimana : X 1 = kelas ke-i

  X -X = interval kelas

  1.1

  2.1

  f i = frekuensi kelas ke-i

  = jumlah frekuensi

  Langkah 2

  Dihitung mean dari data variabel I ditulis M

  I dan mean dari data variabel II ditulis M

  II dengan

  persaman : M

  I = + i

  M =

  II Dimana : M I dan M

  II = rata-rata variabel I dan II

  = Mean bayangan i = panjang kelas = Menunjukkan deviasi kelas terhadap mean bayangan

  N

  I dan N

  II = Jumlah data variabel I dan II Langkah 3

  Dihitung standar deviasi untuk data I dan data II dengan persamaan:

  I = i

  II =

  dengan

  I dan II adalah standar deviasi untuk data variabel I dan II.

  Langkah 4

  Dihitung standar eror dari mean untuk data variabel I dan variabel II dengan persamaan sebagai berikut: =

  I

  =

  II

  2

  = Dengan = standar eror dari mean data variabel I

  I

  = standar eror dari mean data variabel II

  II

  = perbedan standar eror dari mean untuk kedua mean tersebut Selanjutnya dihitung nilai t dari kedua data variabel tersebut dengan persamaan:

  =

  t p dengan t p adalah nilai t hasil perhitungan data variabel I dan data vartiabel II.

  Langkah 5

  Dicari nilai t tabel dari tabel nilai t dengan mempertimbangkan derajat kebebasan ( )dan nilai 5 % atau 0,05 dengan v = N

  I + N

  II

  • – 2

  Langkah 6

  Pengambilan kesimpulan :

  Bila t p > t tab : maka H

  1 diterima

  Bila t < t : maka H ditolak

  p tab

Bab 3 ANALISIS DAN PENGUJIAN DATA

3.1. Data Hasil Survey

   Di bawah ini terdapat data IPK mahasiswa masing-masing departemen angkatan tahun

  2007 yaitu Biologi, Fisika, Matematika, Kimia dan Ilkom :

Tabel 3.1 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Biologi Jalur Ujian Tulis (JUT) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

IPK NIM

  IPK

  070805019 3,32 070805001 2,56 070805020 3,12 070805002 3,05 070805021 2,94 070805003 3,06 070805022 3,37 070805004 3,05 070805024 3,29 070805006 3,28 070805025 2,96 070805007 3,23 070805026 2,76 070805008 3,32 070805028 3,18 070805010 2,03 070805029 3,09 070805011 2,29

  070805030 2,65 070805012 2,74 070805032 2,92 070805014 2,83 070805033 3,04 070805015 2,67 070805034 3,05 070805016 2,88 070805035 2,54 070805017 2,95 070805037 2,84 - - 070805038 2,75 -

  • 070805039 2,62 - - 070805040 2,76 - - 070805041 2,83 -
  • 070805042 3,06 -
  • 070805043 3,29 -
  • 070805044 3,37 - -

Tabel 3.1 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Biologi (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis (JUT) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

IPK NIM

  IPK

  070805045 3,18 - - 070805046 3,16 - - 070805047 3,06 -

  • 070805049 3,18 -
  • 070805051 3,12 -
  • 070805052 2,95 - - 070805053 3,14 - - 070805054 2,95 -
  • Tabel 3.2 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Fisika Jalur Ujian Tulis Jalur Unggulan Sekolah NIM

IPK NIM

  IPK

  070801020 2,76 070801001 2,66

  070801021 3,07 070801003 2,73 070801022 2,40 070801004 3,27 070801023 3,31 070801005 2,77 070801024 3,18 070801006 0,15 070801025 2,41 070801008 3,04 070801026 2,36 070801009 3,04 070801028 2,90 070801011 2,80 070801029 2,84 070801012 3,13 070801030 3,27 070801013 3,31 070801031 2,78 070801014 2,78 070801032 2,19 070801016 2,95 070801033 2,40 070801017 2,69 070801034 3,18 070801018 2,38 070801035 2,98 070801019 2,21 070801036 2,28 - - 070801037 3,22 -

  • 070801038 2,68 - - 070801039 2,86 - - 070801040 3,42 -
  • 070801041 2,65 -
  • 070801042 2,66 -
  • 070801043 2,51 -
  • 070801044 2,49 - - 070801046 2,71 - -

Tabel 3.2 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Fisika (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis Jalur Unggulan Sekolah NIM

IPK NIM

  IPK

  070801047 2,59 - - 070801050 3,22 -

  • 070801052 2,92 - -

  070801054 2,85 -

  • 070801057 2,80 - - 070801058 2,45 -
  • Tabel 3.3 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Matematika Jalur Ujian Tulis (JUT) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

IPK NIM

  IPK

  070803021 3,11 070803001 3,26 070803022 3,44 070803002 2,4 070803023 2,77 070803003 2,88 070803024 3,47 070803004 2,86 070803025 3,11 070803005 3,31 070803026 3,56 070803006 2,88 070803027 3,35 070803007 2,97 070803029 3,58 070803009 2,99 070803030 3,34 070803010 3,07 070803031 3,2 070803011 3,03 070803032 3,24 070803012 3,27 070803033 3,29 070803013 3,41 070803034 3,15 070803014 2,83 070803035 3,07 070803015 3,13 070803037 3,16 070803017 3,41 070803039 3,09 070803019 3,01 070803040 3,72 070803020 2,38 070803041 3,33 - - 070803042 3,2 -

  • 070803043 3,4 -
  • >070803044 2,97 - - 070803045 3,26 - - 070803046 3,

  070803047 3,04 -

  • 070803048 3,32 -
  • 070803049 3,34 - - 070803050 3,25 - -

Tabel 3.3 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Matematika (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis (JUT) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

IPK NIM

  IPK

  070803052 3,3 - - 070803053 3,35 -

  • 070803054 3,06 -
  • 070803055 3,48 -
  • 070803056 3,07 - - 070803057 3,59 -
  • 070803059 2,72 -
  • 070803060 2,58 -
  • 070803061 3,14 - - 070803062 2,87 -
  • 070803063 3,47 - -

Tabel 3.4 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Kimia Jalur Ujian Tulis (JUT) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

IPK NIM

  IPK

  070802023 3,37 070802001 2,26 070802024 3,13 070802002 3,07 070802026 3,39 070802004 2,94 070802027 3,16 070802005 3,2 070802028 3,04 070802006 2,17 070802029 3,3 070802008 2,79 070802030 3,15 070802009 2,39

  070802031 3 070802010 3,15 070802032 3,43 070802011 2,41 070802034 3,14 070802013 2,38 070802035 2,76 070802014 3,27 070802036 2,35 070802015 2,96 070802037 3,23 070802016 2,42 070802038 2,95 070802017 3,2 070802039 3,08 070802018 2,8 070802040 3,29 070802019 3,38 070802041 2,1 070802020 3,03 070802042 2,44 070802021 2,9 070802043 3,23 070802022 2,54 070802044 2,9 - -

Tabel 3.4 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Kimia (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis (JUT) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

IPK NIM

  IPK

  070802045 3,1 - - 070802046 3,12 - - 070802047 3,22 -

  • 070802048 3,08 -
  • 070802049 2,88 -
  • 070802050 2,73 - - 070802052 3,45 - - 070802053 2,72 - - 070802054 3,38 -
  • Tabel 3.5 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Ilkom Jalur Ujian Tulis (JUT) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

IPK NIM

  IPK

  071401024 3,48 071401001 3,04 071401025 3,5 071401002 1,98 071401027 2,88 071401004 3,51 071401028 3,27 071401005 2,99 071401029 2,72 071401006 3,12 071401031 3,41 071401008 3,57 071401033 3,43 071401010 3,31 071401034 3,51 071401011 3,46 071401035 3,44 071401012 3,37 071401036 3,59 071401013 3,34 071401037 3,43 071401014 3,55 071401038 3,47 071401015 3,14 071401039 3,44 071401016 3,59 071401040 2,46 071401017 2,73 071401041 3,37 071401018 3,44 071401042 3,49 071401019 3,22 071401044 3,23 071401022 3,32 071401045 3,81 071401023 3,51 071401047 3,39 - - 071401049 3,65 -

  • 071401050 3,23 -
  • 071401051 3,52 -
  • 071401052 3,2 - - 071401053 3,49 - - 071401055 3,59 -
  • Tabel 3.5 Data IPK Mahasiswa JUT dan JUS Departemen Ilkom (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis (JUT) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

IPK NIM

  IPK

  071401056 3,07 -

  • 071401057

  3 - -

  071401058 3,11 -

  • 071401061 3,33 - - 071401062 3,24 - - 071401064 3,45 - - 071401065 3,12 -
  • 071401066 2,87 -
  • 071401067 3,51 -
  • 071401068 3,42 - - 071401069 3,18 - - 071401070 3,33 -
  • 071401071 3,22 - - 071401072 3,55 -
  • 071401073 3,39 - - 071401074 2,64 - - 071401077 3,48 -
  • 071401078 2,82 -
  • 071401080 3,29 - - 071401083 3,46 - - 071401084 2,89 -
  • 071401085 3,33 -
  • 071401086

  3 -

  • 071401087 3,13 - - 071401088 2,8 - - 071401090 3,38 - - 071401092 2,69 - - 071401093 2,58 -
  • 3.2. Analisis Data dalam Tabel Interval

   Di bawah ini terdapat analisis data dalam tabel interval dari setiap departemen yaitu Biologi, Fisika, Matematika, Kimia dan Ilkom.

  3.2.1. Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Biologi

  Data terkecil = 2,54 Data terbesar = 3,80 R = 3,80

  • – 2,54

  = 1,26 Banyak kelas (k) = 1+ 3,3 log 31

  = 1 + 3,3 (1,49) = 1 + 4,92 = 5,92~6

  Panjang kelas (i) = =

  = 0,21

Tabel 3.6 Data Interval IPK Mahasiswa Biologi JUT

  2 Interval f x'

  f. x' (f.x')

  2,54 +2

  8

  16

  • – 2,75 4

  2,76 +1

  9

  9

  • – 2,97 9

  = 3,08 2,98

  • – 3,19 12

  3,20 -1 -5

  5

  • – 3,41 5

  3,42 -2

  • – 3,63 0

  3,64 -3 -3

  9

  • – 3,85 1

  31

  6 2,29 5,2441

  17 3,11 9,6721

  16 2,95 8,7025

  15 2,88 8,2944

  14 2,03 4,1209

  13 2,89 8,3521

  12 3,32 11,0224

  11 3,23 10,4329

  10 2,67 7,1289

  9 2,83 8,0089

  8 2,56 6,5536

  7 2,74 7,5076

  5 2,28 5,1984

  13

  4 3,05 9,3025

  3 3,06 9,3636

  2 3,05 9,3025

  1 2,5 6,25

  2

  X X

  N

  Data terkecil = 2,19

  3.2.3. Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Fisika

Tabel 3.7 Analisis Data IPK Mahasiswa Biologi JUS

  3.2.2. Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Biologi

  39

  47,44 134,4574 Data terbesar = 3,42 R = 3,42

  • – 2,19

  = 1,23 Banyak kelas (k)= 1 + 3,3 log 30 = 1 + 3,3 (1,47) = 1 + 4,87 = 5,87 Panjang kelas (i) =

  = = 0,20

Tabel 3.8 Data interval IPK Mahasiswa Fisika JUT

  2 Interval f x'

  f. x' (f.x')

  2,19 3 +1

  3

  3

  • – 2,39

  = 2,5 2,40

  8

  • – 2,60

  2,61 6 -1 -6

  6

  • – 2,81

  2,82 5 -2 -10

  20

  • – 3,02

  3,03 5 -3 -15

  45

  • – 3,23

  3,24 3 -4 -12

  48

  • – 3,44

  30 -40 122

  3.2.4 Analisis Data IPK dalam Tabel Mahasiswa JUS Jurusan Fisika

Tabel 3.9 Analisis Data IPK Mahasiswa Fisika JUS N

  X X

  2

  1 2,66 7,0756 2 2,21 4,8841 3 2,73 7,4529 4 3,27 10,6929 5 2,77 7,6729 6 2,95 8,7025 7 2,8 7,84 8 3,13 9,7969 9 3,31 10,9561

Tabel 3.9 Data IPK Mahasiswa Fisika JUS (Lanjutan) N

  X X

  2

  10 2,78 7,7284 11 2,72 7,3984 12 2,95 8,7025 13 3,04 9,2416 14 3,04 9,2416 15 2,69 7,2361 16 2,38 5,6644

  

45,43 130,287

  3.2.5. Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Matematika

  Data terkecil = 2,58 Data terbesar = 3,72 R = 3,72

  • – 2,58

  = 1,14 Banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log 36 = 1 + 3,3 (1,55) = 1 + 5,13 = 6,13 ~6

  • – 2,77

  • – 2,97
  • – 3,17
  • – 3,37
  • – 3,57
  • – 3,77

  1 3,26 10,6276 2 2,88 8,2944 3 2,86 8,1796 4 3,31 10,9561 5 2,88 8,2944 6 2,97 8,8209 7 3,3 10,89 8 2,99 8,9401

  2

  X X

Tabel 3.11 Data IPK Mahasiswa Matematika JUS N

  62

  10

  36

  12

  3 -2 -6

  6 3,58

  6 -1 -6

  3,38

  13 = 3,27

  9

  9 3,18

  9 +1

  8 2,98

  4

  2 +2

  27 2,78

  9

  3 +3

  2,58

  2

  f. x' (f.x')

Tabel 3.10 Data Interval IPK Mahasiswa Matematika JUT Interval f x'

  = 0,19

  Panjang kelas (i) = =

3.2.6. Analisis Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Matematika

  9 3,07 9,4249 10 3,03 9,1809 11 3,27 10,6929 12 3,41 11,6281 13 2,81 7,8961 14 3,13 9,7969 15 3,41 11,6281 16 3,03 9,1809 17 3,01 9,0601 18 2,38 5,6644

  ∑ 55 169,156

  3.2.7. Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Kimia

  Data terkecil = 2,1 Data terbesar = 3,45 R = 3,45

  • – 2,1

  = 1,35 Banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log 30 = 1 + 3,3 (1,47) = 1 + 4,87 = 5,87 ~ 6 Panjang kelas (i) =

  = = 0,22

Tabel 3.12 Data Interval IPK Mahasiswa Kimia JUT Interval f x'

  f. x' f.(x')

  2

  2,1

  1 +4

  4

  16

  • – 2,32
  • – 2,55

  • – 2,78

  • – 3,01
  • – 3,24
  • – 3,47

  2

  X X

Tabel 3.13 Analisis Data IPK Mahasiswa Kimia JUS N

  3.2.8 Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUS Jurusan Kimia

  56

  14

  30

  6

  6 -1 -6

  3,25

  13 = 3,13

  4 3,02

  4

  4 +1

  12 2,79

  6

  3 +2

  18 2,56

  6

  2 +3

  2,33

  1 2,26 5,1076 2 3,07 9,4249 3 3,11 9,6721 4 2,94 8,6436 5 3,2 10,24 6 2,17 4,7089 7 2,79 7,7841 8 2,39 5,7121 9 3,15 9,9225 10 2,41 5,8081 11 3,15 9,9225 12 2,38 5,6644 13 3,27 10,6929 14 2,96 8,7616 15 2,42 5,8564 16 3,2 10,24 17 2,8 7,84 18 3,38 11,4244

  19 3,03 9,1809 20 2,9 8,41 21 2,54 6,4516

   59,52 171,469

  3.2.9. Analisis Data IPK dalam Tabel Interval Mahasiswa JUT Jurusan Ilkom

  Data terkecil = 2,25 Data terbesar = 3,81 R = 3,81

  • – 2,25

  = 1,56 Banyak kelas(k) = 1 + 3,3 log 47 = 1 + 3,3 (1,67)

  = 1+ 5,51 = 6,51 ~ 7

  • – 2,47
  • – 2,70
  • – 2,93

  • – 3,16
  • – 3,39
  • – 3,62
  • – 3,85

  19 = 3,51

  3,63

  2 -1 -2

  2

  47 49 143

  Data IPK mahasiswa jurusan ilkom JUS

  dianalisis dengan menggunakan tes “t”. Data hasil analisis seperti pada Ttabel 3.15.

Tabel 3.15 Analisis Data IPK Mahasiswa Jurusan Ilkom JUSTabel 3.15 Data IPK Mahasiswa Jurusan Ilkom JUS (Lanjutan) N

  X X

  2

  1 3.04 9.2416

  2 1.98 3.9204

  3 3.23 10.4329

  N

  X X

  2

  14 3,40

  14 +1

  14

  10

  Panjang kelas (i) = =

  = 0,22

Tabel 3.14. Data Interval IPK Mahasiswa Ilkom JUT Interval f x'

  f. x' (f.x')

  2

  2,25

  2 +5

  50 2,48

  16 3,17

  1 +4

  4

  16 2,71

  5 +3

  15

  45 2,94

  4 +2

  8

3.2.10. Analisis Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Ilkom

  H

  1 : Hipotesis alternatif

  Ada perbedaan IPK yang signifikan dan prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui jalur ujian tulis (JUT) dan mahasiswa yang diterima dari jalur unggulan sekolah (JUS). H : Hipotesis nihil Tidak ada perbedaan IPK yang signifikan dan prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui jalur ujian tulis (JUT) dan mahasiswa yang diterima dari jalur unggulan sekolah (JUS).

  4 3.51 12.3201 5 2,99 8,9401 6 3,12 9,7344 7 3,35 11,2225 8 3,57 12,7449 9 3,22 10,3684 10 3,31 10,9561 11 3,46 11,9716 12 3,37 11,3569 13 3,34 11,1556 14 3,55 12,6025 15 3,14 9,8596 16 3,59 12,8881 17 2,73 7,4529 18 3,44 118336 19 3,22 10,3684 20 3,38 11,4244 21 3,32 11,0224 22 3,51 12,3201

  ∑ 71,37 234,138

3.3. Pengujian Data

  Hipotesis alternatif ini dapat diuji kebenarannya dengan pengujian data IPK dibawah ini :

3.3.1 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Biologi

  Mean data variabel I: M

  I = + i

  = 3,08 + 0,21 = 3,08 + 0,08 = 3,16

  Standart deviasi data I :

  I = i

  = 0,21 = 0,21

  = 0,21 (1,0403) = 0,2184 Standart error data I :

  I =

  =

  = = 0,0398

3.3.2 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Biologi

  Mean data II dihitung sebagai berikut : M =

  II

  = = 2,79 Standart deviasi untuk data II :

  =

  II

  = =

  = 0,1218 Standart error untuk data II :

  II =

  = =

  = 0,0304 Standart error untuk kedua data di atas adalah :

  = = = = 0,0501 Sehingga t dapat dihitung sebagai berikut :

  p

  t p = = = 7,38 t tab = t ( ,v) = t(0,05, 46) = 2,02 karena nilai = 46 tidak ada dalam tabel maka diambil nilai yang mendekati yaitu 45 sehingga t tab = 2,02 t > t (7,38 > 2,02) maka H1 diterima artinya ada perbedaan IPK yang signifikan dan pestasi

  p tab

  belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui JUT dan mahasiswa yang diterima melalui JUS.

3.3.3 Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Fisika

  Mean untuk data I : M

  I = + i

  = 2,5 + 0,20 = 2,5 + (-0,26)

  = 2,24 Standart deviasi untuk data I :

  I = i

  = 0,20 = 0.20 = 0,20 (2,28) = 0,45733 Standart error untuk data I :

  =

  I

  = =

  = 0,0849

3.3.4. Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Fisika

  Mean untuk data II : M

  II =

  = = 2,83 Standart deviasi untuk data II :

  II =

  = = = = 0,2842 Standart error untuk data II :

  II =

  = = = 0,0733

  Standart error untuk kedua data diatas : =

  = = = 0,1121 Sehingga t dapat dihitung sebagai berikut :

  p t p = = = -5,26 t tab = t( ,v) = t(0,05 ; 44) = 2,02 karena nilai = 44 tidak ada dalam tabel maka diambil nilai yang mendekati yaitu 45 sehingga t = 2,02

  tab

  t p < t tab (-5,26 < 2,02) maka H0 ditolak yang artinya tidak ada perbedaan IPK yang signifikan dan prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui JUT dan mahasiswa yang diterima dari JUS

3.3.5. Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Matematika

  Mean untuk data I : M

  I = + i

  = 3,27 + 0,19 = 3,27 + 0,05

  = 3,32 Standart deviasi untuk data I :

  I = i

  = 0,19 = 0,19

  = 0,19 (1,6452) = 0,3125 Standart error untuk data I :

  I =

  = =

  = 0,0528

3.3.6. Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Matematika

  Mean untuk data II : M

  II =

  = = 3,05

  Standart deviasi untuk data II : =

  II

  = = = = 0,2469 Standart error untuk data II :

  II =

  = = = 0,0599 Standart error untuk kedua data diatas :

  = = = = 0,0798 Sehingga t p dapat dihitung sebagai berikut : t p = =

  = 3,38 t tab = t(0,05 ; 52) = 2,01 karena nilai v =52 tidak ada dalam tabel maka diambil nilai yang mendekati yaitu 50 sehinnga t tab = 2,01 t > t (3,38 > 2,01) maka H1 diterima yang artinya ada perbedaan IPK yang signifikan dan

  p tab

  prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui JUT dan mahasiswa yang diterima melalui JUS.

3.3.7. Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Kimia

  Mean untuk data I : M

  I = + i

  = 3,13 + 0,22 = 3,13 + 0,10

  = 3,23 Standart deviasi untuk data I :

  I = i

  = 0,22 = 0,22

  = 0,22 (1,67)

  = 0,3674 Standart error untuk data I :

  I =

  = =

  = 0,0682

3.3.8. Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Kimia

  Mean untuk data II : M

  II =

  = = 2,83

  Standart deviasi untuk data II :

  II =

  = =

  = = 0,3631

  Standart error untuk data II :

  II =

  = = = 0,0812

  Standart error untuk kedua data diatas : =

  = = = 0,1184 Sehingga t p dapat dihitung sebagai berikut : t p = =

  = 3,37 t = t (0,05 ; 49) = 2,01 karena nilail = 49 tidak ada dalam tabel maka diambil nilai yang

  tab

  mendekati yaitu 50 sehingga t tab = 2,01 t p > t tab ( 3,37 > 2,01 ) maka H1 diterima yang artinya ada perbedaan IPK yang signifikan dan prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui JUT dan mahasiswa yang diterima dari JUS

3.3.9. Pengujian Data IPK Mahasiswa JUT Jurusan Ilkom

  Mean untuk data I : M

  I = + i

  = 3,51 + 0,22 = 3,51 + 0,22 = 3,73 Standart deviasi untuk data I :

  I = i

  = 0,22 = 0,22

  = 0,22 = 0,22 (1,3984) = 0,3076 Standart error untuk data I:

  =

  I

  = =

  = 0,0453

3.3.10. Pengujian Data IPK Mahasiswa JUS Jurusan Ilkom

  Mean untuk data II : M

  II =

  = = 3,24 Standart deviasi untuk data II :

  II =

  = = = = 0,3440 Standart error untuk data II :

  =

  II

  = = = 0,0750

  Standart error untuk kedua data diatas adalah : = = = = 0,0876 Sehinnga tp dapat dihitung sebagai berikut : t p = =

  = 5,59 t tab = t ( 0,05 ; 67) = 2,00 karena nilai tidak ada pada tabel maka diambil nilai yang mendekati yaitu 70 sehinnga t = 2,00

  tab

  t p > t tab (5,59 > 2,00 ) maka H1 diterima yang artinya ada perbedaan yang signifikan dan prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui JUT dan mahasiswa yang diterima dari JUS

3.4. Komparasi (Perbandingan) Mean IPK Mahasiswa Tiap Jurusan

Tabel 3.16 Perbandingan Mean IPK Mahasiswa Tiap Jurusan

  Jurusan Mean IPK Mahasiswa JUT Mean IPK Mahasiswa JUS

  Biologi 3,16 2,79 Fisika 2,24 2,83 Matematika 3,32 3,05 Kimia 3,23 2,83 Ilkom 3,73 3,24

  Dari tabel diatas diperoleh:

  a. Mahasiswa jurusan Biologi mean IPK tertinggi ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUT yaitu 3,16 dan mean IPK terendah ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUS yaitu 2,79.

  b. b.Mahasiswa jurusan Fisika mean IPK tertinggi ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUS yaitu 2,83 dan mean IPK terndah ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUT yaitu 2,24.

  c. Mahasiswa jurusan Matematika mean IPK tertinggi ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUT yaitu 3,32 dan mean IPK terendah ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUS yaitu 3,05.

  d. Mahasiswa jurusan Kimia mean IPK tertinggi ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUT yaitu 3,23 dan mean IPK terendah ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUS yaitu 2,83. e. Mahasiswa jurusan Ilkom mean IPK tertinggi ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUT yaitu 3,73 dan mean IPK terendah ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari JUS yaitu 3,24.

3.5 Analisis Data IPK Mahasiswa JUT Semua Departemen

Tabel 3.17 Data IPK Mahasiswa JUT Semua Departemen Jalur Ujian Tulis (JUT) NIM

  IPK

  070805019 3,32 070805020 3,12 070805021 2,94 070805022 3,37 070805024 3,29 070805025 2,96 070805026 2,76 070805028 3,18 070805029 3,09 070805030 2,65 070805032 2,92 070805033 3,04 070805034 3,05 070805035 2,54 070805037 2,84 070805038 2,75 070805039 2,62 070805040 2,76 070805041 2,83 070805042 3,06 070805043 3,29

  070805044 3,37 070805045 3,18 070805046 3,16 070805047 3,06 070805049 3,18 070805051 3,12 070805052 2,95 070805053 3,14 070805054 2,95 070801020 2,76 070801021 3,07 070801022 2,40

Tabel 3.17 Data IPK Mahasiswa JUT Semua Departemen (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis (JUT) NIM

  IPK

  070801023 3,31 070801024 3,18 070801025 2,41 070801026 2,36 070801028 2,90 070801029 2,84 070801030 3,27 070801031 2,78 070801032 2,19 070801033 2,40 070801034 3,18 070801035 2,98 070801036 2,28 070801037 3,22 070801038 2,68 070801039 2,86 070801040 3,42 070801041 2,65 070801042 2,66 070801043 2,51 070801044 2,49 070801046 2,71 070801047 2,59

  070801050 3,22 070801052 2,92 070801054 2,85 070801057 2,80 070801058 2,45 070803021 3,11 070803022 3,44 070803023 2,77 070803024 3,47 070803025 3,11 070803026 3,56 070803027 3,35

Tabel 3.17 Data IPK Mahasiswa JUT Semua Departemen (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis (JUT) NIM

  IPK

  070803029 3,58 070803030 3,34 070803031 3,2 070803032 3,24 070803033 3,29 070803034 3,15 070803035 3,07 070803037 3,16 070803039 3,09 070803040 3,72 070803041 3,33 070803042 3,2 070803043 3,4 070803044 2,97 070803045 3,26 070803046 3,09 070803047 3,04 070803048 3,32 070803049 3,34 070803050 3,25

  070803052 3,3 070803053 3,35 070803054 3,06 070803055 3,48 070803056 3,07 070803057 3,59 070803059 2,72 070803060 2,58 070803061 3,14 070803062 2,87 070803063 3,47 070802023 3,37 070802024 3,13 070802026 3,39

Tabel 3.17 Data IPK Mahasiswa JUT Semua Departemen (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis (JUT) NIM

  IPK

  070802027 3,16 070802028 3,04 070802029 3,3 070802030 3,15 070802031

  3 070802032 3,43 070802034 3,14 070802035 2,76 070802036 2,35 070802037 3,23 070802038 2,95 070802039 3,08 070802040 3,29 070802041 2,1 070802042 2,44 070802043 3,23 070802044 2,9 070802045 3,1 070802046 3,12 070802047 3,22 070802048 3,08

  070802049 2,88 070802050 2,73 070802052 3,45 070802053 2,72 070802054 3,38 071401024 3,48 071401025 3,5 071401027 2,88 071401028 3,27 071401029 2,72 071401031 3,41 071401033 3,43 071401034 3,51 071401035 3,44

Tabel 3.17 Data IPK Mahasiswa JUT Semua Departemen (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis (JUT) NIM

  IPK

  071401036 3,59 071401037 3,43 071401038 3,47 071401039 3,44 071401040 2,46 071401041 3,37 071401042 3,49 071401044 3,23 071401045 3,81 071401047 3,39 071401049 3,65 071401050 3,23 071401051 3,52 071401052 3,2 071401053 3,49 071401055 3,59 071401056 3,07 071401057

  3 071401058 3,11 071401061 3,33 071401062 3,24

  071401064 3,45 071401065 3,12 071401066 2,87 071401067 3,51 071401068 3,42 071401069 3,18 071401070 3,33 071401071 3,22 071401072 3,55 071401073 3,39 071401074 2,64 071401077 3,48 071401078 2,82 071401080 3,29

Tabel 3.17 Data IPK Mahasiswa JUT Semua Departemen (Lanjutan) Jalur Ujian Tulis (JUT) NIM

  IPK

  071401083 3,46 071401084 2,89 071401085 3,33 071401086

  3 071401087 3,13 071401088 2,8 071401090 3,38 071401092 2,69 071401093 2,58

  Data terkecil = 2,1 Data terbesar = 3,81 R = 3,81

  • – 2,1

  = 1,71 Banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log 169 = 1 + 3,3 (2,22) = 1 + 7,35

  = 8,35 ~ 8 Panjang kelas (i) =

  = = 0,21

Tabel 3.18 Data Interval IPK Mahasiswa JUT

  2 Interval f x f x f (x ) i i i i i i

  2,1 +5 20 100

  • – 2,31 4

  2,32 +4 44 176

  • – 2,53 11

  2,54 +3 39 117

  • – 2,75 13

  2,76 +2 56 112

  • – 2,97 28

  2,98 +1

  40

  40

  • – 3,19 40

  3,20 = 3,30

  • – 3,41 44

  3,42 -1 -25

  25

  • – 3,63 25

  3,64 -2 -8

  16

  • – 3,85 4

  169 166 586 M

  I = + i

  = 3,30 + 0,21 = 3,30 + 0,20

  = 3,50

  I = i

  = 0,21 = 0,21 = 0,21 = 0,21 (1,5819) = 0,3322

  =

  I

  = =

  = 0,0256

3.6 Analisis Data IPK Mahasiswa JUS

Tabel 3.19 Data IPK Mahasiswa JUS Semua Departemen Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

  IPK

  070805001 2,56 070805002 3,05 070805003 3,06

  070805004 3,05 070805006 3,28 070805007 3,23 070805008 3,32 070805010 2,03 070805011 2,29 070805012 2,74 070805014 2,83 070805015 2,67 070805016 2,88 070805017 2,95 070801001 2,66 070801003 2,73 070801004 3,27 070801005 2,77 070801006 0,15 070801008 3,04 070801009 3,04 070801011 2,80 070801012 3,13 070801013 3,31 070801014 2,78

Tabel 3.19 Data IPK Mahasiswa JUS Semua Departemen (Lanjutan) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

  IPK

  070801016 2,95 070801017 2,69 070801018 2,38 070801019 2,21 070803001 3,26

  070803002 2,4 070803003 2,88 070803004 2,86 070803005 3,31 070803006 2,88 070803007 2,97 070803009 2,99 070803010 3,07 070803011 3,03 070803012 3,27 070803013 3,41 070803014 2,83 070803015 3,13 070803017 3,41 070803019 3,01 070803020 2,38 070802001 2,26 070802002 3,07 070802004 2,94 070802005 3,2 070802006 2,17 070802008 2,79 070802009 2,39 070802010 3,15 070802011 2,41 070802013 2,38 070802014 3,27 070802015 2,96 070802016 2,42 070802017 3,2

  070802018 2,8 070802019 3,38 070802020 3,03 070802021 2,9 070802022 2,54 071401001 3,04

Tabel 3.19 Data IPK Mahasiswa JUS Semua Departemen (Lanjutan) Jalur Unggulan Sekolah (JUS) NIM

  IPK

  071401002 1,98 071401004 3,51 071401005 2,99 071401006 3,12 071401008 3,57 071401010 3,31 071401011 3,46 071401012 3,37 071401013 3,34 071401014 3,55 071401015 3,14 071401016 3,59 071401017 2,73 071401018 3,44 071401019 3,22 071401022 3,32 071401023 3,51

  Data terkecil = 1,98 Data terbesar = 3,59

  R = 3,59

  • – 1,98

  = 1,61 Banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log 94 = 1 + 3,3 (1,97) = 1 + 6,57 = 7,57 ~ 8 Panjang kelas (i) = =

  = 0,2

Tabel 3.20 Data Interval IPK Mahasiswa JUS Semua Jurusan

  2 Interval

  1,98 +5

  15

  75

  • – 2,18 3

  2,19 +4 28 112

  • – 2,39 7

  2,40 +3

  15

  45

  • – 2,60 5

  2,61 +2

  24

  48

  • – 2,81 12

  2,82 +1

  17

  17

  • – 3,02 17

  = 3,13 3,03

  • – 3,23 25

  3,24 -1 -19

  19

  • – 3,44 19

  3,45 -2 -12

  24

  • – 3,65 6

  68 340 M

  II = + i

  = 3,13 + 0,2 = 3,13 + 0,14

  = 3,27 = i

  II

  = 0,2 = 0,2

  = 0,2 = 0,2 (1,75) = 0,3517

  II =

  = = = 0,0364

  = = =

  = 0,0445 t p = = = = 5,168 t tab = t(0,05 ; 261) = 1,97 karena nilai = 261 tidak ada dalam tabel maka diambil nilai yang mendekati yaitu 300 sehinnga t tab = 1,97 t > t (5,168 > 1,97) maka H1 diterima yang artinya ada perbedaan IPK yang signifikan dan

  p tab

  prestasi belajar yang nyata antara mahasiswa yang diterima melalui JUT dan mahasiswa yang diterima melalui JUS

Bab 4 KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan

  Secara umum dapat diketahui bahwa hampir semua mahasiswa disetiap jurusan yang melalui Jalur Ujian Tulis memiliki IPK yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang mengikuti Jalur Unggulan Sekolah. Dan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa JUT lebih baik atau lebih berprestasi dibanding mahasiswa yang berasal dari JUS.

4.2. Saran 1.

  Penerimaan mahasiswa baru melalui JUS perlu diperhatikan untuk setiap

  sekolah masing-masing

  2. Kepada para pembaca ada baiknya mencoba dengan menggunakan alat uji yang lain agar dapat membandingkan hasil studi mahasiswa melalui JUT dan JUS dari setiap jurusan.

DAFTAR PUSTAKA

  Danapriatna, N. dan Setiawan, R. 2004.Pengantar Statistika. Yogyakarta: Graha Ilmu. Priyanto, Dwi. 2008. Uji statistik komparasional seminar nasional IV : hal 639 – 645. Rihandoyo, 2009. Alat uji Hipotesis penelitian sosial non parametrik : Fisip Undip.

  Soegyarto, 1997. Pengantar statistika. Jakarta : PT Rineka Cipta. Sudjana, 1975. Metoda Statistika. Bandung : PT Tarsito. Supranto, J. 2008. Statistik Teori dan Aplikasi edisi ketujuh . Jakarta: Penerbit Erlangga

  Sudijono, A. 2009. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada Syani, Abdul. 1995. Pengantar metode Statistik Nonparametrik. Jakarta : PT Dunia Pustaka Jaya.

  Usman, H dan Setiadi, Purnomo. 2006. Pengantar statistika. Yogyakarta : PT Bumi Aksara. kses tanggal 30 Maret 2011

  Lampiran

Tabel Nilai t

  Harga Kritik “t“ Pada Taraf Signifikan db 5 % 1%

  1 12,71 63,66 2 4,30 9,92 3 3,18 5,84

  4 2,78 4,60 5 2,57 4,03 6 2,45 3,71 7 2,36 3,50 8 2,31 3,36 9 2,26 3,25

  10 2,23 3,17 11 2,20 3,11 12 2,18 3,06 13 2,16 3,01 14 2,14 2,98 15 2,13 2,95 16 2,12 2,92 17 2,11 2,90 18 2,10 2,88 19 2,09 2,86 20 2,09 2,84 21 2,08 2,83 22 2,07 2,82 23 2,07 2,81

  Sambungan Tabel Nilai “t” db Harga Kritik “t“ Pada Taraf Signifikan 5 % 1 %

  24 2,06 2,80 25 2,06 2,79 26 2,06 2,78 27 2,05 2,77

  28 2,05 2,76 29 2,04 2,76 30 2,04 2,75 35 2,03 2,72 40 2,02 2,71 45 2,02 2,69 50 2,01 2,68 60 2,00 2,65 70 2,00 2,65 80 1,99 2,64 90 1,99 2,63 100 1,98 2,63

  125 1,98 2,62 150 1,98 2,61 200 1,97 2,60 300 1,97 2,59 400 1,97 2,59 500 1,96 2,59

  1000 1,96 2,58 Henry E. Garrett, Op. cit. hlm. 427, dengan catatan bahwa yang diambil di sini hanya harga kritik “t” pada taraf signifikan 5 % dan 1 %.

Uji Statistik Komparasional IPK Mahasiswa Baru Tahun 2007 Antara Jalur Ujian Tulis Dan Jalur Unggulan Sekolah Di FMIPA Universitas Sumatera Utara Analisis Data dalam Tabel Interval x x x x Analisis Data IPK Mahasiswa JUS Data Hasil Survey Kesimpulan dan Saran Distribusi Frekuensi Langkah-langkah Distribusi Frekuensi Pengertian Teknik Analisis Komparasional Kegunaan Statistik Metode Statistik Parametrik Skala Pengukuran Data Kesimpulan Saran Kesimpulan dan Saran Komparasi Perbandingan Mean IPK Mahasiswa Tiap Jurusan Analisis Data IPK Mahasiswa JUT Semua Departemen Latar Belakang Kesimpulan dan Saran Pendahuluan Landasan Teori Analisis dan Pengujian Data Pengujian Data Kesimpulan dan Saran Perumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Metode Penelitian Pengertian Statistik Uji Statistik Pengujian Hipotesis Hipotesis Komparasional x x x x x x
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Uji Statistik Komparasional IPK Mahasiswa Bar..

Gratis

Feedback